Pedolifia : Dosa vs Halal
November 14, 2008
Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/
=============================================================
Bagaimanakah konsep mengenai menikahi anak dibawah umur?
Alkitab jelas-jelas melarang hal tersebut. Itu adalah kekejian di mata Allah.
Bagaimana dengan Alquran?
Perhatikan kisah fakta dibawah ini yang merupakan pindahan dari http://imankristen.wordpress.com/2008/10/26/kebenaran-alloh-pedolifia/
Pujiono Cahyo Widianto, kiai kaya pemilik pondok pesantren Miftakhul Jannah di Semarang ini telah mempunyai 2 orang istri (salah seorang berumur 12 tahun), Tragisnya, pria 43 tahun itu berniat menambah istri yang lebih muda yakni 9 dan 7 tahun, astaghfirullah al azim!!
Syekh Puji beralasan punya dasar agama untuk menikahi Ulfa dan dua bocah ingusan yang masih duduk di sekolah dasar itu. “Saya punya dasar agama juga. Nggak ngawur,” kata Syekh Puji saat dihubungi detikcom, Kamis (23/10/2008). Sekadar diketahui, kiai kaya di Semarang yang dikenal dengan sebutan Syekh Puji mengaku menikah siri dengan Lutfiana Ulfa, bocah 12 tahun. Gadis yang dinikahi secara siri itu dijadikan general manager di salah satu perusahaan milik sang Syekh.
Bagaimana pendapat dari sisi medis mengenai aksi kyai pedofilia ini?Direktur RS Puri Cinere dr Winahyo Hardjoprakoso Sp OG menganggap perilaku itu kejam. “Kok kejam banget nikah sama anak kecil. Itu kan vaginanya masih kecil. Kalau dimasukin penis dewasa bisa rusak,” katanya kepada detikcom, Kamis (23/10/2008).
Winahyo mengatakan, meski sudah mendapat menstruasi, seorang perempuan belum bisa dikatakan dewasa dan siap untuk menikah. Datang bulan, hanya salah satu rangkaian dari siklus reproduksi. “Saya pikir dari segi fisik dia masih belum siap. Fungsi reproduksinya belum sempurna,” katanya.
Selain secara fisik, menuruh Winahyo, perempuan berusia sekecil itu juga belum matang secara emosional. “Dia belum siap punya anak. Kan usia itu masih bermain-main,” tandasnya.
Winahyo mengatakan, seorang perempuan dikatakan siap secara fisik, hormonal dan emosional untuk menikah di atas 18 tahun
Lalu bagaimana hukum kita memandang tindakan kyai bejat ini? Apakah RUU Pornografi telah cukup untuk mengakomodasi kasus sejenis ini? Syeh Puji dan istri keduanya itu bisa diancam penjara 4 tahun karena melanggar KUHP, dalam pasal 288 KUHP ada larangan menikahi anak di bawah umur karena belum dewasa,” kata ahli hukum pidana Universitas Indonesia (UI) Rudi Satrio. Pasal 288 ayat 1 KUHP menyatakan, barangsiapa dalam perkawinan bersetubuh dengan seorang wanita yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa yang bersangkutan belum waktunya untuk dikawin , apabila perbuatan itu mengakibatkan luka-luka diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
Lalu bagaimana pandangan Islam memandang kasus pernikahan di bawah umur merujuk pada pernikahan Nabi Muhammad SAW? Masya Allah ternyata Syekh Puji mengatakan, hanya mengikuti ajaran Rasulullah SAW yang menikahi Aisyah saat berumur 7 tahun. Namun Rasulullah tidak ‘mencampuri’ Aisyah hingga si gadis akil baliq. Syekh Puji pun tidak akan ‘mencampuri’ istri-istrinya yang belum akil baliq.
“Saya sesuai ajaran kanjeng nabi. Kalau yang namanya menikah dengan umurnya 7 tahun boleh saja. Kalau urusan campur setelah dia mens,” ujarnya. Menurut Syekh, Lutfiana Ulfa sudah akil baliq yang ditandai dengan datangnya siklus bulanan haid. Sedangkan dua bocah lainnya belum haid. “Ulfa sudah mens. Yang dua belum mens. Belum boleh (dicampuri),” imbuhnya.
