Ismail vs Ishak : Komentar-2

November 13, 2008

Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/

=============================================================

Seluruh kitab suci yang berada dalam rumpun tradisi abrahamik mengisahkan peristiwa penyembelihan Ibrahim terhadap puteranya. Karena itu, umat Islam, kristiani, dan kaum Yahudi mengimani bahwa penyembelihan itu bukan mitos yang perlu dijebol, tapi fakta yang harus diimani. Begitulah.

Seluruh kitab suci yang berada dalam rumpun tradisi abrahamik mengisahkan peristiwa penyembelihan Ibrahim terhadap puteranya. Karena itu, umat Islam, kristiani, dan kaum Yahudi mengimani bahwa penyembelihan itu bukan mitos yang perlu dijebol, tapi fakta yang harus diimani. Begitulah. Hanya para ulama Islam berbeda pandangan tentang siapa yang hendak disembelih di antara putera-putera Ibrahim. Ada yang menyebut Ismail, anak Ibrahim dari hasil perkawinannya dengan Hajar (Perjanjian Lama [PL] menyebutnya Hagar), isteri kedua. Dan ada pula yang menyatakan Ishak, anak Ibrahim dari hasil perkawinannya dengan Sarah (PL menyebutnya Sarai atau Sara), isteri pertama. Perlu diketahui bahwa Ismail lebih tua dari Ishak. Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, Tafsir al-Qur`an al-Karim (Juz IV hlm. 16) menjelaskan bahwa Ismail lahir saat Ibrahim berumur 86 tahun. Sementara Ishak lahir ketika Ibrahim berumur 99 tahun–menurut PL 100 tahun.

Al-Qurthubiy dalam al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an (Jilid VIII, hlm. 87) mengemukakan perihal perbedaan pandangan itu. Ada yang menyatakan bahwa yang diperintahkan untuk dikurbankan adalah Ismail. Pendapat ini dikemukakan oleh sejumlah sahabat Nabi dan tabi’in, seperti Abu Hurairah, Abu Thufail, Amir bin Watsilah, Sa’id ibn al-Musayyab, Yusuf bin Mihran, Rabi’ bin Anas, dan Muhammad ibn Ka’b al-Quradhiy. Pendapat ini konon didasarkan pada sebuah data historis yang menjelaskan bahwa penyembelihan tersebut berlangsung di Mekah (dahulu bernama Bakkah), sehingga yang hendak disembelih tersebut pasti Ismail, karena Ishak sepanjang hidupnya tidak pernah sampai ke sana. Mereka mengajukan bukti tambahan. Tanduk hewan kurban, pengganti Ismail, di gantung di Ka’bah. Sekiranya Ishak yang mau disembelih, maka tanduk itu kiranya tak digantung di Ka’bah, mungkin di tempat lain seperti Baytul Maqdis. Lepas dari argumen yang disodorkannya, terang bahwa pendapat pertama ini yang paling banyak dipercaya.

Sementara yang lain berpendapat bahwa anak yang diminta untuk disembelih, tidak lain, adalah Ishak bin Ibrahim. Pendapat ini diikuti oleh sejumlah sahabat dan tabiin. Dari kalangan sahabat tercatat nama-nama seperti Abdullah ibn Abbas, Abdullah bin Mas’ud, Umar bin Khaththab, Jabir, Abdullah bin Umar, dan Ali bin Abi Thalib. Dari kalangan tabi’in yang berpendapat demikian di antaranya, Alqamah, Sya’biy, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Ka’ab al-Ahbar, Qatadah, Masruq, Ikrimah, Qasim bin Abi Bazzah, Atha`, Abdurrahman bin Sabith, al-Zuhry, al-Sadiy, Abdullah bin Abi al-Hudzail, dan Malik bin Anas. Pendapat ini bukan hanya didasarkan pada hadits, tapi juga asumsi kesejarahan. Kelompok kedua ini mengakui bahwa tanduk domba yang disembelih itu digantung di Ka’bah, tapi–menurut mereka–itu dibawa Ibrahim dari negeri Kan’an, tempat tingal Ishak.

