Silsilah Yesus vs Isa

November 13, 2008 at 9:09 am 143 komentar

Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/

=============================================================

Seringkali umat muslim mengutip silsilah Yesus dari Alkitab untuk menunjukkan ketidakbenaran dan kesalahan Alkitab. Kalau begitu, bagaimanakah yang tepat? Tentu saja yang sesuai dengan Alquran karena merupakan kitab yang merevisi Alkitab. Kebenaran Alquran mengenai silsilah Yesus (Isa) adalah sebagai berikut:

Jika kita mengacu pada Al~Quran, maka kita akan menemukan kepastian yang sangat menakjubkan mengenai siapa sebenarnya Bunda Maria.

* Al~Quran 19:27-28
27 Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. 
28 Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzina”.

Dalam ayat Quran 19:27-28 tersebut di atas, dapat kita lihat dengan jelas bahwa Sang Nabi masih bingung dan tidak bisa membedakan antara Maria yang melahirkan Yesus dan Maria saudara perempuan Harun yang hidup pada jaman Musa. Kedua Maria tersebut hidup dalam kurun waktu yang terpaut lebih dari 1400 tahun.

* Al~Quran 66:11-12
11 Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”. 
12 Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.

Dalam ayat 66:12 jelas menyebutkan bahwa Maria adalah anak Imran (ayah Musa). Maria saudara Harun dan Musa juga. Maria juga adalah ibunda Yesus. 

* Al Quran 3:35-36
35 (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. 
36 Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”.

Dalam ayat 3:35-36 diceritakan mengenai isteri Imran (ibu Musa?) yang memberi nama anak perempuannya Maryam. Dan dalam ayat-ayat berikutnya diceritakan bahwa Maryam adalah ibunda Yesus (3:45). Bagaimana mungkin Maryam, anak Imran, yang bersaudarakan Harun dan Musa (19:28, 66:12) adalah juga Bunda Maria?

Kesimpulan Silsilah Isa versi Alquran:

1. Yesus dilahirkan oleh Maria.

2. Maria adalah anak Imran (Ayahnya Musa). Berarti Maria adalah saudaranya Musa dan Harun.

Apakah ini benar? Perhatikan kometar bergaris miring dibawah ini.

Dalam ayat 19:28, 66:12 dan 3:35 dikisahkan tentang keluarga maryam
[19:28] Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

Kenyataannya Maryam tidak memiliki satupun saudara laki2 bernama Harun. Harun adalah saudara Musa dan ia lahir 1500 tahun sebelum Maryam

[66:12] dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang ta’at.

[3:35] (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Kenyataannya Maryam tidak memiliki ayah bernama Imran.

Mari kita bandingkan dengan silsilah Yesus dari Alkitab:

Yang jelas pada pemahaman Kristen, Kitab Injil menyajikan 2 jenis silsilah. Matius mencatat silsilah dari garis Yusuf, ayah angkat Yesus Kristus dari garis Salomo anak Daud, sedangkan Lukas mencatat silsilah dari garis Maria, ibu Yesus Kristus dari garis Natan anak Daud. Silahkan baca Alkitab.

Penjelasan yang demikian rinci dan jernih, contohnya:

Ruth 4:18-22 1 Tawarikh 3 Matius 1 Lukas 3 
Abraham Abraham 
Ishak Ishak 
Yakub Yakub 
Yehuda Yehuda 
Peres Peres Peres 
Hezron Hezron Hezron 
Ram Ram Arni (Ram) 
Admin 
Aminadab Aminadab Aminadab 
Nahason Nahason Nahason 
Salmon Salmon Salmon 
Boas Boas Boas 
Obed Obed Obed 
Isai Isai Isai 
Daud Daud Daud Daud 
Salomo Salomo Natan 
Rehabeam Rehabeam Matata 
Abia Abia Mina 
Asa Asa Melea 
Yosafat Yosafat Elyakim 
Yoram Yoram Yonam 
Ahazia Uzia Yusuf 
Yoas Yehuda 
Amazia Simeon 
Azarya Lewi 
Yotam Yotam Matat 
Ahas Ahas Yorim 
Hizkia Hizkia Eliezer 
Manasye Manasye Yesua 
Amon Amon Er 
Yosia Yosia Elmadam 
Yoyakim Kosam 
Yekhonya Yekhonya Adi 
Malkhi 
Neri 
Pedaya Sealtiel Sealtiel 
Zerubabel Zerubabel Zerubabel 
Abihud Resa 
Elyakim Yohanan 
Azor Yoda 
Zadok Yosekh 
Akhim Simei 
Eliud Matica 
Eleazer Maat 
Nagai 
Hesli 
Nahum 
Amos 
Matica 
Yusuf 
Yanai 
Malkhi 
Lewi 
Matan Matat 
Yakub Eli 
Yusuf Yusuf 
Yesus Yesus 

Wah…, demikian jernih dan jelas. Manakah yang akurat, Alquran atau Alkitab mengenai sejarah Yesus? Gunakan pikiran anda dengan sebaik-baiknya.

Kalau kita memperhatikan sejarah, maka secara gamblang dan jernih, semua umat setuju, Musa hidup sekitar abad 14-15 BC (sebelum masehi). Berarti ada selisih antara Musa dengan Maria sejauh 1500 tahun.

Maria berbeda umur 1500 tahun dengan musa, sebagai saudaranya? Apakah ayah mereka bisa hidup selama itu untuk menikahi ibunya Maria?

Apakah Alquran dapat dipercaya?

Entry filed under: Yesus. Tags: , , .

Ismail vs Ishak : Komentar-2 Bumi: Bulat vs Datar

143 Komentar Add your own

  • 1. Animemymouse  |  November 13, 2008 pada 10:19 am

    Katanya Nabi Muhammad masih saudara sama Yesus….???

    Piye to mas………..

  • 2. balerina  |  November 14, 2008 pada 2:47 am

    kristiani,

    Dikatakan bahwa silsilah Matius adalah dari pihak Yusuf dan silsilah Lukas dari pihak Maria. Yang akan saya tanyakan apakah itu memang benar silsilah Yesus atau silsilah Yusuf atau Maria dan apakah silsilah itu memenuhi nubuat nubuat yang dikatakan oleh PL terhadap diri Yesus.

    Mengenai “Istri Imran” dan “Saudra Harun” bukanlah menunjukkan bahwa ibu Maria adalah isteri dari Imran yang hidup ribuan tahun lalu, tapi menyebutkan bahwa ia adalah istri dari keluarga Imran. Demikian juga dengan sebutan “Saudara Harun” bukanlah ibu Maria adalah Harun yang hidup ribuan tahun lalu. Bahwa Harun adalah anak dari Imran, maka sebutan “Saudara Harun* dapat ditujukan kepada setiap keturunan Imran.

    Dalam Al Kitab disebutkan “Hai Yusuf Anak Daud” itu tidak menunjukkan Yusuf itu anak Daud yang hidup ribuan tahun lalu, tapi Yusuf keturunan Daud.

    Dalam ayat di Al Kitab (saya lupa ayatnya) yang mengatakan bahwa Zakaria (dari golongan Abia) yang mempunyai istri dari keluarga Harun dan menyebutkan pula bahwa istri Zakaria adalah sanaknya Maria.

    Kalau melihat baik ayat yang di Al Qur’an maupun ayat yang ada di Al Kitab (Zakaria), dapat disimpulkan bahwa Maria adalah keturunan Imran dan bukanlah keturunan Daud.

    Kalau dinyatakan oleh Silsilah Matius bahwa *Tidaklah Yesus berhibungan badan dengan Maria sebelum Yesus lahir. Maka berarti pula Yesus bukanlah keturunan Daud seperti nubuat nubuat terhadap Yesus.

  • 3. balerina  |  November 14, 2008 pada 2:50 am

    ralat :

    *Tidaklah Yesus berhubungan badan dst……* yang benar adalah *Tidaklah Yusuf berhubungan badan dst……” maff atas kekeliruan tsb.

  • 4. imankristen  |  November 14, 2008 pada 8:27 am

    Maria tidak pernah punya ayah bernama imran.

    Konsep “anak” adalah konsep Alkitab, bukan konsep Alquran. Bisa kasih tahu konsep “anak” di Alquran?

    “anak” mengarah kepada anak kandung dan “garis keturunan”, ini adalah cara penulisan Alkitab. Bukan cara penulisan Alquran.

    Tidak ada satupun ditulis: Daud ayahnya Yesus, Musa dan Harun saudaranya Yesus, karena mereka bersaudara. Tidak pernah Alkitab tuliskan seperti itu. Adakah Alkitab menuliskan Maria punya saudara Harun? Tidak pernah.

    Penulisan anak merupakan konsep “garis keturunan” dan di “terjemahkan” dengan menuliskan alur dari Daud hingga ke Yesus. Jelas sekali.

    Jelas sekali silsilah Alkitab itu, tetapi Alquran sangat kacau balau.

    Kenapa kacau balau?

    Karena Muhammad tidak cukup “otaknya” untuk menghapal Alkitab sehingga hanya mampu menghapal seperti yang mampu dihapalnya saat itu.

    Buktinya: Tidak ada seorangpun didunia ini termasuk orang islam (yang katanya pintar hapal kitab) yang mampu menghapal Alkitab. Tidak seorangpun, termasuk Muhammad.
    Muhammad hanya mampu hapal sebagian kecil saja dari Alkitab dengan cara comot sana dan sini. Maka jadilah hapalan kitab yang disebut Alquran saat itu yang sudah hilang entah kemana (sudah dibakar).

    Bisa tuliskan ayat yang menyatakan nama Imran sebagai ayah Maria di dalam Alkitab?

    He he he…., yang namanya sudah jelas-jelas ditulis di Alkitab anda menolaknya, sedangkan nama yang tidak ada dituliskan di Alkitab anda katakan itu ada. Wah…, anda pintar tulis dongeng ya?

    Salam.

  • 5. balerina  |  November 14, 2008 pada 11:00 am

    Imankristen,

    Kapan saya mengatakan bahwa ayahnya Maria adalah Imran. Yang saya katakan bahwa ayah Maria adalah keturunan Imran.

    Dalam Matius 1 :20 dikatakan “Yusuf anak Daud” bukanlah bapaknya Yusuf adalah Daud, tapi Yusuf adalah keturunan Daud.

    Atau

    Matius 1:1 dikatakan : Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. = Bukanlah dikatakan Yesus itu adalah anak Daud atau anak Abraham, tapi Yesus adalah keturunan Daud.

    Masih banyak ayat ayat yang seperti itu, seperti Matius 9:27 ; Matius 12:23

    Kamu sudah kacau sekali. Saya tidak pernah mengatakan bahwa Daud ayahnya Yesus, Musa dan Harun saudaranya Yesus .

    Cobalah sekali lagi anda melancong melihat Kitab Zakaria yang menceritkan Elizabeth dan Maria. Disitu tidak dikatakan bahwa ayah Maria adalah Imran. Tapi Elizabeth adalah keluarga/keturunan Harun, sedang Elizabeth sanak/saudaranya Maria.

  • 6. imankristen  |  November 14, 2008 pada 11:12 am

    Begini ya jeng… (anda wanita ya?)

    Konsep anak sebagai “keturunan” itu “ditafsirkan” setelah ada “urutan yang jelas” mengenai silsilah Yesus.

    Kalau tidak ada urutan silsilah Yesus, bagaimana anda menafsirkan Yesus anak Daud itu?

    Anda mengerti?

    Elisabeth memang saudaranya Maria, mereka “selevel” dan hidup pada satu jaman.

    Salam.

    Pesan: Konsep “anak” itu adalah konsep dan cara penulisan Alkitab, bukan Alquran.
    Alkitab jelas sekali menuliskan silsilah Yesus, sedangkan Alquran… he he he… ngawurrrrr

  • 7. balerina  |  November 14, 2008 pada 1:03 pm

    kristiani,

    ***Elizabeth memang saudaranya Maria, mereka “selevel” dan hidup pada satu zaman.*

    Begini ya Mas…..(anda pria ya?)

    Terlihat kamu hanya membaca tanpa menyelemi apa yang ada dibalik itu. Ya selevel anak kecillah (sekolah minggu).

    Kamu juga tidak mempermasaalahkan ketika saya menyebut kitab Zakaria, kamu tidak memeriksanya, apakah apa yang saya tuliskan itu benar atau salah. Sekali lagi menunjukkan disamping hanya membaca, kamu juga tidak kritis.

  • 8. imankristen  |  November 14, 2008 pada 10:19 pm

    Wah…, Balerina…

    Maaf ya…, saya rasa kita tidak selevel untuk diskusi. Saya tidak akan menjawab yang ini.

    Percayalah…, pengetahuan anda akan Alkitab sangat jauh dari saya yang sudah sejak kecil mempelajarinya.

    Anda saya minta baca Alkitab-nya dan jangan hanya dengar dongeng-dongeng yang tidak karuan, anda tidak mau.

    Coba baca kitab Zakharia, anda akan tahu kitab itu berisikan narasi atau berupa penglihatan?
    Kalau anda beli Alkitab di Gramedia, buka kitab Zakharia, maka pada atas kitab tersebut jelas sekali tertulis: Fasal 1-8 Penglihatan-penglihatan.

    Bedakan cara menafsirkan Injil, Narasil, Penglihatan/Wahyu, Puisi dan sebagainya. Mereka punya cara penafsiran yang berbeda-beda.

    Apakah anda mau kita diskusi Alquran dengan cara saya comot-comot seperti cara anda? Anda pasti mengatakan saya demikian bodoh, hanya comot-comot 1-2 ayat dari tempat yang berbeda di Alquran tanpa melihat konteksnya. Demikian juga dengan saya.

    Darimana saya tahu mereka selevel? Bukan dari kitab Zakharia, karena disana tidak jelas diberitahukan. Informasi itu ada di kitab injil.

    He he he…., senang diskusi dengan anda, saya suka ketawa-ketiwi… hi hi hi…
    Lucunya…, saya sangat tahu isi Alkitab, sedangkan anda sepertinya tidak punya Alkitab dan pernah baca Alkitab, hanya baca dongeng-dongeng, kemudian anda “mengklaim” bahwa saya tidak mengerti Alkitab berbeda dengan anda yang sangat memahaminya…

    He he he…, maaf ya…, anda tidak “selevel” diskusi dengan saya. Saya bimbing anda untuk baca kitab tersebut, anda tidak pernah mau. Maunya hanya comot sana dan sini sesuai dongeng yang anda baca.

    Maaf…, anda tidak layak saya layani, kecuali anda mau membaca pasal atau kitab yang anda tanyakan pada saya. Baru kita bisa berdiskusi lagi.

    Mau diskusi dilanjutkan?
    Baca keseluruhan kitab Zhakaria.
    Baca kitab injil Lukas pasal 1.
    Baca “keseluruhan” jangan “sepotong-sepotong”.

    Disitu anda akan mengerti argumentasi saya dan dongeng yang anda pahami itu tidak ada dasarnya.

    Salam.

    Pesan: Saya heran sekali, kenapa orang Islam Malaysia lebih bodoh dari orang Islam Indonesia dalam membaca Alkitab ya? Saya sungguh tidak mengerti. Kalau dengan Islam Indonesia, mereka bisa baca Alkitab dengan baik. Mungkin orang Islam Malaysia lebih “dekat” ke sifat nabi…, yaitu “buta baca dan tulis” (maaf dengan fakta sejarah ini).

  • 9. balerina  |  November 15, 2008 pada 2:05 am

    imankristen,

    Kamu lihat postingan no.7, saya katakan bahwa kamu tidak memeriksa apakah tulisan saya mengenai kitab Zakaria itu benar atau salah. Memang penyebutan mengenai kedua ayat itu terdapat dalam kitab Zakaria sengaja saya tampilkan untuk melihat apakah kamu dengan benar membaca alkitab. Ternyata postingan kamu no.6 tidak menunjukkan kearah itu.

    Ayat yang menyebutkan Elizabeth adalah sanak Maria terdapat dalam injil tepatnya pada Injil Lukas. Tak usahlah saya sebutkan pasalnya.

  • 10. imankristen  |  November 15, 2008 pada 3:14 am

    Perhatikan tulisan anda pada bagian terakhir di 3#balerina,
    “Cobalah sekali lagi anda melancong melihat Kitab Zakaria yang menceritkan Elizabeth dan Maria. Disitu tidak dikatakan bahwa ayah Maria adalah Imran. Tapi Elizabeth adalah keluarga/keturunan Harun, sedang Elizabeth sanak/saudaranya Maria.”

    Anda lagi bicara apa sih? Tulis sana dan sini yang tidak mengarah pada diskusi.

    Silsilah Jesus jelas sekali, sedangkan silsilah Isa, salah kaprah. Coba pelajari ayat Alquran diatas mengenai Maryam ibunya Isa.

    Memang Alquran itu bertentangan satu dengan lainnya. Tidak ada namanya Imran.

    Siapa Imran dalam silsilah Yesus maupun Elisabeth?
    Apakah pernah muncul dalam sejarah?
    Imran itu hanyalah dongeng Muhammad saja. Manusia khayalan atau ilusi dari Muhammad ketika berada di goa Hira.

    Aneh memang Alquran.

    Sudahlah Balerina, mempelajari sebuah buku itu tinggal baca saja dengan sederhana, langsung tahu arti dan maksudnya.

    Salam.

  • 11. balerina  |  November 15, 2008 pada 3:32 am

    imankristen,

    Mengenai kami dianjurkan melancong ke Zakaria, kiranya kembali kamu harus melihat post saya No. 9. Kalau kamu tidak dapat enangkap inti yang saya sampaikan pada pot no. 6 dan 9, ya itu karena kamu masih kecil (sekolah minggu)

  • 12. balerina  |  November 15, 2008 pada 3:48 am

    imankristen,

    Kamu katakan tidak ada nama Imran.

    Nama Imran dalam al kitab disebut Amran dapat kamu temui di Keluaran 6:20 (6-9). = Imran adalah bapak dari Harun dan Musa. Sekali lagi kamu tidak cermat membaca Al Kitab.

    Memang benar nama Imram (Amran) tidak terdapat dalam silsilah Yesus, karena yang ada disana (Matius) adalah silsilahnya Yusuf . Dan Imran juga tidak terdapat dalam Silsilah Lukas, karena itu bukanlah diambil dari bagian Maria.

    Hayo, siapa yang Malaysia atau kamu yang pintar membaca Al Kitab.

  • 13. imankristen  |  November 15, 2008 pada 3:56 am

    Lho begini ya…

    Saya tidak percaya yang namanya Isa.
    Saya tidak percaya yang namanya Maryam.
    Saya tidak percaya yang namanya Imran.
    Kalau Musa dan Harun, ada tertulis di Alkitab.

    Lihat nih dongengnya Muhammad:

    * Al Quran 3:35-36
    35 (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
    36 Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”.

    Jelas sekali Maryam itu anak kandung Imran (Menurut dongengnya Muhammad).

    Salam.

  • 14. balerina  |  November 15, 2008 pada 4:06 am

    imankristen,

    Dalam Al Qur’an memang tidak ada silsilah Yesus/Isa. karena dia lahir tanpa adanya hubungan antara laki laki dan waniya. Pada masyarakat Semit, keturunan diambil dari pihak Bapak dan bukan dari pihak ibu. Dan adalah aneh bila Matius dan Lukas memberikan silsilah Yesus , sedang terang terangan dikatakan bahwa “tidaklah Yusuf bersetubuh dengan Maria sebelum Yesus lahir.

    Hayo, siapa yang ngaco dan menghayal, Al Qur’an atau Al Kitab?

  • 15. imankristen  |  November 15, 2008 pada 4:56 am

    He he he….

    Anda ini ada-ada saja….

    Katanya Yesus bukan Allah? Kalau manusia biasa dan bukan Tuhan, pernyataan anda itu kurang tepat.

    Apakah anda menyetujui Yesus itu Allah yang berinkarnasi mengambil rupa manusia?

    Kalau setuju, baru pertanyaan anda diatas di 14#Balerina dapat anda berikan, baru kemudian saya respon.

    Salam.

  • 16. balerina  |  November 15, 2008 pada 5:09 am

    Imankristen,

    Terima kasih kamu sudah memberikan Surah Ali Imran ayat 35 – 36.
    Ada baiknya kamu juga bergerak keatas membaca ayat 33 dan 34.

    Ali Imran : 33
    * Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing masing)*

    Ali Imran 34
    sebagai satu keturunan yang sebagaimana keturunan dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui*

    Ayat tersebut menceritakan tentang keluarga Imran dan keturunannya.

    Kembali pada ayat 35 menyatakan bahwa “istri Imran” bukanlah menyatakan Imran terrsebut adalah Imran yang hidup ribuan tahun lalu., Imran disini menyatakan bahwa suami ibunya Maria adalah keturunan dari keluarga Imran. Dan ini menunjukkan bahwa Maria berasal dari keturunan orang orang terkemuka sebagaimana disebutkan pada ayat 33 dan 34.

    Boleh jadi nama suaminya ibunya Maria adalah Imran juga.
    Hal itu biasa. Pada masa sekarang ini, banyak nama yang mengambil dari nama yang ada di Al Qur’an ataupun Al Kitab

    Nama Muhammad tidaklah dan bukan berarti dia adalah Nabi Muhammad uang hidup ribuan tahu lalu.

    Nama Ibrahim tidaklah dan bukan berarti dia adalah Ibrahim yang disebutkan dalam Al Qur’an atau Al Kitab yang hidup ribuan tahu lalu..

    Demikian juga dengan nama Yahya, Solomon, Daud, Yesus, Maria, Elizabeth, Ismail, Ishak tidaklah menunjukkan bahwa mereka itu adalah orang orang yang terdapat dalam Al Qur’an dan Al Kitab.

  • 17. balerina  |  November 15, 2008 pada 5:15 am

    iman kristen,

    Siapa yang mengatakan bahwa Yesus itu Allah. Jangan GR lah.

    Kembali kamu memaksakan kata *kalau setuju* sebelum kamu memberikan response. Satu penyakit menular yang dapat saya baca pada blog Agamaku.

  • 18. Serigala Bijak  |  November 16, 2008 pada 12:22 am

    Yesus di utus hanya untuk bani Israel

    Injil Matius 15:24
    “Aku diutus HANYA kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

    Injil Matius 10:2-4
    Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

    Injil Matius 10:5-6
    Ke duabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil.

    Injil Matius 19:28
    . sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

    Jadi Yesus hanya menghakimi orang-orang dari Israel saja, Yesus tidak bertanggung jawab terhadap orang-orang non Israel di seluruh dunia ini.

    Menurut Alkitab, hanya 144.000 orang yang akan masuk syurga :

    Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Wahyu 7:4

    Dari 144.000 orang yang dijamin masuk syurga tersebut adalah dari dua belas suku Israel yang masing-masing suku mendapat jatah 12.000 :

    Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan,
    dari suku Ruben dua belas ribu,
    dari suku Gad dua belas ribu,
    dari suku Asyer dua belas ribu,
    dari suku Naftali dua belas ribu,
    dari suku Manasye dua belas ribu,
    dari suku Simeon dua belas ribu,
    dari suku Lewi dua belas ribu,
    dari suku Isakhar dua belas ribu,
    dari suku Zebulon dua belas ribu,
    dari suku Yusuf dua belas ribu,
    dari suku Benyamin dua belas ribu. Wahyu 7:5-8

    Dua belas suku Israel tersebut adalah definisi secara lahiriah, memang betul-betul orang Israel secara fisik, bukan Israel secara Rohani. Jadi menurut ayat tersebut, orang-orang non Israel tidak ada jaminan masuk syurga. Dalam ayat yang lain disebutkan bahwa pintu syurga yang tersedia, sudah tertulis nama-nama suku Israel :

    Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua be-las malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel, Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Wahyu 21:12-13

    Untuk orang-orang non Israel, Amerika, Cina, Indonesia, dan lain sebagainya, Alkitab tidak menyebutkan adanya pintu syurga bagi mereka. Tentu untuk masuk syurga, haruslah dengan dalil yang bersumber dari yang menciptakan syurga itu sendiri.

