Logika Berpikir 4: Allah adalah Esa

Desember 31, 2009 at 9:21 am 12 komentar

Seringkali muncul pedebatan dikarenakan tidak memikirkan essensi dari tiap agama yang ada.

Masalah yang sering mencuat dan menjadi perdebatan yang tidak ada habisnya adalah: Allah ada berapa?

Marilah sejenak kita memikirkan konsep dari agama Islam dan Kristen.

==========

Islam:

Mengakui Allah adalah Esa, tetapi juga mengakui Allah adalah satu.

Nahnu adalah ungkapan yang menggambarkan Allah yang Esa. Apa maksudnya? Satu Allah dalam bahasa majemuk.

Nahnu = Kami.

Suatu ungkapan pluralisme dalam menyatakan individualisme.

Moslem mengakui mengenai keberadaan Allah dalam 3 bentuk: Allah, Roh Allah dan Firman Allah. Selain ketiga hal ini, penggambaran Allah merupakan suatu yang dosa. Karena Allah tidak bisa disekutukan dengan apapun. Allah tidak bisa dinyatakan dengan apapun, kecuali dengan 3 hal tadi diatas.

Karena itulah muncul istilah Nahnu.

Mengakui juga konsep Allah yang MAHA. Istilah Maha dipakai untuk menyatakan mengenai Allah yang tidak bisa diukur.

===========

Kristen:

Sama dan serupa dengan konsep islam diatas. Bedanya adalah: Allah Bapa, Firman Allah (Allah Putra) dan Roh Allah (Allah Roh Kudus).

Mengakui bahwa satu Allah adalah 3 pribadi yang berbeda.

Mengakui konsep MAHA yang diletakkan pada Allah yang menyatakan bahwa Allah tidak bisa diukur.

================

Perbedaan sesungguhnya terjadi ketika Firman menjadi manusia (Yesus).

Islam mengatakan Isa adalah manusia biasa yang dilahirkan dari Roh Kudus.

Kristen mengakui bahwa Firman turun kedalam dunia dilahirkan dari Roh Kudus dan diberi nama Yesus.

Titik perbedaan ini lah yang “ditarik” keatas sehingga timbul perdebatan yang tiada habisnya. Islam mengatakan Allah itu Satu untuk meniadakan Yesus, sedangkan Kristen mengakui Tritunggal (Nahnu) untuk menyatakan kesungguhan keberadaan Yesus.

Manakah yang benar? Ada berapakah Allah itu sesungguhnya?

Ini adalah wilayah iman masing-masing. NKRI mengakui dan menerima perbedaan yang ada akibat iman masing-masing agama. Yang penting adalah tidak saling menghakimi satu dengan yang lainnya.

NKRI mengakui konsep Esa.

NKRI mengakui dalam Pancasila sebagai dasar negara: Ketuhanan yang maha Esa. Mengakui juga keberagaman suku bangsa: Bhineka Tunggal Ika.

Apakah arti Esa sesungguhnya?

Esa bukan berarti satu (matematis), tapi lebih kepada “yang satu-satunya” atau “tidak ada yang lainnya seperti itu”. Esa juga berarti “kesatuan”.

Sejenak marilah kita simpan (susun rapi di lemari hati) iman masing-masing agama pada masing-masing pemeluk agamanya.

Marilah sejenak kita gunakan logika yang tepat untuk menggambarkan konsep Allah. Mari kita pergunakan Logika Matematika.

Dalam matematika, angka satu digunakan dalam berbagai macam bentuk:

1 satuan, 1 puluhan, 1 ratusan dan sebagainya hingga 1 takterhingga.

Bagaimana konsep Nahnu, Esa, Kami bisa di padankan dalam bentuk matematika?

A. 1+1+1=1 …. ini tidak logis secara matematika.

B. 1+1+1=3 …. ini logis secara matematika.

Pertanyaannya adalah: Allah adalah infinite (Maha) yang tidak bisa diukur oleh manusia. Konsep matematika apakah yang bisa “diukurkan/diberikan” pada Allah?

