Allah Tritunggal Vs Allah Satu

Agustus 19, 2009

Berikut ini adalah diskusi khusus dengan saudaraku Kurdi…, seorang moslem yang taat beragama.

Tujuan diskusi ini adalah untuk menemukan “titik temu” antara pemikiran islam dan kristen yang selalu bertikai selama ini.

Untuk itu…, semua komentar hanyalah antara Iman Kristen dan Kurdi.

Komentar yang lain akan dierase.

Kalau ingin berkomentar akan diberikan post tersendiri. Yang mau jadi moderator, memberikan boax dan sebagainya…, dipersilahkan di post komentar.

Berikut ini adalah pertanyaan dari saudara Kurdi.

===========================

KURDI:

@Iman Kristen Allah=Yesus,100%Allah 100%manusia. Artinya Yesus adalah Allah sejati benar? Kalau benar ini bertentangan dgn Nama Yesus Kristus itu sendiri !! KRISTUS=org yg diurapi/disahkan/dilantik oleh Allah. Apakah Allah akan melantik diri-Nya sendiri? Apa anda akan mengatakan yg diurapi itu sifat manusianya? Mungkinkah Allah ketika mau menjadi manusia Dia melantik diri-Nya sendiri?

IMAN KRISTEN:

Allah=Yesus,100%Allah 100%manusia. Artinya Yesus adalah Allah sejati benar?

Betul, Yesus = Allah, yaitu Allah 100% (dalam kekekalan) yang mengambil rupa manusia (manusia 100%) didalam kesementaraan waktu.

Ada 3 proses waktunya (catatan: Kalimat ini kurang benar, karena Allah dalam “kekekalan” tidak berada dalam “proses waktu”, ini untuk memudahkan logika berpikir saja):

(1) Allah 100% ==> (2) Allah mengambil rupa manusia (Allah 100% dan Manusia 100%) ==> (3) Allah 100%.

Waktu (1): Kekekalan (tidak ada proses waktu).

Waktu (2): Kesementaraan Waktu (ada dalam proses waktu).

Waktu (3): Kekekalan (tidak ada proses waktu).

Perbandingan waktu menurut matematika:

0 hari, 1 hari dan 1 juta hari “bernilai sama” dibandingkan dengan kekekalan.

Secara matematis, dihitung sebagai berikut:

0/Tak Hingga = 1/Tak Hingga = 1juta/ Tak Hingga.

Konsep Allah selalu dikaitkan dengan MAHA. Ilustrasi yang baik untuk konsep MAHA dalam bilangan matematika adalah Tak Hingga. (Memang tidak pas betul, tetapi cukup mendekati dibandingkan dengan contoh lainnya).

Kalau benar ini bertentangan dgn Nama Yesus Kristus itu sendiri !! KRISTUS=org yg diurapi/disahkan/dilantik oleh Allah.

Allah Putra punya banyak nama: Alfa dan Omega, Mesias, Anak Manusia, Anak Allah, Yang dikandung Roh Kudus, Firman Allah dan sebagainya.

Setiap nama menunjukkan “makna” akan kehadiran Allah Putra didalam dunia.

Apakah Allah akan melantik diri-Nya sendiri? Apa anda akan mengatakan yg diurapi itu sifat manusianya? Mungkinkah Allah ketika mau menjadi manusia Dia melantik diri-Nya sendiri?

Allah Tritunggal adalah Allah yang Esa (satu-satunya/ tidak ada yang seperti itu atau tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga apa yang Allah lakukan), adalah Allah yang punya 3 pribadi.

Pribadi 1: Allah Bapa.

Pribadi 2: Allah Putra.

Pribadi 3: Allah Roh Kudus.

Ketiga pribadi Allah itu setara dalam kekekalan.

Dalam “kesementaraan Waktu”, Allah Putra mengambil rupa manusia untuk menjadi “teladan” bagaimana seharusnya manusia hidup dihadapan Allah.

Dalam “kesementaraan waktu” itulah, Yesus dilantik.

Sekarang pertanyaan saya:

Pertanyaan 1.

Berikan pengertian Esa menurut Alquran (atau menurut anda sebagai orang moslem).

Pertanyaan 2.

Apakah dalam Q dinyatakan: (1) Allah, (2) Firman Allah, (3) Roh Allah. Selain ke-3 hal itu yang menyatakan tentang Allah, adakah bagian “tubuh” dari Allah yang dinyatakan dalam Q?

Pertanyaan 3.

Apakah arti dan maksud “Nahnu”? Pilih a atau b dibawah ini:

a. Nahnu ==> 1 = 1 (satu menyatakan satu).

b. Nahnu ==> Banyak = 1 (Perkataan jamak yang menyatakan Satu).

Pertanyaan 4.

Socrates berkata: Kalau sapi bisa berpikir dan menggambarkan Allah-nya sapi…, pasti gambarnya berbentuk Sapi.

Apakah dalam Allah islam, apa yang digambarkan mengenai Allah haruslah seide/seturut dengan bentuk/lahiriah manusia? Apakah Manusia bisa dijadikan patokan untuk menentukan Allah itu seperti ini atau itu?

Coba kaitkan dengan kalimat berikut ini:

Tuhan tak menyerupai apapun, Laisa kamitslihi syai’un (42:11)

Terima kasih…, Tuhan Yesus memberkati anda.

Entry Filed under: Diskusi. Tag: , , .

34 Comments Add your own

  • 1. putra  |  September 16, 2009 at 4:59 pm

    MATIUS 21:18-19.
    18Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.19Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

    MAKRUS 11:12-13
    12Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.13Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

    masa tuhan bisa lapar, bisa mati terus ga bangkit bangkit sampe sekarang katanya kasih sayang liat pohon ara ga berbuah aj di kutuk apa tiu tuhan kalian yang kalian sembah

  • 2. CosmicBoy  |  September 17, 2009 at 12:04 am

    @ putra,

    Ayuh, yang dikit pinterlah.

    Dibagian mana ditulis Tuhan lapar? atau mati?

    Daripada omong ngga karuan di sini, mendingan loe jual ikan masin aja bikin makan minum anak bini.

    Jadi masa loe tidak terbuang.

    Ada ada saja anak pesantren ini.

  • 3. mazterall  |  September 17, 2009 at 3:59 am

    @putra

    muslim2, tetep aja kelakuan ga berubah.
    datang tiba2, kasi soalan yang tidak bermutu, lalu kabur..
    ngebom sana ajalah daripada ngacau disini

  • 4. DANOEL  |  September 17, 2009 at 8:29 am

    ALLAH itu dlm setiap agam dibahas dan dibentuk kn dalam rupa dan gambar yang jelas contoh :agama budha menganggap sidarta gautanma lah yg menenpati fase yg paling tinggi sedangkan agama hindhu menempatkan dewa wisnu berada dipaling atas dan agama kristen menempatkan Yesus diposisi atas.smua pengikut agam tersebut menyembah Tuhan mereka dalam betuk yg jelas,rupa yg jelas Tuhan mereka care pd umaynya,tpi siapakah Tuhan orang kurdi yg tidak mau menunjukan wujudnya bukan kah Tuhan itu penuh kasih????tpi knp mreka menyenbah yg tidak terlihat.

  • 5. Penghibur  |  September 17, 2009 at 10:08 am

    @CosmicBoy

    Apa khabar saudara, lama tak menyapa saudara, tentu awak busy seperti yang dikatakan Mazterall.

    Saudara, saya mempelawa saudara ke Blog

    hikmatun.wordpress.com

    Dengan penuh penghormatan, dan keramah mesraan. Saya mengajak saudara berkunjung untuk dialog di antara 2 agama besar dunia ini.