    Alkitab justru memberikan keterangan seba-liknya, bahwa Yesus diutus hanya untuk menye-lamatkan orang-orang Israel saja :

    Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Kisah Para Rasul 13:23

    Dalil-dalil alkitab ini, sungguh bertentangan dengan kenyataan agama Kristen yang menyebar keseluruh dunia, menurut ayat-ayat Alkitab tersebut di atas, Yesus tidak akan menerima iman dari orang-orang non Israel, artinya iman-iman orang Kristen seluruh dunia, akan tertolak dengan sendirinya oleh Yesus.

  • 19. Serigala Bijak  |  November 16, 2008 pada 4:13 am

    Sudahkah rekan-2 Nasrani, benar-benar mengikuti ajaran Yesus

    Yesus Disunat,
    Yang tidak sunat bukan pengikut Yesus tapi Paulus, Paulus melarang bersunat.

    Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)

    Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:10-11)

    Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12) , (Kejadian 17:13), (Kejadian 17:14)

    Ancaman bagi Yang Tidak Sunat
    “ Dan orang yang tidak disunat , yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” (Kej 17:14)

    Ajaran Yesus : Tidak ada dosa waris.
    Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)

    Ajaran Yesus : meninggal dunia dibungkus kain kafan tidak pake baju mewah apalagi pake jas

    Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, (Matius 27:59)

    Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40)

    Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum rajam (melempar batu)

    Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu (Yesus) tentang hal itu?” (Yohanes 8:5)

    Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7).

    Ajaran Yesus : Menerapkah hukum Qisash (nyawa bayar nyawa)

    Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Matius 5:38)

    mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki (Keluaran 21:24)

    patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. (Imamat 24:20)

    Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.” (Ulangan 19:21)

  • 20. imankristen  |  November 16, 2008 pada 5:28 am

    @ serigala bijak

    He he he….,

    Yesus disunat untuk menggenapkan “Hukum Taurat”.

    Setelah membayar lunas “kutuk taurat” di atas kayu salib, maka setiap orang kristen sudah lepas dari “Kutuk Taurat”.

    Sunat jasmani tidak diberlakukan lagi, sekarang yang ada sunat rohani (melalui pekerjaan Roh Kudus). Sunat Rohani adalah “kelahiran baru”.

    Mengenai pertanyaan anda selanjutnya, kutipan ayat yang anda ambil dari Perjanjian Baru, jawabannya ada pada ayat-ayat sebelum dan selanjutnya.

    Silahkan baca dalam 1 perikop, yang anda tanya sudah ada disana juga jawabannya.

    Salam.

  • 21. balerina  |  November 16, 2008 pada 1:10 pm

    kristiani,

    Mengenai sunat, saya menemukan 2 ayat di dua injil yang tidak sama maksudnya.

    1. Ayat yang mengatakan bahwa setelah disunat Yesus dibawah ke Nazaret dam hidup disana sampai dewasa.

    2. Ayat lain mengatakan bahwa setelah 3 raja berlalu, Yusuf mendapat perintah untuk membawa Yesus ke Mesir dan hidup disana untuk beberapa tahun dan baru kembali ke Nazaret setelah Herodes Mati.

    Mana yang benar diantara itu, karena kejadiannya adalah pada masa Yesus masih bayi.

  • 22. imankristen  |  November 16, 2008 pada 1:24 pm

    Dalam Tradisi Yahudi, sunat selalu dilakukan pada hari ke-8. Tidak boleh sebelum dan sesudahnya.

    Penyelidikan kedokteran abad ke-20 membuktikan pada hari ke-8, maka terjadi “pengentalan” darah, sehingga darah yang keluar sangat sedikit pada hari ke-8 tersebut. Berbeda dengan hari sebelum dan sesudahnya.

    Tentu dengan obat-obatan masa kini, sunat hari ke-8, bisa bergeser. Tapi pada jaman dulu belum ada obat yang secanggih sekarang.

    Mengenai sejarah Yesus, mohon maaf, saya tidak sempat periksa detailnya di buku referensi. Banyak buku menuliskan hal itu.

    Saya tidak melihat korelasinya dengan apa yang ingin anda tanyakan. Yang jelas, Yesus kembali ke Nasaret, disana dia dibesarkan.

    Salam.

  • 23. balerina  |  November 16, 2008 pada 2:53 pm

    Kalau ada dua pernyataan atas keberadaan sesorang pada waktu yang sama seperti masa bayi Yesus, tapi diberitakan secara berbeda mengenai keberadaannya. Apakah kedua berita tersebut dapat dikatakan benar semuanya, atau salah satu mesti salah, atau kedua duanya adalah berita yang salah.

  • 24. balerina  |  November 16, 2008 pada 3:53 pm

    Atau seseorang yang mengaku/memberikan alibi secara berbeda pada waktu, katakanlah peristiwa pembunuhan, mana yang dianggap sebagai pengakuan yang benar. Salah satu mesti bohong atau kedua keduanya adalah kebohongan.

  • 25. Animemymouse  |  November 16, 2008 pada 3:57 pm

    @balerina

    ***Keluarkan senjata pamungkas****

    Kita kembalikan kepada si amin eh si iman……heheheheee

  • 26. Death Magnetic  |  November 17, 2008 pada 4:44 am

    Yesus dan Nabi isa a.s adalah orang yang sama

  • 27. MahmudShah  |  November 17, 2008 pada 7:32 am

    Setuju dengan Death Magnetic. Wah! blog yang bagus nih. Terima kasih kerana mewar-warkan blog yg penuh kekeliruan ini. Tanggungjawab serta amanah ita juga untuk memperbetulkan keadaan seperti ini.

    Salam Tuan Punya Blog, Imankristen. Semoga anda diberi petunjuk Illahi. Salam perkenalan jua buat semuanya. Sesungguhnya:

    “Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan Nabi Muhammad itu pesuruh Allah”

    …di mana ada aku, di situ ada DIA…

  • 28. NURIKANTI  |  November 20, 2008 pada 10:33 am

    Maaf Death Magnetic dan MahmudShah, Yesus dan Nabi Isa A.S adalah 2 orang yang beda. Yesus adalah salah satu pengikut nabi Isa A.S. yang membelot yang kemudian meninggal di tiang Salib tetapi kalau Nabi Isa A.S. adalah salah satu Rasul Allah yang tidak meninggal dan diangkat ke langit untuk diturunkan kembali di hari akhir.

  • 29. k0meng  |  November 21, 2008 pada 3:21 am

    Weleh-weleh, dari dua kubu ini, sama-sama keliru menafsirkan ajaran yang lain. Dari dua kubu ini sama-sama cari kesalahan kata verbal yang tertulis secara ambigu, tidak mau lihat penafsiran secara mendalam dan di balik kata-kata yang tersirat tersebut.

    @balerina & iman Kristen

    Di awal saya setuju dengan Balerina kata anak dalam alquran dan alkitab-pun sering kali mengacu pada kata “keturunan”. contoh anak Daud ==> keturunan Daud, anak K0meng ya keturunan k0meng. bukan anak secara harafiah. Dilain pihak Emang dalam memberitakan silsilah, saya akui Alkitab lebih unggul, sangat cermat, disini kata “anak” berarti keturunan langsung. Tolong bedakan dalam menafsirkan, gak bisa main hitam-putih secara kaku gitu lho. Ayo go to sekolah minggu lagi Bung Iman Kristen, ini khan pelajaran sekolah minggu untuk anak TK. (jangan tersinggung)
    Diakhir perdebatan, saya cenderung tidak setuju dengan miss Balerina. “Dimana dalam injil yang berbeda terdapat cerita tentang keberadaan Yesus yang tidak sama.” Bukan seperti itu.
    Sebelumnya mohon dicerna cerita saya; pagi ini saya makan roti, lalu minum susu, lalu pipis dulu kekamar mandi dan jam 7 tepat saya berangkat kerja ke kantor, sampai di kantor pukul delapan” Kata Istri saya” Pagi ini suami saya makan roti lalu pergi ngantor” kata anak saya” Habis Bapak makan roti lalu minum susu” Lah lalu cerita Istri dan Anak benar yang mana? apakah saya 2 orang yang berbeda? apakah saya bisa muncul melakukan kegiatan yang berbeda pada dua kejadian dan tempat yang berbeda?
    Sudah paham khan , saya yakin Anda orang yang bijaksana dan pandai, jangan terpancing emosi Bung Iman Kristen. Telaahlah cerita saya dengan bijak dan netral.

    Buat bung Iman Kristen, perdebatan jadi panjang karena kesalahan dan keangkuhan diri Anda, lawan bicara anda akan cenderung membalas keangkuhan anda dengan keangkuhannya pula. Mencari kesalahan dengan mencari kesalahan pula. Menyesatkan dengan menyesatkan pula.
    Mohon direfleksikan sendiri.
    Jika memang Anda pengikut Yesus Kristus, jangan malah menjatuhkan Ke-Agungan Pribadi Kristus dengan bertindak seperti ini. Ingatlah bagaimana Kristus akan menyikapi hal ini, jangan gigi balas gigi, kepala balas kepala, tetapi berikan kasihmu bahkan kepada musuhmu, Kasihilah musuhmu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri! jika kamu tidak mampu melakukannya, apabedanya kamu dengan manusia berdosa lainya / musuhmu yang dapat mengasihi saudaranya sendiri. Apa lebihnya kamu sebagi pengikut Kristus yang harus mampu “memikul salib” (menerima beban penderitaan dunia karena mengikuti ajaran Ilahi) bersamaNya jika kamu belum mampu mengasihi musuhmu?

    @serigala bijak
    anda benar serigala adanya he he he…

    ini tulisan anda;”Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum rajam (melempar batu)”
    Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7).

    Dalam kasus ini, Nabi Isa berkata kepada massa yang ingin menghajar perempuan itu dengan rajam batu. Nabi Isa mengetuk hati setiap manusia yang ingin menghukum wanita itu, “Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
    Hayo siapa yang tidak berdosa selain Allah? manusia mana sih? kalau ada barulah dia boleh melempar batu pertama kali. Lha Allah (yang tak berdosa) aja gak menjatuhkan hukuman saat itu juga kok, kok hebatnya manusia yang berdosa menghukum sesamanya yang berdosa, belum tentu yang menghukum malah dosanya lebih berat weleh-weleh-weleh.
    Jikalau saat itu nabi Isa berkata jangan dirajam, maka massa yang berotak tumpul malah melakukan hal sebaliknya, karena dengki dan dosa dalam hati akan menggerakkan mereka untuk segera merajam wanita itu, tetapi dengan pernyataan Nabi Isa tersebut, maka terketuklah suara hati / suara roh dalam diri orang-orang itu untuk mau menggampuni sesamanya karena merekapun sama memiliki dosa dan secara psikologis juga ingin diampuni dosanya. Setelah itu satu persatu massa meninggalkan tempat itu karena mereka merasa juga memiliki dosa.

    Memang nabi Isa tidak pernah membatalkan hukum rajam secara langsung, tetapi nabi Isa menawarkan Indahnya suatu Pengampunan bagi sesama manusia. Kasih akan menggantikan dendam dan dengki. Kasih akan memulihkan Dosa yang telah mengikat hati manusia dalam bentuk suatu pengampunan terhadap manusia itu sendiri. Kasih akan memulihkan hati nurani manusia.

    Semoga kita bersama dapat saling mengasihi.

  • 30. NURIKANTI  |  November 21, 2008 pada 3:32 am

    Setuju euy sama Mas Komeng. Indahnya dunia bila orang yang berbeda warna berbaur menjadi satu. Dan menghindari perpecahan akibat fitnah. Orang-orang seperti ImanKristen bisa menyebabkan permusuhan & kebencian. Apakah Iman Kristen lebih baik dari semua orang Muslim di dunia ini?

  • 31. balerina  |  November 21, 2008 pada 10:06 am

    KOmeng,

    Cerita mengenai aktifitas anda dipagi hari lengkap sudah anda ungkapkan, tapi aktifitas anda tidak secara lengkap dilihat oleh anak dan istri anda. Mereka hanya melihat sebagian dari aktifitas anda. Memang kalau melihat kasus tersebut tidak ada adaya 2 KOmeng disana. Hanya pelaporan yang tidak lengkap terjadi.

    Pada peristiwa bayi Yesus ada yang dibawa lari ke Mesir dan ada yang dibawa ke Nazaret setelah disunatkan dalam usia 8 hari. Kedua berita itu terjadi pada masa bayi Yesus. Kedua penulis yang katanya mendapat bimbingan roh kudus, menceritakannya secara berbeda. Jauh dari kesan yang terdapat dalam peristiwa aktifitas anda dipagi hari.

    Dapat dimisalkan, ada yang memberitahu istri anda bahwa dia melihat anda pada hari Kamis jam 12.00 sedang memasuki kantor Bank Indonesia di Jalan Thamrin. Kemudian teman istri anda yang lain memberitahukan pada hari dan Jam yang sama, dia melihat anda sedang makan makan bersama kawannya di bilangan Bintaro. Mana kabar yang benar diantara keduanya.
    Salah satu mesti salah atau keduanya salah. TIdak dapat dibenarkan semua adalah benar.

    Maaf ini bukan sebuah templakan buat anda, saya hanya ingin melengkapi argumen saya mengenai hal tersebut.

    Akhir kata, saya setuju dengan kalimat “Semoga kita bersama dapat saling mengasihi”

  • 32. k0meng  |  November 24, 2008 pada 2:52 am

    @balerina
    nah itu dia alasannya, jam dan hari juga gak dikatakan bukan di alkitab, jadi menurut saya juga kisah ini kurang lengkap, Jesus dari umur 12 tahun hingga 30 tahun aja gak diceritakan lho.

    Kronologisnya, Jesus lahir di nasaret, umur 8 hari disunat, kemudian dibawa lari dari nasaret ke mesir dari pembantaian bayi-bayi oleh Raja Herodes. baca lagi secara lengkap di Injil. Ingat jumlah Injil ada 4, terdiri dari empat orang penulis yang berbeda.
    Penulisan akan terpengaruh dari cara pandang pribadi masing-masing dari cara berceritanya, ada yang nelayan ada yang dokter, tentu pengungkapan dan titik berat cerita akan berbeda. kalu mau gambaran yang utuh memang harus di lihat dari keempat cara pandang ini, bagaimanapun juga yang penting di sini bukan cerita sejarah Jesus, tetapi masalah ajaran hidup mengenai kasih yang diungkapkan dengan keempat injil dan cara penuturan yang berbeda ini.

    Nice to argument with You. saya berbahagia biasa bertukar pendapat dengan orang yang menganalis suatu masalah dengan jujur (bukan debat yang saling menjatuhkan)

  • 33. k0meng  |  November 24, 2008 pada 2:58 am

    @Balerina
    soory salah tulis, maksudnya Lahir di Betlehem, disunat setelah 8 hari, dibawa lari ke negri Mesir karena terjadi pembantai bayi-bayi di Betlehem oleh raja Herodes, kemudian baru dibawa ke Nasaret.

    Mohon yang beragama nasrani mau mengkoreksi…..jika terjadi kesalahan tulisan saya ini.

  • 34. soldier of God  |  November 24, 2008 pada 3:21 am

    Sekali YESUS…TETAP YESUS…Dia tidak pernah mengajarkan KEKERASAN….HANYA AGAMA YANG TIDAK BENAR YANG MENGAJARKAN UNTUK MEMBUNUH…MENGEBOM ORANG YG TDK BERSALAH…MEMBANTAI ORANG LAIN…Hanya begitulah ajaran dari nabimu yang kamu agung2 kan itu ????
    Belum ada ceritanya atau beritanya org Kristen mengebom org Islam …karena kami diajarkan ajaran yang benar yaitu KASIH…KASIH…DAN KASIH….
    Yah gimana ya…kami adalah keturunan dari istri sah ABRAHAM/ ABRAM….bukan keturunan ANAK GUNDIK (ISMAIL) seperti anda2 ……..

  • 35. k0meng  |  November 24, 2008 pada 3:39 am

    @ ^
    Jesus mengajarkan Kasih, Kristen tidak mengajarkan adanya peperangan, maka dari itu kristen tidak membutuhkan tentara (soldier of God). Jadi tentara Tuhan (soldier of God) bukan anggota Kristen. Gak perlu diacuhkan Org diatas.

    Tuhan Jesus juga tidak mengajarkan untuk memaki-maki musuh, apalagi SAUDARA yang lain walau tidak se-Iman. Kalau Anda memang murid Jesus, gak perlu berbicara kasar seperti itu. Anda justru batu sandungan bagi teman-teman kristiani yang lain. Anda sama saja dengan orang yang Anda cemooh. Anda mungkin sudah membuat penderitaan Jesus Christ di kayu salib percuma. Anda akan menyakiti hati Kudus Jesus yang kau anggap Tuhanmu itu.

    Buat Om “Soldier of God”,Jangan membalas bila kau ditampar pipi kirimu, tapi berikanlah pipi kananmu.
    Kamu dari Kristen golongan apa sih? kok ayat sederhana ini aja dilanggar.

  • 36. anis  |  November 24, 2008 pada 9:40 am

    @ soldier of God

    Itu khan menurut anda, tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan dan menyuruh untuk melakukan kejahatan ,Kekerasan, pembunuhan, tidak bisa dikaitkan dengan agama tertentu. Sebab, kekerasan adalah fenomena agama-agama. Secara historis, bisa dinyatakan bahwa di dalam agama terdapat potensi konflik yang disebabkan truth claimed para pemeluknya. Selain itu, perlu anda ketahui Islam juga bermakna kedamaian. Karena itu, ketika seseorang beragama islam tetapi dalam hatinya terdapat kecenderungan untuk melakukan kekerasan, dia telah terjauhkan dari pesan agama islam sebagai rahmatan lil alamin.

    wassalam

  • 37. balerina  |  November 24, 2008 pada 11:52 am

    KOmeng,

    Memang sejarah Yesus tidak lengkap, tidak adanya masa 12 tahun sampai 30 tahun.

    Tapi bukan itu yang menjadi persoalannya. Yang jadi soal

    - apakah Yesus yang masih bayi itu dilarikan ke Mesir atau dibawa ke Nazaret.

    - apakah Yesus masih berada ditanah Palestina atau masih berada di Mesir pada waktu wafatnya Herodes.

    Anda katakan “bagaimanapun juga yang penting disini bukan cerita sejarah Yesus, terapi masalah ajaran hidup mengenai kasih…..”

    Kalau sudah begitu, lalu apa perlunya kesaksian yang dibimbing oleh roh kudus terhadap para penulis Injil yang menuliskan masa bayi Yesus dalam ayat ayat tersebut secara berbeda?

    .

  • 38. balerina  |  November 24, 2008 pada 12:01 pm

    KOmeng,

    Komentar anda mengenai si soldier of god, menunjukkan anda lebih mempergunakan rasio dibanding emosi. KIranya argumen antara kita juga memoergunakan akal, rasio ketimbang kebencian dan hal hal negatif. Memang komentar yang ada disini ada yang agak pedas, tapi saya harapkan itu dapat diimbangi dengan argumen yang mempunyai dasar kuat.

    Salam

  • 39. k0meng  |  November 25, 2008 pada 3:03 am

    @balerina
    Mohon dibaca dulu keempat injilnya: berkenaan dengan historis kelahiran Jesus Christ. Yaitu: Lukas, Matius, Markus, Yohanes.
    Baru setelah itu perbandingkan dengan seksama.

    Maka Anda akan mendapatkan ceritera yang komperhensif dari keempat penulis injil tersebut sebagai berikut:

    Jesus lahir di betlehem di sebuah kandang, gembala datang untuk merayakan kelahirannya atas kabar malaikat Tuhan.
    Tiga orang majus (tiga raja dari kerajaanTimur) datang untuk menyembah Dia dan membawa persembahan karena melihat tanda Bintang yang begitu terang dilangit yang mereka yakini dengan kepercayaan mereka sendiri sebagai Tanda Allah hadir di Dunia.

    Tiga raja pulang tidak melewati tempat Herodes atas petunjuk malaikat Tuhan. Dan Malaikat Tuhan memberikan kabar pada Maria untuk segera pergi meninggalkan tanah palestina ke negeri Mesir untuk menghindari pembantaian bayi-bayi oleh raja Herodes yang takut kekuasaanya berakhir.

    Nah, Segera berangkatlah Maria ditemani Jusuf suaminya membawa bayi Jesus ke negeri mesir dan menetap di negeri itu (mesir) sampai raja Herodes wafat. setelah itu barulah keluarga Jesus ini kembali ke negerinya dan menetap di Nasaret.

    Nah cuba bandingkan sendiri saja cerita saya dengan keempat Injil tersebut. Jangan langsung percaya pada cerita saya, saya manusia yang masih bisa salah mengingat, sebaiknya saudara buktikan sendiri kata-kata saya.

    Memang ada Injil yang menuliskan secara lengkap masa kanak-kanak Jesus, tetapi Injil yang lain mungkin tidak menceritakan dengan detail masa ini, dan lebih terfokus pada masa-masa Jesus ber-mujizat, berkotbah dan melakukan pengajaranNya. Sebab disinilah inti dari ajaran agama Nasrani, “ajaran jalan hidup Jesus” (semoga saudara paham akan frase ini) Bukan bagaimana Jesus berkata-kata, tetapi bagaimana Jesus menyikapi kehidupan. Bukan bagaimana Hukum Taurat bekerja saat itu, tetapi lebih pada Kasih Allah kepada manusia. Jesus menginti sarikan hukum taurat saat itu dengan Hukum kasihnya. Karena Hukum Taurat saat itu hanya dilakukan dan dipahami karena kontextnya, bukan kontent kenapa hukum itu dibuat.
    Nah Jesus merevisinya dengan sangat sederhana, yaitu Hukum Kasih.Jika manusia mengasihi Allah dan jika manusia mengasihi orang lain, bahkan musuhnya seperti mengasihi dirinya sendiri. maka tidak perlu lagi segala aturan yang bertele-tele yang pada prakteknya akan dicari pembenaran dan celahnya untuk kebutuhan Ego dan kepentingan manusia yang menerapkannya.
    (analoginya ya seperti hukum saat ini hanya dicari celahnya untuk kepentingan dan pembenaran pihak-pihak yang mengerti hukum) (atau Puasa….pihak kristen katholikpun berpuasa…..jadi dalam hal ini saya berusaha netral mengatakan puasa yang sebenarnya adalah di bathin manusia, bukan menahan lapar karena puasa secara harafiah, tetapi lebih karena menahan hawa nafsu, tidak perlu orang lain tahu dan harus ikut menderita saat kita berpuasa, tidak perlu orang lain harus makan di tempat lain karena kita berpuasa, kalau demikian apakah kita sudah berpuasa??? jangan sampai kita berpuasa tetapi menyebabkan banyak pihak merasa tidak nyaman saat kita berpuasa, mereka takut kita marah karena kita sudah menahan lapar, mereka susah makan di luar karena warung-warung pada tidak boleh dibuka, bukan itu hakikat puasa yang sebenarnya. Saya serius memiliki seorang teman muslim yang soleh, saat dia berpuasa, sekitarnya dalam kondisi normal, dan tidak hanya saat bulan puasa dia berpuasa. Inilah contoh bagaimana dia sudah menjalankan puasa dengan hakikat yang benar, dengan dasar yang benar. dengan hati dan batin yang benar, bukan karena hukum wajib berpuasa.

