Bumi: Bulat vs Datar
November 13, 2008 at 12:05 pm 120 komentar
Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/
=============================================================
Apakah bumi itu bulat atau datar? Kaum rohaniawan Kristen pernah mengatakan bahwa bumi itu adalah datar. Sedangkan kaum muslim mengklaim bahwa bumi itu adalah bulat.
Apakah Islam benar dan Kristen salah?
Mari kita pelajari langsung dari kitab suci masing-masing, tidak berdasarkan sejarah yang mungkin melakukan kesalahan, ataupun para kiyai yang menyampaikannya dengan salah.
Bumi menurut Alkitab:
Yesaya 40:22 : Bumi Bulat
Pada saat ilmuwan Nicolas Copernicus mengatakan bahwa matahari adalah pusat dari tata surya dan Christopher Columbus berusaha meyakinkan orang bahwa bumi adalah bulat. Reaksi masyarakat pada waktu itu adalah mengatakan kedua orang ini adalah orang gila.
Orang China (Chung-Kuo) kuno mempunyai pemahaman bahwa bumi ini datar sehingga negara mereka disebut “negara (kerajaan) tengah” (中- ZHONG/CHUNG = tengah; 国 – GUO/KUO = negara), negara lain merupakan negara-negara pinggiran belaka.
Alkitab yang ditulis jauh sebelum era menulis bahwa bumi ini bulat.
* Yesaya 40:22
LAI TB, Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
KJV, It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:
Septuaginta, ο κατεχων τον γυρον της γης και οι ενοικουντες εν αυτη ως ακριδες ο στησας ως καμαραν τον ουρανον και διατεινας ως σκηνην κατοικειν
Translit, , HO KATEKHÔN TON GURON TES GÊS KAI HOI ENOIKOUNTES EN AUTÊ HÔS AKRIDES HO STESAS HOS KAMARAN TON OURANON KAI DIATEINAS HÔS SKENÊN KATOIKEIN
Latin Vulgata, qui sedet super gyrum terrae et habitatores eius sunt quasi lucustae qui extendit velut nihilum caelos et expandit eos sicut tabernaculum ad inhabitandum
Hebrew,
הַיֹּשֵׁב עַל־חוּג הָאָרֶץ וְיֹשְׁבֶיהָ כַּחֲגָבִים הַנֹּוטֶה כַדֹּק שָׁמַיִם וַיִּמְתָּחֵם כָּאֹהֶל לָשָׁבֶת׃
Translit, HAYOSYEV ‘AL-KHUG HA’ARETS VEYOSYEVEYHA KAKHAGAVIM HANOTEH KHADOQ SYAMAYIM VAYIMTAKHÊM KA’OHEL LASYAVET
kata Ibrani חוג - KHUG, khet – vav – gimel, bermakna lingkaran, bulatan, atau apa saja yang bulat dan tidak memiliki sudut. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan circle, circuit, compass. Asal katanya adalah kata kerja dengan kata yang sama ( חוג- KHUG) yang berarti melingkari, mengelilingi, menggambarkan suatu bulatan.
Septuaginta menerjemahkan kata Ibrani חוג - KHUG dengan γυρος – GUROS. Kata inilah yang diserap menjadi kata “GYRO” dalam bahasa Inggris. Pagninus menerjemahkan kata ini dalam bahasa Latin dengan “super sphaeram, sphere” : (bola/globe) yang super. Montanus Vatablus menerjemahkannya dengan “globum”. Sedangkan Vitringa menerjemahkannya dengan “super orbem telluris”,semuanya merujuk kepada bulat seperti bola.
Penulis: BP
Sumber: http://www.sarapanpagi.org/yesaya-40-22-bumi-bulat-vt2252.html
Bumi menurut Alquran:
Ini jauh dari kebenaran. Tidak ada surah dalam Qur’an yang dapat mengklaim akurasi yang menunjukkan baha bumi itu bulat. Mari kita cari sebagian fakta kosmologis menarik dari Qur’an. Dalam banyak tempat dari Qur’an yang ajaib, ia menekankan fakta bahwa bumi itu datar dan gunung2 seperti tiang, yang menciptakan keseimbangan sehingga bumi tidak miring. Dalam surat 88:17,20 ditulis…..
[17] Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,….. [20] Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
Bahkan banyak cendekiawan muslim mengakui bahwa dalam frase “bagaimana ia dihamparkan”, ia menunjukkan bahwa bumi itu datar. Semua cendekiawan islam setuju dengan ini. Ia tidak bulat seperti yang di klaim fisikawan.
Ada beberapa surah lain dalam qur’an yang mengingatkan pembaca untuk membuktikan bahwa Qur’an jelas mendukung teori “bumi datar”:
[19] Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran(Sura Al-Hijr 15:19)
[53] Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.(Sura Ta Ha 20:53)
[10] Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.(Sura Az-Zukhruf 43:10)
[7] Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata(Sura Qaf 50:7)
[19] Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,(Sura Nooh 71:19)
Sekarang mari kita periksa dua surat penting dari Qur’an. Dalam satu sura Qur’an dikatakan bahwa salah satu orang beriman melihat matahari tenggelam di salah satu tempat di bumi yang penuh air dan lumpur. Disana, orang ini bertemu beberapa orang. Marik ita lihat apa yang direkam dalam Qur’an (surah “gua”, ayat 86):
[86] Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”. (Sura Al-Kahf 018.086).
Kembali dalam ayat lain di surat yang sama dikatakan -
[90] Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,(Sura Al-Kahf 018.090).
Pembaca manapun, yang memiliki nalar dan mengetahui sains dasar, tau bahwa matahari tidak memiliki tempat “terbit” dan “terbenam”, karena, matahari tidak terbit, tidak pula tenggelam. Adalah gerak harian bumi yang membuatnya tampak di setiap tempat terbit dan tenggelam. Namun tampak bahwa Allah yang Maha tahu tidak tau tentang kebenaran ilmiah sederhana ini. Allah berpikir bahwa matahari memerlukan tempat terbit dan tenggelam yang tetap dan seseorang mesti pergi ke ujung dunia untuk menemukan tempat itu. Ini memberikan gagasan bahwa masyarakat di zaman Muhammad percaya bahwa Bumi itu datar dan matahari bergerak di langit terbit di satu tempat dan tenggelam di tempat lain.
Bukti dari bumi datar secara implisit tampak dalam waktu sholat Muslim. Aroj Ali Matubbar, filsuf-pedagang dari Benggala menyelidiki gagasan bumi datar ini lebih jauh dalam bukunya ‘The Quest for Truth’. Mari kita ambil kesempatan untuk memeriksa karyanya. Allah dengan jelas menganggap bahwa terdapat universalitas waktu dan tidak memiliki konsep “waktu lokal”. Ditemukan dalam hampir semua agama terdapat jam2 tertentu untuk doa/sholat. Namun tidak dipahami kenapa Pencipta Alam Semesta tidak akan menerima doa bila seseorang tidak melakukannya pada waktu2 yang ditetapkan? Islam menyatakan hal yang sama dengan sholat lima waktu sehari dan terdapat waktu2 dimana sholat dilarang untuk dilakukan.
Gerak harian bumi menyebabkan perbedaan waktu lokal di negara2 dengan lintang berbeda sebagai akibatnya selalu ada orang yang melakukan sholat di tempat lain yang berbeda waktunya. Tapi merupakan larangan untuk sholat di waktu matahari terbit. Apa perbedaannya? Matahari terbit pada jam berbeda di tempat berbeda – lebih awal di negara2 timur daripada di barat. Jadi saat sholat dilarang disini tapi tidak dilarang di tempat lain. Sebagai contoh, saat matahari terbit di New York, ia belum terbit di Los Angels dan ia sudah terbit beberapa jam lalu di London. Maka, saat sholat dilarang di New York, ia tidak dilarang di L.A. atau London. Dalam kasus itu, apakah masuk akal melarang sholat pada waktu tertentu?
Pertanyaan yang sama dapat diberikan pada jam2 sholat. Karena setiap saat adalah waktu sholat di sebagian tempat, apa pentingnya menetapkan jam tertentu untuk sholat tertentu?
Ada waktu dimana bumi dianggap datar dan tetap yang akan membuat jam menjadi identik di sebarang tempat di dunia tanpa variasi waktu lokal. Mungkin ini membawa pada gagasan waktu sholat. Namun sekarang telah dibuktikan bahwa bumi adalah bola yang bergerak. Mari kita bahas masalah yang muncul dari keslaahan konsep tersebut.
Anggap setelah mengatakan bahwa sholat Zuhur dimulai jam setengah satu siang, seseorang menuju ke Mekkah dari Bangladesh dengan mengendarai pesawat terbang dengan laju 3000 mil per jam. Setibanya disana ia menemukan bahwa waktu belum siang. Apakah ia harus melakukan sholat zuhur sekali lagi saat waktu zuhur itu tiba?
Bila sebuah pesawat terbang ke barat pada laju 1041.67 mil per jam, matahari akan tampak diam tak bergerak dan penumpang tidak akan punya gagasan mengenai waktu di hari itu – pagi, siang, atau sore – dengan melihat matahari. Dalam kondisi seperti ini, bagaimana penumpang melaksanakan sholat dan puasanya?
Hanya di katulistiwa bumi dimana siang dan malam dalam setahun memiliki panjang yang sama. Namun semakin ke utara dan selatan dari khatulistiwa, semakin panjang waktu siang dan malam tergantung pada musim dalam tahun itu. Di beberapa negara di dekat daerah kutub utara, siang menjadi sangat panjang di musim panas sedemikian hingga hanya beberapa saat setelah petang, matahari kembali naik tanpa malam antara sore dan petang. Bagaimana seseorang dapat melakukan sholat ashar disini?
Di daerah kutub utara terdapat sekitar 6 bulan siang hari terus menerus di ikuti malam hari 6 bulan terus menerus. Karena kita hanya mengalami satu hari dan satu malam disana mungkin kita bisa bilang sholat lima waktu dalam satu tahun namun bagaimana seseorang berpuasa selama tiga puluh hari dari terbit fajar sampai tenggelam matahari? Ini cukup merupakan bukti bahwa Allah tidak memahami mengenai kenyataan Bumi, dan mungkin menganggap bahwa bumi itu datar.
Setelah buku Maurice Bucaille berjudul “Bible Qur’an and Science” muncul di pasar tahun 1976, ia menjadi sebuah sensasi khususnya bagi masyarakat terpelajar di Bangladesh. Sebuah trend baru muncul untuk mengkaitkan sains modern dengan ayat2 kabur dari kitab suci. Akan tentu saja tidak relevan untuk menekankan pada saat ini dari media berita dan situs rasionalis/humanis bagaimana sebagian ilmuan barat di suap, untuk menyatakan pendapat positifnya mengenai sains Qur’an :
How Western Scientists Discovered $cience in Qur’an! oleh Abul Kasem
Western Scientists Bribed, Duped into Endorsing “Qur’anic” Science oleh James Dorsey
Embryonic Terrorist Dawaganda oleh Sadiqi az-Zindiki
Di Bangladesh, usaha serupa dari sebagian cendekiawan muslim yang telah mulai menulis mengenai buku2 “super ilmiah” mengikuti trend yang di usung Dr. Bucaille dan Dr. Moore. Organisasi Fundamentalis paling kuat yang bernama Islamic Foundation of Bangladesh telah mengambil beberapa proyek hebat dan usaha filantropik untuk mengungkap harta karun ilmiah dalam Qur’an! Usaha demikian di dukung dengan senang hati oleh pemerintah Bangladesh. Ratusan buku pseudo-ilmiah telah ditulis untuk mempengaruhi masyarakat Bangladesh, Bahkan beberapa organisasi fundamentalis, di inspirasi oleh misi ini, mengancam para profesor sekuler dengan meminta perubahan silabus universitas agar sistem pendidikan sesuai dengan sains islam.
Penulis: Daeng Fatah
Sumber: http://kemanusiaan.wordpress.com/2008/05/18/apakah-quran-menunjukkan-bahwa-bumi-itu-bulat/
Komentar Iman Kristen:
Apakah fakta yang berbicara mengenai bumi? Alkitab jelas-jelas menuliskan bahwa bumi bulat sedangkan Alquran menyatakan bumi itu datar. Manakah yang benar, Alquran atau Alkitab? Saudara pasti pernah belajar mengenai ilmu bumi dan saudara pasti tahu mana yang benar.
Solusi: Katakan saja, bahwa kitab suci bukanlah buku ilmiah yang menjelaskan dengan detail. Apalagi menyerukan bahwa kitab suci sudah “mewahyukan seluruh kelimiahan” pada masa akan datang. Ini adalah kekeliruan besar dan disebut sebagai pseudo ilmiah. Silahkan pelajari http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/20/pseudo-ilmiah-islam-vs-kristen/ untuk mendapatkan pengertian yang lebih mendalam.
Salam.
Entry filed under: Sains. Tags: Bumi Bulat, Bumi Datar.
120 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Animemymouse | November 14, 2008 pada 11:50 am
@Iman Kristen
“BAHKAN” banyak cendekiawan muslim mengakui bahwa dalam frase “bagaimana ia dihamparkan”, ia menunjukkan bahwa bumi itu datar. Semua cendekiawan islam setuju dengan ini. Ia tidak bulat seperti yang di klaim fisikawan.
—————————————————-
Mas iman lagi mendongeng nih…….
2.
lovepassword | November 15, 2008 pada 6:13 pm
Whaduh lha ini, masak versi Kristen diambil dari sumber Kristen, yang versi Islam dilihat menurut sudut pandang atheis. Hi hi hi. Ade-ade aja.
Pertanyaan saya gini saja :
Menurut anda bos Iman, mengapa rohaniwan Kristen pada masa lalu menganggap bumi itu datar? Anda jagoan Kristen kan pasti jago juga kan mengenai sejarah gereja termasuk sejarah tafsir2 kristen.
Pertanyaan kedua :
Bagaimana anda mengartikan :
Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
Membentangkan langit seperti kain, secara tekstual bukankah itu juga identik dengan menghamparkan?
3.
Death Magnetic | November 17, 2008 pada 4:36 am
@Imankristen
Satu pembohongan besar dari umat Kristian tentang KEBULATAN BUMI.
Alquran menyatakan BUMI BULAT SFERA berbeza dengan Kitab Bible iaitu BUMI BULAT? Ya memang BUMI BULAT tetapi BULAT CAKERA!
Jangan berbohong saudara, kerana ini adalah dosa yang cukup besar!
Dalam ayat yang lain BUMI berdasarkan BIBLE (Karanan Paulus) adalah 4 segi yang di jaga oleh 4 malaikat di setiap penjurunya.
Bible menyatakan BUMI BULAT CAKERA dan BUMI berdasarkan BIBLE TIDAK BERPUSING pada paksinya. BUMI STATIK.
Pembunuhan terhadap GALILEO juga di sokong penuh oleh POPE BENEDICT.
Salam
4.
MahmudShah | November 17, 2008 pada 7:41 am
Heheh.. isu mudah macam ini pun perlu dipersulitkan? Kesian.
…di mana ada aku, di situ ada DIA…
5.
imankristen | November 17, 2008 pada 7:58 am
Salam saudaraku….MahmudShah
Terima kasih atas kehadirannya. Kiranya blog ini boleh membuka hati dan pikiran saudara untuk lebih jernih melihat Kebenaran.
Betul ucap saudara, ayat Alquran mengenai bumi bulat itu sungguh “kesian”. Tapi tidak mengapa, namanya juga manusia yang buat, tentu ada kekhilafan didalamnya.
Harap dimaklumi saja dengan lapang dada. Yang baik kita tiru, yang kurang baik…, ya ditinggalkan saja.
Salam.
6.
Death Magnetic | November 17, 2008 pada 8:17 am
@Imankristen
Saudara, sekarang memang patut jika saudara Imankristian berbual agama secara mendalam baik dengan Mahmud Shah mahupun Hikmatun, mereka mempunyai pengalaman luas.
Seperkara lagi, BUMI berdasarkan Al-Quran adalah tepat, berbanding dengan Bible.
