<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Universitas kehidupan : Logika Berpikir</title>
	<atom:link href="http://islamkristen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://islamkristen.wordpress.com</link>
	<description>Logika Berpikir Belajar memperbandingan Islam Kristen</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 05:54:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='islamkristen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Universitas kehidupan : Logika Berpikir</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://islamkristen.wordpress.com/osd.xml" title="Universitas kehidupan : Logika Berpikir" />
	<atom:link rel='hub' href='http://islamkristen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Logika Berpikir 7: Teraturkah ayat Quran?</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2010/01/15/teraturkah-ayat-quran/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2010/01/15/teraturkah-ayat-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 14:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab Suci]]></category>
		<category><![CDATA[ayat yang teratur]]></category>
		<category><![CDATA[Keteraturan Ayat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini berupakan copas dari http://imamislam.weebly.com/forum.html Silahkan kaum moslem yang ingin mencounternya ataupum mengkomentarinya. ================================= TEORI DOKUMEN TERTULIS I. PENDAHULUAN Jika kita membaca Al-Qur’an maka kita akan dihadapkan pada sederetan kisah-kisah yang saling tidak menyambung satu dengan yang lainnya. Sama sekali tidak ada satu pola penulisan yang baku, apakah itu kronologis ataupun topikal. Semuanya tercampur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=222&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini berupakan copas dari http://imamislam.weebly.com/forum.html</p>
<p>Silahkan kaum moslem yang ingin mencounternya ataupum mengkomentarinya.</p>
<p>=================================<span id="more-222"></span></p>
<p>TEORI DOKUMEN TERTULIS</p>
<p>I. PENDAHULUAN</p>
<p>Jika kita membaca Al-Qur’an maka kita akan dihadapkan pada sederetan kisah-kisah yang saling tidak menyambung satu dengan yang lainnya. Sama sekali tidak ada satu pola penulisan yang baku, apakah itu kronologis ataupun topikal. Semuanya tercampur baur tanpa adanya kejelasan maupun urutan.</p>
<p>Richard Bell seorang pakar Islam dari Edinburgh dalam bukunya yang berjudul Bell’s Introduction to The Qur’an mengemukakan sebuah teori menarik tentang keberadaan catatan-catatan ayat-ayat Al-Qur’an dan penyusunannya kemudian yang “ASAL-ASALAN”.</p>
<p>Sumber :<br />
Richard Bell : Pengantar Quran<br />
Direvisi oleh W. Montgomery Watt<br />
Edinburg University Press, 1970<br />
Terjemahan Indonesia : INIS, 1998</p>
<p>Bab VI.3 : Hipotesa Bell Tentang Dokumen Tertulis<br />
… Teori ini tidak semata-mata bahwa bagian-bagian Quran ditulis pada masa yang cukup awal dalam karir Muhammad, tetapi lebih utama lagi kenyataan bahwa DITENGAH SURAH BISA MUNCUL BACAAN YANG SAMA SEKALI TIDAK BERKAITAN DENGAN KONTEKS harus dijelaskan dengan dugaan bahwa bacaan ini sebelumnya ditulis dibelakang “POTONGAN KERTAS” yang dipakai untuk salah satu bacaan bersebelahan yang memang termasuk dalam surah…….</p>
<p>Istilah kertas di sini tidak harus berarti kertas seperti yang kita miliki sekarang</p>
<p>II. PEMBAHASAN MASALAH</p>
<p>Berikut akan diberikan beberapa contoh kasus.</p>
<p>A. Contoh Pertama : Q.Surah 5 : 3</p>
<p>Beberapa ahli menyatakan bahwa ayat QS 5 : 3c adalah ayat terakhir.</p>
<p>Sumber :<br />
Sejarah &amp; Pengantar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir<br />
Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy,<br />
Pustaka Rizki Putra, 2000, halaman 39 &#8211; 40</p>
<p>4. Ayat yang Terakhir Turunnya<br />
Ayat yang terakhir turunnya menurut pendapat jumhur ialah :<br />
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu ni’matKu, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu (S. 5 : Al Maidah, 3)</p>
<p>Jika dilihat keseluruhan ayat QS 5 : 3 dapat dibagi menjadi 4 bagian (a, b, c dan d). Ayat a, b, dan d berisikan tentang halal dan haram yang jelas adalah satu kesatuan. Sementara ayat terakhir yang bertopik kemenangan Islam justru hanya nyelip secara aneh di ayat c.</p>
<p>Q.Surah 5 : 3<br />
3a. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekek, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala<br />
3b. Dan (diharamkan) juga mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.<br />
3c. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu. Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu ni’matKu, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.<br />
3d. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<p>Menyelipnya ayat 3c secara aneh ini jelas hanya dapat diterangkan dengan hipotesa dokumen tertulis sebagai berikut :</p>
<p>Ayat 3a dan 3b ditulis pada satu lembar kertas sendiri, sementara ayat 3d ditulis pada lembar terpisah. Kemudian ada yang mencatatkan ayat 3c dibalik kertas yang dipakai untuk mencatat 3a dan 3b. Oleh tim penyusun Usman yang mungkin tidak mengetahui hal ini dianggap ayat 3c ini adalah kesatuan dengan 3a, 3b dan 3d sehingga dituliskan berurutan. Padahal jelas-jelas ayat 3c ini memotong kesatuan ayat-ayat tentang halal dan haram tersebut.</p>
<p>B. Contoh Kedua : Q.Surah 84 : 10 &#8211; 25</p>
<p>Dalam ayat-ayat ini terdapat 2 topik yang dibahas yaitu :</p>
<p>1. Judul perikop untuk ayat 10 – 15 dalam bahasa Indonesia adalah : ORANG-ORANG DURHAKA MENERIMA CATATAN AMALNYA DARI BELAKANG DAN AKAN DIMASUKKAN KE DALAM NERAKA.</p>
<p>2. Sementara untuk ayat 16 – 25 judul perikop adalah : MANUSIA MENGALAMI PROSES KEHIDUPAN TINGKAT DEMI TINGKAT</p>
<p>Namun jika diperhatikan untuk perikop kedua yaitu ayat 16 – 25 ternyata sebetulnya terdiri dari 2 bahasan yaitu :</p>
<p>* Ayat 16 – 19 berbicara tentang manusia yang mengalami kehidupan bertingkat-tingkat.<br />
* Ayat 20 – 25 : berbicara tentang nasib orang durhaka yang ternyata adalah kelanjutan dari ayat 10 – 15 sebelumnya.</p>
<p>Jadi ayat 16 – 19 terkesan terselip begitu saja sehingga memotong keseluruhan ayat-ayat tentang hari kiamat.</p>
<p>Coba kita susun Q.Surah 84: 10 – 25 menjadi 2 bagian yaitu :</p>
<p>Bagian pertama</p>
<p>ORANG-ORANG DURHAKA MENERIMA CATATAN AMALNYA<br />
DARI BELAKANG DAN AKAN DIMASUKKAN KE DALAM NERAKA</p>
<p>Q.Surah 84 :</p>
<p>10 : Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang (thahrihi),<br />
11 : maka dia akan berteriak: &#8220;Celakalah aku&#8221;. (thubooran)<br />
12 : Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (saAAeeran)<br />
13 : Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). (masrooran)<br />
14 : Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (yahoora)<br />
15 : (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya. (baseeran)<br />
20 : Mengapa mereka tidak mau beriman? (minoona)<br />
21 : dan apabila Al Quraan dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud, (yasjudoona)<br />
22 : bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya). (yukaththiboona)<br />
23 : Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). (yooAAoona)<br />
24 : Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih, (aleemin)<br />
25 : tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya. (mamnoonin)</p>
<p>Terlihat bagaimana kesamaan rima dari ayat 10 – 15 dan 20 – 25 yaitu n (in, na, an) yang jelas mengindikasikan bahwa ayat-ayat itu semula adalah satu kesatuan yang kemudian terpisah oleh ayat sisipan 16 – 19.</p>
<p>Bagian kedua</p>
<p>Adalah ayat 16 – 19 yang berbicara tentang tingkat hidup manusia.<br />
MANUSIA MENGALAMI PROSES KEHIDUPAN TINGKAT DEMI TINGKAT</p>
<p>Q.Surah 84</p>
<p>16 : Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, (bialshshafaqi)<br />
17 : dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, (wasaqa)<br />
18 : dan dengan bulan apabila jadi purnama, (ittasaqa)</p>
<p>Semua rima ayat 16 – 19 berakhiran dengan q yang jelas berbeda dengan ayat 10 – 15 dan 20 – 25 yang berakhiran n.</p>
<p>Transliterasi diambil dari Divine Islam&#8217;s Qur&#8217;an Viewer software v2.8</p>
<p>Menyelipnya ayat 16 – 19 secara aneh ini jelas hanya dapat diterangkan dengan hipotesa dokumen tertulis sebagai berikut :</p>
<p>Semula Q.Surah 84 : 10 – 15 dan 20 – 25 ditulis dalam 2 lembar kertas terpisah. Kemudian ada yang mencatatkan ayat 16 – 19 dibalik kertas yang digunakan untuk mencatat ayat 10 – 15. Oleh tim penyusun Usman yang mungkin tidak mengetahui hal ini dianggap ayat 16 – 19 adalah kelanjutan ayat 10 – 15 sehingga dituliskan berurutan. Padahal jelas-jelas ayat 16 – 19 memotong kesatuan ayat-ayat tentang nasib orang-orang durhaka tersebut (ayat 10 – 15 dan 20 – 25).</p>
<p>C. Contoh Ketiga : Q.Surah 75 : 1 &#8211; 25</p>
<p>Dalam ayat-ayat ini terdapat 2 topik yang dibahas yaitu :</p>
<p>1. Judul perikop untuk ayat 1 – 15 dalam bahasa Indonesia adalah : HARI KIAMAT DAN HURU HARANYA.<br />
2. Sementara untuk ayat 16 – 25 judul perikop adalah : TERTIB AYAT-AYAT DAN SURAT-SURAT DALAM AL QUR&#8217;AN MENURUT KETENTUAN ALLAH.</p>
<p>Namun jika diperhatikan untuk perikop kedua yaitu ayat 16 – 25 ternyata sebetulnya terdiri dari 2 bahasan yaitu :</p>
<p>* Ayat 16 – 19 berbicara tentang tertib ayat-ayat Qur’an<br />
* Ayat 20 – 25 : berbicara tentang hari kiamat yang ternyata adalah kelanjutan dari ayat 1 – 15 sebelumnya</p>
<p>Jadi ayat 16 – 19 terkesan terselip begitu saja sehingga memotong keseluruhan ayat-ayat tentang hari kiamat.</p>
<p>Coba kita susun Q.Surah 75: 1 – 25 menjadi 2 bagian yaitu :</p>
<p>Bagian pertama<br />
Adalah : ayat 12- 15 dilanjutkan 20 – 25 yang berbicara tentang hari kiamat.</p>
<p>Q.Surah 75:</p>
<p>1. Aku bersumpah demi hari kiamat,<br />
2 dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri) [1531].<br />
3. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?<br />
4. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.<br />
5. Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.<br />
6. Ia berkata: &#8220;Bilakah hari kiamat itu?&#8221;<br />
7. Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),<br />
8. dan apabila bulan telah hilang cahayanya,<br />
9. dan matahari dan bulan dikumpulkan,<br />
10. pada hari itu manusia berkata: &#8220;Ke mana tempat berlari?&#8221;<br />
11. sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!<br />
12. Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.<br />
13. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.<br />
14. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri [1532],<br />
15. meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.<br />
20. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,<br />
21. dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.<br />
22. Wajah-wajah (orang-orang mu&#8217;min) pada hari itu berseri-seri.<br />
23. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.<br />
24. Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,<br />
25. mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.</p>
<p>Terlihat bagaimana penggabungan diatas menghasilkan satu konteks yang lengkap yaitu tentang HARI KIAMAT.</p>
<p>Bagian kedua</p>
<p>Adalah ayat 16 – 19 yang berbicara tentang tertib ayat-ayat Qur’an.<br />
Q.Surah 75</p>
<p>16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur&#8217;an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya [1533].<br />
17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.<br />
18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.<br />
19. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.</p>
<p>Kesalahan ini diperjelas lagi dengan mengamati rima dari keseluruhan ayat 1 – 25 (sekalipun tidak sejelas contoh kedua diatas) :</p>
<p>1. Di ayat 1 – 15 terdiri dari : 4 akhiran ti / tun, 4 berakhiran hu dan 7 berakhiran ru / ra. Diayat 20 – 25 seluruhnya berakhiran ta / tun. Jadi mayoritas berakhiran t (10 kali) dan r (7 kali).<br />
2. Sementara 16 – 19 seluruhnya bearakhiran hu / hi.</p>
<p>Dalam aksara Arab, huruf dasar t dan r hampir sama yang jelas mengindikasikan ayat 1 – 15 dan 20 – 25 semula adalah satu kesatuan kemudian tersisipkan dengan ayat 16 – 19 yang jelas tidak ada kaitan konteks.</p>
<p>Menyelipnya ayat 16 – 19 secara aneh ini jelas hanya dapat diterangkan dengan hipotesa dokumen tertulis sebagai berikut :</p>
<p>Semula QS 75 : 1 – 15 dan QS 75 : 20 – 25 ditulis dalam 2 lembar kertas terpisah. Kemudian ada yang mencatatkan ayat 16 – 19 dibalik kertas yang digunakan untuk mencatat ayat 1 – 15. Oleh tim penyusun Usman yang mungkin tidak mengetahui hal ini dianggap ayat 16 – 19 adalah kelanjutan ayat 1 – 15 sehingga dituliskan berurutan. Padahal jelas-jelas ayat 16 – 19 memotong kesatuan ayat-ayat tentang hari kiamat tersebut (ayat 1 – 115 dan 20 – 25).</p>
<p>Sangat ironis karena diayat yang menjelaskan tentang tertib Al-Qur’an justru menjadi bukti tidak tertibnya ayat-ayat Al-Qur’an.</p>
<p>III. SANGGAHAN</p>
<p>Muslim mungkin akan berargumentasi bahwa penurunan ayat-ayat al-Qur’an adalah sepotong-sepotong disesuaikan dengan kejadian yang dihadapi oleh Muhammad  . Namun inipun tidak menjelaskan bagaimana bisa ayat yang sudah lengkap kemudian disisip secara acak dengan ayat-ayat lain yang tidak ada hubungan konteksnya.</p>
<p>Kontradiksi berikutnya adalah tentang URUTAN SURAH-SURAH AL-QUR&#8217;AN</p>
<p>Pendapat pertama :<br />
Al-Qur’an sudah disusun menurut ketentuan nabi Muhammad</p>
<p>Dikutip dari :<br />
Al Itqan I, halaman 99<br />
Al Burhan I, halaman 237</p>
<p>Berdasar sebuah hadis dengan isnad dari Bukhari dan Muslim yang menyebutkan Zaid bin Tsabit berkata, “Di kediaman rasulullah kami dahulu menyusun ayat-ayat Al-Qur’an yang tercatat pada riqa ..”</p>
<p>Pengertian menyusun ditafsirkan menyusun ayat-ayat dan surah-surah menurut perintah nabi Muhammad.</p>
<p>Dikutip dari :<br />
Sunan, Tirmidzi, kitab Al-Tafsir, bab sura 9</p>
<p>Diriwayatkan oleh Ibn Abbas dari Usman ibn Affan bahwa apabila diturunkan kepada nabi suatu wahyu, ia memanggil sekertarisnya untuk menuliskannya, kemudian ia bersabda “Letakkanlah ayat ini dalam surat yang menyebutkan begini atau begitu”</p>
<p>Namun uniknya tidak terdapat banyak riwayat tentang nabi menyusun urutan-urutan ayat dan surah-surah Qur’an.</p>
<p>Pendapat dari Quraish Shihab dalam kata pengantar untuk buku :<br />
Rekonstruksi Sejarah al Qur’an,<br />
Taufik Adnan Amal<br />
FKBA, halaman xvii</p>
<p>“Namun hampir tidak bisa ditemukan berbagai riwayat yang mengatakan bahwa ayat sekian ditempatkan setelah ayat ini dan sebagainya. Sekiranya ada, maka al Qur’an akan membutuhkan sekian ribu riwayat nabi atau sahabat tentang susunan al Qur’an, mengingat ayat-ayat tersebut diturunkan secara terpisah selama 23 tahun. Karya-karya sedetail Al Burhan dan al Itqan juga tidak menukil riwayat-riwayat tersebut”.</p>
<p>Pendapat kedua :<br />
Al-Qur’an disusun berdasarkan kesepakatan para sahabat nabi</p>
<p>Dikutip dari :<br />
Al Burhan I halaman 262 karya Zarkasyi :<br />
Pendapat didasarkan pada hadis dari Imam Malik yang menyatakan :<br />
“Bahwa urutan surah-surah al Qur’an disusun atas dasar ijtihad mereka (para sahabat nabi) sendiri”</p>
<p>Urutan surah bukan merupakan hal yang diwajibkan Allah, tapi sesuatu yang berasal dari ijtihad dan kemauan para sahabat sendiri. Karena itu setiap mushaf mempunyai urutan sendiri</p>
<p>Pendapat ketiga :<br />
Karena ada 2 pendapat yang bertentangan, maka harus ada pandangan yang berada ditengah-tengah, yaitu urutan Qur’an sebagian berasal dari nabi   sebagian berasal dari sahabat-sahabat nabi.</p>
<p>Dikutip dari :<br />
Membahas Ilmu-Ilmi Qur’an<br />
DR Subhi as Shalih<br />
Pustaka Firdaus, halaman 82<br />
(catatan : sekalipun Subhi as Shalih tidak sependapat dengan pandangan ini) :<br />
Al Qadhi Abu Muhammad bin Athiyyah mengatakan, “Semasa hidup rasulullah banyak surah telah diketahui susunan dan urutannya &#8230;.. sehingga susunan berdasar kehendak dan petunjuk rasulullah jauh lebih besar, dan yang berdasarkan ijtihad amat sedikit.</p>
<p>Jadi hampir tidak ada kejelasan sama sekali tentang bagaimana Qur’an disusun.</p>
<p>Berikut ini diberikan perbedaan susunan 10 sura awal mushaf-mushaf sebelum Usman dan perbandingannya dengan edisi Kairo 1923/24.</p>
<p>Edisi Kairo                 Ubay               Mas’ud                       Ibn Abbas                   Ali b. Abi Talib</p>
<p>1. Al Fatihah                 Al Fatihah         Al Baqara                     Al Alaq                        Al Baqara<br />
2. Al Baqarah               Al Baqarah       An Nisa                        Al Qalam                      Yusuf<br />
3. Ali Imran                  An Nisa            Ali Imran                      Adh Dhuha                   Al Ankabut<br />
4. An Nisa                    Ali Imran          Al Araf                         Al Muzammil                Al Rum<br />
5. Al Maidah                Al Anam           Al Anam                       Al Mudatasir                Luqman<br />
6. Al Anam                   Al Araf             Al Maidah                    Al Fatihah                     Fush shilat<br />
7. Al Araf                     Al Maidah        Yunus                           Al Lahab                      Adz Dzariyat<br />
8. Al Anfal                    Yunus               At Tawba                     At Taqwir                     Al Insaan<br />
9. At Tawba                 Al Anfal            Al Nahl                        Al Ala                          Al Sajdah<br />
10. Yunus                     At Tawba         Hud                              Al Lail              Al Naziat</p>
<p>Sumber :<br />
Ubay bin Kaab dari Ibn Al Nadim – Fihrist, halaman 61<br />
Ibn Mas’ud dari Ibn Al Nadim – Fihrist, halaman 57<br />
Ibn Abbas dari Az Sanjani – Tarikh, halaman 101 &#8211; 103<br />
Ali dari Az Sanjani – Tarikh, halaman 95f</p>
<p>Terlihat tidak adanya satu keseragaman susunan surah-surah Al-Qur’an pada mushaf-mushaf sebelum Usman. Jadi tampaknya susunah surah itu ditentukan sendiri oleh para penulis mushaf, ada yang mengacu pada panjang – pendek (Ubay dan Mas’ud) ada yang mengacu pada kronologis (Ibn Abbas dan Ali)</p>
<p>IV. KESIMPULAN</p>
<p>Dari uraian diatas dapat dikatakan hipotesa Richard Bell sangat masuk diakal.</p>
<p>Juga dapat dikatakan dengan cukup kepastian adalah :</p>
<p>1. Penyusunan Al-Qur’an tidak lebih dari sekedar pembundelan catatan-catatan yang dikumpulkan dari berbagai pihak.</p>
<p>2. Tim penyusun Al-Qur’an tidaklah mengetahui secara pasti kronologis penurunan ayat dan taraf kelengkapannya sehingga ayat yang sudah lengkap dipotong begitu saja ditengah-tengah tanpa adanya kesinambungan cerita.</p>
<p>3. Klaim Al-Qur’an sudah dihafal luar kepala oleh ratusan/ribuan sahabat nabi tidak lebih hanya ungkapan hiperbolis saja. Jika untuk mengingat urutan saja tidak bisa bagaimana bisa mengingat seluruh Al-Qur’an???</p>
<p>==========================</p>
<p><strong>Komentar iman kristen:</strong></p>
<p>Seabgai seorang Kristen, ini merupakan suatu pembelajaran untuk lebih mengenal Alquran. Apapun isi Alquran, ini adalah merupakan iman umat islam untuk mengimaninya. Negara kita memberikan jaminan setiap pemeluk untuk meyakini agama masing-masing.</p>
<p>Menurut iman islam, Alquran tentulah 100% baik adanya. Seabgai umat beragama di NKRI, tentulah setiap orang wajib menghormati dan menghargai iman masing-masing agana.</p>
<p>Namun, kalau kita mau bermain ilmiah dan logika, serta menginggalkan sejenak Iman agama masing-masing pada rak yang tersusun rapi, ada baiknya pertanyaan diatas dijawab dengan logika yang ilmiah.</p>
<p>Kalau kaum moslem menjawab dengan iman, saya tidak akan menyanggah anda, itu adalah hak iman anda yang saya sangat hormati.</p>
<p>Tapi kalau kita mau bermain logika dan ilmiah&#8230;, saya persilahkan untuk memberikan jawaban.</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=222&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2010/01/15/teraturkah-ayat-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logika Berpikir 6: Penikahan Dini</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2010/01/06/logika-berpikir-6-penikahan-dini/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2010/01/06/logika-berpikir-6-penikahan-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 17:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab Suci]]></category>
		<category><![CDATA[menikahi anak kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Pedolifia]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu topik hangat yang selalu terus dibicarakan adalah mengenai pernikahan dini. Apakah boleh menikahi anak umur 9 tahun? Ada agama yang menyatakan boleh dan berhak melakukan hal tersebut, ada yang mengatakan tidak boleh. Kalau menurut iman agama masing-masing, kita sepatutnya menghormati apapun yang menjadi pilihat umat manusia untuk mengimani apa yang dia yakini sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=212&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu topik hangat yang selalu terus dibicarakan adalah mengenai pernikahan dini. Apakah boleh menikahi anak umur 9 tahun?</p>
<p>Ada agama yang menyatakan boleh dan berhak melakukan hal tersebut, ada yang mengatakan tidak boleh.</p>
<p>Kalau menurut iman agama masing-masing, kita sepatutnya menghormati apapun yang menjadi pilihat umat manusia untuk mengimani apa yang dia yakini sebagai suatu kebenaran.</p>
<p>Marilah kita luangkan sedikit waktu untuk memikirkan konsep dasar agama kristen dan islam mengenai pernikahan tersebut.</p>
<p>=========<span id="more-212"></span></p>
<p>Islam:</p>
<p>Dasar utama islam mengenai pernikahan adalah lebih kepada teladan nabi Muhammad. Nabi menikahi anak berumur 9 tahun, dan menggaulinya ketika umur 12 tahun (menurut perkiraan). Sebagai orang suci, tentu tindakan tersebut menjadi tindakan suci juga, karena nabi tidak menyatakan Allah memberikan pengecualian pernikahan itu hanya untuk dirinya saja. Jadi berlaku juga untuk umat.</p>
<p>Dasar penikahan lainnya adalah: Mempunyai modal harta yang cukup dan memiliki rasa keadilan.</p>
<p>Jadi pernikahan dini (orang tua menikahi anak kecil) adalah sesuatu yang syah dan suci.</p>
<p>=========</p>
<p>Kristen:</p>
<p>Pernikahan adalah menurut konsep Alkitab. Hawa diciptakan langsung dewasa (bukan anak-anak) dan menjadi penolong yang sepadan bagi Adam. Alkitab juga menyatakan mempunyai kedewasaan rohani, kesiapan mental yang baik.</p>
<p>Jadi berdasarkan pemikiran tersebut, maka usia 9 atau 12 tahun dianggap belum cukup umur dan belum memiliki kedewasaan rohani. Supaya sang istri mampu menjadi penolong yang <strong>sepadan</strong> bagi suaminya.</p>
<p>===========</p>
<p>Bagaimana dan apa yang negara kita lakukan? Negara mengkui hak beriman setiap pemeluknya, tetapi ada hal-hal yang negara pikir perlu menjadi batasan yang tiap agama tidak boleh melanggarnya.</p>
<p>Dalam hal pernikahan dini ini, muncul dan terkuak pada kasus kyai Puji yang menikahi anak dibawah umur. Pernikahan itu dianggap tidak syah dan akhirnya dibatalkan. Bahkan kyai puji tersebut masuk penjara.</p>
<p>Manakah yang betul? Apakah prinsip Kristen ataukah yang dilakukan oleh nabi Muhammad?</p>
<p>Sebagai umat beragama, kita menghargai dan memberikan toleransi bagi tiap pemeluknya untuk meyakini apa yang diimaninya. Tidak sepatutunya tiap pemeluk umat beragama saling serang dan saling hantam bahkan saling ejek satu sama lain. Iman setiap agama haruslah kita hormati.</p>
<p>Untuk menjernihkan masalah ini, marilah kita tinggalkan dan kemas rapi iman masing-masing agama pada tempatnya (ruang iman) masing-masing.</p>
<p>Sudah saatnya kita gunakan rasio dan logika kita untuk menelaah ini dengan baik.</p>
<p>Ilmu Psikologi paling tepat untuk menyatakan kebenaran pernikahan dini ini. Psikologi menganggap bahwa usia dini masihlah belum dewasa dalam pemikiran. Masih perlu sekolah untuk lebih berpengetahuan, lebih dewasa, lebih matang secara intelektual dan kerohanian.</p>
<p>Kak Seto seorang psikolog dan pakar untuk anak-anak, menyatakan bahwa apa yang diperbuat oleh kyai Puji tersebut melanggar hak anak untuk bertumbuh sebagai anak kecil.</p>
<p>Kedewasaan dan kematangan sangatlah perlu untuk diperhatikan Konsep usia dewasa seringkali diidentikan dengan umur yang cukup.</p>
<p>Karena itu, bidang psikologi bahkan melahirkan istilah kejahatan baru terhadap orangtua yang menikahi anak kecil ini dengan istilah <em>Pedofilia</em>.</p>
<p>==========</p>
<p>Kesimpulan:</p>
<p>1. Perbedaan pemikiran mengenai pernikahan dini seringkali merupakan<br />
perpecahan antar agama yang sebaiknya kita hindari. Tiap agama berhak untuk menyatakan iman yang benar menurut agama masing-masing.</p>
<p>2. Kalau sejenak kita menggunakan rasio, maka pernikahan sesungguhnya adalah yang sudah dewasa, matang dan bukan anak-anak lagi.</p>
<p>3. Tentu logika ini tidaklah melihat iman agama masing-masing.</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=212&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2010/01/06/logika-berpikir-6-penikahan-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logika Berpikir 5: Keaslian Kitab</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2010/01/01/logika-berpikir-5-keaslian-kitab/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2010/01/01/logika-berpikir-5-keaslian-kitab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 16:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab Suci]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan vs Hapalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Masalah keaslian kitab memang merupakan masalah yang pelik. Seringkali tiap agama saling serang dan berdebat dari sisi ini. Logika ini tidaklah membahas mengenai masalah &#8220;penjagaan&#8221; atau &#8220;pemeliharaan&#8221; kitab suci (akan dibahas kemudian). Tapi lebih kepada bagaimana secara logis mengerti keaslian kitab suci. Marilah kita lihat masing-masing iman dari tiap agama melihat dan menilai keaslian kitab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=208&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah keaslian kitab memang merupakan masalah yang pelik. Seringkali tiap agama saling serang dan berdebat dari sisi ini.</p>
<p>Logika ini tidaklah membahas mengenai masalah &#8220;penjagaan&#8221; atau &#8220;pemeliharaan&#8221; kitab suci (akan dibahas kemudian). Tapi lebih kepada bagaimana secara logis mengerti keaslian kitab suci.</p>
<p>Marilah kita lihat masing-masing iman dari tiap agama melihat dan menilai keaslian kitab suci masing-masing.</p>
<p>============<span id="more-208"></span></p>
<p>Islam:</p>
<p>Sebagian besar akar rumput (non intelektual) mengakui bahwa hanya ada satu Alquran diseluruh dunia. Fakta yang diketahui kaum intelektual: minimal ada 3 arus besar versi Alquran yang masih ada. Satu versi menguasai sekitar lebih dari 90% populasi kitab suci Alquran di dunia. (Ref.: http://belajarmuslim.wordpress.com/2008/09/06/orientalisme-dan-sejarah-alquran/)</p>
<p><strong>Sejarah Alquran adalah sejarah kekuatan Penghapalan.</strong></p>
<p>Sebelum ada alat tulis, Alquran dihapalkan oleh tiap-tiap penghapal, dituliskan di batu, kulit, daun dan sebagainya. Pada satu masa, khalifah membakar seluruh kitab suci yang ada menjadi satu kitab suci (walaupun pembakaran itu tidak berhasil 100%).</p>
<p>Kitab suci yang satu itu sudah entah kemana (tidak ada lagi secara utuh menurut data Arkeologi).  Tetapi kekuatan penghapalan menjaga keaslian kitab suci tersebut.</p>
<p>Dengan iman terhadap: 1.Penghapalan dari masa Muhammad hingga pembakaran; 2.Keyakinan 100% bahwa pembakaran itu sudah sempurna menghilangkan penghapalan yang tidak benar, 3.Kitab yang sudah dikumpulkan itu (hilang entah kemana) mampu dihapalkan selama 1000 tahun lebih hingga bisa dicetak (mesin cetak).</p>
<p>Maka diyakinilah Alquran tetap 100% sama ketika dihapalkan oleh Muhammad.</p>
<p>==============</p>
<p>Kristen:</p>
<p><strong>Sejarah umat kristen adalah sejarah baca-tulis-hapalkan.</strong></p>
<p>Sejak pertama sekali Allah berfirman pada para nabi dan rasul, langsung dicatat dalam perkamen-perkamen, dimana secara Arkeologi maka Alkitab &#8220;Laut Mati&#8221; adalah yang tertua yang dapat ditemukan.</p>
<p>Karena dalam penulisan maupun penghapalan, tetap saja ada perbedaan kecil yang tidak essensial, maka terus dikumpulkan kitab suci dari penemuan Arkeologi. Misalnya: angka 7 tertulis 70 dan sebagainya. Kesamaan kitab suci sudah mencapai 99,999% dari seluruh kitab suci yang ada saat ini. Perbedaan 0,001% tidak pada bagian yang essensial bagi doktrin-doktrin utama gereja.</p>
<p>Umat Kristiani beriman bahwa Alkitab 100% yang benar pada aslinya tidak pernah hilang, akan ditemukan kemudian oleh arkeologi.</p>
<p>=============</p>
<p>Manakah yang benar-benar asli kitab sucinya? Tentu iman masing-masing agama haruslah kita hormati. Kita harus menghargai iman masing-masing agama yang mengatakan bahwa kitab suci mereka adalah 100% asli.</p>
<p>Yang terpenting adalah jangan saling menghina mengenai keaslian kitab suci agama lain.</p>
<p>Bagaimanakah negara memandang mengenai otoritas penghapalan dan tulisan?</p>
<p>Dalam hukum negara diakui adanya saksi hidup dan saksi tertulis. Suatu nota perjanjian yang dituliskan diatas materai akan bernilai 100% sebagai wakil dari saksi tersebut. Kalau tidak ada bukti tertulis, maka saksi tersebut haruslah dihadirkan.</p>
<p>Saksi yang dihadirkanpun, selama persidangan dicatat dan dijadikan bahan yang 100% benar dan syah menurut hukum.</p>
<p>Jadi, Negara mengakui keabsahan bentuk tulisan diatas meterai, walaupun tidak menghadirkan saksi hidup. Negara mengakui saksi lisan kalau saksi utama benar-benar bersaksi dipengadilan. <strong>Negara kurang mengakui</strong> saksi lisan bagi mereka yang <strong>bukan merupakan saksi langsung</strong>.</p>
<p>Bagaimana pandangan rasio dan logika manusia?</p>
<p>Sekarang saatnya kita mempergunakan rasio dan menyembunyikan (menyimpan dengan rapih) iman masing-masing agama ditempat yang nyaman dan biarkan istirahat sejenak.</p>
<p>Sudah tiba saatnya kita mempergunakan rasio dan logika secara maksimal.</p>
<p>1. Apakah suatu buku yang dicatat ulang selama 4000 tahun bisa ada kesalahan penulisan? Tentu bisa.</p>
<p>2. Apakah suatu buku yang dihapalkan selama 1000 tahun lebih bisa ada kesalahan? Tentu bisa.</p>
<p>3. Manakah yang paling tepat untuk menggambarkan keaslian buku tersebut? Tentu yang dituliskan ulang lebih tepat menggambarkan keasliannya daripada yang dihapalkan.</p>
<p>==========</p>
<p>Kesimpulan:</p>
<p>1. Penghapalan dilakukan untuk menjaga keaslian Alquran. Penghapalan, dan penulisan dilakukan untuk menjaga keaslian Alkitab. Ini adalah iman agama masing-masing yang haruslah kitab hormati ketika setiap pemeluk agama meyakini keaslian kitab suci masing-masing.</p>
<p>2. Kalau boleh kita mempergunakan rasio sejenak, maka penulisan adalah jauh lebih pasti menjaga keaslian kitab suci dibandingkan dengan penghapalan (lisan).</p>
<p>3. Kesimpulan ini adalah mempergunakan Rasio/Logika, diluar penggunaan iman masing-masing agama.</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=208&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2010/01/01/logika-berpikir-5-keaslian-kitab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logika Berpikir 4: Allah adalah Esa</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/31/logika-berpikir-4-allah-adalah-esa/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/31/logika-berpikir-4-allah-adalah-esa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 09:21:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali muncul pedebatan dikarenakan tidak memikirkan essensi dari tiap agama yang ada. Masalah yang sering mencuat dan menjadi perdebatan yang tidak ada habisnya adalah: Allah ada berapa? Marilah sejenak kita memikirkan konsep dari agama Islam dan Kristen. ========== Islam: Mengakui Allah adalah Esa, tetapi juga mengakui Allah adalah satu. Nahnu adalah ungkapan yang menggambarkan Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=195&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali muncul pedebatan dikarenakan tidak memikirkan essensi dari tiap agama yang ada.</p>
<p>Masalah yang sering mencuat dan menjadi perdebatan yang tidak ada habisnya adalah: Allah ada berapa?</p>
<p>Marilah sejenak kita memikirkan konsep dari agama Islam dan Kristen.</p>
<p>==========<span id="more-195"></span></p>
<p>Islam:</p>
<p>Mengakui Allah adalah Esa, tetapi juga mengakui Allah adalah satu.</p>
<p>Nahnu adalah ungkapan yang menggambarkan Allah yang Esa. Apa maksudnya? Satu Allah dalam bahasa majemuk.</p>
<p>Nahnu = Kami.</p>
<p>Suatu ungkapan pluralisme dalam menyatakan individualisme.</p>
<p>Moslem mengakui mengenai keberadaan Allah dalam 3 bentuk: Allah, Roh Allah dan Firman Allah. Selain ketiga hal ini, penggambaran Allah merupakan suatu yang dosa. Karena Allah tidak bisa disekutukan dengan apapun. Allah tidak bisa dinyatakan dengan apapun, kecuali dengan 3 hal tadi diatas.</p>
<p>Karena itulah muncul istilah Nahnu.</p>
<p>Mengakui juga konsep Allah yang MAHA. Istilah Maha dipakai untuk menyatakan mengenai Allah yang tidak bisa diukur.</p>
<p>===========</p>
<p>Kristen:</p>
<p>Sama dan serupa dengan konsep islam diatas. Bedanya adalah: Allah Bapa, Firman Allah (Allah Putra) dan Roh Allah (Allah Roh Kudus).</p>
<p>Mengakui bahwa satu Allah adalah 3 pribadi yang berbeda.</p>
<p>Mengakui konsep MAHA yang diletakkan pada Allah yang menyatakan bahwa Allah tidak bisa diukur.</p>
<p>================</p>
<p>Perbedaan sesungguhnya terjadi ketika Firman menjadi manusia (Yesus).</p>
<p>Islam mengatakan Isa adalah manusia biasa yang dilahirkan dari Roh Kudus.</p>
<p>Kristen mengakui bahwa Firman turun kedalam dunia dilahirkan dari Roh Kudus dan diberi nama Yesus.</p>
<p>Titik perbedaan ini lah yang &#8220;ditarik&#8221; keatas sehingga timbul perdebatan yang tiada habisnya. Islam mengatakan Allah itu Satu untuk meniadakan Yesus, sedangkan Kristen mengakui Tritunggal (Nahnu) untuk menyatakan kesungguhan keberadaan Yesus.</p>
<p>Manakah yang benar? Ada berapakah Allah itu sesungguhnya?</p>
<p>Ini adalah wilayah iman masing-masing. NKRI mengakui dan menerima perbedaan yang ada akibat iman masing-masing agama. Yang penting adalah tidak saling menghakimi satu dengan yang lainnya.</p>
<p>NKRI mengakui konsep Esa.</p>
<p>NKRI mengakui dalam Pancasila sebagai dasar negara: Ketuhanan yang maha Esa. Mengakui juga keberagaman suku bangsa: Bhineka Tunggal Ika.</p>
<p>Apakah arti Esa sesungguhnya?</p>
<p>Esa bukan berarti satu (matematis), tapi lebih kepada &#8220;yang satu-satunya&#8221; atau &#8220;tidak ada yang lainnya seperti itu&#8221;. Esa juga berarti &#8220;kesatuan&#8221;.</p>
<p>Sejenak marilah kita simpan (susun rapi di lemari hati) iman masing-masing agama pada masing-masing pemeluk agamanya.</p>
<p>Marilah sejenak kita gunakan logika yang tepat untuk menggambarkan konsep Allah. Mari kita pergunakan Logika Matematika.</p>
<p>Dalam  matematika, angka satu digunakan dalam berbagai macam bentuk:</p>
<p>1 satuan, 1 puluhan, 1 ratusan dan sebagainya hingga 1 takterhingga.</p>
<p>Bagaimana konsep Nahnu, Esa, Kami bisa di padankan dalam bentuk matematika?</p>
<p><strong>A</strong>. 1+1+1=1 &#8230;. ini tidak logis secara matematika.</p>
<p><strong>B</strong>. 1+1+1=3 &#8230;. ini logis secara matematika.</p>
<p>Pertanyaannya adalah: Allah adalah infinite (Maha) yang tidak bisa diukur oleh manusia. Konsep matematika apakah yang bisa &#8220;diukurkan/diberikan&#8221; pada Allah?</p>
<p><strong>C</strong>. Manusia=1 , Allah=1, maka Allah=Manusia=1 &#8230;. logis secara matematika.</p>
<p>Logika ini benar secara matematika, tetapi tidak menggambarkan konsep perbedaan antara Allah (infinite) dan manusia (finite).</p>
<p><strong>D</strong>. Manusia=1 (finite) dan Allah=1 tak-terhingga (infinite).</p>
<p>Istilah tak-terhingga dalam matematika digambarkan dengan angka 8 yang tidur.</p>
<p>Dari keempat konsep matematika tersebut, maka konsep <strong>D</strong> adalah yang paling logis secara matematis untuk menggambarkan Allah.</p>
<p>1 takterhingga + 1 takterhingga + 1 takterhingga = 1 takterhingga.</p>
<p>Nahnu (jamak=tunggal), Kami, Esa bisa menjadi logis secara matematis.</p>
<p>=============</p>
<p>Kesimpulan:</p>
<p>1. Iman masing-masing agama adalah benar menurut agama masing-masing. Agama Islam dan Kristen sama-sama menggambarkan Nahnu=Kami untuk menyatakan Allah yang Tunggal dalam bentuk Jamak.</p>
<p>2. Allah memiliki konsep Maha (infinite), sehingga secara matematis haruslah dipakai istilah takterhingga untuk menggambarkan Allah. Karena Allah yang MAHA tidak bisa diikat oleh matematis.</p>
<p>3. Jadi: Istilah matematika Takterhingga (angka 8 tertidur), lebih logis menggambarkan konsep Nanhu/Kami/Tritunggal.</p>
<p>4. Pemikiran ini tidak melihat iman agama masing-masing, tetapi pada logika Matematika saja.</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=195&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/31/logika-berpikir-4-allah-adalah-esa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logika Berpikir 3: Keadilan Pernikahan</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/30/logika-berpikir-3-keadilan-pernikahan/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/30/logika-berpikir-3-keadilan-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 07:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Poliandri]]></category>