C. Manusia=1 , Allah=1, maka Allah=Manusia=1 …. logis secara matematika.

Logika ini benar secara matematika, tetapi tidak menggambarkan konsep perbedaan antara Allah (infinite) dan manusia (finite).

D. Manusia=1 (finite) dan Allah=1 tak-terhingga (infinite).

Istilah tak-terhingga dalam matematika digambarkan dengan angka 8 yang tidur.

Dari keempat konsep matematika tersebut, maka konsep D adalah yang paling logis secara matematis untuk menggambarkan Allah.

1 takterhingga + 1 takterhingga + 1 takterhingga = 1 takterhingga.

Nahnu (jamak=tunggal), Kami, Esa bisa menjadi logis secara matematis.

=============

Kesimpulan:

1. Iman masing-masing agama adalah benar menurut agama masing-masing. Agama Islam dan Kristen sama-sama menggambarkan Nahnu=Kami untuk menyatakan Allah yang Tunggal dalam bentuk Jamak.

2. Allah memiliki konsep Maha (infinite), sehingga secara matematis haruslah dipakai istilah takterhingga untuk menggambarkan Allah. Karena Allah yang MAHA tidak bisa diikat oleh matematis.

3. Jadi: Istilah matematika Takterhingga (angka 8 tertidur), lebih logis menggambarkan konsep Nanhu/Kami/Tritunggal.

4. Pemikiran ini tidak melihat iman agama masing-masing, tetapi pada logika Matematika saja.

Salam.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Logika Berpikir 3: Keadilan Pernikahan Logika Berpikir 5: Keaslian Kitab

12 Komentar Add your own

  • 1. The Messiah  |  Januari 1, 2010 pukul 1:45 pm

    assalllamualaikum Wr Wb (salam damai sejahtera)

    sdr2 ku terkasih, sy sudah lama tidak berkunjung ke forum diskusi ini yang selalu membangkitkan minat sy untuk selalu berdiskusi tentang agama – agama kita. bahwa berdiskusi yang sama kita ketahui sebagai media menambah pengetahuan yang kurang2 ini.

    peradaban dunia yang salah satunya di bangun melalui agama telah juga melahirkan perdebatan panjang bagi setiap pemeluk agama2 untuk mempertahankan pendapatnya. sudah merupakan hal yang mahfum dalam dinamika keberagamaa kita.

    saya tadi sekilas membaca perdebatan tentang logika berpikir kemahakuasaan Allah. kemahakuasaan Allah (Bapa) dilihat dalam dua sudut pandang islam dan kristen.

    saya mengajak kepada sdr2 sy yang muslim untuk menjawab terlebih dahulu

    Apa tafsir QS. 112 ayat 1.
    ayat 2, 3 dan 4 tidak usah dibahas dulu sebelum dijawab yang pertama.

    kepada sdr2 sy yang Kristen tidak apa2 memberi komentar atas pertanyaan sy.

    setelah itu kita lanjutkan diskusinya
    trims

  • 2. irwan  |  Maret 22, 2010 pukul 3:34 am

    nahnu = kami ,bukan berarti jamak =banyak, ada bapak ada ada ibu ada anak,nahnu di situ artinya bahwa faktor penentu melalui siapa yang di berikan tugas untuk melakukan ha-hall yang di perintah oleh Allah Yang Maha segala-galanya

  • 3. h-qim  |  April 19, 2010 pukul 10:57 am

    makanya kalo mw ngehujat ato ngasi pandangan tentang islam dan isinya…haruz belajar dulu yang bener bung..
    penjelasan arti kata nahnu aja ga becus nerjemahiny secara ilmiah..ah dudul yah

    lgian secara ilmiah aja dah kalah

  • 4. h-qim  |  April 19, 2010 pukul 10:59 am

    maf bahasanya kasar..bis saya dah bozen liat keras kepala org kristen ngghujat islam,ga pernah ngaku kalo dah kalah telak jg…

  • 5. Jaka Kelana  |  Juni 6, 2010 pukul 3:13 am

    ..3 orang buta disuruh untuk menerangkan seperti apa gajah itu. satu orang mengatakan bahwa gajah itu panjang. satu orang lagi mengatakan bahwa gajah itu lebar dan pipih. satu yang lainnya mengatakan bahwa gajah itu besar seperti drum…