Sayangngnya, sekalipun pendapat kedua ini memiliki argumentasi yang kuat, tetap saja ia kalah populer dengan pendapat pertama. Jangan-jangan, pendapat yang kedua ini tertolak hanya karena ia didukung atau (malah) merujuk pada Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Lama disebut bahwa Ishak lah yang akan dikurbankan, dan bukan Ismail. Tuhan berfirman kepada Ibrahim, “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu” (Kejadian, 22: 2]. Pada sumber inilah, seluruh umat Yahudi dan Nashrani mengacu, sehingga tak terlalu tampak perselisihan pendapat di antara mereka.

Berbeda dengan Perjanjian Lama, Alquran tidak menuturkan dengan tegas tentang siapa yang hendak disembelih Ibrahim tersebut. Dari sinilah kiranya perbedaan pendapat itu bermula. Mungkin ada yang meng-copy PL bahwa Ishak lah yang hendak disembelih. Ada yang menyangkal bahwa yang mau disembelih itu Ismail, bukan Ishak. Anehnya, hadits yang menjelaskan hal ini pun cukup beragam. Suatu waktu Nabi menyebut Ismail. Kala yang lain berkata Ishaq. Pada hemat saya, ini merupakan bukti betapa tidak mudahnya melakukan verifikasi terhadap sejumlah peristiwa yang terjadi pada zaman lampau. Sejumlah kisah yang disajikan Alquran tak sepenuhnya bisa dan boleh di cek secara ilmiah, menyangkut akurasi dan validitas datanya. Sebab, terlalu banyak orang yang berkeberatan jika Alquran diperlakukan secara demikian.

Penulis: Abd Moqsith Ghazali

Sumber: http://islamlib.com/id/artikel/ismail-atau-ishak/

Tanggapan Iman Kristen:

Saya mengagumi anda karena ketekunan anda dalam mempelajari ilmu islam anda. Akhirnya anda hampir menemukan Nur yang Sejati. Seandainya anda mau membuka hati anda, maka saya percaya, siapakah yang di korbankan, apakah Ishak atau Ismail? Tentu anda akan tahu dengan benar. Mungkin juga sesungguhnya anda sudah mengerti, namun anda tidak berani berkata jujur ditengah-tengah mayoritas kebohongan. Kiranya Allah Tritunggal menerangi hati dan pikiran anda. Terimakasih atas tulisan anda ini.

Entry Filed under: Ismail vs Ishak. Tag: , , .

10 Comments Add your own

  • 1. k0meng  |  November 21, 2008 at 3:38 am

    Seandainya saya punya 2 orang istri, yang pertama istri sah, yang kedua adalah gundik bekas budak, yang kedua melahirkan anak terlebih dahulu, yang pertama ada kesulitan dalam meneruskan keturunan tetapi akhirnya atas restu Allah memiliki keturunan. Saya akan lebih sayang pada anak saya yang lahir dari istri Sah (ini berdasarkan adat Yahudi )

    “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni…….”
    anak mana yang lebih saya kasihi???…..jawablah sendiri.

  • 2. immortaleyes  |  Desember 21, 2008 at 5:45 pm

    Me :
    Apakah anda sudah benar2 mempelajari Al Qur’an?
    Ataukah terpaku pada bibble?

    MENURUT AL-QUR’AN
    Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. QS. 37:101

    Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:”Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab:”Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. 37:102

    Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). QS. 37:103

    Rupa2nya ayat ini yg membuat penulis berkata “tdk tegas”.

    Dalam rangkaian ketiga ayat tersebut memang tidak secara langsung disebutkan bahwa nabi Ismail-lah yang dikorbankan, tetapi dari ayat pertama sudah jelas bahwa Allah SWT memberikan kabar gembira akan datangnya seorang anak yang amat sabar, ayat ini memberikan gambaran bahwa nabi Ibrahim saat itu belum mempunyai seorang anakpun, jadi anak yang dijanjikan dalam ayat tersebut adalah anak yang pertama yaitu Ismail.

    Dalam ayat-ayat selanjutnya mengisahkan dialog antara nabi Ibrahim dengan Ismail tentang perintah penyembelihan Ismail, dan beliau berdua berhasil melalui ujian yang nyata tersebut dengan amat sabar, dan Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor sembelihan yang besar .

    Setelah al-Qur’an mengisahkan kisah antara nabi Ibrahim dengan putranya Ismail, dalam ayat selanjutnya yaitu QS. 37.112 Al-Qur’an mengisahkan bahwa Allah SWT memberikan kabar baik akan datangnya seorang anak lagi yang bernama Ishaq :

    Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. QS. 37:112

    Ayat tersebut memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa kabar gembira akan lahirnya Ishaq adalah setelah kisah kabar gembira akan lahirnya Ismail dan kisah perintah penyembelihannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa al-Qur’an menyatakan Ismail-lah yang akan disembelih bukan Ishaq.