		<category><![CDATA[Poligami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan adalah suatu yang penting dan sakral. Dalam banyak agama diatur mengenai konsep pentingnya dan sakralnya pernikahan ini. Pernikahan manakah yang paling baik? Tentu ini masuk kedalam konsep iman masing-masing. ========= Islam: Mengakui Allah pada mulanya menciptakan sepasang suami istri, yaitu adam dan hawa. Mengakui juga, dalam kasus bahtera Nuh, binatang yang masuk juga berpasang-pasangan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=188&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernikahan adalah suatu yang penting dan sakral. Dalam banyak agama diatur mengenai konsep pentingnya dan sakralnya pernikahan ini. Pernikahan manakah yang paling baik?</p>
<p>Tentu ini masuk kedalam konsep iman masing-masing.</p>
<p>=========<span id="more-188"></span></p>
<p>Islam:</p>
<p>Mengakui Allah pada mulanya menciptakan sepasang suami istri, yaitu adam dan hawa. Mengakui juga, dalam kasus bahtera Nuh, binatang yang masuk juga berpasang-pasangan.</p>
<p>Konsep sepasang adalah konsep yang islam miliki juga.</p>
<p>Tetapi sesuai dengan teladan nabi M, maka moslem sekarang mengakui adanya poligami, yaitu satu suami punya banyak istri. Tetapi melarang poliandri, yaitu satu istri punya banyak suami.</p>
<p>Mempunyai istri yang baru haruslah meminta ijin istri yang lama (versi umat islam diskusi di internet &#8211; sekarang). Q menyatakan menikah tergantung ukuran suami terhadap keadilan yang dia miliki, bukan tergantung dari istri yang mengukur keadilan suami. Misalnya saja seorang suami punya 11 istri dan dia merasa adil, maka itu syah-syah saja. Sang suami itu yang bertanggung jawab secara langsung kepada Allah mengenai konsep keadilan yang dia miliki.</p>
<p>Istri boleh mengutarakan rasa tidak adil yang ia miliki, tetapi tetaplah konsep keadilan itu terletak pada tangan suami. Bukan ditangan istri.</p>
<p>Ini menimbulkan alternatif lainnya, sehingga banyak suami yang nikah siri, karena konsep menikah lagi, terletak pada keadilan yang dimiliki laki-laki dan tidak tergantung pada konsep keadilan wanita.</p>
<p>Islam mengakui Q tanpa salah, demikian juga dengan nabi-nabinya. Karena itu, umat manusia (suami) menikahi banyak istri adalah sesuatu yang baik adanya.</p>
<p>===========</p>
<p>Kristen:</p>
<p>Mengakui bahwa pernikahan adalah konsep Allah sejak awal. Keadilan Allah dinyatakan bahwa &#8220;tidak baik seorang pria hidup seorang diri saja&#8221;. Sehingga wanita diciptakan Allah dengan mengambil bagian tubuh Adam. Allah menciptakan hanya 1 wanita untuk 1 pria, yaitu Adam.</p>
<p>Allah mengukuhkannya dengan mengatakan pernikahan yang di syahkan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia, baik itu pastor maupun ahli-ahli agama. Kematian/mautlah yang memisahkan pernikahan sehingga salah satu pihak boleh menikah lagi.</p>
<p>Ini adalah keadilan pernikahan yang kristen miliki.</p>
<p>Kristen mengakui nabi-nabi hanyalah manusia biasa dan setiap nabi berdosa kecuali Yesus Kristus. Sehingga poligami yang nabi-nabi lakukan adalah bukti &#8220;dosa&#8221; atau ketidaksempurnaan yang mereka miliki.</p>
<p>===============</p>
<p>Manakah keadilan yang benar?</p>
<p>Menurut kacamata iman, semuanya itu adalah benar adanya.</p>
<p>Pemerintah NKRI mengatur, bahwa keadilan adalah yang setara, artinya satu suami punya satu istri. Buktinya adalah setiap pegawai negeri hanya boleh punya 1 istri.</p>
<p>Tetapi pemerintah juga mengakui hak beragama masing-masing, karena itu pemerintah mengakui konsep poligami pada agama-agama yang menganutnya. Tetapi kalau mau menjadi pegawai negeri yang mewakili wibawa pemerintah, maka iman masing-masing agama harus mengikuti peraturan yang pemerintah tetapkan (tidak boleh punya istri lebih dari satu).</p>
<p>Sekarang&#8230;, marilah sejenak kita tinggalkan iman kita ditempat yang rapih di pojokan hati kita.</p>
<p>Marilah kita gunakan rasio kita yang ditopang oleh hati nurani.</p>
<p>Bagaimana menurut logika manusia?</p>
<p>Menjawab hal itu adalah bidangnya psikologi.</p>
<p>Psikologi jelas sekali mengatakan bahwa kesetaraan merupakan hal penting bagi suatu keadilan perasaan manusia. Satu adil untuk satu, dua adil untuk dua dan seterusnya. Psikologi mengatakan bahwa satu suami punya banyak istri atau satu istri punya banyak suami adalah suatu yang tidak baik dan tidak benar. Itu adalah suatu ketidak adilan dalam perasaan manusia.</p>
<p>Menurut ilmu keadilan, maka satu senilai untuk satu, dua senilai untuk dua.</p>
<p>Bagaimana mungkin keadilan bisa diukur kalau keseteimbangan tidak terjadi?</p>
<p>Bagaimana bisa adil kalau satu perasaan (suami) boleh memiliki banyak perasaan lainnya (istri), sementara sang istri harus rela perasaannya dimadu dan diduakan? Terjadi gangguan perasaan menurut psikologi.</p>
<p>Menurut logika manusia (ilmu psikologi dan ilmu keadilan), Polygami dan Poliandri adalah suatu ketidak adilan.</p>
<p>============</p>
<p>Kesimpulan:</p>
<p>1. Keadilan pernikahan masing-masing agama adalah berbeda satu dengan lainnya. Setiap agama berhak menyatakan keadilan dalam pernikahan yang agama itu miliki, dimana pemerintah tidak boleh ikut campur didalamnya.</p>
<p>2. Kalau sejenak kita mempergunakan rasio dan logika yang jernih, maka kesetimbangan yang adil adalah perlu. Menurut ilmu psikologi, satu suami sepadang/setara hanya dengan satu istri. Ini adalah logika yang benar.</p>
<p>3. Prinsip logika ini bersumber dari psikologi ataupun ilmu keadilan. Prinsip ini tidak melihat dari sudut pandang iman agama manapun juga.</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=188&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/30/logika-berpikir-3-keadilan-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logika Berpikir 2: Kitab Suci</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/27/logika-berpikir-2-kitab-suci/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/27/logika-berpikir-2-kitab-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 17:10:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab Suci]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Abrahamik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaiman kita ketahui bersama, ada 3 agama Abrahamik, yaitu agama yang bersumberkan dari satu orang Abraham. Ketiga agama ini mengakui Abraham (2100 SM) sebagai bapa leluhur mereka, tentu sesuai dengan penuturan pada kitab suci masing-masing. Ketiga agama itu adalah: 1. Yahudi: Pejanjian Lama (1800 SM) 2. Kristen: Alkitab : Perjanjian Lama (1800 SM) + Perjanjian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=184&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagaiman kita ketahui bersama, ada 3 agama Abrahamik, yaitu agama yang bersumberkan dari satu orang Abraham.</p>
<p>Ketiga agama ini mengakui Abraham (2100 SM) sebagai bapa leluhur mereka, tentu sesuai dengan penuturan pada kitab suci masing-masing.</p>
<p>Ketiga agama itu adalah:</p>
<p>1. Yahudi: Pejanjian Lama (1800 SM)</p>
<p>2. Kristen: Alkitab : Perjanjian Lama (1800 SM) + Perjanjian Baru (50 M)</p>
<p>3. Islam: Alquran (500 M).</p>
<p>Perhatikan saat masa penulisan kitab suci tersebut dan saat masa Abraham ada/hidup.</p>
<p>Yang menarik sekali adalah bagaimana ketiga agama ini mengklaim sebagai agama yang terbenar sesuai dengan isi kitab suci masing-masing.</p>
<p>=============<span id="more-184"></span></p>
<p>Yahudi:</p>
<p>Mengakui hanya perjanjian lama saja (PL). PL berisikan mengenai sejarah bangsa Israel dari Adam, hingga ke Abraham hingga ke Maleakhi (penutup kitab PL). Dalam PL juga dinyatakan tentang kedatangan Mesias yang dinanti-nantikan dan ditunggu-tunggu. Umat Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai mesiah (mesias) yang dinubuatkan dalam perjanjian lama. Bahkan umat Yahudi-lah yang menyalibkan Yesus Kristus karena menolak Yesus sebagai Mesiah yang dijanjikan dalam kitab torah (Perjanjian Lama). Sampai saat inipun, umat beragama Yahudi masih menanti-nantikan kedatangan Mesiah yang dijanjikan itu.</p>
<p>=========</p>
<p>Kristen:</p>
<p>Mengakui Perjanjian Lama (PL) sebagai kitab resmi dan melihat dengan jelas mesias yang dinantikan sebagai Yesus Kristus. Seluruh proses kelahiran hingga kematian Yesus Kristus sangat jelas dinubuatkan dalam PL. Yesus-lah adalah yang dinantikan dalam PL. Karena Mesiah yang dinantikan sudah datang, maka seluruh apa yang diutarakan oleh Mesiah, sejarah hidupnya dan ide serta pemikirannya dinyatakan dalam Perjanjian Baru (PB). Gabungan kedua kitab ini menjadi Alkitab. Ini berarti umat Kristen mengakui secara penuh kitab PL yang dipegang oleh umat Yahudi.</p>
<p>=========</p>
<p>Islam:</p>
<p>Memegang Alquran sebagai kitab suci yang diturunkan langsung oleh Allah. Alquran mengakui kebenaran PL dan PB tetapi mengakui PL dan PB yang ada di dalam Alquran. Artinya PL dan PB yang ada dipegang oleh agama Yahudi maupun Kristen tidak diakui kebenarannya. Bagaimana membuktikan kebenaran Alquran? Melalui 2 cara:</p>
<p>1. Alquran langsung dinyatakan oleh Allah. (Sehingga tidak boleh mencari kesalahan dan kelemahan Alquran). Artinya Q tidak pernah salah.</p>
<p>2. Mencari kesalahan PL dan PB, sehingga kalau ada kesalahan pada 2 kitab tersebut, maka itu membuktikan Alquran adalah sungguh-sungguh benar.</p>
<p>==========<br />
Apa  diutarakan oleh masing-masing agama tentu syah-syah saja, apalagi dikaitkan dengan otoritas &#8220;Sungguh-sungguh dari Allah&#8221;.</p>
<p>Silahkan saja, itu adalah iman masing-masing agama, bahkan kalau sekarangpun ada agama baru, dimana pendirinya mengatakan bahwa dia adalah nabi terakhir dan ada sekelompok umat yang mempercayai hal itu, itu adalah wilayah iman. Syah-syah saja.</p>
<p>Bahkan NKRI-pun (Indonesia) mengakui sekelompok orang yang beriman kepada kepercayaan atau keyakinan. Ini diberi ruang dan dinamakan sebagai kelompok aliran kepercayaan.</p>
<p>NKRI sudah mengatur hal tersebut. Karena itu semua berada di wilayah iman dimana setiap pemeluk berhak dan tidak boleh dilarang untuk menyatakan imannya dalam hidupnya. Bahkan untuk pindah iman/keyakinan-pun NKRI mempersilahkan.</p>
<p>Sekarang&#8230;, sejenak&#8230;, marilah kita abaikan seluruh konsep iman yang dipakai untuk meyakini agama masing-masing.</p>
<p>Sejenak marilah kita gunakan akal dan rasio kita untuk berpikir secara logis dan rasional.</p>
<p>Pertanyaannya: Data siapakah yang paling tepat untuk menyatakan mengenai kondisi hidup Abraham 4000 tahun yang lalu?</p>
<p>Untuk menjawab hal ini, umumnya ada 2 kelompok yang menjawab:</p>
<p>1. Kelompok yang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan bertambah maju, maka buku jilid terakhir adalah buku yang paling lengkap dan benar.</p>
<p>2. Kelompok yang mengatakan: Ini adalah wilayah sejarah masa lampau, sehingga Arkeologi adalah wadah yang paling tepat untuk menjawab bagaimana sesungguhnya kehidupan pada masa lampau tersebut.</p>
<p>Mana yang paling logis? kelompok pertama atau kelompok kedua?</p>
<p>Untuk kasus Abraham, itu bukanlah bidang ilmu pengetahuan yang terus  berubah dan bertambah maju. Ciri-ciri Ip-Tek adalah terus disempurnakan. Kalau ini dipakai sebagai patokan, maka nabi dan agama terakhir belum muncul. Itulah analogi dari Ip-Tek atau buku terakhir. Tetapi kasus ini berbicara mengenai fakta sejarah yang telah terjadi, sehingga kelompok kedua paling tepat untuk menyatakan kebenarannya secara logis.</p>
<p>Data arkeologilah yang menentukan, data arkeologi yang paling tua, itulah yang paling menentukan bagaimana dan seperti apa kehidupan Abraham itu.</p>
<p>Data mengenai Abraham, maka kitab yang paling tua yang ditemukan (dapat dilihat dari sejarah arkeologi) sebagai sesuatu yang paling tepat untuk menggambarkan mengenai Abraham.</p>
<p>Kebenaran Kitab yang menyatakan Abraham mempersembahkan Ishak atau Ismael, tentu haruslah dilihat dari kitab yang paling tua secara Arkeologi.</p>
<p>==================</p>
<p>Kesimpulan:</p>
<p>1. Masing-masing agama mempercayai kitab sucinya sebagai yang paling benar, dan ini masuk wilayah iman yang setiap orang haruslah saling menghormati keyakinan agama orang lain.</p>
<p>2. Kalau kita melepaskan sejenak iman dan mempergunakan logika, maka untuk menentukan sejarah masa lampau, bidang Arkeologi-lah yang paling pantas untuk menjawabnya.</p>
<p>3. Kitab yang paling tua yang ditemukan oleh Arkeologi, secara logis lebih benar isinya menggambarkan sejarah masa itu dibandingkan oleh kitab yang berabad-abad kemudian.</p>
<p>4. Pemikiran ini tentu saja tidak disangkut pautkan dengan iman agama masing-masing.</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=184&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/27/logika-berpikir-2-kitab-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logika Berpikir 1: Allah Maha Kuasa</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/26/logika-berpikir-1-allah-maha-kuasa/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/26/logika-berpikir-1-allah-maha-kuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 16:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Allah menjadi Awan]]></category>
		<category><![CDATA[Awan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali perbedaan mendasar utama mengenai Allah bagi islam dan kristen terletak pada pemahaman mengenai Allah itu sendiri. Ada kesamaan antara islam dan kristen mengenai Allah ini: Yaitu Allah tidak bisa dipersamakan dengan apapun juga. TETAPI ada logika lanjutan yang berbeda antara islam dan kristen. ====== Islam: 1. Allah memang tidak bisa diserupai apapun juga, artinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=179&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali perbedaan mendasar utama mengenai Allah bagi islam dan kristen terletak pada pemahaman mengenai Allah itu sendiri.</p>
<p>Ada kesamaan antara islam dan kristen mengenai Allah ini: Yaitu Allah tidak bisa dipersamakan dengan apapun juga.</p>
<p>TETAPI ada logika lanjutan yang berbeda antara islam dan kristen.</p>
<p>======<span id="more-179"></span></p>
<p>Islam:</p>
<p>1. Allah memang tidak bisa diserupai apapun juga, artinya tidak ada contoh mengenai Allah yang bisa dipersamakan dengan apapun juga.</p>
<p>2. Allah Maha Kuasa dibatasi oleh sifat diatas, sehingga Allah tidak bisa menjadi manusia (kemahakuasaan Allah dibatasi atau menjadi tidak maha kuasa untuk menjadi manusia).</p>
<p>3. Pemahaman Allah hanya boleh dikaitkan dengan apa yang Allah nyatakan mengenai dirinya, yaitu: Nahnu. Allah , Roh Allah, Firman Allah (perkataan Allah).</p>
<p>======</p>
<p>Kristen:</p>
<p>1. Allah memang tidak bisa diserupai apapun juga, artinya tidak ada contoh mengenai Allah yang bisa dipersamakan dengan apapun juga.</p>
<p>2. Allah Maha Kuasa dibatasi oleh sifat diatas, dalam arti: tidak ada satupun yang Allah lakukan bisa dicontohkan oleh manusia untuk bisa dianalogikan oleh pikiran manusia. Sehingga Allah menjadi manusia (dengan kemahakuasaan Allah) adalah hal yang sangat mudah Allah lakukan yang tidak mungkin bisa terpikirkan oleh manusia.</p>
<p>3. Pemahaman Allah hanya boleh dikaitkan dengan apa yang Allah nyatakan mengenai dirinya, yaitu: KAMI. Allah Bapa, Allah Putra (Firman Allah) dan Allah Roh Kudus (Roh Allah).</p>
<p>====================</p>
<p>Kemiripan logika islam dan kristen diatas terletak pada penafsiran &#8220;tidak menyerupai apapun&#8221;.</p>
<p>Islam menafsirkan sebagai tidak mungkin untuk menjadi  manusia (meskipun hadis mengungkapkan Allah dalam bentuk manusia juga, seperti bentuk &#8220;tangan&#8221;)</p>
<p>Kristen menafsirkan tidak menyerupai apapun artinya: Tidak ada satupun yang Allah lakukan bisa dilakukan atau dianalogikan oleh manusia dan apa yang Allah lakukan tidak bisa diukur oleh pikiran manusia.</p>
<p>Kembali kepada Allah menjadi manusia, beberapa keluhan islam adalah:</p>
<p>Kemana ke-Allah-an-Nya?</p>
<p>Pertanyaan ini muncul dan dijawab dari sudut pandang penafsiran masing-masing.</p>
<p>Kalau masing-masing umat agama berpatokan pada iman agamanya masing-masing&#8230;, silahkan saja. Asalkan jangan mengatakan agamanya paling benar dan paling masuk akal serta paling logis. Ini sudah lain lagi ceritanya.</p>
<p>Kalau andaikata kita ingin bermain logika sedikit, dengan mengesampingkan semua perdebatan, silahkan pikirkan sosok &#8220;Allah&#8221; versi diluar islam dan kristen. Sosok &#8220;Allah&#8221; ini, bisa dikatakan Allah sebagai yang paling absolut tentu dengan syarat dia haruslah Maha Kuasa. Artinya tidak boleh ada satu apapun yang lebih berkuasa dari &#8220;Allah&#8221;. Pertanyaannya, seberapa besar arti &#8220;Maha&#8221; bisa dilekatkan pada sosok &#8220;Allah&#8221; ini?</p>
<p>Saya pernah berdiskusi dan mencoba menjelaskan Maha Kuasa &#8220;Allah&#8221;.</p>
<p>(Sekali lagi, saya tuliskan &#8220;Allah&#8221; karena ini adalah versi Allah yang diluar Islam dan Kristen.)</p>
<p>=============================================</p>
<p>Kalau &#8220;Allah&#8221; ingin menjadi awan, pertanyaannya adalah, manakah yang paling logis dari Allah MAHA KUASA?</p>
<p>1. Allah tetap Allah 100% dan menjadi Awan 0%.</p>
<p>2. Allah 0% dan menjadi Awan 100%.</p>
<p>3. Allah 0% dan Awan 0%.</p>
<p>4. Allah 100% dan Awan 100%.</p>
<p>Kalau menurutkan logika:</p>
<p>1. Tidaklah logis, karena itu berarti Allah tidak Maha Kuasa. Allah tidak berkuasa atau tidak mampu &#8220;menyerupai&#8221; atau &#8220;menyamar&#8221; menjadi awan. Allah kalah kuasanya dengan air yang bisa berkondensasi menjadi awan.</p>
<p>2. Tidak logis juga. Kalau Allah menjadi awan 100% dan hilang ke Allah-annya, berarti awan tersebut tidak bisa menjadi Allah kembali. Gelar Allah Maha Kuasa akan hilang. Karena sekarang ketika jadi awan, sudah hilang ke &#8220;maha kuasaannya&#8221;.</p>
<p>3. Tidak logis. Karena Allah menghilang dan tidak ada awan (akibat Allah berubah jadi awan). Allah tidak menjadi maha kuasa lagi karena sudah tidak ada Allah.</p>
<p>4. Logis. Karena Allah tetaplah Allah 100% sedangkan awan tetaplah awan 100%. Allah tetap mahakuasa. Kenapa? <strong>A</strong>. Karena Allah berkuasa merubah dirinya jadi awan 100%. <strong>B</strong>.Karena awan 100% tetap lah Allah 100%, maka Allah tidak kehilangan ke-Allahan-nya/ke-Maha Kuasa-annya.</p>
<p>Dari ke-4 proses kemungkinan diatas, maka kemungkinan no.4 adalah yang paling logis dari sifat &#8220;Allah&#8221; Maha Kuasa.<br />
==========================</p>
<p>Kesimpulan:</p>
<p>1. Perbedaan antara Islam dan Kristen lebih kepada &#8220;asumsi&#8221; mengenai Allah dari kitab masing-masing.</p>
<p>2. Kalau sejenak kita keluar dan &#8220;mendefinisikan&#8221; mengenai &#8220;Allah&#8221; Maha Kuasa (yang berarti tidak ada satupun yang membatas ke-Maha Kuasa-annya), maka kalau Allah ingin menjadi awan, yang paling logis adalah: Allah menjadi awan 100% yang tetap Allah 100%.</p>
<p>3. &#8220;Allah&#8221; Maha Kuasa ini adalah &#8220;Allah&#8221; versi logika manusia saja, diluar dalil ayat-ayat di islam maupun kristen.</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=179&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2009/12/26/logika-berpikir-1-allah-maha-kuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>70</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logika Berpikir: Allah Tritunggal Vs Allah Satu</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2009/08/19/allah-tritunggal-vs-allah-satu/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2009/08/19/allah-tritunggal-vs-allah-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 02:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Allah Esa]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Allah Tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Islam Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah diskusi khusus dengan saudaraku Kurdi&#8230;, seorang moslem yang taat beragama. Tujuan diskusi ini adalah untuk menemukan &#8220;titik temu&#8221; antara pemikiran islam dan kristen yang selalu bertikai selama ini. Untuk itu&#8230;, semua komentar hanyalah antara Iman Kristen dan Kurdi. Komentar yang lain akan dierase. Kalau ingin berkomentar akan diberikan post tersendiri. Yang mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=169&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah diskusi khusus dengan saudaraku Kurdi&#8230;, seorang moslem yang taat beragama.</p>
<p>Tujuan diskusi ini adalah untuk menemukan &#8220;titik temu&#8221; antara pemikiran islam dan kristen yang selalu bertikai selama ini.</p>
<p>Untuk itu&#8230;, semua komentar hanyalah antara Iman Kristen dan Kurdi.</p>
<p>Komentar yang lain akan dierase.</p>
<p>Kalau ingin berkomentar akan diberikan post tersendiri. Yang mau jadi moderator, memberikan boax dan sebagainya&#8230;, dipersilahkan di post komentar.</p>
<p>Berikut ini adalah pertanyaan dari saudara Kurdi.</p>
<p>===========================<span id="more-169"></span></p>
<p>KURDI:</p>
<p>@Iman Kristen Allah=Yesus,100%Allah 100%manusia. Artinya Yesus adalah Allah sejati benar? Kalau benar ini bertentangan dgn Nama Yesus Kristus itu sendiri !! KRISTUS=org yg diurapi/disahkan/dilantik oleh Allah. Apakah Allah akan melantik diri-Nya sendiri? Apa anda akan mengatakan yg diurapi itu sifat manusianya? Mungkinkah Allah ketika mau menjadi manusia Dia melantik diri-Nya sendiri?</p>
<p>IMAN KRISTEN:</p>
<p><strong>Allah=Yesus,100%Allah 100%manusia. Artinya Yesus adalah Allah sejati benar?</strong></p>
<blockquote><p>Betul, Yesus = Allah, yaitu Allah 100% (dalam kekekalan) yang mengambil rupa manusia (manusia 100%) didalam kesementaraan waktu.</p>
<p>Ada 3 proses waktunya (catatan: Kalimat ini kurang benar, karena Allah dalam &#8220;kekekalan&#8221; tidak berada dalam &#8220;proses waktu&#8221;, ini untuk memudahkan logika berpikir saja):</p>
<p>(1) Allah 100% ==&gt; (2) Allah mengambil rupa manusia (Allah 100% dan Manusia 100%) ==&gt; (3) Allah 100%.</p>
<p>Waktu (1): Kekekalan (tidak ada proses waktu).</p>
<p>Waktu (2): Kesementaraan Waktu (ada dalam proses waktu).</p>
<p>Waktu (3): Kekekalan (tidak ada proses waktu).</p>
<p>Perbandingan waktu menurut matematika:</p>
<p>0 hari, 1 hari dan 1 juta hari &#8220;bernilai sama&#8221; dibandingkan dengan kekekalan.</p>
<p>Secara matematis, dihitung sebagai berikut:</p>
<p>0/Tak Hingga = 1/Tak Hingga = 1juta/ Tak Hingga.</p>
<p>Konsep Allah selalu dikaitkan dengan MAHA. Ilustrasi yang baik untuk konsep MAHA dalam bilangan matematika adalah Tak Hingga. (Memang tidak pas betul, tetapi cukup mendekati dibandingkan dengan contoh lainnya).</p></blockquote>
<p><strong>Kalau benar ini bertentangan dgn Nama Yesus Kristus itu sendiri !! KRISTUS=org yg diurapi/disahkan/dilantik oleh Allah.</strong></p>
<blockquote><p>Allah Putra punya banyak nama: Alfa dan Omega, Mesias, Anak Manusia, Anak Allah, Yang dikandung Roh Kudus, Firman Allah dan sebagainya.</p>
<p>Setiap nama menunjukkan &#8220;makna&#8221; akan kehadiran Allah Putra didalam dunia.</p></blockquote>
<p><strong>Apakah Allah akan melantik diri-Nya sendiri? Apa anda akan mengatakan yg diurapi itu sifat manusianya? Mungkinkah Allah ketika mau menjadi manusia Dia melantik diri-Nya sendiri?</strong></p>
<blockquote><p>Allah Tritunggal adalah Allah yang Esa (satu-satunya/ tidak ada yang seperti itu atau tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga apa yang Allah lakukan), adalah Allah yang punya 3 pribadi.</p>
<p>Pribadi 1: Allah Bapa.</p>
<p>Pribadi 2: Allah Putra.</p>
<p>Pribadi 3: Allah Roh Kudus.</p>
<p>Ketiga pribadi Allah itu setara dalam kekekalan.</p>
<p>Dalam &#8220;kesementaraan Waktu&#8221;, Allah Putra mengambil rupa manusia untuk menjadi &#8220;teladan&#8221; bagaimana seharusnya manusia hidup dihadapan Allah.</p>
<p>Dalam &#8220;kesementaraan waktu&#8221; itulah, Yesus dilantik.</p></blockquote>
<p>Sekarang pertanyaan saya:</p>
<p><strong>Pertanyaan 1.</strong></p>
<p>Berikan pengertian Esa menurut Alquran (atau menurut anda sebagai orang moslem).</p>
<p><strong>Pertanyaan 2.</strong></p>
<p>Apakah dalam Q dinyatakan: (1) Allah, (2) Firman Allah, (3) Roh Allah. Selain ke-3 hal itu yang menyatakan tentang Allah, adakah bagian &#8220;tubuh&#8221; dari Allah yang dinyatakan dalam Q?</p>
<p><strong>Pertanyaan 3.</strong></p>
<p>Apakah arti dan maksud &#8220;Nahnu&#8221;? Pilih a atau b dibawah ini:</p>
<p>a. Nahnu ==&gt;   1 = 1 (satu menyatakan satu).</p>
<p>b. Nahnu ==&gt; Banyak = 1 (Perkataan  jamak yang menyatakan Satu).</p>
<p><strong>Pertanyaan 4. </strong></p>
<p>Socrates berkata: Kalau sapi bisa berpikir dan menggambarkan Allah-nya sapi&#8230;, pasti gambarnya berbentuk Sapi.</p>
<p>Apakah dalam Allah islam, apa yang digambarkan mengenai Allah haruslah seide/seturut dengan bentuk/lahiriah manusia? Apakah Manusia bisa dijadikan patokan untuk menentukan Allah itu seperti ini atau itu?</p>
<p>Coba kaitkan dengan kalimat berikut ini:</p>
<p>Tuhan tak menyerupai apapun, Laisa kamitslihi syai’un (42:11)</p>
<p>Terima kasih&#8230;, Tuhan Yesus memberkati anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=169&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2009/08/19/allah-tritunggal-vs-allah-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>166</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logika Berpikir Mantan Islam Pelopor Muhammadiah</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2009/08/12/pelopor-muhammadiah-mencoba-mempelajari-kristen/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2009/08/12/pelopor-muhammadiah-mencoba-mempelajari-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 11:43:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Pertemuan Islam Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Source: Diskusi dalam tulisan di: http://nesia.wordpress.com/2007/07/30/ islam-vs-kristen-pemenangnya-atheis/ ================================== KESAKSIAN ‘MANTAN IMAM’ HAMRAN AMBRIE (PELOPOR TERKENAL MUHAMMADIYAH) TUHAN MEMBERITAHU SAYA SECARA PERIBADI Pada waktu dulu saya merupakan seorang yang sangat aktif dalam Islam, juga merupakan salah seorang dari Penggerak Muhammadiah dan seorang pengajar Islam.Pada tahun 1947, saya dipilih untuk menjadi pengerus pada Kongress Muslim Kalimantan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=166&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Source:  Diskusi dalam tulisan di:</p>
<p><strong>http://nesia.wordpress.com/2007/07/30/</strong></p>
<p><strong>islam-vs-kristen-pemenangnya-atheis/</strong></p>
<p><strong>==================================<br />
</strong></p>
<p>KESAKSIAN ‘MANTAN IMAM’ HAMRAN AMBRIE (PELOPOR TERKENAL MUHAMMADIYAH)<br />
TUHAN MEMBERITAHU SAYA SECARA PERIBADI<br />
Pada waktu dulu saya merupakan seorang yang sangat aktif dalam Islam, juga merupakan salah seorang dari Penggerak Muhammadiah dan seorang pengajar Islam.Pada tahun 1947, saya dipilih untuk menjadi pengerus pada Kongress Muslim Kalimantan di Amutai, bersama-sama dengan K.H Idham Chalid. Pada tahun 1950-51 saya menjadi Imam Muslim untuk pasukan tentara di Banjarmasin, dengan kedudukan yang tinggi. Rencana saya telah diterbitkan dalam beberapa majalah Islam seperti Mingguan Adil di Solo, Mingguan Risalah Jihad di Jakarta dan Mingguan Anti-komunis di Bandung. Saya bekerjasama dengan Gerakkan Anti-Kristen dari tahun 1936 di Muara Teweh (Barito) hingga tahun 1962, turut berpartisipasi dengan kelompok yang merancang untuk membentuk undang-undang Islam di seluruh Indonesia, yang mana secara tidak lansung sangat bertentangan dengan dasar keKristenan.<br />
Sebenarnya saya telah memiliki Kitab Suci Injil sendiri semenjak tahun 1936. Walau bagaimanapun, saya tidak membaca dan mencari kebenarannya, tetapi mencari ayat-ayat yang dapat membantu saya untuk berdiri teguh sebagai seorang Muslim yang mempunyai sikap anti-Kristen, dan bersedia untuk menyerang keimanan orang Kristen secara lebih mendalam.<br />
Saya juga mengutuk ‘Isa Al-Masih hingga saya berumur 40 tahun, menolak semua yang mengatakan Dia adalah Tuhan. Saya sengaja mentertawakan dan menolak kebenaran. Tetapi kasih Tuhan sungguh hebat, Dia berusaha mencari dan menyelamatkan saya.<span id="more-166"></span><br />
Pada tahun 1961, sewaktu saya mencatat khotbah saya di masjid, saya melihat ayat pada surah Al-Maidah 68, yang berbunyi:<br />
Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu’.<br />
Saya sudah membaca ayat ini ratusan kali, tetapi akhirnya Tuhan berbisik kepada jiwa saya tentang ‘Taurat dan Injil’ yang mana tertulis di dalam Al-Quran adalah sama dengan Taurat dan Injil yang terdapat di dalam Kitab Suci Injil sekarang. Saya selalu berpendapat bahwa Taurat dan Injil yang terdapat dalam Al-Quran telah hilang, dan isinya yang benar adalah yang terdapat di dalam Al-Quran. Saya merasa yakin bahwa Taurat dan Injil yang terdapat dalam Kitab Suci Injil sekarang ini adalah palsu, dan isi yang sebenarnya telah dirubah, dilupakan serta ditambah-tambahkan oleh beberapa pihak.<br />
Bagaimanapun, jiwa saya memberitahu saya bahwa Taurat/Injil yang ada di dalam Al-Kitab sekarang adalah benar, namun pikiran saya tidak percaya apa yang dikatakan oleh hati saya: ‘Tidak! Taurat dan Injil yang ada di dalam Al-Kitab sekarang adalah palsu’. Pikiran saya bertentangan dengan jiwa saya dan perasaan saya, dan saya menjadi tidak pasti serta ragu-ragu terhadap apa yang betul sebenarnya.<br />
Untuk membuatkan jiwa saya merasa aman, saya menyerahkan masalah saya ini dengan melakukan sembahyang tahjud, yang mana sembahyang ini adalah untuk meminta pertolongan pada Tuhan agar Dia memberi petunjuk yang pasti kepada kebenaran. Saya meminta Tuhan menolong saya untuk memilih yang mana satu dari dua kepercayaan ini yang benar. Inilah doa saya :<br />
‘Oh Tuhan, Pencipta Syurga dan bumi, Tuhan orang Islam, Kristen, Budha, Tuhan bulan dan bintang, lembah dan gunung; Tuhan semesta alam, tolong tunjukkan aku kebenaran tentang apa yang tertulis di dalam Al-Quran yang berkaitan dengan Taurat dan Injil. Adakah ini membawa makna bahwa Taurat dan Injil yang benar sudah lenyap yang terdapat ringkasannya dalam Al-Quran? Jika ini adalah benar, aku memohon kepadaMu untuk kuatkan hatiku bahwa aku mungkin tidak belajar Kitab Suci Injil . Tetapi jika ‘kebenaran di dalam Taurat dan Injil’ yang tertulis di dalam Al-Quran , bermakna kebenaran harus dicari di dalam Kitab Suci Injil sekarang, aku mohon padaMu untuk membuka pintu hatiku semoga aku lebih bersungguh-sungguh untuk belajar Kitab Suci Injil secara jujur.’<br />
Saya tidak bertanya kepada siapapun untuk menolong saya membuat keputusan saya ini. Saya tidak bertanya kepada Imam, orang yang alim dalam Islam, atau teman-teman saya yang bijak pandai. Saya bertanya terus kepada Tuhan yang Maha Tahu untuk membuat pilihan bagi saya, jadi saya membuat pilihan yang benar-benar menurut kehendak Tuhan. Saya sembahyang sungguh-sungguh dan menaruh harapan kepada Tuhan agar Tuhan memberi petunjuk dan hidayah bahwa Dia yang memilih kebenaran untuk saya dan menolong saya agar mengetahui dan mengaku kepada agama yang benar.<br />
Setiap orang yang mempunyai agama berharap bahwa di sana terdapat kehidupan yang benar setelah kematian dan salah seorang diantaranya adalah saya, saya menaruh harapan yang tinggi kepada Tuhan. Saya percaya kepada kehidupan setelah kematian, dimana kita cuma ada dua tempat untuk dituju : ke neraka, dengan hukuman yang tiada hentinya, kekal abadi di dalam api; atau ke Syurga, bersama dengan Tuhan dalam kemuliaan selama-lamanya. Saya tidak berpikir tentang kehidupan abadi saya.<br />
Sebagai contohnya; mari kita andaikan bahwa kita membawa 10 gram emas murni, kita harus menelitinya secara berhati-hati, untuk memastikan bahwa tidak ada siapapun yang dapat menipu kita, jadi kita tidak akan menyesal di kemudian hari. Berapa banyakkah kiranya kita memikirkan tentang kehidupan masa depan jiwa kita. Kita harus belajar dan meneliti kebenaran untuk sembahyang kepada Tuhan menurut kehendak Tuhan, yang memiliki kehidupan di Syurga. Kalau tidak, kita akan menyesal untuk selama-lamanya karena kelalaian kita. Saya selalu yakin bahwa pencipta Syurga dan neraka adalah Tuhan sendiri, oleh karena itulah saya tidak bertanya dan meminta nasehat pada siapapun, pemimpin Kristen atau Guru Islam. Saya mendekati Tuhan, yang memiliki segala kebenaran, peraturan, dan momohon kepadaNya dengan penuh harapan dan percaya bahwa Dia akan memberi petunjuk yang benar kepada saya.<br />
Puji Tuhan karena segala doa saya telah dikabulkanNya! Ini membuktikan bahwa Dia memberikan kebenaranNya kepada orang yang menghendakinya, dan bertanya dengan sungguh-sungguh.<br />
Ini harus dicatat, selain pada ayat 68 surah Al-Maidah, masih terdapat banyak lagi ayat-ayat lain yang terkandung di dalam Al-Quran, yang menarik hati saya pada waktu itu. Sebagai contohnya; Surah As-Sajdah 23 :<br />
‘Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quraan itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil’<br />
Surah Al-Maidah 46:<br />
‘Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan ‘Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa’.<br />
Surah Al-Maidah 47:<br />
‘Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya {419}. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik’.<br />
Surah Al-Baqarah 62 :<br />
‘Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin {56}, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah {57}, hari kemudian dan beramal saleh 58, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati’.<br />
Di sana terdapat banyak lagi ayat di dalam Al-Quran yang menunjukkan bahwa Taurat dan Injil adalah jalan yang benar kepada kebenaran menurut kehendak Tuhan.Ayat Al-Quran ini memberi kesedaran kepada saya untuk meneliti Kitab Suci Injil dengan lebih mendalam lagi, karena Tuhan telah berbisik kepada jiwa saya tentang kebenaran ini.<br />
Pada hari yang berikutnya, setelah saya meminta petunjuk pada Tuhan sewaktu sembahyang tahjud, saya merasakan satu perubahan yang jelas pada diri saya. berawal pada hari itu saya menganggap Kitab Suci Injil adalah seperti teman saya dan bukan lagi sebagai musuh. Setiap pagi saya melihat Kitab Suci Injil dengan penuh harapan dan memberi perhatian pada setiap perkataan yang saya baca, karena saya ingin tahu makna yang sebenarnya.<br />
Dengan perkataan :<br />
‘Dengan nama Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.<br />
Saya membuka Kitab Suci Injil. Pada waktu itu saya bertujuan untuk membaca Ulangan 18:15. Kitab ini menarik perhatian saya karena pada waktu dahulunya saya mengunakan ayat ini untuk menyerang keimanan orang Kristen, pemimpin mereka adalah guru, Penginjil, dengan niat supaya mereka tahu dan percaya kepada Nabi Muhammad sebagai nabi yang telah diramalkan di dalam Kitab Suci Injil ini. Sebelumnya saya sudah tahu tentang ayat ini, tetapi sekarang maknanya telah berubah sama sekali bagi saya. Sebenarnya untuk memahami Kitab Suci Injil lama sangatlah sukar bagi orang yang tidak mau mempercayainya, tetapi dari segi yang lain kitab ini menjadi lebih jelas bagi orang yang mau mempercayainya dan hati mereka yang telah disentuh oleh Roh Kudus.<br />
Ayat-ayat di dalam Ulangan 18:15 dibaca seperti berikut :<br />
‘Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan’.<br />
Dahulunya saya menganggap ayat ini memberi ramalan tentang nabi Muhammad.Perkataan ‘nabi itu akan seperti aku (Musa)’ menunjukkan kepada saya tentang pribadi nabi Muhammad sebagai janji nabi karena :<br />
• Musa dilahirkan mempunyai ibu dan bapa. Muhammad juga dilahirkan seperti Musa, mempunyai ibu dan bapa. Ini tidak seperti Isa Al-Masih yang dilahirkan hanya mempunyai ibu dan tanpa bapa.<br />
•	Ketika Musa beranjak dewasa, dia menikah. Muhammad juga menikah, dan ini bertentangan dengan Isa yang tidak pernah menikah.<br />
• Musa mempunyai anak lelaki, dan Muhammad juga mempunyai banyak anak. Tetapi Isa tidak mempunyai keturunan karena Dia tidak pernah menikah.<br />
• Musa meninggal pada umur yang lanjut dan dikuburkan dan ini terjadi juga pada Muhammad. Tetapi Isa tidak meninggal, Dia telah diangkat ke Syurga dan tidak dikuburkan.<br />
Dahulunya sangat jelas bagi saya tentang ayat Ulangan 18:15 yang menunjuk bahwa nabi Muhammad adalah nabi yang dijanjikan oleh Musa, dan bukannya ramalan terhadap Isa sebagai nabi seutuhnya atau sebagai Putera Tuhan, seperti kepercayaan orang Kristen.<br />
Tetapi pada hari ini, saya membaca ayat ini secara perlahan-lahan dan berhati-hati untuk memahami makna yang sebenarnya. Saat saya sampai pada pernyataan ‘…..nabi itu akan seperti aku (Musa)’, Roh Kudus berbisik ke dalam jiwa saya yang berbunyi : ‘Jika kamu mentafsirkan persamaan di antara Muhammad dan Musa dan kedua-duanya adalah dilahirkan mempunyai ibu dan bapa, berarti mereka sama dengan manusia lain yang mempunyai ibu dan bapa. ’Sifat ini tidak boleh digunakan untuk menunjukkan kebenaran ramalan itu.<br />
Selanjutnya jika Muhammad seperti Musa karena dia menikah, dan kedua-duanya juga sama seperti orang lain di dunia ini! Jadi ini tidak bisa dijadikan sebagai bukti untuk mengatakan bahwa Muhammad itu adalah nabi.<br />
Jika Muhammad dianggap sama seperti Musa, karena dia mempunyai keturunan, fakta ini juga tidak bisa digunakan untuk menentukan ramalan itu karena hampir semua orang di dalam dunia ini mempunyai keturunan.<br />