    Waduh jadi cerita panjang lebar.

  • 40. k0meng  |  November 25, 2008 pada 3:23 am

    Tambahan:
    Injil Markus ditujukan untuk orang kristiani di Roma, maka Markus tidak menulis tentang kelahiran dan silsilah Jesus. Tapi untuk menunjukkan bahwa Jesus benar-benar Allah yang hadir dalam rupa seorang anak manusia yang ditunjukkan melalui karya-karya IlahiNya.
    Sedang Matius, ditulis untuk orang Yahudi, jadi untuk membangun Iman mereka (karena orang yahudi sangat memperhatikan silsilah dan ceritera) diceritakan dengan detail silsilah dan sejarah kelahiran, dan banyak dikutib kitab-kitab di perjanjian lama, karena pembacanya pasti mengerti apa yang telah menjadi perjanjian manusia dengan Allah di perjanjian lama tentang apa itu Mesias (Allah yang hadir ke Dunia)
    Lain dengan Injil Markus, dimana mereka tidak mengenal perjanjian lama dan tidak begitu memperhatikan silsilah Yahudi.

    Lalu apa perlunya kesaksian yang dibimbing oleh roh kudus terhadap para penulis Injil tersebut?
    Injil dipercaya sebagai karya Allah yang memakai pikiran, tubuh dan tangan para penulis ini untuk menyampaikan Rahmat Kemuliaan Allah bagi Manusia, Janji-janji penebusan dosa bagi manusia, janji kehidupan kekal bersama Allah di Surga. Tentunya Allah tidak akan tinggal diam untuk dalam MAHAKARYA-NYA ini. Allah akan turun tangan sendiri dalam bentuk Bimbingan ROH KUDUS (ALLAH SENDIRI dalam bentuk Ruh Kudus) terhadap para penulis injil tersebut.

    Nah, saya cuba untuk menjelaskan dengan kemampuan saya yang terbatas, semoga saudara dapat Rahmat dan Hidayat sewaktu membaca penjelasan saya yang sangat terbatas ini. Saya hanya ummat biasa yang bahkan belum dibabtis secara Kristiani, mungkin pemahaman saya juga masih dangkal karena hanya berbekal pengetahuan Iman Kristiani waktu sekolah SD-SMU dulu. Jadi maafkan kalau jawaban saya sungguh sangat dangkal.

  • 41. Dhina  |  November 25, 2008 pada 3:26 am

    ROH KUDUS PIMPIN PENULIS BUKAN UNT BIKIN BIOGRAFI, TAPI BIKIN TULISAN YG MENGUATKAN ORG2 PERCAYA. GAYA MENULIS TIAP PENULIS BERBEDA. YOHANES LEBIH BANYAK KE AJARAN, TULISANNYA LEBIH BERAT DR YG LAIN. MATIUS BANYAK CERITA TTG PERUMPAMAAN DLM MENGUATKAN IMAN ORG PERCAYA.

  • 42. balerina  |  November 25, 2008 pada 4:16 am

    KOmeng,

    Ayat yang anda ambil adalah dari salah satu injil yang empat. Menceritakan kelahiran Yesus, datangnya 3 raja dan perintah Tuhan untuk membawa bayi Yesus ke Mesir dan baru kembali setelah Herodes mati.

    Sesuai dengan saran anda, saya membuka Injil Lukas. Dan saya menemukan pada Lukas 2:21- 39 yang menceritakan pada umur 8 hari Yesus disunatkan dan setelah itu dia dibawa ke Nazaret serta pada Lukas 2:40 menceritakan bertambah besarnya Yesus seiring bertambah usianya.

    Saya minta anda membandingkan berita yang yang diberikan oleh kedua Injil tersebut. Apakah memang tidak terdapat kontradiksi atau apakah semuanya itu hanya harus diyakini berdasarkan iman dan tidak melihat adanya berita yang berbeda.

  • 43. k0meng  |  November 25, 2008 pada 4:52 am

    @balerina
    Intinya sama seperti kata “anak” dalam alkitab dan alquran;
    kadang berarti keturunan, kadang berarti anak secara harafiah.

    Disinipun cara pandang pembaca juga harus dewasa, jangan membaca secara harafiah. Mohon dirasakan apa yang saya katakan ini. Saudara sudah bijak menyikapi kata “Anak” dengan baik di atas. masih bingungkah dengan statement saya yang sudah saya cuba terangkan berkali-kali, baik melalui analogy dan ceritera.

  • 44. k0meng  |  November 25, 2008 pada 5:12 am

    Inilah Injil Lukas 2;21-40
    (21) Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.(21) And at the end of eight days, when [the Baby] was to be circumcised, He was called Jesus, the name given by the angel before He was conceived in the womb.
    (22) Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, (22) And when the time for their purification [the mother's purification and the Baby's dedication] came according to the Law of Moses, they brought Him up to Jerusalem to present Him to the Lord–
    (23) seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”, (23) As it is written in the Law of the Lord, Every [firstborn] male that opens the womb shall be set apart and dedicated and called holy to the Lord–
    (24) dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. (24) And [they came also] to offer a sacrifice according to what is said in the Law of the Lord: a pair of turtledoves or two young pigeons.
    (25) Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,(25) Now there was a man in Jerusalem whose name was Simeon, and this man was righteous and devout [cautiously and carefully observing the divine Law], and looking for the Consolation of Israel; and the Holy Spirit was upon him.
    (26) dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. (26) And it had been divinely revealed (communicated) to him by the Holy Spirit that he would not see death before he had seen the Lord’s Christ (the Messiah, the Anointed One).
    (27) Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,(27) And prompted by the [Holy] Spirit, he came into the temple [ enclosure]; and when the parents brought in the little child Jesus to do for Him what was customary according to the Law,
    (28) ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:(28) [Simeon] took Him up in his arms and praised and thanked God and said,
    (29) Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,(29) And now, Lord, You are releasing Your servant to depart (leave this world) in peace, according to Your word.
    (30) sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,(30) For with my [own] eyes I have seen Your Salvation,
    (31) yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,(31) Which You have ordained and prepared before (in the presence of) all peoples,
    (32) yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”(32) A Light for revelation to the Gentiles [to disclose what was before unknown] and [to bring] praise and honor and glory to Your people Israel.
    (33) Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.(33) And His [legal] father and [His] mother were marveling at what was said about Him.
    (34) Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan (34) And Simeon blessed them and said to Mary His mother, Behold, this Child is appointed and destined for the fall and rising of many in Israel, and for a sign that is spoken against–
    (35) –dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” (35) And a sword will pierce through your own soul also–that the secret thoughts and purposes of many hearts may be brought out and disclosed.
    (36) Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya(36) And there was also a prophetess, Anna, the daughter of Phanuel, of the tribe of Asher. She was very old, having lived with her husband seven years from her maidenhood,
    (37) dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.(37) And as a widow even for eighty-four years. She did not go out from the temple enclosure, but was worshiping night and day with fasting and prayer.
    (38) Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.(38) And she too came up at that same hour, and she returned thanks to God and talked of [Jesus] to all who were looking for the redemption (deliverance) of Jerusalem.
    (39) Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.(39) And when they had done everything according to the Law of the Lord, they went back into Galilee to their own town, Nazareth.
    (40) Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.(40) And the Child grew and became strong in spirit, filled with wisdom; and the grace (favor and spiritual blessing) of God was upon Him.

  • 45. k0meng  |  November 25, 2008 pada 5:23 am

    Di Injil Lukas 2:21-40, bukan kronologis waktu cerita kanak-kanak Jesus, ayat 21, meneguhkan Jesus sudah disunat dan diberi nama Jesus sesuai pesan Malaikat Tuhan pada Maria Ibunya.
    ayat 22 keluarga Jesus pergi ke Yerusalam ke bait Allah untuk pentahiran (penyerahan kepada Allah) adat orang Yahudi saat itu.
    (saat itu mereka sudah tinggal di Nasaret, bukan waktu “time line” yang sama setelah Jesus di sunat)…baca ayat2 selanjutnya juga

    ayat (39) Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. (kembali ke nasaret lagi)

    jadi kronologisnya dari nasaret – yerusalem – nasaret.

    nah tentunya tinggal di nasaret sesudah masa pengasingan dari negeri mesir.
    kropnologis lengkap.:
    lahir di betlehem, mengungsi ke mesir, pindah ke nasaret , pergi ke yerusalem untuk pentahiran, pulang lagi ke nasaret.

    smoga paham.

  • 46. balerina  |  November 25, 2008 pada 8:15 am

    KOmeng,

    Waktu pentahiran menurut hukum Taurat Musa. Apa yang dimaksud dengan waktu pentahiran dan pada umur berapa pentahiran itu dilaksanakan. Kiranya anda dapat menunjukkan ayat tersebut yang dimaksud dengan Hukum Taurat Musa.

  • 47. k0meng  |  November 25, 2008 pada 9:00 am

    @Balerina
    Saya ulang Injil Lukas-nya. Lukas 2:22-24
    22) Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, (22) And when the time for their purification [the mother's purification and the Baby's dedication] came according to the Law of Moses, they brought Him up to Jerusalem to present Him to the Lord–
    (23) seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”, (23) As it is written in the Law of the Lord, Every [firstborn] male that opens the womb shall be set apart and dedicated and called holy to the Lord–
    (24) dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. (24) And [they came also] to offer a sacrifice according to what is said in the Law of the Lord: a pair of turtledoves or two young pigeons.

    Dengan segala keterbatasan saya, saya minta maaf jikalau saya tidak mempelajari sendiri hukum taurat musa, sehingga tidak dapat memberikan jawaban yang cukup dapat dipertanggung jawabkan kepada saudaraku Balerina.
    Yang dapat saya ceritakan adalah sebagai berikut:
    Pentahiran adalah persembahan anak laki-laki sulung bagi Tuhan; “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”
    Mengenai waktunya adalah waktu hari Paskah (yang saat itu dianut oleh orang Yahudi) dimana hari ini adalah hari “pembebasan” Israel dari negri Mesir pada jaman Firaun. (Jangan di tukar balikkan dengan Paskah yang diyakini umat kristiani saat ini sebagai hari kebangkitan Tuhan Jesus, setelah Penebusan Kristus, kami orang kristiani menggantikan Paskah yang lama dengan dengan Paskah yang baru dalam arti “Pembebasan” Dosa umat manusia oleh Jesus Christ di kayu salib dan kebangkitanNya untuk menebus dosa umat manusia)

    dalam penelusuran sejarah oleh gereja katholik roma diyakini saat itu Jesus berusia 12 tahun

    Ya mohon maaf kiranya yang saya jelaskan mungkin terlalu dangkal karena pemahaman saya yang sangat terbatas. Mungkin rekan dan saudara yang lain dapat meberikan jawaban yang lebih baik dari saya.
    Saya bukanlah seorang ummat kristiani yang taat apalagi seorang pendeta atau terlebih pastur. Bahkan saya sampai saat ini masilah belum sempat menerima babtis.
    Semoga yang saya sampaikan bermanfaat bagai saudara Balerina dan bermanfaat bagai saudara yang lain sekedar untuk meluruskan ceritera perdebatan yang positif diantara kita.

  • 48. k0meng  |  November 25, 2008 pada 9:03 am

    Saya megundang saudara sekalian kiranya mau mampir di http://www.mygoldmachine.wordpress.com.
    itu blog saya, tapi gak bahas agama kayak gini.

  • 49. balerina  |  November 25, 2008 pada 10:23 am

    KOmeng,

    Kalau dikatakan sesuai hukum Taurat Musa, maka ayat tersebut seharusnya terdapat dalam lima kitab yang diyakini (?) ditulis oleh Musa. Saya mendapati pada Kitab Kejadian 17 yang menceritakan tentang perjanjian antara Tuhan dan Ibrahim mengenai keturunannya termasuk budak dan hamba sahayanya. Perjanjianitu adalah perintah sunat. Anda dapat membacanya pada salah satu ayat yang mengatakan perintah sunat dilakukan pada usia 8 hari.

    Pada Kitab Kejadian selanjutnya dikatakan bahwa Ibrahim bersunat pada usia sekian puluh tahun dan Ismail disunat pada usia 13 tahun, secara bersamaan.

    Terus terang saya mengagumi tanggapan yang anda berikan. Kalau anda belum menemukan ayat pendukungnya, bukan berarti anda belum berhasil meyakinkan saya. Tapi ada keterbatasan yang ada pada anda dan juga keterbatasan pada saya bila saya tidak dapat menemukan Hukum Taurat Musa yang lain selain sunat.

    Senang dapat diberikan kesempatan berbagi dengan anda.

  • 50. k0meng  |  November 26, 2008 pada 1:26 am

    @balerina
    Sama-sama, senang dapat kesempatan berbagi dengan anda juga.

  • 51. kadal  |  November 29, 2008 pada 6:18 pm

    kalo si iman kristen ini pemahaman tentang agamanya sendiri sangat dangkal pemahaman tentang islam pun juga sangat dangkal,dia tahu tentang ajaran kristen dan islam karena si iman kristen ini belajar di sekolah theologi,dan lulusan sekolah theologi jadinya seperti ini jadi pengacau dan kalau ada orang yang emosi dia makin senang,liat aja dari komentar di atas kalau balerina yang kasih koment dia tanggapi terus tu komen karena balerina gampang terpancing emosinya,tapi kalu serigala bijak yang paham tentang kedua agama ini dia anggap acuh aja karena kalo di tanggapi si iman kristen akan semakin terpojok dan terbuktikan kesalahan2nya.

  • 52. ribenk  |  Desember 5, 2008 pada 8:18 am

    salam,
    pelajarilah islam dg iman….
    jika anda ingin tau ttg islam, mka sya sarankan anda untk blajar langsung dari Al-qur’an & Hadis (yg sohhih tntunya!)…karena hanya itulah sumber untuk mempelajari islam dg benar…tapi ingat!! pelajari dengan iman, bukan dengan logika saja!!
    jngan sampai nantinya anda menjadi salah faham karena mempelajari islam dari sumber2 yg diragukan kebenaranya…
    saya tidak mempungkiri bahwa di islam juga terdapat berbagai golongan. jadi sekali lg saya tegaskan untuk anda yg ingin tau ttg islam yg benar (sesuai dengan apa yg diajarkan oleh nabi Muhammad SAW) maka pelajarilah Al-Qur’an dan Hadis yang sohhih!!!

    “anda boleh berkomentar ttg islam, tpi anda harus mengetahui dulu ttg islam!!!!”

    “kami ingatkan kepada anda yang berniat untuk menghina / melecehkan agama dan rossul kami!!! lebih baik jangan diteruskan niat anda!!! karena sesungguhnya ALLAH akan memberikan balasan yang setimpal bagi anda!!!!
    dan kami juga ingatkan kepada anda, bahwa kami tidak takut dengan anda!!!!”

    salam

  • 53. CosmisBoy  |  Desember 5, 2008 pada 9:33 am

    Inilah kesulitannya Nabi yg enggak tahu baca dan tulis; hal2 yg mudah dibuat2nya gitu sulit, hingga kitabnya lansung dongeng dan lagenda.

    1. Maryam bin Imran, sdr perempuan kpd Nabi Musa?
    2. Nama Nabi Yahya tidak ada yang menyerupainya di muka bumi?
    3. Ibrahim meninggalkan kota UrKasdim, Nabi dengar, lalu dipikirnya Ibrahim keluar dari api yg membakar. “Ur” dalam bahasa Ibrani ialah api sama dgn “nur” dlm bahasa Arab, Kasdim dlm bahasa Ibrani bererti bakar, UrKasdim, api yang sedang membakar?
    4. Har-Masyiyah bererti Juru Selamat yang dijanjikan, dilantik, Muhammad tdk tahu erti, langsung memanggil Isa al-Masih? Al-Masih, Har-Masyiyah, adalah Nabi Akhir Zaman!
    5. Kerana org2 Kristen di utara Syria pd zaman Nabi bangga kerana mrk keturunan Iskandar Zurkarnain hingga mengkristennya padahal Iskandar Zurkainan adalah pemyembah berhala, Nabi dengar dan suruh catat dlm Quran bhw Iskandar Zurkarnain, beragama Islam dan percaya Tauhid.
    6. Terlalu banyak dongeng dan lagenda dlm Quran.

  • 54. MahmudShah  |  Desember 7, 2008 pada 4:12 pm

    Al-Qurán adalah wahyu Allah. Tiada keraguan padanya. Jika anda ragu-ragu itu anda punya pasallah.

    …di mana aku berada di sana ada DIA…

  • 55. numpang lewat  |  Desember 11, 2008 pada 1:15 am

    pff, lucunaa.. :D

    HAI MAS IMAN!!

    MUHAMMAD TU LUAR BIASA TW GK?!

    ISA TU LAHIR DI BWH POHON, TRZ PERGI K BARAT NGAMBIL KITAB INJIL M SUN KINGKONG!!

    wekeke, jgn marah lhoo..

    tu dr sumber Al-Quran n Haditz yg SAHIH (kcuali perjalanan k Barat blablabla)..

    waktu kecil Sidharta Gautama udh bs ngmg n jln..

    Yesus sih gk bisa..

    Jd….YESUS=BUDHA SEBAGAIMANA YG TERTULIS DLM KITAB SUPER SAHIH lhoo….

    LUAR BIASA….ngaco…. :D

    yak, monggo pancung saya..

    biar ntar bs ngmg m SUPERMAN, “mas mas, itu ketuker kalee, yg d bwh pohon tu mas Budha, om Jes tu d kandang mbee”.. :D

  • 56. kusmardiyanto  |  Maret 15, 2009 pada 2:06 am

    dalam al-qur’an isa as (yesus) adalah anak maryam, tanpa ayah, karena ia tidak diciptakan dari hubungan badan tapi dari kalam/firman Alloh (kalimatulloh)…yakni perkataan ‘kun’ (jadi) ‘fa yakun’ (maka jadilah ia)( al-qur’an surat 19 ayat 35, dan yang lainnya)… maryam adalah putri (binti) imron (bukan imron ayahnya musa as, tapi imron yang lain)… lalu imron ini adalah memiliki silsilah dengan ibrohim melalui jalur ishaq…adapun muhammad saw memiliki silsilah dengan ibrohim melalui jalur ismail…jadi muhammad saw dan isa as masih ada hubungan nasab…jadi masih saudara senasab dan juga saudara seagama karena ajaran isa as dan muhammad saw pada prinsipnya adalah sama yakni mengabdi kepada/menyembah Alloh dan tidak mesekutukan-Nya dengan sesuatu, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berbuat baik kepada kedua orang tua dan lan-lain …tapi karena ulah pauluslah keadaannya menjadi begini…yang sudah terjadi itulah takdir…dikatakan dalam al-qur’an surat 11 ayat 118-119, yang artinya,” Jika tuhanmu menghendaki tentu Dia menjadikan manusia berada pada jalan yang sama, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh tuhanmu, dan untuk (diberi rahmat) itulah Alloh menciptakan mereka, dan telah selesai (ditetapkan) kalimat tuhanmu, sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang menyelisihi jalan-Ku, yakni al-islam) semuanya.”… berhati-hatilah menempuh jalan hidup… ikuti jalannya para nabi dan rosul (nuh as, ibrohim as, musa as, isa anak maryam as, muhammad saw, dan yang lainnya) karena itulah jalan Alloh yang tentu diridhoi Alloh… itulah jalan keselamatan

  • 57. kusmardiyanto  |  Maret 15, 2009 pada 2:40 am

    @ cosmicboy
    saya merasa heran kepada anda…sebegitu bencinya…sebegitu rancunya… okelah itu urusan anda…anda telah menyampaikan pikiran anda… saya pun juga, masing-masing bertanggung jawab dihadapan Alloh atas perbuatan masing-masing…tidak perlu berdebat…

  • 58. kusmardiyanto  |  Maret 15, 2009 pada 5:33 am

    bagaimana saya percaya isa as adalah anak yusuf, karena ia tercipta dari kalam/firman Allah bukan hubungan sebadan dan ibunya (maryam) perawan ketika melahirkan dia, maka ia tanpa bapak…maka dia dinasabkan kepada ibunya… menjadi isa anak maryam as bukan isa anak yusuf…maryam adalah putri imron, bukan imron ayahnya musa as tapi imron yang lain, jadi ada dua imron… kenapa masyarakat ketika itu menyebut maryam dengan ukhta harun (ini hanyalah julukan belaka bukan menunjukkan nasab) karena ada kesamaan kesholehan dari kedua keluarga imron itu…bukankah kaum mukminin itu bersaudara (bukan saudara dalam makna nasab)…bagaimanapun juga al-qur’an itulah yang benar, benar dalam arti menyatakan sebagaimana adanya (ash-shidqu) maupun benar dalam arti bermanfaat di dunia maupun di kherat jika diamalkan karena Alloh semata (al-haq)…

  • 59. CosmisBoy  |  Maret 15, 2009 pada 2:59 pm

    @ Kus,

    Sdr nulis;

    dalam al-qur’an isa as (yesus) adalah anak maryam, tanpa ayah, karena ia tidak diciptakan dari hubungan badan tapi dari kalam/firman Alloh (kalimatulloh)…yakni perkataan ‘kun’ (jadi) ‘fa yakun’ (maka jadilah ia)( al-qur’an surat 19 ayat 35, dan yang lainnya)…

    ==> Di sini letaknya PERBEDAAN, KALAM-NYA Allah lah yang MENTERJEMAH DIRI menjadi manusia (diberi nama JESUS- maknanyaTUHAN ADALAH AL-MUKHALIS) SAMBIL MEMELIHARA DIRINYA DARI SIFAT MAKHLUK! Percaya atau tidak, terserah. Beriman kepada Jesus yg azalii Kalam-Nya Allah yang menjadi manusia adalah vital dalam memperoleh HIDUP ABADI (sekadar ingin mengaris bawahi betapa penting iman ini kepada orang Kristen).

    Sdr nulis lagi;

    maryam adalah putri (binti) imron (bukan imron ayahnya musa as, tapi imron yang lain)…

    ==> Dalam Al-Quran, Maryam disebut binti Imrom padahal dalam Al-Injil, Maryam disebut binti Hali bukan Imron. Ada seorang wanita@ nabiah, adik perempuan kepada Nabi Musa & Harun, namanya Miryam binti Amran@ Imron. Kenyataan ini menunjukkan bahawa penulis Al-Quran salah pengertian (ada banyak kasus, bukan ini saja). Bagaimana sdr tahu itu Imron yang lain padahal ngga ada maklumat bhw bapa Maryam adalah Imron melainkan sepanjang sejarah, (abad 1 hingga sebelum Islam), Hali, bapa Maryam tidak pernah diragui atau diperdebatkan!