    Sebelum ini, saya pernah mengajak ImanKristian, tetapi hanya 7X balasan sahaja, sangat tidak adil perbincangan demikian. Apakata saudara CosmicBoy datang berkunjung, kerana ramai ingin melihat dialog yang hebat dan bersih serta penuh penghormatan walaupun terdapat perbezaan pegangan.

    By, Penghibur

  • 6. Penghibur  |  September 17, 2009 at 10:18 am

    @CosmicBoy

    http://hikmatun.wordpress.com/2009/09/13/misteri-vatican-city/

  • 7. putra  |  September 17, 2009 at 2:17 pm

    perhatiin yah mas cosmic boy dan mas mazteral saya tidak mengacau tapi memberitahu kebenaran baca baik baik ya yang dibawah ini
    MATIUS 21:18-19.
    18Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
    YOH 20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

    di matius 18 dijelaskan bahwaa yesus lapar
    dan di yohanes 20:12 yesus mati

  • 8. CosmicBoy  |  September 23, 2009 at 12:40 pm

    @ putra,

    Saya pikir tulisan Pak Iman di atas cukup mantap.

    Sila ulang baca tulisannya, bisa?

    Ginilah…

    Yesus adalah Kalamullah yang mengambil wujud manusia.

    Jadi wajar Yesus lapar…MATI.

    Tapi apakah keberadaan Kalamullah itu lapar….atau Mati?

    Ngga kan?

    Rasional apa?

    Sebab Kalamullah (menurut kalian) Tidak Diciptakan, bukan makhluk.

    Yang TIdak Diciptakan, bukan makhluk HANYALAH ALLAH SATU-SATU-NYA.

    Makanya Yesus adalah Allah!

    Jadi, Allah yg “diam” dalam tubuh manusia itu tidak makan dan MATI! Ngerti?

    Karena apa?

    Emang Allah bisa lapar?

    Atau bisa mati?

    Makanya, kembali ke rasio.

    Kecuali kalian pikir sebaliknya.

    Kalo gitu, saya tidak bisa omong apa-apa lagi.

    Ngerti mas.

    Salam damai dalam kecerdasan berpikir.

    O iya, masih belum terlambat, Selamat hari Lembaran dan semoga bahagia bersama keluarga tercinta.

    Tuhan memberkati.

  • 9. Budiman Lee  |  September 26, 2009 at 1:23 pm

    Syalom,

    Sy br sj membaca artikel dlm web ini ttg Elohim Tritunggal.

    Skdr bt tmbh info, sy mau sharing sedikit krn bnyk analogi yg salah ttg Elohim Tritunggal, yg bikin org tmbh bingung & jadi bahan ejekan org.

    Sy dptkn jwbn yg sngt kuat, tp ada hubungan erat dgn emas murni. Silahkan Anda kunjungi website sy: http://www.kristenemasmurni.com lihat di folder Golden Miracle ttg Golden Ratio atau Rasio Emas.

    Skdr bocoran, walaupun sbnrnya msh sngt jauh dr kebenaran yg sejati, tp lbh mndekati drpd bnyk analogi yg lain, yaitu: “Tritunggal itu spt sebuah segitiga.” Segitiga hanya ada 1 buah, bukan 3 segitiga, tp satu, tetapi yg satu itu punya 3 sisi.”

    Semoga bermanfaat. Tuhan Yesus mengasihi & memberkati Anda semua.

    Best regards,
    Budiman Lee.

  • 10. putra  |  Oktober 2, 2009 at 3:00 am

    @ cosmic

    “Yesus adalah Kalamullah yang mengambil wujud manusia.

    Jadi wajar Yesus lapar…MATI.”

    atas dasar apa anda bisa mengatakan sebuah kalam bisa mengambil wujud manusia dan mati, jika dia bisa lapar dari sisi mana dia bisa di sebut Tuhan sedang dia berkuasa tapi tidak berdaya

    “Jadi, Allah yg “diam” dalam tubuh manusia itu tidak makan dan MATI”

    jika allah yang tinggal dalam diri manusia dari analogi apa dasar ini bisa berlaku

    contoh sederhana

    ketika seseorang kerasukan jin dalam tubihnya apakah orang tersebut dikatakan jin, nah begitu juga dengan yuses

    sebuah pembuktian yang janggal kalo anda berkata sepeti demikian

  • 11. Hari  |  Oktober 2, 2009 at 7:14 am

    To : Budiman Lee

    Bagaimana kalau masalah TRINITAS itu dijelaskan dengan menggunakan pola MATEMATIKA ?

    Yaitu masalah kejelasan akan KETUHANAN YESUS dikaitkan dengan konsep TRINITASNYA …

    Penjelasan ini diambilkan dari pemikiran MATEMATIKA …
    Sebagai alat analisa atas TRINITAS tersebut …

    Kalau kita MEMBAHAS suatu MASALAH dengan BAHASA yang merupakan rangkaian KATA-KATA masih KURANG UNIVERSAL ?
    Apabila dibandingkan dengan BAHASA MATEMATIKA… Karena dengan BAHASA MATEMATIKA, maka tingkat kebenarannya LEBIH TINGGI dan MENDEKATI KEBENARAN MUTLAK. Salah satu cabang MATEMATIKA adalah dengan MENGGUNAKAN DIAGRAM VENN.

    Dalam hal TRINITAS ada 3 sebutan : ALLAH BAPA, JESUS dan ROHUL KUDUS.
    Kalau masing-masingnya dilambangkan dengan lingkaran, karena masing-masingnya merepresentasikan hal tertentu, seperti YESUS adalah TUHAN yang menjadi MANUSIA, maka pilihannya adalah :
    1. SALING ASING Ini tidak dibenarkan dalam keimanan kaum NASRANI dan memang bukan.

    2. SALING BERIRISAN sehingga ADA HAL YANG SAMA, tapi ada yang BERBEDA dari KETIGA REPRESENTASI tersebut.

    3. SALING BERIMPIT, SATU itu TIGA dan TIGA itu SATU (TRINITY).
    Kalau BERIMPIT MUTLAK ?
    Kenapa ada perbedaan SUBSTANSI MENDASAR ?
    Dalam hal WUJUD dan KEBISAAN ?
    Kalau masih ada perbedaan dalam perepresentasiannya, maka BERARTI masih TIDAK BERIMPIT secara SEMPURNA. Dan kalau TIDAK BERIMPIT secara SEMPURNA, maka TIDAK ADA KONSEPSI TUNGGALNYA atau ESANYA, tapi kalau BERIMPIT SEMPURNA, IMPLIKASINYA adalah CUKUP dengan MENYEBUTKAN SATU REPRESENTASI saja, maka sudah MEWAKILI REPRESENTASI yang lain

    Bila A = B = C, maka dengan menyebut A secara TERUS MENERUS … tidak masalah, karena berimpit SEMPURNA …
    Toh A = B = C ?

    Dengan TIDAK BERIMPIT SEMPURNANYA, maka A, B dan C menjadi :
    A tidak sama dengan B
    B juga tidak sama dengan C.
    C juga tidak sama dengan A.

    Jadi KONSEPSI KEESAAN atau KETUNGGALAN … TIDAK ADA BUKAN ?

    Ambil contoh.
    Dalam suatu bola hanya ada satu TITIK PUSAT. TITIK PUSAT ini berada di SUMBU X = 0; SUMBU Y = 0 dan SUMBU Z = 0, artinya ada 3 TITIK yang BERIMPIT secara SEMPURNA, dimana X,Y dan Z-nya = 0 yang dinamakan TITIK PUSAT BOLA. Apabila seseorang mengatakan tentang TITIK PUSAT BOLA, dalam BENAK dan PIKIRANNYA sudah tergambar bahwa X,Y dan Z-nya adalah 0. Sangat berbeda kalau ada seseorang mengatakan bahwa kalau X = 0 itu berarti TITIK PUSAT BOLA ? Karena harus MENJELASKAN Y dan Z-nya dimana ?
    Kalau MASALAH ini CLEAR. Tak ada yang BERBANTAH-BANTAHAN.