Muhammad hanya seperti Musa, meninggal dalam usia yang tua dan dikuburkan. Jika contoh ini digunakan sebagai bukti tentang ramalan itu, maka fakta ini tidak bisa digunakan sebagai bukti untuk persamaan, sebab setiap orang di dunia ini akan meninggal dan dikuburkan. Kematian dan penguburan adalah perkara biasa dan ini tidak menjadikan seseorang itu lain dari pada yang lain.<br />
Hal ini menjadi lebih kelihatan dan jelas bagi saya bahwa ramalan Musa itu hanya menunjuk tentang Isa sebagai yang dijanjikan. Dengan alasan itu saya mencoba untuk mencari suatu perbedaan yang lain dari pada yang lain dan luar biasa persamaannya di antara Musa dan Isa. Sebenarnya saya memang menemukan beberapa persamaan yang luar biasa di antara dua manusia ini yang tidak terdapat pada orang lain.<br />
• Semasa jaman kanak-kanak, musa terancam pembunuhan oleh Fir’aun, seperti juga Isa pada masa kanak-kanaknya juga terancam untuk dibunuh oleh Herodas. Tidak semua orang yang dilahirkan menghadapi ancaman pembunuhan pada saat yang masih kanak-kanak.<br />
• Sewaktu kelahiran Musa, Fir’aun sangat marah dan mengarahkan semua budak-budak lelaki yang berusia dua tahun ke bawah harus dibunuh. Ketika Isa dilahirkan Herodas juga sangat marah dan mengarahkan agar budak lelaki di bawah umur dua tahun dibunuh. Di dalam dunia ini hanya dua peribadi ini saja yang menghadapi pengalaman ancaman pembunuhan ketika masih kanak-kanak. (edit)<br />
• Semasa jaman kanak-kanaknya, Musa dijaga oleh anak perempuan Fir’aun. Dan semasa kecil Isa dijaga oleh Yusuf yaitu bapa angkatnya. Tidak semua anak di dunia ini dipelihara oleh orang yang dipilih oleh Allah semasa jaman kanak-kanaknya ketika dia menghadapi ancaman.<br />
• Semasa jaman kanak-kanaknya juga, Musa tinggal jauh dari rumahnya di Mesir. Ini terjadi sama dengan Isa yang hidup di dalam buangan di Mesir. Tidak semua kanak-kanak semasa kecil hidup jauh dari negerinya, seperti Mesir.<br />
• Ketika Musa telah menjadi utusan Tuhan, dia menerima kuasa dari Tuhan untuk melakukan mukjizat, seperti juga Isa yang menerima kuasa sebagai Firman yang hidup, dan menerima kuasa untuk melakukan mukjizat seperti menyembuhkan orang sakit dan membangunkan orang yang telah mati.<br />
•	Musa membebaskan kaumnya yang dipaksa untuk terus menjadi budak, tetapi Isa membebaskan orangnya dari cengkaman dosa dan maut.<br />
Bukti yang istimewa ini telah mengizinkan saya untuk membuat kesimpulan bahwa ramalan yang luar biasa yang dinyatakan ini di dalam Ulangan 18:15 tidak bermaksud untuk membuktikan Muhammad sebagai nabi yang telah diberitahu terlebih dahulu, tetapi untuk menunjukkan bahwa Isa adalah jelmaan Firman Allah.<br />
Meskipun kasih Allah itu sangat agung dan Dia telah menyadarkan saya untuk melihat dengan lebih jelas lagi ke dalam Kitab Suci Injil sebagai Firman Allah yang benar, tetapi saya masih juga belum bersedia untuk menjadi seorang Kristen. Mengapa? Karena terdapat beberapa perkara di dalam kepercayaan Kristen yang tidak dapat diterima oleh akal saya, khususnya kepercayaan terhadap Isa adalah Putera Tuhan. Semenjak kecil saya telah diajar, dan saya juga mengajar demikian, yaitu:<br />
‘Tuhan tidak mempunyai anak dan Dia tidak diperanakkan.’<br />
Saya juga tidak dapat menyatakan dengan jelas bahwa Isa adalah Tuhan karena saya telah diajar dan saya juga mengajar seperti:<br />
‘TIDAK ADA TUHAN MELAINKAN ALLAH’<br />
Saya juga bersikap anti Triniti. Ini tidak berasas kepada hakikat dan kebenaran tetapi sebaliknya dipengaruhi oleh prasangka yang tidak sepatutnya. Saya telah mengajar murid-murid saya sedemikian:<br />
‘Kepada siapapun yang mengatakan Allah itu adalah tiga merupakan orang yang fasik’<br />
Saya juga tidak dapat menerima kepercayaan Kristen bahwa Isa benar-benar mati di atas kayu salib. Jika ‘Isa Al-Masih’ adalah nabi, penyayang, utusan Tuhan, atau ‘Putera Allah’ sebagaimana orang Kristen memanggilNya, bagaimana dengan senangnya orang Yahudi yang telah menyiksaNya dan mengantungNya di atas kayu salib sehingga mati? Mengapa Tuhan tidak membela Dia, tetapi membiarkan Dia mati di atas kayu salib? Katakanlah saya mempunyai seorang anak lelaki yang disiksa, atau digantung di atas kayu salib, sudah pasti saya akan melawan orang yang menyiksa anak saya itu untuk menyelamatkannya walau apa pun yang akan terjadi. Bagaimana bisa Allah hilang kuasaNya terhadap orang Yahudi? Pada saat itu saya benar-benar tidak dapat menerima hakikat ini.<br />
Dalam usaha untuk mendapatkan pertolongan untuk keterangan ini, saya mengunjungi beberapa orang guru dan juga Penginjil dan bertanya kepada mereka kenapa Isa bergelar Putera Tuhan atau Tuhan dan apa sebenarnya makna tentang Triniti Tuhan. Saya menyelidiki mengapa Isa Putera Tuhan telah dikorbankan di atas kayu salib dan disalibkan oleh orang Yahudi. Saya juga bertanya kepada mereka tentang kenyataan tentang ‘dosa warisan dari bapa kepada anak’ yang saya anggap bahwa itu adalah hukuman yang tidak adil dari Tuhan.<br />
Semua guru yang saya tanya itu menjawab pertanyaan saya dan menerangkannya dengan mendalam, tetapi pada waktu itu saya tidak dapat menerima ulasan mereka walaupun mereka telah menerangkannya dengan jelas sekali. Ini adalah karena perbedaan latar belakang di antara saya dengan mereka, yang mana seperti teluk yang terpisah jauh di antara kami. Perbedaan di dalam agama yang tidak dikaji dengan sesungguhnya untuk mencari maksud yang sama, Pastinya kami mengkaji perbedaan di antara agama untuk mencari kenyataan yang logis berhubungan dengan ketidak fahaman. Pada masa itu saya seperti penerima radio dan guru adalah pembaca berita. Kedua-duanya mempunyai keadaan yang baik, tetapi oleh karena perbedaan gelombang yang panjang menyebabkan siarannya dan penerimaan saya jauh berbeda. Penerima tidak dapat menangkap berita yang sedang disampaikan oleh penyiar. Keterangan dari guru dan Penginjil itu hanyalah seperti masuk telinga sebelah kiri dan keluar telinga sebelah kanan. Hati saya tidak tersentuh, karena saya tidak faham cara perkataan mereka.Guru itu sendiri tidak memahami dengan jelas kedudukan latar belakang saya sewaktu itu, jadi keterangannya tidaklah menurut keperluan saya seperti yang saya harapkan. Ini bukannya berlaku karena keterangan guru itu salah, tetapi karena perbedaan cara berpikir dan penerangannya, oleh sebab itulah saya tidak dapat memahami keterangan yang lainnya. Walau bagaimanapun saya masih berharap. Saya senantiasa yakin, Tuhan akan menolong saya untuk memilih kebenaran, sudah pasti Dia akan membuka pintu hati saya dan memberi petunjuk untuk memahami semua masalah yang menjadi halangan bagi saya.<br />
Saya senantiasa berdoa kepadaNya: ‘Tuhan , aku memohon agar Engkau menunjukkan kebenaranMu kepadaku tentang perkataan ‘Putera Tuhan’ dan nama ‘Rabbana’ untuk Isa. Aku juga memohon agar Engkau menunjukkan kepadaku makna Triniti dan rahsia dibalik penyaliban Al-Masih. Tuhan, Engkau berilah aku pengertian bahwa Kitab Suci Injil yang sebenarnya adalah dari padaMu, maka pastilah Engkau akan menerangkan dan menjelaskan yang halangiku melalui Kitab Suci Injil, yang mana FirmanMu yang benar yang tidak pernah berubah dari awal hingga sekarang dan untuk selamanya.<br />
sesungguhnya telah banyak kali Tuhan menolong saya melalui Roh Kudusnya, yang bekerja di dalam hati saya. Saya akan menerangkan bagaimana Tuhan menolong saya untuk mengatasi halangan ini.<br />
PERJUANGAN SAYA BERTENTANGAN DENGAN KEADAAN LINGKUNGAN SEKITAR<br />
Meskipun saya menjadi pasti dan teguh serta yakin tentang kebenaran ini, dan bersedia untuk menerima Isa sebagai penyelamat peribadi saya, tetapi saya tidak menjadi Kristen secara rasmi, karena kaadaan lingkungan yang menjadi halangan bagi saya. Ketakutan dan kebimbangan ini senantiasa menghantui pikiran saya.<br />
Pengalaman saya menunjukkan bahwa ada banyak orang yang tegas dengan kehendak mereka untuk menerima Isa sebagai penyelamat mereka, tetapi mereka sering terseok-seok untuk menentang pengaruh lingkungan mereka, mungkin karena mereka tidak rela ataupun takut untuk melawan ibu bapa mereka. Kadang-kadang mereka takut kalau-kalau majikan mereka memberhentikan kerja mereka karena mereka memeluk Al-Masih. Orang yang percaya juga akan berselisih faham dengan isteri mereka karena mereka ingin mengikuti Isa bersama-sama dengannya; ini juga merupakan rintangan yang menghalangi mereka ketika mengikuti Isa untuk mempengaruhi hidup dan hati mereka.<br />
Ketakutan terhadap keadaan lingkungan telah ditunjukkan oleh peringatan Isa, ditulis dalam Matius 10:34-36. Dia mengambarkan penderitaan yang mungkin dihadapi oleh setiap orang yang mau mengikutinya :<br />
‘Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya’.<br />
Bagaimanapun mereka yang membuat keputusan untuk mengikuti Isa sebagai Tuhan dan membiarkan Isa memenuhi hati mereka, segala kebimbangan tidak akan berkepanjangan. Setiap kebimbangan akan dapat diatasi dengan pertolongan dari Tuhan. Saya sendiri mempunyai pengalaman dalam menghadapi tekanan dari lingkunan. Tetapi Tuhan selalu membuka jalan untuk keluar darinya.<br />
Dari 1961 hingga 1964, saya masih melakukan dua tanggungjawab agama. Saya sembahyang mengikut cara Islam dan pergi ke masjid pada setiap hari Jumaat. Saya juga pergi ke gereja pada setiap hari minggu dan pada hari sabtu saya pergi sembahyang di Gereja Adventis. Tetapi di luar kenyakinan saya, saya tidak pergi ke gereja. Ini adalah karena untuk saya belajar tentang kebenaran. Saya juga sering membaca buku-buku dari orang bukan Kristen yang mengatakan bahwa orang di dalam gereja menyembah berhala, seperti patung dan gambar. Oleh sebab itu saya pergi mengunjungi setiap gereja di sekitar Jakarta secara bergiliran, pada hari minggu. Saya juga mengunjungi lebih dari satu gereja pada hari minggu, untuk mencari adanya penyembahan patung atau tidak.<br />
Akhirnya, saya mendapat kesimpulan dan terbukti bahwa kesangsian saya selama ini sudah terjawab. Setiap gereja yang saya kunjungi tidak terdapat berhala atau gambar yang untuk disembah.<br />
Semenjak 1964, jiwa saya sebenarnya sudah dipenuhi dengan Roh Tuhan, Roh Kudus, atau semangat kebenaran. Berawal pada hari itu saya mengambil keputusan untuk menerima Isa sebagai penyelamat peribadi saya sepenuh hati saya. Tetapi saya masih lemah. Saya tidak berani untuk menyatakan kenyakinan saya secara terbuka. Saya masih menyimpan keKristenan saya secara rahsia. Saya mengunjungi gereja Kristen di Kwitang Indonesia untuk pertama kali saya bertanya tentang pembaptisan secara rahsia, saya tidak mau hal ini diketahui oleh famili ataupun isteri saya. Saya tidak tahu siapa yang menjaga gereja itu, tetapi permintaan saya ditolak, tidak boleh dibaptiskan secara rahsia.<br />
Beberapa minggu kemudian, dengan hasrat yang sama yang seringkali berputar-putar di dalam pikiran saya, saya pergi untuk bertemu dengan Rev.J.Sapulete, dekat gereja Bethel di Jatinegara. Dia bersedia untuk membaptis saya, tetapi dengan satu syarat bahwa saya harus membawa dua atau tiga tetanga Kristen, yang bisa membimbing pertumbuhan keimanan saya supaya saya dapat hidup secara Kristen. Saya tidak dapat menerima syarat ini, saya masih lagi tidak mau mengumumkannya di khalayak ramai bahwa saya seorang Kristen. Ini bersumber dari pengaruh lingkungan, terutama keluarga saya. Saya merasa risau jika mereka akan menentang dan menganiaya sanak keluarga saya. Saya juga takut untuk menanyakan pada isteri saya agar mengikuti saya pergi ke gereja. Saya takut jika isteri saya akan menuntut saya ke Kantor Urusan Agama untuk bercerai. Saya sangat takut untuk berhadapan dengan proses perceraian. Sebab itu saya mau menerima Isa secara rahsia. Tetapi jiwa saya tidak setuju, saya tidak ada keraguan apapun tentang penerimaan Isa.<br />
Oleh itu saya tidak lagi melakukan dua tanggungjawab keagamaan. Saya hanya pergi ke gereja. Tetapi ketakutan masih juga berkalanjutan dan kebimbangan mengenai reaksi keluarga saya. Saya tidak tahu bagaimana untuk mengatasinya. Saya tidak jumpai siapapun untuk meminta nasehat bagi masalah saya ini. Pada masa itu saya rasakan bahwa perjuangan saya betul-betul sedang diuji.<br />
Walau bagaimanapun Tuhan memberi waktu untuk membantu mengatasi masalah saya ini. Dahulunya saya menggangap jika saya berbicara dengan isteri saya tentang hal ini dan keluar Islam dan seterusnya memeluk Kristen akan menyebabkan masalah kepada kami. Tetapi Tuhan sangat baik hati, membuka pintu kebenarannya kepada isteri saya sendiri. Dia merasa aman melalui cahaya dan kecantikan pohon Natal yang mana pada saat itu bercahaya dengan terang di kebanyakkan rumah orang Kristen. Hal ini menjadi tanda kepadanya bagaimana indahnya kehidupan di dalam keluarga Kristen. Dia merasa nyaman dengan lagu-lagu Kristen dan hangat serta bercahaya dengan semangat Natal.<br />
Untuk menjelaskan perasaannya, dia dan seorang anak perempuan saya datang kepada saya, untuk memberitahu saya tentang keinginan yang kuat untuk menjadi seorang Kristen. Ini adalah peluang yang sedang saya nanti-nantikan! Pada hari berikutnya setelah Natal, saya berjumpa dengan Rev.J.Sapulete untuk kali kedua, bertanya kepadanya bahwa saya dan keluarga saya mau dibaptiskan dan menerima Isa sebagai Tuhan kami. Permintaan saya diperkenankan dengan segera dan kami -yakni saya, isteri saya dan tujuh orang anak kami telah dibaptiskan pada 26 Des 1969 oleh Rev.J.Sapulete, di gereja Bethel Jemaat GPIB. Satu minggu kemudian anak lelaki saya juga mengikuti kami. Dia juga sering pergi ke gereja secara rahsia, karena dia takut saya mendapat tahu. Saya sendiri pergi ke gereja secara rahsia juga, sebab saya takut isteri-isteri sanak keluarga saya telah menjadi pengikut-pengikut ‘Isa dan kerena itu mempengaruhi hati kami.</p>
<p>Anugerah Berkat Tuhan yang Berkelimpahan<br />
Setelah saya dan keluarga saya dibaptiskan pada 26 Disember 1969, sukacita dan kegembiraan seluruh isi rumah saya telah berubah. Kami menerima terlalu banyak berkat-berkat Tuhan yang dicurahkan dalam hidup kami.<br />
Paulus berkata : ‘Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang’. (2 Kor 5:17)<br />
Apabila seseorang menerima Al-Masih ‘Isa sebagai penyelamatnya, Tuhan akan mengubah kehidupannya. Bayangan Kristus akan menjadi naungannya. Al-kitab berkata: ‘Tuhan mencipta manusia berdasarkan gambarnya’(Kej 1:27). Kehidupan baru ini akan dimulai dengan sukacita yang baru, kasih dan keinginan yang berbeda. Apa yang dahulunya dia kasihi, kini dia benci, dan apa yang dahulunya dia benci, kini berubah menjadi dikasihi. Kehidupannya telah berubah. Perubahan ini sangat mencolok, dan dapat dilihat oleh orang di sekelilingnya. Jalan kehidupannya akan berubah, dan perubahan ini akan dibawa dalam setiap perkataan yang dia ucapkan. Betapa hebatnya!<br />
Saya mempunyai pengalaman dalam perubahan ini dan mereka dapat rasakan dalam kehidupan kami sekeluarga. Jiwa pemarah sudah lenyap dan berubah menjadi kasih. Dalam kehidupan kerohanian, kami merasa aman dan gembira. Kami tidak merasa ragu-ragu dan jiwa kami terjamin dan penuh dengan sukacita.Bahkan di dalam kehidupan seharian, kami mendapat berkat yang berkelimpahan. Ini adalah pengalaman yang membuktikan kebenaran janji Tuhan bahwa telah digenapi oleh ‘Isa Al-Masih, utusanNya.<br />
Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: ‘Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup’. (Yoh 7:37-38)<br />
‘Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan’.(Yoh 10:10b)<br />
Perubahan di dalam kehidupan isi rumah kami sangat mencolok dan terjadi dengan pantas di mana kami menjadi ejekan. Tetangga, kerabat dan sanak saudara berpendapat bahwa kami telah menerima bantuan dari gereja sebagai balasan karena menjadi Kristen. Orang banyak mengutuk kami dengan berkata: ’Jika kamu ingin menjadi kaya dengan cepat, ikutlah cara en.Ambrie dan menjadi Kristen dan kamu akan mendapat berjuta-juta rupiah dari gereja’.<br />
Mereka menyangka bahwa kehidupan kami diberkati melalui pemberian dari gereja sebagai sogokan karena menjadi Kristen. Tidak, bukan karena itu! Kami tidak menerima bantuan apapun dari gereja atau dari siapapun sebagai balasan karena kami menerima Kristus. Kami tidak menerima duit, harta benda atau janji peluang pekerjaan walau hanya satu senpun. Sesungguhnya berkatan kehidupan kami pada saat itu hanyalah melalui kemurahan hati Tuhan. Ini adalah janji Tuhan bahwa semua orang yang mempercayainya akan memperolehi berkat yang berkelimpahan.<br />
Tahun-tahun yang tidak aktif<br />
Saya menjadi Kristen yang tidak aktif berawal pada tahun 1970-1972. Saya sibuk mengendalikan urusan dagang saya dan membantu keluarga saya. Saya hanya pergi ke gereja pada hari Ahad dan membaca Al-kitab bila saya ada waktu. Tuhan menyalahkan saya karena bersikap demikian. Saya merasa sangat jelas ketika pada waktu itu Tuhan memberi peringatan kepada saya: ‘Jika kamu mau menjadi Kristen, tidaklah cukup hanya dengan bersikap pasif. KeKeristenan tidak akan berkembang jika kamu hanya duduk saja. Bersukacitalah dengan berkat Tuhan yang melimpahi hidup kamu. Sebagai orang Kristen yaitu pengikut Kristus, kamu harus bangun dan memberikan kesaksian kamu dengan jelas mengenai Al-kitab sebagaimana Kristus telah memerintahkannya di dalam Matius 28:19-20<br />
Bagaimana saya hendak memulai dalam memberikan kesaksian secara terbuka dan memberitahu tentang Al-kitab dengan cara paling mudah difahami? Memang saya ingin melakukannya, tetapi saya tidak tahu bagaimana cara hendak memulainya.Untuk hal ini Tuhan telah membuka jalannya, dan ini adalah jalan yang bagaimana Tuhan tunjukkan;<br />
Suatu hari teman baik saya datang dari Banjarmasin untuk menghabiskan waktu malamnya bersama kami. Dia adalah teman yang sebenarnya mengikut arti perkataan. Dia tetap berdiri bersama dengan saya dalam kaadaan susah ataupun senang. Ketika penangkapan dilakukan oleh serdadu-serdadu Belanda, kami selalu berjumpa antara satu sama lain di dalam penjara ataupun di dalam kemah tahanan.<br />
Kami menyambutnya seperti biasa, di dalam rumah kami tidak terdapat tanda mencolok yang menunjukkan bahwa kami telah memeluk agama Kristen. Ketika dia mengucapkan ‘Assalamualaikum’, dan kami menjawab ‘waalaikumussalam’. Teman baik saya ini telah mendengar dari tetangga-tetangga bahwa saya telah memeluk Kristen. Dia menerangkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi, dan telah menyakinkan kepada tetangga saya tentang ini. Dia memberitahu mereka,’ Sudah lama saya kenal teman saya Hamran Ambrie, bukan saja di Jakarta bahkan di Banjarmasin juga. Dia bukanlah seperti kebanyakan Muslim yang lain, dia sangat fanatik tentang keimanannya. Di dalam wilayah dia dikenal sebagai pejuang tentera Muslim, dia adalah seorang anti-Kristen, seorang dari pemimpim Muhammadiyah, jurnalistik Muslim dan guru Islam yang terkenal di kota dan di timur Kalimantan. Lebih-lebih lagi di kongres Islam di seluruh Kalimantan dalam Amuntai 1947, Hamran Ambrie adalah merupakan salah seorang pendirinya. Di dalam militer Indonesia, dia menjadi ketua guru-guru Muslim dalam pasukan tentara di Banjarmasin. Jadi saya yakin bahwa Hamran Ambrie tidak begitu mudah untuk mengubah agama Islamnya pada agama Kristen.’<br />
Tetapi tetangga saya telah menyakinkan dia bahwa untuk beberapa tahun ini, orang di dalam kampung saya telah biasa melihat saya pergi ke gereja lazimnya dan menyiapkan pohon Natal pada hari Natal. Mereka memberitahu dia supaya bertanya kepada saya secara terus terang untuk mendapatkan kepastian selanjutnya.<br />
Jadi dengan segera dia datang ke rumah saya untuk berkunjung, dan langsung bertanya kepada saya mengenai kabar yang mengatakan saya menjadi Kristen itu benar atau tidak? Saya menjawab pertanyaan itu tanpa sedikitpun keraguan: ‘Ya, itu adalah benar dan saya serta seluruh keluarga saya telah dibaptiskan’.<br />
Mendengar jawaban saya dia menangis terisak-isak. Dia meminta maaf karena dia sangat menyesal datang ke tempat itu. Tetapi dia tidak berbuat apa-apa dan berdiri keheranan untuk beberapa saat. Setelah dia kembali ke Banjarmasin, dia memberitahu orang lain, khususnya teman baik saya tentang pemelukan agama saya kepada Kristen.<br />
Berita tentang kejadian ini telah dimasukkan di dalam surat kabar harian UTAMA yang diterbitkan di Banjarmasin oleh teman baik saya yang lain, yang merupakan seorang jurnalis Muslim.Dalam tajuk utama H.Arsyad Maran menulis :<br />
PELOPOR TERKENAL GERAKAN MENJADI KRISTEN<br />
Pelopor terkenal Muhammadiyah jaman 30-an, dia juga merupakan salah seorang ketua editor JIHAD. Js Antemas menulis diantaranya:<br />
PERTUKARAN AGAMA PELOPOR MUHAMMADIYAH PADA KRISTEN<br />
Satu berita yang mengemparkan!<br />
Pemberita IAIN Arthum Artha berharap: ’kami harap berita ini tidak benar, kepercayaan Hamran Ambrie, pelopor kemerdekaan masih dipertanyakan’.<br />
Orang Muslim di Banjarmasin juga memberi sambutan yang kurang menyenangkan terhadap berita ini : ’Masalah ekonomi baru-baru ini telah membuat seseorang beralih agama’. Nama orang muslim ini tidak dinyatakan.<br />
Bahkan Universitas IAIN Antasari juga memberi respon terhadap berita perubahan agama saya ini. Sementara itu pengurus PMW (Muhammadiyah) di Banjarmasin mencoba untuk menyangkal bahwa saya adalah pelopor Muhammadiyah, namun memberitahu bahwa saya hanya sebagai pejuang Islam.<br />
Semua berita tentang keKristenan saya yang telah diterbitkan di dalam surat kabar bertujuan untuk membuat saya merasa malu, dan di balik itu mereka mengharap agar saya kembali kepada Islam. Tetapi kehendak mereka berbeda dengan kehendak Tuhan. Allah mengunakan mereka sebagai satu cara untuk membangun iman saya supaya menjadi seorang pengikut ‘Isa yang kuat imannya dan memberi kesaksian tentang hakikat ‘Isa Al-Masih adalah Tuhan.<br />
Hampir dua bulan peristiwa ‘pertukaran saya menjadi Kristen’ menjadi tajuk perbincangan umum dan tajuk utama di dalam surat kabar Harian UTAMA di Banjarmasin. Saya mendapat berita bahwa pertumpahan darah juga hampir terjadi. Sesetengah dari teman saya menganggap bahwa berita ini adalah suatu fitnah dan bersedia untuk menyerang para penulis. Untunglah dengan segera saya menulis ‘surat terbuka’ -pernyataan saya sendiri mengenai pengakuan tersebut – kepada surat kabar harian UTAMA di Banjarmasin, yang diterbitkan seperti di bawah :<br />
SURAT TERBUKA<br />
Untuk Pembaca harian UTAMA<br />
Assalamualaikum<br />
kepada Tuan :</p>
<p>Saya dengan ini memberitahu bahwa berita itu benar adanya dan saya sekarang menjadi pengikut agama Kristen Protestant dan saya telah beralih semenjak 1964.<br />
Berita di dalam surat kabar itu sangat menarik karena ini mengambarkan saya sebagai pelopor Islam atau pejuang kepada kebebasan.<br />
Saya berterima kasih kepada semua respon dan penghargaan itu, yang mana teman saya telah menunjukkannya kepada saya. Walaupun hingga saat ini, saya tidak pernah merasa dan tidak pernah mengumunkan diri saya sebagai pelopor Islam ataupun pejuang kebebasan. Jika waktu yang lalu saya melibatkan diri dalam perjuangan sebagai penulis oleh teman saya, Ini tidak lebih daripada tanggungjawab seorang anak terhadap ibu pertiwinya. Dengan itu saya menjadi pengikut dan tidak bertanya akan gelar apapun pada jabatan tersebut, apakah itu sebagai veteran maupun sebagai penggagas kemerdekaan. Saya hanyalah melakukan tanggungjawab saya saja.<br />
Terima kasih kepada semua teman saya, khususnya H.Arsyad Maran (saya tidak menerima surat anda), JS.Antenas dan Arthum Artha dan penulis yang menulis surat kepada saya sebagai satu kewajiban. Tidak ada apapun pada surat anda yang dapat saya sangkal atau memberi respon yang bertentangan melainkan pembenaran. Saya tidak pernah meminta bentuk gelar apapun sebagai tanda bagi penggagas kemerdekaan.<br />
Kepada Arthum Artha, saya ada mengantarkan ‘nota keimanan’ yang menjadi asas kepada saya dalam ketaatan saya kepada agama Kristen Protestant.<br />
Apa pun yang terjadi teman tetap teman dan hubungan persahabatan yang baik tidak boleh diputuskan.<br />
Terima kasih kepada kamu semua karena mengambil perhatian tentang hal ini.<br />
Yang Benar,<br />
Hamran Ambrie</p>
<p>6 Mei 1972, Jakarta.<br />
DIMULAINYA MEMBERIKAN KESAKSIAN DALAM KEHIDUPAN KRISTEN SECARA AKTIF<br />
Setelah penerbitan ‘surat terbuka’ di atas, banyak surat yang diterima dari teman-teman saya di Banjarmasin dan Hulu Sungai, semuanya dalam nada penyesalan, disertai dengan nasehat dan peringatan daripada ayat Al-Quran. Juga terdapat surat yang menanyakan tentang peristiwa-peristiwa susulan yang telah membimbing saya sehingga saya memeluk Al-Masih ‘Isa serta InjilNya.<br />
Ini adalah permulaan bagi saya untuk bangun dan memberi kesaksian saya dengan jelas. Pertama saya membalas setiap surat secara peribadi dengan mesin ketik. Setiap surat disertai dengan keterangan yaitu -’nota keimanan’. Hal ini menjadi lebih serius, jadi saya menerbitkan satu tulisan tentang ‘TUHAN ALLAH, AL-MASIH ‘ISA DAN ROH KUDUS’ yang telah dicetak. Edisi selanjutnya yang telah diterbitkan adalah tentang ‘KRISTOLOGI DAN AJARAN KEESAAN TUHAN’, yang telah disempurnakan pada tahun 1973. Dampaknya banyak surat dalam bentuk pertanyaan dan simpati diterima, dan terdapat juga surat di dalam bentuk perbincangan dalam mencari kebenaran.<br />
Lebih-lebih lagi terdapat beberapa majalah Islam yang telah diterbitkan di Jawa yang menyerang kepercayaan saya. Oleh karena rencana itu, banyak lagi surat yang telah dikirimkan kepada saya. Surat-surat yang saya terima datang dari seluruh pelosok di Indonesia termasuk Banjarmasin dan dari kawasan Islam di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan juga dari Sumatera yakni Palembang, Medan, Padang, Acheh, bahkan juga dari negara luar – Arab dan Malaysia.<br />
Ini adalah petunjuk dari Tuhan bahwa saya harus berdiri teguh dan memberi kesaksian bagaimana awalnya hidup baru saya.<br />
Hubungan ini berlanjutan lebih dari enam bulan. Pelbagai masalah tentang Kristen telah dibicarakan. Beberapa pertanyaan dan juga jawaban, saya telah menyusunnya di dalam buku dan menerbitkannya sebagai dokumentari kebenaran :<br />
1. Perbincangan dengan H.M. Yoesoef Sou’yb, penulis Muslim dari Medan (Penolong kepada<br />
Editor Majalah Kiblat di Jakarta)<br />
2. Perbincangan dengan Samudi, (Guru agama Islam di Salatiga)<br />
3. Perbincangan dengan Imam Musa Projosiswoyo, (editor Majalah studi Islam<br />
di Jakarta)<br />
4. Perbincangan dengan Wahyono Hadi (Darul Kutubil Islamiyah Jakarta)<br />
5. Perbincangan dengan Ali Ya’kub Matondang, (Pelajar Islam di Cairo,Arab)<br />
6. Perbincangan dengan A.Hasan Tao, (Penceramah Jemaat Islam Ahmadiyah Indonesia di<br />
Denpasar Bali)<br />
7. Perbincangan dengan Ezif Fahmi dan lain-lain (Kumpulan Pelajar Islam di Surabaya)<br />
8. Perbincangan dengan M.A.Fadly, (Ketua Masjid Agung, Masjid tengah, Cimahi-Bandung)<br />
Hingga pada tahun 1979, saya membalas hampir ribuan surat kepada saudara-saudara yang berketurunan Muslim yang datang dari semua bagian dan seluruh pelosok Republik Indonesia. Setiap hari kedatangan surat ini telah mengasah saya. Mereka menunjukkan bahwa penulis memandang ke arah kebenaran, dan mereka merasa berpuashati setelah saya memberi keterangan kepada mereka. Puji Tuhan Alhamdullillah! Bahkan terdapat sebagian daripada mereka yang datang mengunjungi saya secara peribadi.<br />
Saya lihat betapa banyaknya perhatian yang telah diberikan terhadap ‘pertukaran saya’ dan untuk mencari kebenaran, untuk itu saya mengatur waktu khusus untuk pengunjung-pengunjung guna perundingan tentang kepercayaan dan kebenaran Nasrani Kristen, yaitu setiap hari Selasa, Khamis dan Sabtu, yang mulai dari pagi hingga ke petang.<br />
Puji Tuhan untuk semua ini, Dia mengunakan saya sebagai jalan perantara dan alat-Nya untuk menerangkan kebenaran di dalam Al-Kitab dan Injil bahwa ‘Isa Al-Masih itu adalah Tuhan, khususnya untuk saudara-saudara Muslim saya, dengan harapan bahwa mereka akan memahami Al-Masih ‘Isa dan InjilNya denngan benar.<br />
Diluar jawaban dan pertanyaan serta penyangkalan ini, saya merasa bahwa ketidak-fahaman dan banyak salah tafsir terhadap Al-Kitab, Kitab Suci Injil dan Al-Masih ‘Isa yang dari Tuhan akan segera dapat dibenarkan dengan penjelasan yang terang dan berwibawa.<br />
BERAWALNYA PELAYANAN DI LUAR<br />
Semenjak 1973 hingga Februari 1978, saya memberi kesaksian saya hanya di atas meja saya saja, dengan membalas surat-surat yang menanyakan tentang keKristenan. Saya menerbitkan jawaban untuk surat-surat ini sebagai dokumentari kebenaran.<br />
Tetapi di dalam bulan Februari 1978 saya berdoa: ’Oh Tuhan, tolong berikan pergerakkan-Mu dalam bidang yang baru, karena bidang saya ini yang cuma berbincang melalui surat seperti sudah hampir kekeringan’. Berdoa untuk ini, saya selanjutnya mendapat jawaban di dalam hati saya bahwa keesokan harinya saya harus keluar dari rumah saya, dan dari sana saya akan mencari bidang baru.<br />
Pada awal pagi keesokan harinya, saya keluar dari rumah saya tanpa mengetahui jalan mana yang harus saya ambil. Saat saya sampai di jalan utama, saya berdoa kepada Tuhan agar Dia menunjukkan arah jalan mana yang patut saya ambil. Jiwa saya memberitahu saya bahwa saya harus pergi ke utara. Oleh karena saya tidak tahu arah sebenarnya, saya cuma berjalan keluar. Saya tidak mengunakan kendaraan apapun, mobil ataupun bis. Ketika saya sampai di depan kantor Institut Al-Kitab di Indonesia, Tuhan memberitahu saya agar saya masuk ke kantor itu. Saya merasa ragu-ragu karena saya tidak kenal siapapun. Disana ada Rev.B.Probowinito, tetapi dia sudah pindah ke Salatiga. Saat ini jika saya masuk ke kantor itu, dengan siapa saya harus berbicara, dan apa yang harus saya katakan? Tetapi jiwa saya mendesak saya supaya saya masuk ke dalam kantor itu, lalu saya masuk ke dalam kantor itu.<br />
Salah seorang teman melihat saya masuk ke kantor itu dan mengenali saya, dan tiba-tiba dia memanggil saya: ’En.Ambrie, Puji Tuhan, petunjuk apa! Setiap orang ingin berjumpa dengan kamu’. Dengan segera kami membuka obrolan kami. Kemudian saya berjumpa dengan Rev.M.K.Tjakraatmadja, yang telah mendengar tentang saya dan ingin berjumpa dengan saya. Saya telah diberkati dengan pertukaran ini. Mereka ingin mendukung kerja-kerja penulisan saya.<br />
Saya kagum jika ini adalah cara/bidang baru tetapi mengambil keputusan bahwa ini adalah bukan. Saya ingin pulang ke rumah tetapi jiwa saya mendesak saya supaya meneruskan perjalanan saya ke utara. Saya berjalan hingga saya berdiri di depan kantor Krsangat V. Jiwa saya memberitahu agar saya masuk dan berjumpa dengan Rev.Dr.Ais M.O.Pormes.Saya kagum bagaimana mungkin saya bisa berbicara dengan Rev.Pormes, sedangkan saya tidak kenal dia dengan baik dan saya tidak termasuk dalam organisasinya. Kami pernah bertemu sebelum ini, tetapi sudah tiga tahun yang lalu. Tetapi Roh Kudus berbisik dihati saya, saya terus masuk ke dalam Krsangat V. Sebelum saya masuk ke kantor itu, saya masih juga da;am keraguan. Sebelumnya, Rumah ini penuh dengan hamba Tuhan, tetapi sekarang agak sepi. Barangkali Rev.Pormes sudah pindah. Bagaimana pun Rev.Pormes melihat saya, dia datang ke depan pintu untuk menjemput saya, dan berkata:’Wahai En.Ambrie! Sebenarnya semenjak kemarin, saya banyak berpikir tentang kamu dan ingin berjumpa dengan kamu di sana karena saya ada sesuatu untuk dibicarakan dengan kamu. Saya mengharapkan kamu, mungkin kita bisa bekerjasama satu sama lain’. Saya hampir terkejut! Bagaimana bisa Rev.Pormes mengingat saya? Kami tidak pernah berkenalan secara mendalam sebelumnya. Tetapi saya teringat doa saya pada hari yang lalu. Mungkin Roh Tuhan yang memimpin diri saya untuk masuk ke bidang baru di sini.<br />
Dalam pembicaraan itu terdapat beberapa perkara yang menyegarkan hati saya dan perasaan saya.Rev.Ais Pormes mengharap saya agar saya bekerja bersama dengannya di dalam melayani Tuhan. Juga dia memperhatikan tentang kesehatan saya yang mana pada waktu itu tidak seberapa baik.<br />
Akhirnya Rev.Pormes memberitahu saya untuk mengambil suratnya yang datang dari M.K.Sinaga, ketua BumiAsih di Jalan 4, Solo. Saya melihat surat itu dan memegangnya. Dari rumah K.M.Sinaga, saya meminta untuk pergi ke Hotel Indonesia pada hari Jumaat, dan dia berkata bahwa beberapa guru di sana ingin berjumpa dan berkenalan dengan saya.<br />
Pada pagi Jumaat, 24 Feb 1978, saya pergi ke Hotel Indonesia, untuk pertemuan persekutuan doa yang diadakan oleh pengusaha Kristen di Jakarta, yang dikenal dengan nama ‘C.B.M.C’<br />
Saya seolah olah sudah diperkenalkan kepada mereka dan mereka telah mengetahui nama saya sebelum ini dan mereka ingin berjumpa dengan saya secara peribadi pada hari itu. Bermula pada hari itu saya dijemput untuk kebaktian dalam beberapa persekutuan di rumah, yang mana telah mendorong saya untuk bekerjasama dengan pelayanan gereja. Saya telah memberikan kesaksian saya pada semua gereja di sekitar Jakarta dan Bandung. Hingga ini sekarang saya membuat pelayanan di luar Jakarta juga, mengunjungi selatan Kalimantan, (Banjarmasin, Amuntai), dan Kalimantan tengah, (Palangkaraya), Jawa Timur,(Surabaya dan Malang), Bandung dan lain-lainnya.<br />
Ini merupakan jalan dan bidang baru bagi saya. Saya meneruskan pelayanan saya dengan penuh kepercayaan, mengkabarkan utusan Kitab Suci Injil Al-Masih melalui pelbagai macam persekutuan dan kesaksian yang berbeda.<br />
Walaupun sekarang saya telah mendapat bidang baru dalam bentuk pelayanan di luar rumah saya, pembicaraan melalui surat tidak pernah berhenti bahkan semakin bertambah.Puji Tuhan! Semua surat itu telah memberkati saya dan saya dapat menjawab pelbagai jenis pertanyaan dengan sangat berhasil!<br />
TUHAN MEMPERLUAS PELAYANAN SAYA<br />
Pada 13 Mei 1979, dengan jemputan para penulis, saya diminta untuk menyampaikan ceramah di Masjid Darussalam, Jln Batanghari, Jakarta, Di hadapan perkumpulan pemuda-pemuda Muslim yang terlibat dengan Lembaga Pengajian Islam Al-Furqan. Thema pembicaraannya ialah : ‘Isa Al-Masih adalah Tuhan’. Ketua perdebatan itu adalah Drs. Abunyamin Roham dan Sany Ardi. Para hadirin yang menghadiri dialog tersebut sekitar 100 orang, yang terdiri dari pelajar dan juga guru-guru Islam. Hanya saya sendirian yang datang untuk memberikan jawaban. Dialog ini berakhir dengan keadaan yang baik. Diaolog persahabatan ini diakhiri dengan berjabat tangan.<br />
Pada 22 Juli 1979, ceramah ini disambung antara saya dengan beberapa pemimpim Islam dari majlis Ulama (Muslem Theologian Counsil). Thema pembicarannya adalah ‘Kekuasaan Tuhan-satu dalam Triniti?’. Terdiri dari 10 orang yang mengikuti perdebatan itu, diantaranya adalah Professor Dr. H.M. Rasyidi, Drs. Bunyamin Rohan, Dr. Tagor dan Dr. Asmuni. Moderatornya adalah Dr. Marmansyah Rahman. Yang turut menghadiri sekitar 150 orang yang terdiri dari pemimpin-pemimpin dan guru-guru Islam, dan juga para cendikiawan.<br />
Dua bulan setelah 15 Agustus, saya pergi mengunjungi beberapa tempat di luar kawasan Jakarta, di Barat dan juga Timur Jawa. Pada 1 September, saya berkesempatan memimpin pelayanan Injili dan Kitabiah serta berkunjung ke Menado, Unjung Pandang, Tanah Toraja, Palopo, Balikpapan, Banjarmasin dan juga Kapuas, sambil memberikan kesaksian saya.<br />
PENUTUP<br />
Penyelamatan sangatlah penting untuk setiap orang. Penyelamatan untuk diri sendiri, penyelamatan untuk keluarga, keselamatan harta benda dan berbagai jenis keselamatan yang lainnya. Semuanya ini telah menjadi sasaran utama di dalam kesejahteraan kehidupan.<br />
Seseorang yang beragama, penyelamatan adalah tidak terbatas hanya pada kehidupan duniawi saja, ini meliputi juga keselamatan Rohnya dari pengaruh dosa kepada kebebasan. Penyelamatan Rohnya berhubungan erat dengan hakikat kasih-sayang, yang mana merupakan dasar kehidupan Syurgawi.<br />
Katakan Adam dan Hawa tidak terjerumus ke dalam lembah dosa, manusia masih mempunyai kehidupan yang kekal. Tetapi oleh karena akibat-akibat dosa yang menyusul dari Adam dan Hawa, yang telah melanggar larangan Tuhan, maka manusia Adam dan Hawa telah tersisih dari peluang mereka untuk kehidupan kekal dan terjerumus ke dalam lembah yang mengakibatkan terpisahnya dari kesejahteraan ilahi. Batas akhir untuk keadaan ini adalah kematian dan maut<br />
‘Isa Al-Masih pernah bersabda :<br />
‘Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan’. (Yoh 10:10b)<br />
‘Ajarkan mereka mentaati semua yang sudah Kuperintahkan kepadamu. Dan ingatlah Aku akan selalu menyertai kalian sampai akhir zaman’. (Mat 28:20)<br />
Malaikat memberitahu pengikut Al-Masih ‘Isa:<br />
dan berkata kepada mereka: ‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga’. (Kis 1:11)<br />
Dalam satu perkara Al-Masih ‘Isa sendiri berkata:<br />
‘Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya’. (Luk 21:27)<br />
Kedatangan kedua ‘Isa Al-Masih bukan saja diberitahukan di dalam Al-Kitab, malah kebenaran ini didukung dan dipercayai juga oleh kaum Muslim sebagaimana yang kita baca di dalam Hadith Sahih Muslim, di dalam rujukan 127, terdapat kenyataan tentang kedatangan Al-Masih ‘Isa sebagai Hakim yang adil dan benar.<br />
Terdapat 4 janji yang akan menyusul bagi anak-anak Tuhan:<br />
1. Kehidupan kekal di Syurga dan kehidupan yang lebih mulia dari pada Adam dan Hawa yang merupakan ciptaan asalNya. Dalam usaha untuk mendapatkan kehidupan yang kekal dan keselamatan di Syurga, manusia harus percaya kepada ‘Isa Al-Masih dan menjadi pengikut yang taat serta dibaptiskan.<br />