    Sdr nulis lagi;

    lalu imron ini adalah memiliki silsilah dengan ibrohim melalui jalur ishaq…adapun muhammad saw memiliki silsilah dengan ibrohim melalui jalur ismail…jadi muhammad saw dan isa as masih ada hubungan nasab…

    ==> Jangan pada Muhammad, ya semua orang keturunan semitik (dari Nabi Ibrahim) dulu dan sekarang secara general bisa dikatakan keturunan Nabi Ibrahim. Cuman, persoalannya, nasab yang paling dekat, sudah tentu kaum Bani Israel (kepentingan nasab sangat penting dalam budaya Yahudi sehingga dicatat sebagai bahan sejarah kerana adanya wahyu bahawa dari nasab Nabi Ibrahim akan lahir/datang seorang ‘Har- Masyiyah’@ Anak Manusia (bukan dalam erti kata sebenar melainkan seorang Figur Istimewa yang Wibawa@ Ilahi) yang telah diramalkan oleh para Nabi. Ini berbeda dengan bangsa2 lain dari keturunan Nabi Ibrahim, yang tidak seperti Bani Israel (masih berpegang kepada agama Ibrahim), menyembah berhala/mempersekutukan Allah termasuk Bani Ismail. Tidak heran ngga ada catatan2 nasab keturunan dalam kitab2 agama mereka (malahan ngga ada kitab2 agama seperti yang dimiliki kaum Bani Israel). Maka, klaim sdr bahawa Jesus dan Muhammad memilki nasab yang sama hanyalah taktik basah basi yang mahu pengiktirafan secara tersirat ‘kenabian’ Muhammad. Come on, satu tanda kenabian ialah mukjizat lawan sihir, ini yang diberikan Allah dan dituntut oleh musuh2 para Nabi, tapi sayang, Muhammad ngga ada. Ngaa ada, ngga ada! Justru, klaim Muhammad bhw dia ‘nabi’ tidak masuk kreteria patukan Taurat, Zabur, kitab An-Anbiya dan Injil untuk menilai seorang Nabi Tuhan. Sorry, anda gagal lagi.

    Salam cerdas.

  • 60. kusmardiyanto  |  Maret 16, 2009 pada 6:56 am

    @cosmisboy
    Alloh memiliki sifat kalam (berbicara, berkata-kata), makhlukpun demikian, kalam yang berasal dari Alloh itulah namanya kalam Alloh, kalam manusia berbeda dengan kalam Alloh, kalam Alloh azali sebagaimana azalinya Alloh, kalam manusia hadits (baru), jika Alloh menghendaki sesuatu (ciptaan) cukup Dia berkata “kun” maka jadilah…kata “kun” adalah kalam Alloh (azali)…isa anak maryam as diciptakan dari kata ini (“kun”)(surat 19 ayat 35), demikian juga dengan adam as (surat 3 ayat 59), dan makhluk lainnya (surat 36 ayat 82)…kalau anda bilang kalam-Nya Alloh menterjemahkan diri menjadi manusia (yesus) sambil memelihara diri-Nya dari sifat makhluk mestinya demikian juga dengan apa yang terjadi dengan adam as dan makhluk lainya, tetapi kenapa dikatakan yesus dikatakan memiliki sifat ilahiyah sedangkan adam as dan makhluk lainnya tidak…inilah yang saya pandang sebagai kerancuan…okelah itu keyakinan anda

    bagaimana saya percaya kalau maryam adalah putri Hali…bukankah ilmu (pengetahuan)-Nya Alloh meliputi segala sesuatu Dia paling tahu keadaan yang sebenarnya kisah-kisah masa lalu (muhammad saw tidak tahu tentang kisah-kisah itu, hanya saja dia mendapat pemberitahuan dari Alloh)… bukankah bani isroil suka merubah kalam Alloh (taurot, injil) (surat 2 ayat 75)… kalam Alloh dirubah!…bahkan nama Alloh saja mereka berani merubahnya menjadi, sekarang kita tahu, YHWH, apa lagi yang lebih rendah dari itu… dan Alloh bilang bahwa maryam adalah putri imron (surat 66 ayat 12)… maka saya lebih mempercayai Alloh… kalau anda tidak percaya … itu urusan anda…

    bukannya mereka tidak tahu, bahkan mereka mengenal muhammad saw seperti mengenal anak mereka sendiri (surat 2 ayat 146)… isa anak maryam as pun memberitakan juga hal ini (surat 61 ayat 6)…ingat kedua ayat ini adalah kalam Alloh… saya katakan barangkali nama muhammad saw sudah dihapus dalam kitab-kitab mereka… itulah kenapa tidak ada…

    Alloh benar perkataannya… muhammad saw itu orang jujur…
    dan saya betul-betul mempercaya…

  • 61. Penghibur  |  Maret 16, 2009 pada 8:35 am

    @Kusmardiyanto

    Penjelasan yang menarik.

    By, Penghibur

  • 62. CosmisBoy  |  Maret 16, 2009 pada 10:17 am

    @ Kus,

    Pengertian Kalam Allah yang sdr hidangkan ialah menurut Islam. Itu hak sdr dan saya tidak terikat. Saya cuman mahu jelaskan bahawa menurut akidah keyakinan kami, Kalam-Nya Allah TELAH MENTERJEMAHKAN DIRI dan menamakan Dirinya Jesus. Ini untuk menunjukkan bahawa Jesus bukan “Nabi” seperti yg dikatakan Al-Quran.

    Ini penting sebab muslimin sering menyerang iman Kristen dengan menuduh2 kami menyembah seorang manusia! Saya singkapkan bahawa Jesus bukan manusia pada azali-Nya. Dia adalah Kalam-Nya Allah yang MENTERJEMAHKAN DIRI. Kalam-Nya disembah, manusianya TIDAK. Mengerti ngga?

    Mengenai bapa Maryam ialah Hali bukan Imron, maka sdr percaya kepada pemberitaan Al-Quran bahawa bapa Maryam ialah Imron, itu hak sdr. Tapi jangan pula paksakan pemberitaan Al-Quran kepada kami, sebab kami tak percaya ia kata2 Tuhan. Saya sudah buktikan bhw penulis Al-Quran keliru antara Maryam dan Miryam!!!

    Dan mengenai alasan sdr tidak percaya Injil, itu terserah tapi dengan menuduh siapa2 saja bisa memalsukan Kalam Allah, saya kok heran, Kalam Allah yang begitu Suci dan Kekal adanya bisa diubah2 oleh seorang dua manusia yang fana. Ini bagi saya alasan tak masuk akal malahan terdesak kerana dalam Taurat, Zabur, Kitab Anbiya dan Injil dalam satu kesatuan tapi Al-Quran amat asing, sangat asing. Isi kandungannya bercanggah dengan keempat2 kitab Allah ini padahal keempat2 kitab Allah ini tidak bercanggah antara satu dengan yang lain. Taurat Musa bisa diterima Zabur Daud, Taurat Musa dan Zabur Daud bisa diterima oleh Kitab Anbiya. KitabTaurat Musa, Zabur Daud dan Kitab Anbiya bisa diterima oleh Injil Yesus. Tapi heran, muncul 600 tahun kemudian sesudah Yesus, di tpt yang asing, masa yang nun jauh, budaya dan latar berbeda serta bahasa yg berbeda, muncul seorang yg klaim ‘Nabi’ tapi ngga bisa terima Taurat Musa, Zabur Daud, Kitab Anbiya dan Injil Yesus. Alasannya, lemah iaitu diubah2! Ini bukan alasan yg masuk akal, malahan ngga bisa dibuktikan sampai kiamat. Alasan sebenar ialah isi kandungan T-Z-Anbiya-Injil bercanggah dengan pengajaran Muhammad!

    Tepuk dada tanya lah selera.

    Salam damai

  • 63. kusmardiyanto  |  Maret 16, 2009 pada 3:09 pm

    @cosmisboy
    muhammad saw tidak membawa mu’jizat sebagai tanda kenabian … yang benar saja…bagaimana dengan terbelahnya bulan (kejadian ini diabadikan di dalam surat 54 ayat 1, lihat asbabu nuzul dari ayat ini dalam tafsir ibnu katsir) dan seterusnya dan yang tahu mu’jizat itu adalah orang yang hidup sejaman dengan beliau saw dan itu ada kisahnya di dalam hadits-hadits yang shohih… dan mu’jizat yang lain lagi adalah al-qur’an (barang kali anda heran seperti juga yang lain, karena bila demikian berarti anda belum paham)…mu’jizat adalah suatu kejadian yang diluar dari kebiasaan dan itu yang bisa melakukan hanyalah Alloh, tak seorang manusiapun yang bisa melakukan dan seringkali disamarkan/dituduhkan oleh orang menentang dakwah para nabi dan rosul sebagai sihir…mu’jizat itu terjadi melalui perantaraan para nabi dan rosul dan terjadi dengan seizin Alloh, bukanlah mereka yang melakukan tetapi Alloh, sebagai bukti bahwa para nabi dan rosul menerima risalah dari Alloh…keputusan menurunkan atau tidak mu’jizat itu terserah Alloh…kalau Alloh menyuruh kepada muhammad saw untuk berkata (yakni dalam kata “qul”),”maha suci rob-ku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rosul.” (surat 17 ayat 93) itu berarti Alloh tidak hendak menurunkan mu’jizat yang diminta oleh kaumnya nabi saw… dan salah satu permintaan yang konyol adalah untuk menjatuhkan langit berkeping-keping atas mereka… sekarang kita labih paham langit… apa jadinya jika mu’jizat itu benar-benar diturunkan Alloh pada mereka…ayat ini tidak menunjukan bahwa Alloh tidak menurunkan mu’jizat dengan perantaraan muhammad saw selamanya… diwaktu yang lain…ingat di dalam hadits tentang mu’jizat terbelahnya bulan dan mu’jizat lainnya…
    sekarang apa segi mu’jizatnya al-qur’an? al-qur’an mengandung kalimat yang tinggi kelasnya (yang paham hal ini adalah orang tingkat capaian bahasa arabnya mumpuni seperti ahli bahasa pada masa itu)…dan Alloh menantang mereka untuk membuat yang semacam al-qur’an…dan tidak ada seorang pun yang mampu hingga sekarang…kalau al-qur’an adalah bikinan muhammad saw, yang bukan ahli bahasa, tentu orang lain yang lebih ahli tentu bisa…ini sesuatu diluar dari kebiasaan… ini menunjukan bahwa al-qur’an bukan bikinan manusia tapi dari Alloh yang menujukkan bahwa muhammad benar-benar nabi dan rosul Alloh … al-qur’an terjaga keasliannya hingga sekarang setelah melewati masa 14 abad… adakah karya manusia yang melewati masa yang sepanjang ini tanpa ada peruibahan sama sekali dam isinya tetap aktual meskipun banyak manusia berinteraksi dengannya?…barangkali anda tidak setuju dengan hal ini… tak apalah… tapi jika dikatakan muhammad saw tidak membawa mu’jizat adalah tentu salah

  • 64. kusmardiyanto  |  Maret 16, 2009 pada 3:37 pm

    @cosmisboy
    jangan salah, saya bukan tak percaya kepada injil, bahkan saya sangat percaya karena ia diberitakan Alloh di dalam al-qur’an walaupun wujudnya saya tidak tahu… adapun kitab yang ada sekarang yang dinisbatkan kepada injil, inilah yang saya ragukan (saya skeptis) karena dikatakan di dalamnya injil menurut ini atau itu yang berarti tulisan orang, yang sangat mungkin masuk di dalamnya ucapan manusia, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya ucapan/perkataan/kalam Alloh di dalamnya meskipun sudah dalam bentuk terjemahan (karena injil yang asli tentunya dalam bahasa yang dipakai isa anak maryam as, bahasa ibrani barang kali) adapun dalam terjemahan sulit dihindari distorsi makna…belum lagi karakter sebagian bani isroil yang suka merubah kalam Alloh… sekali lagi saya percaya injil… semoga anda paham

  • 65. nittenichiryu  |  Maret 16, 2009 pada 3:48 pm

    @All

    Bukankan Injil Kanon itu adalah :

    1. Ancient Biography (injil Matius, Peter, Lukas)
    2. Ancient Historical Monograph (Injil Yohanes)

    ..

    Buku Biografi dan Sejarah.

    ..

    Ada komentar?

    ..

    oh iya..

    ada yang percaya Injil Gnostic di sini?? =)

    ..

    Salam

  • 66. nittenichiryu  |  Maret 16, 2009 pada 4:00 pm

    @All

    Marilah kita meniru gaya berbicara teman kita yang baik, dan tidak meniru yang buruk.

    ..

    Salam

  • 67. kusmardiyanto  |  Maret 16, 2009 pada 4:09 pm

    @cosmisboy
    bagaimana kalau isa anak maryam as benar-benar seorang nabi dan rosul Alloh dan bukan Tuhan lalu anda Tuhan kan dia dengan misalnya berdoa kepada dia, melakukan segala sesuatu karena dia dan seterusnya, bukankah pantas anda mendapat kerugian diakherat kelak?… saya sudah katakan…semoga anda mengerti

  • 68. Mazter  |  Maret 17, 2009 pada 5:28 am

    @ kusmardiyanto

    kamu berkata

    bagaimana kalau isa anak maryam as benar-benar seorang nabi dan rosul Alloh dan bukan Tuhan lalu anda Tuhan kan dia dengan misalnya berdoa kepada dia, melakukan segala sesuatu karena dia dan seterusnya, bukankah pantas anda mendapat kerugian diakherat kelak?

    aneh aja, kok dulu pas jaman-Nya, Isa mau aja disembah dan disebut Tuhan.
    kalau dia memang utusan, apakah mungkin dia mengijinkan semua hal itu??

  • 69. kusmardiyanto  |  Maret 18, 2009 pada 2:36 am

    @ nitten
    ya itulah yang menjadi keheranan saya terhadap kitab yang dinisbatkan kepada injil yang ada sekarang… petunjuk Alloh(surat 3 ayat 3 ).yang berupa kalam Alloh kok isinya biografi (isa anak maryam as) dan sejarah…tentu saja saya meragukan…adapun yang lain…taurot, bukanlah biografi musa as…dan al-qur’an, sekali-kali bukan biografi muhammad saw

  • 70. kusmardiyanto  |  Maret 18, 2009 pada 3:41 pm

    @ mazter
    saya paham jika anda berkata demikian karena didalam keempat kitab (yang anda nisbatkan sebagai injil) yang ada pada anda, murid-murid yesus memanggilnya dengan kata tuhan, karena memang kitab tersebut mendukung ide ketuhanan yesus dan keempat kitab tersebut ditetapkan secara resmi sebgai injil ( jauh setelah yesus naik ke langit,ratusan tahun bahkan), sekali lagi karena mendukung ide ketuhanan yesus, tapi jika anda baca kitab yang ditulis oleh barnabas (yang dinisbahkan kepada injil juga tetapi ditolak karena tidak mendukung ide ketuhanan yesus) murid-murid yesus memanggilnya dengan kata guru…mana yang lebih pantas seorang murid memanggil gurunya…ya guru…masalah ada pada keempat kitab yang ada pada anda sekarang…kata “guru” ini tidak digunakan lagi…seandainya yesus tahu kalau dia dipanggil tuhan akan lain keadaannya, dan saya yakin pada waktu hidup yesus dipanggil dengan panggilan guru bukan tuhan…karena yesus (isa anak maryam as) hanyalah seorang utusan Alloh.

  • 71. mazter  |  Maret 19, 2009 pada 4:25 am

    @kusmardiyanto

    tahukan anda bahwa pengarang kitab barnabas adalah seorang kristen yang beralih menjadi islam??jadi tentu saja penulisannya membantah ketuhanan Yesus.

    selain itu, kitab barnabas juga merupakan kesaksian palsu terhadap al-quran

    Dibawah ini saya ketengahkan beberapa bagian yang terdapat dalam Injil yang palsu itu, yang juga pada gilirannya merupakan satu kesaksian palsu terhadap Al Qur’an:

    1. Maka Yusuf berangkat dari Nazareth, suatu kota di daerah Galelee, dengan Maryam isterinya yang sedang hamil, …. agar dia dapat mendaftarkan nama sesuai dekrit Caesar. Setelah Yusuf sampai di Bethlehem, karena kotanya kecil, dan sejumlah besar mereka merasa asing di sana, dia tiada menemukan tempat, oleh karena itu ia mengambil penginapan di luar kota pada sebuah pemondokan yang dibuat untuk tempat berteduh penggembala. Sementara Yusuf bertempat tinggal di sana, genaplah waktunya bagi Maryam untuk melahirkan. Perawan itu dikelilingi oleh cahaya terang yang luar biasa, seraya melahirkan puteranya tanpa sakit” (3 alinea 5-10). Sedangkan isi Al Qur’an membenarkan bahwa Maryam merasakan kesakitan melahirkan seperti wanita lain umumnya, karena dikatakan: “Kemudian Maryam mengandungnya, lalu ia berpindah ke tempat yang jauh. Lalu ia berlindung ke pohon korma, karena sakit melahirkan anak, ia berkata: ‘Aduhai kiranya, matilah aku sebelum ini dan adalah aku lupa yang dilupakan’” (Surat Maryam 22-23).

    2. “Celaka kepada dunia ini, karena hal itu pasti akan mengalami siksaan abadi. Oh umat manusia bedebah, karena Allah telah memilih kamu sebagai seorang anak, dan menempatkan engkau di firdaus, dalam pada itu engkau, O orang celaka oleh gerakan syaithan telah termasuk ke dalam hal yang tidak diridhai Allah dan telah terlontar keluar jannah..” (102 alinea 18-19). Sedangkan Al Qur’an memandang kepercayaan kepada ke-bapa-an Allah sebagai satu penghujatan, dan layak mendapatkan hukuman dalam neraka. Ia menyuarakan sebagai peringatan kepada “orang-orang yang mengatakan: Allah itu mempunyai anak” (Surat Al-Kahfi 4-5).

    3. “Hendaklah seorang lelaki puas dengan seorang wanita yang dikaruniakan Allah baginya dan hendaklah dia melupakan wanita lainnya (116.18)”. Sedangkan Al Qur’an mengajarkan poligami (dapat beristeri lebih dari satu orang) dengan berkata, “kawinilah bagimu perempuan-perempuan yang baik bagimu, berdua, bertiga atau berempat orang. Tetapi jika kamu takut, bahwa tiada akan berlaku adil maka kawinilah seorang saja,” (Surat Al-Nisa’ 3).

    4. Ketika “Allah menciptakan manusia dengan kebebasan agar dia boleh mengetahui bahwa Allah tidak membutuhkan manusia, sama seperti seorang Raja yang kebebasan kepada hamba-hambaNya untuk menunjukkan kemurahanNya supaya hamba-hambaNya lebih mencintaiNya maha kuasaanNya, ….” (155 alinea 13). Hal ini bertentangan dengan Al Qur’an yang mengatakan: “Tiap-tiap manusia Kami ikatkan usahanya (amalnya) masing-masing kedudukanya” (Surat Al-Isra’ 13). Tafsir Al-Jalalayn, dengan mengutip Muhajid sebagai sumber pendukung, menjelaskan ayat ini demikian: “Tidak seorangpun yang di lahirkan tanpa selembar kertas yang diikatkan pada lehernya dan bertuliskan apakah ia susah atau bahagia.”

    5. “Kemudian Pesuruh Allah itu akan berkata, O Allah, ada diantara orang-orang yang beriman yang telah berada dalam neraka 70.000 tahun. O Allah, dimana gerangan ampunan Engkau? Hamba mohon kepada Engkau, Allah, untuk membebaskan mereka dari azab-azab pedih itu. Lalu Allah memerintahkan 4 Malaikat kesayangan Allah supaya mereka pergi ke neraka dan mengeluarkan setiap orang yang telah menganut aqidah Pesuruh-Nya dan memimpin ke dalam surga” (137 alinea 1-4). Ayat ini bertentangan dengan Al Qur’an yang sama sekali menyangkal akan permohonan ampun, karena dikatakan: “Sesungguhnya Allah mengutuki orang-orang yang kafir dan menyediakan untuk mereka api yang bernyala-nyala (neraka). Sedang mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka tiada memperoleh wali dan tiada pula penolong” (Surat
    Al- Ahzab 64-65).

    6. “Al-Masih mengaku dan mengatakan kebenaran, ‘Aku bukan Messiah itu’. Mereka berkata, ‘Apakah kamu Eliyah atau Yeremiah, atau salah seorang di antara Nabi-nabi dulu?’ Al-Masih menjawab, ‘Tidak.’ Lalu kata mereka, ‘Siapakah kamu? Katakanlah supaya kami boleh memberikan kesaksian kepada orang yang diutus kepada kami?’ Al-Masih berkata, ‘Aku adalah suatu suara yang berseru melalui seluruh Yudea, dan berteriak, ‘Persiapkan olehmu jalan untuk Pesuruh Allah itu’” (42 alinea 5:11). Al Qur’an berkata: “(Ingatlah) ketika malaikat berkata, ‘Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan kalimat dari pada-Nya (yakni seorang anak), namanya Almasih ‘Isa anak Maryam, yang mempunyai kebesaran di dunia dan akhirat dan termasuk orang-orang yang dekat kepada Tuhan” (A.Surat Ali Imran 45). Masih adakah, dalam kenyataannya, satu kesaksian palsu yang menentang Injil dan Al Qur’an dari pada Injil Barnabas ini? Masihkah ada seorang Muslim yang mempercayai pemalsuan ini bahwa Mesias itu adalah Muhammad anak Abdullah dan bukan Al-Masih anak Maryam?

    sumber : http://www.the-good-way.com/inz/article/r4030et0.htm

    kalau saudara meragukan keALLAHan YESUS, saya harap saudara mau membaca artikel ini sejenak

    http://www.sarapanpagi.org/keilahian-yesus-kristus-vt97.html

    dalam artikel tersebut banyak sekali bukti-bukti bahwa Yesus adalah Tuhan.

    bagaimana dengan orang yang kamu sebut nabi?? yaitu muhammad, apakah seseorang yang suka membunuh dan kawin adalah utusan Tuhan??

    selamat berfikir

  • 72. kusmardiyanto  |  Maret 19, 2009 pada 1:52 pm

    @mazter
    sepengetahuan saya barnabas adalah pengikut setia yesus (isa anak maryam as), bahkan termasuk salah satu ke 12 muridnya (tentu ini versi dia), yang tentu sangat paham ajaran yesus…dan salah satu rekannya adalah paulus yang kemudian keduanya berpisah karena ia ketahui paulus membawa ajaran bahwa yesus anak Alloh (kepercayaan trinitas)…lihat kitab barnabas(yang dinisbahkan sebagai injil, saya sendiri tidak menyebutnya sebagai injil, saya menyebutnya sebagai hadits, berita, biografi, tentang yesus dari orang dekatnya dan tidak menutup kemungkinan di dalamnya ada sebagian dari kalam Alloh yang dinamakan injil) pasal 222 ayat 3 ,” karena sebagian dari pada orang-orang yang jahat yang mengaku murid-murid itu, memberitahukan bahwa yesus telah mati, tidak bangun lagi dan yang lain memberitakan ia telah benar-benar mati kemudian ia bangkit kembali, sedang yang lain telah dan masih memberitakan bahwa yesus adalah anak Alloh di mana paulus telah tertipu di antara kalangan itu.”…ini menggambarkan situasi opini yang berkembang saat itu…dalam kitabnya, barnabas menolak opini yang berkembang saat itu dan meyakini yesus adalah utusan Alloh dan karenanya memanggilnya dengan sebutan “guru”…anda menganggapnya palsu karena isi kitab tersebut bertentangan dengan keyakinan umum umat nasroni yang ada sekarang, bukan?…Alloh lebih tahu keadaan yang sebenarnya…600 tahun kemudian turun al-qur’an, kalam Alloh, membenarkan keyakinan barnabas tersebut… adapun tentang muhammad saw dia adalah orang yang paling patuh kepada Alloh semua tindakannya mendapat bimbingan Alloh dan diakui kemulyaannya dikalangan para sahabatnya, hanya saja kita sering menilai berdasarkan opini yang terbentuk pada jaman sekarang…kalau anda menganggap yesus sebagai tuhan itu terserah anda dengan alasan apapun…hanya saja saya perlu menjelaskan kepada anda bahwa itu tidaklah benar, berdasarkan kalam Alloh, al-qur’an…lantas bagiamana kalau al-qur’an itu adalah benar-benar dari Alloh lalu anda mengingkarinya?