Salam
7.
imankristen | November 17, 2008 pada 8:52 am
Alkitab:
* Yesaya 40:22
“Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang;”
kata Ibrani חוג – KHUG, khet – vav – gimel, bermakna lingkaran, bulatan, atau apa saja yang bulat dan tidak memiliki sudut. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan circle, circuit, compass. Asal katanya adalah kata kerja dengan kata yang sama ( חוג- KHUG) yang berarti melingkari, mengelilingi, menggambarkan suatu bulatan.
Alquran:
surat 88:17,20 ditulis…..
[17] Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,….. [20] Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
[19] Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran(Sura Al-Hijr 15:19)
[53] Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.(Sura Ta Ha 20:53)
[10] Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.(Sura Az-Zukhruf 43:10)
[7] Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata(Sura Qaf 50:7)
[19] Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,(Sura Nooh 71:19)
Kesimpulan:
Alkitab: Bulatan Bumi.
Bandingkan dengan,
Alquran: Bumi dihamparkan (datar).
Salam.
8.
lovepassword | November 17, 2008 pada 10:09 am
@imankristen : elo belon menjawab pertanyaan daku yang manis ini lho. Malah asik beratem sama orang lain. Hi Hi Hi
9.
MahmudShah | November 17, 2008 pada 10:16 am
Ya, harapnya begitulah. Kerna hidayah Allah adalah anugerah-Nya. Bukannya boleh dicipta-cipta oleh manusia. Dan doa saya juga buat anda, moga ditunjukkan Jalan Kebenaran yang sebenarnya.
Kesian yang saya maksudkan ialah kesian terhadap umat kristen itulah yang sewenang-wenangnya mentafsir ‘mukjizat’ al-Qur’an yang merupakan kata-kata Allah. Saya perbetulkan, al-Qurán adalah wahyu dari Allah. Petunjuk kepada kebenaran. Hanya org yang diizinkan Allah jua yang mampu membezakan dan menghayati kebenaran itu. Dan ia bukanlah ciptaan Nabi Muhammad SAW atau mana-mana makhluk.
Saya hanyalah hamba Allah yang daif dan masih kurang ilmu. Saudara Deathmagnetic lagi luas ilmu pengetahuan lagi tajam pembawakannya. InsyaAllah saudara. Harap Imankristen bersabar nanti.
bersambung: saya akan memperihalkan nanti dengan apa yang Allah maksudkan dengan perkataan ‘menghamparkan’ . InsyaAllah.
…di mana ada aku, di situ ada DIA…
10.
imankristen | November 17, 2008 pada 10:23 am
To lovepassword…
He he he…
Itu langit bok…., kalau dibaca langitnya dilengkapin dong, itu langit kayak kain yang dibuat kemah.
Gimana sih bentuk langit? Kalo jaman dulu itu sama mereka dimiripkan sama kemah (mirip bola dibelah dua), TAPI Alkitab jelas sekali bilang bumi itu bulat.
Kita bicara bulatan bumi atau lagi ngapain nih?
Salam.
11.
MahmudShah | November 17, 2008 pada 11:25 am
Pertanyaan oleh penulis blog yang nampaknya terlalu keliru akan istilah ‘menghamparkan’. Saya berasa terpanggil untuk melampirkan terjemahan yang berkenaan dengan ayat itu yang sama sahaja maksudnya tentang menghamparkan; sepertimana terjemahan Surah Al-Hijr ayat 19:
“Dan Kami telah “menghamparkan” bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran (15:19).”
Mengapa perkataan “menghamparkan” digunakan? Mengapa Allah tidak menggunakan perkataan “bulatan atau bulat”? Baiklah kita lihat sama-sama pengertian terjemahan yang menyokong tafsiran di atas sebagaimana terjemahan Surah Al Ghaasyiyah ayat 18:
“Dan bumi bagaimana ia “dihamparkan”? (88:18)”
Ya, tetap ayat yang sama digunakan iaitulah ‘dihamparkan’. Allah menyuruh kita berfikir pula dengan adanya tanda soal.
Apabila kita melihat kedua-dua terjemahan ayat di atas, pengertian secara terus/ direct nya kelihatan sepertimana yang Imankristen tafsirkan iaitu “Islam kata Bumi itu rata”. Adakah Bumi bagaimana ia dihamparkan bermaksud Bumi itu rata? Jangan salah faham. Dihamparkan atau menghamparkan di sini adalah ayat yang penuh pengertian khusus bagi manusia yang kerdil. Mengapa pengertian khusus bagi manusia yang kerdil? Ya, kerana manusia itu di bumi ini terlalu kecil dan secara realitinya, manusia yang terlalu kecil ini tidak mampu melihat bumi berbentuk bulat melainkan berbentuk tanah yang datar. Kerana pemandangan manusia itu terlalu terhad hinggakan kita tidak mampu melihat bumi itu bulat jika kita berpijak pada tanah.
Saya ingin bawa umat kristen terutamanya owner blog berfikir. Saudara nampak Bumi itu bulat ke sekiranya anda berpijak pada tanah? Sesekali tidak bukan. Anda lihat bumi itu seperti dihamparkan dan tanah datar yang dihiasi dengan tumbuhan dan gunung ganang. Itu adalah pada maksud pandangan kepada manusia yang berpijak di bumi.
Seterusnya, Allah telah berfirman di dalam Surah Asy Syams ayat 1-6 yang bermaksud:
“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. dan bulan apabila mengiringinya. dan siang apabila menampakkannya. dan malam apabila menutupinya. dan langit serta pembinaannya. dan bumi serta penghamparannya.(91:1-6)”
Kita dapat mengetahui Allah berfirman dengan secara tidak langsung memperihalkan perjalanan Bumi, bulan dan matahari yang teoritikalnya kita sedia maklum bahawa ‘bumi itu bulat’. Pernyataan bumi itu bulat amnya, adalah pandangan ‘mata besar’ pada bumi itu sendiri.
Matahari dengan terbitnya di pagi hari yang turut diiringi bulan di malam hari. Apa yang mengiring Bumi itu daripada ayat itu? Tentulah bulan, di mana bulan bersama-sama bumi ‘mengiringinya’ iaitu Matahari. Malam menutupi siang dan siang menutupi malam- adalah suatu fakta yang cukup menerangkan bahawa bumi itu bulat. Mengapa saya berkata sedemikian, itu adalah kerana mana mungkin terjadinya siang dan malam jika bumi itu rata. Bumi serta penghamparannya pula membawa maksud bahawasanya bumi itu adalah tempat yang sesuai untuk makhluk manusia, dan lain-lain makhluk untuk hidup kerana itulah bumi diistilahkan penghamparannya/ menghampar/ dihampar.
Terdapat dua jenis definasi berkenaan kenyataan menghamparkan itu. Saya senaraikan di bawah:
1. Definasi menghamparkan merujuk pada pandangan mata kecil manusia sebagai makhluk kerdil yang berpijak di atas tanah – kita lihat bumi itu seperti dihamparkan bukan? Ingat ya, bukan istilah ‘rata’
sepertimana terjemahan Surah Qaaf ayat 7 di bawah iaitu:
“Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata (50:7).”
2. Definasi menghamparkan merujuk kepada pandangan mata besar manusia sepertimana surah Asy Syams yang saya lampirkan di atas – di situlah maksud tersirat yang menunjukkan bulan mengiringi bumi bersama-sama beredar mengelilingi matahari. Ya, tentulah berbentuk bulat bumi itu kerana ia dilihat bersetongkol dengan matahari dan bulan. – pandangan alam semesta.
Dan bagi penutup hujah saya lampirkan pula terjemahan dari Surah Ar Ra’d ayat 2 di bawah:
“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu (13:2).”
Lihat pula ayat di atas dalam pengistilahan ‘beredar hingga waktu yang ditentukan’. Itulah apa yang dimaksudkan dengan pernyataan ‘menghamparkan’. Jauh maksudnya dengan istilah bumi itu rata. Semoga anda terutamanya umat kristian dapat menilai sebaik-baiknya mukjizat yang kekal hingga hari Qiamat ini. Bukan rekaan mana-mana manusia. Ia adalah firman Allah, Pencipta kita. InsyaAllah.
…di mana ada aku, di situ ada DIA…
12.
imankristen | November 17, 2008 pada 11:58 am
Manusia dalam Alkitab dan manusia dalam Alquran sama-sama hidup diatas bumi.
1. Apakah bumi dalam Alkitab dan Alquran berbeda?
Jawab: Tentu tidak berbeda, yaitu sama.
2. Apakah manusia dalam Alkitab dan manusia dalam Alquran memandang dari timur dan barat, sama-sama melihat yang sama? Melihat datar?
Jawab: Tentu sama.
3. Apa reaksi manusia dalam Alkitab dan Alquran?
Jawab:
A. Reaksi Alkitab mengatakan “bulatan bumi”. Ajaib sekali, “melawan” rasio manusia berpikir saat itu.
B. Reaksi Alquran jelas sekali, “seide” dengan konsep manusia berpikir saat itu, yaitu bumi “datar” karena itu “dihamparkan.
Salam.
13.
imankristen | November 17, 2008 pada 12:05 pm
Tambahan:
Coba kita buat riset.
Sejumlah manusia (misalnya 100 orang) yang tidak pernah diberikan pelajaran ilmu bumi maupun pelajaran lainnya.
Mereka dari bayi ditempatkan pada sebuah pulau “terasing” yang tidak pernah “kontak” dengan dunia luar dan teknologi apapun.
Mereka hidup sebagai manusia primitip.
Kemudian dari 100 orang itu diberi pertanyaan:
Apakah bumi bulat atau datar?
Tentu jawabannya bumi datar.
Tapi kalau ada 1 orang yang tiba-tiba bilang bumi itu bulat…, ini tentu aneh sekali.
Itulah bukti orang tersebut pasti punya kelebihan khusus. Orang itu adalah orang pilihan dimana Allah berkenan memberinya “pengertian” melampaui pikiran manusia jaman itu.
Perhatikan, Kitab Yesaya itu dibuat 740 BC, sedangkan Alquran tahun 500. Beda waktu 1240 tahun.
Kesimpulan:
Jadi 1200 tahun sebelum Alquran mengatakan bumi itu datar, Alkitab sudah mengatakan bumi itu Bulat.
Terpujilah Allah atas kemahakuasaan-Nya. Shubahuana Allah…
Salam.
14.
balerina | November 17, 2008 pada 12:54 pm
Ketika para pemimpin Gereja dengan sangat otoriter membunuhi para ilmuwan yang menyatakan bumi itu bulat, karena bertentangan dengan dogma gereja pada waktu itu yang menyatakan bahwa bumi itu datar.
Jauh sebelum Nicolaus Copernicus (1473 – 1543) dan Galileo Galilei (21564 – 1642) mengungkapkan pendapatnya, Para ulama muslim sepakat bahwa bumi itu setelah menggalinya dari Al Qu’an dan Hadits.
Ibnu Hisham 983 – 1051 dalam bukunya yang mashur “Al Fashal fil Minal wa Niha”
Berkata ” Pasal penjelasan bulatnya bumi. Tidak ada satupun dari kaum muslimin yang mengingkari bulatnya bumi dan tidak dijumpai bantahan satu kalimatpun dari salah seorang mereka , bahkan Al Qur’an dan Hadiits telah menguatkan tentang bulatnya bumi”
Ibnu Taimiyah (1263 – 1324 M) berkata dalam buku Majmu’ Fatawa :
Ijma (kesepakatan) bahwa bumi bulat telah dunukil dari mayoritas ulama kaum muslimin Abdul Husein Ahmad bin JaAtar Al Munadi, Imam Abu Muhammad bin Hizam, Abul Faraj bin Jauzi. Para ulama tersebut menyandarkan pendapatnya dari para sahabat dan Tabi’in. Mereka berdalil dengan Al Qur’an dan Hadits.
Keyakinan mereka akan bulatnya bumi dapat terlihat dimana pelaut arab telah sampai ke nusantara jauh sebelum barat mengadakan ekspedisi lautnya.
15.
Animeymouse | November 17, 2008 pada 12:57 pm
Betul apa yg dipertanyakan Death Magnetic #3
Kenapa……
Pembunuhan terhadap GALILEO di sokong penuh oleh POPE BENEDICT….??? ini sangat kontradiktif dengan argumen Mas Iman Kristen……
Jadi
Kesimpulannya Yesaya 40:22 sangat2 diragukan keberadaannya…..
Sekali lagi terbukti bahwa Al-Kitab selalu memperbaharui dan menyesuaikan diri sesuai dengan kejadian atau suatu peristiwa……..
Apakah seorang Pope Benedict tidak pernah membaca Al-Kitab….??? aneh…….
16.
imankristen | November 17, 2008 pada 1:54 pm
Hi hi hi…., Animeymouse….
Ini argumentasi atau apa ya? Lemah amat sih argumentasinya?
Kalau sudah ngak bisa jawab…, mbok ya yang pintaran dikit dong diskusinya….
Wah… anda ini keterlaluan ngajak saya diskusi…., masa sih argumentasinya begituan?
Coba lihat urutan berikut ini:
1. Ilmu pengetahuan (bumi adalah pusat) menjajah agama, Pope mengikuti mereka. Fakta alam mengalahkan agama.
2. Ilmu pengetahuan berkembang dan berubah (bumi bukan pusat), tetapi Pope tidak mau berubah. Sekarang Agama menjajah Ilmu pengetahuan.
Perhatikan:
Ilmu Pengetahuan berubah. Manusia juga bisa berubah. TETAPI Alkitab tidak pernah berubah: Bumi Bulat.
Shubahuana Allah, atas keajaiban Alkitab.
Salam.
17.
imankristen | November 17, 2008 pada 2:15 pm
Ada cerita lucu….
Suatu hari…, si pandir mau daftar masuk Harvard…, kemudian ikut test…
Dari 100 soal cuma bisa kerjakan 1, itupun salah.
Kemudian dia bilang kepada banyak orang:
Harvard itu buat soal ujian salah semuanya, sehingga saya tidak bisa jawab. Permasalahannya bukan di saya…, tapi soalnya yang salah…
Lucu ya…., kisah di pandir ini.
Salam.
18.
balerina | November 17, 2008 pada 2:18 pm
Kristiani selalu merujuk Yesaya 40:22 (saya tidak perlu menukilkannya lagi) yang menyatakan bahwa bumi itu bulat.
Apakah memang itu maksudnya. Untuk itu baiklah kita melihat ayat ayat lain yeng berhubungan dengan bumi didalam Al Kitab.
Bumi itu mempunyai empat sudut : dapat dilihat pada Isaiah 11:12; Revelation 7:1; Job 38:13; Yeremia 18:19
Anak kecilpun tahu bahwa benda yang bulat tidak akan pernah mempunyai 4 sudut, kecuali dia berbentuk segi empat.
Dari tempat yang tinggi kita dapat melihat seluruh permukaan bumi : dapat dilihat pada Daniel 4:10-11,20
Bumi yang bulat tidak akan dapat dilihat seluruh permukan dari tempat ketinggian, kecuali kalau bumi itu datar.
Bumi yang mempunyau dasar dapat dilihat di Ayub :38:4; Mika 6 :2
Bumi yang mempunyai dasar adalah bumi yang datar dan tidak pada bumi yang bulat.
Bumi yang mempunyai ujung dapat dilihat di Ayub 38:13; 37:3 dan 28:24
Bumi yang bulat tidak mempunyai ujung.
Kembali pada Yesaya 40:22
Dalam versi Inggris bulatan bumi adalah terjemahan dari circle of the world dan kita tidak tahu bahasa Aramik menggunakan kata apa.
Dalam Yesaya 40:22 dapat berarti
a. bahwa bumi itu seperti lingkaran datar (circle)
b. ada bagian bumi terlihat seoerti bulatan (circle) dan penduduknya seperti belalang (?)
Kalau kemungkinan adalah a, maka ayat Yesaya 40:22 bertentangan dengan ayat ayat tersebut di atas yang mengatakan bumi datar, mempunyai empat sudut dan mempunyai ujung dan mempunyai dasar.
Kalau kemungkinannya adalah b, maka ayat tsb. tidak menyalahi ayat ayat lainnya.
19.