  • 6. Didin  |  Agustus 31, 2010 pukul 1:11 am

    ke-Esa-an Tuhan menurut saya tak bisa diukur menggunakan disiplin ilmu yang dipakai manusia. tritunggal yang dijelaskan pun adalah menggunakan media bahasa sebagai tafsiran sedangkan berbicara masalah bahasa tentu kita sama-sama bersepakat bahwa bahasa Tuhan tak sepadan(sama) dengan bahasa manusia. Tuhan adalah bentuk inmateril sedangkan bahasa kita adalah materil. sejauh apapun tak terhingga yang dijelaskan secara matematis tetap saja akan memiliki batas sebab satu secara matematis adalah materil.

  • 7. paijan_kancur  |  Februari 4, 2011 pukul 2:43 am

    hahaha pinter kabeh,

    yang jelas Tuhan itu nyata, berbentuk seperti manusia, tapi dalam bentuk ROH. Dan tidak mempunyai darah dan juga daging, Tuhan itu jamak dan bukan tunggal,

    karena andai Tuhan itu tunggal maka dia tuli, budek, karena jika umat-Nya memanggil maka Dia mondar-mandir kesana kemari, dipanggil2 tiap pagi siang sore malam gk muncul2,
    hahaha ssst damai itu INDAH

  • 8. umat muhammad  |  September 17, 2011 pukul 5:06 am

    Allah itu satu..dan Allah itu tidak sama dan butuh pertolongan dari apa yang diciptakannya. mana mungkin tuhan meminta pertolongan di kayu salib sedangkan Dia Maha berkuasa. Jesus pasti malu kerana disamakan dengan Allah S.W.T ,tuhan yang satu…

  • 9. odzie  |  September 29, 2011 pukul 3:37 pm

    Saya tidak ingi menyatakan penulis rubik ini adalah seorang yang sesat, karena saya tidak berhak mengatainya demikian.

    Akan tetapi ALLAH SWT punya jalan tersendiri untuk anda & saya berdo’a semoga masih ada kesempatan untuk udara yang anda hirup menyesaki rongga dada anda sebelum segalanya sad ending.

  • 10. afi tauhid  |  Desember 9, 2011 pukul 8:07 am

    Wah.. ndaikan Yesus ketemu ma Muhammad seru kalee. 2 orang ini lalu brdiskusi. He.. kenapa umat kita bertengkar terus ya??? Wah klo bertengkar terus.. yg. untung malah pihak ketiga yaitu setan.Wah setan benar2 ahli tipu muslihat ya?Kenapa kita ga’ pernah bertengkar dengan orang Budha ya? Apa mungkin karna budha g’ suka ma wanita? He3x bercanda. Musuh kita bersama adalah kaum atheis. Okey..trims

  • 11. Hari  |  Desember 18, 2011 pukul 6:49 am

    To : afi tauhid

    Kita mendiskusikan masalah TUHAN yang BENAR …
    Dibilang BERTENGKAR ?

    Kenapa kita perlu mendiskusikan hal ini ?
    Bukan apa-apa ?
    Kalau TUHAN yang BENAR itu melalui person yang begitu kredibelnya … yaitu para NABI dan Para RASUL …
    Selalu … dan selalu BILANG …
    Ingatlah bahwasanya setelah KEMATIAN ada persoalan kehidupan yang lain …
    Jadi kehidupan itu TIDAKlah HANYA di dunia ini saja …
    Melainkan ada KEHIDUPAN lagi setelah KEMATIAN …

    Kalau SALAH akan MASUK NERAKA …
    Yang SIKSAANNYA begitu DAHSYATNYA …
    Unthinkable … Unimaginable …
    Karena BEGITU TERAMAT SANGAT DAHSYATNYA …
    Sehingga apabila ada seseorang yang MASUK NERAKA …
    Dan memiliki kekayaan sebesar BUMI yang semuanya adalah EMAS …
    Tetap saja KEKAYAAN tsb TIDAK BISA MENEBUS orang tsb agar KELUAR dari NERAKA …
    Bayangkan …
    EMAS sebesar BUMI tidak bisa menebus ?
    Apalagi KEKAYAANNYA yang JAUH … JAUH … dari itu ?