  • 73. imankristen  |  Maret 19, 2009 pada 2:12 pm

    @kusmardiyanto…

    Terima kasih atas kehadiran anda. Tetapi pengetahuan anda mengenai Kristen itu minim sekali. Anda tidak membaca dari literatur dan sejarah yang benar.

    Contoh, anda tuliskan:
    sepengetahuan saya barnabas adalah pengikut setia yesus (isa anak maryam as), bahkan termasuk salah satu ke 12 muridnya (tentu ini versi dia), yang tentu sangat paham ajaran yesus…dan salah satu rekannya adalah paulus yang kemudian keduanya berpisah karena ia ketahui paulus membawa ajaran bahwa yesus anak Alloh (kepercayaan trinitas)…lihat kitab barnabas(yang dinisbahkan sebagai injil, saya sendiri tidak menyebutnya sebagai injil, saya menyebutnya sebagai hadits, berita,

    Wah…, maaf ya…, silahkan banyak belajar sejarah dan “penciptaan” kitab barnabas.

    Kitab injil ditulis oleh saksi mata yang hidup pada masa Yesus dan melihat langsung kejadian tersebut.
    Kenapa 4 tulisan? Supaya tidak merupakan “klaim” satu orang sehingga bisa dibuktikan kebenarannya.
    Kenapa Alquran “hanya” melalui satu orang saja untuk membuktikan kebenarannya?
    Pernah berpikir ndak, Muhammad hanya mengarang-ngarang sebagian dari isi Alquran?
    Anda juga bisa buat Alquran seperti Muhammad, si Jelasenggak saja bisa buat dengan mudah.
    Syarat buat Alquran cuma satu: Tidak boleh dibuktikan keotentikannya, percaya saja…., karena itu Sabda Langsung dari Allah.

    Salam.

  • 74. kusmardiyanto  |  Maret 19, 2009 pada 2:16 pm

    @mazter
    sebagai kitab yang ditulis orang, benar tidaknya tergantung pengetahuan,niat, misi, keyakinan, dst orang itu…artinya bisa salah…tapi itu bukanlah inti permasalahan…yang menjadi inti permasalahan adalah bagiamana pandangan dia, barnabas, berkaitan dengan keberadaan yesus menganggapnya sebagai Alloh atau utusan Alloh

  • 75. kusmardiyanto  |  Maret 19, 2009 pada 3:36 pm

    @imankristen
    anda bilang
    Kenapa Alquran “hanya” melalui satu orang saja untuk membuktikan kebenarannya?
    ===>ya sebagai ujian apakah kita benar-benar beriman atau tidak kepada muhammad saw sebagai utusan Alloh yang menerima al-qur’an

    Pernah berpikir ndak, Muhammad hanya mengarang-ngarang sebagian dari isi Alquran?
    ===>muhammad saw bukanlah pengarang al-qur’an, karena ia buta huruf (ummi) dan orang yang dekat dengannya (sahabatnya) pun percaya betul dia menerima al-qur’an dari Alloh, dan mereka jauh lebih tahu dari kita tentang hal ini..dan saya percaya seperti juga mereka percaya…semoga saya termasuk golongan mereka

    Anda juga bisa buat Alquran seperti Muhammad, si Jelasenggak saja bisa buat dengan mudah.
    ===>anda bohong..

    saya paham, orang yang tidak beriman kepada Alloh dan rosul-Nya muhammad saw akan bersikap seperti anda sejak dulu hingga sekarang…mereka mengatakan al-qur’an ucapan manusialah …muhammad saw.tukang sihirlah…penyairlah…gilalah …sakit ayanlah…pembohonglah…suka membunuhlah…suka kawinlah …al-qur’an tidak otentiklah…dan apa lagi…,bagimana jika alqur’an benar-benar dari sisi Alloh, kemudian anda mengingkarinya, bukankah anda pasti celaka?…

  • 76. Jelasnggak  |  Maret 19, 2009 pada 6:50 pm

    Wak..waow…………………..

  • 77. imankristen  |  Maret 19, 2009 pada 11:14 pm

    @Kusmardiyanto

    Saya tuliskan di @73 sebagai berikut:

    “Syarat buat Alquran cuma satu: Tidak boleh dibuktikan keotentikannya, percaya saja…., karena itu Sabda Langsung dari Allah.”

    Anda sudah membuktikannya di @75.

    Kalau anda bisa menerima ayat-ayat Alquran versi jelasenggak dan anda bersikap sama seperti kepada Muhammad tanpa pembuktian, apa bedanya ayat Alquran jelasenggak dan Muhammad?

    Salam.

  • 78. Mazter  |  Maret 20, 2009 pada 3:12 am

    @Kusmardiyanto

    kalau memang kitab barnabas ditulis oleh salah satu murid Yesus, kenapa kok baru muncul pada abad 15??
    aneh bukan??

    anda bilang
    =====>”lantas bagiamana kalau al-qur’an itu adalah benar-benar dari Alloh lalu anda mengingkarinya?”

    bagaimana kalau dibalik, Al-quran adalah salah dan anda mengimaninya tanpa berfikir dulu??

    sekarang anda tahu dari mana kalau yang memberikan Al-quran adalah ALLAH?? bisa saja iblis atau muhammad mengaku2 mendapat wahyu???

    kamu juga bilang
    ====>yang menjadi inti permasalahan adalah bagiamana pandangan dia, barnabas, berkaitan dengan keberadaan yesus menganggapnya sebagai Alloh atau utusan Alloh

    sama saja, orang islam juga menganggap Yesus utusan ALLAH, apa bedanya dengan kitab Barnabas??

    memang apa bukti bahwa kitab Al-quran yang anda imani itu benar??

  • 79. kusmardiyanto  |  Maret 20, 2009 pada 4:01 pm

    @ all kristian
    bagiku agamaku bagimu agamamu…aku melakukan apa yang aku lakukan dan kamu melakukan apa yang kamu lakukan…siapa yang benar, biar Alloh yang menentukan…hanya saja saya kuatir kerugian akan menimpa kalian…

  • 80. jelasnggak  |  Maret 20, 2009 pada 9:07 pm

    Kenapa ya.

    Kalau Muslim ngga bisa jawab..

    Selalu saja mereka sembunyi di balik “bagiku agamaku bagimu agamamu” ….

    .
    .
    .
    Di ajarin mikir yang bener ngga mau..

    ya sudah…

    salam.

  • 81. imankristen  |  Maret 20, 2009 pada 11:59 pm

    @kusmardiyanto

    Anda tuliskan:

    1. Bagiku agamaku, bagimu agamaku.

    Ini memang perintah Alquran, TETAPI perintah yang lain juga berbunyi:
    2. Tiada agama lain kecuali Islam. Diluar Islam KAFIR. Jadi, pada kesempatan yang lain orang mengatakan hanya agama Islam yang diridohi Allah. Ini berarti Alquran tidak mengakui adanya agama lain.

    Mana yang benar? 1 or 2?

    Apakah anda mengakui dan mengakui “keberadaan” agama lain?
    Kalau iya, apa maksud point 2?

    Salam.

  • 82. White  |  Maret 24, 2009 pada 2:30 am

    Intinya kalian semua iri karena wahyu kenabian terakhir jatuh ketangan keturunan Ismail… bukan keturunan Bani Israil… Kalau hati kalian udah ditutup sama ALLAH… nggak bakalan bisa terbuka… nanti terbukanya kalo liat “API NERAKA”

  • 83. mazter  |  Maret 24, 2009 pada 4:23 am

    @kusmardiyanto

    aduh, jawaban apa itu??/
    muslim…
    hilang dan pergi seenak sendiri.
    lalu ganti nick baru lagi..
    muslim2

  • 84. mazter  |  Maret 24, 2009 pada 4:29 am

    @white

    tahu dari mana wahyu kenabian itu benar2 asli??

    =====> Kalau hati kalian udah ditutup sama ALLAH… nggak bakalan bisa terbuka… nanti terbukanya kalo liat “API NERAKA”

    ALLAH anda kok jahat banget ya, menutup hati manusia..
    berarti ALLAH anda tidak mau manusia bertobat..

    aduh..

  • 85. Chairurrijal,S.Pd.I  |  April 22, 2009 pada 5:48 am

    Ini ada 10 pertanyaan untuk saudara2 kristiani, kalaw ada yg bisa jawab tak kasih hadiah satu pertanyaan 10 juta.
    1. Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa Dia beragama kristen?
    2. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun?
    3. Pernahkah Yesus mengatakan dalam Alkitab Akulah Tuhanmu maka sembahlahlah Aku saja ?cariii sampai botak gak bakalan ada
    4. Pernahkah Yesus mengatakan Akulah yang menurunkan wahyu dan Aku pulalah yang akan menjaganya?
    5. cari ayat dalam bibel yg menyuruh umatnya untuk beribadah pada hari minggu? yg ada malah Yesus ibadah pada hari sabtu
    6. Mana dalilnya dlm Alkitab Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia?
    7. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat, maka dijamin masuk syurga?
    8. Mana dalilnya dalam Alkitab bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember? dan mana perintahnya dalam Bibel untuk merayakannya?
    9. Adakah diantara kalian yg hafal diluar kepala Kitab Injil walaupun satu surat saja?
    10. Kalau ada saudara2 dari umat kristiani yg bisa menjawab 9 pertanyaan tersebut, tak kasih hadiah 1 soal 10 juta!!!!!!!!!!!

  • 86. CosmicBoy  |  April 22, 2009 pada 6:46 am

    @ Chai,

    Baca dulu artikel2 & postingan2 di atas.

    Udah di jawap itu!

    Semangat dalam mencari kesalahan agama orang lain biar bertempat.

    Baca dan belajar, jangan dari pembuat dongeng.

    Nanti, hasilnya juga banyak yang dongeng.

    Indahnya Yesus (anehnya Islam)

    Salam.

  • 87. MAzter  |  April 23, 2009 pada 4:12 am

    @ Chairurrijal,S.Pd.I

    Cari aja di google, uda banyak kok yang jawab. kasih aja uang 10 juta untuk anak yatim, kami tidak butuh sepeser pun.

    giliranmu jawab, mengapa nabi kamu doyan kawin, doyan membunuh, doyan merampoK?
    jawab ya, kalau bisa saya kasih 10 juta.
    wkwkwk

  • 88. MAzter  |  April 23, 2009 pada 4:12 am

    @ Chairurrijal,S.Pd.I

    Cari aja di google, uda banyak kok yang jawab. kasih aja uang 10 juta untuk anak yatim, kami tidak butuh sepeser pun.

    giliranmu jawab, mengapa nabi kamu doyan kawin, doyan membunuh, doyan merampoK?
    jawab ya, kalau bisa saya kasih 10 juta rupiah.
    wkwkwk

  • 89. Rakha  |  April 23, 2009 pada 6:58 am

    @All Kristiani

    Yang kita tahu adalah Alkitab PL dan PB itu lebih dulu dari Al Qur’an, dan Ibrahim beristeri 2 (dua) orang yaitu Sarah dan Hagar. Dari Hagar diperoleh anak bernama Ismail yang akhirnya menjadi ‘MOYANGNYA BANGSA/BANI ARAB’. Sementara dari Sarah melahirkan anak bernama Ishak yang akhirnya menjadi ‘MOYANGNYA BANGSA/BANI ISRAIL’

    Nah, Alkitab mengatakan bahwa Allah memberkati Ismail dan akan dijadikannya beranak cucu yang sangat banyak dengan melahirkan 12 Raja-Raja, serta akan Allah jadikan bangsa yang besar. Kemudian di Alkitab juga menyebutkan bahwa telah diramalkan atau dinubuatkan akan datangnya seorang Nabi yang bukan dari kalangan Israil tetapi sama seperti Musa dikenal berhadapan muka dengan Allah, yang firman-Nya di taruh di mulut Nabi tsb dan Nabi yang dinubuatkan tsb juga mempunyai tanda dan mukjizat sebagaimana yang dilakukan Musa terhadap Fir’aun beserta pegawai dan seluruh negerinya dengan segala perbuatan kekuasaan dan kedahsyatan yang besar di depan seluruh orang Israil. Disebutkan pula bahwa Nabi yang dinubuatkan tsb berasal dari saudara ‘KAUMNYA’ Musa (Bani/Bangsa Israil). Sebelumnya kita juga mengetahui bahwa Nabi Musa dan Nabi Isa (Yesus) garis keturunannya berasal dari Ishak dengan Bani/Bangsa Israilnya, dan Muhammad garis keturunannya berasal dari Ismail dengan Bani/Bangsa Arabnya. Dan, keduanya adalah suatu Bani/Bangsa yang bersaudara karena mempunyai nenek moyang (Ismail dan Ishak) yang juga bersaudara.

    Dari nubuatan tsb, ada 2 (dua) pendapat. Pertama yang mengatakan Nabi tsb adalah Nabi Isa (Yesus) atau mungkin Nabi yang lain lagi, dan pendapat yang kedua mengatakan Nabi itu adalah Nabi Muhammad.

    Kira-kira menurut kita yang ‘NETRAL, ADIL DAN JUJUR’ disini, pendapat yang manakah yang benar? Pendapat yang PERTAMA ataukah pendapat yang KEDUA?

  • 90. CosmicBoy  |  April 23, 2009 pada 3:41 pm

    @ Kristiani

    Seorang tukang buang angin busuk nulis;

    Yang kita tahu adalah Alkitab PL dan PB itu lebih dulu dari Al Qur’an, dan Ibrahim beristeri 2 (dua) orang yaitu Sarah dan Hagar.

    Al-Kitab tidak mengatakan bhw Ibrahim beristri dua. Baca yang benar donk bukan dari pembuat dongeng. Ibrahim mempunyai isteri yang bernama Sara dan seorang “gundik” yang bernama Hajar. Meskipun Hajar ialah seorang “gundik” namun menurut adat masyarakat ketika itu, “gundik” memiliki hak yang sama seperti isteri.

    Dari Hagar diperoleh anak bernama Ismail yang akhirnya menjadi ‘MOYANGNYA BANGSA/BANI ARAB’. Sementara dari Sarah melahirkan anak bernama Ishak yang akhirnya menjadi ‘MOYANGNYA BANGSA/BANI ISRAIL’

    Waduh…dongeng dari mana “Ismail yang akhirnya menjadi ‘MOYANGNYA BANGSA/BANI ARAB’? Ismail ialah SALAH SEORANG moyang bangsa Arab. Harus diperhatikan bhw bangsa Arab bukanlah bangsa yang “pure” tapi udah dicampur beberapa suku. Suku2 seperti Yabusiyyah, Hettiyyah, Qanaaniyyah, Filistiniyyah, Qaidariyyah, Nabuyet dll sudah DIARABKAN…Ini membawa pengertian bhw keturunan Ismail adalah orang Arab, keturunan Yabusiyyah
    adalah orang Arab dll tapi bukan semua orang Arab keturunan Ismail, bukan semua orang Arab keturunan Filistiniyyah dll…mengerti ngga! Nah, darimana kah keturunan Mohammad, ngga ada kepastian…bisa Yabusiyyah, bisa Filistiniyyah, bisa Idumiyyah, bisa Moabiyyah dll! TIdak semestinya Ismail.

    Kemudian di Alkitab juga menyebutkan bahwa telah diramalkan atau dinubuatkan akan datangnya seorang Nabi yang bukan dari kalangan Israil tetapi sama seperti Musa dikenal berhadapan muka dengan Allah, yang firman-Nya di taruh di mulut Nabi tsb dan Nabi yang dinubuatkan tsb juga mempunyai tanda dan mukjizat sebagaimana yang dilakukan Musa terhadap Fir’aun beserta pegawai dan seluruh negerinya dengan segala perbuatan kekuasaan dan kedahsyatan yang besar di depan seluruh orang Israil.

    Dari sumber mana Anda mengatakan bhw “…datangnya seorang Nabi yang bukan dari kalangan Israil…”? Kalo itu dari Kitab Ulangan 18:18, sila ulang baca…jangan asal baca, dan mikir dulu sebelum nulis…jangan buang angin busuk di sini…di sini tidak ada tempatnya untuk buang angin busuk…kalo mau trus gitu, ke blognya Islam aje…

    Saya kutip “…seorang Nabi akan Ku-bangkitkan BAGI MEREKA (dari kalangan suku2 Bani Israel@ umat Yahudi) DARI ANTARA SAUDARA MEREKA (dari kalangan suku2 Bani Israel@ umat Yahudi)…” (ayat 18)

    Bani Israel ada 12 suku/kabilah/saudara…Nabi Daud & keturunannya berasal dari kabilah Yahuda…Yesus ialah keturunan Nabi Daud, Yesus berasal dari kabilah Yahuda! Nabi yang dimaksudkan ayat 18 ialah YESUS. Sila baca Injil2, banyak klaim YESUS bhw Dialah Nabi yg Dijanjikan oleh Nabi Musa itu!

    Salah satu CIRI “Nabi” itu spt Nabi Musa ialah MUKJIZAT…tidak bisa disangkal baiuk oleh Kristen (Injil) mahupun Islam (Quran) bhw Yesus banyak sekali membuat mukjizat…tapi Muhammad…apakah dia pernah melakukan mukjizat (adakah klaim dari Al-Quran…setahu saya ngga ada)

    Nah, itu yang benar…

    Indahnya Yesus (anehnya Islam)

    Salam.

  • 91. Rakha  |  April 27, 2009 pada 12:05 pm

    @Cosmicboy

    Cosmicboy berkata :
    Bani Israel ada 12 suku/kabilah/saudara…Nabi Daud & keturunannya berasal dari kabilah Yahuda…Yesus ialah keturunan Nabi Daud, Yesus berasal dari kabilah Yahuda! Nabi yang dimaksudkan ayat 18 ialah YESUS. Sila baca Injil2, banyak klaim YESUS bhw Dialah Nabi yg Dijanjikan oleh Nabi Musa itu! dst-nya..

    Rakha Menjawab :

    Saya dapat menyimpulkan Komentar anda diatas adalah bahwa Musa seorang Yahudi dan Yesus seorang Yahudi, Musa adalah seorang nabi dan Yesus juga seorang Nabi (oleh karena itu Yesus seperti Musa)

    Jika Hanya ini saja untuk menentukan calon dalam ramalan 18 : 18 ma-ka untuk kasus ini kriteria dapat dipenuhi oleh setiap tokoh setelah Musa pada kitab Injil: -Solomon, Yesaya, Ezekiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes Pembaptis dan lain–lain, karena mereka semua juga seorang “Yahudi” dan “Na-bi”. Mengapa tidak menerapkan ramalan tersebut kepada salah satu nabi-nabi ini, dan mengapa harus Yesus?

    Saya ulang kembali In-jil-Ulangan 18:18 (Simak Baik2)

    “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan mena-ruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.” (In-jil-Ulangan 18: 18)

    Kesimpulan :

    Ke satu :
    “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperli engkau ini…” Penekanannya pada kata-kata “Dari antara saudara mereka.” Musa dan kaumnya, orang-orang Yahudi, di sini ditujukan sebagai satu kesatuan ras, dan sebagai ‘saudara’ mereka tanpa ragu-ragu adalah bangsa Arab. Perhatikanlah, kitab suci Injil menyata-kan Ibrahim (Abraham) sebagai “Sahabat Tuhan”. Ibrahim mempunyai 2 orang istri, Sarah dan Hajar. Hajar melahirkan seorang anak Ibrahim, putra pertamanya. “… dan Ibrahim menamai anak yang dilahirkan Hajar itu Ismail. “(Kejadian 16:15). “Dan, Ibrahrim memanggil Ismail, anaknya…. ” (Ke-jadian 17: 23). “Dan, Ismail, anaknya, berumur 13 tahun ketika dikerat kulit khatannya. “(Kejadian 17: 25). Sampai usia 13 tahun Ismail adalah satu-satunya anak dan benih Ibra-him, ketika perjanjian disahkan antara Tuhan dan Ibrahim. Tuhan memberi Ibrahim anak laki-laki melalui Sarah, yang dinamakan Ishak, yang sangat muda dibandingkan Ismail.
    Ke Dua:
    Jika Ismail dan Ishak adalah anak dari ayah yang sama (Ibrahim), maka mereka adalah kakak beradik. Karena itu, anak dari salah seorang mereka adalah saudara dari anak yang lain. Keturunan Ishak adalah bangsa Yahudi dan ketu-runan Ismail adalah bangsa Arab jadi mereka bersaudara satu sama lain. Injil menegaskan “…Dan, dia (Ismail) akan menentang semua saudaranya.” (Kejadian 16: 12). “Dan, dia (Ismail) wafat dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.” (Kejadian 25: 17). Anak-anak Ishak adalah saudara dari keturunan Ismail. Dengan cara yang sama Muhammad ber-asal dari saudara bangsa Israel, karena dia adalah keturunan anak Ismail putra Ibrahim. Hal ini tepat sekali dengan ra-malan tersebut: “… DARI ANTARA SAUDARAMU” (Ulangan 18: 18). Ramalan itu dengan jelas menyebutkan nabi yang akan datang yang seperti Musa, harus tidak berasal dari anak-anak Ismail atau di antara mereka sendiri, tetapi berasal dari antara saudara mereka. Karena itu Muhammad berasal dari saudara mereka.

    Ke Tiga :Firman dalam Mulut
    Lebih jauh ramalan mengatakan, “… dan Aku akan menaruh fuman-Ku dalam mulutnya…” Apakah artinya jika dikatakan, “Saya akan menaruh firman saya dalam mulut Anda?” Perhatikan, ketika mula-mula saya meminta Anda untuk membuka Ulangan 18: 18 dan jika saya meminta Anda untuk membacanya, lalu Anda telah mem-bacanya, apakah itu berarti saya telah menaruh firman saya dalam mulut Anda?”

    Pasti Jawaban anda “TIDAK”

    Tetapi, “Jika saya mengajari Anda sebuah bahasa yang Anda tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, seperti bahasa Arab, dan bila saya meminta An-da untuk membaca atau mengulangi sesudah saya, apa yang saya ucapkan; yaitu:

    “Katakanlah, ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula dlperanak- kan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.’ (QS. Al-Ikhlas: 1-4).

    Tidakkah saya sedang menaruh kata-kata asing yang belum pernah didengar dan telah kamu ucapkan, ke dalam mulut Anda?”

    Nah dari sini pasti Anda bisa menyimak ayat diatas bahwa ramalan tersebut cocok sekali dengan Muhammad (itupun baru sedikit penjabaran dari bukti2 yang saya uraikan diatas)

    Tenang mas masih banyak yang belum saya jabarkan ……..

    Nah sampai disini anda setuju tidak…?silakan ditanggapi…

  • 92. CosmicBoy  |  April 27, 2009 pada 12:34 pm

    @ Rakha,

    Waduh..baca & ulang baca@ iqra Ulangan 18:18…jelas dikatakan bahawa “seorang Nabi” akan Allah bangkitkan…

    Saya mau nanya…apakah para Nabi ang lain pernah klaim bahawa merekalah “seorang Nabi” yang dijanjikan itu?

    Ada?

    Bisa tunjukkan?

    Jangan takut.

    Silakan.

    BEDA dengan Yesus…Yesus klaim Dia “seorang Nabi” yang ditulis oleh Nabi Musa…baca…

    Injil Diriwayatkan Yuhana 5:46

    Yesus bersabda: “Sesungguhnya jika kamu beriman kepada Nabi Musa nescaya kamu akan beriman kepada-Ku sebab dia (Nabi Musa) telah menulis tentang Aku.” (di mana…Ulangan 18:18)

    Adakah itu diklaim oleh para Nabi?

    Adakah Nabi Sulaiman, Hezkiyal, Yunus, Daniel, Zakaria, Yahya dalam kitab mereka mengklaim “seorang Nabi” yang diramalkan Nabi Musa itu?

    Ada?

