Logika Berpikir 7: Teraturkah ayat Quran?

Januari 15, 2010 at 2:29 pm 31 komentar

Tulisan ini berupakan copas dari http://imamislam.weebly.com/forum.html

Silahkan kaum moslem yang ingin mencounternya ataupum mengkomentarinya.

=================================

TEORI DOKUMEN TERTULIS

I. PENDAHULUAN

Jika kita membaca Al-Qur’an maka kita akan dihadapkan pada sederetan kisah-kisah yang saling tidak menyambung satu dengan yang lainnya. Sama sekali tidak ada satu pola penulisan yang baku, apakah itu kronologis ataupun topikal. Semuanya tercampur baur tanpa adanya kejelasan maupun urutan.

Richard Bell seorang pakar Islam dari Edinburgh dalam bukunya yang berjudul Bell’s Introduction to The Qur’an mengemukakan sebuah teori menarik tentang keberadaan catatan-catatan ayat-ayat Al-Qur’an dan penyusunannya kemudian yang “ASAL-ASALAN”.

Sumber :
Richard Bell : Pengantar Quran
Direvisi oleh W. Montgomery Watt
Edinburg University Press, 1970
Terjemahan Indonesia : INIS, 1998

Bab VI.3 : Hipotesa Bell Tentang Dokumen Tertulis
… Teori ini tidak semata-mata bahwa bagian-bagian Quran ditulis pada masa yang cukup awal dalam karir Muhammad, tetapi lebih utama lagi kenyataan bahwa DITENGAH SURAH BISA MUNCUL BACAAN YANG SAMA SEKALI TIDAK BERKAITAN DENGAN KONTEKS harus dijelaskan dengan dugaan bahwa bacaan ini sebelumnya ditulis dibelakang “POTONGAN KERTAS” yang dipakai untuk salah satu bacaan bersebelahan yang memang termasuk dalam surah…….

Istilah kertas di sini tidak harus berarti kertas seperti yang kita miliki sekarang

II. PEMBAHASAN MASALAH

Berikut akan diberikan beberapa contoh kasus.

A. Contoh Pertama : Q.Surah 5 : 3

Beberapa ahli menyatakan bahwa ayat QS 5 : 3c adalah ayat terakhir.

Sumber :
Sejarah & Pengantar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy,
Pustaka Rizki Putra, 2000, halaman 39 – 40

4. Ayat yang Terakhir Turunnya
Ayat yang terakhir turunnya menurut pendapat jumhur ialah :
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu ni’matKu, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu (S. 5 : Al Maidah, 3)

Jika dilihat keseluruhan ayat QS 5 : 3 dapat dibagi menjadi 4 bagian (a, b, c dan d). Ayat a, b, dan d berisikan tentang halal dan haram yang jelas adalah satu kesatuan. Sementara ayat terakhir yang bertopik kemenangan Islam justru hanya nyelip secara aneh di ayat c.

Q.Surah 5 : 3
3a. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekek, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala
3b. Dan (diharamkan) juga mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.
3c. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu. Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu ni’matKu, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.
3d. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Menyelipnya ayat 3c secara aneh ini jelas hanya dapat diterangkan dengan hipotesa dokumen tertulis sebagai berikut :

Ayat 3a dan 3b ditulis pada satu lembar kertas sendiri, sementara ayat 3d ditulis pada lembar terpisah. Kemudian ada yang mencatatkan ayat 3c dibalik kertas yang dipakai untuk mencatat 3a dan 3b. Oleh tim penyusun Usman yang mungkin tidak mengetahui hal ini dianggap ayat 3c ini adalah kesatuan dengan 3a, 3b dan 3d sehingga dituliskan berurutan. Padahal jelas-jelas ayat 3c ini memotong kesatuan ayat-ayat tentang halal dan haram tersebut.

B. Contoh Kedua : Q.Surah 84 : 10 – 25

Dalam ayat-ayat ini terdapat 2 topik yang dibahas yaitu :

1. Judul perikop untuk ayat 10 – 15 dalam bahasa Indonesia adalah : ORANG-ORANG DURHAKA MENERIMA CATATAN AMALNYA DARI BELAKANG DAN AKAN DIMASUKKAN KE DALAM NERAKA.

2. Sementara untuk ayat 16 – 25 judul perikop adalah : MANUSIA MENGALAMI PROSES KEHIDUPAN TINGKAT DEMI TINGKAT

Namun jika diperhatikan untuk perikop kedua yaitu ayat 16 – 25 ternyata sebetulnya terdiri dari 2 bahasan yaitu :

* Ayat 16 – 19 berbicara tentang manusia yang mengalami kehidupan bertingkat-tingkat.
* Ayat 20 – 25 : berbicara tentang nasib orang durhaka yang ternyata adalah kelanjutan dari ayat 10 – 15 sebelumnya.

Jadi ayat 16 – 19 terkesan terselip begitu saja sehingga memotong keseluruhan ayat-ayat tentang hari kiamat.

Coba kita susun Q.Surah 84: 10 – 25 menjadi 2 bagian yaitu :

Bagian pertama

ORANG-ORANG DURHAKA MENERIMA CATATAN AMALNYA
DARI BELAKANG DAN AKAN DIMASUKKAN KE DALAM NERAKA

Q.Surah 84 :

10 : Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang (thahrihi),
11 : maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. (thubooran)
12 : Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (saAAeeran)
13 : Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). (masrooran)
14 : Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (yahoora)
15 : (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya. (baseeran)
20 : Mengapa mereka tidak mau beriman? (minoona)
21 : dan apabila Al Quraan dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud, (yasjudoona)
22 : bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya). (yukaththiboona)
23 : Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). (yooAAoona)
24 : Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih, (aleemin)
25 : tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya. (mamnoonin)

Terlihat bagaimana kesamaan rima dari ayat 10 – 15 dan 20 – 25 yaitu n (in, na, an) yang jelas mengindikasikan bahwa ayat-ayat itu semula adalah satu kesatuan yang kemudian terpisah oleh ayat sisipan 16 – 19.

Bagian kedua

Adalah ayat 16 – 19 yang berbicara tentang tingkat hidup manusia.
MANUSIA MENGALAMI PROSES KEHIDUPAN TINGKAT DEMI TINGKAT

Q.Surah 84

16 : Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, (bialshshafaqi)
17 : dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, (wasaqa)
18 : dan dengan bulan apabila jadi purnama, (ittasaqa)

Semua rima ayat 16 – 19 berakhiran dengan q yang jelas berbeda dengan ayat 10 – 15 dan 20 – 25 yang berakhiran n.

Transliterasi diambil dari Divine Islam’s Qur’an Viewer software v2.8

Menyelipnya ayat 16 – 19 secara aneh ini jelas hanya dapat diterangkan dengan hipotesa dokumen tertulis sebagai berikut :

Semula Q.Surah 84 : 10 – 15 dan 20 – 25 ditulis dalam 2 lembar kertas terpisah. Kemudian ada yang mencatatkan ayat 16 – 19 dibalik kertas yang digunakan untuk mencatat ayat 10 – 15. Oleh tim penyusun Usman yang mungkin tidak mengetahui hal ini dianggap ayat 16 – 19 adalah kelanjutan ayat 10 – 15 sehingga dituliskan berurutan. Padahal jelas-jelas ayat 16 – 19 memotong kesatuan ayat-ayat tentang nasib orang-orang durhaka tersebut (ayat 10 – 15 dan 20 – 25).