2.	Kehidupan sepenuhnya, Roh, fisik seperti keperluan material, diperoleh dalam bentuk anugerah kerahmat dari Syurga.<br />
3.	Pengikut Al-Masih ‘Isa tidak akan kekurangan sesuatupun tetapi akan senantiasa penuhi dengan berkelimpahan.<br />
4. Roh Allah atau Roh Kudus akan senantiasa kekalan dalam setiap orang yang mengaku Kristus, dan menjadi pengikut setiaNya, selama-lamanya hingga ke Hari Kiamat.<br />
Oleh sebab itulah yang mendorong saya untuk menghimbau kepada Anda, Para pembaca yang dikasihi :<br />
Buatlah keputusan anda sekarang! Ambil keputusan untuk menerima janjiNya dan bersedia untuk diselamatkan. Terimalah Rohul-Kudus ‘Isa Al-Masih di dalam hati anda dengan iman, jadilah kehidupan baru, anda akan senantiasa terjamin dan damai sejahtera di dalamNya. Jadi kita boleh hidup bersama-sama dengan Tuhan untuk selama-lamanya.<br />
Jangan lepaskan peluang ini. Jangan tunggu hingga esok. Lakukan apa yang patut anda lakukan hari ini. Esok mungkin sudah terlambat. Pintu bertaubat mungkin akan ditutup dan anda akan hidup dalam penyesalan dan menanggung penderitaan untuk selama-lamanya. Datang dengan hati yang benar, dan terimalah ‘Isa Al-Masih sebagai Rabbi anda dan Penyelamat pribadi anda supaya anda boleh memasuki pintu keselamatan di Syurga untuk selama-lamanya.<br />
Pesan admin :<br />
Janganlah ragu untuk menerima anugerah keselamatan kekal, jangan terperdaya.</p>
<p>=================================</p>
<p><strong>Komentar Iman Kristen:</strong></p>
<p>Terima kasih atas perbandingan yang &#8220;jernih&#8221; antara 2 agama yang selalu bertikai ini. Kiranya dengan kesaksian anda, menjadi berkat untuk &#8220;menemukan&#8221; titik tengah dan kedamaian antara Islam dan Kristen yang selalu bertikai.</p>
<p>Tuhan Yesus memberkai anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=166&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2009/08/12/pelopor-muhammadiah-mencoba-mempelajari-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yesus menurut Alquran dan Hadis</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2009/08/06/yesus-menurut-alquran-dan-hadis/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2009/08/06/yesus-menurut-alquran-dan-hadis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 01:59:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus adalah Mesias]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah cuplikan diksusi antara Natsir dan CosmicBoy. Saya harap data-data ini bisa diperlengkapi, baik oleh kaum moslem maupun kaum Kristen dengan ayat-ayat-nya. Dimohon bantuannya, semua rekans moslem dan Kristen. Tuhan Yesus memberkati respons anda semua. ============================================ @ Natsir, Saya ingin nanya…jangan kabur oke. Bisa? Saya sering juga membaca Al-Quran dan amat tertarik dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=161&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah cuplikan diksusi antara Natsir dan CosmicBoy.</p>
<p>Saya harap data-data ini bisa diperlengkapi, baik oleh kaum moslem maupun kaum Kristen dengan ayat-ayat-nya.</p>
<p>Dimohon bantuannya, semua rekans moslem dan Kristen.</p>
<p>Tuhan Yesus memberkati respons anda semua.<span id="more-161"></span></p>
<p>============================================</p>
<p>@ Natsir,  Saya ingin nanya…jangan kabur oke.</p>
<p>Bisa?  Saya sering juga membaca Al-Quran dan amat tertarik dengan ayat-ayat tentang Yesus.  Saya kumpulkan semua ayat mengenai Yesus. Hasilnya Yesus disebut sebanyak 25x.</p>
<p>Seusai membaca semua ayat ini saya membuat kesimpulan bahwa Yesus dipaparkan dari 2 sisi.</p>
<p>Yang pertama, Yesus itu manusia biasa, kemudian diangkat menjadi Nabi/Rasul (dalam teologi Kristen, itu disebut Low Christology) .</p>
<p>Yang kedua, Yesus itu lebih dari seorang manusia (dalam teologi Kristen disebut High Christology).  Dia teristimewa di dunia dan akhirat (tidak ada nabi yang posisinya demikian).  Dia dari Firman-Nya dan dari Roh-Nya (tidak ada nabi yang posisinya demikian).  Dia adalah Tanda dari Allah (tidak ada nabi yang posisinya demikian).  Yesus memberi pengetahuan tentang Hari Kiamat. Hanya Allah saja pengetahuan tentang Hari Kiamat.  Yesus dari Roh-Nya yang menjelma menjadi manusia sempurna.</p>
<p>Di Hadith kalian, Yesus digambarkan dengan High Christology oleh Muhammad. Antaranya ialah:  Semua manusia (termasuk Muhammad) yang dilahirkan sempat dijamah Iblis tapi Yesus tidak pernah!  Yesus adalah Hakim yang Adil. Untuk menjadi Hakim, Dia haruslah Maha Tahu dan Maha Adil. Hanya Allah saja Maha Tahu dan Maha Adil. Masak manusia (kalo Yesus itu manusia) memiliki sifat2 Allah?  Oke, ada koment.  Saya nunggu.</p>
<p>=================================</p>
<p>Ada yang bisa menambahkan???</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=161&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2009/08/06/yesus-menurut-alquran-dan-hadis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>83</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muhammad Pernah Beragama Kristen</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2009/06/17/muhammad-pernah-beragama-kristen/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2009/06/17/muhammad-pernah-beragama-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 10:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad beragama Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad dan Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum kita memikirkan dan berdiskusi mengenai hal ini, ada baiknya kita memikirkan beberapa definisi penting. 1. Logika, menurut definisinya. Logika tidak pernah “tergantung” dari bukti atau pembuktian. Sesuatu yang logis lebih kepada bisa diterima oleh akal pikiran dengan dasar-dasar argumentasi yang logis. 2. Kebenaran, tidak pernah ditentukan oleh suara terbanyak, atau juga kesepakatan bersama. Kebenaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=158&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum kita memikirkan dan berdiskusi mengenai hal ini, ada baiknya kita memikirkan beberapa definisi penting.</p>
<p>1. Logika, menurut definisinya. Logika tidak pernah “tergantung” dari bukti atau pembuktian. Sesuatu yang logis lebih kepada bisa diterima oleh akal pikiran dengan dasar-dasar argumentasi yang logis.</p>
<p>2. Kebenaran, tidak pernah ditentukan oleh suara terbanyak, atau juga kesepakatan bersama. Kebenaran tetaplah kebenaran.</p>
<p>3. Logika yang baik, bisa berhubungan dengan kebenaran dan tidak ditentukan oleh “kesepakatan mayoritas”.</p>
<p>Sesuatu yang tidak bisa dibuktikan secara “pasti” dengan bukit-bukti yang otentik, dapat dikatakan masuk akal, sepanjang memenuhi “alur logika”.</p>
<p>Sekarang, mari dengan logika yang tajam dan akurat serta jernih…, kita membahas hal ini.</p>
<p>Beberapa bukti nyata, menyatakan dengan sungguh…, bahwa Muhammad pernah beragama Kristen.<span id="more-158"></span></p>
<p>Pernyataan ini, berkonotasi 2 hal penting:</p>
<p>1. Ada masa/waktu Muhammad menyembah Tuhan Yesus (beragama Krsiten),</p>
<p>2. Ada masa/waktu Muhammad “menyimpang” dari ajaran Tuhan Yesus (Keluar dari Kristen).</p>
<p>Sebelum membahas hal ini, perlu kita perhatikan masa/jaman sebelum Muhamamd lahir, itu adalah masa kaum “penyembah berhala” menguasai Mekkah. Sehingga konsep Allah yang tidak telihat (Allah yang sejati), tidaklah mungkin dimengerti oleh masyarakat saat itu.</p>
<p>Sistem budak, juga menguasai negeri tersebut, perhormatan yang tidak baik kepada wanita, termasuk prinsip poligami (banyak istri dan maen bebas dengan budak), bukanlah hal yang ditabukan.</p>
<p>Sekarang, untuk bukti bagian 1, Muhammad beragama Kristen:</p>
<p>1. Muhammad mengenal konsep Allah dari Istri Kristen-nya. Konsep Allah yang Esa adalah Konsep utama Kristen. Ini diadopsi oleh Muhammad, bangsa Arab yang tidak mengerti adanya Allah (Keluarga Muhammad adalah penyembah berhala, termasuk Muhammad saja).</p>
<p>2. Muhammad mengerti konsep Tritunggal (Esa-Jamak), karena itulah dalam menyebut Allah, digunakan konsep “Nahnu” (Tunggal-Jamak) dalam Alquran. Ini tentu merupakan pengenalan Muhammad yang dimengerti setelah mendengarkan Alkitab yang dibacakan oleh istri Kristennya, mengenai Alah Tritunggal (Tunggal-Jamak).</p>
<p>3. Muhammad penganut Monogami. Konsep Monogami adalah Konsep utama Kristen (Penganut kepercayaan pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), demikian juga dengan agama Yahudi (penganut kepercayaan Perjanjian Lama). Muhammad setelah menjadi Kristen, menolak tradisi agama penyembah berhala yang selama ini dianutnya. Buktinya adalah, selama istri Kristennya hidup, Muhammad tetap penganut Monogami.</p>
<p>4. Muhammad mengetahui (belajar dari Istri Kristennya) bahwa Yesus Kristus itu “dilahirkan” atau “dianaungi” oleh Roh Kudus.</p>
<p>5. Muhammad juga belajar ketika menjadi Kristen akan pengertian bahwa Yesus Kristus adalah penghakim seluruh umat manusia pada hari kiamat.</p>
<p>6.  Yang terpenting adalah: Muhammad belajar konsep KASIH dari istri kristennya. Perhatikanlah ayat-ayat Alquran (Mekkah) yang dikutip dari Alkitab ketika istri Kristennya masih hidup.</p>
<p>7. Alquran (Mekkah) sebenarnya lebih merupakan “hapalan” (catatan kecil) Muhammad, itu adalah bagian yang sanggup dihapalkannya ketika mendengarkan Alkitab yang dibacakan oleh istri Kristennya.</p>
<p>8. Muhammad mengerti akan Adam, nabi nabi di Alkitab, karena Muhammad merupakan umat Kristiani yang “taat”. Kelemahannya yaitu “buta” tulis dan baca ditutupi dengan keinginan kerasnya untuk menghapal Alkitab semampu yang dia bisa lakukan.</p>
<p>9. TETAPI tentu saja, kita harus mengakui bahwa Muhammad sebagai manusia biasa, PASTI tidak MAMPU menghapal seluruh isi Alkitab.</p>
<p>10. Bukti-bukti lainya, akan ditambahkan kemudian.</p>
<p>Sekarang, point no.2</p>
<p>Ketika Istri Kristennya meninggal dunia, Muhammad begitu bersedih hati. Sesungguhnya, kekuatan Muhammad terletak pada Istri Kristennya karena konsep “berhala” dari agama terdahulunya itu, bisa disingkirkan dan tetap setiap sebagai umat Kristen.</p>
<p>TETAPI setelah istri Kristennya meninggal dunia…, lain lagi ceritanya.</p>
<p>Alquran Madinah, sekarang lebih berisikan “kekerasan hati” Muhammad, sifat “pembunuh”, poligami, maen bebas dengan budak dan sebagainya.</p>
<p>Juga ketidak-mampuan Muhammad menghapal Alkitab, mengakibat “kesalahannya” dalam menyuarakan ulang isi Alkitab, ada perbedaan dengan aslinya. Ketidak mampuan Muhammad menghapal seluruh isi Alkitab inilah yang menjadi penyebab utama “pertikaian” antara umat Islam dan Kristen.</p>
<p>Bukti-bukti lainnya akan diberikan.</p>
<p>Demikianlah sekilas pemikiran yang “akurat dan jernih” bahwa Muhammad pernah beragama Kristen.</p>
<p>Pemikiran pembaca semua, baik dari Kristen maupun Islam diperlukan. Sesunguhnya kalau Muhammad adalah pemeluk agama Kristen juga, maka “pepecahan” dan “pertikaian” selama ini dapat “diharmoniskan” dan dapat ditermukan “titik temu” antara 2 agama yang selama ini selalu bertikai.</p>
<p>Pendapat dan komentar “cerdas” anda sangatlah diperlukan.</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=158&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2009/06/17/muhammad-pernah-beragama-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>234</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Alquran dan Alkitab</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2009/04/10/keajaiban-alquran-dan-alkitab/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2009/04/10/keajaiban-alquran-dan-alkitab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 06:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab Suci]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Marilah kita pelajari keajaiban Alquran dan Alkitab. Keajaiban Alquran: Sebagian dari tulisan ini diterjemahkan dari tulisan Sam Shamoun di Answering Islam yang berjudul Respons to 7 Wonders of Qur’an yang merupakan bantahan terhadap tulisan dari Dr. Jamal Badawi. Dr. Jamal Badawi adalah salah satu tokoh Apologetic Islam yang terkemuka di Amerika. Dia berpendapat ada 7 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=152&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Marilah kita pelajari keajaiban Alquran dan Alkitab.  <strong></strong></p>
<p><strong>Keajaiban Alquran:</strong></p>
<p><span style="color:#000099;">Sebagian dari tulisan ini diterjemahkan dari tulisan Sam Shamoun di Answering Islam yang berjudul Respons to 7 Wonders of Qur’an yang merupakan bantahan terhadap tulisan dari Dr. Jamal Badawi. Dr. Jamal Badawi adalah salah satu tokoh Apologetic Islam yang terkemuka di Amerika.</span> <span style="color:#ff0000;">Dia berpendapat ada 7 bukti (no. 2 –8 )</span><span style="color:#000099;">tentang keajaiban Qur’an yang membuktikan bahwa Qur’an berasal dari Allah dan Muhammad adalah UtusanNya. Dalam tulisan ini akan dibahas 9 klaim keajaiban Al-Qur’an. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Klaim-klaim terhadap keajaiban al-Qur’an tersebut adalah :<span id="more-152"></span></span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>1. AL-QUR’AN TETAP SAMA DARI JAMAN MUHAMMAD HINGGA SEKARANG (tambahan)</strong></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Pendapat bahwa Al-Qur’an yang sekarang adalah sama persis dengan apa yang dibacakan oleh Muhammad SAW adalah klaim bohong. Klaim ini sengaja dibuat oleh ulama-ulama muslim dengan mengesampingkan laporan-laporan kuno dan sejarah perkembangan Al-Qur’an itu sendiri. Namun ada juga sumber kritis yang mau mengakui kebohongan klaim tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sumber :</span> <a href="http://www.submission.org/quran/warsh.html">http://www.submission.org/quran/warsh.html</a></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Are all the Arabic versions of the Quran the same ? By Said Abdo and Khalil Uthman Detroit, Michigan, USA</span></strong></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">These scholars were unaware of the true miracle of the Quran and therefore made up lies about the prophet and even claimed him miracles that he never performed. One of the famous misinformation spread by these scholars is that all the Qurans in the world are identical, and that it is free from any variation. This is not true and has nothing to do with God&#8217;s promise in verse15:9. Although the Christian missionaries like to attack the Quran for such variations they only show their ignorance with the Quran and its miracle.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Pakar-pakar ini tidaklah menyadari akan keajaiban sebenarnya dari qur’an sehingga MEMBUAT KEBOHONGAN TENTANG NABI DAN MENGKLAIM ADANYA MUJIZAT YANG TIDAK PERNAH DILAKUKAN NABI. Salah satu PENYESATAN INFORMASI OLEH PAKAR-PAKAR INI ADALAH PERNYATAAN BAHWA QUR’AN DISELURUH DUNIA ADALAH SAMA, TIDAK ADA VARIASINYA SAMA SEKALI. INI TIDAKLAH BENAR dan tidak ada hubungannya dengan janji Allah dalam QS 15 : 9. Sekalipun misionaris Kristen menyukai untuk menyerang qur’an karena variasi bacaan tersebut, itu hanyalah menunjukkan ketidaktahuan mereka tentang qur’an dan keajaibannya.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Berikut ini diberikan beberapa kutipan bahwa Al-Qur’an tidaklah sama sejak jaman nabi Muhammad SAW hingga tahun 1924 saat distandarisasi kesekian kalinya.</span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>• PADA JAMAN NABI HIDUP, AL-QUR’AN TIDAKLAH SAMA</strong> </span><br />
<span style="color:#000099;">Kutipan dari : </span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Membahas Ilmu-Ilmu Al-Qur’an </strong></span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>DR Subhi As Shalih </strong></span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Pustaka Firdaus, Jakarta, 2001, halaman 119</strong></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Diceritakan tentang percekcokan Umar bin Khatab dengan Hisyam bin Hakim sbb :</span></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Pada suatu hari semasa Rasulullah masih hidup, aku mendengar Hisyam bin Hakim membaca SURAH AL FURQAAN. Aku mendengarkan baik-baik bacaannya. Tapi tiba-tiba ia membaca <strong>BEBERAPA HURUF YANG TIDAK PERNAH DIBACAKAN RASULULLAH</strong> kepadaku sehingga hampir saja ia kuserang ketika ia sedang shalat. Akhirnya kutunggu ia sampai mengucapkan salam. Setelah itu kutarik bajunya. Aku bertanya kepadanya : “Siapakah yang membacakan surah itu kepadamu?”. <strong>IA MENJAWAB, “RASULULLAH YANG MEMBACAKANNYA KEPADAKU.” Kukatakan, “Engkau berdusta! Demi Allah, RASULULLAH TIDAK MEMBACAKAN SURAH ITU KEPADAKU SEPERTI KUDENGAR DARIMU.</strong>” Hisyam bin Hakim lalu kuseret menghadap rasulullah dan aku bertanya, “Ya Rasulullah, aku mendengar orang ini membaca surah Al-Furqaan dengan huruf-huruf yang tidak engkau bacakan kepadaku ketika engkau membacakan surah Al-Furqaan kepadaku.!” Rasulullah menjawab, “Hai Umar, lepaskan dia. Hai Hisyam, bacalah.” Hisyam kemudian membaca surah Al-Furqaan sebagaimana yang kudengar tadi. Kemudian rasulullah menanggapinya, “Demikian surah itu diturunkan.”. Beliau melanjutkan, <strong>“Qur’an itu diturunkan dalam tujuh huruf, karena itu BACALAH MANA YANG MUDAH DARI AL-QUR’AN.”</strong> (Sahih Bukhari VI, hal 185)</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Jadi dari hadis diatas terlihat <strong>RASULULLAH MENDIKTEKAN SURAH AL-FURQAAN YANG BERBEDA</strong> kepada Umar dan Hisyam.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Ini jelas bahwa <strong>HAFALAN RASULULLAH TIDAK TEPAT</strong>.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Muslim biasanya berargumen bahwa perbedaan hanya sekedar perbedaan dialek. Inipun tidak tepat karena <strong>Umar dan Hisyam keduanya adalah ORANG QURAISH dan keduanya konon adalah mereka yang MENDENGAR LANGSUNG rasulullah mendiktekan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dalam dialek QURAISH</strong>.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sumber : </span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Muqadimah Al-Qur’an </strong></span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Bab Satu, halaman 25</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>Tugas panitia adalah membukukan al-Qur’an, yakni menyalin dari lembaran-lembaran yang tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini Usman menasihatkan supaya : </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>a. mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur’an </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>b. kalau ada pertikaian antar mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan dalam menurut <strong>DIALEK SUKU QUIRAISY, SEBAB AL-QUR’AN DITURUNKAN MENURUT DIALEK MEREKA</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Yang sangat mungkin adalah hadis tentang 7 huruf adalah <strong>KEBOHONGAN KEMUDIAN</strong> untuk membenarkan adanya perbedaan bacaan tersebut sehingga ada alasan kalau <strong>HAFALAN RASULULLAH BERBEDA-BEDA SAAT MENDIKTEKAN KEPADA si A atau si B.</strong></span><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>• SETELAH NABI MENINGGAL, AL-QUR’AN TIDAKLAH SAMA</strong> </span><br />
<span style="color:#000099;">Ini sangat jelas dari alasan Usman membuat satu standar Al-Qur’an yaitu karena <strong>ADANYA PERBEDAAN AL-QUR’AN ANTARA PENGIKUT IBN MAS’UD (PRAJURIT IRAK) DAN UBAY BIN KAAB (PRAJURIT SYRIA)</strong> sebagaimana dilaporkan oleh Huzaifah bin Yaman</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sumber : </span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Muqadimah Al-Qur’an </strong></span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Bab Satu, halaman 25</strong></span></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Beliau ini ikut dalam pertempuran menaklukan Armenia dan Azerbaijan, maka selama dalam perjalanan dia pernah mendengar <strong>PERTIKAIAN KAUM MUSLIMIN TENTANG BACAAN BEBERAPA AYAT AL-QUR’AN </strong>……..</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Muslim akan berargumen perbedaan hanya dari segi dialek. Namun jelas perbedaan antara mushaf Ibn Mas’ud dan Ubay bin Kaab <strong>BUKAN PERBEDAAN DIALEK MELAINKAN PERBEDAAN ISI AL-QUR’AN</strong>.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Menurut laporan Suyuthi : </span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Suyuthi, al Itqan fi Ulum al Quran, vol 1 halaman 224, 226, 270-73</strong></span></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;"><strong>IBN MAS’UD MENOLAK MEMASUKKAN SURAH 1, 113 DAN 114, KARENA SURA-SURA TERSEBUT ADALAH DOA-DOA DAN MANTERA UNTUK MENGUSIR SETAN</strong>. Hal ini diperkuat dengan laporan dari al Razi, al Tabari dan Ibn Hajar</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Sementara mushaf Ubay bin Kaab, mushaf Ibn Abbas, Abu Musa al Ashari dan Ali bin Abi Thalib justru ada penambahan 2 <strong>SURAH YANG UNIKNYA SEKARANG JUSTRU TIDAK ADA DI AL-QUR’AN EDISI KAIRO 1924</strong>.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Menurut laporan Suyuthi : </span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 hal 227, vol 3 hal 85</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>Dua surah yang bernama <strong>&#8220;AL-KHAL&#8221; DAN &#8220;AL-HAFD&#8221; TELAH DITULIS DALAM MUSHAF UBAYY BIN KA&#8217;B DAN MUSHAF IBN ABBAS, SESUNGGUHNYA ALI AS MENGAJAR KEDUA SURAH TERSEBUT KEPADA ABDULLAH AL-GHAFIQI, UMAR B. KHATTTAB DAN ABU MUSA AL-ASY&#8217;ARI</strong> juga membacanya.</em></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Jadi jelas, setelah Muhammad SAW meninggal, mushaf-mushaf sahabat berbeda satu dengan lainnya.</span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">• SETELAH DISTANDARISASI USMAN, AL-QUR’AN MASIH BERBEDA-BEDA.</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;">Mushaf yang distandarisasi oleh Usman ditulis dalam bahasa Arab yang masih sangat sederhana, dimana : </span><br />
<strong><span style="color:#000099;">1. Tidak ada tanda baca </span></strong><br />
<strong><span style="color:#000099;">2. Tidak ada indikasi huruf hidup </span></strong><br />
<strong><span style="color:#000099;">3. Tidak ada pembeda konsonan yang bersimbol sama (15 konsonan bisa dibaca menjadi 28 konsonan yang berbeda)</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;">Karenanya tulisan mushaf Usman tersebut bisa dibaca dengan berbagai macam cara yang berbeda-beda. Tergantung penambahan huruf hidupnya dan penambahan titik diakritis terhadap konsonannya. </span><br />
<span style="color:#000099;">Akibatnya timbullah bermacam-macam variasi bacaan, maka lagi-lagi harus dilakukan standarisasi pasca Usman :</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Dikutip dari Luthfi A dari Islamlib :</span><br />
<a href="http://islamlib.com/id/page.php?page=article&amp;id=447"><strong>http://islamlib.com/id/page.php?page=article&amp;id=447</strong></a><strong> </strong><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Merenungkan Sejarah Alquran</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>Untuk mengatasi <strong>VARIAN-VARIAN BACAAN YANG SEMAKIN LIAR</strong>, pada tahun 322 H (944 M), Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid (w. 324 H) melakukan penertiban. <strong>SETELAH MEMBANDING-BANDINGKAN SEMUA MUSHAF YANG ADA DI TANGANNYA</strong>, Ibn Mujahid memilih tujuh varian bacaan dari para qurra ternama, yakni : </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>1. Nafi (Madinah) </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>2. Ibn Kathir (Mekah) </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>3. Ibn Amir (Syam) </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>4. Abu Amr (Bashrah) </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>5. Asim, Hamzah, dan Kisai (ketiganya dari Kufah). </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>Tindakannya ini berdasarkan hadis Nabi yang mengatakan bahwa “Alquran diturunkan dalam tujuh huruf.”</em></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Adanya perbedaan tulisan Al-Qur’an ini dilaporkan juga oleh seorang ulama yaitu ibn al-Nadim di tahun 988 M.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sumber : </span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Fihrist, Ibn al-Nadim, halaman 79</strong> </span><br />
<span style="color:#000099;">Dalam buku Fihrist, Ibn Al-Nadim menuliskan daftar buku-buku kuno yang membahas tentang perbedaan antar manuskrip qur’an kuno sbb :</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>Buku Tentang Perbedaan Manuskrip (Qur’an) </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>• Perbedaan Antara Manuskrip Penduduk Madina, Kufa dan Basrah menurut al Kisai </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>• Kalaf, Buku Tentang Perbedaan Manuskrip </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>• Perbedaan antara Penduduk Kufa, Basra dan Siria tentang Manuskrip, karya al Farra </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>• Perbedaan Antar Manuskrip, karya al Sijistani </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>• Al Mada’ini tentang perbedaan antar manuskrip dan pengumpulan al Qur’an </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>• Perbedaan Manuskrip antara Penduduk Syria, Hijaz dan Iraq, karya Ibn Amir al Yashubi </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>• Buku karya Muhammad ibn ‘Abd Al-Rahman al-Isbahani tentang perbedaan manuskrip</em></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Fakta dimana penambahan huruf hidup dan titik diakritis berbeda-beda antar kota <strong>MEMATAHKAN ARGUMEN BAHWA AL-QUR’AN TELAH DIHAFALKAN DENGAN SEMPURNA</strong>. Bahkan setelah dibantu dengan tulisan dasarnya, hafalan masing-masing kota ternyata berbeda-beda.</span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>• PENULISAN ULANG DI KAIRO 1923/1924</strong> </span><br />
<span style="color:#000099;">Upaya terakhir untuk menstandarisasi Al-Qur’an dilakukan di Kairo Mesir ditahun 1923/1924. Satu catatan yang unik adalah mushaf Kairo 1924 ini <strong>TIDAK DISUSUN DARI NASKAH KUNO YANG MANAPUN</strong>, <strong>melainkan DIKLAIM mendasarkan pada murni “HAFALAN”.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sumber :<br />
The writing of the Quran and the timing of the mathematical miracle<br />
</span><a href="http://www.submission.org/miracle/writing.html" target="_blank">www.submission.org/miracle/writing.html</a></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>It was not until the year 1918 when the Muslim scholars, gathered in Cairo, Egypt, and decided to write a standardized edition of the Quran that avoids all the obvious scribes&#8217; errors in different editions of the Quran floating in the world and to standardize the numbering f the suras and verses of the Quran. In 1924, they produced the edition of the Quran that later became the standard edition around the world. They depended mainly on the oral transmission of the Quran to correct all the contradiction seen in the different Rasm (Orthography) and numbering of different Qurans</em></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>Hingga ditahun 1918 ketika pakar-pakar muslim, berkumpul di Kairo, Mesir dan memutuskan untuk <strong>MENULISKAN EDISI STANDARD AL-QUR’AN UNTUK MENGHINDARKAN SEMUA KESALAHAN TULISAN DALAM EDISI AL-QUR’AN YANG SAAT ITU BEREDAR</strong> diseluruh dunia dan untuk menstandarkan penomoran surah dan ayat-ayat alQ-ru’an. Di tahun 1924 mereka menerbitkan edisi Al-Qur’an yang kemudian menjadi standar edisi diseluruh dunia. <strong>MEREKA SEPENUHNYA MENDASARKAN PADA TRADISI LISAN AL-QUR’AN UNTUK MENGOREKSI SEMUA PERBEDAAN TULISAN DAN PENOMORAN DARI AL-QUR’AN YANG BERBEDA-BEDA.</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Ini sangat serius karena menjadikan seluruh TULISAN Al-Qur’an sebelum 1923/1924 adalah SALAH. Salah satu contohnya adalah :</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sumber :</span><br />
<a href="http://www.understanding-islam.com/related/history.asp">http://www.understanding-islam.com/related/history.asp</a></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>5. The Extant Samarkand Codex at Tashkent Many Muslims scholars believe that the Samarkand Codex preserved at the Tashkent Library is the one compiled by ‘Uthman (rta). A close examinatikon of the text of this mushaf has shown that it cannot be – since <strong>IT IS DIFFERENT FROM THE CODEX WE HAVE IN OUR HANDS TODAY</strong>.</em></span></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Banyak pakar muslim mempercayai bahwa kodek Samarkand yang disimpan di perpustakaan Tashkent adalah mushaf yang dikumpulkan oleh Usman. Pemeriksaan cermat terhadap teks mushaf ini membuktikan bahwa mushaf ini bukan mushaf asli Usman karena <strong>MUSHAF INI BERBEDA DENGAN KODEKS YANG KITA MULIKI SAAT INI</strong>.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Jadi klaim muslim bahwa Al-Qur’an selalu sama tidaklah berdasar. Keseragaman teks dan isi Al-Qur’an baru dicapai setelah tahun 1924 dengan diterbitkannya <strong>KARANGAN AL-QUR’AN YANG BARU OLEH ULAMA-ULAMA MUSLIM. HASIL KARYA TAHUN 1924 INILAH YANG KEMUDIAN DIKLAIM SAMA DENGAN YANG DIBACA OLEH NABI MUHAMMAD SAW</strong>.</span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">2. BUKTI INTERNAL : QUR’AN MENGKLAIM SEBAGAI KALIMAT ALLAH</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;">Argumen bahwa sebuah buku yang mengaku berasal dari Allah adalah cukup sebagai bukti adalah tidak berdasar. Banyak penulis yang akan mampu melakukannya dan membuat klaim yang serupa. Lagipula dalam Qur’an ada bukti ayat yang mengindikasikan bahwa Qur’an bukanlah kalimat Allah :</span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Contoh kesatu :</span></strong><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>QS 27 : 91 </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em><strong>AKU HANYA DIPERINTAHKAN UNTUK MENYEMBAH TUHAN NEGERI INI</strong> (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.</em></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Jika Allah yang berbicara, maka siapa lagi Tuhan yang dilayaniNya? Jika ayat diatas adalah kalimat malaikat atau Muhammad maka Qur’an tidak dapat dianggap 100% kalimat Allah.</span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Contoh kedua :</span></strong><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 19 : 64 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;"><strong>DAN TIDAKLAH KAMI (JIBRIL) TURUN</strong>, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Terjemahan ditambah kata yang tidak ada yaitu jibril. Jika Allah yang berbicara, maka SIAPA LAGI TUHAN YANG MEMERINTAHKAN ALLAH SWT UNTUK TURUN? Atau jika memang itu kalimat Jibril, maka Qur’an tidak dapat dianggap 100% kalimat Allah.</span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Contoh ketiga :</span></strong><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 113 : 1: Katakanlah : “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh” </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 114 : 1 : Katakanlah : “Aku berlindung kepada Tuhan manusia”</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Jelas kalimat diatas bukanlah kalimat Allah, sehingga oleh editor Al-Qur’an harus ditambahkan KATAKANLAH. Itulah sebabnya ABDULLAH IBN MASUD TIDAK MEMASUKKAN SURAH 113 DAN 114 dengan alasan bahwa sura tersebut berisikan doa yang diucapkan manusia kepada Allah, bukan kalimat Allah yang ditujukan kepada manusia, bahkan dengan penambahan “Katakanlah” sekalipun.</span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Contoh keempat :</span></strong><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 69 : 40 : Sesungguhnya Al-Qur&#8217;an itu adalah benar-benar wahyu (ALLAH YANG DITURUNKAN KEPADA) Rasul yang mulia</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Kalimat <strong>&#8220;ALLAH YANG DITURUNKAN KEPADA&#8221;</strong> tidak ada dalam Al-Qur&#8217;an. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Jadi QS 69 : 40 seharusnya berbunyi :</span><br />
<span style="color:#ff0000;">Sesungguhnya Al-Qur&#8217;an itu adalah benar-benar WAHYU RASUL yang mulia</span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>3. KEJUJURAN DAN INTEGRITAS PENERIMA WAHYU</strong> </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Bahkan sebelum menjadi nabi, Muhammad telah dipanggil al-amin (Terpuji, Terpercaya dll) karena kejujurannya. Untuk membuktikan integritas Muhammad SAW, muslim sering mengkutip ayat-ayat qur’an dimana Muhammad SAW memohon ampun atas dosa-dosanya. Jika qur’an adalah karangannya, mengapa menggambarkan dirinya sebagai manusia berdosa? Kenapa tidak memuliakan dirinya sendiri seperti orang kristen memuliakan Yesus? Menurut muslim, inilah bukti kebenaran wahyu yang diterima Muhammad SAW dari Allah, dengan mengesampingkan apakah wahyu tersebut menguntungkan atau tidak. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Lagi, argumen yang digunakan tidak tepat karena ini berarti harus menerima seluruh klaim pemimpin dan pendiri agama yang jujur yang mengakui kelemahan manusiawinya. Hal ini mengakibatkan seluruh agama / aliran kepercayaan menjadi memiliki klaim sebagai berasal dari Allah dan berarti benar.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Yang lebih penting lagi, jika argumen ini diterima, berarti muslim harus menerima kebenaran Alkitab dan <strong>INTEGRITAS DAN KEJUJURAN ORANG-ORANG YAHUDI KARENA DALAM ALKITAB PENULIS-PENULISNYA MENGGAMBARKAN BEGITU BANYAK SISI-SISI NEGATIF ORANG-ORANG YAHUDI</strong>. Tidak masuk akal jika orang-orang Yahudi yang telah mengubah Alkitab ternyata tidak mengubah tulisan-tulisan yang negatif tentang nabi-nabi, raja-raja mereka dan tentang kaum Yahudi sendiri. <strong>BAHWA ALKITAB MEMUAT HAL-HAL YANG NEGATIF TENTANG ORANG-ORANG YAHUDI, MEMBUKTIKAN BAHWA ORANG-ORANG YAHUDI SANGAT JUJUR DALAM MENJAGA KEBENARAN ALKITAB KATA DEMI KATA. </strong></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Lebih lanjut, ada bukti-bukti dalam qur’an dan hadis yang menyebutkan motif penurunan ayat-ayat dan menunjukkan betapa “integritas” Muhammad SAW dalam hal ini :</span></p>
<p><span style="color:#000099;">• Ketika <strong>Muhammad SAW menginginkan istri anak angkatnya</strong>, sim salabim, muncullah ayat yang mengenakkan Muhammad SAW :</span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>QS 33 : 37 : </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni&#8217;mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni&#8217;mat kepadanya: &#8220;Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah&#8221;, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. <strong>MAKA TATKALA ZAID TELAH MENGAKHIRI KEPERLUAN TERHADAP ISTRINYA (MENCERAIKANNYA), KAMI KAWINKAN KAMU DENGAN DIA [1220]</strong> supaya tidak ada keberatan bagi orang mu&#8217;min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya [1221]. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.</em></span></p>