    Hati yang damai akan tahu penipuan Si Mamad.

    Salam.

  • 93. CosmicBoy  |  April 27, 2009 pada 1:10 pm

    @ Rakha,

    “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.” (Ulangan 18: 18)

    1. SEORANG NABI YANG DIRAMALKAN OLEH NABI MUSA.

    Injil Diriwayatkan Yuhana 5:46
    Yesus bersabda: “Sesungguhnya jika kamu beriman kepada Nabi Musa nescaya kamu akan beriman kepada-Ku sebab dia (Nabi Musa) telah menulis tentang Aku.” (di mana…Ulangan 18:18)

    2. SEORANG NABI DARI ANTARA SAUDARA MEREKA.

    Baca Ulangan 17:15 untuk mencari arti “dari antara saudara mereka.”

    “Sesungguhnya hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu yang harus kamu angkat atasmu iaitu DARI ANTARA SAUDARAMU. Itulah yang harus kamu angkat sebagai raja atasmu. Sesungguhnya seorang bangsa asing yang bukan saudaramu tidak boleh kamu angkat sebagai raja atasmu.”

    Nah…pernah ngga kaum Bani Israel mengangkat raja dari kalangan kaum-kaum lain? Ada? Bisa tunjukkan?

    Pernah ngga seorang raja dari kaum/bangsa Ismailiyyah diangkat menjadi raja Bani Israel? Ada? Bisa tunjukkan?

    Nah…dari antara saudaramu harus kamu pilih seorang raja atasmu…itukan saudaranya Bani Israel yang terdiri drpd 12 kabilah bersaudara…antaranya ialah saudara mereka dari kabilah Yahuda…dari kabilah inilah Nabi Daud menjadi Raja Israel…kemudian Nabi Sulaiman, putera Nabi Daud…dan seterusnya sistem pemerintahan dari keturunan Nabi Daud…dari keturunan Nabi Daud inilah…lahir Yesus…baca Injil Matius 1:1

    Nah…arti dari antara saudaramu ialah 12 bersaudara Bani Israel…ngga ada hubungannya dengan bangsa Arab.

    Lagi…udah dijelaskan…ngga ada bukti bahawa Muhammad dari kaum Ismaliyyah. Muhammad memang berbangsa Arab tapi ngga semestinya dari keturunan Ismaliyyah. Bangsa Arab adalah bangsa campuran dari banyak keturunan Timur Tengah…antaranya kaum Yabusiyyah, Qanaaniyyah, Hettiyyah, Idumiyyah, Moabiyyah dan ratusan malahan puluhan suku. Muhammad bisa dari kaum Yabusiyyah ato Qanaaniyyah ato Hettiyyah ato…ato…banyak itu…entah…tidak pasti !

    3. AKU AKAN MENARUH FIRMANKU ATASNYA.

    Injil Diriwayatkan Yuhana 12:49
    Yesus bersabda: “Sesungguhnya AKU BERKATA-KATA BUKAN DARI DIRIKU SENDIRI TETAPI BAPA yang mengutuskan Aku. Sesungguhnya DIALAH YANG MEMERINTAHKAN AKU UNTUK MENGATAKAN APA YANG HARUS AKU KATAKAN DAN AKU SAMPAIKAN.”

    4. MENGATAKAN SEGALA YANG KUPERINTAHKAN KEPADA MEREKA

    Injil Diriwayatkan Yuhana 13:46

    Yesus bersabda: “Sesungguhnya AKU MEMBERIKAN PERINTAH BARU KEPADA KAMU iaitu supaya kamu saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihi kamu.”

    Semoga bisa melihat kebenaran.

    Hati yang damai akn tahu pembohongan Si Mamad (maaf, jangan tersinggung)

    Salam.

  • 94. Rakha  |  Mei 8, 2009 pada 6:10 am

    test

  • 95. Rakha  |  Mei 8, 2009 pada 6:10 am

    @CosmicBoy

    Mohon maaf baru ditanggapi (saya baru masuk lagi ke kategori ini)

    Dilanjut :

    Dalam Kitab Ulangan 18:18 (silahkan kalian cek), Allah berfirman kepada Musa: “Seorang Nabi akan Ku-bangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Ku-perintahkan kepadanya”

    Pernubuatan pada ayat tsb saya tekankan pada kata “dari antara saudara mereka”. Musa dan kaumnya orang-orang Yahudi dimaksudkan sebagai satu kesatuan ras, dan sebagai saudara mereka tanpa ragu-ragu adalah ras/bangsa Arab. Perhatikanlah, Alkitab menyatakan Ibrahim (Abraham) mempunyai 2 orang isteri, Sarah dan Hajar. Dari Hajar, melahirkan anak bernama Ismail. “…..dan Ibrahim menamai anak yang dilahirkan Hajar itu Ismail” (Kejadian 16:15). “Dan Ibrahim memanggil Ismail, anaknya….” (Kejadian 17:23). “Dan, Ismail, anaknya, berumur 13 tahun ketika dikerat kulit khatannya” (Kejadian 17:25). Sampai usia 13 tahun, Ismail adalah satu-satunya anak dari benih Ibrahim, ketika perjanjian disahkan antara Tuhan dan Ibrahim. Tuhan kemudian memberi Ibrahim anak laki-laki melalui Sarah bernama Ishak yang jauh lebih muda dibanding Ismail. Ismail dan Ishak adalah kakak-beradik seayah (Ibrahim) lain ibu, karena itu salah seorang dari mereka adalah saudara dari yang lainnya. Keturunan Ishak adalah bangsa Yahudi dan keturunan Ismail adalah bangsa Arab yang berarti antara Yahudi dan Arab adalah bersaudara. Anak-anak dari garis keturunan Ishak adalah saudara dari anak-anak garis keturunan Ismail. Dengan pengertian yang sama, maka Muhammad adalah berasal dari saudara bangsa Israel, karena ia adalah keturunan dari anak-anak Ismail putera Ibrahim. Hal ini tepat sekali dengan ramalan atau pernubuatan sebagaimana tercantum kata “….dari antara saudaramu” pada Ulangan 18:18. Ramalan tsb dengan jelas menyebutkan Nabi yang akan datang yang seperti Musa, tidak harus berasal dari anak-anak Ishak atau diantara mereka sendiri, tetapi berasal dari “antara saudara mereka sendiri”. Jelas Muhammad berasal dari saudara mereka sendiri.

    Lebih jauh, ramalan mengatakan, “…Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya…”

    Coba kalian perhatikan kalimat “menaruh firman dalam mulut”. Saya ingin bertanya kepada anda semua kaum Kristiani, apa maksud dari “menaruh firman atau perkataan dalam mulut”? Kalau saya menyodorkan tulisan ini kepada anda katakanlah kepada saudara @Cosmicboy dan kemudian @Cosmicboy membaca tulisan saya di blog ini, apakah itu berarti “Rakha telah menaruh firman atau perkataan dalam mulut @Cosmicboy”? Coba kalian semua renungkan, saya tidak mengarang-ngarang, ayat Ulangan 18:18 ini tercantum dalam Alkitab anda sendiri,

    Sejarah menyatakan bahwa Muhammad ketika menerima wahyu pertama berusia sekitar 40 tahun. Pada suatu malam di bulan Ramadhan, ia berada dalam sebuah gua kira-kira 3 mil ke arah utara kota Makkah. Di dalam gua tsb, ia didatangi Malaikat Jibril seraya berseru memenuhi relung hati dan bathin beliau dalam bahasa daerahnya: “Baca!” atau “Nyatakan!” atau “Bawakan!”. Muhammad ketakutan dan dalam keadaan kebingungan menjawab: “Saya tidak dapat membaca!”. Kemudian Malaikat Jibril memerintahkan untuk kedua kalinya dan memperoleh jawaban yang sama dari mulut Muhammad. Pada yang ketiga kalinya, Malaikat Jibril melanjutkan. Barulah Muhammad mengerti apa yang harus dilakukannya hanyalah mengulangi untuk berlatih, dan dia mengulang kata-kata yang ditaruh dalam mulutnya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
    (Ayat pertama yang diwahyukan Allah lewat Malaikat Jibril ini tercantum pada permulaan dari Surah Al ‘Alaq (96):1-5).

    Setelah Malaikat Jibril pergi, Muhammad segera berlari ke rumahnya. Dengan ketakutan dan seluruh tubuh berkeringat, beliau meminta isterinya tercinta Khadijah untuk menyelimutinya. Beliau berbaring dan isterinya memandanginya, heran bercampur khawatir ada apa gerangan yang telah menimpa suaminya. Ketika telah tenang kembali, Muhammad menjelaskan kepada isterinya apa yang telah dilihat, didengar dan dialaminya. Setelah mendengar cerita Muhammad, Khadijah isterinya baru memahaminya. Khadijah meyakinkan bahwa ia percaya kepada Muhammad dan bahwa Allah tidak akan membiarkan hal yang seperti itu terjadi pada suaminya. Apakah yang telah dilakukan Muhammad ini semua merupakan pengakuan seorang penipu? Apakah seorang penipu yang mengaku telah didatangi Malaikat yang membawa pesan dari Yang Maha Tinggi lalu menjadi kuatir, ketakutan dan berkeringat seluruh tubuhnya, kemudian lalu lari ke rumah mengadu-ngadu kepada istrinya? Setiap kritikus (termasuk kalian semua yang di sini) mestinya dapat melihat apakah reaksi dan pengakuan Muhammad ini adalah tingkah laku seorang pembohong dan penipu? Layakkah hal seperti itu dilakukan oleh seorang penipu dan pembohong sebagaimana yang kalian fitnah selama ini? Khadijah sebagai seorang isteri tahu persis, siapa Muhammad sebenarnya. Jauh sebelum menjadi suaminya, Khadijah sudah tahu persis watak, karakter dan akhlaq Muhammad. Sejak remaja, beliau (Muhammad) sudah mendapat gelar al-Amin (orang yang jujur, tidak pernah bohong dan dapat dipercaya). Akhlaq beliau juga sangat terkenal dengan Akhlaqul Karimah tingkat tinggi, berperasaan halus dan sangat peka terhadap lingkungan sekitarnya terlebih lagi terhadap lingkungan sosial masyarakatnya.

    Selama 23 tahun, tepatnya 22 tahun 2 bulan dan 22 hari dalam era kenabiannya, firman-firman Allah selalu ditaruh dalam mulut beliau dan beliau mengucapkannya. Kemudian disampaikan kepada para sahabat, dan ditulis oleh para sahabat pada daun, kulit, tulang dll serta terpatri di dalam hati para sahabat yang tekun. Dalam sejarah tercatat pula bahwa bangsa Arab pada waktu itu terkenal dengan kekuatan hafalan dan daya ingatnya yang luar biasa. Selama era turunnya Al Qur’an, dari ayat pertama sampai dengan ayat terakhir sangat banyak para sahabat yang hafal Al Qur’an yang susunannya sesuai dengan petunjuk Muhammad secara berurutan seutuhnya sebagaimana yang dapat kita lihat pada Al Qur’an yang ada sekarang.

    Apakah benar bahwa Muhammad itu ummi (buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis)? Pertanyaan balik dari saya dan kaum muslimin, apa buktinya bahwa beliau (Muhammad) bisa baca tulis? Kalau benar, siapa gurunya, pengajarnya? Mungkinkah dan masuk akalkah seorang tokoh yang begitu menggemparkan tidak ada riwayat, siapa gurunya, siapa yang telah mengajarinya membaca dan menulis?

    Pada Yesaya 29:12, dapat kita baca: “Dan apabila Kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan, “Baiklah baca ini!, maka ia akan menjawab, “Aku tidak dapat membaca”.

    Apakah ayat-ayat dalam Alkitab itu bohong? Kalo bohong, yang benar yang bagaimana? Apakah yang benar itu pendapatnya @Cosmicboy, @jelasnggak, @mazter, atau siapa lagi kaum Kristiani yang tidak ngerti tapi taunya cuap-cuap? Kalau kalian merasa benar sendiri, berarti kalian lebih benar dari Alkitab dong? Enak azzzzzzzzzzaaaa… Hehehehehe……………… Makanya, baca Alkitab dengan benar dan teliti.

    Perlu diperhatikan, dalam sejarah tidak ada Alkitab yang berbahasa Arab pada abad 6 Masehi ketika Muhammad masih hidup dan berda’wah. Disamping itu beliau benar-benar tidak dapat membaca dan menulis. Tak ada seorang manusiapun yang pernah mengajarinya tentang hal itu. Lalu siapa gurunya? Siapa lagi kalau bukan Allah sendiri lewat Malaikat Jibril yang mematrikan firman-firman-Nya di dalam hati sanubari beliau?

    Dalam Al Qur’an ditegaskan: “Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya sendiri. Ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya oleh Jibril yang sangat kuat” (An Najm 53:3-5).

  • 96. Rakha  |  Mei 8, 2009 pada 6:11 am

    dilanjut…..

    @Cosmicboy

    Kelengkapan tentang pernubuatan Nabi Muhammad ini, terdapat pada Ulangan 34:10-12

    10.Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka, tidak ada lagi Nabi yang bangkit diantara orang Israel,
    11. dalam hal segala tanda dan mukjizat, yang dilakukannya atas perintah Tuhan di tanah Mesir terhadap Fir’aun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya,
    12. dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

    Coba anda perhatikan benar-benar 3 ayat tsb. Mohoooooooonnnnnnn deh, perhatikan bener-bener ye? Pada Ulangan 34:10-12 tsb, sangat jelas sekali maksudnya bahwa dari kalangan orang Israel tidak akan ada lagi Nabi yang bangkit seperti Musa yang berhadapan muka dengan Tuhan. Dalam hal apa lagi selain berhadapan muka? Pada ayat selanjutnya (ayat 11) disebutkan, yaitu dalam hal segala tanda dan mukjizat, yang dilakukannya atas perintah Tuhan di tanah Mesir terhadap Fir’aun dan terhadap semua pegawainya. Dalam hal apa lagi yang dari orang Israel tidak dibangkitkan lagi Nabi? Pada ayat selanjutnya (ayat 12) disebutkan, yaitu dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

    Jadi, kesimpulan dari Ulangan 34:10-12 adalah:

    Tidak ada lagi Nabi yang bangkit dari orang Israel dengan kriteria:

    1. Dikenal berhadapan muka dengan Tuhan.

    2. Dalam hal segala tanda dan mukjizat, yang dilakukan atas perintah Tuhan kepada Musa di tanah Mesir terhadap Fir’aun dan terhadap semua pegawainya.

    3. Dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

    Nah, apa sudah bisa difahami? Ataukah cara saya yang menjelaskannya yang masih belum pas? Tapi saya fikir, anak SD pun memahami kok maksud dari ketiga ayat tsb di atas. Masa anda dan mungkin @Cosmicboy atau yang lainnya tidak faham juga. Tapi, yaaaaaa….. silahkan saja kalo ingin mlintir lagi. Biasanya sih type seperti anda itu suka sekali mlintir-mlintir dan Cuap-cuap aja (terkesan provokatif) He………he………he……………

    Lalu, apakah mutlak tidak ada lagi Nabi yang bangkit dari orang Israel setelah Musa? Tentu tidak dong. Buktinya, Yesus, kan setelah Musa, begitu pula Harun, Yahya (Yosua), tetapi semuanya kan tidak berhadapan muka dengan Tuhan dan tidak membawa mukjizat dan kedahsyatan sebagaimana pada kriteria 2 dan 3 di atas.

    Kemudian, bagaimana ramalan tentang nubuat Nabi Muhammad dalam Perjanjian Baru (”Injil”), juga ada. Silahkan kita simak bersama ayat berikut:

    “Namun, Aku mengatakan kebenaran ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu. Tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yohanes 16:7).

    Siapakah Penghibur yang lain tsb? Penghibur itu tidak akan datang, jika Yesus tidak pergi, siapakah dia? Dalam Al Qur’an, Allah menyampaikan berita ghaib kepada Nabi Muhammad bahwa Nabi Isa (Yesus) pernah menubuatkan tentang Nabi Muhammad ini (seperti Yohanes 16:7). Silahkan lihat ayat Al Qur’an berikut:

    Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Ash Shaff 61:7).

    Bagaimana saudaraku @Cosmicboy serta teman-teman Kristiani lainnya? Masihkah kalian mengingkari dan menyangkal akan Nubuat Nabi Muhammad dalam Taurat dan Injil, dan yang diberitakan juga dalam Al Qur’an?

  • 97. jboz  |  Mei 8, 2009 pada 4:04 pm

    @ Rakha,

    Sila baca maksud “dari antara saudaramu” dalam Kitab Taurat.

    Kata “dari antara saudarmu” ngga pernah dirujuk kepada bangsa-bangsa lain.

    Kata itu dihubungkan dengan 12 kabilah Bani Israel.

    12 kabilah ini bersaudara.

    Mengerti ngga?

    Sekali lagi…semua kalimat “dari antara saudaramu” dalam Kitab Taurat memacu kepada 12 kabilah Bani Israel. Ngga pernah maksudnya nyeleweng ke kaum-kaum yang bukan Bani Israel.

    Baca dan gali arti yang mahu disampaikan oleh Nabi Musa…bukan mencocok-cocokkannya dengan doktrin anda. Ngga nyambung itu, seperti mencocok-cocokkan sepatu perempaun ke kaki pria!

    Udahlah…1400 tahun sudah berlalu, kok mikirnya masih dari gua…ooooooops manusia dari gua Hira.

  • 98. jboz  |  Mei 8, 2009 pada 4:21 pm

    @ Rakha,

    Lebih jauh, ramalan mengatakan, “…Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya…”

    SALAH KAPRAH mengatakan bahawa Allah menaruh Firman-Nya ke dalam mulut Muhammad.

    Ini bercanggah dengan kenyataan Al-Quran.

    Muhammad dikatakan menerima wahyu MELALUI MALAIKAT.

    Ngga pernah Allah menaruh Firman-Nya ke dalam mulut Muhammad.

    Ngga pernah!

    Muhammad mengucapkan apa yang diucapkan oleh malaikat. Karena itu menurut Islam, Muhammad adalah penerima “Firman Allah” @ pembawa wahyu.

    BEDA DENGAN YESUS.

    Yesus mengucapkan Firman Allah.

    Yesus bukan penerima Firman Allah.

    Yesus bukan pembawa wahyu Allah.

    Yesus mengucapkan Firman Allah karena Yesus adalah Firman Allah.

    “Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Injil Yuhana 1:1-2)

    Firman Allah ada di MULUT YESUS karena Yesus adalah Firman Allah itu sendiri.

    “Dan nama-Nya ialah Firman Allah.” (Wahyu 19:13)

    Ucapan Yesus adalah Firman Allah.

    Sudah 1400 tahun…kok…mikirnya masih dari gua Hira.

  • 99. jboz  |  Mei 8, 2009 pada 4:42 pm

    @ Rakha,

    Pada Yesaya 29:12, dapat kita baca: “Dan apabila Kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan, “Baiklah baca ini!, maka ia akan menjawab, “Aku tidak dapat membaca”.

    Kok ambil ayat sepotong-potong.

    Ngapa tidak diquote semuanya?

    Takut ketahuan memutarbelitkan Firman Allah.

    Gua quote ayat-ayatnya bagi membongkarkan penipuan anda.

    29:11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, APABILA IA DIBERIKAN KEPADA ORANG YANG TAHU MEMBACA dengan mengatakan: “Baik bacalah ini”, maka ia akan mejawab: “AKU TIDAK DAPAT MEMBACA sebab kitab itu termeterai.”

    29.12 Dan APABILA IA DIBERIKAN KEPADA ORANG YANG TIDAK TAHU MEMBACA dengan mengatakan: “Baik bacalah ini”, maka ia akan menjawab:”AKU TIDAK DAPAT MEMBACA.”

    Nah…ayat 1, Kitab diberikan kepada orang tahu membaca; jawabnya ia tidak membaca.

    Ayat 12, Kitab diberikan kepada orang yang tidak tahu membaca; jawabnya ia tidak tahu membaca.

    Nah, perhatikan…yang boleh membaca mengatakan tidak dapat membaca…yang tidak boleh membaca mengatakan tidak dapat membaca!

    Baik yg boleh baca mahupun yang tidak boleh baca mengatakan hal yang sama…TIDAK DAPAT MEMBACA.

    Wakakakakaka…kacian muslimer…mahu dicocok-cocokkan untuk menegakkan doktrin bahawa Muhammad benar2 diramalkan dalam Bible.

    Muslimer…udahkan…1400 tahun masih ngga mau berputus asa. Masih mau tegakkan benang yang basah.

    Kacian Si Mamad ini, mau minta diakui.

    Keinginan Si Mamad besar banget.

    Sayang seribu kali sayang…ngga nyambung.

    Mau tahu maksudnya ayat-ayat di atas, sila baca seluruh Kitab Asyaya Fasal 29. Untuk penjelasannya…sila google aje. Jawapannya ada di sana.

    Tambahan: Setahu gue, ngga pernah dibilang Muhammad diramalkan di Kitab Para Nabi…ngga pernah…Al-Quran sering merujuk kepada Taurat & Injil…di sana dikatakan ada ramalan tentang Muhammad.

    Nah, upaya menunjukkan Muhammad diramalkan selain Taurat & Injil, itu apa-apaan…itu bercanggah dengan Al-Quran.

    Muslimer…muslimer…udahlah…kebohongan tetap kebohongan…mau pusing kiri kek, mau pusing kanan kek…mau ke depan kek…mau ke belakang kek…KEBOHONGAN anda bisa terdeteksi.

  • 100. jboz  |  Mei 9, 2009 pada 2:28 am

    @ Rakha,

    Selama 23 tahun, tepatnya 22 tahun 2 bulan dan 22 hari dalam era kenabiannya, firman-firman Allah selalu ditaruh dalam mulut beliau dan beliau mengucapkannya.

    Ngga pernah sepanjang 23 tahun itu…Allah sekalipun menaruh Firman-Nya ke mulut “Nabi”. Muhammad klaim HANYA MALAIKAT yg membawa “Firman” dan memerintahkannya untuk mengucapkan.

    Muhammad ngga pernah buktikan “Firman” yg dia terima itu dari malaikat…ngga ada saksinya…itu klaimnya seorang.

    Muhammad ngga pernah buktikan “Firman” yg dia terima itu dari Allah…ngga ada saksinya…itu klaimnya seorang.

    Lagipun udah terbukti bahawa Al-Quran bukan 100% kata2 Allah@ Firman Allah…ada kata2 Muhammad…ada kata2 malaikat…ada kata2 “para pengarang.”

    Nah, 1 lagi bukti Al-Quran bukan Firman Allah yg ditaruh ke mulut “Nabi”.

    Salam.

  • 101. jboz  |  Mei 9, 2009 pada 2:39 am

    @ Rakha

    Kemudian disampaikan kepada para sahabat, dan ditulis oleh para sahabat pada daun, kulit, tulang dll serta terpatri di dalam hati para sahabat yang tekun.

    O iya…mana tulisan2 pada daun, kulit, tulang dll…mana? Ada? Mana? Sila tunjukkan!

    Jangan omong kosong…bisa ngga tunjukkan?

    “Terpatri di hati para sahabat”…ini apa-apaan? Udah dibuktikan bahawa Muhammad ngaku dia sendiri lupa beberapa ayat “FIrman Allah”, begitu juga dengan para sahabat, mereka pada ngaku bahawa mereka pelupa.

    Dalam sejarah tercatat pula bahwa bangsa Arab pada waktu itu terkenal dengan kekuatan hafalan dan daya ingatnya yang luar biasa.

    Menghafal semua ayat?

    Itu bullshet.

    ‘Nabi” aje ngaku lupa ayat2 yg dihafal.