C. Contoh Ketiga : Q.Surah 75 : 1 – 25

Dalam ayat-ayat ini terdapat 2 topik yang dibahas yaitu :

1. Judul perikop untuk ayat 1 – 15 dalam bahasa Indonesia adalah : HARI KIAMAT DAN HURU HARANYA.
2. Sementara untuk ayat 16 – 25 judul perikop adalah : TERTIB AYAT-AYAT DAN SURAT-SURAT DALAM AL QUR’AN MENURUT KETENTUAN ALLAH.

Namun jika diperhatikan untuk perikop kedua yaitu ayat 16 – 25 ternyata sebetulnya terdiri dari 2 bahasan yaitu :

* Ayat 16 – 19 berbicara tentang tertib ayat-ayat Qur’an
* Ayat 20 – 25 : berbicara tentang hari kiamat yang ternyata adalah kelanjutan dari ayat 1 – 15 sebelumnya

Jadi ayat 16 – 19 terkesan terselip begitu saja sehingga memotong keseluruhan ayat-ayat tentang hari kiamat.

Coba kita susun Q.Surah 75: 1 – 25 menjadi 2 bagian yaitu :

Bagian pertama
Adalah : ayat 12- 15 dilanjutkan 20 – 25 yang berbicara tentang hari kiamat.

Q.Surah 75:

1. Aku bersumpah demi hari kiamat,
2 dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri) [1531].
3. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
4. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.
5. Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.
6. Ia berkata: “Bilakah hari kiamat itu?”
7. Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
8. dan apabila bulan telah hilang cahayanya,
9. dan matahari dan bulan dikumpulkan,
10. pada hari itu manusia berkata: “Ke mana tempat berlari?”
11. sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!
12. Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.
13. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
14. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri [1532],
15. meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
20. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,
21. dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.
22. Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri.
23. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.
24. Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,
25. mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.

Terlihat bagaimana penggabungan diatas menghasilkan satu konteks yang lengkap yaitu tentang HARI KIAMAT.

Bagian kedua

Adalah ayat 16 – 19 yang berbicara tentang tertib ayat-ayat Qur’an.
Q.Surah 75

16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya [1533].
17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
19. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.

Kesalahan ini diperjelas lagi dengan mengamati rima dari keseluruhan ayat 1 – 25 (sekalipun tidak sejelas contoh kedua diatas) :

1. Di ayat 1 – 15 terdiri dari : 4 akhiran ti / tun, 4 berakhiran hu dan 7 berakhiran ru / ra. Diayat 20 – 25 seluruhnya berakhiran ta / tun. Jadi mayoritas berakhiran t (10 kali) dan r (7 kali).
2. Sementara 16 – 19 seluruhnya bearakhiran hu / hi.

Dalam aksara Arab, huruf dasar t dan r hampir sama yang jelas mengindikasikan ayat 1 – 15 dan 20 – 25 semula adalah satu kesatuan kemudian tersisipkan dengan ayat 16 – 19 yang jelas tidak ada kaitan konteks.

Menyelipnya ayat 16 – 19 secara aneh ini jelas hanya dapat diterangkan dengan hipotesa dokumen tertulis sebagai berikut :

Semula QS 75 : 1 – 15 dan QS 75 : 20 – 25 ditulis dalam 2 lembar kertas terpisah. Kemudian ada yang mencatatkan ayat 16 – 19 dibalik kertas yang digunakan untuk mencatat ayat 1 – 15. Oleh tim penyusun Usman yang mungkin tidak mengetahui hal ini dianggap ayat 16 – 19 adalah kelanjutan ayat 1 – 15 sehingga dituliskan berurutan. Padahal jelas-jelas ayat 16 – 19 memotong kesatuan ayat-ayat tentang hari kiamat tersebut (ayat 1 – 115 dan 20 – 25).

Sangat ironis karena diayat yang menjelaskan tentang tertib Al-Qur’an justru menjadi bukti tidak tertibnya ayat-ayat Al-Qur’an.

III. SANGGAHAN

Muslim mungkin akan berargumentasi bahwa penurunan ayat-ayat al-Qur’an adalah sepotong-sepotong disesuaikan dengan kejadian yang dihadapi oleh Muhammad  . Namun inipun tidak menjelaskan bagaimana bisa ayat yang sudah lengkap kemudian disisip secara acak dengan ayat-ayat lain yang tidak ada hubungan konteksnya.

Kontradiksi berikutnya adalah tentang URUTAN SURAH-SURAH AL-QUR’AN

Pendapat pertama :
Al-Qur’an sudah disusun menurut ketentuan nabi Muhammad

Dikutip dari :
Al Itqan I, halaman 99
Al Burhan I, halaman 237

Berdasar sebuah hadis dengan isnad dari Bukhari dan Muslim yang menyebutkan Zaid bin Tsabit berkata, “Di kediaman rasulullah kami dahulu menyusun ayat-ayat Al-Qur’an yang tercatat pada riqa ..”

Pengertian menyusun ditafsirkan menyusun ayat-ayat dan surah-surah menurut perintah nabi Muhammad.

Dikutip dari :
Sunan, Tirmidzi, kitab Al-Tafsir, bab sura 9

Diriwayatkan oleh Ibn Abbas dari Usman ibn Affan bahwa apabila diturunkan kepada nabi suatu wahyu, ia memanggil sekertarisnya untuk menuliskannya, kemudian ia bersabda “Letakkanlah ayat ini dalam surat yang menyebutkan begini atau begitu”

Namun uniknya tidak terdapat banyak riwayat tentang nabi menyusun urutan-urutan ayat dan surah-surah Qur’an.

Pendapat dari Quraish Shihab dalam kata pengantar untuk buku :
Rekonstruksi Sejarah al Qur’an,
Taufik Adnan Amal
FKBA, halaman xvii

“Namun hampir tidak bisa ditemukan berbagai riwayat yang mengatakan bahwa ayat sekian ditempatkan setelah ayat ini dan sebagainya. Sekiranya ada, maka al Qur’an akan membutuhkan sekian ribu riwayat nabi atau sahabat tentang susunan al Qur’an, mengingat ayat-ayat tersebut diturunkan secara terpisah selama 23 tahun. Karya-karya sedetail Al Burhan dan al Itqan juga tidak menukil riwayat-riwayat tersebut”.

Pendapat kedua :
Al-Qur’an disusun berdasarkan kesepakatan para sahabat nabi

Dikutip dari :
Al Burhan I halaman 262 karya Zarkasyi :
Pendapat didasarkan pada hadis dari Imam Malik yang menyatakan :
“Bahwa urutan surah-surah al Qur’an disusun atas dasar ijtihad mereka (para sahabat nabi) sendiri”

Urutan surah bukan merupakan hal yang diwajibkan Allah, tapi sesuatu yang berasal dari ijtihad dan kemauan para sahabat sendiri. Karena itu setiap mushaf mempunyai urutan sendiri

Pendapat ketiga :
Karena ada 2 pendapat yang bertentangan, maka harus ada pandangan yang berada ditengah-tengah, yaitu urutan Qur’an sebagian berasal dari nabi   sebagian berasal dari sahabat-sahabat nabi.

Dikutip dari :
Membahas Ilmu-Ilmi Qur’an
DR Subhi as Shalih
Pustaka Firdaus, halaman 82
(catatan : sekalipun Subhi as Shalih tidak sependapat dengan pandangan ini) :
Al Qadhi Abu Muhammad bin Athiyyah mengatakan, “Semasa hidup rasulullah banyak surah telah diketahui susunan dan urutannya ….. sehingga susunan berdasar kehendak dan petunjuk rasulullah jauh lebih besar, dan yang berdasarkan ijtihad amat sedikit.

Jadi hampir tidak ada kejelasan sama sekali tentang bagaimana Qur’an disusun.