    Dalam MENJELASKAN soal TRINITAS ?
    Kalau saja REPRESENTASI YESUS = ALLAH BAPA = ROHUL KUDUS (BERIMPIT SECARA SEMPURNA).
    Katakan SATU saja ? Siapa itu TERSERAH ?
    Jadi TUHAN itu AHAD kan ?
    Ini bukan Hari yang BICARA tapi MATEMATIKA …

    Kalau representasi YESUS ada beda dengan ALLAH BAPA dan ada beda juga dengan ROHUL KUDUS artinya TIDAK BERIMPIT secara SEMPURNA ? Maka itu artinya TIDAK SATU bukan ? Ini yang bilang bukan Hari lho ? Tapi MATEMATIKA …

    Terus bagaimana PENJELASAN …
    Bahwa …
    ALLAH itu SATU … ?
    Atau
    TUNGGAL … ?
    Atau …
    ESA … ?

    Begini argumennya :

    Ada hal-hal yang perlu direnungkan lagi tentang 1 itu ?
    Jujur saya terinspirasi oleh TRINITAS ?
    Dan itu belum lama, baru KEMARIN 14 Mei 2009. 1 itu 3 dan 3 itu 1 ?
    Sehingga MENDAPATKAN bahwa 1 itu adalah angka TERBESAR dan sekaligus TERKECIL sebelum NOL ?
    Lho kenapa ? Kok bisa ?
    Kan masih ada angka 2,3, 4 dst …
    Kenapa 1 itu paling BESAR ?
    Katakan 2 ? 2 = 1 pertama + 1 kedua, dengan catatan bahwa 1 pertama harus = 1 kedua; TIDAK BOLEH BEDA (MUTLAK atau ABSOLUT SAMANYA). Kalau 1 pertama dan 1 kedua di MERGE atau di GABUNG, maka akan jadi 1 yang BARU. 1 yang BARU ini harus ada SEBUTANNYA. Artinya jadi SATU lagi kan ?

    Demikian juga dengan KONSEPSI bahwa 1 itu menjadi angka TERKECIL ?
    Kenapa ?
    Ambil contoh sebutan ATOM ?
    Atom itu SATU ?
    Ternyata TIDAK ?
    Didalamnya ada sebutan PROTON, NEUTRON dan ELEKTRON ? Yang merupakan SATU SISTEM sehingga BISA DISEBUT ATOM ?
    Apakah SEBUTAN untuk ELEKTRON, PROTON, NEUTRON ? Merupakan SATU SATUAN TERKECIL ? Ternyata juga TIDAK ? Para ILMUWAN masih terus MENGGALI akan TEKA-TEKI KESEMESTAAN ini ?

    Dasarnya adalah PENGGABUNGAN dan PEMECAHAN …
    Dan dari SETIAP IDENTITAS TUNGGAL yang BARU HARUS ADA NAMANYA …

    PENGGABUNGAN :
    1 + 1 + 1 = 3 kalau satu satuan tersebut digabungkan maka akan menjadi 1 yang BARU.
    Namanya APA ?
    Inilah yang UMAT KRISTEN tidak mau menyebutkannya ? TANPA memberikan EMBEL-EMBEL sebelumnya.
    Kalau SEBUTANNYA TRINITAS, maka TRI itu masih MENUNJUK ke EMBEL-EMBEL sebelumnya.
    BERBEDA kalau 1 yang BARU itu DISEBUT ALLAH.
    TUHAN YANG AHAD –ESA–.
    TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH.
    TIDAK ADA SEKUTU BAGI ALLAH.

    PEMECAHAN :
    Dari 1 AWAL yang besar di pecah-pecah, bisa jadi 2, 3, 4 dst; Dan dari 2 yang adalah 1 pertama baru + 1 kedua baru; Yang MASING-MASINGNYA dipecah-pecah lagi menjadi 2, 3, 4 dst … Dipecah lagi … Dipecah lagi … Dipecah lagi … dst … Sampai yang paling kecilpun, maka 1 satuan BARU itu tetap akan MUNCUL ? Yang BANYAKNYA TAK BERHINGGA.

    SUBHANALLAH.

    Terus apa hubungannya dengan 0 atau Nol ? Nol itu adalah suatu angka yang sedemikian KECIL tapi BUKAN KOSONG. Terus apa kaitannya ANTARA 0 dan 1 ?
    Nol itu bisa ditafsirkan adalah MAKHLUK CIPTAAN TUHAN termasuk MANUSIA dan 1 adalah PENCIPTANYA alias TUHAN SENDIRI.
    Kenapa 0 tersebut BERANI MENYATAKAN bahwa 1 itu 3 dan 3 itu 1 ?
    Kenapa TIDAK 1 ya 1 ?
    Padahal KEMAMPUAN, KEILMUAN maupun KEBISAAN 0 itu sedemikian kecilnya meskipun bukan KOSONG ?
    Berani sekali MENYATAKAN 1 itu 3 dan 3 itu 1 ?
    Padahal 1 ya 1.
    Dialah angka TERBESAR (Konsepsi MERGE atau PENGGABUNGAN) dan sekaligus TERKECIL (Konsepsi PEMECAHAN).

    Katakanlah : Dialah Allah, Yang AHAD
    Allah adalah TUHAN tempat MEMINTA
    Dia TIDAK BERANAK dan TIDAK PULA DIPERANAKKAN
    Dan TIDAK ADA sesuatupun yang SETARA dengan DIA
    (QS 112)

    Dalam BERDISKUSI, KEJUJURAN itu PERLU bukannya MAKI-MAKI … Argumentasi tanpa BUKTI atau LOGIKA itu POKROL …

  • 12. Hari  |  Oktober 2, 2009 at 7:21 am

    To : CosmicBoy

    Saya ajukan pertanyaan yang SEDERHANA ?

    Kalamullah atau Firman Allah … ?
    Ada berapa suku kata ?
    Satu atau dua SUKU KATA ?
    Dua SUKU KATA kan ?
    Kalam dan ALLAH …
    atau
    Firman dan ALLAH …

    dengan demikian …
    KALAM ALLAH
    atau
    FIRMAN ALLAH …
    Tetap BEDA bukan …
    Dengan ALLAH itu sendiri ?

    Masak u- hal yang beginian saja kamu KETAKUTAN memberikan jawabannya ? KENAPA ?

    Apakah karena kamu KURANG MENYELAMI ALAM PIKIRAN …
    Yang paling dasar ?
    Yaitu …
    Pengertian dasar dari kata-kata … ?

    Maunya …
    Alam pikiran kamu …
    Yang harus dibenarkan … ?
    Meskipun itu MENGGELIKAN … ?
    Karena …
    Aku tahu …
    Bahwa …
    Kamu KEHABISAN KOSA KATA …

    Ha … Ha … Ha …

  • 13. CosmicBoy  |  Oktober 4, 2009 at 3:20 am

    @ putra,

    @ cosmic

    “Yesus adalah Kalamullah yang mengambil wujud manusia.

    Jadi wajar Yesus lapar…MATI.”

    atas dasar apa anda bisa mengatakan sebuah kalam bisa mengambil wujud manusia

    ==> Percayakah kamu Allah Maha Kuasa?

    Jadi gampang.