    Para sahabat aje ngaku lupa ayat2 yg dihafal.

    Mereka pada LUPA, mas!

    Wajarkan…manusia…selagi bergelar manusia…mereka tetap PELUPA.

    Dan lagi…ngga pernah pada zaman “Nabi” ada yg bisa hafal 100% ayat2 Al-Quran…ngga pernah.

    Zaid pada ngaku bahawa ngga ada yg pernah hafal 100%. Ada yang tercicir beberapa ayat.

    Ini itu bukti2nya.

    Udahlah mas, 1400 tahun…masih mau ditipuin sama Si Mamad itu.

    Salam

  • 102. jboz  |  Mei 9, 2009 pada 2:54 am

    @ Rakha,

    Selama era turunnya Al Qur’an, dari ayat pertama sampai dengan ayat terakhir sangat banyak para sahabat yang hafal Al Qur’an yang susunannya sesuai dengan petunjuk Muhammad secara berurutan seutuhnya sebagaimana yang dapat kita lihat pada Al Qur’an yang ada sekarang.

    Itu klaim yg BOHONG.

    Ngga ada asa dan buktinya.

    Omongnya selalu manis bagaikan madu…untuk mempengaruhi opini publik…buktinya ngga ada!

    Yang benar…pada zaman selepas kewafatan “Nabi”…wujud pelbagai versi Al-Quran…yg ada yg ditangan para sahabat. Masing2 ‘mengumpul’ ayat2 Al-Quran dan menjilidkannya dan diedarkan. Makanya, pada zaman Khulafah Al-Rasyidin…pelbagai versi ada di seantero jajahan Islam.

    Versi-versi ini, ada ayat2 yg lebih dan ada yang kurang antara satu sama lain.

    Ada surah2 yang tidak ada di versi-versi yang lain.

    Malahan…bacaannya juga berbeda.

    Luar biasa kecacatan Al-Quran.

    SANGAT CACAT.

    Sampai2 bisa memecahbelahkan kerukunan umat Islam.

    Bahkan bisa melahirkan perbedaan akidah!

    Tiba-tiba muncul seorang yg bernama Usman al-Affan…bakar semua versi dan TETAPKAN versinya saja yang bisa diterima pakai dan diguna pakai untuk semua umat Islam.

    Sempurnakah versi Usman?

    Lengkapkah versi Usman?

    Ngapa dibakar versi2 yg lain?

    Aapkah bukti versi2 yg laen itu ngga sempurna@ lengkap?

    Kok yang mengumpulnya kan para sahabat “Nabi” yang paling akrab…paling dipercayai…paling senior…paling setia…paling sempurna bacaan mereka.

    Siapakah Zaid?

    Apakah wibawa dia mengumpul ayat2 Al-Quran? Bukankah dia baru memeluk Islam? Dan dia bukan tergolong sahabat “Nabi” dan dia bukan salah seorang dari 4 yang dipuji ‘Nabi” bahawa bacaan mereka sempurna!

    Waduh…bercelaru amat,…penuh muslihat politik, hasad dengki, permainan, penipuan dan pemalsuan dalam proses pengumpulan dan pembukuan Al-Quran.

    Tepuk dada tanya selera.

    1400 tahun sudah berlalu…masih masih ditipuin.

    Wakakakaka.

  • 103. jboz  |  Mei 9, 2009 pada 3:24 am

    @ Rakha,

    Apakah benar bahwa Muhammad itu ummi (buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis)?

    Pengertian kalimat “ummi” masih diperdebatkan.

    Kalimat ‘UMMI’ ngga jelas dalam Al-Quran. (Kok Firman allah kurang jelas? Pantesan itu omongan Nabi dan karangan para sahabat)

    1. Ada yang tafsir buta huruf dalam arti kata sebenar.

    2. Ada yang tafsir “Nabi” umat yg ngga punya Kitab Allah sebelum itu.

    Terserah mana maunya?

    Bagi gue…gue pilih yg kedua…itu logis.

    Pertanyaan balik dari saya dan kaum muslimin, apa buktinya bahwa beliau (Muhammad) bisa baca tulis?

    “Nabi” bukan buta huruf, Muhammad adalah seorang “nabi” yang “dipilih” oloh untuk membawa kebenaran bagi bangsa Arab yg belum ada Kitab.

    Nah…mikirnya gitu.

    Itu lebih mendekati kalimat “ummi” dalam Al-Quran.

    Yang omong2 “ummi” itu maksudnya ngga bisa baca@ buta huruf, itu bukan berdasarkan maksud “ummi” dalam Al-Quran…itu direka…diperhaluskan dengan penuh tipu muslihat untuk mempengaruhi opini publik bahawa “nabi” mustahil karang Al-Quran, kan dia ngga bisa nulis dan baca.

    Aneh…omongan itu ngga ada dasarnya malahan bercanggah dengan pengertian “ummi” dalam Al-Quran dan Al-Hadis. Dalam Al-Quran, “Nabi” disuruh MEMBACA ayat2 Al-Quran yg diturunkan…BACA…BACA…BACA berpuluh2 kali kepada para pendengar!

    Muhammad juga bisa menulis menurut Al-Quran 25:5

    … Tales of the ancients that he hath put in writing! Sale

    … Tales from the past that he wrote down… Khalifa

    … which he has copied down… F. Malik

    “… which he has written down…” M. A Qadri (*)

    “… (which people come and narrate to him and) which he writes down…” G.A. Parwez (*)

    “… which he has written down…” Abdul Qasim (*)

    “… he wrote it…” Muhamed Ahmed with his daughter Samira: Quran / Koran translation (*)

    “… which he has written down…” Al Quran: Word for Word Translation (*)

    …‘He has written tales of the ancients…’ Hasan Qaribullah (*)

    “… he wrote them down…” Quran Reformist Translation (*)

    Dan dalam hadis:

    Narrated Anas bin Malik:
    Once the Prophet WROTE A LETTER or had an idea of writing a letter. The Prophet was told that they (rulers) would not read letters unless they were sealed. So the Prophet got a silver ring made with “Muhammad Allah’s Apostle” engraved on it. As if I were just observing its white glitter in the hand of the Prophet… (Sahih al-Bukhari, Volume 1, Book 3, Number 65)

    We then asked: Who wrote this document for you? He replied: THE APOSTLE OF ALLAH (peace_be_upon_him). (Sunan Abu Dawud, Book 19, Number 2993)

    Udahlah mas, 1400 tahun sudah berlalu, kok masih mau ditipuin sama orang Arab dari gua Hira itu.

  • 104. Rakha  |  Mei 12, 2009 pada 9:28 am

    @Jboz

    Jboz Comment :

    Kata “dari antara saudarmu” ngga pernah dirujuk kepada bangsa-bangsa lain.

    Kata itu dihubungkan dengan 12 kabilah Bani Israel.

    12 kabilah ini bersaudara.

    Mengerti ngga?

    Rakha Berkata :

    Argument anda itu sangat lemah Mas……!!

    Argument anda itu sebenarnya tidak tepat karena jelas tidak ada lagi Nabi dibangkitkan diantara orang-orang Israel yang dikenal Tuhan berhadapan muka. Berarti yang bukan orang Israel boleh kan? Kemudian, Jika ada Nabi dibangkitkan dari orang Israel setelah Musa dan dikenal berhadapan muka dengan Tuhan seperti Musa, maka ayat itu tentu batal dan tidak berlaku. Lalu, apakah ada Nabi setelah Musa yang dibangkitkan? Jelas ada, yaitu Yesus (Isa), Harun, Yosua (Yahya), ketiganya orang Israel. Tetapi ketiganya tidak dikenal berhadapan muka dengan Tuhan, meski ketiganya adalah Nabi.

    Sekarang, ada seorang Nabi dibangkitkan yang bukan orang Israel tetapi orang Arab yang masih bersaudara dengan juriat Musa dan dikenal berhadapan muka dengan Tuhan (sewaktu Mi’raj), bukankah ini cocok dan tidak bertentangan dengan Ulangan 34:10-12 tsb? Coba anda renungkan.

    Oke, tidak mengapa, jika anda tetap menyangkalnya, itu hak anda. Saya serahkan kepada semua teman-teman yang ada di sini untuk menilainya.

    Sekarang bagaimana tentang Ulangan 18:18?

    Nih, saya ulang lagi ya ayatnya beserta uraiannya:

    Dalam Kitab Ulangan 18:18 (silahkan cek sendiri, dan buka Alkitabnya), Allah berfirman kepada Musa: “Seorang Nabi akan Ku-bangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Ku-perintahkan kepadanya” (Ayat ini cocok sekali dengan Ulangan 34:10-12 di atas)

    Nah, pada ayat tersebut sangat jelas maksudnya bahwa seorang Nabi yang seperti Musa dari saudara Musa itu sendiri akan dibangkitkan oleh Allah, dan firman Allah akan ditaruh dalam mulut Nabi tsb, dan Nabi tsb akan mengatakan kepada orang-orang segala yang diperintahkan oleh Allah.

    Pertanyaannya adalah, siapakah Nabi yang dimaksud pada Ulangan 18:18?

    Coba anda telaah, seorang Nabi yang seperti Musa akan dibangkitkan dan firman Allah akan ditaruh dalam mulutnya. Siapa lagi yang dimaksud Ulangan 18:18 kalau bukan Nabi Muhammad? Siapa yang dapat menyangkal jika Muhammad itu memang seperti Musa? Coba anda renungkan (kecuali jika anda tidak mau merenung dan hati anda memang anda kunci sendiri). Musa punya ayah dan ibu, Muhammad juga punya ayah dan ibu. Musa membawa Syari’at (Taurat), Muhammad juga membawa Syari’at (Al Qur’an). Musa memimpin ummat, Muhammad juga memimpin ummat. Musa berkeluarga (punya isteri), Muhammad juga begitu. Musa menyembah kepada Allah, Muhammad juga menyembah kepada Allah. Musa dikenal berhadapan muka dengan Tuhan, Muhammad juga dikenal berhadapan muka dengan Tuhan. Musa wafat, Muhammad juga wafat.

    Kemudian, pada Yohanes 16:7, Yesus mengatakan bahwa Penghibur itu akan datang setelah Yesus pergi.

    Dalam Al Qur’an, Allah juga memberitakan berita Ghaib kepada Muhammad tentang perkataan Yesus bahwa sepeninggal atau sesudah Yesus (Isa), ada lagi Nabi yang akan diutus oleh Allah bernama Ahmad (nama lain dari Muhammad).

    “Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Ash Shaff 61:6).

    Kok, pernubuatan Nabi Muhammad antara PL, PB dan Al Qur’an begitu klop ya? Apakah ini sesuatu yang kebetulan atau rekayasa? Atau memang benar-benar karena kehendak Allah? Atau memang hati si @Jboz sendiri yang memang sudah ditutup?

  • 105. Rakha  |  Mei 12, 2009 pada 9:31 am

    @Jboz Says :

    “Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Injil Yuhana 1:1-2)

    Firman Allah ada di MULUT YESUS karena Yesus adalah Firman Allah itu sendiri.

    Rakha Jawab :

    Aneh-aneh aja Ummat Kristen yang satu ini percaya bahwa yang dimaksud ‘Firman’ adalah Yesus. Padahal kamus mana pun tidak pernah mengartikan Firman sebagai Yesus.

    Kalaupun memang firman itu berupa mahluk, ya tetap saja tdk bisa dijadikan patokan kalau firman (mahluk itu menyatu)

    Firman/Logos/Kalimah itu mempunyai makna yang cukup luas. Logos/Kalam dapat berarti ungkapan atau ekspresi, alasan (Kis 10:29), perintah (QS. 2:124; Gal. 5:14; Kej. 2:16), ketetapan (QS. 3:64; Kel. 12:24), perkataan (Rm. 15:18; QS. 4:46; QS. 5:13), berbicara (QS. 4:164; Kel. 19:9; QS. 7:143), menjawab (Kel. 19:19), rencana, janji/perjanjian (QS. 6:34; QS. 7:137), pesan (Luk. 4:32), kitab (QS. 7:158), berita, pengakuan, kesaksian, pengajaran, dsb. Logika berasal dari kata logos ini. Tetapi tidak ada dalam kamus yang mengatakan bahwa Logos bermakna Yesus.

    Maka ayat di atas hendaknya tidak diartikan: “Pada mulanya ada Yesus.” Akan tetapi: “Pada mulanya ada Firman.” Dan firman di sini bisa berarti rencana atau perintah Allah untuk menciptakan sesuatu yang Dia kehendaki. Jika kita melihat Kitab Kejadian pasal 1, kita akan melihat bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan Firman-Nya: Jadilah. Begitu juga jika kita melihat di dalam Al-Quran, dikatakan di dalamnya bahwa jika Allah berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka cukuplah Dia berkata: Jadilah.

    Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. [Kejadian 1:3]

    Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. [QS. Ya Sin (36): 82]

    Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah (seorang manusia)”, maka jadilah dia (seorang manusia). [QS. Ali Imran (3): 59]

    Dalam Perjanjian Lama, kita dapat melihat bahwa bangsa Yahudi terbiasa dengan gagasan ‘Firman Tuhan’ yang mengacu pada Tindakan dan Kebijaksanaan-Nya. Penting untuk dicatat bahwa Yahudi menganut Ketuhanan Yang Mahaesa, dan tidak percaya akan “Allah Tritunggal.” Mereka terbiasa dengan idiom dari bahasa mereka sendiri, dan memahami bahwa kebijaksanaan dan kuasa Tuhan diwujudkan dengan ‘Firman’.

    Jika Anda seorang pelukis, pematung, atau pujangga, Anda akan mengekspresikan/mengungkapkan diri Anda melalui lukisan, patung, atau syair. Melalui lukisan, patung, atau syair, orang lain akan dapat mengenal siapa diri Anda sebenarnya. Begitulah Allah, melalui kalimah-Nya berupa alam semesta, para Nabi, juga kitab-kitab-Nya telah memperkenalkan Diri-Nya kepada kita.

    Murid-murid Yesus pernah bertanya kepada Yesus, “Bagaimana Allah itu?” Yesus menjawab, “Jika kamu telah melihat aku, berarti kamu telah melihat Allah.”

    Para shahabat Nabi Muhammad juga pernah bertanya, “Bagaimana Allah itu?” Nabi Muhammad pun menjawab, “Jika kamu telah melihat aku, maka kamu telah melihat Allah.” Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi bersabda, “Janganlah kamu memikirkan Allah, karena kamu tidak akan snggup, akan tetapi fikirkanlah ciptaan-Nya.” Ya, ciptaan-Nya, kalimah-Nya yang tidak tertulis.
    Logo/Kalam adalah ungkapan Tuhan, dan adalah Komunikasi Diri-Nya, sama halnya sebuah “kata” adalah suatu ungkapan yang keluar dari pemikiran seseorang. Ungkapan Tuhan yang keluar ini sekarang telah wujud pada Hamba-Nya, dan dengan begitu, maka dengan sempurna dapat dimengerti mengapa Yesus disebut “Logos/ Kalimah.” Yesus adalah suatu ungkapan yang keluar dari kebijaksanaan, tujuan dan rencana Allah. Karena alasan yang sama, kita menyebut wahyu sebagai “suatu firman dari Tuhan” dan Alkitab atau pun Al-Quran adalah “Firman Allah.”

    Jika kita memahami bahwa logo/kalimah adalah ungkapan Tuhan —rencana, maksud, alasan dan kebijaksanaan Tuhan, maka jelaslah bahwa itu semua tentu saja bersamaNya “di dalam permulaan.” Alkitab mengatakan bahwa kebijak-sanaan Allah adalah “dari awal” (Amsal 8:23). Itu adalah penulisan Ibrani yang sangat umum untuk mewujudkan suatu konsep seperti kebijaksanaan. Tidak ada Yahudi masa lampau yang membaca Amsal akan berpikir bahwa kebijaksanaan Tuhan adalah pribadi yang terpisah, walaupun dilukiskan dalam salah satu ayat dalam Amsal 8:29 dan 30: “… ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku [kebijaksanaan] adalah kesayangan di sisiNya.”

    Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. [Amsal 8:23]

    Gitu donk mikirnya….(jangan asal cuap-cuap aja mas)

  • 106. Rakha  |  Mei 12, 2009 pada 9:35 am

    @ Jboz

    Mengenai banyak pertentangan dalam Al-Quran (menurut anda yang taunya cuap-cuap aja)..

    Rakha Jawab :

    Saya kutip AL-Quran surat (4 An Nissa 82)

    [4.82] Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

    Ayat itu justeru menjamin bahwa Al-Qur`an itu adalah dari Allah. Kalau Al-Qur`an bukan dari Allah, niscaya akan ada banyak pertentangan dalam Al-Qur`an. Nyatanya, tidak ada pertentangan dalam Al-Qur`an. Sedangkan Alkitab anda sendiri mengandung banyak pertentangan.

    Contohnya:
    Kisah Para Rasul 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.

    Kisah Para Rasul 22:9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.

    Dari dua ayat tersebut kita dapat melihat pertentangan yg sangat nyata. padahal ayat tersebut menceritakan peristiwa paling penting dalam doktrin Kristen. Peristiwa di mana, katanya, Paulus bertemu Yesus dalam suatu penampakan. Kalau Anda seorang investigator, tentu Anda akan meragukan cerita ini. Karena keterangan yg diberikan ternyata plintat-plintut. Jelas ada kebohongan dari keterangan ini.

  • 107. hilda  |  Mei 16, 2009 pada 5:09 pm

    aneh gambar yesus kok bisa beda2 di india lain, di afrika beda lagi trus di barat, dicina lain juga trus diindonesia gambarnya terang…..udah ada kamera ya pada jaman itu…merek apa bos

  • 108. CosmicBoy  |  Mei 17, 2009 pada 2:50 am

    @ Rakha,

    Mengenai banyak pertentangan dalam Al-Quran (menurut anda yang taunya cuap-cuap aja)..

    Rakha Jawab :

    Saya kutip AL-Quran surat (4 An Nissa 82)

    [4.82] Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

    Ayat itu justeru menjamin bahwa Al-Qur`an itu adalah dari Allah. Kalau Al-Qur`an bukan dari Allah, niscaya akan ada banyak pertentangan dalam Al-Qur`an. Nyatanya, tidak ada pertentangan dalam Al-Qur`an

    Taunya darimana Al-Quran taiada pertentangan?

    Anda jawab ==> taunya dari Al-Quran.

    Waduh…loe senteng ya? Objek yang dipertanyakan kan Al-Quran, masakan objek itu yang dibawa-bawa!

    Siapa yang mencuap-cuap? Gue ato loe?

    Mana bukti loe, Al-Quran tidak bertentangan? Jangan jawab lagi, taunya dari Oloh? Itu bukan bukti…itu maling teriak maling.

    Mendingan baca ini, kalo ada persoalan, sila kirim ke sini.

    http://mengenal-islam.t35.com/Kontradiksi_Pertentangan_Alquran.htm

    From,

    jboz@ CosmicBoy

  • 109. CosmicBoy  |  Mei 17, 2009 pada 2:59 am

    @ Rakha,

    Contohnya:
    Kisah Para Rasul 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.

    Kisah Para Rasul 22:9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.

    Ngga ada pertentangan mas, ngga ada.

    Cuman pengetahuan mas akan Teks Asli bahasa Yunaniyyah NOL!

    Ini dibuktikan oleh penelitian…

    . . . In the original Greek, however, there is no real contradiction between these two statements. Greek makes a distinction between hearing a sound as a noise (in which case the verb “to hear” takes the genitive case) and hearing a voice as a thought-conveying message (in which case it takes the accusative). Therefore, as we put the two statements together, we find that Paul’s companions heard the Voice as a sound (somewhat like the crowd who heard the sound of the Father talking to the Son in John 12:28, but perceived it only as thunder); but they did not (like Paul) hear the message that it articulated. Paul alone heard it inteligibly (Acts 9:4 says Paul ekousen phonen–accusative case); though he, of course, perceived it also as a startling sound at first (Acts 22:7: “I fell to the ground and heard a voice [ekousa phones] saying to me,” NASB). But in neither account is it stated that his companions ever heard that Voice in the accusative case.
    – Encyclopedia of Bible Difficulties, by Gleason L. Archer, p. 382.

    Nah, para pembaca pada zaman Lukas (penulis kitab ini) mengerti persis apa yang coba disampaikan oleh Lukas, ngga ada masalah itu, mas. Karena apa? Karena mereka mengerti bahasa Yunaniyyah dan tau persis dua fungsi bunyi (ekousen phonen) itu.

    Tinggal baca dan faham.

    Salam.

  • 110. Wedul Sherenian  |  Agustus 19, 2009 pada 3:18 am

    Tuhan Yesus punya silsilah to?. Wah Tuhan beranak pinak ya?

  • 111. CosmicBoy  |  Agustus 19, 2009 pada 2:56 pm

    @ Wedul,

    Tuhan Yesus punya silsilah to?. Wah Tuhan beranak pinak ya?

    Surat Rumaniyyah
    1:3 Dan tentang Anak-Nya, yang menurut daging (lahiriah) diperanakkan dari keturunan Daud.
    1:4 Dan menurut Roh Yang Maha Qudus dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah Yang Maha Berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

    Dan…

    Injil Yuhana
    1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:2 Dia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
    1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
    1:4 Dalam Dia ada sumber kehidupan dan kehidupan itu adalah Yang Menerangi manusia.
    1:5 Dan Yang Menerangi itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

    1:9 Yang Menerangi itu menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
    1:10 Dia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
    1:11 Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya (umat-Nya), tetapi milik kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

    1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Atas dasar itulah Dia punya silsilah. Ngerti?

    Tinggal baca.

  • 112. Ayung  |  Agustus 20, 2009 pada 9:05 am

    @komik(obat batuk)
    ngga nyambung penjelasannye!?? Aneh?:p

  • 113. CosmicBoy  |  Agustus 20, 2009 pada 9:24 am

    @ Ayung,

    @komik(obat batuk)
    ngga nyambung penjelasannye!?? Aneh?:p

    Bagi yang mengerti Firman Tuhan yang saya kutip, itu udah cukup menjawab persoalan Wedul.

    Bagi yang tidak mengerti apalagi yang tidak pernah membaca Al-Kitab melainkan banyak mendengar dongeng dari para pembuat dongeng, Firman Tuhan di atas keliatan ngga nyambung.

    Ini ialah karena mereka itu muslim-muslim cetexxx…

  • 114. Wedul Sherenian  |  Agustus 21, 2009 pada 6:15 am

    @Cosmic

    Lha iya, makanya aku katakan Tuhanmu itu beranak pinak. Ber-anak dan Puenak. Puenak buat anak…kekeke

  • 115. CosmicBoy  |  Agustus 21, 2009 pada 10:31 am

    @ wedul,

    Kok kasar sekali omongan kamu?

    Hmmmf, tipikal muslim karakter.

    Itulah yang menyebabkan saya ngga tertarik dengan Islam. Dan lagi pengetahuan orang Islam minim sekali. Maunya disuapin selalu dan meliat segala sesuatu dari sudut jasmaniah bukan spiritual.

    Tuhan saya yang dituduh dan dicerca beranak pinak memberkati kamu.

  • 116. jiwa_pelangi  |  Agustus 23, 2009 pada 4:34 pm

    sudah lah percaya pada keyakinan masing-masing…lakum dinukum walyadin..intinya semua agama menanamkan ke indahan..perdamaian…

  • 117. Wedul Sherenian  |  Agustus 24, 2009 pada 4:29 am

    @COSMIC

    Gimana cih kamu ini. Gue katakan Tuhan gak ber-anak…lu gak terima. Gue katakan Tuhan-mu beranak Peunak…lu bilang kasar…Ampuuun deh

  • 118. CosmicBoy  |  Agustus 24, 2009 pada 7:00 am

    @ Wedul,

    Kalian tau bahwa Anak Allah itu cuman bahasa kiasan untuk menggambarkan/mempertalikan hubungan Allah & Kalam-Nya@ Firman-Nya.