Berikut ini diberikan perbedaan susunan 10 sura awal mushaf-mushaf sebelum Usman dan perbandingannya dengan edisi Kairo 1923/24.

Edisi Kairo                 Ubay               Mas’ud                       Ibn Abbas                   Ali b. Abi Talib

1. Al Fatihah                 Al Fatihah         Al Baqara                     Al Alaq                        Al Baqara
2. Al Baqarah               Al Baqarah       An Nisa                        Al Qalam                      Yusuf
3. Ali Imran                  An Nisa            Ali Imran                      Adh Dhuha                   Al Ankabut
4. An Nisa                    Ali Imran          Al Araf                         Al Muzammil                Al Rum
5. Al Maidah                Al Anam           Al Anam                       Al Mudatasir                Luqman
6. Al Anam                   Al Araf             Al Maidah                    Al Fatihah                     Fush shilat
7. Al Araf                     Al Maidah        Yunus                           Al Lahab                      Adz Dzariyat
8. Al Anfal                    Yunus               At Tawba                     At Taqwir                     Al Insaan
9. At Tawba                 Al Anfal            Al Nahl                        Al Ala                          Al Sajdah
10. Yunus                     At Tawba         Hud                              Al Lail              Al Naziat

Sumber :
Ubay bin Kaab dari Ibn Al Nadim – Fihrist, halaman 61
Ibn Mas’ud dari Ibn Al Nadim – Fihrist, halaman 57
Ibn Abbas dari Az Sanjani – Tarikh, halaman 101 – 103
Ali dari Az Sanjani – Tarikh, halaman 95f

Terlihat tidak adanya satu keseragaman susunan surah-surah Al-Qur’an pada mushaf-mushaf sebelum Usman. Jadi tampaknya susunah surah itu ditentukan sendiri oleh para penulis mushaf, ada yang mengacu pada panjang – pendek (Ubay dan Mas’ud) ada yang mengacu pada kronologis (Ibn Abbas dan Ali)

IV. KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat dikatakan hipotesa Richard Bell sangat masuk diakal.

Juga dapat dikatakan dengan cukup kepastian adalah :

1. Penyusunan Al-Qur’an tidak lebih dari sekedar pembundelan catatan-catatan yang dikumpulkan dari berbagai pihak.

2. Tim penyusun Al-Qur’an tidaklah mengetahui secara pasti kronologis penurunan ayat dan taraf kelengkapannya sehingga ayat yang sudah lengkap dipotong begitu saja ditengah-tengah tanpa adanya kesinambungan cerita.

3. Klaim Al-Qur’an sudah dihafal luar kepala oleh ratusan/ribuan sahabat nabi tidak lebih hanya ungkapan hiperbolis saja. Jika untuk mengingat urutan saja tidak bisa bagaimana bisa mengingat seluruh Al-Qur’an???

==========================

Komentar iman kristen:

Seabgai seorang Kristen, ini merupakan suatu pembelajaran untuk lebih mengenal Alquran. Apapun isi Alquran, ini adalah merupakan iman umat islam untuk mengimaninya. Negara kita memberikan jaminan setiap pemeluk untuk meyakini agama masing-masing.

Menurut iman islam, Alquran tentulah 100% baik adanya. Seabgai umat beragama di NKRI, tentulah setiap orang wajib menghormati dan menghargai iman masing-masing agana.

Namun, kalau kita mau bermain ilmiah dan logika, serta menginggalkan sejenak Iman agama masing-masing pada rak yang tersusun rapi, ada baiknya pertanyaan diatas dijawab dengan logika yang ilmiah.

Kalau kaum moslem menjawab dengan iman, saya tidak akan menyanggah anda, itu adalah hak iman anda yang saya sangat hormati.

Tapi kalau kita mau bermain logika dan ilmiah…, saya persilahkan untuk memberikan jawaban.

Salam.

Entry filed under: Kitab Suci. Tags: , .

Logika Berpikir 6: Penikahan Dini

31 Komentar Add your own

  • 1. ratdix  |  Februari 3, 2010 pada 5:26 pm

    Bismillah, Saya coba kasih sedikit penjelasan yah.

    Ayat AQ turun memlaui model komunikasi Illhiyah (Wahyu – melalui Malaikat Jibril) yang turun dalam berbagai peristiwa aktivitas kehidupan mukhammad Saw baik saat nabi dalam perjalan,dalam peperangan, sedang dimasjid mauoun pada saat nabi berjalan. Ayat-ayat ini turun secara acak walaupun ada juga yang turun secara urut dalam sebuah surah.

    Riwayat menyatakan bahwa bilamana Nabi menerima Wahyu, Nabi akan menyampaikan kepada para sahabatnya sehingga ayat tersebut dihafal bahkan di tulis oleh beberapa sahabat menggunakan media daun kurma, dikulit-kulit, dibatang-batang pohon dan lain-lain.

    Lalu yang menyusun ayat ini masuk ke surah ini atau surah itu siapa….?

    Setiap bulan ramadhan Nabi selalu bertadarus (membaca AQ) dengan malakiat jibril hingga khatam (selesai), artinya baik cara baca dan tata letak dan susunan ayat AQ selalu di konfirmasikan dan dibawah control malaikat jibril. Sehingga Nabi sendiri yang menuntun para sahabat penghafal AQ karena ayat-ayat AQ selalu di gunakan dalam setiap sholat.

    Karena banyaknya ayat-ayat AQ maka atas ide Umar bin khatab pada masa khalifahan Abu Bakr, ayat-ayat AQ berbentuk tulisan yang ada ditangan beberapa sahabat, dikulit, dipohn ditulang-tulang kemudian dikumpulkan di bundel oleh para para sahabat dengan disaksikan oleh sahabat penghafal AQ, hingga pada masa Khalifah Usaman AQ berhasil di buku-kan.

  • 2. canis.majoris  |  Februari 11, 2010 pada 1:50 pm

    Kalau logika gw bilang : alquran kan firman tuhan, jadi berbeda dengan tulisan bikinan manusia yang kronologis, karena manusia kalau bercerita pasti urut dari awal sampai akhir, seperti bible gitu. nah sifat manusia spt itu sama tuhan pastinya berbeda. (kecuali kalo tuhannya manusia)

    Logika gw juga bilang : kalau melihat pasal2x di alquran yang ga berisi sejarah/cerita semua, ada yang berdiri sendiri, dan ada yang berdiri oleh bebrapa ayat, tapi satu sama lain ga ada yang bertentangan, jadi masalah kronologi ga mengganggu logika gw.

    Dan terahir logika gw bilang : banyak banget jaman skrng yang hapal alquran, tmn gw yang kristen aja hapal ampir belasan surah (aneh). bandingin dengan orng kristen, banyak yang hapal kitab/pasal dr bibel ga? nah itu jaminan dr pertama ayat alquran turun sampai sekarang ga berubah isinya, coz dijaga oleh para penghapal dan oleh ilmu yang menjaganya spt tajwid & quro. kalo ada perubahan panjang pendeknya dikit aja, pasti ketauan.

    Kesimpulannya logika gw bilang : alquran gw yakin asli firman tuhan.

  • 3. Hari  |  Februari 12, 2010 pada 4:23 am

    Kalau AQ dibaca bahasa Arabnya dan ternyata salah membacanya … ?
    Sepertinya ada yang mengingatkan ada bacaan yang salah … Yang membuat kita mengulang membacanya kembali …

  • 4. imam  |  Maret 9, 2010 pada 2:35 am

    maaf, saya agak terlalu sibuk skarang.. saya akan menjawab artikel anda kemudian.. terima kasih

  • 5. Salibsalibpatah  |  Maret 9, 2010 pada 7:10 am

    BISMILLAH,ALHAMDULILLAH,ALLAHUMMASHSHOLI’ALAA MUHAMMAD…

    Jumhur ulama mengatakan bahwa susunan ayat-ayat didalam Al Qur’an adalah pekara tauqifiy (perintah dari Allah dan Rasul-Nya) bukan hasil dari ijtihad para sahabat.