Bagaimana mungkin ia mengatasnamakan Islam dalam kasus pernikahan tersebut? Seperti yang kita ketahui, banyak dari kita kaum muslim berupaya menyanggah dan mencari alasan untuk tidak mengakui bahwa Nabi tercinta Muhammad SAW melakukan pernikahan dibawah umur dengan Aisyah. Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.
Walaupun tidak cukup jelas yang dimaksud dengan Aisyah sebagai “bikr” adalah gadis dibawah umur atau gadis remaja (yang penting masih gadis/perawan). Namun cukup jelas bahwa banyak umut Islam mengimani bahwa Nabi Muhammad SAW telah melakukan pernikahan di bawah umur, dan malah dicontoh? Masya allah….
Tambahan lagi, Wakil Ketua DPR dari PKS, Hilman Rosyad Syihab, menilai secara agama, kesehatan, psikologis maupun sosiologis pernikahan itu tidak ada masalah. Hilman menjelaskan, secara syariah Islam selama perempuan sudah haid maupun belum haid sekali pun dapat dinikahkan. “Jadi secara hukum agama nggak ada masalah, diperbolehkan. Rasulullah menikahi Aisyah di usia 7 tahun, tetapi nggak campur sampai akil balig,” kata Hilman.
Politisi PKS ini pun menuturkan, dari kacamata sosial pernikahan kiai semacam ini cerita lama.. “Itu banyak dilakukan di kalangan pesantren. Orang tua akan bangga anaknya dinikahkan kiai ketimbang dengan pemuda tanggung,” ujarnya.
Pantasan DPR kita makin kacau aja, dipimpin oleh orang2 yang membawa-bawa agama sebagai kendaraan politiknya. Dengan membenarkan pernikahan pedofilia tersebut berarti juga beliau mempunyai dasar untuk membela tindakan poligami kader-kader nya yang setelah berada di puncak pimpinan mulai ber poligami ria. Yang bener aja dong pak
Penulis: Ajaran
Sumber: http://ajaran.wordpress.com/2008/10/23/pedofilia-ala-kyai-alasan-meniru-nabi-muhammad/
Komentar Iman Kristen:
Wah…, kalau Allah memang benar-benar demikian…, hmmm… saya ragu itu benar-benar Allah. Saya yakin, Allah yang sejati, yaitu Allah Tritunggal…, tidaklah demikian.
Memandang agama tertentu yang memahami hal ini juga terbagi 2, ada yang pro dan ada yang kontra. Yang kontra, bisa dilihat pada http://belajarmuslim.wordpress.com/, kalau yang pro…, tinggal buka mata saja dan lihat sekeliling…, ngak susak kok carinya.
Ketika saya mencoba mempelajari Islam…, saya tidak melihat “Alquran” mengajarkan demikian. Saya tuliskan “Alquran” yang bertanda petik, karena “Alquran” itu bersumber dari Alkitab yang adalah kebenaran Allah yang sejati. Jadi, ada campur tangan manusia, sehingga “Alquran” yang sekarang beredar bukanlah Alquran yang sejati. Kalau sudah begini…, wajar saja Alloh jadi menyukai pedolifia…
Alkitab: Pedolifia adalah dosa.
Alquran: Pedolifia adalah halal.
Manakah yang benar? Biarkan hati nurani anda berbicara.
SOLUSI: MUI sudah benar dan tepat untuk tidak menyetujui syeh Pujiono dan tidak memandang hukum Islam tersebut, TETAPI memandang hukum positip yang ada di NKRI. Itu tepat sekali. Namun, langkah positip ini juga merupakan langkah mundur, karena syeh Pujiono bisa berdalih bahwa pernikahan itu syah saja, karena sesuai dengan hukum Islam dan tidak ada perjanjian satupun yang membatalkannya. JIL sudah melihat hal itu sebagai suatu tindakan yang tidak harus dilakukan pada masa kini. Budaya-budaya pada masa dulu, banyak yang kurang tepat dan tidak dibenarkan diberlakukan pada masa kini. Islam haruslah melihat pada MAKNA, jangan pada HURUFIAH. Kalau pernikahan Muhammad di “teropong” pada masa kini, itu bisa “dikiaskan” dengan mengambil “anak asuh” untuk dididik dan dipelihara, bukan lagi hurufiah untuk “menikahkan” mereka. Mengenai melihat makna dan bukan hurufiah, JIL paham sekali akan hal ini. Silahkan lebih jauh belajar di http://belajarmuslim.wordpress.com/
Jadi beberapa hadis sahih dibawah ini janganlah dilihat sebagai “hurufiah”, anggap saja ini sebagai analogi untuk membahagiakan dan merawat anak, bukan lagi menikahi.
Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64
Narrated ‘Aisha:
that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old, and then she remained with him for nine years (i.e., till his death).
Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65
Narrated ‘Aisha:
that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old. Hisham said: I have been informed that ‘Aisha remained with the Prophet for nine years (i.e. till his death).” what you know of the Quran (by heart)’
Sahih Muslim Book 008, Number 3310:
‘A’isha (Allah be pleased with her) reported: Allah’s Apostle (may peace be upon him) married me when I was six years old, and I was admitted to his house when I was nine years old.
Salam.
34 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1. Kebenaran Alloh: Pedolifia « Iman Kristen | November 14, 2008 at 10:35 am
[...] Oktober 26, 2008 oleh imankristen Tulisan pada post ini dipindahkan ke: http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/14/pedolifia-dosa-vs-halal/ [...]
2.
Animemymouse | November 14, 2008 at 10:54 am
@Iman Kristen
Mana Ayat di Alkitab yg menyatakan batasan umur pernikahan, apalagi anjuran tidak menikahnya seorang pastur….???
Kalau ada saya akan murtad………
3.
Animemymouse | November 14, 2008 at 10:59 am
@Iman Kristen
hehehe….semakin lama dan dgn semakin agresifnya kamu menulis artikel2 ini semakin saya mengerti bahwa hati nuranimu sungguh2 penuh iman dan kasih……….
I love you man
Salam
4.
imankristen | November 14, 2008 at 11:08 am
To Animemymouse,
Saya berdoa kiranya Kasih Sorgawi bisa menembus hati dan jiwa anda yang sudah terbelenggu dengan konsep yang tidak benar.
Alkitab mengatakan: Kebenaran itu memerdekakan.
Salam.
5.
Animemymouse | November 14, 2008 at 11:09 am
O ya
Saking semangatnya kasih kamu sampe nulis judul aja salah2…..hehehe……
Dan
satu pertanyaan lagi
kalo kamu tahu, siapa yg mengistilahkan fedofilia itu, bahasa mana? kenapa? apa dasarnya?
6.
Animymouse | November 14, 2008 at 11:12 am
@Iman Kristen
Tolong jawab pertanyaan dan tantangan saya dulu jangan ngelantur ke masalah2 konsep……..
7.
Animemymouse | November 14, 2008 at 11:34 am
Kalau saya pernah mengungkap masalah pastur fedofil, bukan berarti men-judge masalah pedofilia yg belum jelas tapi masalah sifat munafik mereka2 yg mengklaim sebagai pelayan Tuhan yg menurut saya sangat keterlaluan dan di luar batas……
ya diluar batas…….
karena peraturan2nya walaupun tdk jelas dan di amini oleh nasrani bahwa mereka tidak boleh menikah…..tetapi justru “kawin” dengan apa yg sudah dilarang oleh sabda2 imam di vatikan ……..
Salam
8.
imankristen | November 14, 2008 at 9:54 pm
And betul, Alkitab/Iman-Iman/Aturan Agama Kristen melarang pedolifia dan itu adalah dosa.
Apakah dalam islam juga dilarang? Atau apakah itu dosa juga?
Kalau dalam islam juga dosa, berarti Muhammad mengajarkan berbuat dosa dengan memberi contoh berpedolifia dong?
Salam.
9.
Animemymouse | November 16, 2008 at 4:49 pm
@Iman Krsiten
Jawab dulu pertanyaan saya #5
10.
Animemymouse | November 16, 2008 at 4:50 pm
o ya #7 saya bilang walau blm jelas loh…..
11.
Animemymouse | November 16, 2008 at 4:52 pm
@All
Ada tradisi sejak 1000 tahun yg lalu hingga saat ini walaupun sudah berkurang di Provinsi Rajastan, India Barat atau di Madhya Pradesh, Uttar Pradesh, Bitan dan West Bengal banyak terjadi pernikahan dibawah umur……..dan rata-rata mereka “dinikahkan” dibawah umur 15 tahun……
Dan yg lebih menghebohkan yaitu “pernikahan” anak berumur 2,5 bulan….!!!