Animeymouse | November 17, 2008 pada 2:33 pm
@Iman Kristen #16-17
hahahaa……….kasihan banget yah kok seorang POPE BENEDICT tidak dianggep……..
Gak salah memang kalo di atas langit masih ada langit……
Untuk argumen terhadap Tuhan yg gak perlu dibela jadi mentah sama kamu………..
Saya percaya kamu tidak pandir man…..cuma keblinger aja……
sorry loh man……………….
Salam Kasih dan Mengasihi
20.
imankristen | November 17, 2008 pada 10:03 pm
Alkitab: Bulatan bumi.
Alquran: Bumi dihamparkan (datar).
Paus: Pernah salah karena belum memahami Alkitab dengan sempurna. Sampai sekarangpun, tdak ada seorangpun yang bisa mengerti kedalaman Alkitab.
Muhammad: Melakukan kesalahan fatal. Baik Muhammad maupun buku karangannya (Alquran) penuh dengan kesalahan mengenai bumi datar.
Alkitab buku dari Allah dan jelas mengatakan bumi bulat.
Alquran, buku karangan manusia biasa yang tentu bisa salah.
Muhammad dan Paus sama-sama bisa salah. Kerena mereka sama-sama manusia berdosa.
Mohon maaf, saya tidak melihat ada argumentasi yang lainnya. Diskusi bukan lagi berjalan dengan arah yang benar, lebih kepada “debat kosong” yang tidak ada gunanya lagi.
Sorry, waktu saya sibuk sekali, kalau memang tidak ada argumentsi yang baik lagi, saya tidak akan layani lagi. Biar umat Kristen lain yang melayani.
Saya dipanggil oleh Death Magnetic untuk mengunjungi hikmatun.wordpress.com, dan ada 2 orang hebat diblog itu, yaitu Hikmatun dan MahmudShah. Semoga mereka berdua orang yang pintar sehingga punya “etika yang benar” dalam bediskusi.
MahmudShah sudah datang, tinggal saya mau lihat kemampuan Hikmatun saja. Satu yang saya hormati dari MauhmudShah, dia tidak berdiskusi dengan argumentasi yang aneh-aneh. Mungkin karena bacaannya sudah cukup banyak.
Salam.
===========================================
* Yesaya 40:22
LAI TB, Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
KJV, It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:
Septuaginta, ο κατεχων τον γυρον της γης και οι ενοικουντες εν αυτη ως ακριδες ο στησας ως καμαραν τον ουρανον και διατεινας ως σκηνην κατοικειν
Translit, , HO KATEKHÔN TON GURON TES GÊS KAI HOI ENOIKOUNTES EN AUTÊ HÔS AKRIDES HO STESAS HOS KAMARAN TON OURANON KAI DIATEINAS HÔS SKENÊN KATOIKEIN
Latin Vulgata, qui sedet super gyrum terrae et habitatores eius sunt quasi lucustae qui extendit velut nihilum caelos et expandit eos sicut tabernaculum ad inhabitandum
Hebrew,
הַיֹּשֵׁב עַל־חוּג הָאָרֶץ וְיֹשְׁבֶיהָ כַּחֲגָבִים הַנֹּוטֶה כַדֹּק שָׁמַיִם וַיִּמְתָּחֵם כָּאֹהֶל לָשָׁבֶת׃
Translit, HAYOSYEV ‘AL-KHUG HA’ARETS VEYOSYEVEYHA KAKHAGAVIM HANOTEH KHADOQ SYAMAYIM VAYIMTAKHÊM KA’OHEL LASYAVET
21.
balerina | November 17, 2008 pada 11:54 pm
Kristiani,
*Tidak ada seorangpun yang bisa mengerti kedalaman Al Kitab, walau dia Paus sekalipun*
Kalau begitu, betul apa yang dikatakan oleh Sdr. Nitt, sebagai contoh untuk memahami Trinitas hanya berdasarkan iman dan bukan beriringan dengan logika.
Blog ini kelihatannya adalah giat dalam mengkritisi apa yang ada pada muslim, pada kitabnya, pada nabinya. Tapi begiti dibalik dengan apa yang ada di Al Kitab, AyatAyat nya. Diskusi dihentikan, atau biarlah forum yang menilai atau itu adalah debat kosong.
22.
Death Magnetic | November 18, 2008 pada 12:30 am
@Imankristian
Saudara masih tidak dapat memahami keterangan saudara Mahmudshah yang begitu jelas.
Saudara, berdasarkan buku tulisan Dr.Danial salah seorang pendakwah Islam dari Malaysia yang sering berceramah di Radio dan TV Malaysia menyatakan, perkataan KHUG adalah membawa MAKSUD, BULAT tetapi seperti CAKERA!
Bible menyatakan BUMI BULAT seperti BULAT CAKERA!
—————————————————————————–
Jangan selewengkan lagi saudara.
Setinggi mana Kajian Sains, akhirnya mereka akan bertemu Islam, saya juga mengharapkan supaya saudara Imankristen terus berdiskusi dengan Mahmud Shah atau Hikmatun. Disini saudara Imankristian boleh memperbetulkan segala kesilapan-kesilapan yang saudara tulis dalam blog ini berkenaan Islam.
—————————————————————————-
Saya yakin setakat ini Mahmud Shah memenuhi maksud Imankristian berkenaan Kebulatan BUMI berdasarkan Al-Quran. Ini juga menjelaskan betapa besarnya Mukjizat Al-Quran.
23.
MahmudShah | November 18, 2008 pada 12:58 am
Sekali lagi saya tekankan, menghamparkan tidak sama maksud dengan bumi itu rata. Dan lagi sekali lagi juga saya tekankan bahawa al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah. Bukan rekaan Muhammad SAW atau mana-mana makhluk. Ingat itu.
Siapa yang bertanya itu? Adakah manusia primitif juga yang bertanya? Cerita di atas ini bagi kami tidak kena dengan objektif asalnya berkenaan menghamparkan. Ini adalah kerana jika yang bertanya itu adalah manusia yang tidak mempelajari ilmu bumi, mana mungkin pertanyaan itu muncul. Dan lagi satu, manusia primitif adalah manusia yang tidak akan sampai berfikir ke arah penghamparan bumi.
Imankristen buatlah cerita lain yang logik. Cerita sebegini bagi kami seolah-olah membuka kelemahan umat kristen dalam cara berfikir.
Siapa ya orang yang anda maksudkan? Adakah itu sahaja merupakan bukti? Anda lihat semula pernyataan yang anda lampirkan dengan baik2.
Kitab al-Qurán adalah wahyu dari Allah. Kitab Yesaya pula adalah karangan manusia. Anda berpegang pada kitab karangan manusia ya? Waktu mana yang lebih lama atau tidak bukan soalnya. Agaknyalah, anda yakin dengan Tuhan atau anda yakin pada makhluk?
Sekali lagi saya katakan, al-Qurán tidak menyatakan secara khusus bahawa bumi itu datar/ rata. Sila cari ayat di dalam al-Qurán yang menyatakan Bumi itu rata. Tak jumpa donk! Jadi tafsiran dan pemahaman anda yang salah.
Kesimpulannya, al-Qurán bukan ciptaan manusia atau mana-mana makhluk. Ia adalah wahyu Allah atau Firman Allah. Ia adalah mukjizat yang terpelihara hingga hari Qiamat. Kesusasteraannnya terlalu tinggi melampaui zaman. Dari itulah, orang-oang kafir pandai-pandai membuat penafsiran yang salah dan jahil kerana mengunakan kepala yang penuh kebencian.
…di mana ada aku, di situ ada DIA…
24.
MahmudShah | November 18, 2008 pada 1:06 am
Fakta yang BENAR. Imankristen silakan baca baik-baik fakta di atas itu. Terima kasih balerina.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
25.
MahmudShah | November 18, 2008 pada 1:17 am
Tidak kena perbandingan anda ini. Muhammad SAW bukanlah pengarang al-Qurán. Malahan dia buta huruf! Lebih dari itu Muhammad SAW adalah Rasul Allah. Pesuruh Allah. Diutuskan untuk segenap umat manusia. Bukan untuk satu-satu golongan sahaja.
Paus? Kelakarlah anda ini imankristen. Perbandingan anda ini seperti membandingkan kaca dan permata.
al-Qurán adalah wahyu dari Allah. Itu kenyataannya. Dan Muhammad SAW adalah terpelihara dari dosa mahupun dosa kecil. Kerana Muhammad SAW termasuk dalam salah seorang Nabi dan Rasul yang diutuskan yang terpelihara dari dosa.
Paus? Bagi kami seorang yang jahil tentang agama.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
26.
MahmudShah | November 18, 2008 pada 1:50 am
Sedikit tambahan hujah berkenaan Bumi itu bulat berdasarkan kajian Harun Yahya.
Al-Quran yang Allah turunkan kepada kita 1,400 tahun dahulu memberikan beberapa kenyataan yang membimbing ahli sains Muslim memahami Bumi ini bulat:
“Ia menciptakan langit dan bumi dengan ada faedah dan gunanya yang sebenar; Ia pula menjadikan malam melingkari siang (dengan gelapnya), dan menjadikan siang melingkari malam (dengan cahayanya)… (Surah Az-Zumar:5)”
“Takwir” perkataan yang digunakan untuk “melingkari”, di dalam bahasa Arab, bererti “menutup sesuatu sebagai penutup”. Maklumat yang diberikan di dalam ayat ini tentang malam melingkari siang, takwir juga menyebabkan seseorang berfikir dunia ini adalah sebuah glob.
Maklumat-maklumat yang hanya para pakar sains peroleh berabad-abad selepas Al-Quran diturunkan, telah pun diceritakan Allah di dalam Al-Quran sejak lama dahulu. Ini adalah salah satu bukti nyata Al-Quran adalah Kalam Allah, Yang telah menjadikan seluruh alam ini dan Yang mengetahui segala perkara.
Semoga anda mendapat hidayah dan petunjuk Illahi. InsyaAllah.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
27.
imankristen | November 18, 2008 pada 7:29 am
Saudara Mahmudsyah…
Anda lagi bahas apa?
BUMI. Berikan ayat Alquran yang menunjukkan mengenai Bumi.
Alquran:
surat 88:17,20 ditulis…..
[17] Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,….. [20] Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
[19] Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran(Sura Al-Hijr 15:19)
[53] Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.(Sura Ta Ha 20:53)
[10] Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.(Sura Az-Zukhruf 43:10)
[7] Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata(Sura Qaf 50:7)
[19] Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,(Sura Nooh 71:19)
Begitu jelas dan jernih. Hanya orang bodoh yang tidak bisa mengerti akan arti-arti ayat Alquran di atas.
Harun Yahya bagi saya adalah seorang pintar science tapi menyelewengkan Alquran. Kaum agamawan menjulukinya sebagai pseudo ilmiah, sesuatu yang tidak ilmiah dari Alquran tapi “dipaksa-paksakan” supaya ilmiah.
======================================
Mengenai matahari terbit:
[90] Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,(Sura Al-Kahf 018.090).
Pembaca manapun, yang memiliki nalar dan mengetahui sains dasar, tau bahwa matahari tidak memiliki tempat “terbit” dan “terbenam”, karena, matahari tidak terbit, tidak pula tenggelam. Adalah gerak harian bumi yang membuatnya tampak di setiap tempat terbit dan tenggelam. Namun tampak bahwa Allah yang Maha tahu tidak tau tentang kebenaran ilmiah sederhana ini. Allah berpikir bahwa matahari memerlukan tempat terbit dan tenggelam yang tetap dan seseorang mesti pergi ke ujung dunia untuk menemukan tempat itu. Ini memberikan gagasan bahwa masyarakat di zaman Muhammad percaya bahwa Bumi itu datar dan matahari bergerak di langit terbit di satu tempat dan tenggelam di tempat lain.
Salam.
28.
imankristen | November 18, 2008 pada 7:34 am
Untuk saudara MahmudSyah…
Karena waktu saya yang sempit, anda punya kesempatan 5x lagi untuk berdiskusi mengenai topik ini, setelah itu, biar forum / pembaca yang membuat kesimpulan atau orang kristen lain yang menjawabnya.
Sehabis ini, saya akan meneruskan tulisan di blog imankristen.wordpress,com, banyak hutang tulisan saya yang belum saya buat.
Silahkan berjalan-jalan dan bertanya mengenai Kristen disana.
Terpujilah Allah atas keajaiban Alkitab. Shubahuana Yesus.
Salam.
29.
MahmudShah | November 18, 2008 pada 8:33 am
Ayat yang anda tampilkan di atas itu membawa maksud yang sama sepertimana yang saya perjelaskan di dalam komen saya sebelum ini. Sila baca baik2, kerana hanya org yang dianugerahi Nur sahaja mampu memahami maksud yang terkandung di dalam Al-Qurán. Sila berhujah dengan jujur ya.
Berkenaan Harun Yahya, beliau adalah pengkaji Qurán yang baik dan bagi saya adalah guru yang baik dalam menyerapkan ilmu Qurán ke dalam aplikasi sains. Salah ke? Saya rasa mungkin tiada pengkaji bible yang mahu hubungkaitkan agama dengan sains kerana mereka sendiri pun tak faham apa yang dibaca dan dikaji. Maaf ya!
Manusia di mana-mana pun di bumi ini tahu bahawa matahari itu terbit dan tenggelam setiap hari. Anda nak menyalahinya pula? Mungkin anda ini spesis bukan manusia. Predator kot? Jangan marah ya!
Berkenaan ayat yang anda tampilkan itu, perkaitannya anda sendiri sudah jawab. Carilah di mana. Saya pikir anda bijak beranalisa.
Lihat juga komen anda, Allah yang Maha Tahu ‘berfikir’? He he. Anda saya nasihatkan kenal dahulu siapa Diri anda. Selepas itu anda pasti akan kenal siapa Pencipta ada. Tak perlulah saya nyatakan lebih-lebih.
Dan lagi, mana anda tahu manusia di zaman Muhammad SAW berfikir bumi itu datar/ rata? Tampilkan buktinya. Ingat ya, ‘hampar’ tidak sama maksud dengan ‘rata’ atau ‘datar’. Mungkin anda kurang tahu tentang istilah atau bahasa.
Nampak seperti anda kurang senang dengan kehadiran saya? Mengapa agaknya?
Salaam untuk semua manusia. Semoga Allah memberikan hidayah kepada yang belum mendapat hidayah. Itu doa kami, para Muslimin di blog anda ini juga. Jangan buat andaian karut ya. Manusia mampu menilai ketelusan hati anda berdialog. Sebagai penutup saya lampirkan terjemahan Surah Al-Baqarah (ayat 2-7) untuk renungan kita bersama:
Sekian.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
30.
imankristen | November 18, 2008 pada 12:22 pm
Salam saudaraku…
Saya tidak melihat bahwa saudaraku sudah takluk kepada kenyataan bahwa Alquran memang kitab yang penuh dengan kesalahan, karena bukan dari Allah tapi merupakan buatan dan karangan Muhammad semata.
Buktinya: Bumi adalah dihamparkan dituliskan tahun 500 karangan Muhammad.
Alkitab, 1200 tahun sebelum Muhammad menuliskan karangannya tersebut, sudah dinyatakan Allah bahwa bumi itu bulat.
Allah yang sejati hanyalah Allah yang benar, tidak mungkin manusia siapapun juga menyatakan kebenarannya sendiri melebihi kebenaran Allah.
Yesus berkata: Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP…
Kebenaran dari Yesus sudah dinyatakan sebelum dunia diciptakan, sehingga penulis kitab Yesaya bisa mengerti bumi itu bulat, walaupun belum ada teknologi maju saat itu seperti saat ini.
Kiranya Tuhan Allah membukakan pintu hati saudara agar tidak terus “terperosok” dalam jurang kebohongan Muhammad yang mengatakan bumi itu datar (dihamparkan).
Kembalilah kepada Alkitab yang merupakan sumber yang benar dari Alquran.
Alquran berbohong ketika mengatakan bumi itu datar dan Alkitab yang adalah Mujijat Allah yang diberikan bagi manusia sudah mengatakan Bumi itu bulat.