    Sebagaimana dikatakan, Imam Suyuthi didalam bukunya ”al Itqon” bahwa ijma dan berbagai nash menjelaskan bahwa susunan ayat-ayat merupakan perkara tauqifiy yang tidak ada keraguan didalamnya.

    Adapun ijma telah dinukil lebih dari seorang, diantaranya Zarkasyi didalam al Burhan, Abu Ja’far bin Zubeir didalam beberapa ungkapannya,”Susunan ayat-ayat didalam surat-suratnya merupakan perkara tauqifiy (perintah) Rasulullah saw yang tidak ada perselisihan dikalangan kaum muslimin.

    Adapun diantara nash-nashnya adalah apa yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari Ibnu Abbas yang bertanya kepada Utsman,”Apa yang menyebabkanmu menentukan surat al Anfal padahal ia termasuk surat yang tidak sampai seratus ayat lalu ke surat at Taubah yang termasuk surat ratusan ayat, kamu bedakan diantara keduanya dan tidak kamu tuliskan diantara keduanya baris بسم الله الرحمن الرحيم lalu kamu meletakkannya didalam tujuh surat-surat panjang ?

    Utsman menjawab bahwa telah turun surat yang memiliki jumlah tertentu kepada Rasulullah saw. Apabila turun kepadanya suatu surat maka dia memanggil sebagian orang untuk menulisnya dan bersabda,”Letakkan ayat-ayat ini didalam surat yang didalamnya disebutkan ini dan itu. Dan surat Al Anfal merupakan surat-surat yang diturunkan di Madinah sedangkan surat al Baroah (at Taubah) merupakan surat terakhir yang diturunkan. Kisah-kisah didalamnya (al Anfal) serupa dengan kisah-kisahnya (at Taubah) sehingga aku mengira bahwa ia (at Taubah) adalah bagian darinya (al Anfal). Hingga Rasulullah saw wafat tidak ada penjelasan bahwa ia (at Taubah) adalah bagian darinya (al Anfal). Karena itulah aku bedakan antara keduanya dan tidak kutuliskan diantara keduanya بسم الله الرحمن الرحيم lalu aku meletakkannya di dalam kelompok tujuh surat yang panjang.”

    Diantara nash yang lain adalah yang diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad hasan dari Utsman bin Abi al ’Ash berkata,”Aku duduk di sisi Rasulullah saw, beliau saw mengangkat pandangannya kemudian menundukkannya lalu bersabda,”Jibril telah mendatangiku dan memerintahkanku agar meletakkan ayat ini di tempat ini dari surat yang ini—إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى hingga akhir surat–.

    Diantaranya juga apa yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Ibnu Zubeir berkata,”Aku mengatakan kepada Utsman– والذين يتوفون منكم ويذرون أزواجاً ayat ini telah dihapus oleh ayat lain dan engkau tidak menulis atau meninggalkannya. Utsman mengatakan,”Wahai saudaraku, aku tidaklah merubah sedikit pun darinya dari tempatnya.”

    Diantara nash lainnya adalah hadits-hadits tentang akhir surat al Baqoroh. Dan diantaranya apa yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Darda’,”Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat al Kahfi maka dirinya akan terlindungi dari fitnah dajjal.” Didalam lafazh lainnya,”Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat al Kahfi.”

    Diantara nash-nash yang menunjukkan tentang itu secara umum adalah riwayat tentang Rasulullah saw membaca surat-surat, seperti surat al Baqoroh, Ali Imron, An Nisaa didalam hadits Hudzaifah.

    Bacaan-bacaan Rasulullah saw dengan disaksikan oleh para sahabat menunjukkan bahwa susunan ayat-ayat itu adalah tauqifiy lalu sahabat melakukan penyusunan berdasarkan pendengarannya dari Nabi saw hingga sampai batas mutawatir. (al Itqon fii ’Ulumil Qur’an hal 71).

  • 6. Robby  |  Maret 19, 2010 pada 12:12 am

    Perbedaan yang mendasar adalah : FIRMAN DAN TULISAN ! Tulisan di tulis dengan kaidah2 redaksional yang harus sistematis dan sangat deskriftif sehingga kronologis cerita atau kejadian menggambarkan yang detail …… Sedangkan Firman timbul berdasarkan kejadian-kejadian yang up to date sehingga terkesan tidak beraturan, namun bisa di pahami secara jelas ( kalo perlu akui saja) apa yang disebutkan oleh firman mengakomodir semua aspek dan perilaku kehidupan.

  • 7. jonathan jeshua  |  Maret 26, 2010 pada 6:54 pm

    ya itulah bedanya, klo quran memang dari ALLAH jadi banyak persepsi di antara ulama…..sedangkan saat Musa, TUHAN berkata bahwa DIA berkenan dengan Musa, karena itu TUHAN mengatakan kepada Musa dengan berterus terang tanpa teka teki, seperti kita liat di bilangan pasal 12. dan di alkitab perjanjian lama memang TUHAN memeberitau Musa dengan detail cara penyembahannya tidak harus berpersepsi beraneka ragam……yaaaa, memang beda sih kalau dari JEHOVA dan ALLAH……^_^

  • 8. adi  |  Mei 24, 2010 pada 1:23 am

    kalian berdebat sama saja, tdk akan ada jalan keluarnya!! sy kasih saran, ambil sebuah alquran dan sebuah alkitab, lalu bakarlah buku-buku i2 di atas api yang membara!! sama2 dari kertas mudah terbakar, tapi mata kalian akan terbuka alkitablah yg firman-NYA tetap hidup!! met mencoba, dan smga kalian sadar…

  • 9. Hari  |  Mei 24, 2010 pada 3:05 am

    Sebagian orang KRISTEN BILANG bahwa : :

    1. Yesus itu adalah ANAK ALLAH
    2. Yesus itu ya TUHAN ALLAH sendiri …
    3. Yesus itu saat di SURGA ada DISAMPING ALLAH

    Sebuah PERNYATAAN …
    Yang memerlukan JAWABAN AKROBATIK …
    Bukannya JAWABAN yang STRAIGHT to the POINT …

    Yang jelas …
    ALLAH itu adalah SEBENAR BENAR TUHAN …
    Yang MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA …
    Tidak ada TUHAN yang LAIN selain DIA …

    Yang selain ALLAH …
    Akan KEBINGUNGAN SENDIRI …
    Menjelaskan dirinya bahwa DIRINYA adalah TUHAN …
    Karena MEMANG … Sebenarnya dia bukan TUHAN …

    Apakah ALKITAB sudah DISETUJUI ISA ?
    Kenapa dalam RITUAL ke AGAMAAN yang SAKRAL … ?
    Bahasa LATIN yang dipergunakan ?
    Bukannya BAHASA IBRANI … ?
    Apakah ISA saat MENYAMPAIKAN ke UMATNYA ?
    Menggunakan bahasa LATIN atau IBRANI ?
    Jawabannya sich JELAS …
    Dan INIPUN sudah diketahui oleh KRISTIAN seluruh dunia … ?
    Bahasa IBRANI lah yang dipakai …
    Yang sekarang berubah ke bahasa LATIN …

    Yang MURNI yang mana ?
    Yang menggunakan bahasa IBRANI atau bahasa LATIN ?