Percaya dan harus percaya bahwa ini memang terjadi……..
Kenapa bisa terjadi…..???
Pada saat itu anak2 perempuan dari keluarga “HINDU” banyak yg menjadi korban pemerkosaan………..
Untuk mengatasi masalah kejatahan tsb, para orang tua “menikahkan” anaknya secepat mungkin utk menghindarkan hal2 yg tdk dikehendaki bila mereka dewasa nanti……
Apa yg bisa petik dari cerita ini dgn judul gak jelas seperti mas iman kristen yg penuh kasih ini ulas……….
Salam
12.
Animemymouse | November 16, 2008 at 5:05 pm
@Iman Krsiten #8
Pertanyaan saya #2 juga loh……..jangan geer dulu gitu ah………
13.
Death Magnetic | November 17, 2008 at 4:49 am
Topik yang pelik, Al-Masih Ad-Dajjal mengeluarkan topik yang menyusahkan mereka sendiri, tetapi tidak pada muslim yang berilmu.
14.
Hikmatun | November 19, 2008 at 7:59 am
Salaaam. Semoga mendapat petunjuk dari Allah semuanya.
Pedolifia ni sebenarnya adalah tulisan2 dari orientalis barat, tetapi tak ku sangka, Imankristen pun terpengaruh sama yerr hhhmmmm
Dan Imankristen sendiri pun tahu, Muhammad tidak mencampuri Aisyah hinggalah Aisyah baligh, maka apa salahnya? Rumahtangga mereka bahagia hingga ke akhirnya alhamdulillah, mengapa saudara pula yang sakit hati dan tidak senang?
Coba saudara lihat, perkahwinan orang2 Kristian di luar sana bahagia2 semua kah? Maka mana baik perkahwinan Muhammad S.a.w dengan perkahwinan kamu? HHhmm
Muhammad bukan memaksa Aisyah berkahwin dengan nya, tetapi bapa Aisyah sendiri yang mahu mengahwinkan Muhammad S.a.w dengan anak nya Aisyah. Maka kenapa kamu semua busuk hati dan dengki sangat terhadap mereka?? Tanya lubuk hati kamu sndr mengapa kami terlalu bersangka buruk terhadap Rasul Allah itu??
15.
Hikmatun | November 19, 2008 at 7:59 am
Salaaam. Semoga mendapat petunjuk dari Allah semuanya.
Pedolifia ni sebenarnya adalah tulisan2 dari orientalis barat, tetapi tak ku sangka, Imankristen pun terpengaruh sama yerr hhhmmmm
Dan Imankristen sendiri pun tahu, Muhammad tidak mencampuri Aisyah hinggalah Aisyah baligh, maka apa salahnya? Rumahtangga mereka bahagia hingga ke akhirnya alhamdulillah, mengapa saudara pula yang sakit hati dan tidak senang?
Coba saudara lihat, perkahwinan orang2 Kristian di luar sana bahagia2 semua kah? Maka mana baik perkahwinan Muhammad S.a.w dengan perkahwinan kamu? HHhmm
Muhammad bukan memaksa Aisyah berkahwin dengan nya, tetapi bapa Aisyah sendiri yang mahu mengahwinkan Muhammad S.a.w dengan anak nya Aisyah. Maka kenapa kamu semua busuk hati dan dengki sangat terhadap mereka?? Tanya lubuk hati kamu sndr mengapa kamu terlalu bersangka buruk terhadap Rasul Allah itu??
16.
k0meng | November 21, 2008 at 3:54 am
Jujur, dalam alkitab, maupun alquran tidak pernah membahas masalah menikah dengan anak-anak…..
jaman dulu akhil balik pada seorang gadis terjadi di usia yang relatif lebih tua dari sekarang, jaman 1500-2000 th yang lalu seorang gadis akan mens untuk pertama kalinya di usia 15-17 th. Kalu saat ini dengan adanya perubahan genetis oleh pengaruh lingkungan dan kecerdasan serta suplemen gizi, mens pertama pada seorang gadis bisa terjadi di usia 9 th.