    Maka pertanyaan kamu irrelevants kecuali kamu tidak percaya Allah Maha Kuasa.

    dan mati, jika dia bisa lapar dari sisi mana dia bisa di sebut Tuhan sedang dia berkuasa tapi tidak berdaya

    ==> Sebab ‘incarnation” ( konsep mengambil wujud manusia), Substansi Allah TIDAK BERCAMPUR BAUR dengan substansi manusia-Nya.

    Jadi wajar yg lapar itu manusia-Nya. Juga mati.

    “Jadi, Allah yg “diam” dalam tubuh manusia itu tidak makan dan MATI”

    jika allah yang tinggal dalam diri manusia dari analogi apa dasar ini bisa berlaku

    contoh sederhana

    ketika seseorang kerasukan jin dalam tubihnya apakah orang tersebut dikatakan jin, nah begitu juga dengan yuses

    sebuah pembuktian yang janggal kalo anda berkata sepeti demikian

    ==> Maap, kita sedang bicara Allah bukan jin!

    Salam kasih.

  • 14. CosmicBoy  |  Oktober 4, 2009 at 4:03 am

    @ Hari,

    Kalamullah atau Firman Allah … ?
    Ada berapa suku kata ?
    Satu atau dua SUKU KATA ?
    Dua SUKU KATA kan ?
    Kalam dan ALLAH …
    atau
    Firman dan ALLAH …

    ==> Kalo mau konsisten, maka setuju ngga sistematika di atas juga dipakai buat Tuhan kamu.

    Kalo ada 2 suku kata, maka itu bukan Allah!

    Udahlah, udahlah…cerdas dikit.

    Salam kasih.

  • 15. CosmicBoy  |  Oktober 4, 2009 at 4:20 am

    @ Hari,

    PENGGABUNGAN :
    1 + 1 + 1 = 3 kalau satu satuan tersebut digabungkan maka akan menjadi 1 yang BARU.
    Namanya APA ?

    Saya liat kamu ini makin lama makin kurang pinter.

    Yang di atas, itu dongeng darimana?

    Ohhh…sangka kamu Allah itu bilang?

    Maap mas, jangan samakan Allah kamu dengan saya.

    Allah kamu itu cuman angka…1 dan dikonsepsikan secara matematika, bukan begitu?

    Beda dengan Tritunggal.

    Itu bukan Allah.

    Itu cuman perkataan@istilah yg dipakai untuk mengkonsepsikan Allah sejauh Allah ingin menyatakannya di Al-Kitab.

    Jadi bukan angka, tapi penghayatan tentang bagaimana manusia bisa mengerti karya Allah (Allah, Kalam-Nya dan Roh-Nya) dalam sejarah manusia.

    Hahaha…

    Muslim terpojok!

    Salam kasih.

  • 16. Ratri  |  Oktober 4, 2009 at 1:07 pm

    Hehe jadi merasa beruntung saya bisa percaya kepada ketritunggalan Allah tanpa sedikitpun ragu. Carilah Tuhan dengan iman bukan logika. Karena pikiran kita sangatlah terbatas dan kuasa Allah tidak terbatas. GBU

  • 17. Penghibur  |  Oktober 5, 2009 at 1:18 am

    @CosmicBoy

    Dimana-mana saja saudara ini muncul dengan penampilan yang sangat buruk.

    Memang benar Ajaran Kasih dalam Kristian patut dipersoalkan, begitu lama anda dalam Blog Kristian ini, tapi akhlakmu bertambah buruk, jika Ajaran Kasih makin terserap kedalam hatimu, maka saudara pasti akan muncul dengan sikap yang terbaik.

    Saudara CosmicBoy muncul dan bercakap atas nama agama, adakah saudara sedar, ingatlah semakin sempit pemikiranmu terhadap Al-Quran, maka semakin sempitlah kuburmu, semakin sempitlah keberuntunganmu.

    Jika saudara tidak mengimani Islam, saudara juga harus tampil dengan penampilan terbaik.

    By, Penghibur

  • 18. Hari  |  Oktober 5, 2009 at 3:01 am

    To : CosmicBoy

    Matematika itu untuk menjelaskan suatu PENGERTIAN. Itu saja kok ?

    Karena kamu bilang bahwa TUHAN KAMU itu …
    1 = 3 dan 3 = 1, maka penjelasan secara MATEMATIKANYA bagaimana ? Itu saja.

    Kata kamu kan ? Allah itu TUNGGAL yang terdiri atas 3 OKNUM, yaitu ALLAH, ROHUL KUDUS dan YESUS.
    1 = 3 dan 3 = 1 ?
    Jelaskan dengan bahasa MATEMATIKA …
    Yang RINGKAS … PADAT … SEDERHANA dan BENAR …

  • 19. Hari  |  Oktober 5, 2009 at 3:09 am

    To : Ratri di 16

    Ratri … Ratri … Nyuruh orang CARI TUHAN dengan IMAN … ?
    Kalau namanya NYARI …
    Itu dengan BEKAL PENGETAHUAN …
    Bukan dengan IMAN dulu … ?

    Setelah TAHU … MANA BENAR dan MANA SALAH … ?
    Maka IMANLAH yang MEMUTUSKAN …
    Pilihannya ke BENAR … Artinya BERIMAN …
    Sedangkan kalau MILIH yang SALAH …
    Berati INGKAR …
    Sederhana kan ?

    Yang PENTING BENAR SALAHNYA dulu …
    Baru DIPUTUSKAN … ?

    Kalau bicara BENAR … SALAH …
    Maka …
    1 = 3 dan 3 = 1 ? Disebut BENAR ? Bagaimana PENJELASANNYA ya ?
    Kalau SALAH … Memang sudah seharusnya begitu.

  • 20. Hari  |  Oktober 5, 2009 at 3:24 am

    To : CosmicBoy di 15

    Ini lagi memberikan pernyataan SALAH KAPRA … ?

    Saya kutipkan pernyataan kamu ya ?

    Maap mas, jangan samakan Allah kamu dengan saya.

    Ya JELAS donk … ? SANGAT BEGITU JELASNYA … ?
    ALLAH … Bagi SETIAP MUSLIM itu adalah MAHA …
    Yang menginformasikan 99 NAMA ALLAH …

    Ar Rahman … (Yang MAHA PENGASIH)
    Ar Rahiim … (Yang MAHA PENYAYANG)
    Al Kholik … (Yang MAHA PENCIPTA)
    Al MALIK … (Yang MAHA MEMELIHARA)
    Dst …
    Sd 99 Nama (Asma ul HUSNA)

    Kamu MANUSIA kan ?
    Masih makan bila LAPAR
    Masih minum saat HAUS
    dan
    Akan tidur saat NGANTUK …
    Dst …
    Sepertinya KAMU ingin NIRU-NIRU YESUS …
    Dengan MENYATAKAN DIRINYA adalah TUHAN … ?
    He … He … He …

    Terus kata-katamu yang lain bahwa :

    Allah kamu itu cuman angka…1 dan dikonsepsikan secara matematika, bukan begitu?

    Beda dengan Tritunggal.

    Itu bukan Allah.

    Siapa yang BILANG bahwa ALLAH itu ANGKA 1 ?
    He … He … He …
    Bisa-bisa saja ENGKAU … CosmicBoy …
    MELINTIR OMONGAN ORANG …
    Tapi SALAH BESAR …

    Orang BILANG bahwa ALLAH itu AHAD … ESA … TUNGGAL Atau … SATU …
    Yang dijelaskan secara MATEMATIKA …
    DIBILANG bahwa ALLAH itu ANGKA 1 ?
    Bagaimana sich KAMU itu ?
    Nangkap MAKSUD penjelasan orang lain saja nggak donk ?
    Tapi NGOMONG masalah yang sangat BERAT …
    Yaitu …
    MASALAH KETUHANAN …

  • 21. budak nakal  |  Oktober 8, 2009 at 11:37 am

    @Umat Kristian

    Kami mengajak anda datang untuk dialog antara agama dengan penuh hormat, sila kunjungi ;

    http://hikmatun.wordpress.com/2009/10/08/kristian-menciplak-ajaran-buddha-dan-penyembah-berhala

    By,Penghibur

  • 22. BudimanLee  |  Oktober 8, 2009 at 5:33 pm

    @ Hari

    Syalom,

    Thanks buat respond Anda. Tampaknya Anda cukup mahir dgn matematika, sy salud & kagum, soalnya sy tdk bgt ahli dlm bidang ini, jd sy hrs membaca komentar Anda sampai berulang-ulang utk memahami mksd Anda.