Muhammad ingin menipu manusia dengan mengatakan bumi itu dihamparkan dan mengatakan kepada umat manusia bahwa Alkitab itu salah dan penuh kepalsuan karena yang asli sudah hilang. Padalah jelas sekali Alkitab mengatakan Bumi itu bulat.
Ada dua kemungkinan:
1. Alquran (bumi dihamparkan) adalah yang memperbaiki Alkitab (bumi itu bulat). ATAU,
2. Alquran (bumi dihamparkan) adalah mencontek Alkitab (bumi itu bulat) namun ditambahkan dengan kebohongan-kebohongan Muhammad.
Mana yang betul? 1 atau 2?
Sekalipun anda menolak kebenaran itu, tetap saja kebenaran adalah kebenaran.
Pada hari penghakiman nanti Yesus yang akan menjadi JURI yang AGUNG yang menentukan mana yang benar dan mana yang tidak.
Kiranya sebelum anda meninggal, berdoalah kepada Yesus, katakan dalam hati “Tuhan Yesus, saya tidak tahu apakah anda betul atau tidak, tapi seandainya apa yang dikatakan imankristen itu betul adanya, tolonglah saya. Sinarilah saya dengan kebenaran surga dengan pertolonganMu Yesus. Jikalau engkau memang betul adanya seperti yang diutarakan oleh Alkitab orang Kristen, nyatakanlah KebenaranMu”.
Jikalau anda berani dengan “sungguh-sungguh” dan dengan “segenap hati” berdoa demikian (tidak perlu anda utarakan niat anda ini kepada orang banyak), PERCAYA-lah…, Tuhan Yesus akan menyatakan dirinya kepada anda.
Salam.
31.
Death Magnetic | November 18, 2008 pada 1:06 pm
@ImanKristian
Pembohongan terus menerus dari saudara ImanKristen, Bible menyatakan BUMI BULAT CAKERA, saya berani cabar saudara!
Bible menyatakan BUMI BULAT SFERA dan TIDAK BERPUSING. Ini adalah hakikat, InsyaAllah esok saya akan pecahkan kebuntuan dari PENIPUAN Bible berkenaan kebulatan BUMI.
CIRCLE yang dimaksudkan dalam BIBLE bukan BULAT BERBENTUK ISIPADU seperti GLOBE, tetapi BULAT seperti kamu MELUKIS SATU BULATAN PADA KERTAS. ITULAH bulat yang dimaksudkan. Merujuk kepada perkataan asalnya iaitu “HUG” saudara boleh merujuk bahawa perkataan ini membawa maksud BULAT CAKERA!
Saudara ImanKristen kenal BULAT CAKERA?
—————————————————————————
Yesus di akhirat hanya datang sebagai hamba Allah swt dan tidak lebih dari itu.
Saudara Imankristen, saya adalah Penghibur yang pernah join Blog agamaku.wordpress.com selama setahun, dan saya tahu selok belok kamu.
Jika perlu saya akan tampil sekali lagi dengan pembuktian dari tokoh-tokoh Ilmuan Islam berkenaan Islam dan Kristian.
—————————————————————————
Sebagai seorang MUSLIM, saya ingin bertanya kepada saudara Iman Kristen, dimanakah di dalam Bible yang menyatakan Yesus adalah Tuhan? Terus terang saya nyatakan jika saudara menyatakan dengan ayat Bible yang berbunyi “Aku dan Bapa adalah satu” ini adalah pilihan jawababn yang parah pada dirimu, jika saudara meneruskan dengan menggunakan ayat ini.
Buktikan!
By, Penghibur
32.
imankristen | November 18, 2008 pada 1:55 pm
Terima kasih atas kejujuran saudara…
berbohong terus menerus memang tidak baik. Mungkinkah itu sifat Muhammad?
Balerina juga melakukan hal yang sama.
Silahkan bertanya pada blog imankristen.wordpress.com mengenai Allah Tritunggal.
Baca dulu:
http://imankristen.wordpress.com/category/doktrin-tritunggal/
Disitu sudah ada yang bertanya mengenai keAllahan Yesus.
Saya tunggu disana.
Post ini mengenai bumi itu bulat atau datar.
Salam.
33.
MahmudShah | November 19, 2008 pada 1:08 am
Bagi kami orang Islam, sebenarnya kitab andalah yang penuh kesalahan dan kesesatan. Buktinya ialah kitab anda itu tidak boleh dipakai hingga hari kamat kerana perubahan demi perubahan di dalamnya yang bagi kami umat Islam tidak lebih dari cerita dongeng kanak-kanak. Sebaliknya, Al-Qurán adalah Firman Allah dan merupakan mukjizat yang kekal dan terpelhara hingga hari Kiamat. Bukan karangan Muhammad SAW melainkan Firman Allah jua. Anda nak percaya atau tidak, terpulang. Kami dah beritahu.
Untuk ke sekian kalinya saya tekankan. Menghamparkan/ dihampar/ penghamparan tidak sama maksud dengan rata. Baiklah. Jika Bible anda (saya tidak menyebut al-Kitab kerana penuh dengan pembohongan orang yang jahil) mengatakan bumi itu bulat, agaknya manusia ketika itu sentiasa berlari-lari kerana takut terjatuhlah agaknya. Nak berpijak di atas tanah pun takut agaknya kerana takut tergelincir. Kerana itulah Allah telah berfirman dengan jelas bagi menerangkan ‘bentúk’ bumi itu melalui peredaran siang dan malam, peredaran bulan dan matahari dsb yang sama sekali tidak dinyatakan langsung di dalam kitab anda yang penuh dengan kesesatan yang nyata.
Ayat ini menunjukkan anda mempunyai banyak tuhan. Samalah seperti Hindu dan Buddha. Dan sebenarnya ayat ini terkena pada batang hidung anda sendiri.
Kasihan.
Sebelum dunia diciptakan? Lihat pernyataan anda. ‘Penulis’ kitab yesaya? Dah terang-terangan anda membuka pekung di dada. Isa AS tidak pernah menyatakan secara terus bahawa bumi itu bulat. Dan yang menyatakan bumi itu bulat ialah penulis kitab yesaya. Bagi kami, istilah bulat atau tidaknya bumi itu adalah termaktub di dalam Qurán dan apa jua kitab semawi yang diturunkan sebelum Qurán telah tercantum semuanya di dalamnya. Termasuklah Zabur, Taurat dan Injil.
Kebohongan? Naúzubillahhiminzaliq. Andalah yang banyak melakukan pembohongan dan kesesatan. Dan andalah yang sebenarnya terperosok ke dalam pembohongan paderi2 anda yang jahil. Kembalilah kepada Al-Qurán yang merupakan mukjizat akhir zaman. Janganlah anda terus terpedaya.
Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul akhir zaman yang terpelihara dari dosa. Lagi sekali saya tekankan, menghamparkan tidak sama maksud dengan rata/datar. Sila buka kamus ya! Dan kitab yang anda pegang itulah yang sebenarnya sesat lagi menyesatkan. Ayat yang menyatakan bumi itu bulat, telah lama diyakini oleh umat Islam di dalam ayat peredaran bumi, bulan dan matahari selain dari pelayaran kapal di laut dan asal kejadian bumi.
Kedua-duanya tidak betul. Sorry to say. Daya penaakulan anda terlalu cetek.
Pada hari penghakiman nanti, Allah Azzawajalla akan menjadi Hakim yang akan menentukan kebenaran. Bukan makhluk lemah seperti Yesus.
Kiranya juga sebelum anda meninggal, cepat-cepatlah anda mengucapkan ‘Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Nabi Muhammad itu pesuruh Allah’ sebelum anda mati dalam kekafiran. Dan sekiranya sempat, berdoalah di dalam hati anda, “Sekiranya apa yang dikatakan oleh MahmudShah itu betul wahai Allah, matikanlah aku dalam keadaan Muslim’. InsyaAllah anda akan terselamat di alam barzakh dan di hari kiamat dan anda berhak mendapat pertolongan (syafaat) Nabi Muhammad SAW. InsyaAllah.
Jikalau anda berani dan yakin dengan sebenar-benar yakin dengan berdoa seperti di atas, insyaAllah, Allah akan memberikan anda hidayah ke dalam kemanisan Islam. Semoga anda mendapat petunjuk-Nya. Amin..
Muhammad SAW terpelihara dari dosa. Naúzubillahhilminzaliq.
Tak perlu bertanya. Soalannya pun dah menunjukkan kesesatan yang nyata.
Istilah apakah ini? Menyerupakan Allah dengan makhluk? Dei, Pencipta adalah Allah, makhluk ialah Yesus. Yesus menyembah Allah, makhluk menyembah Pencipta yakni Allah. Mudah bukan konsepnya?
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
34.
Death Magnetic | November 19, 2008 pada 1:15 am
@Imankristen
Tiada pembohongan dari saya, Nabi Muhammad saw tidak pernah mengajar kebohongan. Berkenaan saudara saya iaitu Hikmatun dan Mahmud Shah, mereka benar-benar menjelaskan Al-Quran dengan ketulusan dan maklumat yang mereka sampaikan sungguh menyentuh jiwa saya.
Malah pada saya Hikmatun dan Mahmudshah memiliki kualiti lebih baik dari saya kerana ini memang aliran mereka.
—————————————————————————
BIBLE DAN KONSEP KEBULATAN BUMI
Berbeza dengan Quran, ayat-ayat dalam Bible dengan jelas menunjukkan BUMI adalah MENDATAR dan PEGUN. Sebagai contoh dalam Bible versi King James, dalam Revelation 7:1, dinyatakan, “And after these things I saw four angels standing on four corners of the earth, holding the four winds of the earth, that the wind should not blow on the earth, nor on the sea, no and any tree.”
Mengikut terjemahan dalam bahasa Melayu berpandukan Al-Kitab terbitan The Bible Society of Malaysia, ayat ini bermaksud, “Selepas itu, aku nampak empat malaikat berdiri di empat penjuru bumi dan menahan keempat-empat angin di buni….” Ayat ini menunjukkan, bumi mempunyai 4 PENJURU dan angin datang dari 4 PENJURU. Hal ini hanya boleh berlaku apabila BUMI MENDATARdalam bentuk SEGIEMPAT.
Bible juga mengatakan BUMI TIDAK BERGERAK. Mengikut Bible versi New International (NIV), dalam Psalm 104:5 disebutkan ” He set the earth on its foundations; it can never be moved.”
Terjemahan mengikut Al-Kitab Melayu, ayat ini bermaksud, “Engkau mendirikan BUMI kukuh pada asasnya supaya tidak sekali-kali bergoyang.” Secara umum kesemua orang mengetahui bahawa bumi bergerak dan beredar di atas paksinya.
Tokoh-Tokoh Kristian sering kali menjadikan Bible ayat 40:22 yang terdapat dalam Isaiah sebagai bukti bumi adalah bulat. Ayat ini, seperti yang terdapat di dalam Bible versi New International (NIV) bermaksud, “He sits enthroned above the circle of the earth, and its people are like grasshoppers. He stretches out the heavens like a canopy, and spreads them out like a tent to live in.”
Perkataan yang penting dalam ayat ini adalah “circle of the eart” yang bermaksud “bulatan bumi”.” Namun beberapa orang tokoh Kristian MENOLAK DAKWAAN yang mengatakan ayat ini menjelaskan mengenai KEBULATAN BUMI BERBENTUK SFERA.
Antara tokoh itu adalah Paul Seely. Beliau menulis sebuah artikel bertajuk The Geagraphical Meaning of The Earth Seas in Genesis 1:10 berhubung isu ini dalam Westminster Review dan antara isinya adalah, “There is one verse in the Old Testament, however, which has often been cited at least by laymen as a proof that the earth was understood to be a globe. I refer to Isaiah 40:22 which speaks of God as the One sitting above the circle of the earth. This verse does imply that the earth is circular, but is nothing either in the underlying Hebrew word (HUG) or in the context which necessarily implies anything more than the circularity of the flat earth-disc which the historical context and Genesis 1 have given us as the meaning of. If Isaiah had intended to speak of the earth as a globe, he would probably have used the word he used in 22:18 (dur), meaning ‘ball’.”
Ia bermaksud, “Terdapat satu ayat di dalam kirab perjanjian lama yang sering dijadikan hujah berkenaan kebulatan bumi oleh orang-orang Kristian. Ayat yang saya maksudkan adalah ayat 40:22 yang terdapat dalam Isaiah (Yesaya). Memang benar, ayat ini mengatakan bumi ini bulat. namun apabila dirujuk kepada perkataannya yang asal dalam bahasa Ibrani iaitu ‘HUG’ dan dikaitkan dengan konteks yang berkaitan dengannya, ia menunjukkan walaupun bumi ini adalah bulat, namun kebulatannya bukanlah dalam bentuk bola atau sfera sebaliknya dalam bentuk cakera yang mendatar.
Sekian
35.
imankristen | November 19, 2008 pada 4:02 am
Mengenai bulatan bumi:
* Yesaya 40:22
LAI TB, Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
KJV, It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:
Septuaginta, ο κατεχων τον γυρον της γης και οι ενοικουντες εν αυτη ως ακριδες ο στησας ως καμαραν τον ουρανον και διατεινας ως σκηνην κατοικειν
Translit, , HO KATEKHÔN TON GURON TES GÊS KAI HOI ENOIKOUNTES EN AUTÊ HÔS AKRIDES HO STESAS HOS KAMARAN TON OURANON KAI DIATEINAS HÔS SKENÊN KATOIKEIN
Latin Vulgata, qui sedet super gyrum terrae et habitatores eius sunt quasi lucustae qui extendit velut nihilum caelos et expandit eos sicut tabernaculum ad inhabitandum
Hebrew,
הַיֹּשֵׁב עַל־חוּג הָאָרֶץ וְיֹשְׁבֶיהָ כַּחֲגָבִים הַנֹּוטֶה כַדֹּק שָׁמַיִם וַיִּמְתָּחֵם כָּאֹהֶל לָשָׁבֶת׃
Translit, HAYOSYEV ‘AL-KHUG HA’ARETS VEYOSYEVEYHA KAKHAGAVIM HANOTEH KHADOQ SYAMAYIM VAYIMTAKHÊM KA’OHEL LASYAVET
kata Ibrani חוג – KHUG, khet – vav – gimel, bermakna lingkaran, bulatan, atau apa saja yang bulat dan tidak memiliki sudut. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan circle, circuit, compass. Asal katanya adalah kata kerja dengan kata yang sama ( חוג- KHUG) yang berarti melingkari, mengelilingi, menggambarkan suatu bulatan.
Jelas sekali Alkitab menuliskannya.
Tidak ada bukti lain, sejelas hal tersebut.
Alquran menuliskan bumi datar.
Alquran:
surat 88:17,20 ditulis…..
[17] Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,….. [20] Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
[19] Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran(Sura Al-Hijr 15:19)
[53] Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.(Sura Ta Ha 20:53)
[10] Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.(Sura Az-Zukhruf 43:10)
[7] Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata(Sura Qaf 50:7)
[19] Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,(Sura Nooh 71:19)
Bukti lainnya, ini sehubungan dengan kebohongan Alquran mengenai Zulkarnain + Bumi datar:
Pada Ayat 18:83-98 diceritakan tentang Zulkarnain.
Zulkarnain dikatakan berasala dari utara dan ini menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah Alexander yang berasal dari macedonia. Walau demikian, dikatakan bahwa alexander adalah muslim. fakta menunjukkan bahwa Alexander adalah orang yang haus darah, ambisius, penyebah berhala dan menyatakan dirinya sebagai anak dari dewa Amun, dewa Mesir kuno. disebutkan pula bahwa Zulkarnain tiba di ujung barat bumi, ditempat matahari tenggelam dalam bumi datar. Dan juga tiba di ujung timur bumi, tempat matahari terbit. Ini adalah jelas konsepsi yang menunjukkan bahwa bumi itu datar.
Perhatikan, Alquran menyimpulkan dirinya bukanlah kitab suci berdasarkan:
[4:82] Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
Karena demikian banyak pertentangan didalam Alquran.