<p><span style="color:#000099;">• Ketika <strong>Muhammad SAW menginginkan menambah jumlah istrinya</strong>, tahu-tahu turunlah wahyu yang selaras dengan keinginannya bahkan sepupunyapun dan semua wanita yang menyerahkan diri kepada Muhammad SAW boleh diperistri.</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 33 : 50 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) <strong>ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA LAKI-LAKI BAPAKMU, ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA PEREMPUAN BAPAKMU, ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA LAKI-LAKI IBUMU DAN ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA PEREMPUAN IBUMU yang turut hijrah bersama kamu dan PEREMPUAN MU&#8217;MIN YANG MENYERAHKAN DIRINYA</strong> kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu&#8217;min.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">• Dilain kesempatan, wahyu turun <strong>membebaskan Muhammad SAW dari sumpah</strong> yang dibuatnya terhadap Hafsah saat Hafsah menjumpai Muhammad SAW “tidur” dengan Mary di rumah Hafsah diluar jadual keadilan. Muhammad SAW bersumpah tidak akan menjumpai Mary lagi jika Hafsah tidak membeberkan aib ini. Namun apa lacur, Hafsah menceritakan kejadian ini kepada Aisah yang kemudian mempertanyakannya kepada Muhammad SAW. Maka turunlah wahyu QS 66 : 1 – 3 yang membebaskan Muhammad SAW dari sumpahnya dan memberikan kebebasan kepada Muhammad SAW untuk mengunjungi istri-istrinya sesuai keinginannya.</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 66 : 1 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Hai Nabi, <strong>MENGAPA KAMU MENGHARAMKAN APA YANG ALLAH HALALKAN BAGIMU</strong>; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [1486]. QS 66 : 2 : Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian <strong>MEMBEBASKAN DIRI DARI SUMPAHMU</strong> [1487] dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. QS 66 : 3 : Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: &#8220;Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?&#8221; Nabi menjawab: &#8220;Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.&#8221; Umumnya komentator muslim menolak kisah ini karena tidak sesuai dengan “kesucian” Muhammad SAW. Namun apapun alasannya, ayat-ayat ini telah “menyelamatkan” muka Muhammad SAW dari situasi yang sulit dan memalukan. Kita bisa bertanya, apa manfaat dari ayat-ayat diatas selain daripada menyelamatkan muka Muhammad SAW saat beliau membutuhkannya? Apakah kita harus menyimpulkan bahwa ayat-ayat ini telah tertulis di surga bahkan sebelum penciptaan dunia?</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">• Dalam perjanjian Hudaibiya, <strong>MUHAMMAD SAW SETUJU UNTUK MENGEMBALIKAN ORANG-ORANG MEKAH YANG TELAH MENJADI ISLAM KEPADA PIHAK MEKAH</strong> dan setuju mengubah statusnya dalam perjanjian dari Muhammad, Rasul Allah menjadi Muhammad, anak Abdullah sebagai ganti dimana Muhammad SAW dan pengikutnya diperbolehkan melakukan ibadah haji ke Mekah pada tahun berikutnya. Salah satu yang dikembalikan kepada pihak Mekah adalah Abu Jandal. Kita bisa membaca kisah ini dalam Sirat Rasul Allah (edisi Inggris) hal 505 dan Bukhari volume 3 no. 891. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Atau sumber berikut : </span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Sejarah Hidup Muhammad – Sirah Nabawiyah </strong></span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury </strong></span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Robbani Press, halaman 500</strong></span></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Abu Jandalpun berteriak sekeras-kerasnya, “Wahai kaum muslimin, apakah aku dikembalikan kepada orang-orang musyrik yang akan menyiksaku karena agamaku?”</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Sebagai perbandingan, mungkinkah Musa memiliki pemikiran seperti ini, mengembalikan pengikutnya kepada Firaun sebagai ganti untuk tuntutan Musa? Apakah Yesus pernah mengkompromikan kebenaran dengan menyetujui keinginan Parisi agar mengembalikan pengikut-pengikut Yesus dengan imbalan mendapatkan posisi keagamaan?. Terhadap perjanjian Hudaibiya tersebut, Umar dan banyak muslim sangat marah Kemarahan muslim dapat dimengerti karena Muhammad menjanjikan ibadah haji pada tahun tersebut. Ketika hal ini tidak terealisir, Muhammad SAW mengatakan, “Apakah aku mengatakan bahwa kita akan ke Kabah tahun ini?” Alasan ini jelas dicari-cari karena saat itu kaum muslim tengah dalam perjalanan menuju Mekah saat mereka ditolak oleh penyembah berhala Mekah. </span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>Makanya untuk mengobati kemarahan pengikut-pengikutnya Muhammad SAWpun memerintahkan untuk menghancurkan Yahudi Khaibar dan merampas seluruh kekayaan mereka sebagai kompensasinya.</strong></span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Diri sendiri yang salah, orang Yahudi yang dikorbankan.</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;">Dari contoh-contoh diatas kita bisa melihat bagaimana “integritas” Muhammad SAW. Makanya tidaklah mengherankan jika Aisyah sendiri merasa heran kenapa Aulloh senantiasa memberikana yang enak-enak buat Muhammad SAW. </span><br />
<span style="color:#000099;">Sumber : </span><br />
<span style="color:#000099;"><strong>Sahih Al-Bukhari, Volume 6, buku 60, Number 311</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>Narrated Aisha: </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>I used to look down upon those ladies who had given themselves to Allah&#8217;s Apostle and I used to say, &#8220;Can a lady give herself (to a man)?&#8221; But when Allah revealed: &#8220;You (O Muhammad) can postpone (the turn of) whom you will of them (your wives), and you may receive any of them whom you will; and there is no blame on you if you invite one whose turn you have set aside (temporarily).&#8221; (33.51) I said (to the Prophet), <strong>&#8220;I feel that your Lord hastens in fulfilling your wishes and desires.&#8221; </strong></em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em></em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>Aku biasa memandang rendah kepada wanita-wanita yang bersedia menyerahkan dirinya kepada Rasulullah dan aku berkata, “Bisakah seorang wanita menyerahkan dirinya kepada seorang laki-laki?”. Tetapi ketika Aulloh berfirman, “Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki diantara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu (33 : 51)”. Aku berkata (kepada Rasulullah), <strong>“AKU MERASA BAHWA TUHANMU SELALU CEPAT-CEPAT MEMENUHI PERMOHONAN DAN KEINGINANMU”</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>4. TANTANGAN UNTUK MEMBUAT YANG SERUPA AYAT QUR’AN</strong> </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Tantangan ini tidak jelas kriterianya. Apa dasar penilaiannya? Apa susahnya membuat ayat-ayat yang serupa Al-Qur’an : </span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>Contoh kesatu :</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Demi cahaya menyala-nyala </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Sesungguhnya Aku berkata </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Kami tidaklah mengutusnya </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Dia utusan iblis Hira </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Mengujinya berbugil ria. </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Tuhan agar mengampuninya</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sudah ada gaya bersumpah ala Allah SWT </span><br />
<span style="color:#000099;">Sudah ada pemakaian Aku, Kami dan Tuhannya secara membingungkan </span><br />
<span style="color:#000099;">Seluruh ayat terdiri dari 9 suku kata </span><br />
<span style="color:#000099;">Terdiri dari 19 kata sesuai dengan klaim keajaiban angka 19 </span><br />
<span style="color:#000099;">Memiliki rima berakhiran a </span><br />
<span style="color:#000099;">Keindahannya hanya dapat dinikmati dalam bahasa Indonesia </span><br />
<span style="color:#000099;">Tentang test jibril dengan bugil dapat dibaca di Test Jibril dengan Telanjang ala Muhammad </span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>Atau contoh kedua :</strong> </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Ingatlah bagaimana babi diciptakan </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Dari tetes mani yang memang kelihatan </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Terjatuh dalam rongga yang Kami amankan </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Sayang terlahir sudah harus diharamkan </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Namun Tuhannya bersumpah meyediakan </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Babi panggang enak dihari kebangkitan </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Disantap bersama anggur yang memabukkan</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sudah ada gaya disuruh mengingat-ingat </span><br />
<span style="color:#000099;">Sudah ada keajaiban embriologi ala pengetahuan primitive </span><br />
<span style="color:#000099;">Sudah ada kata Kami dan Tuhannya dengan membingungkan </span><br />
<span style="color:#000099;">Sudah ada paradoks haram didunia, halal di syurga </span><br />
<span style="color:#000099;">Terdiri dari total 91 suku kata, jika dibaca dari kanan ke kiri seperti tulisan Arab berarti 19, memenuhi keajaiban angka 19 </span><br />
<span style="color:#000099;">Memiliki rima berakhiran kan </span><br />
<span style="color:#000099;">Keindahannya hanya dapat dinikmati dalam bahasa Indonesia </span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>Atau contoh ketiga :</strong></span><br />
<span style="color:#ff0000;">Sesungguhnya Kami bersumpah telah memberimu anugerah </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Menikahi gadis-gadis cantik jelita yang penuh gairah </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Berbaring diatas dipan-dipan yang tersusun dengan mendesah </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Kenikmatannya bagaikan makanan tharid seperti Aisyah </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Kekhususan ini hanya berlaku bagimu hai nabi Allah </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Karena kamu telah berlaku patuh untuk pergi berhijrah </span><br />
<span style="color:#ff0000;">Dibawah ancaman menakutkan tusuk mata hingga bernanah</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sudah ada gaya bersumpah </span><br />
<span style="color:#000099;">Setiap kalimat terdiri dari 19 suku kata yang memenuhi keajaiban angka 19 </span><br />
<span style="color:#000099;">Sudah ada kekususan dalam hal kawin mawin bagi nabi </span><br />
<span style="color:#000099;">Sudah ada kontradiksi hijrah harus diancam-ancam </span><br />
<span style="color:#000099;">Memiliki rima berakhiran ah </span><br />
<span style="color:#000099;">Keindahannya hanya dapat dinikmati dalam bahasa Indonesia </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Tentang Tharid pernah diposting sdr. Nomind :</span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>Sahih Bukhari. Volume 4, Book 55, Number 623 :</em></span> <a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/h...tml#004.055.623" target="_blank">http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/h&#8230;tml#004.055.623</a><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Diriwayatkan Abu Musa: </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Rasulullah berkata, &#8220;Banyak di antara lelaki mencapai (level) kesempurnaan tetapi tidak ada antara wanita yang mencapai levelini kecuali Asia, isteri Pharaoh, and Maryam, anak Imran. Dan tidak ada keraguan, keunggulan Aisha dari wanita lain seperti keunggulan Tharid (i.e. masakan dari daging dan roti) daripada masakan lain.&#8221;</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Tentang hijrah dibawah ancaman pernah diposting sdr. Nomind :</span></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Jika memang benar Muslim di Mekkah di aniaya dan diancam jiwanya seperti pengertian Anda selama ini, mengapa perlu ayat Quran berikut yang mengancam umat Muslim di Mekkah dengan ancaman neraka Jahannam kalo mereka tidak mau meninggalkan Mekkah untuk berhijrah ke Madinah?</span></em></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Quran 4:97 </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: &#8220;Dalam keadaan bagaimana kamu ini&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)&#8221;. Para malaikat berkata: &#8220;Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu&#8221;. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali,</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Kesulitan satu-satunya dalam membuat buku seperti Al-Qur’an adalah <strong>ketidakmampuan manusia untuk mengarang dengan urutan yang tidak runtut dan kacau balau seperti cerita-cerita Al-Qur’an</strong>. Setiap orang sejak duduk dibangku Sekolah Dasar sudah diajarkan mengarang dengan runtut waktu dan runtut peristiwa, sehingga tidaklah memungkinkan bagi mereka untuk mengarang dengan urutan yang kacau balau. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Mengatakan bahwa qur’an adalah sebuah buku hasil karya yang luar biasa sehingga dikatakan wahyu Allah adalah tidak masuk akal. Ini menjadikan hasil karya Shakespeare atau epik Gilgamesh adalah wahyu Allah juga. Ini menjadikan penulis Yunani yang buta yaitu Homer juga seorang nabi karena mampu menghasilkan 2 buku yang luar biasa yaitu Illiad dan Odessy. Karya-karya penulis diatas telah teruji oleh waktu dan terus dibaca orang hingga sekarang, namun toh tidak menjadikan Homer atau Shakespeare nabi. Persoalan lain adalah pendapat muslim bahwa keindahan dan keistimewaan qur’an terletak dalam bahasa Arabnya dan tidak dapat dinikmati dalam bahasa lainnya. Jadi Allah telah mewahyukan qur’an dimana keajaibannya hanya dapat dinilai dari bahasa Arabnya saja, membatasi kemampuan Allah dalam mengekspresikan kehendakNya hanya dalam bahasa Arab, bahasa yang justru tidak dimengerti oleh sebagian besar penduduk dunia. Sungguh jauh dari keajaiban.</span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>5. TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.</strong> </span><br />
<span style="color:#000099;">Beberapa kontradiksi internal dalam qur’an dapat dengan mudah ditemukan. Contohnya : </span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>• Kesatu : Berapa hari penciptaan</strong> </span><br />
<span style="color:#000099;">Bumi dan langit diciptakan dalam 6 masa</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 7 : 54 : Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam <strong>ENAM MASA</strong>, lalu Dia bersemayam di atas &#8216;Arsy [548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 10 : 3 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam <strong>ENAM MASA</strong>, kemudian Dia bersemayam di atas &#8216;Arsy untuk mengatur segala urusan</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 41 : 9 – 12 : dalam 8 masa (2 + 4 + 2)</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam <strong>DUA MASA</strong> ………Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam EMPAT MASA. …… Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam <strong>DUA MASA</strong>.</span></em></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">• Kedua : Urutan penciptaan bumi dan langit </span></strong><br />
<strong><span style="color:#000099;">Bumi diciptakan dahulu, baru langit.</span></strong><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 41 : 10 – 11 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Dan Dia MENCIPTAKAN DIBUMI itu gunung-gunung …… KEMUDIAN DIA MENUJU KEPADA PENCIPTAAN LANGIT dan langit masih merupakan asap ….</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Berkontradiksi dengan : Langit diciptakan dahulu, baru bumi.</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 79 : 29 – 30 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan <strong>BUMI SESUDAH ITU DIHAMPARKANNYA</strong>.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Berkontradiksi dengan : </span><br />
<strong><span style="color:#000099;">Diciptakan bersama-sama</span></strong><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>QS 21 : 30 – 31 : </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya LANGIT DAN BUMI ITU KEDUANYA DAHULU ADALAH SUATU YANG PADU, kemudian Kami pisahkan</em></span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">• Ketiga : Berapa malaikat yang berbicara kepada Maria</span></strong><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 3 : 42 dan 45, menyebutkan “the ANGELS said” (jamak, minimal 2 malaikat) </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 19 : 17 – 18, menyebutkan, “We sent to her our ANGEL (tunggal) and HE (tunggal) appeared before her as A MAN (tunggal)…”</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>• Keempat : Kadar hari Allah QS 32 : 5 : satu hari = 1000 tahun</strong></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>QS 70 : 4 : satu hari = 50.000 tahun</em></span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">• Kelima : Siapa yang dapat diselamatkan</span><br />
</strong><span style="color:#ff0000;"><em>QS 5 : 69 : Sesungguhnya orang-orang <strong>MU&#8217;MIN, ORANG-ORANG YAHUDI, SHABIIN DAN ORANG-ORANG NASRANI</strong>, siapa saja [431] (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.</em></span></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">QS 3 : 85 : Barangsiapa mencari agama <strong>SELAIN AGAMA ISLAM</strong>, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>• Keenam : Allah sebagai pencipta pendosa</strong> </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Menarik karena ternyata Allah memang menciptakan banyak manusia untuk dimasukkan dalam neraka. Bagaimana mungkin Allah bisa berbuat demikian. Satu ketidakadilan yang luar biasa.</span></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">QS 11 : 119 : kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya <strong>AKU AKAN MEMENUHI NERAKA JAHANNAM DENGAN JIN DAN MANUSIA</strong> (yang durhaka) semuanya.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">QS 32 : 13 : Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: &#8220;Sesungguhnya akan AKU <strong>PENUHI NERAKA JAHANNAM ITU DENGAN JIN DAN MANUSIA</strong> bersama-sama.&#8221; </span></em><br />
<em></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 7 : 179 : Dan sesungguhnya <strong>KAMI JADIKAN UNTUK (ISI NERAKA JAHANNAM) KEBANYAKAN DARI JIN DAN MANUSIA</strong>, Sungguh berbeda dengan pengajaran Kristen dimana neraka diciptakan memang bagi setan, bukan diciptakan bagi manusia. Mat 25 : 34, 41 : … “Mari kamu yang diberkati bapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” …… “… enyahlah kedalam api yang kekal yang telah sedia untuk iblis dan malaikat-malaikatnya…..”</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>6. KETEPATAN NUBUATAN</strong> </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Klaim bahwa qur’an mengandung puluhan ramalan hanya berdasar impian belaka karena “ramalan-ramalan” tersebut tidak meyakinkan jika dibaca sesuai konteks kalimatnya. Satu-satu ramalan yang “meyakinkan” adalah QS 30 : 2 – 4 yang berbunyi</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 30 : 2 &#8211; 4 </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Telah dikalahkan bangsa Rumawi [1162], di negeri yang terdekat [1163] dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang [1164] dalam beberapa tahun lagi [1165]. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Ramalan menyatakan bangsa Romawi akan menang terhadap Persia sekalipun pada pertempuran awalnya mengalami kekalahan. Tetapi ada beberapa masalah disini : </span><br />
<span style="color:#000099;">• Menurut Yusuf Ali kata yang diterjemahkan sebagai beberapa tahun, &#8220;Bidh&#8217;un” mengindikasikan waktu 3 – 9 tahun. Sementara menurut sejarah Persia mengalahkan Romawi tahun 614 M atau 615 M, penyerangan balik oleh Romawi dimulai 622 M, kemenangan diraih pada 625 M, menjadikan periode 10 – 12 tahun. </span><br />
<span style="color:#000099;">• Teks qur’an yang asli tanpa huruf hidup. Jadi kata Arab <strong>SAYAGHLIBUNA, &#8220;MEREKA AKAN MENGALAHKAN&#8221; DAPAT DENGAN MUDAH DISESUAIKAN DENGAN PERUBAHAN 2 HURUF HIDUP MENJADI SAYUGHLABUNA, YANG BERARTI “MEREKA AKAN DIKALAHKAN”</strong>. Karena penambahan huruf hidup baru dilakukan beberapa puluh tahun setelah kejadian ini maka sangat mungkin itu dilakukan untuk menjadikan ayat diatas seolah-olah adalah suatu nubuatan. </span><br />
<span style="color:#000099;">• Bagaimanapun juga, “nubuatan” tersebut “digenapi” <strong>PADA SAAT MUHAMMAD SAW MASIH HIDUP, SAAT QUR’AN BELUM DIBAKUKAN DAN DIBUKUKAN</strong>. Bagaimana ini bisa dikatakan nubuatan?. </span><br />
<span style="color:#000099;">• Romawi pada waktu itu sudah menjadi kerajaan Kristen. Kalau Kristen sudah dikafirkan, kenapa kaum beriman (muslim) harus BERGEMBIRA DI HARI KEMENANGAN KAUM KAFIR TERSEBUT??</span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">7. TIDAK ADA KESALAHAN SEJARAH DAN ILMU PENGETAHUAN</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;">Kita bisa melihat banyak kesalahan dalam qur’an, baik sejarah maupun pengetahuan. </span><br />
<strong></strong><br />
<span style="color:#000099;"><strong>• Kesatu :</strong> Zulkarnain QS 18 : 83 – 98 menyebutkan seorang tokoh Zul-Qarnayn yang adalah muslim. Menurut tokoh Islam Ibn Hisham dan Al-Tabari Zul-Qarnayn adalah Aleksander Agung. Ironisnys, Aleksander Agung adalah seorang polytheis </span><br />
<strong></strong><br />
<span style="color:#000099;"><strong>• Kedua :</strong> Matahari terbenam dalam Lumpur Dalam surah yang sama disebutkan matahari terbenam di lumpur. Sementara dalam QS 36 : 38 dan Bukhari vol 2 hal 743 disebutkan matahari bergerak. Kesimpulannya matahari bergerak hingga terbenam dalam lumpur. </span><br />
<strong></strong><br />
<span style="color:#000099;"><strong>• Ketiga :</strong> Orang Samaria dijaman Musa QS 20 : 87, 94 menyebutkan orang Samiri (Samaritan) yang membuat patung anak lembu pada jaman Musa. Padahal kaum Samiri (Samaritan) baru muncul sekitar 600 tahun kemudian setelah kerajaan Israel terpecah 2 sekitar 931 SM menjadi Yehuda di selatan dan Israel di Utara. Oleh raja Omri dari Israel Utara sekitar tahun 879 SM dibangunlah ibu kota baru yaitu kota Samaria yang kemudian memunculkan sebutan orang-orang Samaria. </span><br />
<strong></strong><br />
<span style="color:#000099;"><strong>• Keempat :</strong> Penyaliban dijaman Musa QS 7 : 124 Firaun mengancam dengan hukuman penyaliban. Padahal penyaliban tidak dikenal oleh orang-orang Mesir dan baru dipraktekkan sekitar abad ke 6 SM oleh orang Persia dan dipopulerkan oleh orang Romawi mulai abad ke 3 SM. Penyaliban di Mesir baru ada di abad ke 2 SM (1200 tahun setelah Musa) setelah Mesir jatuh ke tangan Romawi. </span><br />
<strong></strong><br />
<span style="color:#000099;"><strong>• Kelima :</strong> Nimrod dan Abraham QS 21 : 68 – 69 menyebutkan Abraham dilemparkan dalam nyala api. Menurut tradisi muslim dilakukan oleh Nimrod raja Shinar (Babel), baca juga Kej 10 : 8 – 11. Padahal Nimrod hidup 7 generasi sebelum Abraham. </span><br />
<strong></strong><br />
<span style="color:#000099;"><strong>• Keenam :</strong> Masjidil Aqsa dijaman Muhammad SAW QS 17 : 1 menyebutkan Muhammad dibawa ke Masjid al Aqsa (Bait Allah). Persoalannya Bait Allah sudah dihancurkan pasukan Titus pada tahun 70 M. Sementara Masjid al Aqsa baru dibangun tahun 691 M dibawah pengawasan Amir Abdul Malik. Ini jelas mengindikasikan bahwa Al-Qur’an ditulis ulang setelah tahun ini dan menjelaskan kenapa tidak ada satupun mushaf asli Usman yang selamat. </span><br />
<strong></strong><br />
<span style="color:#000099;"><strong>• Ketujuh :</strong> Maryam ibu Yesus saudara perempuan Harun Yang paling parah adalah penyebutan Maryam ibu Yesus sebagai saudara perempuan Harun dan anak kandung Imran (S. 3:35; S. 19:28; S. 20:25-30; S. 66:12). Allah SWT mengira bahwa Miryam saudara perempuan Musa dan Harun yang adalah anak Amram adalah sama dengan Maryam ibu Yesus. Padahal antar keduanya ada beda waktu 1400 tahun. Kesalahan ini menjadikan Yesus adalah KEPONAKAN MUSA. Makanya oleh Allah SWT dikira hukuman salib sudah ada dijaman Musa. </span><br />
<strong><span style="color:#000099;">¸</span></strong><br />
<span style="color:#000099;"><strong>• Kedelapan :</strong> Tujuh langit dan posisi bulan dan bintang.</span><br />
<em><span style="color:#000099;">QS 71 : 15 – 16 : </span></em><br />
<em><span style="color:#000099;">Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Ayat ini sendiri sudah bermasalah, <strong>BAGAIMANA MUNGKIN MANUSIA BISA MEMPERHATIKAN ALLAH SWT MENCIPTAKAN 7 LANGIT</strong>. Satu pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan karena waktu Allah SWT konon menciptakan langit kan BELUM ADA MANUSIA. Menurut ayat ini, matahari dan bulan diciptakan diantara ke 7 langit tersebut. </span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>Terjemahan bahasa Indonesia sengaja membuat KESALAHAN</strong>. Kita lihat perbandingan dengan terjamahan Yusuf Ali :</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 71 : 15 – 16 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Do you not see how God has created the seven heavens one above the other, and made THE MOON A LIGHT IN THEIR MIDST (TERJ : DITENGAH-TENGAH 7 LANGIT) , and made the sun as a lamp?</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Kenapa harus ada KESALAHAN TERJEMAHAN, karena :</span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>QS 37 : 6 : </em></span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>Sesungguhnya Kami telah menghias LANGIT YANG TERDEKAT dengan hiasan, yaitu BINTANG-BINTANG,</em></span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Jadi menurut Al-Qur’an, bintang-bintang (dilangit terdekat) LEBIH DEKAT ke bumi dibandingkan bulan (dilangit ke 4). Satu kesalahan astronomi yang sangat parah.</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>• Kesembilan :</strong> Langit adalah atap</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 2 : 22 : Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Pemahaman atap ini adalah SEPERTI ATAP TENDA yang terbuat dari sesuatu yang solid dan tidak retak.</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 50 : 6 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu TIDAK MEMPUNYAI RETAK-RETAK SEDIKITPUN ?</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>• Kesepuluh : Asal susu sapi</strong> </span><br />
<span style="color:#000099;">Menurut Al-Quran, susu sapi tercipta dari antara <strong>DARAH DAN TAHI</strong>. Menjijikkan.</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 16 : 66 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) <strong>SUSU YANG BERSIH ANTARA TAHI DAN DARAH</strong>, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Bandingkan dengan terjemahan berikut : </span><br />
<span style="color:#000099;">&#8220;&#8230; between EXCRETIONS AND BLOOD &#8230;&#8221; Yusuf Ali </span><br />
<span style="color:#000099;">&#8220;&#8230; from betwixt the FECES AND THE BLOOD &#8230;&#8221; M. M. Ali- </span><br />
<span style="color:#000099;">&#8220;&#8230; from between EXCRETIONS AND BLOOD &#8230;&#8221; M. Taqi-ud Din Al-Hillali &#8211; M. Muhsin Khan</span></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>• Kesebelas : Yahudi dirubah menjadi monyet dan babi</strong>.</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 2 : 65 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu [59], lalu Kami berfirman kepada mereka: &#8220;JADILAH KAMU KERA [60] YANG HINA&#8221;. </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 5 : 60 : </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Katakanlah: &#8220;Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang DIJADIKAN KERA DAN BABI [424]</span></em></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Kapan dalam catatan sejarah terjadi peristiwa ini??.</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;"><strong>• Keduabelas : Yesus sudah meninggal atau belum</strong> </span><br />
<span style="color:#000099;">Dalam QS 19 : 33 dikatakan Yesus berkata</span> <span style="color:#ff0000;">“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari AKU DILAHIRKAN, PADA HARI AKU MENINGGAL DAN PADA HARI AKU DIBANGKITKAN hidup kembali&#8221;</span>.</p>
<p><span style="color:#000099;">Penafsiran muslim yang dipaksakan adalah bahwa kematian dan kebangkitan Yesus mengcau pada kedatangan keduanya dimana beliau akan hidup 40 tahun, meninggal dan dibangkitkan. Menurut muslim, Yesus tidak disalibkan melainkan menurut QS 4 : 157 – 159 diangkat hidup-hidup ke surga. Namun TAFSIR MUSLIM BERUBAH 180 DERAJAT pada saat menafsirkan KALIMAT YANG SAMA TENTANG NABI YAHYA dalam QS 19 : 15 : “Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.” Dipercaya bahwa nabi Yahya telah meninggal dan akan dibangkitkan kemudian.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Selain itu dalam QS 19 : 31 dikatakan :</span> <em><span style="color:#ff0000;">&#8220;dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) <strong>ZAKAT SELAMA AKU HIDUP</strong></span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Jika Yesus belum meninggal, berarti beliau masih harus terus membayar zakat. <strong>DAN KEPADA SIAPA ZAKAT ITU DIBAYARKAN YESUS DI SURGA SELAMA SEKITAR 2000 TAHUN INI??</strong></span></p>
<p><span style="color:#000099;">Itulah sebabnya Yusuf Alipun kebingungan saat menafsirkan ayat QS 19 : 33, dan memberikan catatan : (Ali, The Holy Quran, hal.774, f. 2485)</span><br />
<span style="color:#ff0000;">Christ was not crucified (iv 157). But those who believe that he never died should ponder over this verse.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kristus tidaklah disalibkan (iv 157).<strong> NAMUN MEREKA YANG PERCAYA BAHWA BELIAU TIDAK PERNAH MENIGGAL HARUS MEMPERTIMBANGKAN AYAT INI</strong>.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Lebih menarik lagi ketika membaca ayat berikut : </span><br />
<span style="color:#000099;">QS. 3 : 144 : </span><br />
<span style="color:#000099;">Terjemahan Muhammad Asad</span><br />
<span style="color:#ff0000;"><em>&#8220;And Muhammad is only an Apostle; ALL THE [OTHER] APOSTLES HAVE passed away before him&#8230;&#8221;</em></span><br />
<span style="color:#000099;">Terjemahan Maulvi Sher Ali </span><span style="color:#ff0000;">&#8220;</span><em><span style="color:#ff0000;">verily ALL MESSENGERS HAVE PASSED AWAY before him.&#8221;</span></em><br />
<span style="color:#000099;">Terjemahan Maulani Muhammad Ali</span><br />
<em><span style="color:#000099;">&#8220;messengers have already passed away before him.&#8221;</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Sementara terjemahan Indonesia agak diselewengkan dengan menyatakan :</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh TELAH BERLALU SEBELUMNYA BEBERAPA ORANG RASUL [234]</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Kata Arabnya adalah al-russul, yang terjemahannya adalah the messengers, yang berarti tertentu dan jamak, mengindikasikan semua rasul sesuai terjemahan Muhammad Asad dan Maulvi Sher Ali. </span><br />
<span style="color:#000099;">Maulani Muhammad Ali (seorang Ahmadiyah) menuliskan : </span><br />
<span style="color:#000099;">Ali, Holy Quran [Ahmadiyya Anjuman Isha'at Islam Lahore, inc. U.S.A., 1995], hal 168-169, f. 496)</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">&#8220;&#8230; This verse affords a conclusive proof that Jesus Christ was also dead&#8230;&#8221; </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">“… AYAT INI MEMBERIKAN BUKTI KONKLUSIF BAHWA YESUS KRISTUS JUGA MENINGGAL …”</span></em></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">8. PENGAMBARAN YANG TEPAT DARI EMBRIOLOGI</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;">Bukti terakhir adalah tentang dituliskannya tahapan embriologi dalam qur’an yang tidak mungkin diketahui pada abad ke 6 M yang disinggung oleh Keith Moore dan Maurice Buchaille. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Buku karya Keith Moore yang berjudul The Developing Human, edisi ke 3 dicetak dalam 2 versi. Versi standard yang digunakan di dunia barat, dan versi Islam yang digunakan dibeberapa negara Islam. Dengan membandingkan kedua versi tersebut, terlihat bahwa Keith Moore sendiri tidak yakin dengan “penemuan ilmiah” dalam qur’an yang akan dapat membahayakan reputasinya sebagai akademisi di dunia barat. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sebagai contoh : </span><br />
<span style="color:#000099;">Pertama :</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 23 : 14 &#8220;Kemudian KAMI menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu KAMI jadikan segumpal daging …..</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Ini jelas salah, karena tidak pernah ada periode dimana sperma atau sel telur yang telah dibuahi oleh sperma berubah menjadi segumpal darah. Uniknya <strong>KESALAHAN INI JUGA DISADARI OLEH BUCHAILLE</strong>, yang dalam bukunya menyebutkan :</span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Bucaille, Bible, Quran and Science, halaman 200</span></strong><br />
<em><span style="color:#ff0000;">The majority of translations describe, for example, man&#8217;s formation from a &#8216;blood clot&#8217; or an &#8216;adhesion.&#8217; A statement of this kind is totally unacceptable to scientists specializing in this field..&#8221;</span></em></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Mayoritas terjemahan menuliskan, sebagai contoh, manusia dibentuk dari “segumpal darah” atau “gumpalan”. STATEMEN SEPERTI INI JELAS TIDAK BISA DITERIMA OLEH ILMUWA-ILMUWAN YANG SPESIAL DIBIDANG INI</span></em>.</p>
<p><span style="color:#000099;">Oleh karenanya, <strong>BUCHAILLE DENGAN SENGAJA TELAH MENGUSULKAN TERJEMAHAN YANG SALAH YAITU “SESUATU YANG MENEMPEL DI GUMPALAN”</strong> yang mengindikasikan fetus menempel di uterus melalui placenta. (halaman 186 – 187)</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Ide bahwa manusia berkembang dari gumpalan darah <strong>BERASAL DARI ARISTOTELES (322 SM – 384 SM)</strong>, yang mempercayai bahwa manusia berasal dari sperma yang jatuh ke darah menstruasi wanita. Pandangan inilah yang kemudian diambil oleh Al-Qur’an karena hal inilah yang <strong>KELIHATAN OLEH MATA</strong>. Wanita setiap bulannya akan mengeluarkan darah mensutruasi sehingga pemikiran Allah SWT / Muhammad SAW menyimpulkan kemudian bahwa manusia berasal dari segumpal darah. Pandangan ini jelas salah. Tidak ada fasenya dimana sperma yang telah membuahi sel telur berubah menjadi segumpal darah. Kejadian ini hanya mungkin terjadi dalam <strong>KONDISI JANIN TIDAK BERKEMBANG. Jadi EMBRIO YANG TIDAK BERKEMBANG BERUBAH MENJADI GUMPALAN DARAH</strong>. Karena Muhammad memiliki banyak istri, sangat mungkin ada diantara istri-istrinya yang keguguran dan dari pengamatan dari rahim sang istri akan keluarlah gumpalan darah yang adalah embrio yang tidak berkembang. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Kedua :</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">QS 23 : 14 </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">&#8220;Kemudian KAMI menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu KAMI jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu KAMI jadikan tulang-tulang, maka KAMI liputi tulang-tulang itu dengan daging, kemudian KAMI menjadikannya satu bentuk yg lain. MAHASUCI ALLAH, sebaik-baik PENCIPTA&#8221;</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Jadi menurut Al-Qur’an : </span><br />
<strong><span style="color:#000099;">Air mani – segumpal darah – segumpal daging – diubah menjadi tulang – meliputi tulang dengan daging – diciptakan bentuk lainnya.</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;">Menurut Prof Keith Moore dalam edisi standardnya, jaringan dimana tulang berasal yaitu mesoderm, adalah jaringan yang sama yang menghasilkan otot dan daging. Jadi tulang dan daging berkembang bersama-sama, bukan tulang dulu baru daging seperti pandangan al-Qur’an. Lagipula pandangan bahwa <strong>TULANG DILIPUTI DAGING BERASAL DARI ILMUWAN YUNANI YAITU GALEN DARI PERGAMUS (129 M – 216 M)</strong> </span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Sumber Encyclopaedica Britannica 2003 :</span></strong><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Hingga tahun 500 M hasil karyanya diajarkan dan dirangkum di Alexandria, dan teorinya telah dikutip dibuku-buku medical di Byzantium. Manuskrip Yunaninya dikoleksi dan diterjemahkan dalam bahasa Arab sekitar tahun 850 M oleh Hunayn ibn Ishaq ……</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Pengetahuan ini tidaklah istimewa, karena orang-orang kuno juga membuat patung-patung manusia atau binatang dengan teknik yang sama yaitu membuat rangka dengan rangkaian batang kemudian membungkusnya dengan lumpur atau tanah liat. Pengetahuan yang jauh dari ilmiah, melainkan lebih menggambarkan pandangan kuno yang salah. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Ketiga :</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Quran 86:5-7 </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Jadi menurut Al Quran air mani itu dipancarkan dari antara tulang rusuk dan tulang dada. Padahal kita semua tahu bahwa sel mani di produksi di testis yang jaraknya cukup jauh dari kedua tulang yang dimaksud.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Uniknya pandangan ini tampaknya dicontek dari PENGAJARAN HIPPOCRATES di abad 5 SM (1100 tahun sebelum Muhammad SAW) </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sumber : </span><br />
<span style="color:#000099;">Hippocratic Writings </span><br />
<span style="color:#000099;">Penguin Classics, 1983, halaman 317-8</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">“sperma dihasilkan dari semua cairan dalam tubuh, disebarkan dari otak melalui sumsum tulang belakang kemudian melalui ginjal hingga testikel dan organ pria.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Keempat : </span><br />
<span style="color:#000099;">Tidak disebutkan sama sekali peran dari sel telur wanita. Jadi Al-Qur’an hanya dapat menuliskan air mani karena itu kelihatan mata. SEMENTARA YANG TIDAK KELIHATAN MATA TIDAK DIKETAHUI. </span><br />
<span style="color:#000099;">Apakah manusia hanya tercipta dari air mani saja? Dimanakah sel telur dan peran perempuan?</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Itulah sebabnya versi “Islam” dari bukunya bahkan TIDAK TERSEDIA DI BRITISH LIBRARY, US LIBRARY DAN DI PERPUSTAKAAN-PERPUSTAKAAN DINEGARA MAJU LAINNYA. Kenapa??? Karena Keith Moore sadar bahwa penemuan ilmiah dalam qur’an itu bertentangan dengan pengetahuan yang umum, bahkan juga bertentangan dengan apa yang dia tulis di edisi standardnya.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Dalam bibliografi untuk bab 1 dalam bukunya, Keith Moore mencantumkan buku rujukan The History of Embryology karya J. Needham yang dikenal sebagai salah satu pakar embryology. Uniknya, J. Needham dalam buku tersebut sama sekali tidak terkesan dengan klaim embriologi qur’an. Setelah membahas embriologi yang dikenal dalam budaya kuno Yunani, India dan Mesir sebanyak 60 halaman, J. Needham hanya memberikan tidak lebih dari 1 halaman tentang embriologi qur’an dengan menyimpulkan :</span></p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Ilmu pengetahuan Arab, yang begitu sukses dengan ilmu astronominya, ternyata tidak banyak bermanfaat dalam bidang embriologi……….. hanyalah pengulangan dari apa yang diajarkan oleh Aristoteles dan Ayer-veda.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">9. KESAMAAN JUMLAH KATA </span><br />