    Mohon maaf, jk tdk salah …. sy menemukan penjelasan matematika Anda yg berhubungan dgn analogi “segitiga” yg sy maksud. Mungkin sy mmng terlalu bodoh dlm matematika, sy sdh pikir berulang kali, tp sy tdk berhasil menemukan korelasi antara segitiga dgn Diagram Venn maupun dgn bola?

    Mnrt pemahaman iman Kekristenan yg sy tahu, bhw Elohim itu adalah Ekhad (Anda mnybtnya “Ahad”), memang benar. Ekhad adlh bhs Ibrani, yg artinya: “Bersekutu dgn sngt erat & tdk terpisahkan.” Kata ini sbnrnya tdk sama dgn tunggal atau satu, mngkn lbh tepat disebut “menyatu”, tp dlm pngertian yg lbh mndalam. Itu sebabnya “Elohim” itu kata jamak, bukan digunakan kata tunggalnya “Eloah”. Jadi Tuhan dlm Kekristenan sbnrnya tdk bs diwakili dgn angka 1 ataupun 3.

    Sebetulnya kata “Tritunggal” yg diperdebatkan tsb di atas itu sndiri tdk ada dlm ayat2 Alkitab, tetapi muncul dlm doktrin pengajaran teologi yg dicetuskan oleh Tertulianus. Krn bhs manusia terbatas, sulit utk menjelaskan bagaimana ke-ekhad-an Tuhan yg diperkenalkan oleh Alkitab sbg Elohim Bapa Sang Pencipta, Yesus Kristus (Firman Elohim yg menjelma mnjd manusia dlm rangka menebus dosa manusia) & Roh Kudus, maka muncullah istilah ini.

    Ada bnyk hal yg tdk bs sy jelaskan ttng pengenalan sy akan Tuhan yg sy sembah itu, baik itu dgn matematika maupun logika. Anda boleh menyebutNya 1 atau 3 pribadi, sesuka hati Anda. Dia ttp mengasihi Anda & ingin spy Anda jg mengenalNya. Krn sy tlh merasakan btp indahnya kasih Kristus, dan sunguh2 mengalami sendiri akan penyertaan, pimpinan & penghiburan dari Roh Kudus. Dia sungguh nyata & selalu hadir dlm hidup sy. Pengenalan akan Dia jauh lebih berharga dari segala emas & permata, bahkan segala kenikmatan yg ditawarkan dunia.

    Sy tdk ingin berdebat, krn perdebatan lbh bnyk membuat permusuhan drpd persahabatan, dan permusuhan hny akan membuat kt smua semakin menjauh dr Sang Kebenaran. Sy hny ingin bertukar pikiran, berbagi pengetahuan & sy terbuka utk semua kritik & masukan yg dpt menambah wawasan.

    Jk Anda tdk percaya kesaksian sy, sy akan berdoa bg Anda, spy pd suatu hari Anda memberikan kesempatan bg Roh Kudus utk menjamah hati Anda & Anda mengalami sendiri apa yg sy tuliskan di atas. Sy yakin itu sj sdh cukup membuka mata rohani Anda utk dpt melihat kebenaran dr sisi yg berbeda selain drpd matematika & logika.

    Tuhan Yesus memberkati Anda semua yg membaca tulisan ini.

    Best regards, Budiman Lee.
    Situs sy di: http://www.kristenemasmurni.com

  • 23. Hari  |  Oktober 9, 2009 at 10:04 am

    To : Budiman Lee di 22

    Tks saudaraku Budiman Lee yang menanggapi diskusi saya dengan saudaraku CosmicBoy dengan SANTUN. Kesantunan itu sangat diperlukan agar kita tidak disebut BIADAB tapi BERADAB.

    Masalah KEIMANAN ini memang sesuatu yang sangat personal sekali, sehingga apabila seseorang ber-IMAN akan SESUATU maka akan SUKAR sekali mengubahnya.

    Jangankan soal IMAN kepada sesuatu yang TRANSENDEN –TAK BERHINGGA– Yaitu soal IMAN kepada TUHAN ? Untuk mengubah kebiasaan merokok saja agar TIDAK MEROKOK sukar sekali mengubahnya, apalagi soal-soal IMAN kepada TUHAN yang DIYAKININYA, maka akan sangat … sangat … dan sangat sukar sekali mengubahnya.

    Ambil contoh, saudaraku bilang bahwa MENYEMBAH apa yang disembah.

    Perkataan MENYEMBAH itu terkait dengan bentuk fisik (penyembahan) dan sekaligus konsentrasi atas penyembahan tersebut, yaitu suasana hati, pikiran dan jiwa.

    MENYEMBAH (fisiknya) itu kan berarti WAJAH kita yang merupakan REPRESENTASI KEBANGGAAN KITA, SIMBOL KITA mencium lantai. Jadi suatu TINDAKAN PENGHINAAN DIRI di hadapan TUHAN kita.

    Persoalannya adalah SEDERHANA, di GEREJA ada hukum tak tertulis, bahwa umatnya apabila memasukinya melepas topi, tapi tidak melepaskan sepatu ? Sehingga secara WAJIBNYA, maka PENYEMBAHAN (FISIK) itu tidak ada, karena lantai telah terinjak-injak oleh sepatu. Kalau soal hati, pikiran dan jiwa, maka yang tahu adalah masing-masingnya. Kemudian bandingkan dengan orang BERSUJUD di masjid ?

    Padahal tempat TERBAGUS dan TERMULIA bagi PENYEMBAHAN UMAT kepada TUHANNYA adalah di tempat penyembahan BUKAN ? Kalau KRISTEN di GEREJA; Sedangkan bagi ISLAM di Masjid ? Beda kan RITUALNYA ?

    STANDARISASI … itulah ISLAM …
    Dimanapun berada …
    Al-QUR-AN-nya sama …
    Bacaan baku sholatnya sama …
    Bacaan adzan-nya sama …
    Puasanya sama …
    Dan yang lain-lain …
    Suatu standarisasi yang GLOBAL … ?
    pakah ini TIDAK ANEH … ?

    Padahal ISLAM sering dikatakan sebagai PENJIPLAK …
    AGAMA sebelumnya …
    Atau …
    AGAMA KARANGAN MUHAMMAD …
    Atau …
    AGAMA PEMBENAR POLIGAMI …
    (Kini … Faktanya : Wanita dan laki-laki lebih banyak mana ?)
    Atau …
    AGAMA TERORIS …
    Dan lain-lain sebutan yang menyudutkan …
    Tapi …
    SINARNYA … Bahkan SEMAKIN BERKILAU …
    Bukannya REDUP ?
    Kenapa ?
    Kalau ISLAM itu AGAMA bukan dari ALLAH yang MAHA …
    Maka …
    Jangankan sampai tahun 2009 … ?
    Tahun 1000 pun sudah PORAK PORANDA ?
    Tapi kalau dari ALLAH yang MAHA …
    Semakin DIJELEK-JELEKIN …
    Semakin BERKILAUAN SINARNYA …

    Terlihatlah OTENTISITAS dan ORIGINALITAS Al-QUR’ANNYA …

    Terlihat juga KEHEBATAN IBADAH HAJINYA …
    Jutaan orang berkumpul setiap tahun …
    Yang terlihat hanya WARNA PUTIH SEMUA … ?