Mengenai Pondasi, itu berarti Bumi tidak pernah “keluar dari sistem-nya” atau “keluar dari pergerakan posisi yang telah ditetapkan”
Mengenai Pondasi, bisa diterjemahkan Tumpuan. Berarti terjadi kesetimbangan gaya-gaya didalamnya. Berbicara mengenai kesetimbangan, ada 2 keseteimbangan, yaitu setimbang diam dan setimbang dalam pergerakan. Kita mengenai gerakan gelombang harmonis, artinya kesetimbangan dalam pergerakan.
Alkitab menyatakan bumi setimbang dalam pergerakannya, atau semacam ada pondasi/tumpuan yang “mengunci” pergerakan bumi pada sistem geraknya.
Sangat akurat dan tepat. Shubahuana YESUS. Ajaib sekali!!
Pesan
1. (tinggal 4x kali respon). Berikan argumentasi terbaik anda.
2. Tidak ada satupun Alquran menuliskan kata BUMI yang dikaitkan dengan BULAT.
3. Alkitab jelas sekali menuliskan BUMI dikaitkan dengan BULAT.
Sungguh argumentasi yang tidak terbantahkan.
Salam.
36.
MahmudShah | November 19, 2008 pada 8:09 am
Imankristian tidak akan faham apa yang ingin kita perkatakan kerana memang hatinya telah dibutakan oleh Allah. Bagaimana pun kita terangkan dia akan tetap berpegang pada kitabnya yang telah ternyata kesesatanya. Harapan saya, sahabat-sahabat kita yang beragama Islam memahami secara intelektual akan apa yang saya terangkan berkenaan istilah ‘rata’ serta menghamparkan. Kita sedia maklum, mereka ini samada kita bagi peringatan atau tidak, sama sahaja. Mereka tidak akan beriman, melainkan Allah mengizinkan mereka beriman. Kita cuma mampu memberikan secebis rasa kasihan di atas takdir Allah ke atas mereka-mereka yang kafir ini Sepertimana Firman Allah di dalam Surah Yaasin ayat 10 di bawah:
Pastilah di hari kebangkitan nanti mereka akan mengeluh dan menyesal kerana kekhilafan mereka. Sepertimana Firman Allah di dalam Surah Yasin ayat 52 di bawah:
Kita hanya mampu mendoakan mereka agar mendapat hidayah. Tidak lebih dari itu. Sedangkan Nabi SAW juga turut mendoakan untuk bapa saudaranya, Abu Talib, namun Allah tidak berkehendak beliau masuk Islam, tetap jua mati dalam keadaan kafir, walaupun Abu Talib ini membela Nabi SAW.
Begitu juga dengan kisah Nabi Nuh AS yang tidak mampu meyakinkan anaknya sendiri tentang agama Allah yang turut tenggelam bersama-sama di dalam banjir besar. Lain dari itu, begitu juga kisah Nabi Hud AS yang tidak berjaya juga meyakinkan isterinya yang mati dalam kekafiran. Semua kisah ini memberi pengajaran khusus kepada manusia yang mampu berfikir akan hidayah itu kepunyaan Allah. Dia akan berikan hidayahnya itu kepada mereka yang diizinkan-Nya.
Walau apapun hujah yang dikeluarkan oleh Imankristian di dalam blog ini, bagi saya semuanya karut bin marut. Tidak berdasarkan pemikiran serta penganalisaan yang jujur dan telus. Begitulah sifat orang Nasrani. Mereka sentiasa akan lari dari kebenaran, walaupun kebenaran itu di depan mata. Maaf ya Tuan Punya blog. Anda menghina Nabi SAW serta Al-Qur’an dan segala puji itu hanya bagi Allah. Biarlah Allah yang tentukan apa yang akan berlaku pada anda nanti di atas apa yang anda perbuat.
Dan akhir kata, saya suka untuk membuat anda berfikir sejenak walaupun saya tahu anda tidak ada masa untuk memikirkannnya. Lihatlah Firman Allah di dalam Surah Yasin ayat 69-70 (terjemahan):
Tak perlu diperpanjangkan perbincangan bumi itu rata atau bulat, kerana mereka tidak akan faham kerana kejahilan mereka. Death Magnetic bawakan bersabar ya. InsyaAllah, Allah akan kurniakan kehebatan kepada saudara nanti.
Wassalam.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
37.
balerina | November 19, 2008 pada 9:02 am
Ini mungkin dapat disebut dongengan, sayangnya kisah ini berkenaan dengan kebijaksanaan gereja yang mengangap bumi datar dan mempunyai empat sudut. Diceritakan adalah Christpper Columbus melakukan perjalanan laut umtuk mencari jalan guna mencapai daerah penghasil rempa rempa.
Setelah bertahun tahun Comumbus bersama rombonganya tidak kembali, maka para pastur dan pemuka gereja saling berkata :”jangan jangan Columbus sudah sampaii ketepi bumi dan jangan jangan mereka tidak dapat mengendalikan kapalnya dan jatuh keangkasa . Maka merekapun mendoakan columbus, kiranya arwahnya sampi kesorga.
Buat yang super sibuk, dongengan ini hangan habgab diambil hati.
38.
Death Magnetic | November 19, 2008 pada 9:48 am
@Imankristen
Saudara, jangan berdalih lagi saudara, telah nyata dan dibuktikan bahawa pihak kamu sendiri mengaku bahawa BUMI adalah berbentuk BULAT CAKERA berdasarkan kepada perkataan asal ‘hug’
39.
Death Magnetic | November 20, 2008 pada 12:23 am
@Imankristen
Salam buat saudara, saya nak bagi sedikit kesimpulan disini, sebenarnya saudara ni KEHABISAN MODAl, semasa saya join Blog sebelah tu (Dewo). Saudara begitu juga, malah hampir semua Kristian disana agak pelik gaya bicaranya.
Apakah sesudah kamu diberi penjelasan maka kamu tetap tidak menerima ulasan dari kami umat Islam? Saudara baru diskusi dengan orang macam saya sudah menjadi payah! Selepas tu saya bagi peluang saudara berdiskusi dengan Kepala Blog Muslim dari Malaysia, saudara bertambah kucar kacir.
Bila dah sampai peringkat HABIS MODAL, saudara terpaksa menggunakan ‘answering muslim’ yang ntah apa saja rasionalnya.
Saya memberi satu cadangan kepada saudara, mungkin ini lebih baik, saudara Imankristen seharusnya membubarkan semua yang berkaitan Islam dalam Blog ini, kerana tiada gunanya buat saudara.
Saudara BUKAN BELAJAR ISLAM, tetapi saudara BELAJAR BAGAIMANA NAK MUSNAHKAN ISLAM.
Tetapi orang yang kecil dari pihak kami (Islam) pun saudara tak berkemampuan, adakah saudara layak untuk berdiskusi dengan ULAMA ISLAM seperti Allahyarham Syeikh Ahmed Deedat, Dr.Zakir Naik, Dr.Danial (Malaysia) dan banyak lagi tokoh muslim?
Bagi manusia yang menggunakan kebijaksanaan dengan tulus dan ikhlas, saya yakin diskusi anatara ImanKristen VS Hikmatun, ImanKristen VS Mahmud sahah, pasti mampu menilai betapa jujurnya Islam dalam semua hal, dari sekecil-kecil sehingga sebesar-besar perkara.
Ini baru peringkat permulaan, apakata saudara Imankristen memberi peluang kepada Hikmatun dan Mahmudshah untuk mempersoalkan Al-Kitab saudara!~
—————————————————————————
Saudara sejarah CORDOVA cukup agung dimuka bumi ni, malah Ilmuan-Ilmuan Islam begitu ramah dengan semua lapisan masyarakat. Malah Rahib-Rahib Kristian dapat mempelajari Ilmu-Ilmu Islam disana kemudian di kembangkan di Eropah.
Gerard adalah seorang yang rajin dalam membuat penterjemahan buku-buku arab dalam bidang astronomi, perubatan, astrofizik, kimia, biologi dan bermacam-macam lagi.
Tiada penindasan, umat Islam tidak pernah menyusahkan Rahib-Rahib Kristian di cordova malah mereka bebas mengamalkan agama mereka sekaligus dapat belajar Ilmu Islam yang menjadikan Eropah cemerlang gemilang dan terbilang.
“Ilmu umpama Mutiara yang tercicir, maka carilah ia dan kamu pasti akan menjumpainya”
Salam
40. Pseudo Ilmiah: Islam vs Kristen « Islam Kristen: Sebuah Perbandingan | November 20, 2008 pada 8:59 am
[...] Teratas Kasih : Yesus vs MuhammadPindah Agama : Islam ke KristenPindah Agama : Kristen ke IslamBumi: Bulat vs DatarSilsilah Yesus vs IsaPedolifia : Dosa vs HalalTentang SayaDisimpan vs DibakarIsmail vs Ishak : Tanya [...]
41.
k0meng | November 20, 2008 pada 10:04 am
Emang dalam alkitab jelas tertulis bumi itu Bulat, lingkaran, circle.(2D)
Tapi ngak tertulis Bola, atau Sphere (3D)
Jadi nilainya
kosong : kosong
untuk muslim dan kristen.
Yang menang disini Sains
Kaca mata gue coba yang kaca mata netral, bukan plus minus
42.
Death Magnetic | November 21, 2008 pada 12:30 am
@Komeng
Teuslah bingung dengan kemengan sains, bukan sains yang menag! tetapi Allah swt telahpun menjelaskan di dalam Al-Quran.
Malah kajian sains pada hari ini masih lagi berusaha untuk membuktikan banyak hal. Ini kerana teknologi yang dimiliki sains begitu terbatas berbanding mukjizat Allah swt.
Untuk pewngetahuan saudara pembuktian dalam Sains ada;lah dengan Izin Allah swt. Tanpa izinnya SEJUTA tahun pun takkan dapat mengungkap hikmah kejadiann ciptaanya.
Sains juga merupakan cabang Ilmu milik Allah swt.
Jika saudara memilih NEUTRAL, tetapi jangan lupa pada Allah swt yang memberimu kudrat dan kesempurnaan hidup
Salam.
43.
k0meng | November 21, 2008 pada 2:10 am
Kalo di alquran disebutkan bahwa bumi itu berupa hamparan apakah masih mau lagi dibuktikan secara pembenaran Sains kalo bumi itu 2D alias hamparan??? ngaco lue!
Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!
44.
NURIKANTI | November 21, 2008 pada 4:12 am
Alhamdulillah masih ada oran yang mempunyai iman yang tinggi seperti Mahmudshah dan Death magnetic. saya pribadi sangat salut hormat kepada sodara Mahmudshah yang begitu sabar memberi penerangan. Semoga Allah SWT memberi pahala untuk setiap kata yang sodara tuliskan. Amin. Untuk sodara Deathmagnetic mohon kesabarannya. Qta sedang diuji seperti Nabi Muhammad dulu dilempari batu oleh orang kafir tapi tidak pernah marah dan membalas. Karena anda tentu tau wujud setan itu bisa berupa manusia , yang mana sifatnya ingin menghancurkan dan membuat permusuhan antara umat manusia. Setelah saya membaca tulisan Mahmudshah hati dan perasaan saya tenang.
Semoga ImanKristen diberi Hidayah oleh Allah SWT. Amin.
45.
Death Magnetic | November 21, 2008 pada 5:07 am
@Komeng
Sayang sekali, nilai hamparan dalam Al-Quran saudara tidak memahaminya, dan sebenarnya ada beberapa perkara penting untuk diperjelaskan.
Hehehe saudara untuk memeperjelaskan BUMI adalah bulat berdasarkan Al-Quran, terlalu banyak poin boileh diketengahkan.
Perkataan FALAK, KAWWARA, DAHA-HA, ini diantara perkataan penting dan menunjukkan BUMI bulat seperti perbuatan memilitkan kain serban di atas kepala (jangan disalah tafsir), jika kamu mentafsirkan hamparkan dalam konteks BAHASA MELAYU maka kamu juga harus merujuk kepada BAHASA ARAB, tidak ada KOSA KATA sehebat BAHASA ARAB dimuka BUMI ini, termasuklah BAHASA INGGERIS YANG MISKIN DENGAN KOSA KATA tetapi TIDAK BAHASA ARAB.
—————————————————————————-
@NURIKANTI
Ya saya setuju tanpa sebarang bantahan tentang ulasan saudara, tetapi dunia internet terlalu subjektif untuk kita menilai keperibadian seseorang. Ini kerana boleh jadi semua sifat nakal, kasar adalah direka-reka semata-mata nak melihat tindakbalas umum. Lagi sepanjang saya berdakwah dengan Kristian SDA di Negeri Sabah Malaysia, mereka berkata sebaliknya. Saya juga berpesan benda yang sama iaitu, mungkin ini juga saya saja-saja buat baik! (mereka Kristian tertawa)
By, Penghibur
46.
k0meng | November 21, 2008 pada 10:03 am
bulat ya bulat, bola ya bola. jgn cari pembenaran ah…
47.
imankristen | November 22, 2008 pada 5:48 am
@ MahmudShah, Death Magnetic:
Lihat jawaban k0meng.
@k0meng:
Anda betul, bulat yang bulat, bola ya bola, hamparan ya hamparan. Bagi science dan ilmuan, bumi itu bola atau sphere, tapi bagi kaum awam mereka cukup mengerti dengan istilah bumi itu bulat. Alkitab bukan buku science.
@nurikanti:
Anda suka MahmudShah dan Death MAgnetic, k0meng suka science dan saya suka Kebenaran.
Salam.
48.
jelasnggak | November 22, 2008 pada 6:09 am
Death magnetik = penghibur.
Bener ngga ini?
49.
jelasnggak | November 22, 2008 pada 6:29 am
@nurikanti # 44
Death magnetik itu si penghibur di blog sebelah (dewo)
Mau tau isi doa dari Death magnetik (penghibur) terhadap saya ?
Ini dia.. :
————-
Tuh .. kan….Muslim sejati…..
Salam
50.
imankristen | November 22, 2008 pada 6:36 am
Salam untuk jelasenggak…
Wuih…, Death Magnetic memang Islam Sejati.
Mengutip komentar Abah Zacky as-Samarani:
Wuih…, ini toh gambar Islam yang sebenarnya?
Apa tidak ada pengaruh dari Alkitab (kitab kasih) pada Alquran? Bukankah Alquran mencontek dari Alkitab?
Mungkin Alquran yang dibaca mereka tidak asli lagi…, BUKTINYA: sudah hilang tuh.., konsep KASIH di dalamnya.
Gbu.
51.
jelasnggak | November 22, 2008 pada 8:12 am
@imanKristen.
Yeahh..
saya sih cuma bisa merasa kasihan terhadap orang-orang seperti ini…
Mereka belum bisa melihat ke dalam hati nurani mereka.
Makanya di Blog sebelah (dewo) saya sudah berdoa buat saudara penghibur itu..
Tapi anehnya kok dia malahan berkata begini :
Nha lho…?
Setimpal….?
..
..
Kasihan manusia seperti itu…
Hatinya penuh dengan kekejian…
Mata hati sudah tertutup.
GBU.
52.
jelasnggak | November 22, 2008 pada 8:14 am
@imankristen.
Tapi kadang… biarpun ngga kurang ajar.. tetep aja di hajar..
Itu contohnya… gereja ngga apa-apa.. eh tiba2 dibakar…
yahhhh…
Gbu
53.
jelasnggak | November 22, 2008 pada 8:23 am
@Penghibur alias Death maknetik.
===> BAHASA INDONESIA lebih banyak kosa katanya dari pada bahasa arab.
..
ha ha ha…
jadi ikut2 dongeng ini..
54.
jelasnggak | November 22, 2008 pada 8:32 am
ARAB memang bangsa yang aneh.
Disaat orang di seluruh dunia menentang pedofil, arab malahan memperbolehkan.
Disaat bangsa lain memperhatikan nasib kaum wanita, bangsa arab malahan rajin memperkosa dan menganiaya wanita.
Disaat bangsa lain tidak setuju poligami, bangsa arab malahan menganjurkan poligami.
Kebanyakan orang setuju kalau 100/100 = 1, arab malahan berkata 27/24 = 1
Semua orang sepakat bola itu Bulat, orang arab malahan berkata hamparan itu bulat juga.