<span style="color:#000099;">Muslim mengklaim adanya kesamaan jumlah kata yang luar biasa. Berikut diberikan klaim tersebut.</span><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Al Dunya yang berarti Dunia sebanyak 115 </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Al –Akhirah atau Akhirat sebanyak 115 </span></em><br />
<em></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Al-Malaikah yang berarti Malaikat sebanyak 88 </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Al-Shayatin yang berarti Setan sebanyak 88 </span></em><br />
<em></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Al Hayat yang berarti Hidup 145 </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Al-Maut yang berarti Kematian juga berjumlah 145 </span></em><br />
<em></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Al-Rajul yang artinya Lelaki sebanyak 24 buah Al-Mar’ah “ atau perempuan sebanyak 24 Al-Shahar atau Bulan berjumlah 12 </span></em><br />
<em><span style="color:#ff0000;">Al Yaum yang berarti Hari sebanyak 365.</span></em></p>
<p><span style="color:#000099;">Saya coba cek untuk satu klaim saja yaitu tentang jumlah kata bulan (shahar) yang katanya ada 12. </span></p>
<p><strong><span style="color:#000099;">Dikopi dari DivineIslam&#8217;s Qur&#8217;an Viewer software v2.8</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;">Kita cek. </span><br />
<span style="color:#000099;">QS 2 : 185 : (ada 2) </span><br />
<span style="color:#000099;">(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan ……… </span><br />
<span style="color:#000099;">002.185 SHAHRU rama[da]na alla[th]ee onzila feehi alqur-[a]nu hudan li(l)nn[a]si wabayyin[a]tin mina alhud[a] wa(a)lfurq[a]ni faman shahida minkumu a(l)SHSHAHRA </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 2 : 194 : (ada 2) Bulan haram dengan bulan haram …. </span><br />
<span style="color:#000099;">002.194 A(l)SHSHAHRU al[h]ar[a]mu bi(al)SHSHAHRI al[h]ar[a]mi … </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 2 : 197 : (ada 1) (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi [122], barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan …. </span><br />
<span style="color:#000099;">002.197 Al[h]ajju ASHHURUN ….. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 2 : 217 : (ada 1) Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: &#8220;Berperang dalam bulan itu ….. </span><br />
<span style="color:#000099;">002.217 Yas-aloonaka AAani a(l)SHSHAHRI al[h]ar[a]mi qit[a]lin …. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 2 : 226 : (ada 1) Kepada orang-orang yang meng-ilaa&#8217; isterinya [141] diberi tangguh empat bulan </span><br />
<span style="color:#000099;">002.226 Lilla[th]eena yu/loona min nis[a]-ihim tarabbu[s]u arbaAAati ASHHURIN …. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 2 : 234 : (ada 1) … (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber&#8217;iddah) empat bulan </span><br />
<span style="color:#000099;">002.234 Wa(a)lla[th]eena yutawaffawna minkum waya[th]aroona azw[a]jan yatarabba[s]na bi-anfusihinna arbaAAata ASHHURIN …… </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 4 : 92 : (ada 1) ……, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan </span><br />
<span style="color:#000099;">004.092 …….. faman lam yajid fa[s]iy[a]mu SHAHRAYNI &#8230;&#8230;. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 5 : 2 : (ada 1) ……, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram </span><br />
<span style="color:#000099;">005.002 Y[a] ayyuh[a] alla[th]eena [a]manoo l[a] tu[h]illoo shaAA[a]-ira All[a]hi wal[a] a(l)SHSHAHRA …… </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 5 : 97 : (ada 1) Allah telah menjadikan Ka&#8217;bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia [444], dan (demikian pula) bulan Haram </span><br />
<span style="color:#000099;">005.097 JaAAala All[a]hu alkaAAbata albayta al[h]ar[a]ma qiy[a]man li(l)nn[a]si wa(al)SHSHAHRA …… </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 9 : 2 : (ada 1) Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan </span><br />
<span style="color:#000099;">009.002 Fasee[h]oo fee al-ar[d]i arbaAAata ASHHURIN ……. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 9 : 5 : (ada 1) Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu [630], </span><br />
<span style="color:#000099;">009.005 Fa-i[tha] insalakha al-ASHHURU …… </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 9 : 36 : (ada 2) Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, …. </span><br />
<span style="color:#000099;">009.036 Inna AAiddata a(l)SHSHUHOORI AAinda All[a]hi ithn[a] AAashara SHAHRAN ….. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 34 : 12 : (ada 1) Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan …… </span><br />
<span style="color:#000099;">034.012 Walisulaym[a]na a(l)rree[h]a ghuduwwuh[a] shahrun waraw[ah]uh[a] SHAHRUN … </span></p>
<p><span style="color:#000099;">QS 46 : 15 : (ada 1) Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, </span><br />
<span style="color:#000099;">046.015 Wawa[ss]ayn[a] al-ins[a]na biw[a]lidayhi i[h]s[a]nan [h]amalat-hu ommuhu kurhan wawa[d]aAAat-hu kurhan wa[h]amluhu wafi[sa]luhu thal[a]thoona SHAHRAN ……… </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Baru sampai sura 46 sudah ketemu 17 kata yang dibentuk dari SHR (BULAN). </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Jadi : Betul khan kalau hanya</span> <span style="font-size:130%;color:#ff0000;">klaim bohong-bohongan ala muslim</span>.</p>
<p><span style="color:#000099;">PENUTUP </span><br />
<span style="color:#000099;">Bagaimanapun “TIDAK AJAIBNYA” Al-Qur’an, ternyata harus diakui masih ada satu keajaiban Al-Qur’an yang luar biasa yaitu :</span></p>
<p><strong><span style="font-size:130%;color:#ff0000;">BUKU YANG LUAR BIASA KACAU BALAU TERNYATA DIPERCAYA MATI-MATIAN SEBAGAI HASIL KARYA AJAIB DAN DIDEKTEKAN LANGSUNG OLEH AULLOH SWT MELALUI MALAIKAT JIBRIL.</span></strong></p>
<p><span style="color:#000099;">Tampaknya itulah satu-satunya keajaiban Al-Qur’an. </span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sekian</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Penulis: Vivaldi<br />
</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Sumber: http://mengungkapislam.blogspot.com/2007/12/kebohongan-klaim-keajaiban-al-quran.html<br />
</span></p>
<p>Keajaiban Alkitab.</p>
<p>Ditulis oleh puluhan manusia yang berbeda latarbelakangnya, tidak pernah berkumpul bersama-sama untuk mendikusikan kesamaan materi dari kitab pertama (Kejadian) hingga kitab terakhir (Wahyu). Paling ajaib adalah, perbedaan waktu selama lebih dari 1600 tahun dari penulis pertama hingga terakhir. Puji Tuhan Yesus, kalau bukan Allah yang menuliskan (melalui perantaraan manusia), siapa yang dapat buat buku seperti itu? Ini adalah sungguh-sungguh bukunya Allah.</p>
<p>========================</p>
<p><strong>Komentar Iman Krsisten:</strong></p>
<p>Apakah ada kemungkinan perbedaan transkrip kitab sekarang dengan yang dulu, baik pada Alkitab maupun Alquran?</p>
<p>Saya mengakui&#8230;, bahwa kemungkinan manusia salah (human error) ataupun mungkin adanya pihak yang tidak &#8220;diperkenan&#8221; untuk menuliskan, tapi menuliskan dengan &#8220;sedikit&#8221; berbeda&#8230; memang sangat memungkinan sekali.</p>
<p>TETAPI&#8230;, tetap berbeda sekali &#8220;KEKUATAN&#8221; dari cara &#8220;Penghapalan vs Penulisan&#8221;.</p>
<p>Sangat berbeda&#8230;., silahkan pelajari tulisan: Hapalan vs Tulisan pada blog ini juga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=152&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2009/04/10/keajaiban-alquran-dan-alkitab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>311</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam dan Ketakutan</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2009/03/19/islam-dan-ketakutan/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2009/03/19/islam-dan-ketakutan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 13:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pilihan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan ketakutan]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa meninggalkan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ketakutan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketakutan dalam Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/ ============================================================= Jadi bacaan-bacaan wirid itu, bacaan-bacaan doa novena dalam agama Katolik, dan bacaan-bacaan yang keluar dari dalam hati saya sendiri, saya pikir sama-sama didengarkan oleh Tuhan. Poin yang ingin saya sampaikan: kalau kita menjalankan nilai-nilai yang inti dan universal dalam suatu agama, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=149&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="summary">
<p>Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: <strong><a href="../warning/">http://islamkristen.wordpress.com/warning/</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">=============================================================</p>
<p>Jadi bacaan-bacaan wirid itu, bacaan-bacaan doa novena dalam agama Katolik, dan bacaan-bacaan yang keluar dari dalam hati saya sendiri, saya pikir sama-sama didengarkan oleh Tuhan. Poin yang ingin saya sampaikan: kalau kita menjalankan nilai-nilai yang inti dan universal dalam suatu agama, kita tidak akan pernah bentrok dengan agama apapun.</p></div>
<p><em>Ada banyak faktor yang memengaruhi seseorang dalam memutuskan pilihan agama. Juga saat ia berkeputusan untuk beralih agama. Faktor itu bisa ditemukan dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar di mana ia tumbuh dan mendapat pendidikan keagamaan. Tidak kalah penting adalah faktor internal dalam di sanubari orang itu sendiri. Faktor internal dan eksternal kemudian menjelma sebuah keputusan. Dan saat keputusan keimanan dibuat, tentu ada pergulatan iman yang tidak ringan. Rabu (24/12/2008), Novriantoni Kahar dari Jaringan Islam Liberal (JIL) mengorek pergulatan iman Budhis Utami, seorang aktivis perempuan, pegiat LSM Kapal Perempuan, Jakarta. Berikut wawancaranya:<span id="more-149"></span><br />
</em></p>
<p><strong>JIL: Sebagai unit sosial terkecil, keluarga berperan signifikan dalam perjalanan kehidupan keagamaan seseorang. Seperti apakah latar belakang keagamaan keluarga anda semasa kecil?</strong></p>
<p>Saya berasal dari Jember, Jawa Timur. Teman-teman pasti tahu Jember itu basis keagamaannya apa. Keluarga saya dan seluruh orang di kampung adalah Islam dan NU (Nahdlatul Ulama). Keluarga saya juga Islam, meski secara politis kakek punya afiliasi dengan Partai Nasional Indonesia (PNI). Tapi bapak saya sangat NU meskipun masih memilih PDI waktu itu. Belakangan bapak memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) karena faktor Gus Dur. Mati-hidup dia ikut Gus Dur. Ibu saya anggota Muslimat NU meskipun tidak terlalu aktif. Minimal ikut pengajian-pengajian. Kakek saya dari garis ibu berasal dari Madura. Beliau ini sangat displin mengajar saya mengaji.</p>
<p>Jadi saya cukup fasih membaca surat al-Fatihah, al-Ikhlash, al-Falaq, al-Nas dan lainnya. Kakek juga sangat disiplin memberi pendidikan agama. Jadi kalau kakek datang ke rumah saya di Jember, tiap subuh dia nggedor-nggedor pintu kamar supaya bangun salat, meski setelah bangun pura-pura ke kamar mandi, lalu masuk kamar dan tidur lagi. Poin yang ingin saya sampaikan adalah: latar belakang Islam dan NU itu sangat kental dalam keluarga saya.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>JIL: Bagaimana pula dengan latar belakang keagamaan lingkungan sosial anda?</strong></p>
<p>Saya melihat lingkungan tempat saya tinggal itu sangat kuat keislamannya. Tempat saya tinggal itu dekat hutan. Banyak orang berburu babi hutan. Nah, kalau ada orang yang berburu babi, akan dibilang orang Kristen. Karena babi hutan dalam Islam haram hukumnya. Dari situlah saya melihat bahwa sebenarnya lingkungan tempat saya tinggal itu memang sangat kuat keislamannya.</p>
<p><strong>JIL: Bagaimana dengan internalisasi nilai-nilai agama semenjak anda kecil?</strong></p>
<p>Waktu kecil, bapak-ibu saya bercerai. Jadi saya ikut keluarga paman yang memeluk Islam, meski bukan dari jenis Islam yang taat. Paman saya punya enam anak, tujuh dengan saya. Di situ saya belajar mengaji. Keluarga paman sendiri lebih menekankan bagaimana orang harus berbuat baik. Dari situ saya berpikir, apakah ini yang disebut dengan Islam abangan? Tapi kenapa anak-anaknya juga disuruh mengaji, termasuk saya?! Tapi paman memang orang yang disiplin. Dia kepingin anak-anaknya, termasuk saya, mendapatkan pendidikan yang ketat. Maka dia menyekolahkan kami di sekolah Katolik.</p>
<p>Tapi di antara kami bertujuh, hanya tiga orang—saya dan dua kakak sepupu saya—yang kemudian memilih untuk masuk Katolik. Jadi kalau dalam keluarga, sayalah yang pertama kali masuk Katolik. Itupun melalui sebuah proses panjang dan tidak segera disetujui oleh gereja Katolik. Sebab kalau mau masuk Katolik, harus mengikuti pendidikan agama yang panjang dulu. Saya harus jadi katekisasi (orang yang menerima pengajaran mengenai prinsip-prinsip agama Kristen sebagai persiapan menuju pembaptisan) dulu selama satu tahun. Saya mengikutinya sampai tiga kali. Dari dua sebelumnya, saya masih belum berhasil dibaptis. Sebab ada peraturan, untuk bisa dibaptis, anak-anak harus mendapat persetujuan orangtua.</p>
<p>Tentu saja paman dan orang tua saya tidak setuju. Tapi saya tidak mau konfrontasi dengan mereka. Saya memutuskan untuk konsentrasi belajar saja. Sebab waktu SMA nilai saya jelek, karena mesti juga belajar semua agama; belajar Hindu, Budha, Islam, dan Kristen. Saya benar-benar stres waktu SMA dulu mempelajari empat agama.</p>
<p><strong>JIL: Dengan latar belakang keluarga dan lingkungan yang demikian kuat Islam dan NU-nya, bagaimana reaksi yang muncul ketika anda memutuskan pindah dari Islam dan memilih Katolik?</strong></p>
<p>Reaksi yang keras pertama kali datang dari Ibu. Karena ibu saya ini memang betul-betul mendapat didikan dari kakek. Kakek saya rajin mengajar ngaji di mushalla. Waktu itu ibu bilang begini: “Kalau kamu masuk Kristen, saya tidak akan membiayai kamu!” Padahal setelah bapak-ibu bercerai, satu-satunya harapan saya untuk bisa sekolah adalah ibu. Akhirnya saya nurut saja. Sementara paman saya—yang saya sebut abangan itu—bilang begini: “Kamu jangan masuk Kristen, tetap saja di Islam. Orang itu tidak penting agamanya. Yang penting adalah perbuatan baiknya.” Itulah yang membuat saya bisa berkrompomi waktu itu. Dalam hati sendiri saya bilang, “Iya ya, saya masih SMP. Ya sudahlah saya fokus belajar aja. Gereja toh juga tidak akan membaptis saya kalau tidak ada persetujuan orang tua.”</p>
<p>Beberapa tahun kemudian saya naik SMA. Sewaktu SMA tekanannya masih sama. Respon gereja masih sama, karena keluarga saya masih belum memberikan persetujuan. Bapak saya masih diam saja, tidak berkomentar. Nah, ketika sudah berusia 23 tahun dan sudah satu tahun setengah ikut pelajaran agama Katolik, gereja tak kunjung mau membaptis saya gara-gara di dalam surat pernyataan itu tidak ada tanda tangan orang tua. Akhirnya saya balik marah ke gereja. Saya bilang begini: “Saya kan sudah berusia 23 tahun. Saya bisa mengambil keputusan sendiri dong! Tidak perlu persetujuan orang tua. Saya tidak mungkin memaksa ibu saya. Dan kalau gereja tidak mau membaptis saya, biar Yesus saja yang membaptis saya!” Saya bilang demikian ke gereja.</p>
<p><strong>JIL: Bagaimana pula relasi anda dengan keluarga setelah pembaptisan itu? Apakah ada kekhawatiran muncul gap atau jarak pemisah antara anda dan keluarga?</strong></p>
<p>Ya, ada kekhawatiran seperti itu. Waktu saya dibaptis, pada akhirnya saya merasa ada sesuatu yang jauh antara saya dan keluarga. Saya sudah mencecap banyak hal tentang Katolik, sementara orang tua saya adalah orangtua di kampung yang tidak tahu-menahu soal-soal demikian. Jadi saya merasa ada semacam gap atau jarak. Tapi saya sudah berjanji pada ibu waktu itu: saya pindah agama biar saya baik; baik pada orang tua, hormat dan berbakti kepada orangtua, baik pada sesama. Menghormati orang, siapapun dia, apapun latar belakang agamanya, kelasnya, dan seterusnya. Itulah yang saya pegang, dan itulah yang saya yakini sebagai sesuatu yang universal dari agama.</p>
<p>Jadi spirit itu yang saya ambil. Dan saya pikir spirit itu ada dalam semua agama. Saya punya teman Islam, teman-teman Budha, Hindu, dan sering berdialog dengan mereka. Ternyata mereka punya spirit yang sama. Karenanya, ketika saya masuk Kristen dengan segala perubahan-perubahan yang ada pada diri saya, ibu kemudian tidak marah dan bisa menerima saya. Meskipun kadang-kadang ibu saya—dengan logat Maduranya yang membuat saya ketawa—sering bilang: “Kamu itu kafir, pengikutnya Fir’aun!” Tapi saya tidak tersinggung. Saya justru ketawa aja sambil menimpali balik: “Ibu, di mana-mana orang Kristen itu pengikutnya Isa, bukan pengikutnya Fir’aun.” Jadi, saya bawakan secara rileks saja. Mau dibilang kafir, mau dibilang apapun, saya cuma ketawa. Yang penting saya berusaha menjadi pribadi yang baik. Saya berusaha bertanggung jawab, tidak merepotkan orangtua. Itu inti yang saya pegang. Kemudian di luar itu, orang mengatakan segala macam, saya tidak marah, tidak tersinggung.</p>
<p><strong>JIL: Apakah anda cukup yakin bahwa pihak keluarga tidak menyayangkan keputusan yang anda pilih dan merelakan anda sepenuhnya? </strong></p>
<p>Waktu itu, buat ibu dan bapak, relatif sudah tidak ada masalah. Terutama bapak. Dia punya guru, seorang kiai, namanya Kiai Mahmud (almarhum), yang bisa dibilang kiai besar untuk ukuran kampung saya. Kiai itu bilang ke bapak saya: “Pak Bun (nama bapak saya), biarkan aja anakmu mau masuk Kristen, mau masuk Islam, mau masuk apa, yang penting dia sungguh-sungguh meyakini agamanya dan menjalankannya!” Itu yang membukakan hati bapak saya untuk kemudian membiarkan saya berpindah agama dan tidak pernah mempersoalkan lagi.</p>
<p><strong>JIL: Taruhlah urusan dalam keluarga beres. Tapi kadang-kadang lingkungan menjadi tekanan bagi keluarga dan juga anda sendiri. Mungkin mereka menyebut anda mengkhianati keluarga dan sebagainya. Bagaimana respon lingkungan sekitar?<br />
</strong></p>
<p>Dalam konteks keagamaan yang saya pahami dan saya jalankan, saya sama sekali tidak merasa mengkhianati orangtua saya. Bahkan dalam banyak hal, saya selalu dijadikan contoh bagi anak-anak bapak saya dari istri keduanya. Karena di dalam keluarga, saya tidak pernah membawa embel-embel agama. Tapi perbuatanlah bagi saya yang lebih penting; bagaimana saya membantu orangtua dan adik-adik saya agar bisa sekolah. Dan saya memperjuangkan itu semua tanpa syarat. Misalnya mereka harus berbuat baik pada saya, harus ada imbalan dan lain-lain. Tidak. Ketika orang harus membantu, ya bantulah. Ketika orang harus berempati, ya berempatilah. Dan saya yakin semua agama pasti mengajarkan demikian. Karena itu, lingkungan saya tidak pernah melihat saya sebagai Budhis yang Kristen, sebagai Budhis anaknya si A atau si B.</p>
<p><strong>JIL: Di samping memutuskan untuk pindah agama yang menuai pro dan kontra di lingkup keluarga sendiri, anda juga memutuskan untuk melaksanakan nikah beda agama. Bagaimana respon keluarga dan teman-teman anda saat itu? </strong></p>
<p>Waktu saya mau menikah dengan suami saya yang Islam, paman datang dan bilang: “Mbok ya kamu kembali lagi ke Islam. Toh suamimu juga Islam!” Saya bilang: “Ketika saya beragama Kristen, apa paman melihat ada perubahan dalam diri saya?” Dia bilang, tidak. “Ya sudah, <em>clear </em>kan!” saya bilang begitu. Lantas suami saya bilang ke paman: “Saya bisa menerima dia apa adanya kok!” Saya sendiri waktu itu diledek dan ditakut-takuti sama teman-teman. Tapi di dalam hati saya bilang begini: “Lho kalau saya tidak boleh menikah dengan dia karena beda agama, padahal saya mencintainya dan ingin hidup bersamanya, terus gimana?” Apakah saya dipaksa untuk jatuh cinta dengan orang lain yang sama agamanya? Kan tidak bisa. Ini kan soal perasaan.</p>
<p><strong>JIL: Bagaimana anda tetap bisa melangsungkan pernikahan beda agama tersebut? Bukankah undang-undang perkawinan kita tidak membenarkan pernikahan beda agama? </strong></p>
<p>Ya, awalnya ada semacam dilema dengan hukum negara kita. Tapi bagi saya yang penting, dalam Katolik pernikahan beda agama diperbolehkan. Jadi ada dispensasi untuk menikah berbeda agama. Tapi memang harus menikah di dalam gereja Katolik. Tapi, waktu itu memang ribet sekali, karena saya tinggal di Yogyakarta, KTP saya Jakarta. Kemudian saya akan menikah di Jember, dan saya dibaptisnya di Jember. Jadi memang harus mengurus surat baptis, pendaftaran, dan segala macam. Secara organisasi, Katolik itu memang sangat ketat. Nah, karena urusannya cukup ribet, akhirnya saya memilih menikah secara Islam. Saya sendiri tetap Katolik. Dan keluarga maupun suami saya mendukung tidak perlu ada yang berpindah agama dan tidak perlu ada yang harus mengubah keyakinan. Jalanin aja masing-masing.</p>
<p><strong>JIL: Dalam pernikahan beda agama, pasti banyak sekali perbedaan-perbedaan yang harus ditanggulangi. Bagaimana anda mengatasi perbedaan-perbedaan pada level konsep keagamaan, misalnya?</strong></p>
<p>Ketika memilih suami, saya berprinsip suami harus punya perspektif yang sama dengan saya. Harus sama-sama punya perspektif pluralis, bisa menerima orang yang berbeda keyakinan untuk hidup bersama. Kalau saya tidak bertemu dengan laki-laki seperti itu, ya saya tidak mau. Karena bagi saya, tidak boleh ada pemaksaan dalam sebuah relasi perkawinan, termasuk pemaksaan untuk berubah keyakinan. Jadi bagi saya tidak bisa hanya berdasarkan cinta, perasaan menggebu-gebu dan berbunga-bunga saja. Tapi juga harus ditimbang-timbang cocok-tidaknya dalam hal perspektif, konsep, dan visi ke depannya. Sebab kalau tidak punya perspektif, konsep atau visi yang sama, apa bisa kita bertahan terus dalam relasi demikian?</p>
<p>Nah, alhamdulillah suami saya punya perspektif yang sama dengan saya. Maka kami relatif tidak mengalami hambatan di level konsep keagamaan. Kami berdua tidak melihat dengan serius perbedaan keyakinan kegamaan kami berdua. Makanya, ketika suami saya sakit dan saya harus berdoa dengan cara Islam, dengan senang hati saya melakukannya. Waktu itu ada yang kasih tahu ke saya, kalau mau suami saya sembuh, saya harus me-wirid-kan al-Fatihah 21 kali, al-Ikhlas 16 kali, al-Falaq 16 kali, dan al-Nas 16 kali. Meski wirid surat itu saya baca dalam bahasa Indonesia, tapi saya yakin Tuhan pasti tahu maksud seluruh bacaan wirid saya.</p>
<p>Di samping baca wirid, saya juga melakukan doa novena (doa pribadi atau doa bersama selama sembilan hari berturut-turut yang dipanjatkan guna mendapatkan suatu rahmat khusus). Jadi doa saya bisa dibilang doa yang “hybrid”. Sampai pada akhirnya ketika suami saya sudah dalam kondisi kritis, saya berdoa pakai cara sendiri: “Tuhan, suami saya sudah kritis, tunjukkan cara yang terbaik, pilihkan yang terbaik untuk dia!” Saya tidak pakai lagi surat-surat Alquran, tidak lagi pakai doa novena, betul-betul berdoa dengan cara saya sendiri. Dan doa saya terjawab dua jam kemudian; suami saya meninggal dengan tenang sekali dan saya mendampinginya.</p>
<p>Jadi bacaan-bacaan wirid itu, bacaan-bacaan doa novena dalam agama Katolik, dan bacaan-bacaan yang keluar dari dalam hati saya sendiri, saya pikir sama-sama didengarkan oleh Tuhan. Poin yang ingin saya sampaikan: kalau kita menjalankan nilai-nilai yang inti dan universal dalam suatu agama, kita tidak akan pernah bentrok dengan agama apapun. Termasuk dengan suami saya. Berantemnya ya persoalan pembagian pekerjaan dalam rumah tangga. Tidak pernah berantem masalah agama.</p>
<p><strong>JIL: Kalau anda refleksikan ulang sekarang, faktor-faktor apa sebenarnya yang mempengaruhi anda untuk menganut agama tertentu dan tidak yang lainnya?</strong></p>
<p>Sebenarnya saya sendiri juga bertanya-tanya, seberapa jauh pendidikan enam tahun yang saya jalani di institusi Katolik mengkonstruksi iman saya? Padahal saya tidak pernah mengikuti pelajaran agama dengan sungguh-sungguh. Jadi kalau ada pelajaran agama Katolik, yang bukan Katolik itu keluar. Artinya saya juga tidak dimasuki oleh agama itu. Lantas saya juga bertanya-tanya tentang faktor lingkungan. Lingkungan saya Islam. Saya diajari Islam. Tapi kok saya tidak tetap di Islam dan malah pindah ke Kristen?</p>
<p>Dulu ketika saya belum mengenal Islam dan ketika sudah mempelajarinya, saya berpikir kok Islam itu galak banget ya. Apa-apa ada hukumannya. Kalau mati nanti ada azab neraka jika kita tidak taat dalam beragama. Bayangan neraka itu luar biasa menakutkan bagi saya. Dan saya tidak menemukan itu di Katolik. Karena surga dan neraka itu jarang dibicarakan. Yang sering dibicarakan adalah bagaimana relasi kita dengan sesama dengan penuh kasih dan sebagainya. Saya lantas berpikir, kok enak ya agama ini?! Mungkin ini salah satu yang mendorong saya untuk memilih Katolik.</p>
<p>Tapi saya benar-benar bingung. Saya kelas 3 SMA waktu itu. Dengan kondisi penuh kebingungan itu, di dalam hati saya berdoa: “Tuhan, tolong tunjukkan yang terbaik pada saya. Saya kepingin hidup saya baik.” Waktu itu saya benar-benar sudah pasrah.</p>
<p><strong>JIL: Apakah anda merasa itu adalah pilihan terbaik dari Tuhan dan kini anda merasa sebagai <em>true believer</em> di agama Katolik?</strong></p>
<p>Sampai sekarang, saya sendiri tidak tahu. Saya juga tidak tahu kenapa saya tetap memilih itu. Mungkin ada hal-hal yang menyentuh hati saya di dalamnya, misalnya ajarannya yang menekankan kasih. Juga dalam beberapa hal, Katolik itu kini agak lebih terbuka. Misalnya pastor-pastor di gereja biasa mengucapkan assalamu’alaikum. Jadi tidak pernah ada larangan mengucapkan selamat hari raya. Itu yang membuat saya nyaman, bisa bersilaturahmi dengan banyak saudara-saudara saya, apapun agamanya. Tapi kadang saya juga ketemu dengan pastor yang fundamentalis. Tapi saya sudah punya filter sendiri, sehingga saya bisa memilah mana yang tidak cocok dan cocok untuk teman diskusi saya. Tapi dalam berelasi, kami tetap saling menghormati.</p>
<p><strong>JIL: Sebagai aktivis pembela hak-hak perempuan, apa makna agama atau keberagamaan bagi diri anda sekarang?</strong></p>
<p>Agama menurut saya adalah sebuah rambu-rambu bagi saya untuk menjalani hidup ini. Jadi sebuah rambu-rambu jalan saja, di mana saya bisa mengkritisinya. Makanya, secara kelembagaan, saya sering mengkritik agama Katolik. Bagaimana dia memposisikan perempuan, itu tetap saya kritisi sampai sekarang. Misalnya kenapa perempuan tidak bisa menjadi pemimpin atau imam. Saya tanya teman-teman pastor: “Sebenarnya ada tidak sih dasar Biblis-nya bahwa perempuan itu tidak boleh menjadi pastor, menjadi imam?” Mereka bilang tidak ada, dan itu hanya semacam tradisi. Artinya itu bisa diubah. Bagaimana mengubahnya dan kapan usaha itu akan berhasil, itulah yang menjadi persoalan. Nah, kalau sudah mikir-mikir begitu, Islam sebenarnya lebih terbuka terhadap perempuan. Akhirnya ada pikiran seperti itu.</p>
<p>Saya juga mempertanyakan sikap Katolik dalam soal pernikahan beda agama. Menurut Katolik hal itu boleh. Tapi pertanyaan kritis saya, kenapa anak-anaknya harus berjanji untuk tetap setia memeluk Katolik? Makanya secara kelembagaan saya tidak ngotot; pokoknya tradisi ini atau itu harus diperjuangkan. Tidak. Nah, tentang pertanyaan anda sebelumnya, apakah saya ini Katolik beneran atau—istilah anda <em>true believer</em>—tidak sih? Ya terserah saya mau disebut Katolik apa. Terserah orang mau menilai saya seperti apa. Bagi saya yang penting adalah apa yang saya yakini, yang saya imani, yang saya jalankan. Soal apakah saya sudah berbuat yang baik atau tidak, bukan orang yang menilainya. Tuhan yang menilainya. Persoalan saya akan masuk ke neraka atau surga, itu juga bukan urusan saya. Tidak penting saya mau diletakkan di mana, yang penting saya diberi rambu-rambu-Nya agar saya masuk dalam rambu-rambu Tuhan. Sebab, acuan saya adalah teladan Yesus.</p>
<p>Penulis: Budhis Utama</p>
<p>Sumber: http://islamlib.com/id/artikel/pendidikan-agama-jangan-menakut-nakuti/</p>
<p>=================================================</p>
<p>Komentar Iman Kristen:</p>
<p>Kesaksian yang bagus dan mengharukan. Judul tulisan yang saya buat ini merupakan inti pemikiran dan tulisan anda.</p>
<p>Perjanjian Lama (Agama Yahudi) pada dasarnya sama dengan Islam, berisikan keadilan dan murka Allah TANPA JALAN KELUAR.</p>
<p>Yesus berkata: &#8220;Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup&#8230;&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=149&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2009/03/19/islam-dan-ketakutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembunuhan: Yesus vs Muhammad (Komentar-2)</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/pembunuhan-yesus-vs-muhammad-komentar-2/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/pembunuhan-yesus-vs-muhammad-komentar-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 09:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pilihan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme di India]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme kejam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/ ============================================================= Penulis: Iwan Dahnial. Sumber: http://iwandahnial.wordpress.com/2008/11/28/teroris-menyerang-mumbai-india/ TERORIS MENYERANG MUMBAI, INDIA - Kaum teroris bersenjata berat, termasuk AK 47-S dan granat, secara terkoordinir serentak menyerang beberapa sasaran diMumbai, India, yaitu hotel ternama Taj Mahal, hotel mewahOberai Trident, stasiun kereta api tersibuk CST,  bandara lokal Santa Cruz, rumah sakit Cama dan GT, metro Adlabs,Mazgaon Dockyard, serta tempat pemukiman Yahudi. - [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=144&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: <strong><a href="http://islamkristen.wordpress.com/warning/">http://islamkristen.wordpress.com/warning/</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">=============================================================</p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span>Penulis: Iwan Dahnial.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span>Sumber: http://iwandahnial.wordpress.com/2008/11/28/teroris-menyerang-mumbai-india/</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><strong>TERORIS MENYERANG MUMBAI, INDIA</strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4743" title="mumbai-1" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-1.jpg?w=460&amp;h=340" alt="mumbai-1" width="460" height="340" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span>-<span id="more-144"></span><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Kaum teroris bersenjata berat, termasuk AK 47-S dan granat, secara terkoordinir serentak menyerang beberapa sasaran di</span><span>Mumbai</span><span>, India, yaitu <span>hotel ternama</span> </span><span>Taj Mahal</span><span>, <span>hotel mewah</span></span><span>Oberai Trident, </span><span><span>stasiun kereta api</span></span><span> tersibuk </span><span>CST</span><span>,  <span>bandara lokal</span> </span><span>Santa Cruz, </span><span><span>rumah sakit</span></span><span> Cama </span><span>dan </span><span>GT, </span><span>metro </span><span>Adlabs,</span><span>Mazgaon Dockyard</span><span>, serta tempat pemukiman <span>Yahudi</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>-</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Setidaknya <span>131 orang tewas</span> dan lebih dari <span>327 orang luka-luka,</span> serta<span> puluhan orang disandera</span> akibat <span>serangan teroris</span>di </span><span>Mumbai </span><span>tersebut, pada <span>Rabu malam 26 November 2008</span>. Dikabarkan (menurut TV One) </span><span><span>5 orang Indonesia</span></span><span> </span><span>dari</span><span> <span>Bali</span></span><span>yang bekerja di <span>hotel Oberai Trident</span>, terjebak di dalam hotel.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>-</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Sejauh ini 4 teroris tewas dan 14 polisi tewas dalam serangan tersebut, termasuk <span>kepala unit anti teror</span>, </span><span>Hemant Karkare</span><span>, dan <span>spesialis anti teror terkemuka</span>, </span><span>Vijay Salaskar</span><span>. Dan setidaknya <span>6 orang asing</span> juga tewas.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>-</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Kelompok yang menamakan dirinya <span>“Mujahidin Deccan”</span>mengirim email ke surat kabar India  dan mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Seorang teroris yang menyebutkan dirinya <span>Sahadullah</span>, menyampaikan pesan melalui telepon kepada TV India: “<span>Bebaskan semua kaum mujahidin dan militan Islam yang dipenjara di India dan jangan ganggu kaum Islam yang berada di India</span>”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span>Keterangan</span></span><span> :</span></span></p>
<p><span><span><span>Mumbai</span></span><span> (bahasa Marathi:  dahulu dikenal dengan nama </span><span><span>Bombay</span></span><span>)</span><span>adalah ibukota negara bagian  <span>Maharasthatra </span>dan dengan populasi sebesar </span><span><span>12 juta jiwa</span></span><span> (2005) adalah kota dengan <span>penduduk terbanyak</span> di India. Kota ini terletak di <span>Pulau Salsette</span>, lepas pantai <span>barat Maharashtra.</span> Bersama kota-kota pinggirannya, Mumbai menjadi area<span><span>metropolitan terbesar keempat di dunia</span></span> dengan <span>populasi </span>melebihi <span>20 juta jiwa</span>.</span></span><span><span>-</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span>Mumbai</span></span><span> adalah </span><span>pusat perdagangan</span><span> dan </span><span>hiburan</span><span> di <span>India</span>, menjadi lokasi berbagai badan-badan keuangan penting. Kota ini menarik imigran karena memiliki peluang bisnis yang besar dan taraf hidup yang tinggi. </span><span><span>Bollywood,</span></span><span> <span>pusat perfilman India</span>, juga terletak di kota ini.</span><span>(Sumber: Wikipedia Indonesia).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>-</span></span></span></p>
<p><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-a.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4765" title="mumbai-a" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-a.jpg?w=460&amp;h=298" alt="mumbai-a" width="460" height="298" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span>Asap mengepul dari dalam Taj Mahal Hotel, Mumbai, menyusul serangan teroris. (Reuters Photo).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4745" title="mumbai-2" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-2.jpg?w=460&amp;h=631" alt="mumbai-2" width="460" height="631" /></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>Hotel Taj sedang terbakar setelah serangan teroris di Mumbai. (AFP Photo).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4746" title="mumbai-3" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-3.jpg?w=460&amp;h=298" alt="mumbai-3" width="460" height="298" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan  api yang berkobar di Taj Hotel, Mumbai. (Reuters Photo).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4747" title="mumbai-4" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-4.jpg?w=460&amp;h=340" alt="mumbai-4" width="460" height="340" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>Tersangka teroris di Mumbai. (Times Now).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4748" title="mumbai-5" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-5.jpg?w=412&amp;h=500" alt="mumbai-5" width="412" height="500" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>Tentara India sedang mengambil posisi di Gateway yang berhadapan dengan hotel Taj, Mumbai. (Reuters Photo).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/thumb-b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4766" title="thumb-b" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/thumb-b.jpg?w=460&amp;h=321" alt="thumb-b" width="460" height="321" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Petugas pemadam kebakaran sedang menyelamatkan seorang yang terjebak di dalam hotel Taj. (AP Photo).</span><span><span><span><br />