    Terlihat juga KEANEHAN … AIR ZAM-ZAM-NYA …
    Yang diambil JUTAAN ORANG …
    Nggak habis-habis … ?
    Padahal adanya di tengah-tengah tanah tandus …
    PADANG PASIR SAUDI ARABIA ?
    Bukan di daerah berhutan tropis …
    Yang sering berhujan lebat … ?
    Sekali lagi di padang pasir …
    Nan tandus dan gersang …
    Tetap saja ada airnya … ?
    Apakah ini adanya begitu saja ?
    Atau bukannya …
    Karena KEHEBATAN DOA …
    Bapak para NABI …
    Yaitu … IBRAHIM AS … ?

    Hal-hal seperti ini …
    Kalau bukan dari ALLAH yang MAHA …
    MANA BISA … ?

    Apakah dengan BUKTI yang OBYEKTIF ini … ?
    Masih saja orang MENYANGKAL … ?

    Kalau PENGALAMAN PERSONAL …
    Disangkal oleh yang lain …
    Itu WAJAR …

    Tapi kalau yang OBYEKTIF pun …
    TETAP masih DISANGKAL … ?
    Apakah itu BUKAN berarti …
    KETIDAKMAU TAHUAN akan BUKTI … ?

  • 24. CosmicBoy  |  Oktober 9, 2009 at 1:21 pm

    Orang Kristen yg menjawab tantangan Islam secara tuntas sehingga mereka didiamkan akan diserang pribadinya.

    Hahaha…

    Muslim-muslim selalu pikir org Kristen itu bodoh dan kurang cerdas.

    Jadi, mereka mau org Kristen menanyakan hal2 yg bisa mengalemkan2kan agama dan ‘nabi’ mereka.

    Yang mengalem2kan itu diangkat2 sebagai orang Kristen cerdas.

    Sebaliknya pertanyaan2 keras dari orang Kristenspt saya dianggap sebagai kurang cerdas dan kurang santun.

    Heran, mempertanyakan kebenaran iman aja takut.

    Maunya dialem2 gituh.

    Kalo tidak dialem2 gituh, siap dengan golok dan pedang.

    Jangan bung, saya masih sayang leher saya.

    Salam kasih.

  • 25. JEKLIN SITINJAK  |  Oktober 10, 2009 at 8:31 am

    YESUS KRISTUS = TUHAN

    barangsiapa yg mau dtg ke BAPA ,,hrs melalui YESUS…amen..

  • 26. Ratri  |  Oktober 11, 2009 at 12:39 am

    @ Hari
    fine. itu kan pemikiran saudara saya hargai. tetapi saya juga punya konsep sendiri mengenai kepercayaan saya. dan itulah sebabnya saya merasa sangat beruntung dibandingkan dengan orang-orang lain. terima kasih Tuhan :) )))

  • 27. Hari  |  Oktober 12, 2009 at 3:29 am

    To : Ratri di 26

    Setiap orang PASTI punya KONSEP ? Orang tidak ber KONSEP pun, sebenarnya dia sudah ber konsep, bahwa dia tidak ber konsep ? Sah – sah saja.

    Tapi saat anda mengatakan :

    saya juga punya konsep sendiri mengenai kepercayaan saya. dan itulah sebabnya saya merasa sangat beruntung dibandingkan dengan orang-orang lain. terima kasih Tuhan

    Yang dapat ditarik adalah :

    1. Anda memiliki konsep.
    2. Dengan konsep yang anda miliki, maka anda merasa beruntung ? Beruntung dari siapa ? Dari orang-orang lain ?

    Disini anda menjelaskan bahwa anda punya KONSEP anda sendiri ? Dan merasa beruntung dari orang-orang lain … ? KONSEP-nya sendir seperti apa ? Tidak mau MENJELASKAN-nya bukan ? Juga yang dsebut dengan orang-orang lain itu siapa ya … ?

    Dari sini, nampak bahwa anda langsung mengeluarkan jurus pamungkas, yaitu DEFENCE MECHANISM ? Suatu tindakan bahwa anda memiliki sesuatu tapi tdak mau mengutarakan apa yang dimiliki itu ? Tapi membanding-bandingkan dengan orang lain, bahwa dengan anda memiliki itu anda lebih beruntung dari yang lain … ?

    Dan ciri dari DEFENCE MECHANISM ini kalau di otak adalah LIMBIK, yaitu … karena takut sesuatu maka LARI … (Takut BERHADAPAN secara TERBUKA)

  • 28. Hari  |  Oktober 12, 2009 at 3:38 am

    To : JEKLIN SITINJAK

    Apakah ANDA bisa MEMBUKTIKAN bahwa :

    YESUS KRISTUS = TUHAN ?

    Karena dari diskusi saya sebelumnya dengan para penganut kristen yang lain, diantaranya adalah saudaraku CosmicBoy, menurut catatan saya ada 4 hal yang MENOLAK bahwa YESUS itu TUHAN … ?

    Konsep ON … OFF … (Elektrik)

    2. Konsep … KEBERIMPITAN TOTAL … (Matematika)

    3. Kecelakaan kejadian dalam suatu kontinuum (ALLAH turunkan NABI-NABI sebagai PANUTAN bagi MANUSIA, dari ADAM sampai MUHAMMAD yang akhirnya Kaum KRISTIAN MENGINGKARI KENABIAN MAUHAMMAD, karena erkeyakinan bahwa YESUS itu TUHAN ?)

    4. Masalah ketidakbersatuannya KEMAMPUAN dan KEMAUAN … (dengan memaksakan kemampuan dan kemauan menjadi satu tanpa memberikan BUKTI AKURAT kebersatuan KEMAMPUAN dan KEMAUAN itu jadi SATU; ON … OFF; KEBERIMPITAN TOTAL dan Konsistensi penurunan NABI-NABI ALLAH dengan JELAS telah membantah KEBERSATUAN KEMAMPUAN dan KEMAUAN ini; MUHAMMAD dengan QUR’ANNYA telah MEMBANTAHNYA)

    Pnjelasan atas masing-masingnya akan diketengahkan apabila diminta.

  • 29. mazterall  |  Oktober 14, 2009 at 2:12 pm

    @hari

    3. Kecelakaan kejadian dalam suatu kontinuum (ALLAH turunkan NABI-NABI sebagai PANUTAN bagi MANUSIA, dari ADAM sampai MUHAMMAD yang akhirnya Kaum KRISTIAN MENGINGKARI KENABIAN MAUHAMMAD, karena erkeyakinan bahwa YESUS itu TUHAN ?)

    4. Masalah ketidakbersatuannya KEMAMPUAN dan KEMAUAN … (dengan memaksakan kemampuan dan kemauan menjadi satu tanpa memberikan BUKTI AKURAT kebersatuan KEMAMPUAN dan KEMAUAN itu jadi SATU; ON … OFF; KEBERIMPITAN TOTAL dan Konsistensi penurunan NABI-NABI ALLAH dengan JELAS telah membantah KEBERSATUAN KEMAMPUAN dan KEMAUAN ini; MUHAMMAD dengan QUR’ANNYA telah MEMBANTAHNYA)

    ======> bung, kamu diskusi ama saya dan cosmicboy saja belum tuntas dan tidak bisa membuktikan Yesus bukan Tuhan.
    eh sekarang malah komentar yang ngacoo…
    muslim2

  • 30. Dobrak  |  Oktober 14, 2009 at 8:58 pm

    Kenapa didalam Injil Matius 25 ayat 31- 32 dikatakan, nanti akhir zaman : Apabila Anak-manusia datang……………. .. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya.