Jaman dulu baik Alkitab-maupun Alquran tidak menyiapkan garis aturan akan penyimpangan semacam ini, lha wong gak pernah ada masalah. Jaman berubah…barulah masalah terjadi…banyak orang punya penyakit pikiran seperti fedofilia ini. Kalo emang berdasarkan kebijaksanaan ajaran baik Alquran maupun Alkitab ya jelas sudah nyimpang. Tapi soal Cinta emang susah dikata, bisa terjadi pada siapa saja dan umur berapa saja. seorang anak laki-lakipun bisa mencintai nenek-nenek berusia lanjut, dan cinta ini milik mereka berdua selama gak main ekspos dan dikait-kaitkan dengan ajaran agama.
17.
Animeymouse | November 21, 2008 at 4:34 am
@Komeng
yes that’s right………
Sudah saya jelaskan di awal argumen saya……….anda yg cerdas memahaminya dalam hal ini……….
Pohon dikatakan masih muda ketika dia belum berbuah, dikatakan udah gede kalo udah berbuah…….cepat atau tidaknya dia berkembang terkadang tergantung dipupuk atau tidak dipupuk atau bisa juga karena perbedaan genetik……….
18.
Animeymouse | November 21, 2008 at 4:38 am
@Komeng
yes that’s right………
Sudah saya jelaskan di awal argumen saya……….anda yg cerdas memahaminya dalam hal ini……….
Pohon dikatakan masih muda ketika dia belum berbuah, dikatakan udah gede kalo udah berbuah…….cepat atau tidaknya dia berkembang terkadang tergantung dipupuk atau tidak dipupuk atau bisa juga karena perbedaan genetik……….
cuma
Argumen anda soal bahwa jaman dulu akhil balik pada seorang gadis terjadi di usia yang relatif lebih tua dari sekarang itu menurut saya masih lemah bila mengacu kepada perbedaan genetik………
19.
G36C | November 21, 2008 at 4:45 am
@animeymouse
he he he…
menurut gue Argumen soal bahwa jaman dulu akhil balik pada seorang gadis terjadi di usia yang relatif lebih tua dari sekarang itu sama halnya dengan argumen orang jaman sekarang relatif lebih cepat mati dari orang jaman dulu.
Umur rata-rata manusia sekarang 50-60thnan, kalau 2 dekade yang lalu umur rata-rata manusia 60-70thnan, bagaimana 1500thn yang lalu? bagaimana 3000thn yang lalu.
Sama halnya jaman sekarang gadis lebih cepat menstruasi, hal ini diakui oleh rise ilmu kedokteran modern.
20.
Animeymouse | November 21, 2008 at 9:25 am
@ G36C
Ada penjelasan gak untuk orang2 afrika yg notabene negaranya banyak yg miskin tapi postur tubuh mereka tinggi2………..
Jangan menghina kalo mereka banyak makan tulang loh…….
21.
Animemymouse | November 23, 2008 at 6:06 am
>>>> ………Alkitab jelas-jelas melarang hal tersebut. Itu adalah kekejian di mata Allah.
—————————————
hehehee………dasar yg gak jelas banget yak kamsudnya…………
22.
orang_awam | November 24, 2008 at 9:40 am
wakakkaka
lge” mengambil sampel orang yg pasti di nilai org salah…
yg melibatkan islam…
org muslim tidak pernah protes/ menjelek”an agama lain bila pemimpin agama lain berbuat sesuatu hal yg hina..
lge pula org muslim tdk merasa para ulama/pemimpin agama lainnya plg benar.
apakah anda tahu pastur di australia telah memperkosa anak kandungnya sendiri yang baru berumur 15 thn?!
dengan alasan memberi dulu pelajaran seks kpda anaknya yg kelak harus di ketahui oleh anaknya nanti.
23.
jelasnggak | November 28, 2008 at 12:17 pm
@kaum muslimin dan muslimat yang dikasihani saya.
Bacalah! Iqro.
INI ADALAH PERKATAAN MUHAMAD (ketika putrinya ingin di poligami) :
“Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku
untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah,
aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan.
Sungguh tidak aku izinkan kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku,
kupersilahkan mengawini putri mereka. Ketahuilah.
putriku itu bagian dariku, apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga,
apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga.” (Jami’ al-Ushul, juz XII, 162, Nomor hadits:9026)
Lihat…
Muhamad saja ngga mau kalau putrinya dimadu.
“…..Apa yang menyakiti hatinya adalah juga menyakiti hatiku…..”
Itu lelaki tuh.. (seorang bapak)
Apalagi seorang istri (yang mengalami langsung)
Salam damai jangan gembeng.