</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/yahudi-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4795" title="yahudi-1" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/yahudi-1.jpg?w=400&amp;h=220" alt="yahudi-1" width="400" height="220" /></a><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/yahudi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4796" title="yahudi" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/yahudi.jpg?w=400&amp;h=600" alt="yahudi" width="400" height="600" /></a></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Komando Pasukan Keamanan India (NSG) tampak sedang turun dari helikopter ke atap rumah pemukiman Yahudi di pusat kota Mumbai 28 November 2008, dimana militan Islam diduga menyandera sedikitnya 10 orang Israel. (Reuters/Phil Smith).</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4749" title="mumbai-6" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-6.jpg?w=460&amp;h=340" alt="mumbai-6" width="460" height="340" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>Polisi sedang berjaga-jaga setelah terjadi serangan teroris di stasiun kereta api di Mumbai (Reuters)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4750" title="mumbai-7" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-7.jpg?w=460&amp;h=306" alt="mumbai-7" width="460" height="306" /></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>Bangkai taksi tampak terserak di jalan raya dekat bandara domestik di Mumbai. (PTI Photo).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4751" title="mumbai-8" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-8.jpg?w=460&amp;h=306" alt="mumbai-8" width="460" height="306" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>Polisi sedang menyelidiki kerusakan kendaraan di tempat kejadian ledakan di Mumbai. (AP Photo)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-9.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4752" title="mumbai-9" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-9.jpg?w=460&amp;h=340" alt="mumbai-9" width="460" height="340" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>Regu penyelamat membawa korban penyerangan teroris di Colaba wilayah Mumbai. (Reuters Photo).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-10.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4753" title="mumbai-10" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-10.jpg?w=460&amp;h=306" alt="mumbai-10" width="460" height="306" /></a></span><span><span>Seorang karyawan Taj Hotel sedang menghibur tamu asing, setelah terjadi serangan teror. (Reuters Photo).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-11.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4754" title="mumbai-11" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-11.jpg?w=460&amp;h=278" alt="mumbai-11" width="460" height="278" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>Seorang tentara India  berlari membawa sebotol air untuk rekannya di luar pintu masuk Taj Hotel. (AFP Photo).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span><a href="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-12.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4755" title="mumbai-12" src="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-12.jpg?w=460&amp;h=330" alt="mumbai-12" width="460" height="330" /></a></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span><span><span>Pasukan keamanan India sedang mengawal seorang tamu keluar Taj Hotel. (AP Photo).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span><span>Sumber</span></span><span> :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span>http://timesofindia.indiatimes.com/Cities/Mumbai/Terror_attacks_in_Mumbai_101_dead_firing_on/articleshow/3761410.cms</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span>http://timesofindia.indiatimes.com/Cities/Mumbai/Fresh_explosions_at_Taj_hotel_hostages_rescued/articleshow/msid-3763863,curpg-2.cms</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span>http://www.guardian.co.uk/world/2008/nov/27/mumbai-terror-attacks-india1</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span>================================</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span><strong>Komentar ImanKristen:</strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span>Tuhan Yesus, ampunilah para teroris itu, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.</span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=144&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/pembunuhan-yesus-vs-muhammad-komentar-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>135</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-1.jpg?w=460&#38;h=340" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-a.jpg?w=460&#38;h=298" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-2.jpg?w=460&#38;h=631" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-3.jpg?w=460&#38;h=298" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-4.jpg?w=460&#38;h=340" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-5.jpg?w=412&#38;h=500" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/thumb-b.jpg?w=460&#38;h=321" medium="image">
			<media:title type="html">thumb-b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/yahudi-1.jpg?w=400&#38;h=220" medium="image">
			<media:title type="html">yahudi-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/yahudi.jpg?w=400&#38;h=600" medium="image">
			<media:title type="html">yahudi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-6.jpg?w=460&#38;h=340" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-7.jpg?w=460&#38;h=306" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-8.jpg?w=460&#38;h=306" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-9.jpg?w=460&#38;h=340" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-10.jpg?w=460&#38;h=306" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-11.jpg?w=460&#38;h=278" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/mumbai-12.jpg?w=460&#38;h=330" medium="image">
			<media:title type="html">mumbai-12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penulisan Kitab : Alkitab vs Alquran (Komentar-1)</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/penulisan-kitab-alkitab-vs-alquran-komentar-1/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/penulisan-kitab-alkitab-vs-alquran-komentar-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 07:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab Suci]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran vs Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Menafsirkan Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Menafsirkan Alquran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/ ============================================================= Kisahku Mempelajari Quran Oleh Mumin Salih (8 Sep, 2008) &#8220;Tanpa perasaan kaget sama sekali, aku membaca bagaimana Muhammad membantai suku Yahudi Bani Qurayza. Aku sudah mengembangkan konsep pemikiran bahwa pembantaian Islamiah terhadap kaum Yahudi tidak lebih daripada orang Arab menggorok sapi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=139&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: <strong><a href="http://islamkristen.wordpress.com/warning/">http://islamkristen.wordpress.com/warning/</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">=============================================================</p>
<p>Kisahku Mempelajari Quran<br />
Oleh Mumin Salih (8 Sep, 2008)</p>
<p>&#8220;Tanpa perasaan kaget sama sekali, aku membaca bagaimana Muhammad membantai suku Yahudi Bani Qurayza. Aku sudah mengembangkan konsep pemikiran bahwa pembantaian Islamiah terhadap kaum Yahudi tidak lebih daripada orang Arab menggorok sapi.</p>
<p>AWAL MULA<br />
Awalnya, aku ragu menulis kisah murtadku, karena kisahku ini tidak punya unsur moral apapun seperti yang banyak ditulis para murtadin lainnya di Internet. Aku tidak bisa mengaku bahwa aku tidak tahu segala pembantaian yang dilakukan Muhammad, karena aku memang tahu akan hal itu dan menerimanya sebagai hukuman bagi musuh Allah SWT. <span id="more-139"></span>Aku pun tidak bisa menyangkal Muhammad melakukan perkawinan pedofili dengan Aisyah karena aku jelas tahu akan hal itu dan menerimanya sebagai kelakuan normal di jaman Muhammad. Tanpa perasaan kaget sama sekali, aku membaca bagaimana Muhammad membantai suku Yahudi Bani Qurayza. Aku sudah mengembangkan konsep pemikiran bahwa pembantaian Islamiah terhadap kaum Yahudi tidak lebih daripada orang Arab menggorok sapi.</p>
<p>Masalahku dengan Islam hanya terletak pada Quran. Bagiku, untuk mengerti Quran dibutuhkan usaha keras tak kunjung habis dalam menafsirkan, menafsir ulang, dan pembenaran terus-menerus akan hal-hal tak masuk akal dalam Quran. Orang yang tak percaya Tuhan dan mampu berbahasa Arab dengan baik, akan merasa sukar untuk menerima kebenaran Quran, baik dari segi dan gaya bahasa, maupun isinya. Quran itu hanya tampak meyakinkan bagi orang-orang yang tak mengerti bahasa Arab, dan inilah sebenarnya yang dialami oleh sebagian besar umat Islam non-Arab di seluruh dunia. Hal ini benar-benar terjadi pada para Muslim yang tak mengerti bahasa Arab tapi membaca Quran bertahun-tahun hanya untuk satu tujuan: masuk surga dan menghindari neraka. Selama puluhan tahun, aku termasuk dalam kelompok terakhir ini. Meskipun awalnya aku sangat amat yakin Quran itu 100% benar, sama seperti yang diyakini Muslim pada umumnya, aku semakin lama semakin merasa sukar menerima segala hal tak masuk akal karena, selama tahun-tahun berselang, bahasa Arabku pun semakin lama semakin baik.<br />
Dalam kasusku, gaya bahasa dan logika jungkir balik dalam Quran-lah yang membuatku meninggalkan islam, dan bukan karena kekejaman Muhammad. Aku menolak Quran karena aku mengharapkan Allah SWT memberikan buku yang jauh lebih bermutu daripada Quran!</p>
<p>SEWAKTU KANAK-KANAK MUSLIM<br />
Aku dibesarkan di sebuah kampung kecil di sebelah selatan Syria di awal tahun 1950-an. Orangtuaku adalah petani sederhana yang berpendidikan rendah. Sama seperti penduduk kampung sekitarnya, orangtuaku pun melakukan sholat dan puasa Ramadhan, yang sudah merupakan kewajiban sosial dan budaya. Seperti anak-anak kampung lainnya, aku pun diajari untuk melafalkan ayat-ayat Quran di luar kepala bahkan sebelum mulai masuk sekolah. Sampai sekarang pun para orangtua Arab tetap mengajarkan anak-anak mereka melafalkan sura pertama Quran yang dikenal sebagai al-Fatiha. Bahkan sebagian orangtua Muslim mengajarkan ini pada anak-anak sewaktu mereka mulai mampu bicara.<br />
Begitulah awalnya aku mengenal Quran. Tapi setelah itu pun Quran selalu saja berada di sekitarku, apapun yang kulakukan, kemanapun aku pergi. Aku selalu saja mendengar suara Quari yang membaca Quran dengan gaya tajwid yang menimbulkan suasana takut. Pelafalan Quran berlangsung tanpa henti dari pengeras suara di mesjid-mesjid, radio, dan segala macam teknologi pengeras suara. Tiada upacara atau pertemuan yang bisa berlangsung atau berhenti tanpa pelafalan ayat-ayat Quran. Memang aku tidak mendengar Quran sepanjang waktu, tapi aku bisa merasakannya di mana-mana. Kemanapun aku melayangkan pandangan, aku selalu bisa menemukan ayat-ayat Quran yang ditulis dengan kaligrafi spesial, dibingkai, dan digantungkan di tembok-tembok setiap rumah, setiap toko, bahkan setiap kendaraan pun dihiasi oleh ayat-ayat Quran.<br />
Aku masuk satu-satunya sekolah di kampungku, yang merupakan sekolah negeri yang tidak menekankan secara khusus pendidikan agama. Di awal tahun pertama, anak-anak diberi buku-buku pelajaran khusus untuk tahun itu. Di tahun berikutnya, buku-buku pun diganti untuk tahun yang baru, tapi satu buku tidak pernah berubah, yakni Quran, yang kami sebut sebagai mushaf. Al-Quran benar-benar buku yang menakutkan untuk anak kecil; aku begitu takut akan Quran sehingga sukar bagiku untuk menerangkan perasaanku. Anak-anak tidak berani mengatakan hal apapun yang negatif tentang Quran. Aku tidak pernah berani berpikir negatif tentang Quran karena sangat takut akan hukuman sadis Allah SWT. Aku diajari untuk menghormati buku itu dan melakukan wudhu (membersihkan diri) sebelum menyentuhnya, dan tidak pernah menyentuhnya dengan tangan kiri. Aku diajari untuk menyentuhkan jidatku pada Quran, seketika setelah aku menyentuhnya, untuk menunjukkan sikap hormat. Aku pun diajari untuk melakukan upacara spesial tatkala selesai membaca Quran. Aku tidak boleh berhenti membaca sebelum menyelesaikan ayat itu; tidak peduli seberapa panjang ayat tersebut. Setelah selesai melafalkan, aku harus mengatakan dalam bahasa Arab sadka allahu alazeem yang berarti Allah SWT mengatakan yang sebenarnya. Lalu setelah itu barulah aku boleh menutup Quran dengan sikap khitmad dan meletakannya di atas tumpukan buku-buku yang lain. Tidak boleh meletakkan Quran di bawah buku apapun.</p>
<p>QURAN MERUPAKAN BUKU YANG SUKAR DIBACA<br />
Aku menyadari bahwa Quran bukanlah buku yang gampang dibaca, apalagi untuk anak-anak. Tapi aku dulu yakin justru itulah kehebatan Quran! Buku itu tidak bergambar, tidak berjudul, tanpa paragraf, dan bahkan tanpa jeda antara satu ayat dengan ayat yang lain; pokoknya semua tulisannya menyambung dari ayat pertama sampai akhir. Ayat-ayatnya pun tidak bisa dianggap sebagai satu kalimat atau paragraf utuh; ayat-ayat itu adalah kumpulan kata-kata belaka. Sebuah kalimat bisa dimulai dari satu ayat dan selesai di ayat yang lain! Jika kau hilangkan nomer ayat-ayatnya, maka Quran akan tampak seperti satu paragraf yang sangat amat panjang!<br />
Setelah semakin lama belajar di sekolah, aku pun semakin mahir membaca dalam bahasa Arab, tapi aku tetap saja sukar mengerti Quran. Untungnya, aku tidak sendirian; anak-anak lain pun juga menghadapi kesukaran yang sama. Sura-sura termudah yang dapat kubaca adalah sura-sura yang telah aku hafal di dalam hati. Membaca Sura baru selalu sukar, tapi aku tidak pernah mengerti apa sebabnya.<br />
Sampai saat ini pun aku masih merasa Quran bukanlah buku yang mudah dibaca bagi orang-orang yang baru mempelajarinya. Aku yakin orang-orang yang baru melafalkan Quran untuk pertamakalinya akan sukar melakukannya tanpa melakukan banyak kesalahan. Untuk dapat membacanya dengan benar, orang harus berlatih berkali-kali terlebih dahulu. Begitu sudah hafal Sura tersebut, maka membaca bagaikan mengingatkan lagi apa yang telah kau ketahui dalam hati.<br />
Para ahli Islam pun ternyata malah sengaja membuat Quran menjadi buku yang sangat sulit dibaca. Quran sengaja ditulis dengan tatacara yang melanggar penulisan bahasa Arab. Para ahli Islam ini senang melakukan hal ini agar Quran semakin tampak misterius tertutupi kabut kebingungan, dan ini merupakan senjata pertahanan diri Quran yang terampuh.<br />
Bagaimana orang bisa membaca sebuah buku yang tidak mengandung tanda-tanda baca umum sama sekali? Untuk lebih membingungkan pembaca, Quran mengandung kesalahan tata bahasa di setiap ayatnya. Kesalahan yang melanggar tatacara penulisan bahasa Arab ini sangat sarat terdapat dalam Quran. Contohnya adalah kata sholat yang ditulis seperti salowat dan kata zakat yang ditulis seperti zakowat. Lalu setiap huruf di setiap kata dikelilingi oleh kode-kode pengucapan khusus bagi Quran, untuk menjabarkan bagaimana suatu huruf, di posisi tertentu, harus diucapkan. Untuk menambah lagi kebingungan, tanda-tanda pengucapan ini tampak seperti huruf-huruf Arab normal dalam ukuran yang lebih kecil. Jika hal ini belum cukup membingungkan pembaca, mereka pun menambahkan tanda-tanda tajwid (nada bunyi pelafalan) dalam setiap kata karena setiap huruf di Quran harus diucapkan dengan cara tersendiri, tergantung posisinya dalam kata dan kalimat, untuk menghasilkan bunyi nada khusus bagi pelafalan Quran.</p>
<p>QURAN SUKAR DIDENGAR &amp; DIMENGERTI<br />
Mendengar dan mengerti Quran merupakan siksaan Islamiah lain dalam benakku. Aku bisa mendengar radio selama 10 menit dan yang dilakukan Quari (pelafal Quran) hanyalah membaca beberapa ayat berulang-kali dengan jeda di mana-mana, yang hanya mengacaukan pengertian sang pendengar. Membaca buku-buku tafsir Quran merupakan siksaan berat pula. Beberapa buku tafsir, terutama yang modern, terdiri dari banyak jilid dan penafsir setiap kata bisa memakan banyak halaman.<br />
Karena penulisan Quran yang begitu pelik, maka kebanyakan Muslim enggan untuk mempelajari Quran, dan hal ini pun mengakibatkan salah anggapan tentang kemampuan intelektual dalam masyarakat Arab. Orang-orang Arab beranggapan bahwa orang pintar tentunya menghasilkan tulisan yang sukar dimengerti pula. Mereka beranggapan sudah sewajarnya orang-orang biasa tidak mengerti Quran yang rumit dan panjang itu karena penulisnya adalah Tuhan yang sangat pintar. Orang-orang Arab sangat mudah terpesona akan ahli Quran yang menulis banyak halaman, bicara berjam-jam dalam menerangkan satu huruf saja dalam Quran, meskipun mereka pun tidak mengerti arti huruf tersebut! Bagi orang Arab, orang sederhana ya hanya mengerti hal yang sederhana pula.<br />
Al Mutanabbi (915-965), salah seorang penyair Arab yang paling hebat, mengungkapkan salah kaprah pemikiran masyarakat Arab ini dalam salah satu syairnya. Dia menjelaskan kecerdasannya dengan cara berkata apa yang ia ingin katakan lalu tidur dengan nyenyak, tapi seluruh dunia menghabiskan waktu sepanjang malam untuk memahami arti kata-katanya! Almutanabbi mengatakan hal yang ingin didengar masyarakat Arab, sambil mencerminkan salah kaprah pemikiran mereka. Agar adil, kujelaskan bahwa syair-syairnya sangat jelas dan bermakna dalam, tapi dia mengingatkan kita akan pengarang buku lain yang merasa bangga karena hanya dialah yang mengerti apa yang ditulisnya.</p>
<p>Q 3:7<br />
&#8220;..tapi tiada yang tahu artinya selain Alloh..&#8221;</p>
<p>QURAN DAN ILMU SIHIR<br />
Proses cuci otak terus-menerus yang intensif dari sejak awal bayi lahir di keluarga Muslim, akhirnya membuat Muslim tersebut tidak mampu menilai Quran secara obyektif. Pikiran Muslim tidak pernah bisa jernih jika harus menilai Quran. Pada kenyataannya, bagi Muslim, Quran tidak pernah tampak sebagai buku yang normal, pelafalannya tidak terdengar sebagai suara yang normal, dan tidak bisa dimengerti secara normal.<br />
Muslim sudah terkondisi untuk memandang Quran dalam keadaan mistis, yang mengingatkanku bagaimana tukang sulap mengkondisikan keadaan panggung untuk menampilkan muslihatnya. Pesulap ini pakai baju hitam, dengan latar belakang warna hitam; mereka mengalihkan perhatian penonton dengan menggunakan sound effek dan mengatakan hal-hal yang tak relevan atau melakukan gerak-gerik tipuan ilusi.<br />
Di jaman sekarang, ilmu sihir masih merupakan bisnis laris-manis di Timur Tengah, dan memang sejak dulu pun sudah begitu sebenarnya. Para dukun melakukan tipuan mereka dengan jampi-jampi yang tidak dimengerti siapapun bahkan oleh si dukun itu sendiri. Memang semua ini sengaja dilakukannya agar pembeli jasa benar-benar buta dan terpesona. Muhammad juga menggunakan banyak kata-kata sejenis abrakadabra dalam Quran dan tampaknya tipuan ini berhasil mengelabui Muslim! Banyak Sura dalam Quran yang dimulai dengan huruf-huruf atau kata yang tak ada maknanya. Bahkan beberapa ayat terdiri dari beberapa kata yang campur aduk!<br />
Jika orang waras membaca pesan yang terbaca H.M. maka dia akan serta-merta menolaknya. Tapi, anehnya, Muslim menerima hal ini sebagai pesan muzizat! Kedua huruf inilah yang merupakan ayat pertama dari beberapa Sura di Quran, misalnya Sura 44. Buku tafsir Quran menjelaskan ayat ini sebagai muzizat/keajaiban Allah SWT! Para ilmuwan muslim mengatakan tiada satu pun yang mengerti arti ayat ini selain Allah SWT. Dengan begitu, maka timbul pertanyaan: mengapa Allah SWT mengirim pesan yang tidak dimengerti siapapun kecuali Dia sendiri? Yang lebih ironis lagi, Sura berikutnya, yakni Sura 44 (tepatnya Q 44:2) menyatakan bahwa Quran adalah buku yang jelas, mudah dimengerti! Para Muslim telah membaca ayat-ayat seperti ini selama berabad-abad tanpa menggunakan nalar mereka. Reaksi mereka hanya satu: subhanallah!<br />
Penggunaan kata-kata aneh tidak hanya terjadi karena huruf-huruf digabungkan tanpa aturan saja; Quran sendiri ternyata memasukkan kata-kata asing tanpa aturan pula sebagai bentuk praktek sihir. Jika kita lihat buku-buku tafsir Quran tentang kata-kata ababil (Q 105:3), sijjil (105:4), gheslin (69:36) dan lusinan kata-kata lainnya, maka kita temukan bahwa kata-kata itu tidak berarti jelas apapun, dan ini merupakan tanda bahwa kata-kata itu pun dulu tidak jelas artinya bagi orang-orang Arab jaman dulu (abad ke-7 M). Muhammad mungkin menggunakan kata-kata itu agar orang terpesona. Para penyihir Arab memang sering menggunakan kata-kata asing atau huruf-huruf yang didistorsi atau bahkan menciptakan huruf baru yang tiada artinya sama sekali untuk mempesona penonton yang bodoh dan mudah tertipu.</p>
<p>PELAJARAN SEWAKTU DI SMA<br />
Aku masih ingat sekali kejadian di kelasku waktu SMA. Saat itu guruku telah panjang lebar menjelaskan betapa indahnya Quran. Salah seorang murid di kelas bertanya tentang ayat yang dibicarakan hari itu, yakni Q 49:9.</p>
<p>Q 49:9<br />
And if two parties or groups among the believers fall to fighting, then..<br />
terjemahan:<br />
Dan jika kedua kelompok mukmin jadi berperang, maka&#8230;<br />
Dalam ayat di atas, Quran menggunakan kata iktatalu (= jadi berperang) di tempat yang seharusnya adalah kata iktatala.. Pertanyaannya adalah: mengapa kok begitu?<br />
Aku yakin teman sekelasku itu tidak bermaksud menghina Quran, tapi hanya mempertanyakan kesalahan tata bahasa dalam Quran.. Pertanyaannya mengejutkanku, terlebih-lebih lagi guruku. Guru itu lalu menegur sang murid dan mengingatkannya agar bersikap hati-hati dan hormat jika membicarakan Quran. Sudah jelas bahwa guruku juga mengetahui kesalahan tata bahasa di Q 49:9 untuk pertama kalinya; dia berjuang keras untuk mencari jawaban dan terus berusaha menunjukkan dengan sia-sia betapa indahnya alunan ayat tersebut. Dia akhirnya menyimpulkan bahwa orang-orang jaman Nabi saja terpesona akan ayat tersebut, lalu siapakah kita ini sehingga berani tidak setuju dengan mereka?<br />
Q 49:9 jelas menunjukkan kesalahan tata bahasa yang tak dapat disangkal atau dijelaskan. Para ahli Islam menjelaskan berputar-putar, jungkir balik memelintir aturan Islam dan mengubah arti kata untuk memaksa Muslim percaya bahwa kesalahan itu bukanlah kesalahan, melainkan muzizat! Kesalahan yang serupa juga terdapat di Q 22:19.</p>
<p>Q 22:19<br />
These two opponents dispute with each other&#8230;<br />
terjemahan: <br />
Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang saling bertengkar,</p>
<p>Dalam ayat tersebut, Quran secara salah menggunakan kata ikhtasamu (=saling bertengkar) di tempat yang seharusnya terdapat kata ikhtasama.<br />
Dulu, aku tidak peduli apapun penjelasan guruku, sebab bagiku yang penting ada jawaban. Aku dulu sudah cukup puas dengan jawaban Islamiah yang memang diciptakan untuk menghalangi Muslim berpikir lebih jauh mempertanyakan Quran. Kau tentu telah sering dengar jawaban khas imam Muslim, Kau pikir semua ilmuwan besar Arab di jaman dulu tidak tahu akan hal ini? Kau pikir kau ini jenius ya? Emangnya kau benar-benar mengerti akan ayat ini?</p>
<p>MUSLIM LIBERAL<br />
Sewaktu jadi mahasiswa di universitas, aku adalah Muslim yang liberal, setidaknya begitulah aku ingin menunjukkan diriku. Aku hanya melakukan sholat Jum&#8217;at saja, dan hal ini biasa dilakukan teman-teman kampus saat itu. Sewaktu mulai kuliah, aku telah menemukan banyak hal dalam Islam yang membuatku merasa tak nyaman. Karena itulah aku menolak ahadis dan hanya percaya Quran saja. Aku anggap diriku sebagai Muslim yang bernalar yang benar-benar beriman pada Islam dan bukan hanya mewarisinya dari orangtua. Hal ini pun sering dinyatakan para Muslim saat ini.<br />
Dalam hatiku yang terdalam, aku sadar bahwa isi Sira Muhammad (kisah hidup Muhammad) dan hadis terlalu memalukan untuk dapat kuterima dan kubenarkan. Karenanya, agar tetap bisa memeluk Islam dengan nyaman, aku harus menolak sebagian besar Sira dan ahadis dan mengarang sendiri penafsiranku tentang Quran. Hal ini tentunya aneh sekali, sebab Quran pun sama jeleknya dengan ahadis. Alasan melakukan hal ini adalah karena Quran itu buku yang mudah dimanfaatkan bagi orang yang mahir berbahasa Arab. Quran penuh kerancuan dan kontradiksi dalam segala hal, sehingga kau bisa mencomot segala hal yang kau perlukan dan menggunakannya untuk membenarkan dirimu. Aku mengambil saja bagian Quran yang kuperlukan dan menjelaskannya sesuka aku sambil menutup mata pada bagian lain yang tidak sesuai dengan penjelasanku. Begitulah yang kulakukan agar aku mampu tetap beriman meskipun banyak hal dalam Islam yang tidak mampu kuterima.<br />
Aku melakukan ibadah Islam dengan cara yang sangat liberal, tidak melakukan banyak kewajiban Islam, kadang melakukan dosa tapi cepat-cepat membenarkan diriku dengan mencomot ayat-ayat tertentu dalam Quran. Aku hiasi kamarku dengan poster kaligrafi ayat Quran yang kupilih dengan cermat dan kusimpan selama bertahun-tahun. Ayat ini adalah Q 39:53, yang merupakan ayat favoritku karena ayat ini merupakan satu dari sedikit ayat yang menyatakan Allah SWT sebagai Tuhan yang baik hati dan pemaaf.</p>
<p>Q 39:53<br />
O my slaves who have transgressed against themselves despair not of the Mercy of Alloh<br />
terjemahan:<br />
Wahai budak-budakku, yang melampuai batas terhadap diri mereka, janganlah kau berputus asa dalam rahmat Alloh<br />
Kawan-kawanku mengenalku sebagai orang yang gemar membaca buku-buku Arab klasik dan bersikap sensitif pada kesalahan tata bahasa dalam tulisan atau bacaan formal. Aku telah membaca ayat Q 39:53 ribuan kali tanpa menyadari kesalahan tata bahasanya yang begitu jelas! Q 39:53 mengandung kesalahan bahasa dan logika.<br />
Di ayat ini, Allah SWT bicara pada Muhammad dan memintanya untuk memberitahu Muslim (budak-budak Allah) agar tidak berputus-asa, tapi kata-kata dalam ayat ternyata menunjukkan bahwa Muslim itu adalah budak-budak Muhammad! Ayat itu seharusnya dimulai dengan kata:<br />
Katakan: Wahai budak-budak Alloh<br />
Sukar bagiku untuk menerangkan bagaimana aku membaca ayat tersebut siang malam selama bertahun-tahun tanpa menyadari kesalahannya yang begitu jelas. Aku hanya bisa menemukan kesalahan tersebut setelah membaca Quran dengan pemikiran yang kritis saja beberapa tahun kemudian. Tapi ternyata aku tidak sendirian dalam membutakan mata, aku tidak pernah menemukan orang Arab Muslim manapun yang sadar akan kesalahan itu. Tapi andaikata pun mereka lalu menyadarinya, mereka dengan cepat akan berusaha keras membenarkan kesalahan tersebut. Menyedihkan. Jika sudah harus menelaah Quran, Muslim tidak mampu lagi bernalar logis. Muslim sudah sedemikian hebatnya dicuci-otak secara Islam sehingga indra mereka lumpuh dan pikiran mereka diselaputi kabut. Di bawah pengaruh Islam, Muslim tidak mampu lagi menilai Quran secara obyektif.<br />
Begitu aku mampu membaca Quran secara obyektif, aku lalu terkejut melihat begitu banyaknya kesalahan tata bahasa dalam berbagai jenis dalam Quran. Begitu Muslim mampu menyingkirkan anggapan bahwa Quran itu suci, maka Quran akan tampak sebagai buku yang sangat berbeda, yang tidak memerlukan begitu banyak penafsiran untuk bisa dimengerti, karena semua misteri Quran bisa dipecahkan oleh satu kata saja; sampah!<br />
Contoh kesalahan tata bahasa dalam Quran juga bisa dilihat di Q 6:99. Adalah hal yang umum dalam Quran bahwa Allah tiba-tiba saja memindahkan orang ketiga menjadi orang pertama atau sebaliknya, tanpa alasan apapun. Di Q 6:99, tata bahasa yang kacau menunjukkan bahwa Allah SWT sebenarnya mengatakan tentang tuhan lain yang mengirim hujan dari langit sedangkan Dialah yang bertanggungjawab atas tumbuh-tumbuhan.</p>
<p>Q 6:99<br />
It is HE who sends down water from the sky, and with it WE bring forth vegetation of all kinds<br />
terjemahan:<br />
Adalah DIA yang mengirim air dari langit, dan dengannya KITA menumbuhkan segala jenis tanam-tanaman<br />
Contoh kesalahan Quran favoritku adalah dalam Q 6:151, yang berisi tentang daftar hal-hal haram yang harus dihindari Muslim. Secara teori, ayat ini seharusnya adalah salah satu ayat termudah disusun; yang diperlukan hanyalah penyebutan hal satu persatu, tapi ini pun ternyata gagal dilakukan dengan benar dalam Quran:</p>
<p>Q 6:151</p>
<p>&#8220;Come, I will recite what your Lord has prohibited you from: Join not anything in worship with Him; be good and dutiful to your parents; kill not your children because of poverty &#8211; We provide sustenance for you and for them; come not near to Al-Fawahish whether committed openly or secretly, and kill not anyone whom Alloh has forbidden, except for a just cause..&#8221;</p>
<p>terjemahan:</p>
<p>Mari, aku akan melafalkan bahwa Tuhanmu telah melarangmu dari: jangan mempersekutukan apapun dalam menyembah Dia; bersikap baik dan berbaktilah pada orangtuamu; jangan bunuh anak-anakmu karena miskin “Kami menyediakan makanan bagimu dan bagi mereka; jangan melakukan Al-Fawahish secara terang-terangan atau rahasia, dan jangan bunuh siapapun yang dilarang Alloh, kecuali untuk alasan yang benar&#8221;</p>
<p>Ayat di atas menyebutkan hal-hal yang diharamkan bagi semua Muslim. Ayat ini menyebut &#8220;bersikap baik dan berbakti pada orangtua&#8221; sebagai satu dari hal-hal haram. Para ahli Islam mengatakan bahwa &#8220;bersikap baik dan berbakti pada orangtua&#8221; tidak termasuk dalam daftar hal yang haram dan kita semua tentunya berharap demikian. Tapi mengapa lalu Alloh memasukkan hal itu ke dalam daftar haram dan bergantung pada pengertian logis manusia untuk menyadari bahwa hal itu tidak termasuk dalam daftar haram? Apakah ayat tersebut ditulis dalam tata bahasa yang benar? Apakah tulisan seperti ini bisa diterima di jaman dulu atau sekarang?</p>
<p>Penulis: Mumin Salih</p>
<p>Sumber: http://groups.yahoo.com/group/islam-kristen/message/24243</p>
<p>================================<br />
<strong> Tanggapan ImanKristen:</strong></p>
<p>Kesaksian yang sangat menyentuh hati. Ini juga meyakinkan saya, bahwa penafsiran Alkitab dan Alquran mempunyai sudut pandang yang berbeda. Apa yang anda tuliskan memang bersesuaian dengan apa yang menjadi pemikiran saya juga. Dan saya memang sudah melihat, arab Gundul yang anda pelajari (berbeda dengan Alquran sekarang itu), sangat &#8220;kacau&#8221; tatabahasanya. Terima kasih atas pelajaran Islam ini. Kiranya Tuhan Yesus memberkati karya-karya imiah anda.</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=139&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/penulisan-kitab-alkitab-vs-alquran-komentar-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>113</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penulisan Kitab : Alkitab vs Alquran</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/penulisan-kitab-alkitab-vs-alquran/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/penulisan-kitab-alkitab-vs-alquran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 07:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab Suci]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab vs Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemahaman Kitab Suci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/ ============================================================= Seringkali terjadi debat antara Islam dan Kristen mengenai kitab sucinya masing-masing. Setiap pemeluknya berkeyakinan bahwa kitab sucinya-lah yang terbaik dan tiada kesalahan. Sebenarnya, ada hal penting dalam mempelajari kitab suci. Yaitu Konteks dan tata-bahasa. Berikut ini akan digambarkan sedikit mengenai cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=136&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: <strong><a href="http://islamkristen.wordpress.com/warning/">http://islamkristen.wordpress.com/warning/</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">=============================================================</p>
<p>Seringkali terjadi debat antara Islam dan Kristen mengenai kitab sucinya masing-masing. Setiap pemeluknya berkeyakinan bahwa kitab sucinya-lah yang terbaik dan tiada kesalahan. Sebenarnya, ada hal penting dalam mempelajari kitab suci. Yaitu Konteks dan tata-bahasa.</p>
<p>Berikut ini akan digambarkan sedikit mengenai cara penulisan kedua kitab suci tersebut dan bagaimana memandang kedua kitab suci tersebut dari pemahaman yang benar sebagai anda membaca sebuah buku teks lainnya.<span id="more-136"></span></p>
<p>===========================</p>
<p><strong>Alkitab:</strong></p>
<p>Alkitab dituliskan oleh puluhan penulis dengan latar belakang berbeda dan pada jaman yang berbeda (belasan ribu tahun perbedaan antara penulis pertama dan penulis terakhir Alkitab. SubhanYesus&#8230;, ajaib sekali). Dituliskan dalam bentuk yang berbeda: ada Narasi (bentuk cerita), ada puisi, ada surat, ada &#8220;apokaliptik&#8221; berbentuk wahyu atau nubuatan, ada berbentuk perumpamaan dan sebagainya. Maka penafsirannyapun haruslah melihat kondisi budaya saat itu, siapa penulisnya (gembala atau dokter).</p>
<p>Misalnya saja, seorang gembala akan sering menyatakan &#8220;kebenaran Allah&#8221; dalam istilah-istilah yang sering berhubungan dengan penggembalaan, seorang dokter akan menuliskan dalam tulisan yang teliti. Jadi&#8230;, semua data-data internal dalam Alkitab maupun data eksternal pada jaman dulu, haruslah dipelajari, kemudian diambil makna pertama tulisan itu dibuat pada jaman dulu. Lalu diambil essensi dan makna yang dapat diaplikasikan pada masa kini.</p>
<p>Alkitab memandang beberapa hal yang berbeda. Doktrin adalah suatu yang bersifat tetap dan tidak berubah, upacara-upacara atau tradisi jaman dulu merupakan tindakan yang tidak harus dilakukan pada masa kini. Essensinya yang diambil dan dengan makna tersebut&#8230;, diaplikasikan pada hidup masa kini. </p>
<p>=============================</p>
<p><strong>Alquran:</strong></p>
<p>Ditulis pada satu orang (Muhammad) dan bebentuk wahyu yang pribadi dan tidak ada saksi mata yang melihat Muhammad mendapatkan wahyu tersebut. Hanya cerita sepihak dari Muhammad. Yang menarik adalah, Alquran itu berbentuk &#8220;semacam undang-undang&#8221; atau seperti &#8220;hukum-hukum yang tertulis&#8221;. Juga seringkali terjadi &#8220;lompatan&#8221; cerita pada Alquran.</p>
<p>Memang, kalau memandang Alquran, maka undang-undang tersebut &#8220;seperti tidak dipengaruhi&#8221; kebudayaan pada masa tersebut. Karena itulah, dianggap, Alquran yang bersifat hurufiah tersebut dapat bersifat kekal untuk diaplikasikan pada masa kini.</p>
<p>Permasalah yang muncul adalah:</p>
<p>1. Konteks. Sulit untuk melihat konteks pada masa tersebut dan karena adanya bagian Alquran yang tidak teratur ditulisnya, maka diklaim-lah: &#8220;Hanya orang-orang yang <strong>ahli</strong> baru dapat menterjemahkan Alquran dengan baik.</p>
<p>2. Mempelajari Alquran haruslah berdasarkan hadis, sedangkan hadis yang satu sangat bertentangan dengan hadis lainnya (perhatikan tulisan ). Karena itu membaca dari hadis juga mengalami jalan buntu, apalagi kalau mencoba untuk mempelajari sejarah jaman tersebut dengan penyelidikan arkeologi. Kalau ada data yang tidak &#8220;memuliakan Muhammad&#8221;, haram hukumnya untuk disebarluaskan.</p>
<p>3. Lucunya&#8230;, ketika tulisan Alquran bersifat kekal, maka &#8220;kekerasan&#8221; yang ada didalamnya (sejarah hidup Muhammad) juga bersifat kekal. Ini berbahaya sekali. Ini yang menyebabkan terjadinya terorisme dan perpecahan di Indonesia.</p>
<p>4. Budaya dulu diterapkan pada masa kini. Ini juga yang berbahaya. Budaya nenek moyang Indonesia mulai &#8220;dilunturkan&#8221; dengan budaya asing (arab) yang tidak sesuai dengan budi luhur bangsa dan corak hidup bangsa Indonesia. Nenak moyang Indonesia tidak pernah pakai Jilbab (ini contohnya saja).</p>
<p>===================</p>
<p><strong>Pandangan ImanKrsiten:</strong></p>
<p>Memperhatikan kedua kitab tersebut, perbedaan yang paling menyolok adalah: Makna dan Hurufiah. Kristen (Alkitab) melihat makna kebenaran sebagai sesuatu yang bersifat kekal, sedangkan Islam (Alquran) melihat budaya Arab (Alquran) tersebut bersifat kekal.</p>
<p>Suatu pendekatan yang berbeda dalam memahami Alkitab dan Alquran yang mengakibatkan &#8220;persinggungan&#8221; yang terus menerus terjadi antara Islam dan Kristen.</p>
<p>Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=136&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/penulisan-kitab-alkitab-vs-alquran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>95</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembunuhan: Yesus vs Muhammad (Komentar-1)</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/pembunuhan-yesus-vs-muhammad-komentar-1/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/pembunuhan-yesus-vs-muhammad-komentar-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 06:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pilihan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan oleh Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan oleh Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus vs Muhammad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/ ============================================================= Kini Thaha sudah tiada. Tapi namanya mengingatkan saya pada sosok Thaha lainnya yang akhir hayatnya bernasib sama. Thaha kedua adalah Mahmud Muhammad Thaha, guru dari pemikir muslim liberal asal Sudan, Abdullah Ahmad al-Naim. Pena lebih tajam daripada pedang. Ungkapan itu kadang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=132&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: <strong><a href="http://islamkristen.wordpress.com/warning/">http://islamkristen.wordpress.com/warning/</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">=============================================================</p>