    Kenapa Alquran yang terbit setelah beberapa ratus tahun Injil telah ber-edar di dataran timur tengah, di dalam ayatnya Q.34 ayat 26 menganjurkan pembaca agar jangan lagi menyebut “Anak-manusia”, tetapi dengan jelas agar pembaca dianjurkan menyebutnya dengan “Tuhan kita” ?

    Q.34:26 , Katakanlah: “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. ………………..

    Coba tolong kasih penjelasan nehhh !

    Kalau elu-elu para pembaca / penyelidik semua Kitab, pasti bisa kasih jawaban yang logis, dan menurut gue Allah tidak akan mungkin menurunkan Kitab-kitabNYA membuat manusia saling berdebat !

    Jadi biang keladinya ada dijelaskan juga di Alquran dan memang sudah diprediksikan didalam Injil !, coba cari deh di Kitab-kitab Alquran dan Injil pasti bisa jelas, tapi jangan cari perbandingan atau perbedaan dan lu baca semua Kitab harus kembali kefitrah diri masing-masing !

  • 31. CosmicBoy  |  Oktober 14, 2009 at 11:39 pm

    @ Hari,

    Ya JELAS donk … ? SANGAT BEGITU JELASNYA … ?
    ALLAH … Bagi SETIAP MUSLIM itu adalah MAHA …

    Saya malah koq heran, kalo MAHA, kenapa sih dibatasi KeMahaan itu?

    Jadi, Allah yg MAHA menurut kamu ngga bisa buat ini, ngga bisa buat itu.

    Jadi, Dia bisa buat apa?

    Sesuai kemahuan kalian, gituh?

    Salam

  • 32. Hari  |  Oktober 15, 2009 at 9:44 am

    To : Dobrak di 30

    Saya kutipkan apa yang menjadi CONCERN anda.

    Kenapa didalam Injil Matius 25 ayat 31- 32 dikatakan, nanti akhir zaman : Apabila Anak-manusia datang……………. .. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya.

    Kenapa Alquran yang terbit setelah beberapa ratus tahun Injil telah ber-edar di dataran timur tengah, di dalam ayatnya Q.34 ayat 26 menganjurkan pembaca agar jangan lagi menyebut “Anak-manusia”, tetapi dengan jelas agar pembaca dianjurkan menyebutnya dengan “Tuhan kita” ?

    Ada yang perlu diperjelas dalam pernyataan saudaraku Dobrak tentang pengertian AKHIR ZAMAN ? Maksudnya adalah beberapa saat sebelum terjadinya KIAMAT (Doomsday) ? Atau yang lain ? Kalau ini BELUM jelas ? Bagaimana mengomentarinya ya ?

    Sedangkan dalam S-34 ayat 26 (S. An Naba’ ayat 26) tersebut, MUSLIM paham bahwa tempat dikumpulkannya manusia adalah di padang MAKHSYAR, yaitu tempat diperhitungkannya semua amalan yang dilakukannya saat masih HIDUP di DUNIA, termasuk di dalamnya perselisihan-perselisihan yang terjadi diantara manusia tersebut ? Misal perselisihan tentang KONSEP KETUHANAN YESUS yang selama ini kita perdebatkan ? Semua nantinya akan diberi KEPUTUSAN oleh ALLAH yang MAHA tentang DUDUK PERKARANYA ? Karena ALLAH … PASTI TAHU FAKTA yang ada, yaitu FAKTA yang BERKAITAN dengan RUANG, WAKTU dan CONTENT hal tersebut yang benar itu seperti apa ?

    SAKSI-SAKSI yang BERSANGKUTAN yaitu SAKSI yang AWAL atau MENGAWALI CONTENT tersebut akan dihadirkan untuk menjadi SAKSI atas FAKTA yang ada. Kalau SAKSI-SAKSI ini membenarkan FAKTA yang ada, bahwasanya … ALLAH TIDAK PERNAH MENJADI YESUS … Maka KECELAKAAN yang BESARLAH … Bagi orang-orang yang PERCAYA bahwa ALLAH yang MAHA … Menjadi YESUS, karena SEMUA AMALANNYA MUSNAH.

    Hal ini dapat diibaratkan seperti seorang ANAK yang secara MATERIAL BEGITU BERHASILNYA, sehingga dia menjadi KONGLOMERAT (TAIPAN) tapi hal TERDASAR bahwa dia TIDAK MENGAKUI ORANG TUANYA sebagai ORANG TUANYA, maka KEBERHASILAN YANG HEBAT dari ANAK tersebut PASTI dan PASTI … TIDAK AKAN DIAKUI oleh orang tuanya. Bagaimana orang tuanya mau mengakui ? Kalau ANAKNYA sendiri TIDAK MENGAKUI EKSISTENSI ORANG TUANYA ?

    SIMPLE and CLEAR …
    Dan saya percaya bahwa ALLAH yang MAHA itu TIDAK menjadi YESUS …
    Karena ada 4 hal (4 argumentasi) yang dapat diketengahkan …
    Untuk MEMBANTAHNYA …

  • 33. Budiman Lee  |  Oktober 22, 2009 at 5:42 am

    To Hari di 23

    Syalom Sdr. Heri,

    Terima kasih bt tanggapan & pujiannya. Sy stuju bhw kesantunan adlh cermin keberadaban, & keberadaban manusia itu bs eksis, krn adanya nilai2 moral absolut yg tertanam di dlm hati nurani setiap manusia.

    Walau pd knyataannya bnyk org yg merasa beradab, seringkali kehilangan kesantunannya & bahkan bertindak biadab saat org lain berbeda keyakinan dgn dirinya.

    Jika keberadaban seseorg seringkali lebih dipengaruhi oleh keyakinannya sendiri drpd kebenaran yg sejati, maka mnrt sy, kita perlu belajar utk lbh dipimpin oleh hati nurani + kebenaran yg sejati daripada dipimpin oleh emosi + keyakinan.

    Dlm Kekristenan, sesungguhnya seseorg bisa beriman kpd Tuhan yg sejati adalah sbuah anugrah / karunia yg Tuhan berikan, bukan hasil usahanya sendiri.

    Efesus 2:8-9 katakan: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

    Jd tdk ush heran bila bagaimanapun hebatnya kita berlogika & berargumentasi, tetap tdk bs dgn mudah mengubah pendirian org lain, kecuali org itu bersedia membuka hatinya bg kebenaran yg sejati. Sy mngalaminya sndr, ada perbedaan yg sangat siqnifikan dlm cr sy mmndang kebenaran setlh mata hati sy dibukakan.

    Itu sbbnya di Matius 6:22-23 dikatakan: “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah slrh tubuhmu; jk matamu jahat, gelaplah slrh tubuhmu. Jadi jika terang yg ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”

    Ini bicara ttg mata hati bukan mata fisik, mata rohani punya peranan yg paling penting utk melihat kebenaran yg sejati.

    Dr jwbn Anda, sy msh belum melihat pnjelasan Anda ttg konsep Elohim Tritunggal yg sy tanyakan sblmnya, tampaknya yg Anda bahas malah ttg PENYEMBAHAN, sdh bergeser dr topik yg semula, yaitu: TRITUNGGAL.

    Baiklah, jk demikian, sy akan mmbrikan sdkt penjelasn ttg PENYEMBAHAN mnrt Kekristenan, krn definisi Anda tmpknya tdk spenuhnya sama dgn definisi kami.

    Penyembahan mnrt Kekristenan lbh dr skedar mslh fisik, krn tindakan fisik tdk bs jd jaminan bhw ssorg pasti beriman, spt yg Anda katakan sndri: “Kalau soal hati, pikiran dan jiwa, maka yang tahu adalah masing-masingnya.”