  • 10. screat  |  Agustus 14, 2010 pada 5:29 pm

    ini pertanyaan untuk kalian umta muslim.
    1. mengapa anda berpendapat alkitab adalah kebohongan dan alquran adalah kebenaran? sedangkan alkitab sudah ada sebelum alquran ada?

    2. dimanakah teks asli dari alquran? sedangkan teks asli alkitab masih ada tersimpan baik di perpustakaan vatikan Roma dan terjaga keasliannya.

    3.kenapa Al-Quran yang dibaca oleh kaum Syiah berjumlah 115 surat? sedangkan Al-Qur’an yang dibaca oleh kaum Sunni berjumlah 114 sura.

    4.“Muhammad memerintahkan Zayd bin Haritha untuk membunuh Fatimah, yang dikenal sebagai Umm Qirfa. Dia membunuhnya dengan sadis yaitu dengan cara mengikat kedua kakinya dengan dua tali yang diikat pada dua unta. Dia memaksa unta tersebut berlari ke arah yang berlawanan sehingga perempuan itu robek menjadi dua bagian.” kenapa nabi muhamad bisa melakukan hal sekeji itu? padahal dia adalah seorang nabi.

    5.“Pada waktu wahyu turun kepadanya, dahi Muhammad akan berlumuran keringat, bahkan pada hari-hari dingin, dan matanya akan menjadi merah seperti orang mabuk. Muhammad biasa mengatakan, Setiap kali saya menerima wahyu, aku berpikir bahwa aku akan mati.” kenapa saat wahyu Allah turun nabi muhamad hampir mati? padahal jika kita kaitkan dengan nabi” lain saat wahyu diturunkan kepada mereka, para nabi akan menerima dengan penuh suka cita?

    itu saja yang saya ingin tanyakan.
    jika pertanyaan ini sudah terjawab dengan konkrit tanpa adanya jawaban yang mengambang.

    saya akan bertanya lg dengan ribuan kali pertanyaan.

  • 11. Hari  |  Agustus 16, 2010 pada 7:23 am

    To : screat di 10

    Dalam hal Alkitab, menurut sarapan pagi biblika di 101 PENJELASAN mengenai TUDUHAN KONTRADIKSI dalam ALKITAB disebutkan bahwa :

    Alkitab bukanlah sebuah buku yang disusun oleh hanya satu orang seperti yang mereka yakini terhadap Al~Qur’an, melainkan susunan dari 66 buah kitab-kitab, yang ditulis oleh lebih dari 40orang penulis, dan dalam tenggang waktu 1500tahun! Artinya, seluruh isi Alkitab ditulis oleh tangan manusia. Buktinya dapat dilihat dari pengggunaan bahasa yang berbeda-beda, jenis tulisan yang beraneka macam, perbedaan tingkat intelektual dan kepribadian serta kata-kata “sehari-hari” untuk menggambarkan hal-hal ilmiah, yang digunakan oleh penulis agar dapat dipahami oleh orang-orang pada masa tulisan itu dibuat. Tetapi, itu semua tidak berarti bahwa Alkitab tidak dapat dipercaya karena setiap penulis Alkitab memperoleh wahyu melalui pengilhaman ilahi.
    ============

    Di sebutkan bahwa Alkitab itu adalah sebuah kitab yang terdiri dari 66 kitab yang ditulis oleh 40 orang dalam kurun waktu 1500 tahun.

    Pertanyaannya sederhana apakah YESUS hafal dengan Alkitab itu sendiri ? Kalau hafal –dengan titik komanya–, maka YESUS secara tidak langsung telah meng approved ALKITAB tsb, tapi kalau belum, maka bisa diartikan bahwa YESUS belum tentu setuju dengan isinya.

    Kalau YESUS hafal dengan ALKITAB tsb, apakah adakah murid-muridnya yang juga hafal dengan ALKITAB tsb, sampai ke titik komanya ? Ini semua tidak terbukti. Karena tidak adanya tradisi di kalangan KRISTEN atau YAHUDI yang membaca ALKITAB secara berulang-ulang dalam suatu ritual …

    Disinilah perbedaannya, dimana ISLAM ada tradisi membacakan secara berulang-ulang ayat Al QUR’AN dalam SHALAT lima waktunya sehingga akan terhafalkan, karena salah satu sahnya shalat adalah dengan membaca ayat-ayat Al QUR’AN dalam bahasa aslinya yaitu bahasa Arab. Kalau dalam shalatnya membaca bacaan yang bukan ayat-ayat Al QUR’AN dan tidak dalam bahasa aslinya –bahasa Arab– maka shalatnya TIDAK SAH alias BATAL.

    Sedangkan di KRISTEN tidak ada tradisi menghafalkan FIRMAN-FIRMAN ALLAH secara TEKSTUAL –secara bahasa asli berikut titik komanya, panjang pendek pengucapannya–. Semuanya diserahkan ke IMAMNYA. Namanya manusia pasti ada distorsi apalagi dalam rentang waktu yang panjang yaitu sekitar 1500 tahun …

    Kalau YESUS sendiri sebagaian hafal dan sebagian lain tidak, maka boleh jadi yang sebagian tidak dihafal YESUS tsb merupakan selipan ? Bagaimana kita tahu bahwa YESUS setuju dengan yang tidak dihafal ? Apalagi dari orang-orang yang masa hidupnya jauh dibelakangnya Dia ?

    U- itulah maka ALKITAB memoles PEWAHYUAN diturunkan menjadi PENGILHAMAN. Bedanya sangat mendasar, dimana PEWAHYUAN pasti melibatkan apa yang namanya MALAIKAT atau bahkan ALLAH SANG MAHA KUASA sendiri terlibat secara langsung, tapi kalau ILHAM, bisa jadi saat seseorang tertidur mendapat ilham atau secara tiba-tiba mendapat ilham tanpa melibatkan MALAIKAT …

    Dengan tingkatan ILHAM ini, diangkat menjadi tingkatan WAHYU … Agar rasa KESUCIAN ILHAM tersebut diakui sebagaimana WAHYU …, makanya sampai sekarangpun bagi pemeluk KRISTEN akan kesusahan u- menghafal letterlijk, kata-kata dengan titik komanya … ? Karena memang itu bukan dari TUHAN SEMESTA ALAM. Yang diakui sendiri dengan menyatakan bahwa :

    Alkitab bukanlah sebuah buku yang disusun oleh hanya satu orang seperti yang mereka yakini terhadap Al~Qur’an, melainkan susunan dari 66 buah kitab-kitab, yang ditulis oleh lebih dari 40orang penulis, dan dalam tenggang waktu 1500tahun! Artinya, seluruh isi Alkitab ditulis oleh tangan manusia. Buktinya dapat dilihat dari pengggunaan bahasa yang berbeda-beda, jenis tulisan yang beraneka macam, perbedaan tingkat intelektual dan kepribadian serta kata-kata “sehari-hari” untuk menggambarkan hal-hal ilmiah, yang digunakan oleh penulis agar dapat dipahami oleh orang-orang pada masa tulisan itu dibuat. Tetapi, itu semua tidak berarti bahwa Alkitab tidak dapat dipercaya karena setiap penulis Alkitab memperoleh wahyu melalui pengilhaman ilahi.

    Sedangkan Al QUR’AN, saat Nabi MUHAMMAD SAW mendapat wahyu, maka setelah selesai penerimaan WAHYU tsb, maka Beliau langsung meminta para sahabatnya yang dekat dengan Beliau u- menuliskan apa yang baru saja diwahyukan dan kemudian meminta kepada para sahabatnya sekaligus menghafal wahyu yang baru sajaturun tsb.

    Jadi jelas perbedaannya kan ?