<p>Kini Thaha sudah tiada. Tapi namanya mengingatkan saya pada sosok Thaha lainnya yang akhir hayatnya bernasib sama. Thaha kedua adalah Mahmud Muhammad Thaha, guru dari pemikir muslim liberal asal Sudan, Abdullah Ahmad al-Naim.</p>
<p>Pena lebih tajam daripada pedang. Ungkapan itu kadang jadi pujian dan penghargaan bagi para penulis. Namun yang terjadi di Sudan justru sebaliknya: buah pena justru ditebas tajamnya pedang. Pena itu bernama Muhammad Thaha Muhammad Ahmad, Pemimpin Redaksi al-Wifâq, koran harian yang terbit di Khortum, ibu kota Sudan.<span id="more-132"></span></p>
<p>Rabu pagi lalu (6/9) sosok Thaha tak dijumpai di kantornya. Ia justru ditemukan di pinggiran kota Khortum, 40 kilometer dari rumahnya, dalam kondisi mengenaskan. Lehernya sudah ditebas dan batok kepalanya diletakkan di atas tubuhnya yang bersimbah darah terbujur kaku.</p>
<p>Peristiwa tragis itu bermula dari beberapa jam sebelumnya, ketika tiga orang tak dikenal mengangkut paksa Thaha dari rumahnya. Setelah keluarganya sadar bahwa itu modus penculikan, mereka menghubungi polisi. Namun semua sudah terlambat. Thaha mati meninggalkan kontroversi dalam umur 51 tahun. </p>
<p>Thaha adalah seorang jurnalis yang sangat akrab dengan kontroversi. Bukan hanya melalui tulisan-tulisannya, namun juga karena karakter dan jalan hidupnya. Ia pernah menjadi aktivis Islam—dua karena itu, dua anak laki-lakinya ia beri nama Khomeini dan Abdul Aziz al-Rantisi. Namun ia juga sangat kritis terhadap aksi-aksi kekerasan yang sering diperagakan beberapa kelompok Islamis di Sudan.</p>
<p>Pada awal 2005, ia berurusan dengan pengadian gara-gara korannya memuat tiga artikel yang menukil buku Dr. al-Maqrizi yang berjudul al-Majhûl fi Hayâti al-Rasûl (Yang Majhul dari Kehidupan Rasul). Dalam buku itu, al-Maqrizi meragukan keabsahan bersambungnya nasab Nabi Muhammad SAW dengan ayah kandungnya, Abdullah bin Abdul Muthallib. Polemik pun merebak.</p>
<p>Tulisan itu dimuatnya dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lewat artikel itu, Thaha bermaksud mengajak umat Islam di Sudan agar membaca sosok Nabi secara kritis. Baginya, Maulid bukan momentum pemujaan, namun penggalian kisah dan pengalaman hidup Nabi secara lebih mendalam.</p>
<p>Namun, tulisan itu terlanjur dianggap sebagai bentuk penghinaan dan penodaan terhadap kemulian ajaran-ajaran Islam. Ribuan orang menuntut agar Thaha dipancung. Thaha akhirnya meminta maaf dan menegaskan tidak bermaksud menghina Nabi Muhammad. Ia juga telah menulis bantahan terhadap buku al-Maqrizi.</p>
<p>Pasca-kejadian itu, Dewan Pers Sudan menjatuhkan sanksi tidak boleh terbit selama tiga hari serta denda 8 juta pound terhadap harian al-Wifaq. Al-Wifaq dianggap telah melanggar kode etik jurnalistik di Sudan. Tapi Thaha melawan dan mengajukan banding.</p>
<p>Rupanya, peristiwa tahun lalu itu belum lagi tuntas dan ia berbuntut panjang. Hidup Thaha selanjutnya disibukkan oleh dakwaan pengadilan sekaligus ancaman pembunuhan dari kelompok-kelompok Islam radikal di luar pengadilan. Pada 20 Januari 2006, kantor al-Wifaq diserang puluhan orang tak dikenal. Mereka melempar api ke dalam kantor, melukai Thaha berikut seorang stafnya.</p>
<p>Kini Thaha sudah tiada. Tapi namanya mengingatkan saya pada sosok Thaha lainnya yang akhir hayatnya bernasib sama. Thaha kedua adalah Mahmud Muhammad Thaha, guru dari pemikir muslim liberal asal Sudan, Abdullah Ahmad al-Naim. Mahmud Thaha mati setelah digantung oleh rezim Numeiry pada tanggal 18 Januari 1985. Ia adalah tokoh oposisi penting yang paling gencar melawan rezim Numaery. Sebagaimana Muhammad Thaha, Mahmud Thaha selalu mendapat tuduhan menodai Islam. Ia menolak penerapan syariat Islam sebagai agenda politik Numaery. </p>
<p>Tuduhan penodaan agama yang ditudingkan pada Mahmud Thaha, terjadi saat ia berani melakukan pengujian secara terbuka dan kritis terhadap isi Alquran dan Sunnah. Dari situ dia melahirkan konsep tentang dua periode sekaligus dua doktrin Islam: Islam Mekah dan Islam Madinah. Bagi Mahmud Thaha, pesan-pesan Alqur’an di Mekah banyak menekankan segi universalitas Islam, isu persamaan, kebebasan, dan antikekerasan.</p>
<p>Sementara Islam Madinah justru terlalu kompromi pada konteks setempat, sehingga syariat Islam terpaksa mengadopsi kekerasan, konflik, diskriminasi jender, ras, dan keyakinan. Di Sudan, syariat Islam versi inilah yang justeru ingin diterapkan saat itu dan menjadi agenda kelompok Islam politik. Atas alasan itu, Mahmoud Thaha menolak penerapan syariat Islam.</p>
<p>Saya membayangkan, jika dua Thaha itu hidup di Indonesia, mungkin mereka akan terjerat pasat 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP); sebuah pasal tentang penodaan agama yang telah banyak memakan korban.</p>
<p>Di Sudan, perbedaan dan pengkajian yang kritis atas beberapa aspek Islam telah didakwa sebagai bentuk penghinanaan dan penodaan atas Islam. Sanksi yang diberikan kelompok Islamis pun sungguh tragis dan mengerikan. Apakah nasib tragis dua Thaha itu akan terjadi juga di Indonesia? Dengan lantang kita harus katakan: “Semua itu tidak perlu!” </p>
<p>Penulis: M. Guntur Romli</p>
<p>Sumber: <a href="http://belajarmuslim.wordpress.com/2008/11/29/islam-adalah-sumber-kebajikan/">http://belajarmuslim.wordpress.com/2008/11/29/islam-adalah-sumber-kebajikan/</a></p>
<p><strong>Tanggapan ImanKristen:</strong></p>
<p>Tulisan yang sungguh jujur dan merupakan tanggapan yang sangat menarik. Terimakasih atas tulisan anda yang sangat menyentuk hati. Bagaimana sampai saat ini, umat Islam masih memilih kekerasan untuk menyelesaikan masalah keislaman mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=132&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/pembunuhan-yesus-vs-muhammad-komentar-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Kartun : Komentar-1</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/28/fenomena-kartun-komentar-1/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/28/fenomena-kartun-komentar-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 22:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Kartun]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Kartun Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartun Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/ ============================================================= Di Suriah dan Libanon, Kedutaan Besar Denmark diserbu massa yang mengamuk. Di Jakarta, sebagian umat Islam membakar-bakar bendera Denmark dan menyerukan boikot atas produk-produk Denmark. Di Denmark sendiri, orang ultra-kanan mengancam akan membakar Alquran di tempat umum. Protes dan demo umat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=125&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: <strong><a href="http://islamkristen.wordpress.com/warning/">http://islamkristen.wordpress.com/warning/</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">=============================================================</p>
<div class="summary">
<p>Di Suriah dan Libanon, Kedutaan Besar Denmark diserbu massa yang mengamuk. Di Jakarta, sebagian umat Islam membakar-bakar bendera Denmark dan menyerukan boikot atas produk-produk Denmark. Di Denmark sendiri, orang ultra-kanan mengancam akan membakar Alquran di tempat umum. Protes dan demo umat Islam Denmark pun menyusul. Orang Skandinavia di seluruh Timur Tengah diimbau pemerintahannya segera pulang ke tanah air masing-masing. Para duta besar semakin resah, dan ada pula yang sudah dipulangkan. Kok bisa sekacau ini?</p></div>
<p>Di Suriah dan Libanon, Kedutaan Besar Denmark diserbu massa yang mengamuk. Di Jakarta, sebagian umat Islam membakar-bakar bendera Denmark dan menyerukan boikot atas produk-produk Denmark. <span id="more-125"></span>Di Denmark sendiri, orang ultra-kanan mengancam akan membakar Alquran di tempat umum. Protes dan demo umat Islam Denmark pun menyusul. Orang Skandinavia di seluruh Timur Tengah diimbau pemerintahannya segera pulang ke tanah air masing-masing. Para duta besar semakin resah, dan ada pula yang sudah dipulangkan. Kok bisa sekacau ini?</p>
<p>Seperti sudah diketahui, permasalahan bermula beberapa bulan lalu ketika koran Denmark, <em>Jyllands Posten</em>, memublikasikan dua belas karikatur Nabi Muhammad. Sudah diduga, protes umat Islam tidak perlu ditunggu lama, mengingat adanya larangan menggambarkan Rasulullah dalam Islam (larangan seperti itu juga terdapat di Perjanjian Lama, dan dengan demikian berlaku juga untuk umat Kristen dan Yahudi).</p>
<p>Pada awalnya, protes berjalan tenang dan beradab. Namun setelah Perdana Menteri Denmark menolak duta besar dari negara-negara mayoritas berpenduduk Islam, keadaan berubah drastis. Di Timur Tengah diadakan boikot besar-besaran atas produk-produk Denmark. Salah satu perusahaan susu di Denmark, sekarang sudah mem-PHK ratusan orang akibat boikot itu. Hubungan diplomatik sudah tak dapat dipakai lagi, dan seluruh masalah seolah-olah sudah dibajak oleh massa yang mengamuk.</p>
<p>Belum lama ini, sejumlah koran Eropa juga memuat karikatur itu untuk mendukung <em>Jyllands Posten</em>. Sudah barang tentu, pemuatan itu memperparah keadaan. Pemerintah RI secara resmi mengecam pemuatan itu, dan Partai Keadilan Sejahtera ikut menyerukan boikot atas produk-produk Denmark.</p>
<p><strong>Bentrokan Peradaban?</strong></p>
<p>Mungkin saja orang yang dari dulu mendukung tesis Samuel P. Huntington tentang bentrokan peradaban <em>(clash of civilizations)</em> kini menganggukkan kepala sambil berkata: ”Sudah saya duga”. Mungkin pula mereka melihat percekcokan antara negara-negara Eropa dan umat Islam sebagai salah satu bukti nyata terjadinya bentrok tersebut. Dan memang, susah disangkal kalau keadaan kacau yang sekarang makin meluas dapat ditafsirkan sebagai hasil bentrokan tadi. Hanya saja, tesis Huntington tetap tak dapat diandalkan jika permasalahannya dilihat lebih teliti lagi. </p>
<p>Saya tidak hendak menguji tesis Huntington, tapi ingin mengajak pembaca untuk merenungkan beberapa hal. Hal pertama langsung merujuk pada inti permasalahan, yaitu soal kebebasan menyatakan pendapat <em>(freedom of speech)</em>dan kebebasan beragama ataupun tidak beragama <em>(freedom of religion)</em>. Kedua bentuk kebebasan ini dijunjung tinggi setiap negara demokratis, dan seringkali dikatakan kalau demokrasi tidaklah mungkin tanpa kedua aspek kebebasan ini.</p>
<p>Kebebasan menyatakan pendapat terkadang dapat pula ditafsirkan sebagai ”agama baru” di sejumlah negara yang sangat sekuler (terutama di negara-negara Skandinavia). Karena itu, dasar demokrasi di negeri-negeri ini juga termasuk kebebasan untuk memublikasikan karikatur Nabi Muhammad ataupun Tuhan, Budha, George W. Bush, Soekarno dan Ratu Adil, kalau ada yang berminat. Kebebasan pers juga salah satu pokok demokrasi yang tidak dapat ditawar-tawar. Jadi, apa saja boleh dimuat, tak ada yang suci lagi, selain kebebasan itu sendiri.</p>
<p>Apakah betul begitu? Klaim itu tak sepenuhnya benar, karena setiap hak pasti disertai kewajiban. Orang tetap dihukum, misalnya, karena menghasut kaum tertentu. Dilarang pula menyatakan pendapat yang dinilai terlalu ekstrim. Simbol-simbol kalangan Nazi, misalnya, terlarang disebarluaskan dengan alasan dapat menghasut kaum tertentu. Ini berarti kebebasan menyatakan pendapat tidaklah mutlak, tapi sedikit terbatas.</p>
<p>Lebih tepatnya, kebebasan menyatakan pendapat selalu disertai kewajiban untuk memikirkan dan berempati dengan kaum lain. Dan seharusnya, kebebasan juga harus disertai dengan pemikiran mengenai etika (walaupun ini semakin langka). Akhirnya, kebebasan menyatakan pendapat tidak identik dengan kewajiban menguji kebebasan itu terus-menerus, dan tidak pula identik dengan kewajiban untuk menghina dan memfitnah walau mungkin tetap dilindungi undang-undang.</p>
<p><strong>Reaksi Umat Islam</strong></p>
<p>Hal kedua yang perlu kita renungi ialah reaksi umat Islam. Bahwa umat Islam akan kebakaran jenggot setelah karikatur itu dimuat, sudah ditebak banyak orang (termasuk pimpinan redaksi Jyllands Posten yang telah berkonsultasi pada ahli sejarah agama di Copenhagen sebelum pemuatannya). Yang menarik, masalah karikatur Nabi ini baru jadi berita internasional dan isu hangat sekitar empat bulan setelah pemuatannya. Melalui duta-duta besarnya di Denmark, umat Islam sudah berusaha menyelesaikan masalah lewat jalur silaturahmi dengan PM Denmark. Hanya saja, PM Denmark menolak. Karena itu, umat Islam merasa lebih terhina; demo dan boikot tak terbendung lagi.</p>
<p>Apakah reaksi umat Islam itu masuk akal? Saya kira, perasaannya sendiri masuk akal, walau akibat nyata perasaan itu tidak dapat dikatakan masuk akal. Maksud saya, wajar saja umat Islam merasa ternoda, difitnah dan dipermainkan oleh pemuatan karikatur tersebut. Namun, itu tak berarti jalan pemecahan masalah adalah lewat jalur kekerasan, membakar-bakar Kedutaan Besar, serta menginjak-injak bendera Denmark. Hemat saya, sikap itu (hampir) sama rendahnya dengan aksi memublikasikan 12 karikatur tersebut. Cukup paradoksal; umat Islam justru secara tak langsung membenarkan kesan yang dimuat karikatur tersebut.</p>
<p><strong>Solusi</strong></p>
<p>Hal terakhir yang mau direnungi di sini ialah akar masalahnya dan bagaimana cara menghindarinya di masa mendatang. Akar masalahnya jelas sekali kesalahpahaman, kekurangtahuan, dan kedangkalan ilmu. Untuk menghindari babak kedua dan ketiga masalah serupa, diperlukan dua hal: dialog antaragama dan pengajaran sejarah agama-agama di sekolah-sekolah.</p>
<p>Dialog antaragama hendaknya tak hanya dilakuakan di pusat-pusat konferensi mewah yang melahirkan pernyataan bersama, tapi langsung di tengah-tengah masyarakat. Sebab, memang di sanalah dialog diperlukan. Untuk mempermudah dialog, hendaknya murid-murid (dari SD sampai SMA) diajarkan sejarah semua agama yang (pernah) ada di dunia. Anak beragama Islam harus punya pengetahuan mengenai agama Katolik, dan anak Kristen harus mengerti seluk-beluk agama Hindu. Dengan demikian, jangan ajarkan teologi, tapi ajarkanlah sejarah agama-agama di sekolah-sekolah! Teologi dan tata cara peribadatan agama masing-masing dapat diajarkan pada anak-anak di rumah, di masjid dan gereja, dan seterusnya (setelah jam sekolah selesai).</p>
<p>Akhirnya, ironis bukan bahwa Huntington menggunakan kata ”peradaban”<em>(civilization)</em>. Mana ada peradaban yang berbentrokan seperti itu? Justru, tidak beradab itu…</p>
<p><em>André Möller, PhD (sejarah agama) dari Universitas Lund, Swedia. Penulis buku “Ramadan di Jawa: Pandangan dari Luar”.</em></p>
<p>Penulis: Andre Moller</p>
<p>Source: http://islamlib.com/id/artikel/karikatur-nabi-bentrokan-peradaban-atau-ketidakberadaban/</p>
<p><strong>Tanggapan ImanKristen:</strong></p>
<p>Tulisan yang sangat menggugah hati. Memang solusi dari permasalahan haruslah dilakukan dengan cara-cara yang sopan, baik dan elegan. Bukan dengan kekerasan yang sungguh tidak beradab. Tuhan memberkati pemikiran dan tulisan anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=125&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/28/fenomena-kartun-komentar-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembunuhan: Yesus vs Muhammad</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/28/pembunuhan-yesus-vs-muhammad/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/28/pembunuhan-yesus-vs-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 21:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pilihan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan oleh Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan oleh Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus vs Muhammad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/ ============================================================= Bagaimanakah pembunuhan yang dilakukan kedua tokoh besar ini? Mari kita telaah dan analisa satu persatu dengan jernih. Apakah Yesus pernah memerintahkan membunuh kepada murid-murid-Nya? Apakah ada manusia yang dibunuh oleh Yesus? Ataukah Yesus membenci pembunuhan kepada umat manusia? Apa yang Yesus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=122&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: <strong><a href="http://islamkristen.wordpress.com/warning/">http://islamkristen.wordpress.com/warning/</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">=============================================================</p>
<p>Bagaimanakah pembunuhan yang dilakukan kedua tokoh besar ini?</p>
<p>Mari kita telaah dan analisa satu persatu dengan jernih. Apakah Yesus pernah memerintahkan membunuh kepada murid-murid-Nya? Apakah ada manusia yang dibunuh oleh Yesus? Ataukah Yesus membenci pembunuhan kepada umat manusia? Apa yang Yesus lakukan terhadap musuh-musuh-Nya? Apakah membunuhi mereka?</p>
<p>Bagaimana dengan Muhammad? Apakah dalam sejarah hidupnya dia penah membunuh manusia? Apakah dalam sejarah hidupnya dia pernah menghancurkan musuh-musuhnya?</p>
<p>Mari kita analisa apa yang kedua tokoh ini pernah lakukan!<span id="more-122"></span></p>
<p>=================================</p>
<p><strong>Pembunuhan olah YESUS.</strong></p>
<p>Tidak ada sama sekali. Dalam seluruh sejarah hidup Yesus, &#8220;Firman Allah yang hidup&#8221; ini tidak penah membunuh seorangpun. Ada satu kasus ketika murid Yesus akan membunuh musuh yang akan menangkap Yesus. Apakah yang Yesus lakukan? Perhatikan tulisan Alkitab dibawah ini.</p>
<p><strong>26:47.</strong> Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.<br />
<a name="48"></a><strong>26:48 </strong>Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: &#8220;Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia.&#8221;<br />
<a name="49"></a><strong>26:49 </strong>Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: &#8220;Salam Rabi,&#8221; lalu mencium Dia.<br />
<a name="50"></a><strong>26:50 </strong>Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Hai teman, untuk itukah engkau datang?&#8221; Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.<br />
<a name="51"></a><strong>26:51 </strong>Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.<br />
<a name="52"></a><strong><em>26:52 </em></strong><em>Maka kata Yesus kepadanya: &#8220;Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. </em><br />
<a name="53"></a><strong>26:53 </strong>Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?<br />
<a name="54"></a><strong>26:54 </strong>Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?&#8221;<br />
<a name="55"></a><strong>26:55 </strong>Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: &#8220;Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.<br />
<a name="56"></a><strong>26:56 </strong>Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.&#8221; Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.</p>
<p>=======================</p>
<p><strong>Pembunuhan oleh Muhammad.</strong></p>
<p>Source: http://www.faithfreedom.org/challenge/massmurderer.htm</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Muhammad: A Mass Murderer</strong><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal">There were three Jewish tribes living in and around Yathrib, the Banu Qainuqa’, the Ban Nadir and the Banu Quraiza.  Once Muhammad realized that they are not going to accept him as their new prophet, he turned against them. He banished the first two, after confiscating their properties and wealth and massacred the last one.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Genocide of  Banu Quraiza</strong>:  (From Understanding Muhammad)</p>
<p class="MsoBodyText3">The last Jewish tribe of Yathrib to fall victim to Muhammad’s vindictiveness was the Banu Quraiza.  Soon after the Battle of the Trench (Khandaq) was over, the Meccans, fed up with Muhammad’s constant raids on their caravans, came to the gates of Medina to punish him.  Advised by a Persian believer, they dug trenches around the city making it difficult for Muhammad’s enemies (The Confederates) to enter, causing their retreat. Muhammad set his eyes on the Banu Quraiza.  He claimed that the Archangel Gabriel had visited him “asking that he should unsheathe his sword and head for the habitation of the seditious Banu Quraiza and fight them. Gabriel noted that he with a procession of angels would go ahead to shake their forts and cast fear in their hearts,&#8221;<a name="_ftnref1"></a> writes Al-Mubarakpouri. Al-Mubarakpouri continues: “the Messenger of Allâh immediately summoned the prayer caller and ordered him to announce fresh hostilities against Banu Quraiza,”<a name="_ftnref2"></a></p>
<p class="MsoBodyText3">It is important, in studying Islam, to note that the call to prayer was also the call to war. Muslim’s riots and hooliganism always initiate from the mosques after they offer their prayers.  They are most vicious during the holy month of Ramadan and on Fridays.  In a sermon commemorating the Birthday of Muhammad, in 1981, the Ayatollah Khomeini said:</p>
<p class="MsoNormal"><em>Mehrab</em> (Mosque) means the place of war, the place of fighting.  Out of the mehrabs, wars should proceed.  Just as all the wars of Islam proceeded out of the mehrabs.  The prophet had sword to kill people.  Our Holy Imams were quite militants.  All of them were warriors.  They used to wield swords.  They used to kill people.  We need a Caliph who would chop hands, cut throats, stone people.  In the same way that the messenger of Allâh used to chop hands, cut throats, and stone people.<a name="_ftnref3"></a></p>
<p class="MsoBodyText3">Muhammad headed an army of three thousand infantry men and thirty horsemen of <em>Ansar</em> (Helpers) and <em>Muhajireen</em> (Emigrants).  The Banu Quraiza was accused of conspiring against the Muslims with the Quraish.  In reality, these Muslim historians deny this charge and say the Meccans withdrew without fighting because they did not receive support from the Banu Quraiza.</p>
<p class="MsoBodyText3">When Muhammad made his intentions known, Ali, his cousin and staunch supporter, swore he would not stop until he either stormed their garrisons or was killed.  This siege lasted 25 days.  Finally the Banu Quraiza surrendered unconditionally.  Muhammad ordered the men to be handcuffed, while the women and children were confined in isolation. Thereupon the Aws tribe, who were allies of the Banu Quraiza, interceded, begging Muhammad to be lenient towards them. Muhammad suggested that Sa‘d bin Mu‘adh, a ruffian among them who had been fatally wounded by an arrow, give a verdict on the Jews.  Sa’d was a former ally of the Banu Quraiza, but since his conversion to Islam he had a change of heart against them.  He also blamed them for the fatal wound he received when a Meccan threw an arrow during the Battle of Trench.  Muhammad knew how Sa’d felt about the Banu Quraiza. He was, after all, his bodyguard and slept in the mosque.</p>
<p class="MsoBodyText3">Sa&#8217;d's verdict was that “<span style="color:#ff0000;">all the able-bodied male persons belonging to the tribe should be killed, women and children taken prisoners and their wealth divided among the Muslim fighters.”</span></p>
<p class="MsoBodyText3">Muhammad became pleased with this cruel verdict and said that “Sa‘d (had) adjudged by the Command of Allâh.&#8221;<a name="_ftnref4"></a> He often credited Allâh for his own decisions.  This time he chose Sa’d to verbalize his whims.</p>
<p class="MsoBodyText3">Al-Mubarakpouri adds that “In fact, the Jews deserved that severe punitive action for the ugly treachery they had harbored against Islam, and the large arsenal they had amassed, which consisted of one thousand and five hundred swords, two thousand spears, three hundred armors and five hundred shields, all of which went into the hands of the Muslims.”</p>
<p class="MsoBodyText3">What Al-Mubarakpouri forgets to mention is that the Banu-Quraiza had loaned their weapons as well as their shovels and picks to Muslims so they could dig the trench and defend themselves.  Muslims will never be grateful to those who help them.  They will take your help and will stab you in the back the moment they no longer need you.  We shall see in the next chapter the psychology of this pathology.</p>
<p class="MsoBodyText3">Muslim historians have been quick to accuse the Banu Quraiza of the usual baseless charges to justify their massacre.  They accused them of being mischievous, causing sedition, being treacherous and plotting against Islam.  However no specifics exist as to the nature of those sins to warrant such a severe punishment and their total genocide.   Trenches were dug in the bazaar of Medina and between 600 to 900 men were beheaded and their bodies dumped in them.</p>
<p class="MsoBodyText3">Huyai Ibn Akhtab, the chief of the Banu Nadir whose married daughter, Safiya, Muhammad took as his share of the booty when he invaded Khaibar, was among the captives.  He was brought to the victor with his hands tied from behind. In an audacious defiance he rejected Muhammad and preferred death to submission to this brute man.  He was ordered to kneel and was beheaded on the spot.</p>
<p class="MsoBodyText3">To determine who should be killed, the youngsters were examined. Those who had grown pubic hair were bundled with the men and beheaded. Atiyyah al-Quriaz, a Jew who had survived this massacre later recounted: “I was among the captives of Banu Quraiza. They (the Muslims) examined us, and those who had begun to grow hair (pubes) were killed, and those who had not were not killed. I was among those who had not grown hair.”<a name="_ftnref5"></a></p>
<p class="MsoBodyText3">Muhammad killed and banished several Jewish tribes, among them are B. Qainuqa’, B. Nadir, B. Quraiza, B. Mustaliq, B. Jaun and the Jews of Khaibar.  On his deathbed, he instructed his followers to cleanse the Arabian Peninsula of all non-believers,<a name="_ftnref6"></a><span class="MsoFootnoteReference"> </span>an order that Omar, the second Caliph carried out later.  He exterminated the Jews, the Christians and the pagans, forcing them to convert, leave or put them to death.</p>
<p class="MsoBodyText3">Now, enriched with the loot, Muhammad could be even generous to those who believed in him.  Anas narrated: “People used to give some of their date palms to the Prophet (as a gift), till he conquered Banu Quraiza and Banu An-Nadir, whereupon he started returning their favors.”<a name="_ftnref7"></a><span class="MsoFootnoteReference"> </span></p>
<p class="MsoBodyText3">There is a verse in the Qur’an that speaks about the massacre of the Banu Quraiza approving Muhammad’s butcheries of their men and taking women and children as prisoners.</p>
<p class="MsoNormal">He caused those of the People of the Book who helped them (i.e. the Quraish) to come out of their forts.  Some you killed, some you took prisoner. (Q. 33: 26)</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<div>
<hr size="1" />
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1"></a> AR-Raheeq Al-Makhtum  by Saifur Rahman al-Mubarakpuri  http://islamweb.islam.gov.qa/english/sira/raheek/PAGE-26.HTM</p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2"></a> Ibid.</p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3"></a><span class="FootnoteCharacters"> </span>Ayatollah Khomeini: A speech delivered on the commemoration of the Birth of Muhammad, in 1981.</p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4"></a> Bukhari, <a name="004.052.280"></a></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn5"></a> Sunan Abu-Dawud Book 38, Number 4390.  Sunan Abu-Dawud is another collection of hadith regarded to be sahih.</p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoNormal"><a name="_ftn6"></a> Bukhari Volume 4, Book 52, Number 288</p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoNormal"><a name="_ftn7"></a> Bukhari Volume 4, Book 52, Number 176</p>
<p class="MsoNormal">==================================</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Komentar <em>Logika Berpikir</em>:</strong></p>
<p class="MsoNormal">Sungguh perbandingan yang mengagumkan. Jelas sekali perbedaan kedua tokoh ini, dilihat dari apa yang mereka lakukan dalam hal membunuh.</p>
<p class="MsoNormal">Yesus melarang murid-Nya untuk membunuh dan menyuruh menyarungkan pedang. TETAPI muhammad melakukan penghancuran dan pembunuhan karena alasan untuk &#8220;membela&#8221; Islam.</p>
<p class="MsoNormal">Kalau dalam rangka Iman seseorang, semua tindakan tokoh tersebut adalah benar adanya. Iman kita secara hak asasi diataur oleh negara dan dilindungi. Kalau ada yang mengatakan membunuh sekarang itu halal demi islam, itu adalah imannya yang benar dihadapan allahnya. Namun sepertinya untuk negeri tercinta NKRI, hal tersebut tidak dibenarkan oleh hukum.</p>
<p class="MsoNormal">Bagaimana solusinya bagi umat kristen dan islam?</p>
<p class="MsoNormal">Dua contoh yang bertolak belakang. TETAPI ada Alternatif untuk hidup pada masa kini. Kedua alternatif ini hanyalah merupakan pilihan. Salah satu pilihan membuat Islam-Kristen bisa hidup berdampingan. Sedangkan alternatif lainnya merupakan &#8216;bahaya besar&#8221; bagi peradaban umat manusia.</p>
<p class="MsoNormal">Ada 2 alternatif pilihan yang harus anda pilih.</p>
<p>1. Katakan saja, bahwa semua perbuatan keras Muhammad itu adalah pada konteks masa dulu dan tidak dapat “diterapkan” atau diberlakukan atau diteladani pada masa kini. Itu merupakan &#8220;kewajaran&#8221; pada masa dan peradaban saat itu. Tapi tidak untuk masa kini.</p>
<p>2. Anda katakan perbuatan Muhammad membunuh itu adalah Mulia dan patut diteladani pada masa kini. Maka, jikalau anda mau mengikuti sifat “pembunuhan” dari Muhammad pada masa dulu dan diterapkan pada masa kini…, muncullah teroris seperti bom Bali di Indonesia (Imam Samudra dan temannya yang baru dihukum mati kemarin).</p>
<p>Tinggal pilihan 1 dan 2 saja…, mana yang anda (kaum muslim) pilih??</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=122&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/28/pembunuhan-yesus-vs-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1192</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tes Pemahaman Agama : Islam vs Kristen</title>
		<link>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/22/tes-pemahaman-agama-islam-vs-kristen/</link>
		<comments>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/22/tes-pemahaman-agama-islam-vs-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 13:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Perbandingan agama]]></category>
		<category><![CDATA[Tes agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamkristen.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: http://islamkristen.wordpress.com/warning/ ============================================================= Seberapa dalamkah pemahaman agama anda? Apakah anda cukup mempunyai pemahaman kitab suci anda? Mudah untuk bicara: Ya&#8230;, saya paham. Ini perlu dibuktikan dengan suatu kasus pada agama masing-masing. Akan terlihat ego terhadap &#8220;agama&#8221; atau terhadap &#8220;kebenaran&#8221;. Juga akan terlihat seberapa dalam pengetahuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=106&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda DILARANG membaca isi blog ini, sebelum menyetujui ISI dari pernyataan pada: <strong><a href="http://islamkristen.wordpress.com/warning/">http://islamkristen.wordpress.com/warning/</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">=============================================================</p>
<p>Seberapa dalamkah pemahaman agama anda? Apakah anda cukup mempunyai pemahaman kitab suci anda? Mudah untuk bicara: Ya&#8230;, saya paham.</p>
<p>Ini perlu dibuktikan dengan suatu kasus pada agama masing-masing. Akan terlihat ego terhadap &#8220;agama&#8221; atau terhadap &#8220;kebenaran&#8221;. Juga akan terlihat seberapa dalam pengetahuan anda berdasarkan &#8220;referensi ayat-ayat&#8221; yang akan anda sodorkan untuk mendukung argumentasi anda.</p>
<p>Bagi anda yang belum cukup membaca kitab suci anda masing-masing, dilarang untuk memberikan jawaban. Juga bagi anda yang mampu menjawab tapi tidak memberikan &#8220;referensi ayat&#8221; agamanya, mohon tidak memberikan tanggapan juga.</p>
<p>Ini akan &#8220;terlihat&#8221; sejauh mana sesungguhnya, pemahaman setiap pribadi yang terlibat aktif pada blog ini, juga mungkin setiap pribadi yang &#8220;sempat&#8221; membaca tulisan ini.</p>
<p><strong>Pemahaman keagamaan anda ditantang !!</strong></p>
<p>Kasusnya sebagai berikut:<span id="more-106"></span></p>
<p>================================</p>
<p><strong>KASUS ISLAM</strong></p>
<p>Misalkan ada persoalan sebagai berikut ini:</p>
<p>1. <strong>Amerika adalah negara ISLAM</strong> yang kecil dan masih lemah. Kepedulian dan keprihatinannya akan keadaan sekitar diperlihatkan dengan baik sekali.<br />
2. Amerika sebagai negara ISLAM, kemudian tumbuh menjadi besar dan kuat.<br />
3. Afrika adalah negara Kafir.<br />
4. Amerika akhirnya menjadi negara terkuat di dunia dan Afrika adalah negara kecil yang lemah.<br />
5. Amerika mengirimkan surat kepada Afrika agar tidak menyembah berhala dan mengakui Allah ISLAM adalah yang benar. Sebagai bukti mengakui ISLAM, Afrika haruslah memberikan upeti kepada Amerika.<br />
6. Afrika menolak agama ISLAM, <strong>TERPAKSA</strong> Amerika menyerang Afrika untuk membela diri karena ISLAM sudah dihina.</p>
<p>Bagaimana tanggapan saudara? Apakah anda mendukung tindakan Amerika?</p>
<p>=================================</p>
<p><strong>KASUS KRISTEN</strong></p>
<p>Misalkan ada persoalan sebagai berikut ini:</p>
<p>1. <strong>Amerika adalah negara KRISTEN</strong> yang kecil dan masih lemah. Kepedulian dan keprihatinannya akan keadaan sekitar diperlihatkan dengan baik sekali.<br />
2. Amerika sebagai negara KRISTEN, kemudian tumbuh menjadi besar dan kuat.<br />
3. Afrika adalah negara Kafir.<br />
4. Amerika akhirnya menjadi negara terkuat di dunia dan Afrika adalah negara kecil yang lemah.<br />
5. Amerika mengirimkan surat kepada Afrika agar tidak menyembah berhala dan mengakui Allah KRISTEN adalah yang benar. Sebagai bukti mengakui KRISTEN, Afrika haruslah memberikan upeti kepada Amerika.<br />
6. Afrika menolak agama KRISTEN, <strong>TERPAKSA</strong> Amerika menyerang Afrika untuk membela diri karena KRISTEN sudah dihina.</p>
<p>Bagaimana tanggapan saudara? Apakah anda mendukung tindakan Amerika?</p>
<p>==========================</p>
<p><strong>Tanggapan imankristen (Membahas Kasus Kristen):</strong></p>
<p>Mengutuk tindakan Amerika karena tidak berdasarkan prinsip yang diajarkan oleh Yesus.</p>
<p>5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. <br />
<a name="40"></a>5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. <br />
<a name="41"></a>5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. <br />
<a name="42"></a>5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.</p>
<p>Jangankan &#8220;menyerang&#8221; orang lain, ketika diperbuat jahat-pun harus mengasihi musuh.</p>
<p>Ketika YESUS kuat dan punya banyak massa&#8230;, Yesus tidak melakukan tindakan balas dendam terhadap musuh-musuh &#8220;agama&#8221;-Nya dan membunuhi mereka.</p>
<p>Perhatikan perikop Yesus dielu-elukan ketika masuk ke Yerusalem:</p>
<p>Matius 21: 7-10.</p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td align="right"><a name="7"></a></td>
<td width="100%">Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td align="right"><a name="8"></a></td>
<td width="100%"><strong>Orang banyak yang sangat besar jumlahnya</strong> menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td align="right"><a name="9"></a></td>
<td width="100%">Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: &#8220;Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!&#8221;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Yesus tidak mempergunakan kekuatan massa saat itu untuk menjadi Raja, menyerang serta membunuhi tentara Romawi yang sedang menjajah Yahudi.</p>
<p>=================</p>
<p><strong>Silahkan anda yang beragama Islam dan Kristen menjawab kasus pada agamanya masing-masing!</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamkristen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamkristen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamkristen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamkristen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamkristen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamkristen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamkristen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamkristen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamkristen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamkristen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamkristen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamkristen.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamkristen.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamkristen.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamkristen.wordpress.com&amp;blog=5143961&amp;post=106&amp;subd=islamkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/22/tes-pemahaman-agama-islam-vs-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>122</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