    MENURUT BIBLE

    Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Kejadian 22:2

    Dalam ayat tersebut dikisahkan secara jelas dan gamblang bahwa Bible mengisahkan Ishaqlah yang dikorbankan untuk disembelih bukan Ismail.

    BENARKAH KISAH BIBLE
    Satu-satunya dasar bagi orang-orang Yahudi dan Kristen mengimani Ishaq yang dikorbankan adalah penyebutan nama Ishaq dalam kitab mereka yaitu dalam kejadian 22:2.

    “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq . Kejadian 22:2

    Setelah dikaji, kalimat yakni Ishaq dalam ayat tersebut mempunyai kejanggalan yang teramat serius, alasannya :

    Pertama : kalimat yakni Ishaq pada susunan tersebut adalah mubazir, karena kalimat tersebut telah sempurna justru bila tanpa yakni Ishaq

    Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,

    Dengan susunan tersebut tentu nabi Ibrahim sudah paham siapa yang disebut sebagai anak tunggal yang dikasihinya.

    Kedua : Kalimat yakni Ishaq kontradiksi dengan kalimat sebelumnya yang menyatakan :

    Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi

    Karena ketika itu, Ismail telah lebih dahulu lahir sebagai anak nabi Ibrahim, penyebutan Ishaq sebagai anak tunggal dalam ayat tersebut tidak sesuai dengan sejarah dan itu berarti mengingkari Ismail sebagai anak sah Ibrahim.

    Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu Kejadian 25:12

    Tentu saja menyebut Ishaq sebagai anak tunggal berarti mengingkari Ismail sebagai anak Ibrahim, mengingkari Ismail sebagai anak Ibrahim berarti mengingkari ayat-ayat dalam Bible itu sendiri.

    ISHAQ ANAK TUNGGAL ?
    Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi Kejadian 22:2

    Siapakah anak tunggal yang dimaksud dalam ayat tersebut bila bukan Ishaq ?

    Ibrahim hanya mempunyai dua orang anak, yaitu Ismail dan Ishaq, Ishaq bisa disebut sebagai anak tunggal bila Ismail sebagai anak per-tama telah meninggal, tetapi kenyataannya Is-mail belum meninggal. Ismail bisa disebut se-bagai anak tunggal bila Ishaq belum lahir, keadaan yang kedua inilah yang paling mungkin.

    Al-Qur¡’an mengisyaratkan bahwa peristiwa perintah penyembelihan terhadap Ismail adalah sebelum Allah ƒ¹ memberikan kabar gembira yang kedua kalinya kepada nabi Ibrahim akan lahirnya seorang anak lagi yaitu Ishaq, seperti disebutkan dalam QS. 37:101-11.

    Al-Qur’an menyatakan bahwa :
    Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, , Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu QS. 37:102

    Yang dimaksud pada umur sanggup adalah ketika seseorang sudah bisa untuk mencari kayu bakar, mengembala kambing, mencari air dan lain-lain, dan ketika Ismail mencapai pada umur sanggup Ishaq belumlah lahir, jadi ketika itu Ismail adalah anak tunggal nabi Ibrahim.

    Penyebutan yakni Ishaq. dalam kejadian 22:2 membuat fakta-fakta yang ada menjadi berantakan, ayat-ayat dalam Bible yang berhubungan dengan Ismail dan Ishaq menjadi banyak yang kontradiksi, Ishaq yang bukan anak tunggal disebut sebagai anak tunggal, Ismail yang anak sah nabi Ibrahim harus diingkari. Untuk mengingkari Ismail sebagai anak sah nabi Ibrahim, harus diingkari pula bahwa Hajar bukan istri sahnya, seperti ayat berikut ini :

    Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” Kejadian 21:10

    Bukankah ayat itu mnyangkal Hajar dan Ismail sebagi istri dan anak nabi Ibrahim ?