    Jadi saat wahyu tsb atas usul Umar bin Khattab u- dikumpulkan, maka catatan-catatan tertulis itulah yang dikumpulkan kemudian di cross check kan dengan para penghafal Al QUR’AN yang dikala itu masih banyak, diantaranya Abu Bakar Asshidiq sendiri, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib dsb. sehingga antara catatan dan hafalan tidak ada bedanya, maka di jaman Utsman-lah dibuatkan Al QUR’AN sebanyak 7 (tujuh) buah yang dikirimkan ke sejumlah daerah termasuk u- ke khalifahan –Khalifah Utsman bin Affan– bagi penyeragaman cara baca Al QUR;AN, sedangkan catatan2 sebelumnya kemudian dibakar.

  • 12. Hari  |  Agustus 16, 2010 pada 7:34 am

    To screat di 10

    U- pertanyaan anda no 2, perlu diperjelas masalah teks asli ? Teks asli saat Nabi Muhammad meminta sahabat-sahabatnya menuliskan WAHYU yang turun ke Beliau ?

    Kalau itu yang dimaksudkan, maka kumpulan teks itu di jaman Utsman bin Affan dibakar. Demi penyeragaman cara bacanya … Karena ini menyangkut dialek. Dialek yang dipakai adalah dialek QURAISY bukannya dialek Baduy atau yang lain, makanya demi keseragaman pengucapan disatukan.

    Pengumpulannya dilakukan pada jaman Khalifah Abu Bakar, PIC-nya Zaid bin Tsabit. Kemudian kumpulan teks tersebut diserahkan ke Hafsah –putri Umar bin Khattab, istri Nabi Muhammad SAW– yang akhirnya diserahkan ke Utsman bin Affan u- dibuatkan duplikasinya dan penduplikasiannya dibuatkan sebanyak 7 (tujuh) buah yang dikirimkan ke Mesir, Syam –Syria–, Yaman dsb. termasuk dipegang oleh Khalifah Utsman bin Affan sendiri.

    Apakah ada yang aneh … ?
    Logis dan sederhana kan prosesnya …

  • 13. Hari  |  Agustus 16, 2010 pada 7:40 am

    To : screat di 10

    U- pertanyaan ketiga anda, dimana antara Kaum Syiah dengan Kaum Sunni ada perbedaan banyaknya surat dalam Al Qur’an, dimana Kaum Syiah ada 115 surat sedangkan Kaum Sunni ada 114 surat ?

    Ah … Ada-ada saja anda itu … ? Saya banyak berteman dengan orang-orang Syiah, mereka tetap berpegang bahwa surat dalam Al QUR’AN itu ya 114 surat yang dimulai dari Surat Al Fatihah –Surat Pembukaan/Surat Mukaddimah– dan diakhiri dengan Surat An Naas –surat ke 114–. Atas pandangan itu barangkali mungkin anda punya dalilnya … ?

  • 14. Hari  |  Agustus 16, 2010 pada 7:49 am

    To : screat di 10

    Atas pertanyaan no. 4 kita lompati dulu, langsung ke pertanyaan no 5.

    Dalam sarapan pagi biblika dengan jelas dikatakan bahwa WAHYU sebagaimana yang ISLAM pahami direduksi menjadi ILHAM. Ini bukan Hari seorang MUSLIM yang ngomong lho ? Tapi dari sarapan pagi biblika yang dikelola oleh orang-orang Kristen ?

    Jelas sekali bedanya, pengertian WAHYU disini, oleh anda bisa diartikan sebagai ILHAM, sedangkan ISLAM dengan jelas membedakan sekali antara WAHYU dengan ILHAM. WAHYU, adanya keterlibatan MALAIKAT atau bahkan ALLAH sendiri yang terlibat maka prosesnya begitu beratnya. Tapi setelah proses tersebut selesai, maka si penerima tsb langsung hafal akan titik komanya maupun panjang pendeknya bacaannya berikut HIKMAHNYA sebagai suatu senyawa yang tak terpisahkan …

    Bagaimana kita yang MUSLIM ini percaya bahwa yang diberikan itu suatu WAHYU ? Kalau dirinya sendiri –kaum Kristen– mengatakan tentang kesamaannya WAHYU dengan ILHAM ? Padahal jelas sekali perbedaannya.

  • 15. PencariKebenaran  |  Agustus 19, 2010 pada 2:17 am

    haha..
    memang, Al-Kitab umat nasrani berbeda dengan Al-Quran..
    injil yg skrg dikotori dgn campur tangan manusia yg membohongi bnyk umat..
    sedangkan Al-Quran asli firman tuhan..
    jadi wajar kalau ayat2 nya tidak teratur..
    pernahkah anda berfikir apa yg dilakukan paus dengan injil yg asli?
    mengapa ada perubahan dari perjanjian lama?

  • 16. one  |  September 25, 2010 pada 5:51 pm

    Assalamualaikum..
    AQ & AK sama2 FIRMAN ALLAH, kalau tdk percaya tanya saja ALLAH, sy sdh bertanya dan sdh djwb..

  • 17. one  |  September 25, 2010 pada 5:57 pm

    Assalamualaikum..
    AQ & AK sama2 FIRMAN ALLAH, kalau tdk percaya tanya saja ALLAH, sy sdh bertanya dan sdh djwb.., ALLAH pasti menjawab prtanyaan hambanya, kalau tdk djwab berarti bukan hamba ALLAH, tapi hamba SETAN.., amit2 deh

  • 18. Hari  |  Desember 3, 2010 pada 3:41 am

    To : one di 16 dan 17

    Apakah anda memang sudah pernah bertanya kepada Allah SWT tentang kesamaan Al QUR’AN dan Alkitab SEBAGAI FIRMAN ALLAH ? Dan mendapat jawabanNYA ?

    Kalau begitu, anda sepertinya belum pernah MEMBACA Al QUR’AN ? Dimana disebutkan di Al QUR’AN bahwa di dalam ALKITAB itu ada beberapa ayat yang dilakukan perubahan-perubahan o- sebagian pemeluknya hanya u- mendapatkan keuntungan dunia yang sedikit.

    Jadi dengan demikian … Anda tidak mendapat jawabannya bukan ? Tapi sudah mengatakan mendapatkan jawabannya ? Apakah ini bukan suatu kebohongan ?

  • 19. paijan_kancur  |  Februari 4, 2011 pada 3:18 am

    hari,

    tapi Alquran sendiri isinya cuma nyontek dari ALKITAB,

    cuma dalam penggambaran Alquran itu sendiri merubah bahwa Allah tidak bisa dilihat manusia,

    padahal jelas2 tertulis di Alkitab bahwa Tuhan Allah menemui Adam, menemui Abraham, menemui Musa,

    jadi Tuhan Allah saat hadir dalam dunia mengambil wujud seperti manusia biasa,

    sedangkan dalam Alquran dikatakan bahwa Allah swt itu berbentuk dzat/zat, jika zat padat ya batu hajar aswad itu yang dikatakan Allah swt,

    karena umat muslim sedunia menunjuk batu tersebut dengan kata Allah swt, jadi itulah Tuhan Islam,

    kalo orang kristen ditanya siapakah Tuhanmu, maka diapun pasti menjawab Tuhan Yesus,

    GBU….