24.
jelasnggak | November 28, 2008 at 12:19 pm
@Bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara, kaum muslimin dan muslimat yang dikasihani saya.
BACALAH. IQRO!
An Nisaa’
3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat.
Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
________________________________________
Terjemahan pemahaman: (Silahkan dikoreksi apabila salah)
Jika takut tidak dapat berlaku adil pada perempuan yatim ketika mengawininya. Maka ambilah wanita lain yang bukan perempuan yatim sebagai istri, dua, tiga atau empat
Tetapi jikalau kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap istri-istrimu. Maka ambillah seorang saja…
________________________________________
Pertanyaan saya. Yakin berpoligami dulu baru bersikap adil. Atau yakin adil dulu baru berpoligami?
1.Kalau yakin berpoligami dulu, bagaimana kalau nanti tidak bisa adil?
2.Kalau yakin adil dulu baru berpoligami, yakin darimana kalau bisa adil orang belum berpoligami?
Yang kedua terlihat paradox sekali. Jadi kemungkinan yang pertama lebih unggul.
Tetapi berarti POLIGAMI… sebenarnya tidak perduli adil atau tidak. Poligami dulu…. baru nanti bersikaplah adil…
Benarkah? Kalau memang benar, atas dasar pemahaman apa, poligami disarankan di dalam AlQuran?
Bagi yang ingin membantah bahwa Muhammad sebenarnya menyarankan satu… harap dibaca baik2 ayat di atas… ajaran pertama dari Muhammad adalah langsung dua istri! bukan satu! Satu istri itu justru kalau ada kondisi yang khusus dimana seseorang takut tidak dapat berlaku adil. Dan sekali lagi teori ini membawa kepada paradox seperti yang saya ungkapkan sesuai point pertanyaan nomor dua. Kenapa bisa takut berbuat tidak adil? Nyoba aja belum pernah, tau darimana bisa adil?
Jadi, bepoligamilah… itu yang benar menurut AlQuran…. kecuali kamu takut
..Dimana aku berada… disitu ada DOMPET ku….
Salam damai jangan gembeng.
25.
jelasnggak | Desember 7, 2008 at 7:43 am
@muslim
Silahkan berpoligami..
Tidak apa-apa.
Yang penting kamu jangan takut pada saat kamu mengawini 4 gadis itu..
Itu kata quran.
Tanpa tafsiran. udah jelas.
he he he
salam damai jangan pada gembeng
26.
greenberg73 | Januari 17, 2009 at 11:48 am
Emang ada yg mau anak putrinya yg msh 12 tahun dikawinin kiai tua???
Mudah2n masih berpikiran waras…
27.
Cenebagnome | Februari 21, 2009 at 12:11 pm
jtrkkjg ,
buy soma online, buy tramadol now, buy lorazepam online, generic valium, fioricet order, hoodia diet, buy norco online, ultram online, ultracet, discount xenical,
28.
ter | Maret 4, 2009 at 4:40 pm
Ajaran islam sangat bertentangan dengan perilaku dimata hukum, salah satunya unuk uud perlindungan perempuan dan anak toh yang melanggar ajaran agama islam karna disana masih banyak kiai yang menikahi anak di bawah umur, padahal anak tersebut blm tahun tujuan masa depan dan masih bayak di negara arab yang melarang anak perempuan untuk layak mendapat pendidikan, maaf ini agak kurang tersusun
29.
dayakpost | Maret 11, 2009 at 12:31 am
Kalau saya melihat perkembangan yang sekarang saya lbh suka sama Lia Eden yang mencakup lima agama di indonesia, islam mengaku baik ngak terlalu baik jg?,kristen baik ngak juga?, agama itu tdk perlu yang penting kita yakin Tuhan itu baik
30.
merdeka | Maret 11, 2009 at 6:22 am
jelasnggak2….mang orang g prnh jelas nih klo di beritau…
skrng qmau nanya ni,
1.sbenernya knp se agama kalian nglarang berpoligami?
2. knp harus satu?
3.apakah dngn satu psangan hdup djamin bhagia?
4.apa dngn kluarga besr hdup akan lbih berntakan?