    MENGAPA HARUS ISHAQ
    Orang-orang Israel sangat bangga atas kesukuannya, sangat mengagung-agungkan nenek moyangnya, mereka menjunjung tinggi nabi Ishaq tetapi merendahkan nabi Ismail, karena Ishaq adalah nenek moyang mereka yang berderajat tinggi dan berdarah murni sebagai keturunan nabi Ibrahim dengan Sarah yang berasal dari satu bangsa dan sebagai seorang majikan, sementara Ismail adalah nenek moyang bangsa Arab dari keturunan nabi Ibrahim dengan Hajar yang berdarah koptik (campuran) antara Israil dengan Mesir dan Hajar adalah budak dari Sarah. Menurut mereka bangsa Israel adalah bangsa yang lebih tinggi derajatnya daripada bangsa Arab.

    Orang-orang Israel iri hati setelah Allah menjadikan Ismail sebagai korban yang akan disembelih, orang-orang Israel tidak mau orang-orang Arab mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT, mereka menginginkan segala kemuliaan dan berkah hanya untuk orang Israel, menurut mereka semestinya Ishaqlah yang dipilih sebagai korban sembelihan, karena kesombongan tersebut dan perasaan lebih tinggi dari bangsa Arab, mereka berani mengadakan kedustaan dengan mengubah-ubah ayat-ayat Allah, salah satunya dengan menambah kalimat :
    Yakni Ishaq

    Ke dalam kalimat

    anakmu yang tunggal itu

    Mereka sebenarnya mengetahui bahwa Ishaq bukanlah anak tunggal nabi Ibrahim, dan mereka mengetahui bahwa Ismail per-nah menjadi anak tunggal nabi Ibrahim yaitu ketika Ishaq belum lahir, mereka tidak peduli bila penambahan tersebut akan mengakibatkan kontradiksi yang serius dalam kitab mereka, Allah SWT telah menyatakan dalam al-Qur¡¦an :

    segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? QS. 2:75

    Ketika Yesus/nabi Isa as menyampaikan kabar kepada orang-orang Israel tentang akan datangnya seorang nabi terakhir dari keturunan Ismail, mereka langsung marah dan gusar yang akhirnya pada rencana pembunuhan nabi Isa as.

    Makanya setelah orang-orang Israel/ Yahudi mengetahui bahwa nabi terakhir dari bangsa Arab dan jaman akan diutusnya seorang nabi sudah dekat, mereka banyak yang pergi ke Madinah untuk menunggu datangnya nabi tersebut dengan maksud akan membunuhnya, bukan untuk mengimaninya, dan mereka mengancam masyarakat Madinah :

    Sekarang ini sudah hampir zaman seorang nabi yang diutus. Kami akan membunuh kalian bersamanya. Nasib kalian akan seperti kaum ‘Ad dari penduduk Iram Sirah Ibnu Hisyam dengan sanad Hasan

  • 3. Tigor Panggabean  |  Januari 3, 2009 at 8:37 am

    Masalah ini selalu dirubutkan dari jaman pra-sejarah.. walau tidak dicatat dalam sejarah… dua kubu selalu mempertahankan pendapatnya berdasar bukti dari sumber masing-masing.

    Dua kubu selalu bersikeras hingga mereka sendiri lupa kalau inti dari sejarah nenek moyang untuk melakukan QURBAN….. enggak jadi masalah siapa yg diqurbankan… mau Ismail, Ishak atau si Ateng namanya… itu tidak menjamin anda yg ahli kitab dan ahli quran masuk surga…. beramalah selagi masih hidup.