    Org yg tdk beriman bs sj mengikuti tradisi atau melakukan spy dilihat org, ttp org yg beriman PASTI akan menghidupkan imannya lewat perbuatan. “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” (Yakobus 2:26)

    Jadi adalah TIDAK MUNGKIN utk menilai apakah iman ssorg itu BENAR atau SALAH, hanya dr PERBUATANNYA saja. Msh ada bnyk kriteria lainnya spy ssuatu dpt disebut sbg KEBENARAN.

    Sy sngt setuju dgn Anda soal: “Padahal tempat TERBAGUS dan TERMULIA bagi PENYEMBAHAN UMAT kpd TUHANNYA adalah di tempat penyembahan BUKAN ?” Tetapi Anda salah jika mengira bhw tempat penyembahan Kristen adalah di GEREJA.

    Gereja hnylah wadah tmpt org2 Kristen berkumpul & menyembah, ttp tmpt penyembahan yg sesungguhnya bg org Kristen adalah TUBUHNYA SENDIRI!

    Alkitab mngatakan bhw Elohim berkenan memberikan Roh-Nya (Roh Kudus) utk diam di dlm org percaya (yg sdh menerima penebusan dosa lewat kuasa darah Yesus, yg hukuman atas dosanya sdh dibayarkan oleh Yesus).

    Maka TUBUHNYA adalah BAIT TUHAN. Di 1 Korintus 6:19-20 diktkn: “… tdk tahukah kamu, bhw tubuhmu adlh bait Roh Kudus yg diam di dlm kamu, Roh Kudus yg kamu peroleh dr Elohim, — & bhw kamu bkn lg milik kamu sendiri? Sbb kamu tlh dibeli & harganya telah lunas dibayar: Krn itu muliakanlah Elohim dgn TUBUHmu.”

    Jd org Kristen tdk hrs pergi ke gereja dulu baru bs mnyembah Tuhan. Pikiran, perkataan, perbuatan, bahkan sgla sesuatu dlm hidup org itu adalah penyembahannya.

    Itu sebabnya di Markus 12:29-30 Yesus jg mngtkn: “Hukum yg terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Elohim kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Elohimmu, dgn segenap hatimu & dgn segenap jiwamu & dgn segenap akal budimu & dgn segenap kekuatanmu.”

    HIDUP spnuhnya mnjd PENYEMBHN kpd Tuhan, tdk lg tergantung kpd tempat & fenomena fisik lg.

    Kalau bs bertahan smp ribuan tahun pasti berasal dr Tuhan, apakah itu berarti Anda jg menerima Hinduisme, Budhisme, Animisme, Dinamisme, & Atheisme jg berasal dari Tuhan? Tentu tdk bukan? Anehnya, fenomena2 fisik yg Anda sebutkan sbg bukti obyktif ternyata juga diklaim oleh bnyk agama lain. Jk mau, salah satunya bs dilihat di http://www.kristenemasmurni.com/?page_id=191 ttg keajaiban terjadinya Alkitab.

    Pd dasarnya, mnrt sy kt tdk bisa menyatakan kbnrn hny dr fenomena, krn kebenaran yg sejati spt emas murni, tdk tergantung oleh ruang & wkt, tdk dpt dibatasi oleh bangsa & bahasa, jg tdk ditentukan oleh mayoritas-minoritas, bahkan oleh perasaan manusia, suka tdk suka, kebenaran ttp adlh kebenaran. (lihat http://www.kristenemasmurni.com/?page_id=76)

    Smoga Anda & semua yg membaca tulisan ini diberkati & sy berdoa spy mata hati Anda semua terbuka utk Kasih & Kebenaran yg sejati, agar dimerdekakan dr blenggu dosa, krn Tuhan Yesus jg sangat mengasihi Anda.

    Maka kata Yesus kpd orang2 Yahudi yg percaya kpd-Nya: “Jikalau kamu tetap dlm firman-Ku, kamu benar2 adalah murid-Ku, & kamu akan mengetahui kebenaran, & kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”( Yohanes 8:31-32)

    “Demikianlah skrg tdk ada penghukuman bg mrk yg ada di dlm Kristus Yesus. Roh, yg memberi hidup tlh memerdekakan kamu dlm Kristus dr hukum dosa & hukum maut.”(Roma 8:1-2)

    Salam hormat, Budiman Lee. (www.kristenemasmurni.com)

  • 34. Hari  |  Oktober 26, 2009 at 4:34 am

    To : Budiman Lee

    Tks sekali atas diskusi yang SANTUN ini, karena dalam diskusi dalam thread seperti ini banyak sekali CACI dan MAKI … Sehingga yang MUNCUL adalah EMOSI.

    Akan BEDA kalau diskusinya SANTUN …

    Memang dalam hal melihat KEBENARAN …
    Tidak bisa dengan mendasarkan pada hal yang MAYORITAS … ?
    Karena dalam KESEJARAHAN …
    Justru dari awal yang minoritas …
    MUNCUL suatu KEBENARAN …
    Yang akhirnya menjadi MAYORITAS …

    Dan dengan MAYOTITASnya itu …
    Persoalan baru MUNCUL …
    Yaitu masalah DISTORSI …
    Yang menimbulkan SEKTE …

    KRISTEN, ISLAM dan yang lain TERKENA GETAHNYA …
    Dengan banyaknya SEKTE …
    Tapi …
    Ada hal TERDASAR …
    Yang TETAP ADA …
    Disemua SEKTE TERSEBUT …

    Di KRISTEN …
    Apapun SEKTENYA …
    TRINITAS DOKTRINNYA …

    Di ISLAM …
    Apapun SEKTENYA …
    La Ilaha Illallah (TIADA TUHAN selain ALLAH)

    Di HINDU …
    Apapun SEKTENYA …
    TRIMURTI itu POKOKNYA …

    TRINITAS …La ILAHA ILALLAH (TIADA TUHAN SELAIN ALLAH) …
    TRIMURTI …
    Dan yang LAIN …

    Jelas PERBEDAANNYA …
    Bahkan SALING TABRAKAN …
    Atau …
    SALING MENEGASIKAN …

    Kalau sudah begini … ?
    Manakah yang BENAR … ?

    MINDSET dan MATAHATI …
    Harus begitu terang dan kuatnya …
    Dalam MELIHAT dan MENGAKUI …
    Suatu KEBENARAN …

    Kalau MINDSET dan MATAHATI …
    Sudah PREFERRED …
    Dalam melihat sesuatu …
    Akan BIAS …
    Alias RANCU …

    Sehingga KEBENARAN akan JAUH …
    Didapatkannya …

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


RSS Belajar Islam

RSS Iman Kristen

RSS Refleksi Iman

Kategori

Tulisan Teratas

Komentar Terakhir

Christian's di Muhammad Pernah Beragama …
Christian's di Muhammad Pernah Beragama …
Christian's di Pindah Agama : Kristen ke…
Christian's di Yesus menurut Alquran dan…
Christian's di Yesus menurut Alquran dan…
msimsims di Pelopor Muhammadiah Mencoba Me…
CosmicBoy di Pelopor Muhammadiah Mencoba Me…
CosmicBoy di Islam dan Ketakutan
CosmicBoy di Yesus menurut Alquran dan…
daud jusuf di Islam dan Ketakutan
daud jusuf di Yesus menurut Alquran dan…
daud jusuf di Pelopor Muhammadiah Mencoba Me…
DANI di Muhammad Pernah Beragama …
CosmicBoy di Muhammad Pernah Beragama …
DANI di Muhammad Pernah Beragama …

Meta