5.apakah orng berpoligami tu karena faktor seks melulu?apa g ada faktor lainya, kasian mungkin?ato cinta?
hdup tu ga sperti sinetron bung…
to all kristiani:
huh capek deh…aq kadang2 ketawa klo ngliat omongan kalian yang tuhan tritunggal. klo dipikir scr nalar masupun iman mana ada tu seorang tuhan (dalam hal ini yesus) pd saat dibkar berdoa kpd tuhan. mn ada kjadian tuhan yng berdoa kpd tuhan?mana ada pencipta yang marah kpd ciptaanya dengn menbus dosa ciptaanya sndri, apa alasanya?kmdian tuhan berpura2 nyamar jadi manusia (yesus) segala dan rela disakiti dn disalib. INGAT! kdudukan seorng pncipta lbih tinggi dri bwahanya tp klo ngliat ajaraan klian yng tuhn dng sush pyahnya sperti itu hanya untuk manusia, kyaknya kdudukan MANUSIA LEBIH TINGGI DARI TUHAN . ayo dong umat nasrani pikirkan tu semua, dr segi iman pun peristiwa ini sungguh hal yng ganjil.
satu lg, kalian tu trmasuk umat yang jahat, mana ada hari tuhanya disalip dijadikan perayaan incip anggur pd saat kalian ibadah. klian suka ngliat tuhan klian ksakitan?dr segi iman pun hal ini dah ga bner. ayo dong sadar,
NB:
1. hari sabtu kmrn ada slh stu tmenq nmanya jerry ank kristiani yng pndh agma ke islam..
2. aq punya tmn kos (nmnya santo) dia anak protestan. tnp sngaja aq liat dkmputernya bnyak sekali artikel tntng islm , bhkn ada alquran dan trjemahanya. stelah aq bc, masya allah sungguh isi dari artikelnya melenceng jauh dari ajarn islm. tmn2 kristiani aq tkut klian juga slh mngerti tng islm gr2 sumber2 yg g jelas
31.
Ahmed Shahi Kusuma | April 14, 2009 at 8:22 am
Katanya di Alkitab gak ada pedofilia, bagaimana dengan kisah Lot ngentot 2 anak gadisnya, asyik lagi ?
32.
stephen | April 15, 2009 at 12:17 am
Merdeka:
jelasnggak2….mang orang g prnh jelas nih klo di beritau…
skrng qmau nanya ni,
1.sbenernya knp se agama kalian nglarang berpoligami?
2. knp harus satu?
3.apakah dngn satu psangan hdup djamin bhagia?
4.apa dngn kluarga besr hdup akan lbih berntakan?
5.apakah orng berpoligami tu karena faktor seks melulu?apa g ada faktor lainya, kasian mungkin?ato cinta?
hdup tu ga sperti sinetron bung…
>>> Biar aku jawab bagi pihak jelasenggak. Itu peraturan, gereja yang buat supaya tidak jadi kebiasaan. Itu jawapan dengan mentafsir menurut buku ajaran katolik.
33.
stephen | April 15, 2009 at 12:23 am
Peraturan perkahwinan di kristian dan islam dinampak masing-masing ada kelebihan dan kelemahan. Masing-masing dapat dikritik hebat. Sekarang terpulang dia penganut itu sendiri. Jika mahu kahwin banyak, silalah ke agama yang satu lagi. Jika serasi dengan kahwin satu, tinggallah dalam kristian saja.
34.
Jhvh Lover | Juli 10, 2009 at 3:04 pm
Wah.. Fanatik kosong nih. Mw adu domba agama lain ya? Kapan bangsa Ind bs damai? Sy sudah bca petikan blog yg Anda ambil n Anda ubah. Trtama ttg istilah ‘bikr’. Sy mmplajari b Arab n Ibrani. Pnjlsn Anda krg tepat. Bikr itu gadis dewasa (matang scr emosi) yg blm pny pnglmn seksual. Dan umurny biasany lbh dr 12 tahun. Skg,dg adany byk bkti,sdh jelas bhw Aisyah tdk dnikahi Muhamad pd umur 7 taon spt yg byk dbcarakn. Para teolog Kristen d luar pun byk yg mngetahui hal tu sbgai kbenaran. D alquran pun pedofilia adalah haram..
Tak usah mmprovokasi org lain n mmutarbalikan fakta. Plajari lg lbh dlm n smpaikn dg bahasa yg sopan. Jgn smp pnganut agama lain tak prcaya lg bhw Kristen dalah agama cinta kasih..
GBU