  • 20. panginapan di jakarta  |  Maret 6, 2011 pada 3:11 am

    ya yang penting sebagai umat beragama kita harus sanling .menghormati .. ;_)

  • 21. umat manusia  |  Maret 18, 2011 pada 12:32 am

    Ai sdh belajar bahas Arab, tpi ai belom ngerti semua yg ada di dalam Alquran, jadi ai masih bingung….., kalau bsa Alquran di translate aja ke bahasa sehari hari yg kita mengerti…itu pun harus jelas juga, jangan pakai tanda kurung ( untuk memperkuat penjelasan kalimat), tapi bukannya menjelaskan malah membingungkan. Saran ai utk bro and sist, biarin aja pake bahasa aslinya, biar bingung….maju kena, mundur pun nabrak…. capee deeh…

  • 22. Hari  |  April 11, 2011 pada 7:28 am

    To : paijan _kancur di 19

    Mas paijan …
    Kapan ya umat islam mengatakan batu (maksudnya hajar aswad) yang ada di Ka’bah dengan sebutan Allah ? Coba dech periksa sekali lagi … Adakah batu itu disebut dengan sebutan Allah ? Ternyata tidak. Kalau TIDAK ? Kenapa di pelintir sedemikian rupa seakan-akan batu itu adalah Allah ? U- pengertian yang seperti ini saja anda begitu berani MEMELINTIR pengertian yang SANGAT … SANGAT BERBEDA. Ada apa ya ? Apakah karena KEBENCIAN dan KETIDAKMENGERTIAN maka anda mengucapkan hal seperti itu ?

  • 23. paijan_kancur  |  Mei 20, 2011 pada 3:41 am

    @ hari

    Umat muslim ketika datang dikota arab, yang dituju adalah batu hajar aswad tersebut,

    mata mereka disaat melihat batu hajar aswad tersebut selalu berkata “ya allah swt, kami datang atas panggilanmu”

    jadi sesosok batu tersebut adalah perwujudan dari pada allah SWT tersebut,

    dan nyata bahwa alquran 100 % telah mencuri data-data yang tertera dalam Alkitab(taurat-injil) jadi palsulah alQURAN dari arab itu,

    begitu juga dengan sesosok nabi yang telah NGAKU-NGAKU mendapat ilham dari TUHAN arab,

    padahal nabi tersebut cuma menyontek dari segala kejadian -, dari segala KISAH, yang TUHAN ALLAH ISRAEL lakukan pada umat-Nya,

    jadi muhammad adalah nabi palsu,

    contoh ,
    1. tertulis di taurat ada Adam, yang diciptakan agak berbeda dari penciptaan hewan/tumbuhan/bumi,

    2. Tertulis di taurat bahwa ada Abraham, yang memperanakkan Ismail dan Ishak, Abraham pun beristri dua,

    3. Tertulis di taurat bahwa Musa adalah Nabi yang diutus Sang TUHAN untuk menuntun bani Israel dari belenggu bangsa Mesir, sehingga Musa atas dasar Kuasa SANG TUHAN, mampu membelah laut,

    4. Di taurat sudah tertulis lengkap bahwa ada juga Raja Daud, Raja Salomo,

    ===###====
    PERTANYAANKU adalah,
    semua kisah tentang yang TUHAN lakukan pada manusia sudah tertulis lengkap di TAURAT dan INJIL,

    tapi KENAPA ada nabi gila dari arab, yg ngaku-ngaku dapat ilham, padahal sesungguhnya Muhammadmu itu hanya mencuri data dari ALKITAB,
    lalu ditanam dalam Alquran,

    tolong dijawab .

  • 24. Hari  |  Juni 2, 2011 pada 4:34 am

    To : paijan_kancur di 23

    Saudaraku paijan_kancur … Apakah anda pernah datang ke Mekah u- menjalankan ibadah haji ? Dimana ibadah haji ini merupakan ibadah yang wajib bagi muslim yang mampu –dalam arti mampu biaya kepergiannya tanpa membebani keluarga yang ditinggalkan– ? Rasanya tidak pernah.

    Karena tidak pernah, maka mengartikan sesuatu makna keagamaan dengan begitu dangkalnya. Semua orang ISLAM … Sekali lagi semua orang ISLAM … Tahu bahwasanya Tuhannya adalah TUHAN YANG MENCIPTAKAN LANGIT dan BUMI, Yang MENCIPTAKAN antara LANGIT dan BUMI dan apa yang ada di dalam BUMI dan apa-apa yang LAHIR maupun yang GHAIB … Yaitu ALLAH SWT

    Jadi batu Hajar Aswad itu hanyalah simbol. Suatu patok bagi arah KIBLAT. Tidak lebih. Batu tetap saja batu …

    TETAP saja dan MEMANG SEHARUSNYA begitu bahwa yang diSEMBAH hanyalah ALLAH SWT.

    Karena ALLAH itu TUHAN yang AHAD, maka
    DIA TAHU peristiwa-peristuwa sebelumnya, sekarang maupun yang akan datang …

    Atas keTAHU annya itu …
    Kenapa DILARANG menceritakan ke UTUSANNYA ? Ke MANUSIA PILIHANNYA yang DIANGKAT menjadi NABI atau RASUL ?

    Siapakah yang MENGEBIRI KEKUASAAN ALLAH … TUHAN yang ESA ?
    Dengan demikian …
    Kenapa ALLAH yang TUHAN itu tidak boleh memberitahukan ke UTUSANNYA ?

    Ternyata dari segi PENCERITAAN saja …
    Ketahuan bahwa penjelasan detail yang ada tidaklah akurat, karena terpeleset dengan bilangan numerik yang bertentangan … Apa contohnya ?

    Dari penjelasan lain bahwa kuda SOLOMON adalah sebanyak 4000 ekor, tapi dari penjelasan yang lain lagi, bahwasanya kuda Solomon ternyata sebanyak 40.000 ekor ? Manakah yang benar ? 4000 ekor atau 40.000 ekor ?

    Kalau hal-hal seperti ini dikutip atau di salin, APA KATA DUNIA ? Salah kok di salin ?

    Kalau dari TUHAN … maka … Kelihatan dengan begitu JELASNYA bahwa yang menyebut dirinya ALLAH itu BISA MENJELASKAN DIRINYA dengan TEPAT dan bahasa yang RINGKAS sekaligus LUGAS.

    He … He … He … Niru … Kok pada yang sering SALAH ? Ha … Ha … Ha … Kalau NIRU itu harusnya pada yang TIDAK PERNAH SALAH … yang dipresentasikan secara LUGAS dan RINGKAS.

  • 25. risyaf  |  Oktober 12, 2011 pada 11:48 pm

    To : paijan_kancur di 23

    Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
    (Ali Imran: 190)

    kita berbeda, saya berpikir sedangkan anda?,
    ,,
    Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku
    wallohualam,,

  • 26. Tutik  |  November 4, 2011 pada 6:52 am

    Ya Alloh, kepada umat selain islam, yang menilai Islam karena kebencian tanpa ilmu dan tanpa berpikir… berilah mereka Hidayah. Dan untuk kami umat islam … tetapkanlah hati kami. Jangan goyahkan iman kami …..

  • 27. poetri  |  Desember 29, 2011 pada 7:35 am

    Tertarik oleh tanggapan di atas yang mengatakan : “kalian berdebat sama saja, tdk akan ada jalan keluarnya!! sy kasih saran, ambil sebuah alquran dan sebuah alkitab, lalu bakarlah buku-buku i2 di atas api yang membara!! sama2 dari kertas mudah terbakar, tapi mata kalian akan terbuka alkitablah yg firman-NYA tetap hidup!! met mencoba, dan smga kalian sadar…”

    Ini sama aja dg blunder, sebab jika seluruh alkitab dan al Quran dibakar, maka alkitab selamanya akan tamat riwayat, karena tidak akan ada yg mampu menulis alkitab, sebaliknya al Quran dalam hitungan hari sudh muncul lagi, karena begitu banyak umat Islam yang hafal al Quran.