Memang orang arab hebat!
55.
Nurikanti | November 22, 2008 pada 9:04 am
@jelasnggak
Semoga Allah mengampuni semua perkataan anda dan semoga Allah menurunkan hidayahnya kepada anda. Tidak semua orang muslim seperti yang anda heohkan, tidak semua orang arab seperti yang anda gambarkan. Bahasa Arab seperti kebanyakan bahasa lain didunia. Tetapi Bahasa Alquran adalah bahasa yang terindah yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Jadi jangan menyamaratakan semua orang. Sikap dan sifat anda menggambarkan orang yang dangkal iman dan pengetahuannya.
@Imankristen
Apakah MaxWeber orang Muslim?
Apakah anda membuat suatu konklusi mengenai ajaran Islam dan Nabi Muhammad sudah berkonsultasi dengan Ustadz/Ustadzah yang berkompeten dengan bidangnya? Karena saya melihat pengupasan anda tentang Al Quran terlalu dangkal dan bersifat menjatuhkan.
56.
Nurikanti | November 22, 2008 pada 9:10 am
@ImanKristen 50
Islam tidak pernah membantah apa yang tertulis di Alkitab. Al Quran ada untuk melengkapi isi Alkitab seperti Alkitab ada untuk melengkapi isi Taurat dst.
Apakah anda tidak pernah mendengar itu atau mata hati anda yang tertutup oleh ………………………….
57.
jelasnggak | November 22, 2008 pada 9:40 pm
@nurikanti #55
Kamu berkata :
==> maap ini mbak.
tapi saya salah dimana ya? kok pakai mengampuni segala?
Kamu berkata :
===> wah…berarti mbak ini kurang baca berita…Kalau mau saya bisa tuliskan di sini kok daftar gereja yang dibakar umat muslim (indonesia saja), dll.
Dan mereka melakukan itu atas nama islam lho..
Kamu berkata :
===> ini lagi.. belum baca berita…
Mau saya cantumkan disini..panjang lho …?
Kamu berkata :
==> Berarti kamu tidak mengerjakan PR.
Nur, saya kasih tau ya… terserah mau percaya atau tidak
Alquran itu bukan diturunkan.
Kalau kamu baca buku Ali sina itu, kamu akan mengerti.
Yang nulis alquran itu bukan malaikat. Yang nulis adalah temen2nya Muhamad.
Jadi ngga ada gunanya kalau kamu berkata bahasa alquran adalah bahasa yang terindah.
Lha wong bahasa alquran ditulis dalam bahasa arab.
Bahasa Indonesia malahan lebih hebat dari bahasa arab (menurut saya)
58.
NURIKANTI | November 23, 2008 pada 3:35 am
@Jelasnggak
Semoga Allah memberi ampunan kepada anda yang sudah menjelek-jelekkan ajaran agama Islam. Amin Ya Robbal Alamin.
59.
Death Magnetic | November 24, 2008 pada 1:08 am
@JelasNgak
Hehehehe nampaknya awk lebih berminat diskusi dengan saya.
Blog ni jadi macam sarang gula, hehehehe sebelumnya tak kecoh, bila datang ja penghibur, kecoh satu 2 negara.
60.
k0meng | November 24, 2008 pada 2:08 am
@all yang di atas yang ngomong kok gak di logika.
1. Jangan pakai penyamarataan, jika satu orang salah maka dianggap semua salah, seandainyapun 999 orang salah, bukan berarti yang satu sisanya pasti salah. Saya sebagai pribadi yang sekuler mengenal seorang muslim yang benar walau mungkin 999 yang lainnya gak bener berfikir pakai cara terorris karena terjerumus akan impian jaman keemasan islam. (sekarang tidak lagi)
2. Jangan sombong akan kaum sendiri. Jika beberapa kaum dan pemikiran kamu anggap benar, maka bukan berarti semua kaummu benar! Ingat saja, walau ajaran Nabi Isa / Jesus Christ adalah ajaran kebenaran, bukan berarti semua pengikutnya benar, masih ada saja Judas-judas yang picik di jaman modern. Masih banyak oknum-oknum yang ngomongnya gak pake otak!
Apalagi jika kaum anda main BOM dan membunuh banyak orang dan seaakan-akan ini dibenarkan Allah. Masih punya harga dirikah dan hati Nuranikah mengklain teman anda yang ngebom itu seajaran dengan anda. (kembali juga ke no 1) saya yakin gak semua orang Muslim setuju dengan pengeboman itu Jihat. Termasuk teman saya, dia mengatakan pada saya memang jaman sekarang ini banyak sekali orang Muslim yang tidak mengerti apa itu Muslim, apa itu Islam yang sebenar-benarnya. yang mereka pelajari hanya EGO dirinya sendiri dimana Islam ditenggelamkan ke dalamnya sebagai pijakan untuk mengklain perbuatan semena egonya adalah kehendak Allah. Mereka mempelajari Islam hanya kontextnya doang, bukan kontent yang sejati dari kebenaran Islami.
Begitu juga untuk Kaum Kristiani, masih banyak juga oknum-oknum kaum Kristiani yang sekeras baja merasa dirinya yang paling benar, yang berfikiran fundamentalis keras ekstrimis. Walau ngak seekstrimis dan sebanyak dari pihak Islam yang ekstrimis, tapi sejujurnya kalian jadi “batu sandungan” dari banyak orang Kristen yang baik lainnya. Ingat sudah tahu ada harimau tak berotak mengapa harus mencari perkara dengan mereka, teman-teman anda yang gak berdosa jadi sasaran mereka.
Dan jangan mengganggap semua Orang Islam ekstrimis. Ada pula Islam yang baik.
Salam dari seorang Sekuler.
Lebih baik jadi sekuler dari pada beragama dan mengklaim dirinya yang paling benar tetapi tindakannya………..munafik dan ekstrimis fundamentalis. Bicaranya baik, tetapi hatinya Iblis. Masih ngak sadarkah kamu bahwa kata-katamu mencoreng dirimu sendiri!!!
61.
MahmudShah | November 24, 2008 pada 5:40 am
Semoga anda beroleh hidayah dan petunjuk.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
62.
G36C | November 24, 2008 pada 6:08 am
Hidup Sekuler……hidup SEKULER, hidup SEKULER!!!
63.
MahmudShah | November 24, 2008 pada 6:26 am
Manusia dikatakan menjadi ‘manusia’ jika dia ada Pencipta. Lain dari itu adalah lebih hina dari haiwan ternakan. Jadilah manusia yang ber AKAL, supaya AKAL itu membantu untuk menjadi manusia sebenar.
64.
G36C | November 24, 2008 pada 7:13 am
@all yang punya otak
Eh ternyata temen kita ini di atas ( MahmudShah) gak tahu artinya SEKULER, kirain sama kaya atheis gitu kali ye, lebih parah lagi dianggep komunis.
Waduh jagan sampe sih BODOH ini ngangep SEKULER = ATHEIS = KOMUNIS. ini sama aja kayak si BEGO yang nganggep ISLAM = TERORIS = BOM BUNUH DIRI.
65.
G36C | November 24, 2008 pada 7:19 am
Kita pakai terminologi logika berfikir Ilmiah dengan Akal Sehat, maka:
Kalo BEGO dan BODO ini baru TAK Ber-AKAL. TAK ber-AKAL adalah lebih hina dari haiwan ternakan.
Jadi MahmudShah yang tak berakal lebih hina dari hewan ternakan.
Ini kata-kata si MahmudShah sendiri;”Manusia dikatakan menjadi ‘manusia’ jika dia ada Pencipta. Lain dari itu adalah lebih hina dari haiwan ternakan.”
lagi pula apakah HEWAN TERNAKAN juga bukan ciptaan Sang Pencipta.
66.
MahmudShah | November 24, 2008 pada 9:18 am
Hai, baru cucuk sikit sudah melatah?
Baru cucuk pasal AKAL belum lagi yang di ‘DALAM’. Terbukti kebenaran itu di situ. Sorry yah para pembaca terutamanya G36C yang sekular dan begitu sains. Bagus pendirian anda. Bagai ikan yang di laut bertanya di mana laut.
Jangan marah ya…
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
67.
MahmudShah | November 24, 2008 pada 11:50 am
Berkenaan Bahasa Arab yang digunakan di dalam Al-Qurán, saya lampirkan terjemahan Surah ThaaHaa ayat 113:
Sesungguhnya Bahasa Arab yang digunakan di dalam Al-Qurán mengandung petunjuk yang jelas kepada manusia yang mampu berfikir dan ber AKAL. Dan berkenaan penghinaan yang saya sebutkan seperti di atas adalah termaktub sebagaimana Firman Alah di dalam ayat dari Surah Al-Baqarah ayat 171:
Dan hakikat sebenarnya dalam pemahaman golongan Orang Kafir, golongan Ateis, golongan tidak beragama ini adalah samalah seperti perumpamaan binatang ternak yang tuli, bisu dan buta. Walau bagaimanapun kita memberi peringatan, mereka tetap tidak mengerti. Maka, oleh sebab itu, tiada yang mampu memberi Hidayah melainkan atas kehendak Allah jua. Kami (Orang Islam) tidak menyalahkan langsung anda (Orang Kafir/ Tidak Beragama dsb) yang tidak mengerti; kerana anda tidak mendapat petunjuk. Kami hanya bertanggungjawab memberi peringatan dan pengajaran berdasarkan Qurán yang mulia. Itulah tugas kami selaku khalifah di muka bumi. Amanah yang Allah berikan pada kami walaupun di dunia maya. InsyaAllah.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
68.
G36C | November 25, 2008 pada 2:09 am
@yang komen di no 66 dan 67
Terbukti bukan, komennya gak pake logika berfikir dengan AKAL SEHAT. yang ada hanya AKAL SESAT.
“Bagai ikan di dalam sumur merasa hidup di tengah lautan”.
Yang lebih tuli dan buta itu anda gol.muslim atau gol.atheis.
Kalu gue bukan keduanya. Gue Gol.SEKULER LIBERAL.
Bagi orang yang bego dan tak berakal, Kalau masih belum tahu lihat arti kata SEKULER di dictionary/kamus/buka wikipedia. bedakan dengan atheis atau malah komunis. bedakan arti kepercayaan dengan agama, atau bahkan sekte kepercayaan. Janganlah kamu mencapuradukan.
apa bahasa arab yang kamu agungkan itu sangat sungguh terbatas dan tidak lengkap sekali, sampai kamu tidak mengerti, ataukah kamu yang bego dan bodoh sehingga kamu tidak paham.
Atau kedua-duanya? yang pasti tak mungkin ada kemungkinan lainnya.
69.
MahmudShah | November 27, 2008 pada 4:38 am
Hai, marah nampak.
Kami agungkan Allah. Bahasa2 ni bagi kami perkara kecillah. Apatah lagi Bumi yang terbatas ini. Anda fikir anda cerdik dan bijak, kerana anda rasa begitu. Kerana apa? Kerana anda tidak bertuhan. Maaflah. Kami tak dapat nak memahamkan anda, kerana daya pemahaman anda yang terbatas. Agaknya anda mesti percaya dengan Teori Darwin yang menyatakan teori evolusi manusia berasal dari beruk. Kami yang percaya akan Tuhan ini menolak mentah2 teori itu.Agaknya samalah anda dengan orang yang berteori manusia berasal dari beruk itu agaknya. Kesian.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
70.
jelasnggak | November 27, 2008 pada 2:00 pm
@Mahmudsyah.
Kamu berkata :
Komentar : yang pasti betul, Dia (G36C) lebih berpengetahuan daripada anda… he he he….
Kenapa?
Karena anda TIDAK TAHU arti kata SEKULER…..hi hi hi..
….di mana ada aku berada, di sana ada DOMPET ku (kecuali kalau aku di tempat tidur)…..
71.
Death Magnetic | November 28, 2008 pada 3:12 am
@Kristian
Apalah yang umat Kristrian mengarut dalam Blog ni?
By, Penghibur
72.
G36C | November 28, 2008 pada 4:58 am
@mahmudshah
anda berkata”Agaknya anda mesti percaya dengan Teori Darwin yang menyatakan teori evolusi manusia berasal dari beruk.”
Tanggapan dari Ilmuwan Biology:
Ha ha ha…sungguh kasihan, orang yang bodoh dan bego yang tidak pernah membaca teori Darwin tetapi merasa tahu teori itu.
Fakta: Darwin sama sekali TIDAK pernah mengatakan atau ber-teori atau menyatakan bahwa species manusia berasal dari beruk / species manusia beraal dari monyet. Darwin hanya memperkenalkan TEORI SELEKSI ALAM. catet, TEORI SELEKSI ALAM!!! isinya bisa diseach sendiri, kagak muat kalau harus gue yang tulis semua.
Adalah penafsiran ilmuwan lain yang menyatakan bahwa spesies manusia dan species monyet pada saat ini bisa berasal dari satu spesis moyang / induk yang sama berdasarkan teori “seleksi alam” milik Darwin. Dan Darwin tidak pernah sekalipun mendukung pernyataan tersebut!!!
(apalagi pernyataan Manusia berasal dari kera/monyet/beruk yang ditafsirkan sendiri oleh kalangan agamawan yang bodoh & tolol yang takut religinya pudar karena pengaruh sains pada saat itu)
Rupanya Anda termasuk kalangang yang terakhir ini ya…Wuah ha ha ha ha ha…..bodoh & tolol
NAH UDAH KETAHUAN SIAPA YANG BODO, BEGO DAN TOLOL yang KURANG PENGETAHUAN!!!
73.
G36C | November 28, 2008 pada 5:04 am
Hai orang Bodoh:
kedua pernyataan di bawah ini sesungguhnya tidaklah sama!!!
Pernyataan,”spesies manusia dan species monyet pada saat ini bisa berasal dari satu spesis moyang / induk yang sama”
dengan
Pernyataan,”Manusia berasal dari kera/monyet/beruk”
Fakta: Dr. Darwin sama sekali tidak pernah mendukung pernyataan pertama, apalagi pernyataan BODOH yang kedua.
74.
alexious | November 28, 2008 pada 5:58 am
saya gembira menemukan blog ini. semoga webmaster diberkati Allah. Selamat sejahtera dan semoga sihat untuk berkarya.
75.
alexious | November 28, 2008 pada 5:59 am
Saya gembira menemukan blog ini.
76.
MahmudShah | November 28, 2008 pada 6:21 pm
Dah isu beruk la pulak. Kelihatannya kedua-dua manusia TIDAK BERAGAMA ini seperti cacing kepanasan yang ditabur garam.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
77.
jelasnggak | November 29, 2008 pada 1:28 am
Wua ha ha ha ha…
…di mana aku berada, DOMPETku tak ketinggalan.. ada juga disana..
78.
Death Magnetic | November 29, 2008 pada 3:06 am
@JelasNgak
Saudara ni langsung tak berubah, sejak dulu, TIADA BENDA nak cakap tentang AGAMA!
JelasNgak = HABIS MODAL
79.
Death Magnetic | November 29, 2008 pada 3:15 am
@JelasNgak
Saudara, nampaknya saudara JENIS BERDENDAM, saya baru PERASAn, perbincangan kamu diatas antara kamu Jelasngak dengan ImanKristian adalah tentang PENGHIBUR.
Rupa-rupanya aku tidak dilupakan, hehe, tapi kalau saudara berminat DISKUSI dengan saya, saya alu-alukan tapi saya harap kamu pilih Hikmatun dan Mahmud Shah, sebab mereka pun BUKAN CALANG orang juga! Hehehehe
Erm, JelasNgak apa lagi kok yang NgakJelas? ya mungkin saya bisa membantu kok, ya bicara aja disini! wah aku ni tak pandai menggayakan bahasa gaya Indonesia hehehe Al-Maklumlah orang Malaysia.
By, Penghibur
80.
MahmudShah | November 29, 2008 pada 3:37 pm
Namanya pun dah tak beragama. Macam tulah gaya dia hingga hari Kiamat. Eh, diorg pun bukan percaya hari qiamat pun..yang dipentingnya dompetnya. Nampak sangat betapa ceteknya ‘dalaman’ mereka itu.