    Di dunia …
    Contohnya SIMPEL saja …
    Apabila ada orang mengalami KECELAKAAN …
    Ada orang yang TAHU … Tapi CUEK saja alias EGP (Emang Gue Pikirin) …
    Yang KECELAKAAN kan eloe … ? Gua kan kagak ?
    Orang seperti ini … Dimusuhi TIDAK dengan LINGKUNGANNYA ?
    Secara MORALITAS … Orang tsb akan mendapat sangsi sosial …
    Orang KECELAKAAN kok dibiarkan saja ?
    Orang kok AUTIS banget ?

    Akan BERBEDA kalau orang tsb dengan TANGGAPnya melakukan pertolongan atau memberikan bantuan ?
    Meskipun pertolongan atau bantuan tsb bisa saja di salah artikan pihak lain ?
    Sebagai cari muka atau ada udang di balik batu ?

    Cobalah PIKIRKAN …
    Kecelakaan DUNIA masih belum sebanding dengan KECELAKAAN AKHIRAT ?
    Tapi RESONSE kita malah TERBALIK ?
    U- menolong yang kecelakaan akhirat malah TIDAK TERPIKIR …
    Sehingga tidak ada ACTION apapun …
    NANTI ya NANTI …
    Sekarang ini ya sekarang …

    Dalam hal TUHAN yang BENAR itu …
    Siapa yang BISA MENJELASKAN dengan …
    GAMBLANG … KONSISTEN … dan PEDE SEKALI …
    Selain ALLAH SWT ?
    TIDAK ADA bukan ?

    HANYA ALLAH SWT saja …
    yang BISA MENJELASKAN dengan …
    GAMBLANG … KONSISTEN … dan PEDE SEKALI …
    Akan ke TUHANANNYA ?

    Kalau ada TUHAN-TUHAN selain ALLAH …
    Yang penjelasan DIRInya dilakukan sebelum ISLAM ?
    (Baik itu Hindu, Budha atau Kristen sekalipun)
    Pastilah akan MENYALAHKAN ALLAH SWT ?
    Dengan menunjukkan KEBENARAN DIRInya …
    Dengan LANGSUNG ber argumentasi ?
    Atau MENUNJUK UTUSANNYA setelah NABI MUHAMMAD SAW ?
    Bahwa DIRInya lah yang BENAR ?
    Tapi kenapa TIDAK ADA ?
    Nabi yang TERAKHIR … Tetap saja MUHAMMAD SAW …
    Yang menjelaskan …
    Bahwa Allah lah TUHAN kita …
    TIDAK ADA TUHAN yang LAIN selain DIA
    Dan TIDAK ADA SEKUTU bagiNYA …
    Yang telah MENCIPTAKAN LANGIT (yang begitu BESARNYA) dan BUMI (yang begitu KOMPLEKSnya) …

    Saat ALLAH mengatakan bahwa DIA lah TUHAN yang ESA … TITIK tidak ada TAPInya …
    Yang lain mengatakan juga soal ke ESA an tapi … Masih ada TAPInya …
    Apakah hal ini TIDAK menjadikan bahan PEMIKIRAN ?

  • 12. refri ramadhani  |  Februari 10, 2012 pukul 2:40 pm

    ini kalau iman manusia sudah rusak sampe allah aja disamaain dgn yesus menurut gue allah itu pasti ada allah itu satu yang maksudnya satu satunya gak ada yang lain mungkin kalau ada allah lain bisa saling sogok di pemilu kita harus yakin kepada allah
    logisnya gini aja kenapa kita tidak bisa memikirkan kalau allah itu satu atau jamak itu karena ilmu kita belum bisa berpikir sampai sana
    allah itu selalu mendengar dan tiadaak ada yang memberi safaat/bantuan apa kalian gak malu ngomongin pencipta kalian?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.