    Jadi ini justru membuktikan bahwa al Quran adalah firman Allah.

  • 28. amel  |  Januari 3, 2012 pada 6:59 pm

    jika alqur’an bkn dr sisi allah nscy trdpt pertentangan2yg bnyk di dalamnya

  • 29. Asu.Usa  |  Januari 28, 2012 pada 6:58 am

    Aku beriman kepada Injil,taurat,zabur dan Al Qur’an,karena kitap2 ini semuanya Dari Allah.Lewat wahyu kpd para Nabi2.Maka dari itu Marilah Kita Hanya Menyembah Allah saja yaitu tuhan para nabi, juga tuhanku dan tuhanmu .!!

  • 30. artadza  |  Maret 2, 2012 pada 11:45 pm

    Yg beranggapan bhw Alqur’an hasil Contekan dari Alkitab, ini jawaban Logika gw, disimak dan diakui.

    Alkitab (taurat-injil) adalah sbuah pedoman hidup umat dijaman dahulu kala sebelum kedatangan Nabi Muhammad..

    Kemudian, dgn hadirnya Nabi Muhammad, Alkitab (taurat-injil) di sempurnakan (Alkitab tdk sempurna krn adanya perubahan oleh manusia) berhubung ini adalah pedoman hidup Umat maka perlu di ren0vasi semua isi dan kandungannya yg peREN0VASIAN isi serta kandungannya pun langsung dari Tuhan melalui Malaikat-Nya.

    Barang Lama uda kadaluarsa.. Jadi perlu utk di perbaharui, yg memperbaharui pun bukan manusia2 melainkan Tuhan melalui Malaikat kemudian di sampaikan kepada Nabi di salin oleh para Sahabat2 Nabi.. Hingga sekarang msh tetap sama bahasa,isi dan kandungannya.. Itulah Sebuah Kesempurnaan, yg sedari awal tertulis tak akan pernah berubah dan tak ada keraguan sedikit pun didalamnya :)

  • 31. muslimsay  |  April 1, 2012 pada 11:56 am

    sungguh sangat lucu menjelaskan Tentang Al-Qur’an dengan merujuk pada satu sumber yang masih dipertanyakan soal keilmiyahannya. apakah bisa diterima??

    dalam pemaparan banyak sekali hal yang dihilangkan. apakah karena lupa atau memang disengaja untuk menggiring opini kepaa para pembaca mengenai penulisan Al-Qur’an di Masa awal.

    yang perlu dipahami pertama adalah. Al-Qur’an itu terjaga dengan hafalan. semua shahabat nabi mayoritas hafal bahkan hngga hafal berserta Qiraat.

    adapun penulisan Al-Qur’an di masa Shahabat sebelum Mushaf Utsman, Al-Qur’an ditulis tujuannya bukan untuk menuliskan Murni untuk menjaga Al-Qur’an tapi dengan maksud dan tujuan lain yakni Tafsiran AL-Qur’an itu sendiri, kadang sebagai Ababun Nuzul dan mayoritas untuk tafsir. maka di dalam mushaf tersebut akan ditemukan ayat-ayat yang berbeda. dengna ayat lainnya bukan berarti berbeda tapi murni karena ditambah oleh penafsiran.
    Seperti Dalam Surat Al-Baqarah terdapat kata: shalatul Asr… padahal di mushaf lain tidak ada. karena itu adalah penafisran.

    maka penulsannya tidka mengikuti urutan sesuai riwayat yang diperintahkan nabi mengenai urutan surah, ayat dan lain sebagianya.

    maka apa yang tulis shahabat pada masa itu kenapa ada surah yang tidak ditulis ada yang ditulis ada ayat yang ditambah2 karena itu murni penafsiran,, artinya mereka tafsiran al-Qur’an merka tulis. sementara al-Qur’an sesungguhnya ada didalam kepala mereka.

    karena Al-Qur’an sudah dihafal secara tuntas oleh mereka didalam kepala mereka.

    sehingga tuduhan yang dituliskan diatas, membandingkan mushaf2 yang ditulis oleh shahabat di masa awal dimana ada yang menulis surat begini, ada yang lain. wajar saja, karena shahabat di masa awal menulis Al-Qur’an buan untuk menulis Al-Qur’an secara utuh tapi untuk maksud lain..

    dan tujuan ini yang dilupakan dan dihilangkan oleh Admin di atas, sehingga terkesan sekali dengan mushaf shahabat yang ada. dan mushaf Usman lalu dikatakan Al-Qur’an adalah kumpulan catatan.. ini adalah kedustaan.

    jika sejak awal shahabat menulis berdasarkan riwayat mengenai urutan surah dan ayat seperti yang dilakukan oleh Usman, tentu seluruh mushaf akan sama. tidak ada bdanya sama sekali, karena Al-Qur’an sudah tesusun di kepala mereka.

    pembahasan mengenai susunan AL-QUr’an

    Urutan surah itu tauqifi dan ditangani langsung oleh Nabi SAW sebagaimana diberitahukan Jibril kepadanya atas perintah Tuhan. Dengan demikian, Al-Qur’an pada masa Nabi SAW telah tersusun surah-surahnya secara tertib sebagaimana tertib ayat-ayatnya. Seperti yang ada di tangan kita sekarang ini. Yaitu tertib mushaf Usman yang tak ada seorang sahabat pun menentangnya. Ini menunjukkan telah terjadi kesepakatan (ijma’) atas tertib surah, tanpa suatu perselisihan apa pun.[5]
    Yang mendukung pendapat ini ialah, bahwa Rasulullah telah membaca beberapa surah secara tertib di dalam salatnya. Ibn Abi Syaibah meriwayatkan bahwa Nabi pernah membaca beberapa surah aufassal (surah-surah pendek) dalam satu rakaat. Bukhari meriwayatkan dari Ibn Mas’ud, bahwa ia mengatakan tentang surah Bani Isra’il, Kahfi, Maryam, Taha dan Anbiya’, “Surah-surah itu termasuk yang diturunkan di Mekkah dan yang pertama-tama aku pelajari.” Kemudian ia menyebutkan surah-surah itu secara berurutan sebagaimana tertib susunan seperti sekarang ini.[6]
    Telah diriwayatkan melalui Ibn wahhab, dari Sulaiman bin Bilal, ia berkata, “Aku mendengar Rabbi’ah ditanya orang,” Mengapa surah Al-Baqarah dan Ali Imran didahulukan, padahal sebelum kedua surah itu telah diturunkan delapan puluh sekian surah makki, sedang keduanya di turunkan di Madinah?’. Dia menjawab, ‘Kedua surah itu memang didahulukan dan Al-Qur’an dikumpulkan menurut pengetahuan dari orang yang mengumpulkannya.’ Kemudian katanya, ‘Ini adalah sesatu yang mesti terjadi dan tidak perlu dipertanyakan.”
    Ibn Hisyar mengatakan, ‘”Tertib surah dan letak ayat-ayat pada tempat-tampatnya itu berdasarkan wahyu. Rasulullah mengatakan, “Letakkanlah ayat ini ditempat ini.” Hal tersebut telah diperkuat oleh nukilan atau riwayat yang mutawatir dengan tertib seperti ini, dari bacaan Rasulullah dan ijma’ para sahabat untuk meletakkan atau menyusunnya seperti ini didalam mushaf.”[7]

    Baca Selengkapnya Di: http://muslims-says.blogspot.com/2012/03/sistematika-surah-dalam-al-quran.html#ixzz1qmjHsxN2

    Sistematika Surah Dalam Al-Qur’an(penjelasan mengenai urutan surah dan Ayat Dalam Al-Qur’an)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.