  • 4. Sudae  |  Januari 9, 2009 at 9:54 am

    Menurut Alkitab, TUHAN menampakkan diri kepada Abraham (Ibrahim) pada waktu berumur 99 tahun. Kita tahu Ismail lahir waktu umur Abraham 86 tahun. Pada waktu itu TUHAN mengadakan perjanjian SUNAT dengan Abraham (Kejadian 17).
    Tetapi perlu diperhatikan bahwa sebelum perjanjian itu nama Abraham sebelumnya adalah Abram (Kejadian 17: 4) dan isterinya nama sebelumnya adalah Sarai (Kejadian 17: 15).
    Jadi jika Ismail yang dikurbankan maka nama bapaknya seharusnya Abram. Judul ceritapun seharusnya adalah ABRAM MENYEMBELIH ANAKNYA YANG TUNGGAL.
    Seturut dengan itu maka peristiwa seharusnya terjadi sebelum usia Abraham 99 tahun dan masih bernama Abram dan sebelum Ismail berusia 13 Tahun (paling tinggi 12 tahun), itu karena pada waktu itu TUHAN kembali menampakkan diri kepada Abraham masih pada usia 99 tahun dimana TUHAN menjanjikan bahwa tahun depan Sara akan mempunyai anak (Kejadian 18: 10).
    Tapi agak ganjil juga kalau kita memperkirakan usia Ismail 13 tahun waktu pencobaan penyembelihan lalu TUHAN sesaat itu juga menjanjikan anak kepada Abraham.
    Peristiwa tersebut pun akan terjadi sewaktu Abraham, Ismail dan semua laki-laki di rumahnya BELUM DISUNAT.
    Yang menjadi pertanyaan adalah jika Ismail yang dikurbankan, untuk apalagi TUHAN menampakkan diri untuk menjanjikan kelahiran seorang anak. Padahal kita tahu sewaktu Abraham benar-benar tidak ada rasa ragu untuk menyembelih anaknya, TUHAN mencegahnya dan karena kepercayaannya itu ia diberkati dengan berkat yang amat sangat besar.
    Untuk apalagi kelahiran seorang anak kalau setelah peristiwa itu ada janji berkat TUHAN yang tidak terkira bagi Abraham dan otomatis itu harus melalui Ismail.
    Padahal Ismail telah diberkati TUHAN sebelumnya bahwa ia akan beranak-cucu sangat banyak, 12 orang raja-raja akan lahir dari dia dan itu benar-benar terjadi karena Ismail mempunyai 12 orang anak.
    Dengan mengambil perkiraan usia Ismail 12 tahun sebagai anak tunggal, maka ia masih sangat muda sekali karena menurut kitab suci Abraham (Abram) membebankan kayu bakar ke anaknya, apakah ia mampu? Juga anak tersebut berkata-kata cukup bijak kepada ayahnya.
    Kita tahu bahwa jaman Abraham usia manusia adalah cukup panjang lebih dari 2 kali rata2 usia manusia jaman sekarang. Itulah makanya di jaman Abraham (juga jaman Israel kuno) anak sampai usia 20-an tahun masih disebut budak (anak kecil). Menurut kitab suci, Abraham meninggal pada usia 175 tahun. Jadi usia 12 tahun adalah usia yang amat belia mungkin barangkali setara dengan anak usia 6-7 tahun jaman sekarang.

    Hal-hal ini yang membuat ada keraguan bahwa Ismail yang disembelih karena akan memaksa kita untuk menempatkan peristiwa itu terjadi sebelum adanya SUNAT, sebelum Abraham berganti nama, sebelum Sodom Gomora dihancurkan, sebelum Abraham tinggal di tanah filistin di daerah Berseba (sebelum ke filistin ia tinggal di daerah selatan Kanaan di antara Betel dan Ai). Padahal menurut kitab suci, peristiwa penyembelihan terjadi di bukit Moria di daerah berseba. Itu juga berati bahwa Abraham barangkali belum berpisah dengan keponakannya Loth (Luth).

    Tetapi kalau kita setuju bahwa Ishak yang disembelih maka akan lebih mudah menempatkan peristiwa tersebut sesuai dengan masa atau waktunya.
    Kejadian 22 tentang peristiwa itu diawali dengan tulisan “Sesudah semuanya itu” (Atau terjemahan lebih lama “Beberapa waktu kemudian”) seperti memberi informasi kepada kita bahwa ada satu periode yang cukup lama TUHAN tidak menampakkan diri kepada Abraham.
    Peristiwa ini kemungkinan sudah mendekati masa Sara meninggal dunia (Sara meninggal pada usia 120 tahun sehingga Ishak berusia 30 tahun karena ia lahir waktu umur Sara 90 tahun) dan sebelum Abraham berusia 130 tahun (mungkin berusia sekitar 120 tahun).
    Banyak kalangan meragukan kemungkinan masa ini dimana Abraham berusia 120 tahun apakah kuat menyusun kayu bakar dan mengikat anak yang sudah besar.
    Tetapi hal ini bisa dijelaskan bahwa fisik manusia jaman Abraham apalagi jaman sebelumnya jauh lebih kuat dan lebih panjang umur dibanding dengan jaman sekarang. Apalagi melihat tutup usia Beliau yang 175 tahun dan sebelum meninggal, Beliau masih mempunyai isteri ketiga bernama Ketura dan mempunyai keturunan yang kelak mewariskan ahli-ahli kitab tempat Nabi Musa belajar karena mertua Musa dari keturunan ini, maka dapat disimpulkan bahwa Abraham masih cukup kuat pada usia di sekitar 120-an tahun tersebut.