    Tapi, karena mau menang omong, kalian mengulang2 kenyataan bahwa Allah beranak.

    Kalian pikir dengan omongan yang seperti itu kalian bisa menipu para pembaca.

    Hahaha…kok Allah kamu ahhhhh ngga tau bahasa kiasan? Kalo saya omong anak tangga, apakah tangga punya anak? Kalo saya omong anak emas, apakah emas punya anak?

    Inilah akibat belajar dari seorang lelaki yang buta huruf@ ngga tau baca tulis.

    Kacian dehhh kalian ini.

    Sepantessnya kalian ini muslim.

  • 119. Wedul Sherenian  |  Agustus 24, 2009 pada 8:53 am

    @Cosmic

    Oh berarti mas jesus itu bukan anak secara biologis tapi kalam (firman) Allah ya?. emang bedanya Allah dan Firman itu apa cih? kok dekat-dekatan (akrab). Setahuku dengan firman jadilah segala sesuatu. Jesus itu hasil firman kayak kita ini lho, dengan firman Allah lahirlah kita semua…hehe. Jesus dan kita lahir dari wanita..hehehe

    pasti kamu mau jawab jesus itu firman yang mendaging ya…hehehe.

  • 120. CosmicBoy  |  Agustus 24, 2009 pada 1:08 pm

    @ Wedul,

    Oh berarti mas jesus itu bukan anak secara biologis tapi kalam (firman) Allah ya?.

    ==> Bagus, anda semakin mengerti mengapa Yesus disebut Anak Allah.

    emang bedanya Allah dan Firman itu apa cih? kok dekat-dekatan (akrab).

    ==> Allah dan Firman-Nya/Kalam-Nya adalah Satu/Esa. Firman-Nya qaimah pada Dzat-Nya dalam kekekalan. Firman-Nya tidak diciptakan, Qadim & Qidam, Tidak terpisahkan dan Tidak Terceraikan dari Dzat-Nya. Maka, percaya ada lebih dari Satu Allah tidak timbul, Allah adalah Esa/Satu. Kalam/Firman itulah yang menjadi manusia (untuk kesementaraan waktu demi melaksanakan misi penyelamatan).

    Setahuku dengan firman jadilah segala sesuatu.

    ==> BETULLLLLLL, Allah menciptakan segala sesuatu LEWAT FIRMAN-NYA. Maka Firman-Nya adalah Khalik Pencipta seperti Allah adalah Khalik Pencipta. Meskipun Allah adalah Pencipta dan Firman-Nya adalah Pencipta TIDAK TIMBUL ADANYA 2 Pencipta, karena Firman-Nya qaimah pada Dzat-Nya, hanya ada 1 Khalik Pencipta.

    Jesus itu hasil firman kayak kita ini lho, dengan firman Allah lahirlah kita semua

    ==> Hahaha, ngarang ya…Dengar baik2 seperti tulisan kamu di atas, Allah menciptakan segala sesuatu LEWAT FIRMAN-NYA. Maka Yesus bukan hasil firman kayak kita, itu ngarang. Malah, Yesuslah yang menciptakan kita.

    Baca ini.

    Injil Yuhana
    1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama (pros/qaimah) dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:2 Dia pada mulanya bersama-sama (qaimah) dengan Allah.
    1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
    1:4 Dan di dalam Dia ada sumber kehidupan dan kehidupan itulah Yang Menerangi manusia.

    Selamat belajar.

  • 121. Wedul Sherenian  |  Agustus 25, 2009 pada 3:19 am

    @COSMIC

    Kalam/Firman itulah yang menjadi manusia (untuk kesementaraan waktu demi melaksanakan misi penyelamatan).

    Selamat gimana bro, wong disalib dan disiksa kok selamat, sampai berdo’a. Firman berdo’a kepada firman????

    1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama (pros/qaimah) dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

    wakakak

    http://vilaputih.wordpress.com/2009/08/10/masihkah-trinitas-dipertahankan/

  • 122. CosmicBoy  |  Agustus 25, 2009 pada 5:33 pm

    @ Wedul,

    @COSMIC

    Kalam/Firman itulah yang menjadi manusia (untuk kesementaraan waktu demi melaksanakan misi penyelamatan).

    Selamat gimana bro, wong disalib dan disiksa kok selamat,

    ==> Kalo saya menyelamatkan anak saya dari diserang org jahat, dan dalam proses itu saya luka, apakah saya lemah? Bukankah tindakan saya suatu misi penyelamatan?

    Hahahha (sambil ketawa-ketiwi meliat kebodohan anak keluaran pesantren).

    sampai berdo’a. Firman berdo’a kepada firman????

    ==> Dongeng darimana ” Firman berdo’a kepada firman?????”, ngarang ya?

    Sudah saya tunjukkan siatematika di atas, sila belajar dan hayati. Yang berdoa ialah tubuh manusia-Nya (100% manusia seperti saya & kamu). Tubuh manusia-Nya (100% manusia seperti saya & kamu) berdoa kepada Allah.

    Hahahaha (sambil ketawa-ketiwi meliat kebodohan anak keluaran pesantren).

  • 123. Wedul Sherenian  |  September 1, 2009 pada 10:32 am

    ==> Kalo saya menyelamatkan anak saya dari diserang org jahat, dan dalam proses itu saya luka, apakah saya lemah? Bukankah tindakan saya suatu misi penyelamatan?

    ya jika hanya luka. tapi kalo sampai DEAD (kayak jesus anggapanmu) terus anak2mu di mangsa ama penjahat yang lain berarti sia-sia usahamu gak bisa nyelamatkan mereka. apalagi jika ajaranmu ama penjahat diselewengkan terus anak-anakmu dicekoki ajaran penjahat…hehehe

    ==> Dongeng darimana ” Firman berdo’a kepada firman?????”, ngarang ya?

    lho katanya Yesus itu firman dan firman adalah Allah berarti Yesus=firman=Allah. kok pusing ya…hehehe

    Yang berdoa ialah tubuh manusia-Nya (100% manusia seperti saya & kamu). Tubuh manusia-Nya (100% manusia seperti saya & kamu) berdoa kepada Allah.

    lho emangnya daging bisa ngomong ya. yang ngomong kan nyawa. buktinya jika nyawa dicabut tuh daging diem aja. so seharusnya jika yesus mati dagingnya tetep bisa ngomong meski nyawanya dicabut,…hiiii, mayat hidup dong. .

  • 124. CosmicBoy  |  September 1, 2009 pada 1:42 pm

    @ Wedul,

    (1) ya jika hanya luka. tapi kalo sampai DEAD (kayak jesus anggapanmu) terus anak2mu di mangsa ama penjahat yang lain berarti sia-sia usahamu gak bisa nyelamatkan mereka. apalagi jika ajaranmu ama penjahat diselewengkan terus anak-anakmu dicekoki ajaran penjahat…hehehe

    ==> Dead? Ngga papa2 itu, sekurang2nya anak2 saya tau saya bukan pengecut seperti kamu. Hahahaha..(sambil ketawa-ketiwi), kacian anak2 kamu yg punya bapa kayak kamu, kacian…

    (2) lho katanya Yesus itu firman dan firman adalah Allah berarti Yesus=firman=Allah. kok pusing ya…hehehe

    ==> Hahaha…nasihat saya jangan lagi baca cerpen, baik masa kamu dipakai utk baca Al-Kitab dan buku2 teologi…kiranya kamu bisa berhadapan saya dgn penuh keyakinan, hahahaha (sambil ketawa-ketiwi meliat gelagat anak2 pesantren menghabiskan masa membaca cerpen)

    ==> Firman-Nya Tidak berdoa karena Firman-Nya dari Dzat Allah yg Esa itu yg adalah Allah itu Sendiri, ngerti? Yang berdoa ialah tubuh manusia-Nya yg dipakai utk kesementaraan waktu melaksana tugas misi penyelamatan dan tugas kenabian, ngerti? Maka yg berdoa ialah manusia-Nya kepada Allah, karena manusia-Nya bukan Allah tapi ciptaan, ngerti tong? Gampang kan?

    (3) lho emangnya daging bisa ngomong ya. yang ngomong kan nyawa. buktinya jika nyawa dicabut tuh daging diem aja. so seharusnya jika yesus mati dagingnya tetep bisa ngomong meski nyawanya dicabut,…hiiii, mayat hidup dong. .

    ==> Taunya darimana…cerpen lagi. Nah, kamu muslim2 kebiasaan gitu, ngga bisa jawab…buat cerpen…itu sajakah kemanpuan kamu?…pantess anak pesantren.

  • 125. abu  |  September 7, 2009 pada 3:38 am

    wah.. kalo muslim (pesantren) sama nasrani.. adu kitab suci-alquran…… gak bakalan selesei…
    Pake otak kalian donk……
    islam dan kristen dibuat bagai sepasang rel kereta api.
    yang nggak pernah bisa bertemu… tapi satu tujuan.
    kalo bertemu,….. tergulinglah kereta api yg melewatiya tersebut.
    Semua Benar….(KRISTEN HINDU BUDHA, ISLAM juga))……
    YG NGGAK BENER utk islam…. itu kyainya… ato pemimpinnya.
    karena mereka punya misi politik……Hanya untuk perbanyak pengikut agamamu (tanpa pandang bulu)
    misi dari pesantren….. hanya islam terbenar jika ada non musli… JIHAD adalah suci…
    Padahal kalo mau jujur…. sehari-hari.. makan di kentucky (KFC) minumnya soda ringan (mis: COCA-COLA)…. itu khan buatan orang Yahudi (amerika)….
    Kalo belajar…. pake komputer… padahal komputer ciptaan orang Yahudi (Amerika).
    Jadi sekarang kesimpulannya…. untuk masing-masing pemeluk,…. jalini ajarannya masing-masing tanpa menyakiti orang lain… dan gak usah ngomentari ajaran orang lain
    KOREKSI DIRI…. APA KAMU SENDIRI udah melaksanakan ajaran dengan baik?.
    Nabi muhammad juga menjelaskan kepada pengikutnya, yang bertanya ” Bagaimana sikap kita kepada seorang kafir (bukan muslim) yang menolong kita dalam kesulitan (dalam cerita, kelaparan dan kekeringan)…. jawab dari nabi,….. Hormati dia dan biarkanlah dia,”. (aku gak apal ayat berapa).
    Jadi tolong ,……. nggak usah saling OK PINTAR DAN BENAR….
    Terapkanlah semua kebenaran dan ajaran kalian dalam hidup…. dan gunakan AKAL (yg telah diberikan TUHAn pada kita)…….. jangan SOK BENAR…
    karena merasa benar akhirnya JIHAD.. ngebom saudara kita di bali….(ha….ha…h.a…ha….ha… ikutan ketawa dech)

  • 126. CosmicBoy  |  September 7, 2009 pada 8:55 am

    @ Anak2 pesantren,

    (ha….ha…h.a…ha….ha… ikutan ketawa dech)

    ==> Anak2 pesantren, dengar tuh nasihat @ abu…xixixixixi, hihihihi,,,hahahahahha…hohohohoho …

    Yeagh, begitulah.

  • 127. pram  |  April 13, 2010 pada 2:27 pm

    yg jelas tu ada d’alquran klo alkitab udah byk d’gaNti² gak jelas!!, pengen jelasnya tanya ja ma Isa bknya dy Ntr dTrunkan oleh Allah SWT d’akhir Zaman na tu kXn Tnya lah drimn dy aslnya!!!,
    Ribut gak jelaz kXn, , , ,

    maaf….klo Nyindir!!

  • 128. Anak Adam  |  April 15, 2010 pada 7:22 am

    Yesus diperintahkan shalat dan menunaikan zakat selama beliau hidup di dunia ini.

    apakah anda suka shalat dan menunaikan zakat?
    ini keterangannya:
    http://putramaryam.wordpress.com/2009/12/17/yesus-isa-putra-maryam-diperintah-shalat-dan-zakat-selama-hidupnya/

  • 129. andreas protion  |  April 16, 2010 pada 6:52 am

    sudahlah perdebatan ini gak akan berakhir,,, kita berfikir begini saja ” untuk kamu agamamu untuk ku agamaku.” kita percaya pada masing2 kepercayaan kita… Oke saudara2.. thanks…

    salam

  • 130. andreas protion  |  April 16, 2010 pada 6:55 am

    jangan cari persamaan kita karena cara pandang kita memang berbeda.. jangan salling mencela, dan jangan saling menghina..
    jadilah manusia yang selalu rukun, saling membantu, tanpa memandang apa keyakinan mereka.. apa agama dan kepercayaan mereka… damai berdampingan hidup jadi nyaman

    salam

  • 131. äÐøéL  |  Juni 5, 2010 pada 11:49 am

    Waduh… Bodoh banget sich, semua ga sadar yach?
    Admin yg nulis blog ini adalah PROVOKATOR, tulisannya cuma untuk meng-adu domba umat islam & kristen, sudah bisa dipastikan yg nulis ini adalah Orang YAHUDI atau mungkin GAK PUNYA AGAMA yg licik seperti ular…
    Yg terpancing emosinya & mengejek agama lain itu cuma ORANG BODOH krn telah TERPROVOKASI…
    Tunjukan bahwa kalian orang beragama yang berpendidikan, tunjukan bahwa agama kita & kalian adalah agama yg saling mengajarkan kebenaran serta saling menghargai…
    Saran saya, Muslim jgn ikutan jadi Bodoh seperti yg nulis Blog ini yach, please…
    Wallahualam bi shawab…

  • 132. fenki  |  Juni 6, 2010 pada 8:53 am

    gan , ane baru nemu nih tulisan agan , ane sendiri kristen, kristen fundamental ,

    denominasi baptis ,

    boleh tau dimana agan dari denominasi apa?

  • 133. wikipdia  |  Agustus 14, 2010 pada 3:57 pm

    saya merasa terharu karena penulis artikel ini sudah mempelajari Alquran.
    1. dari judul artiekl anda silsilah yesus vs Isa, dengan logika berpikir hal ini berarti Nabi Isa bukan Yesus tapi di pragraf pertama ko ditulis silsilah Yesus (Isa). disini berarti Yesus adalah Isa. Anda terlihat ragu dengan isi artikel Anda.
    2. Jika maksud Anda Yesus adlah Nabi Isa, Anda jangan hanya membaca sampai ayat 28 saja tapi Anda harus membaca terus minimal sampai ayat 36 & 37. di ayat 36-> (Isa berkata), “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, mak sembahlah Dia. ini jalan yang lurus”. ayat ini berisi pengakuan Nabi Isa (yesus) bahwa dia bukan Tuhan tidak seperti yang anda agung-agungkan selama ini bahwa yesus adlah Tuhan

  • 134. bb  |  Agustus 15, 2010 pada 7:01 pm

    betul yg d kata kan wikipdia

  • 135. Ramadhan Ibnu Ismail  |  April 27, 2011 pada 1:20 pm

    Sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar berdiri di Masjid dan berkata, “Barang siapa yang menyembah Muhammad maka katakanlah bahwa sesungguhnya Muhammad telah wafat, dan barang siapa yang menyembah Allah katakanlah bahwa sesungguhnya Allah selalu hidup dan tidak wafat.”

    Dan aku, “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.”

    Allah maha besar lagi maha sempurna kebesarannya,
    Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
    Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
    Tiada Tuhan selain Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah,
    dengan ikhlas kami beragama kepadanya, walaupun orang-orang kafir membenci.
    Tidak ada Tuhan selain Allah sendiri; Benar janjinya, menolong hambanya, memulihkan tentaranya, dan mengusir musuh-musuh (Nabi)nya sendirian.
    Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

  • 136. takut akanTUHAN  |  Oktober 16, 2011 pada 1:22 pm

    SEKARANG BIARLAH AKU( KRISTEN ) NAIK BUS JURUSAN BLOK M DARI GLODOK KOTA SEDANGKAN SAUDARA ( MUSLIM ) NAIK BUS JURUSAN BLOK M DARI SENEN PASTI KETEMU DI BLOK M KALAU BUSNYA SURAT SURATNYA LENGKAP TIDAK MELANGGAR ATURAN LALU LINTAS

  • 137. takut akanTUHAN  |  Oktober 16, 2011 pada 1:26 pm

    BLOK M ( SORGA )

  • 138. Ace  |  November 3, 2011 pada 5:03 pm

    YESUS manusia penuh integritas
    tak seorangpun manusia yg berakhlak akan mencelanya
    Bagi Islam dia adalah Muslim
    Bagi Budha dia adalah Budha
    Bagi Hindu dia Hindu

    GBU

  • 139. BLABLA  |  November 12, 2011 pada 5:15 am

    AL MAA IDAH 5.72 :
    Nabi Isa Berkata : “sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun”.
    Maryam 19.30
    Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi”
    Injil yang diakui di Indonesia ada empat yaitu Injil Matius, Markus,
    Lukas dan Yohanes. Di Amerika sekitar tahun 1993, di kota Sanoma
    CaIifornia, disponsori oleh Westar Instituie, Injil itu diseminarkan
    oleh sekitar 76 orang ahli dari berbagai kalangan, seperti guru besar
    dari berbagai universitas terkenal didunia, para ahli ilmu theologi
    dari Katolik dan Protestan, ahli kitab suci, ahli bahasa Ibrani dll
    yang semuanya tidak ada orang Islam. Injil yang diseminarkan ada lima
    yaitu Injil Matius Markus, Lukas, Yohanes dan Injil Thomas. Ke lima
    Injil yang bernama “The Five Gospels” diseminarkan dalam rangka
    mengklasifikasikan sabda Yesus. Makanya dalam cover The Fiue Gospels
    tersebut tertulis What Did Jesus Really Say? The Search For The
    Authentic Words of Jesus. (Apa yang benar-benar Yesus ucapkan? Mencari
    ucapan asli dari Yesus).
    Dalam kitab The Five Gospels tersebut, semua ucapan atau sabda Yesus,
    dicetak berwarna. Ada empat warna yang disepa­kati, yaitu merah
    (RED), merah muda (PINK), kelabu (GRAY) dan hitam bolt (BLACK).
    Ada tiga option (pilihan) yang disepakati untuk menentukan derajat
    kebenaran sabda / ucapan Yesus, yaitu :
    Option 1
    ** Red : I would include this item unequivocally in the database for
    determining who Jesus was.
    ** Pink : I would include this item with reservations (or
    modifications) in the database.
    ** Gray : I would not include this item in the database, but I might
    make use of some of the content in determining who Jesus was.
    ** Black : I would not include this item in the primary database.
    Option 2
    ** Red : Jesus undoubtedly said this or something very like it.
    ** Pink : Jesus probably said something like this.
    ** Gray : Jesus did not say this, but they ideas contained in it
    are close to his own.
    ** Black : Jesus did not say this, it represents the perspective or
    content of a later or different tradtion.
    Option 3
    ** Red : That`s Jesus !
    ** Pink : Sure sounds like Jesus. ** Gray : Well, maybe.
    ** Black : There`s been some mistake.
    Dari hasil seminar, ternyata Injil Yoha­nes pasal 1 ayat 1 & 14 tidak
    masuk kategori yang dinilai atau yang diseminar-kan, sebab ayat-ayat
    tersebut dianggap bukan sabda atau ucapan Yesus. Ayat itu hanyalah
    ucapan Yohanes saja! Dan ayat tersebut tidak masuk dalam kategori RED,
    PINK, GRAY & BLACK.
    Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli
    dari berbagai kalangan, menyatakan sebagai berikut :
    “Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were
    not actually spoken by him, according to the Jesus Seminar.”
    “Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus
    di dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan olehnya, menurut
    Seminar Yesus.”
    Pernyataan 76 (tujuh puluh enam) ahli dari berbagai kalangan dari
    seluruh dunia dalam Seminar tentang Yesus, sungguh mengejutkan dunia,
    khususnya dikalangan kaum Kristiani, sebab kalau 82% (delapan puluh
    dua persen) isi Injil bukan benar­benar diucapkan Yesus, berarti
    hanya 18% (delapan belas persen) saja isi Injil yang dianggap ucapan
    Yesus. Ternyata Yoh 1:1 & 14 yang jadi acuan bahwa Yesus 100% Tuhan
    dan 100% manusia, menurut 76 ahli tersebut, bukan ucapan Yesus, tapi
    hanya pendapat penulis Injil itu saja, yaitu Yohanes. Padahal para
    perseta Seminar Yesus tersebut, tidak ada satupun orang Islam, dan
    tidak satupun berasal dari lndonesia.
    Lebih ironis lagi, dari semua Injil-Injil yang diseminarkan tersebut,
    Injil Yohanes termasuk yang hampir 100% dianggap bukan ucapan Yesus.
    Hasilnya sungguh mengejutkan, dari 4 (empat) kategori, tidak ada satu
    ayatpun dalam seluruh Injil Yohanes yang dicetak hurup Red. Hurup Pink
    saja hanya ada 1 (satu), hurup Grey hanya ada 4 (empat) ayat saja,
    selebihnya Black.
    Perincian khusus Injil Yohanes sebagai berikut:
    RED : (That is Jesus!), tidak satu ayat pun yang dicetak merah,
    berarti tidak ada satu ayatpun yang dianggap benar-benar ucapan
    Yesus.
    PINK : (Sure sounds like Jesus), hanya ada satu ayat saja yaitu
    Yoh 4:43.
    GRAY : (Well, maybe), hanya ada 4 (empat) ayat saja, yaitu pada Yoh 12
    ayat 24, 25, 26 dan Yoh 13 ayat 20.
    BLACK : (Jesus did not say this There’s been some mistake!) selebihnya
    bukan ucaan Yesus!
    Bayangkan saja, Injil Yohanes terdiri dari 21 pasal, 878 ayat dan
    19099 kata. Kalau RED tidak ada, PINK hanya 1 ayat, GRAY 4 ayat,
    berarti sisanya BLACK (bukan ucapan Yesus) ada 873 ayat.
    Jadi mana Injil yg asli..???
    Buka mata hati dan pikiran…!!
    KRISTEN ITU PALSU

    BY KEBENARAN YG DI BUTAKAN

  • 140. BLABLA  |  November 12, 2011 pada 5:19 am

    YANG PUNYA BLOG INI

    *BODOH*
    JELAS KAU

  • 141. BLABLA  |  November 12, 2011 pada 5:22 am

    FUCK SAMA YANG PUNYA BLOG SEMACAM INI

  • 142. afgan  |  November 13, 2011 pada 7:38 am

    Saat anda menilai agama lain buruk.. saat itu juga agama lain menilai anda buruk..
    anda tidak pantas menganut ajaran agama yang anda anut…
    karena anda tentu mengerti bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan pada sesama..
    anda harus lebih banyak BELAJAR
    Kerukunan antar umat beragama.

  • 143. ilmar  |  Februari 19, 2012 pada 9:11 am

    klo bisa jawab pertanyaan saya, saya masuk agama kriten :
    1. bisa kah anda tunjukkan klo di alkitab ada keterangan yang menyatakan bahwa tanggal 25 itu adalah hari kelahiran yesus ?

    2. sebutkan ayat yang menyatakan bahwa yesus mengakui dirinya sebagai tuhan, dan bukan manusia

    3. yang terkhir klo alkitab adalah kitab yang mulia dan suci, apakah ada seorang uskup/ karnidal yang menghapal seluruh isi alkitab, seperti banyaknya umat muslim yang hafal dan fasih 1 al-Quran ?

    gmn aya tunggu jawabannya di email saya :

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.