Saudara Death Magnetic jgnlah terlalu memuji. Saya insan daif jua adanya. Banyak lagi yang perlu saya pelajari. Ha tu, dua eko manusia takde agama tu pun dah bagi gelaran istimewa untuk saya. Saya terima sahaja. Maklumlah, kita pun sedia tahu yang mereka lebih hina dari haiwan ternakan. Itulah gayanya.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
81.
G36C | Desember 1, 2008 pada 2:20 am
@Mahmudshah
Ha ha ha ha keliatan Gobloknya macam beruk kau!!!
Emang anda yang jelas-jelas keturunan Beruk, terbukti dari cakapnya kelihatan isi otaknya tak ubahnya bak beruk!!!
Pantas aja gak suka pada Darwin!!! (salah sangka terhadap ucapan Darwin) habis modal otak beruk tak mampu harus berfikir seperti manusia!
@ ngak jelas!
Begitu diajak ngomongin sain baru keliatan isi otak mereka seperti beruk!!!
82.
MahmudShah | Desember 1, 2008 pada 10:54 am
G36C rupanya tak percayakan teori Darwin seperti kita. Baguslah.
Nanti belajar pula ya cara nak berhujah. Gunaka akal di dalam, bukan akal di luar. Eh, si G36C ni faham ke tidak agaknya pernyataa saya ini agaknya? Tak faham saya kira. Maklumlah sudahlah jahil, tiada agama pula tu. Kesian.
..di mana aku berada di sana ada DIA…
83.
jelasnggak | Desember 1, 2008 pada 11:19 am
@mahmudsyah.
Coba kamu baca terlebih dahulu TEORI DARWIN itu…
Biar kamu ni tak malu nanti…
Salam.
Dimana ada DOMPET … disitu ada duit….(dan kertas receipt)
84.
jelasnggak | Desember 1, 2008 pada 11:20 am
@g36C
makanya saya cuman senyam-senyum saja membacanya…
he he he..
Salam
85.
jelasnggak | Desember 1, 2008 pada 11:27 am
@mahmudsyah
kamu berkata :
Siapa yang tak beragama..?
Saya..?
Saya ni beragama Kristen lho…
Kalau tak beragama itu namanya atheist.
Apakah kamu tau arti atheist itu ..? (nanti salah pulah respon kamu)
—
kamu berkata :
ha ha ha ha..
Apa relevansi nya…?
Kiamat…
Dengan…
Dompet
Apa relevansinya…? ha ha ha…
Kita ni sedang berbicara dompet..
Kenapa pun kamu menghubungkan dengan kiamat..?
ha ha ha…?
..dimana ada dompet… disitu ada money (dan juga receipt)
86.
MahmudShah | Desember 1, 2008 pada 11:28 am
jelasnggak, saya tak berminat mahu tahu secara detail akan teori darwin itu. Kerana apa? Kerana bagi saya teori itu hanyalah bunga dari cara berfikirnya manusia tidak beragama. Saya ada agama lah. ISLAM. Agama langit dan Jalan Kebenaran. Sorry ya. Kalau anda senyum saya cuma tersengeh.
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
87.
MahmudShah | Desember 1, 2008 pada 11:33 am
Saya tidak pernah mengaitkan dompet dan kiamatlah. Baca baik2 hujah saya. Itulah akibatnya jika berfikir pun mahu diajar. Kalau anda terasa itu, nasiblah. Saya tak katakan anda pun wahai jelasnggak yang bijaksana.
..di mana aku berada, di sana ada DIA…
88.
darz | Desember 1, 2008 pada 4:35 pm
klo islam agama langit berarti para muslim berasal dari langit gitu…
ato…
islam agama langit,hindu agama bumi…begitukah maksudnya??
89.
jelasnggak | Desember 1, 2008 pada 5:08 pm
@mahmudsyah..
Itu berarti… kamu mengakui bahwa kamu tak paham Darwin.
kalau tak paham…. kenapa sok tahu..?
kalau tak tau teori darwin.. tak usahlah cakap mengenai darwin..
90.
jelasnggak | Desember 1, 2008 pada 5:16 pm
Kamu menuliskan :
===> BACALAH! IQRO !
Ini tulisan kamu… Jelas sekali…he he he.. mau ngeles..:
Kiamat ..
dengan Dompet..?
Relevansinya dimana?
..dimana ada dompet, disitu ada duit (dan receipt-receipt)…
91.
jelasnggak | Desember 1, 2008 pada 5:18 pm
@mahmudsyah.
Kalau ingin berhujah mengenai TAHU dan TEMPE..
Kamu harus mengetahui secara detail mengenai TAHU dan TEMPE itu..
Kalau tak tau TAHU dan TEMPE itu apa… terus berhujah… itu namanya lucu..(and sok tau)
.. Dimana ada dompet, disitu ada duit…
92.
MahmudShah | Desember 1, 2008 pada 6:46 pm
Agama langit alah agama wahyu. Wahyu bermaksud agama yang diturunkan ters dari Pencipta kita. Mengenai Hindu, itu ialah agama budaya. Agama yang direka-reka oleh manusia. Samalah dengan agama-agama lain selain Islam.
Mengenai Teori Darwin, saya tidak berminat memperpanjangkan perbincangan. Siapa yang terasa, nasiblah. Mengenai dompet, mahupun tempe atau tauhu, itu adalah sesuatu yang dinamakan ‘sesuatu’. Dan apa yang paling penting di sni ialah perlambangannya sesuatu agama dan keagamaan.
jelasnggak rasanya tidak jelas. Sila bejar cara untuk senang jelas. Heh heh…
…di mana aku berada, di sana ada DIA…
93.
jelasnggak | Desember 1, 2008 pada 8:02 pm
@mahmudsyah..
he he he..
Biasa itu…
Kalau orang tak bisa jawab… biasa mereka berkata : “saya tidak berminat memperpanjangkan ”
he he he
Biasa itu..
…dimana ada dompet disitu ada uwang ( dan credit card)
94.
MahmudShah | Desember 2, 2008 pada 12:26 am
Ye ke biasa? Saya kira luar biasa mungkin.
Saya tidak ingin memperpanjangkan kerana topik perbincangan di sini ialah bumi bulat vs datar. Orang Islam menghormati majlis. Bukan mcm org kafir. Biadap tidak bertempat terutamanya empunya blog ini.
…di mana aku berada, di ana ada DIA…
95.
G36C | Desember 2, 2008 pada 2:20 am
@ngak jelas.
ini orang (si Mahmud) goblok gak ngerti teori darwin tapi sok ngerti.
Pasti dia pikir Matrix itu juga kayaki film matrix yang bisa bikin waktu pelan dan ngelesin peluru. hi hi hi.
ketahuan kagak pernah sekolah Junior High Scholl, padahal itu mata pelajaran Biology udah bahas Darwin, Math udah bahas Matrix, yang parah gak bisa bedain antara Atheis dengan Sekuler, gak dapet ilmu social kali ye!
@Mahmudshah
jangan kata, tempe dari tahu, (salah besar)
tapi katakan tempe berasal dari bahan yang sama dengan bahan basic tahu, yaitu kedelai, ini yang lebih benar.
tapi kalo “otak tempe” mampu gak mencerna kalimat ini.
96.
MahmudShah | Desember 3, 2008 pada 5:06 am
Bangang.
…di mana aku berada di sana ada DIA…
97.
G36C | Desember 3, 2008 pada 8:44 am
@Mahmudshsh
Kalo bicara kebenaran (sains) ternyata (otak) elo kagak ada apa-apanya. makanya jangan hanya bisa bicara kebohongan (agamamu).
Kebenaran slalu menang.
Dimana aku berada, disitulah Sains BerJaya.
Dimana aku berada, disitulah Kebenaran ku tegakkan!
98.
MahmudShah | Desember 3, 2008 pada 9:19 am
KEBENARAN apa yang kau tegakkan? Kebenaran sebagai seorang yang bangang? Berhujah dengan orang bangang tak perlu tegakkan apa-apa kerana ternyata si bangang tak pernah nak ambil peduli. Sebab dia memang bangang. Lantak engkaulah labu.
…di mana aku berada di sana ada DIA…
99.
jelasnggak | Desember 3, 2008 pada 11:57 am
@G36C
ha ha ha..
Percaya sih.. he he he..
Lucunya.. ngga tau teori darwin.. tapi ngomongnya PD banget… ha ha ha..
Yeah ngga apa-apalah.. buat hiburan…
@Mahmudsyah,
..Dimana ada pasar, disana banyak orang…
100.
MahmudShah | Desember 4, 2008 pada 1:37 am
Hiburannya ialah ada seorang badut yang bernama jelasnggak di sini. Ha ha ha
…di mana aku berada di sana ada DIA…
p/s: Nampaknya si badut jelasnggak ini suka pula meniru trademark orang lain. Apa nak buat dah namanya badut… he hehe… Nasib engkaulah labu.
101.
G36C | Desember 4, 2008 pada 2:59 am
@ngak jelas
memang badut ini (mahmudshah) paling pinter meneriakin orang lain “Badut”. Atau jangan-jangan sangking Gobloknya dia ngak sadar dirinya sendiri si Badut. He he he he
Kasihan sekali si Mahmud ini:
Sekuler gak tahu artinya apa? Dia pikir Sekuler=Atheis=Komunis, ngak sadar juga dia membenarkan Islam=Jihat=Teroris=Bom bunuh diri.
Teori Darwin soal “Seleksi Alam” dia gak tahu, tahunya malah dia merasa Darwin berkata kalau Manusia yang berasal dari Kera, puiiih!!! Dia (mahmudshah) kali yang keturunan Kera….wak ka ka ka ka ka kak!!! Tapi sok ngerti kayak si kera Sirkus!!!
Di otaknya, Matrix itu bukan subtansi vertikal horisontal kumpulan data yang terhubung secara horisontal dan longitudinal, tahunya dia waktu jadi pelan dan bisa menghindari peluru kayak film Matrix.
Eh setelah itu Badut ini (mahmudshah) malah teriak-teriak orang lain Badut???
Sungguh Bodoh dan Hina sekali pikiran orang low intelejensia ini. Menurut saya otak dan pemikirannya bahkan lebih rendah alias lebih bodoh bahkan dari seekor monyet yang paling goblok se-dunia dan se-akhirat.
Dari jaman ayam tak bergigi-sampai ayam keluar giginya, sekuler tidak sama dengan atheis tidak sama dengan komunis. dll….hanya kera/beruk terbodoh ini (mahmudshah) dan kawanan beruk-nya yang berfikir demikian.
102.
merdeka | Desember 23, 2008 pada 3:56 am
waduh ada kesalahan persepsi ni ma iman kristen tentang waktu sholat 5 waktu..
knp waktu sholat di tiap tempat berbeda-beda?yach klo mempermasalahkan hal gini anak kecil juga tau (berarti iman kristen balita dunk, kan mempermaslahkan hehe sory becanda). sebenernya waktu sholat tu sama (dhuhur ya siang, ashar ya sore, magrib ya pethang dan ni terjadi di semua belahan bumi manapun g ada yang beda.
mungkin yng mmbuat bingung sodara iman kristen tu d indonesia malem tp di inggris ko pagi, trus sholatnya gmn gtu ya?
wktu sholat ditentukan dengan tanda2 waktu sholat di daerah masing2 (bisa dngan posisi mthari, bulan, dll).contohnya, aq disurabaya jam 12an wktu matahari tepat diatas kepala qt tu nunjukkin wktu sholat dhuhur nah gmn dengan yng di papua, disana matahari diatas kepala jam 10an (menurut WIB)berarti sholat dhuhur disana jm 10 dunk (Menurut WIB)? iya jm 10an gtu. dan ini berlaku di semua tempat di seluruh dunia. udah ngerti to skrang sodara iman kristen?klo lum ngerti belajar tntang pengaturan waktu dulu pada orang2 yang ahli dibidangnya key!…allah sudah mengatur itu semua, dan sebenarnya ga d yang membingungkan ko. tinggal qtnya mau ato engga ngerjain…
n soal dilarang sholat waktu mtahari terbit tu dpt referensi drimana?malahan pada saat matahari terbit mpe siang hari qt dibolehkan (disunahkan) untuk melakukan sholat dhuha. ktanya pernah msuk islam?ko g tw hal ginian. hayo sodara imankristen bo’ong ya?peace…
103.
merdeka | Desember 23, 2008 pada 4:25 am
waduh ada kesalahan persepsi ni ma iman kristen tentang waktu sholat 5 waktu..
knp waktu sholat di tiap tempat berbeda-beda?yach klo mempermasalahkan hal gini anak kecil juga tau (berarti iman kristen balita dunk, kan mempermaslahkan hehe sory becanda). sebenernya waktu sholat tu sama (dhuhur ya siang, ashar ya sore, magrib ya pethang dan ni terjadi di semua belahan bumi manapun g ada yang beda.
mungkin yng mmbuat bingung sodara iman kristen tu d indonesia malem tp di inggris ko pagi, trus sholatnya gmn gtu ya?
wktu sholat ditentukan dengan tanda2 waktu sholat di daerah masing2 (bisa dngan posisi mthari, bulan, dll).contohnya, aq disurabaya jam 12an wktu matahari tepat diatas kepala qt tu nunjukkin wktu sholat dhuhur nah gmn dengan yng di papua, disana matahari diatas kepala jam 10an (menurut WIB)berarti sholat dhuhur disana jm 10 dunk (Menurut WIB)? iya jm 10an gtu. dan ini berlaku di semua tempat di seluruh dunia. udah ngerti to skrang sodara iman kristen?klo lum ngerti belajar tntang pengaturan waktu dulu pada orang2 yang ahli dibidangnya key!…allah sudah mengatur itu semua, dan sebenarnya ga d yang membingungkan ko. tinggal qtnya mau ato engga ngerjain…
n soal dilarang sholat waktu mtahari terbit tu dpt referensi drimana?malahan pada saat matahari terbit mpe siang hari qt dibolehkan (disunahkan) untuk melakukan sholat dhuha. ktanya pernah msuk islam?ko g tw hal ginian. hayo sodara imankristen bo’ong ya?dosa lo…
lagian sodara iman kristen ma temen2nya dari “enggajelas”,dll dri smua isi blognya isinya tentang ajaran kasih agamanya tp ko gaya omonganya ga ber etika gtu ya, kasar banget. aq mpe mbacanya ngiris banget, mbok ya secara halus. (kena batunya hehe). trus yang ditulis tu kayaknya islam tu juelek banget, mang dapat referensi darimana?jangan2 ngarang ya?waduw dosa besar tuch…
peace!!
104.
merdeka | Desember 23, 2008 pada 4:44 am
waduh ada kesalahan persepsi ni ma iman kristen tentang waktu sholat 5 waktu..
knp waktu sholat di tiap tempat berbeda-beda?yach klo mempermasalahkan hal gini anak kecil juga tau (berarti iman kristen balita dunk, kan mempermaslahkan hehe sory becanda). sebenernya waktu sholat tu sama (dhuhur ya siang, ashar ya sore, magrib ya pethang dan ni terjadi di semua belahan bumi manapun g ada yang beda.
mungkin yng mmbuat bingung sodara iman kristen tu d indonesia malem tp di inggris ko pagi, trus sholatnya gmn gtu ya?
wktu sholat ditentukan dengan tanda2 waktu sholat di daerah masing2 (bisa dngan posisi mthari, bulan, dll).contohnya, aq disurabaya jam 12an wktu matahari tepat diatas kepala qt tu nunjukkin wktu sholat dhuhur nah gmn dengan yng di papua, disana matahari diatas kepala jam 10an (menurut WIB)berarti sholat dhuhur disana jm 10 dunk (Menurut WIB)? iya jm 10an gtu. dan ini berlaku di semua tempat di seluruh dunia. udah ngerti to skrang sodara iman kristen?klo lum ngerti belajar tntang pengaturan waktu dulu pada orang2 yang ahli dibidangnya key!…allah sudah mengatur itu semua, dan sebenarnya ga d yang membingungkan ko. tinggal qtnya mau ato engga ngerjain…
n soal dilarang sholat waktu mtahari terbit tu dpt referensi drimana?malahan pada saat matahari terbit mpe siang hari qt dibolehkan (disunahkan) untuk melakukan sholat dhuha. ktanya pernah msuk islam?ko g tw hal ginian. hayo sodara imankristen bo’ong ya?dosa lo…
lagian sodara iman kristen ma temen2nya dari “enggajelas”,dll dri smua isi blognya isinya tentang ajaran kasih agamanya tp ko gaya omonganya ga ber etika gtu ya, kasar banget. aq mpe mbacanya ngiris banget, mbok ya secara halus. (kena batunya hehe). trus yang ditulis tu kayaknya islam tu juelek banget, mang dapat referensi darimana?jangan2 ngarang ya?waduw dosa besar tuch…
peace!! …
105.
putra | Januari 13, 2009 pada 9:35 am
@iman kristen
Mas saya kasian banget sama anda, mungkin anda belum pernah keluar daerah ya wah kayak katak dalam tempurung aja anda itu, (kasiah deh) sekali-sekali sampean jalan-jalan kedaerah lain agar wawasan anda luas bgt. mas kalo dah jalan nanti telp teman2nya yang ada di luar daerah agar anda bisa bedakan waktu ya
kalo perlu sampean tuh bawa jam 5 s/d 10 buat waktu jkt,bndg,sby,klmtn,smtra,irian dll agar tau beda waktu
belajar …
belajar…
jangan byk main
ya
106.