    Sementara kalau kita melihat dari sisi Al-Quran, keterangan mengenai permohonan Ibrahim akan kelahiran seorang anak sampai dengan mimpi Beliau akan adanya peristiwa tersebut, seharusnya kita baca dulu sesuai dengan bahasa aslinya, jangan ada dulu penambahan kata dalam kurung.

    Demikian. TUHAN MAHA TAHU.

  • 5. Semprul  |  Januari 14, 2009 at 3:30 am

    Ismail, Ishak? Siapa kedua orang itu? apa hubungan kedua orang itu dengan kita bangsa Indonesia? apakah mereka itu pernah berjuang untuk bangsa indonesia?

    sadarlah bangsa indonesia. untuk apa merebutkan cecunguk yang gak pernah berjasa bagi bangsa ini.

    Persetan dengan Ismail dan Ishak !!!

  • 6. jelasnggak  |  Januari 14, 2009 at 3:51 am

    @Semprul

    Kamu bilang..: Persetan dengan Ismail dan Ishak !!!

    Nah lho..

    Emangnya setan pernah berjasa apa ke indonesia..?

  • 7. tedy  |  Februari 26, 2009 at 1:32 am

    Kalo Bibel yg sekarang sih mmng sdh gak asli lg.

  • 8. mazter  |  Februari 26, 2009 at 3:33 am

    @ tedy

    tau dari mana kamu??
    jangan asal ngomong…

  • 9. Yusi  |  September 14, 2009 at 9:54 am

    Ibarat Ibrahim itu seorang raja, anak terkasihnya adalah anak yang diturunkan dari permaisuri… Sarah. Siapakah anak yang dilahirkan Sarah..? Ishak kan…!! dan Ishak menurunkan bangsa Israel….yang akhirnya menurunkan Yesus. Ini tertulis di Torat.

    Sedangkan Ismail anak Abraham dengan pembantunya yang bernama Hagar, yang dianggap bapa bagi bangsa Arab.. yang menurunkan Mohammad, adalah bukan putera mahkota..

    Saya melihat ada kecemburuan Mohammad…. karena nenek moyangnya (Ismael) bukan anak terkasih Ibrahim… tetapi itulah tertulis dalam torat, sehingga siapa yang dikorbankan …. dalam Korban Ibrahim… untuk ditulis kembali di alquran ya…ambigu.. gak berani nulis yang dikorbankan Ishak……. hehehe… Dimaklumi gimana sih rasanya tidak jadi anak terkasih….. gak enak kan..?!

  • 10. CosmicBoy  |  September 15, 2009 at 3:17 am

    @ Yusi,

    Sedangkan Ismail anak Abraham dengan pembantunya yang bernama Hagar, yang dianggap bapa bagi bangsa Arab.. yang menurunkan Mohammad, adalah bukan putera mahkota..

    ==> Good point. Gue ini tambah…jangan bilang keturunan Ismail, belum tentu lagi…bangsa Arab udah banyak campuran, bukan seperti bangsa Israel, terpelihara nasab dan juga garis keturunan memang ditulis…baca Al-Kitab. Jangan2 Muhammad itu keturunan Amaliqah, Yabusiyyah atau hehehehe

    Trims

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


RSS Belajar Islam

RSS Iman Kristen

RSS Refleksi Iman

Kategori

Tulisan Teratas

Komentar Terakhir

DANI di Muhammad Pernah Beragama …
mazterall di Muhammad Pernah Beragama …
CosmicBoy di Yesus menurut Alquran dan…
CosmicBoy di Yesus menurut Alquran dan…
CosmicBoy di Muhammad Pernah Beragama …
DANI di Muhammad Pernah Beragama …
ricky di Muhammad Pernah Beragama …
mazterall di Muhammad Pernah Beragama …
Christian's di Muhammad Pernah Beragama …
Christian's di Pindah Agama : Islam ke K…
DANI di Muhammad Pernah Beragama …
mazterall di Muhammad Pernah Beragama …
parhobass di Yesus menurut Alquran dan…
Budi Muhammad Natsir di Yesus menurut Alquran dan…
DANI di Muhammad Pernah Beragama …

Meta