Isyana | Januari 31, 2009 pada 4:39 am
Gloria in exelsis Deo, Pacem et terra, pax hominibus..
..ih
..kta2′y
..ksar
..bgt
..ya
..sodara q
..wah
..wih
..wuh
Ska menghina, tp mrasa benar..
..walah..
..walah..
107.
Ahmed Shahi Kusuma | Maret 31, 2009 pada 8:48 am
yang saya tahu gara2 menolak kisah di kitab Yosua 10:13, Galileo dihukum mati. Syalom !
108.
ambrose | April 7, 2009 pada 4:16 pm
Daripada Death Magnetic:
Sebagai seorang MUSLIM, saya ingin bertanya kepada saudara Iman Kristen, dimanakah di dalam Bible yang menyatakan Yesus adalah Tuhan? Terus terang saya nyatakan jika saudara menyatakan dengan ayat Bible yang berbunyi “Aku dan Bapa adalah satu” ini adalah pilihan jawababn yang parah pada dirimu, jika saudara meneruskan dengan menggunakan ayat ini.
Kepada Death Magnetic:
Ya, memang dalam bible sendiri tidak pernah mengatakan bahawa Yesus adalah Tuhan. Nak tau kenapa? Sebab Yesus datang ke bumi untuk melayani dan bukan untu dilayani. Ini sendiri dinyatakan oleh Yesus sendiri.
Ini diibaratkan seorang presiden yang prihatin dengan rakyatnya, dan turun kerusi pejabatnya dan pergi ke kampung kampung tanpa memberitahu siapa dirinya. Jika presiden itu memberitahu siapakah dirinya, maka sudah tentu orang akan menghormatinya, menyanjunginya, meenyambutnya. Tetapi HAJAT presiden untuk melihat kesusahan di kampung-kampung akan menjadi sukar.
Presiden boleh menyamar menjadi petani untuk melihat bagaimana kesukaran bercucuk tanam (sbg contoh), maka berkatalah presiden kepada petani. Kerajaan ku akan menghantar baja, mesin2 untuk sekalian bercuuck tanam. Tetapi, petani tidak tahu siapakah presiden yang sebenarnya itu.
Dalam situasi ini, Tuhan datang ke bumi untuk menyelamatkan manusia daripada dosa dalam jelmaan manusia.
Nyatalah Tuhan tidak akan memberitahu siapa akan dirinya kerana tujuan utamanya (untuk melayani, buan dilayani) akan menjadi sukar.
Tapi saudara, walaupun Yesus tidak menyebut dirinya sebagai Tuhan, tetapi Sifat-sifat keIlahiannya sangat jelas sekali!! Apakah sifat-sifat keIlahian yang Yesus telah tunjukkan?
1. MAHAKUASA
Dalamm perlayananNya, Yesus melakukan banyak mukjizat kerana Dia mempunyai kuasa untuk melakukannya.
Bukan itu sahaja, roh-roh jahat juga diperintahkannya. Lihat (Markus 1: 27)
2. MAHA PENGAMPUN
Hazrat Isa melihat bahawa mereka sangat beriman. Oleh itu Dia berkata kepaa orang lumpuh itu, “AnakKu, dosamu sudah diampunkan. Tetapi kepada kamu Aku akan membuktikan bahawa di atas bumi ini Anak Manusia berkuasa mengampunkan dosa. Lalu Hazrat Isa berkata kepada orang lumpuh itu, “Bangunlah, angkat tikarmu, dan pulanglah!” (Markus 2:5,10-11)
3. MAHA MENGETAHUI
Apabila Hazrat Isa nampak Natanael datang kepadaNya, Dia berkata tentang Natanael, “Inilah orang Israel sejati; tiada kepalsuan padanya!” Natanael bertanya kepada Hazrat Isa, “Bagaimana tuan mengenal saya?” Hazrat Isa menjawab, “Sebelum Filipus memanggil kamu, Aku telah nampak kamu di bawah pokok ara itu.” (Yahya 1:47-48)
Lalu kata Yesus kepadanya:”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok 2 kali, engkau telah menyangkal Aku 3 kali.” (Marukus 14: 30)
Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan aku, yayitu yang makan dengan Aku.” (Markus 14: 18)
4. BERSIFAT KEKAL
Mereka berkata kepada Hazrat Isa, “Umurmu belum lagi lima puluh tahun dan kamu sudah melihat Abraham?” Hazrat Isa menjawab, “Apa yang Aku katakan ini benar: Sebelum Abraham dilahirkan, Aku sudah ada.” (Yahya 8:57-58)
5. Datang DARI SYURGA
Walaupun dia sendiri tidak mengaku sebagai Allah, tetapi orang yang dirasuk oleh roh jahat memanggil Yesus sebagai Anak Allah. Bukan itu sahaja, roh jahat juga tunduk dan akur dengan Yesus. Kenapa? Sebab roh jahat tahu bahawa Yesus ALLAH MAHAKUASA yang mampu melawan kuasa jahat. Rujuk Markus 5: 1-20
109.
ambrose | April 7, 2009 pada 4:18 pm
Inilah sebabnya Hazrat Isa dapat mengaku bahawa perkataan dan pekerjaannya adalah dari Allah:
Apa yang Allah kerjakan, Dia juga buat (Yahya 5:19).
Allah membangkitkan orang yang mati dan memberi hidup, Hazrat Isa juga demikian – memberi hidup kepada sesiapa sahaja yang Dia kehendaki (Yahya 5:21).
Allah memiliki hak istimewa menjadi hakim kepada manusia, tetapi sekarang Allah menyerahkan penghakiman ini kepada Hazrat Isa (Yahya 5:22).
Allah sedang bekerja, Hazrat Isa pun bekerja (Yahya 5:17).
Apabila kita melihat Hazrat Isa, ia adalah sama seperti melihat Allah (Yahya 14:9).
Dalam mengenal Hazrat Isa kita pun mengenal Allah (Yahya 8:19).
Percaya kepada Hazrat Isa adalah percaya kepada Allah (Yahya 14:11).
Menghormati Hazrat Isa sama seperti menghormati Allah dan membenci Hazrat Isa ialah juga membenci Allah (Yahya 5:23, 15:23).
110.
ambrose | April 7, 2009 pada 4:36 pm
Daripada MahmudSyah:
Imankristian tidak akan faham apa yang ingin kita perkatakan kerana memang hatinya telah dibutakan oleh Allah
Kepada MahmudSyah:
Sesungguhnya saudara telah menghina Allah. Allah tidak akan membutakan sesiapa. Sama juga, Allah tidak akan memberikan manusia dosa, melainkan manusia sendiri mencari dosa. Dengan kata lain, manusia sendiri yang membutakan dirinya.
111.
ambrose | April 7, 2009 pada 4:38 pm
Kepada ImanKristen:
Saudara tidak dibutakan. Yesus berserta Mu dan goyah tidak akan manakutkanmu.
112.
Marzuki | Agustus 6, 2009 pada 7:53 am
Nanti Sesudah Mati kita sambung lagi debatnya ya saudara- saudara. Biar Allah tentukan siapa benar dan siapa salah. Yang benar tentu akan dapat balasan yang baik, dan yang salah, tiada lagi harapan untuk dapat pengampunan dari Allah.
113.
Someone | September 6, 2009 pada 2:51 pm
Bumi dihamparkan, bukanlah maksudnya datar, namun dapat anda tinggali, karena terasa “terhampar”, karena jika “terasa bulat” , maka anda tidak bisa tinggal disitu
114.
abule | November 29, 2009 pada 4:09 pm
ape la.. bila alquran karim ckp bulat, nak dipegang maksudnya tanpa mengerti tafsiran. tp bila bible ckp bumi ada 4 penjuru npe x nak pegang maknanya bulat2 gak? lu pikir la sendiri.
115.
CosmicBoy | November 29, 2009 pada 5:09 pm
@ abule,
ape la.. bila alquran karim ckp bulat, nak dipegang maksudnya tanpa mengerti tafsiran. tp bila bible ckp bumi ada 4 penjuru npe x nak pegang maknanya bulat2 gak? lu pikir la sendiri.
Dibagian mana alquran nulis bumi bulat? Justru sebaliknya alquran menulis bumi ini rata. Itu satu pernyataan dan pernyataan ini bertentangan dengan fakta sains.Kalian mau menafsirkan rata sebagai bulat terserah tapi para pembaca disini bukan org bodoh, mengerti?
Beda dengan Bible, apabila ditulis bumi ini memiliki 4 penjuru, itu ditulis dalam bahasa allergoris/kiasan, jadi ngga perlu dipermasalahkan.
Semoga anda kembali dengan sedikit lebih pinter.
Hahaha..pantess..!
116.
Pengamat | Desember 10, 2009 pada 6:02 pm
Diskusi pada blog ini pada awalnya dapat diikutin. Tapi kemudian hanya pengulangan2 dan akhirnya tinggal hujat2an karena merasa paling benar sendiri.
Tapi bagaimana pun ada beberapa hal yang dapat saya simpulkan untuk saya sendiri. Kesimpulan itu berupa fakta bahwa:
1) Dalam umat Kristen, ada tokoh yang diadili dan dihukum mati karena menyatakan bahwa bumi itu bulat. Hal dilakukan untuk mencegah melemahnya iman orang Kristen
2) Dalam umat Islam, tidak ada satu orang pun yang dihujat, diusir atau lebih2 di bunuh karena mempercayai bahwa bumi itu bulat
Mudah2an kita bisa renungkan ini sebelum lekas2 ditanggapi
117.
CosmicBoy | Desember 14, 2009 pada 3:58 pm
@ pengamat,
Al-Quran menulis bumi ini datar. Jadi, bukan bulat. Sama ada kalian percaya atau tidak irrelevants disini krh tetap bumi itu datar menurut kitab kalian.
***Pikir***
118.
äÐøéL | Juni 5, 2010 pada 11:48 am
Waduh… Bodoh banget sich, semua ga sadar yach?
Admin yg nulis blog ini adalah PROVOKATOR, tulisannya cuma untuk meng-adu domba umat islam & kristen, sudah bisa dipastikan yg nulis ini adalah Orang YAHUDI atau mungkin GAK PUNYA AGAMA yg licik seperti ular…
Yg terpancing emosinya & mengejek agama lain itu cuma ORANG BODOH krn telah TERPROVOKASI…
Tunjukan bahwa kalian orang beragama yang berpendidikan, tunjukan bahwa agama kita & kalian adalah agama yg saling mengajarkan kebenaran serta saling menghargai…
Saran saya, Muslim jgn ikutan jadi Bodoh seperti yg nulis Blog ini yach, please…
Wallahualam bi shawab…
119.
Rachmat Galuh | September 11, 2011 pada 11:54 am
Perkenalkan saya galuh mahasiswa muslim tingkat akhir perminyakan Institut Teknologi Bandung. Mohon sekiranya ikut berkomentar tentang artikel ini.
Kalau berbicara logika, bumi bisa bulat bisa pula datar loh. Relatif. Tergantung sudut deklinasi mana yang mau kita ambil. Kalau hanya dalam area puluhan meter kuadrat di lapangan bola, bumi itu datar. Kalau berbicara dari jarak ribuan meter baru bumi itu bulat. Semua itu relatif. Kalau dikatakan bulat tidak sepenuhnya bulat loh melainkan ellipse. Tapi kalau dari jarak mars, bumi memang terlihat bulat. Makna bulat sendiri adalah dua dimensi. Atau karena bahasa masyarakat biar mudah cerna nya itu tidak perlu diperdebatkan. bundar yaaaa kita berpikir 3D. Kata yang seharusnya adalah bola atau globe kalau memang menunjuk permukaan dengan jarak yang sama dari pusatnya.
Oke dari awal sebenarnya kita udah salah tentang terminologi kata. Bulat atau datar? Itu salah dua duanya. Tapi sekali lagi untuk mempermudah komunikasi, yang penting artinya dari bulat dan datar itu kita ngerti.
Sebenarnya tidak penting bagi Muhammad SAW untuk mengatakan bahwa bumi itu bulat karena tujuan ia di bumi adalah membuat keimanan hamba Allah meningkat. Coba bayangkan ketika pandangan orang jaman dahulu, tidak ada kamera yang bisa zoom in, teleskop itu dikatakan bahwa bumi bulat. Tentunya peran dari posisi dia sebagai nabi, sebagai pendakwah tidak sesuai. Oleh karena itu ia sesuaikan dengan pandangan kaum jaman dahulu yang lampu belum ada, listrik belum ada, sampai untuk urusan buang air aja harus mengeruk pasir atau tanah. Ingat 1400 tahun yang lalu.
Terus mengenai ayat ” Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”. (Sura Al-Kahf 018.086) mari kita artikan disini.
Zulqornain telah sampai ke tempat terbenam matahari, maksudnya ia bepergian sangat jauh ke arah barat. Coba baca lagi relevansi antara zulqornain dengan Iskandar Alexander yang sangat mirip ciri cirinya dengan hadist bukhori yang melakukan ekspansi kerajaan ke berbagai wilayah. Wajar dia pergi sangat jauh. Logis. Oke?
Sekarang dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam. Menurut saya secara logika, ini tidak ada kaitannya bahwa bumi itu datar. Coba telaah deh apakah itu merujuk bahwa bumi itu datar?
Dia melihat, artinya sejauh mata memandang. Di dalam laut yang berlumpur hitam pun maksudnya adalah permukaan air yang sangat luas dan berwarna hitam. Itu artinya dia melihat sunset di pantai. Warna hitam bisa jadi karena intensitas cahaya yang berkurang di sore hari atau bisa juga karena tumbuhan laut. Mana tahu, nggak dijelaskan kok. Karena memang nggak penting untuk dijelaskan karena maksud ayat tersebut sedang bercerita buka literatur
Masih banyak ayat tentang Alqur’an seperti kejadian manusia, terbentuknya alam semesta yang dijelaskan di alquran yang benar benar terbukti secara sains. Ayat itu hadir karena memang untuk tujuan sains.
Mukjizatnya islam berjaya dan prediksi Quran mendekatik kebenaran bahwa akhir zaman nanti islam akan jaya. Coba lihat geopolitik dunia yang sekarang mengarah ke negara timur tengah dan asia. Sebagai gambaran awam, dalam dunia sepak bola figur figur syekh sekarang jadi momok. Hutang Inggris, amerika dan negara eropa semakin membengkak. Agak panjang bila saya jabarkan disini. Bisa cek di blog blog lain.
Masalah agama adalah masalah keyakinan. Saya tidak mengatakan bahwa agama kristen adalah agama yang tidak dibenarkan. Bagi saya terpenting adalah kita bisa rukun dalam beribadah. Amiiin
120.
Muslimah | Oktober 26, 2011 pada 6:56 am
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)
Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.
Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.
Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.